FORGOT YOUR DETAILS?

Bayar Harga dan Mengikut Kristus

by / / Catatan Khotbah

Persekutuan J4u Bandung

Sabtu, 22 Agustus 2015

Pembicara: Puji Tania

Tema: Bayar Harga dan Mengikut Kristus

Venue: Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC

 

Ada dua konsep/ hal tertuang disini yang berdiri sendiri namun saling berkaitan satu dengan yang lain, yaitu: Bayar Harga dan Mengikut Yesus.

Dua hal ini masing – masing memiliki penjelasan dan pengertian yang mendalam dapat berdiri sendiri namun pada akhirnya saling berkaitan. Sebelum kita lihat keterkaitan satu dengan yang lain (yang nantinya dalam pembahasan masing – masing juga akan tersirat saling berkaitan) kita akan  bahas satu per satu.

  1. Bayar harga

Istilah ini adalah idiom yang memiliki arti suatu konsekuensi/akibat/ dalam arti yang negatif sebagai resiko dari suatu hal yang ingin kita capai/dapatkan.

Misalnya:

  • Ingin kurus, harga yang harus dibayar: olah raga lebih sering
  • Ingin pintar, baca buku lebih banyak
  • Ingin jadi pemurid, harus belajar untuk memuridkan, mengenal orang lain

 

“you have to pay the cost…”

 

Biasanya istilah bayar harga kita gunakan untuk menggambarkan satu pengorbanan atau suatu usaha yang harus kita lakukan.  Begitu juga dalam diri kita. Apapun yang kita inginkan untuk mendapatkan/mencapai sesuatu ada harga yang harus dibayarkan. Tidak ada yang gratis. Hanya keselamatan yang gratis.

 

Pertanyaannya adalah, apa yang kita inginkan? Apa yang ingin kita selesaikan di bumi ini? Apa highest calling kita? Apa yang mau kita capai?

 

Lalu pertanyaan keduanya adalah

Siapkah kita dengan harga yang harus kita bayar untuk hal tersebut?

 

Harga dari sebuah janji Tuhan atau hadiah dari Tuhan yang ingin Dia berikan kepada kita itu sangat mahal.

Keselamatan itu diberikan secara cuma – cuma, tetapi menerima janji Tuhan dalam hidup kita itu tidaklah cuma – Cuma. Seluruh isi firman Tuhan dalam Alkitab berisi bagaimanaproses mengikut Kristus dan menikmati tiap langkah/fase dalam hal mencapai/ menerima janji Kristus.

 

Kita sebagai umat pilihan, memiliki privilege untuk menerima janji Tuhan. Begitu kita menerima   keselamatan, maka hak sebagai ahli waris dan menerima Janji Tuhan sudah ada pada kita. Tetapi, sebagai ahli waris kita memiliki kewajiban.

 

Yang pertama yang harus kita terima itu adalah JANJI Tuhan itu sendiri, apa yang Tuhan berikan pada kita. Sebenarnya kita hanya menerima saja JANJI tersebut. Janji tersebut itulah yang harus kita dapatkan sendiri dari Tuhan. Apa janji Tuhan yang tertanam dalam hati kita? Apakah kita percaya bahwa kita akan mendapatkannya? Pastinya kita percaya. Tetapi apakah kita siap untuk membayar harga untuk memperoleh janji tersebut.

 

2. Mengapa ada istilah bayar harga dalam mengikut Kristus?

Bayar harga bukan sekedar pengorbanan dan konsekuensi, tetapi berbicara mengenaikeutamaan hidup kita adalah Kristus.

 

Hukum kasih itu jelas:

“Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Kalau ditarik mundur hukum ini bicara mengenai keutamaan hidup kita adalah Kristus

Cinta itu memunculkan suatu pengorbanan. Tuhan cinta pada kita, ia mati bagi kita. Jika kita cinta pada Tuhan, apa yang sudah kita lakukan bagi Dia?

 

Yesus punya tujuan dan visi Dia ada di bumi ini, yaitu untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Ada harga yang harus Yesus Bayar untuk sebuah visi yang harus Ia selesaikan.

 

Yesus menjadi teladan bagi kita dalam segala hal, termasuk dalam hal untuk membayar harga. Tuhan Yesus mengajarkan pada kita mengenai bayar harga untuk mencapai suatu keinginan, suatu jawaban doa, suatu mujizat, visi, atau apapun juga yang ada di dalam hati kita.

 

Iman itu perisai, Firman Tuhan itu pedang, Kasut itu kerelaan.

KASUT ini adalah bicara untuk mulai melangkah. Tidak salah kalau kasut itu disimbolkan/diinterpretasikan dengan kerelaan. Kerelaan untuk melangkah.

Banyak diantara kita yang berat untuk melangkah. Kenapa, karena ketika kita memutuskan untuk “Ya, saya melangkah” maka artinya kita siap untuk memulai, maka  harus siap dengan rela hati untuk berjalan dan menikmati setiap langkah demi langkah.

 

Tetapi Tuhan juga melengkapi kita dengan perlengkapan perang yang lain.

Mental, pikiran, jiwa, psikis ini adalah musuh kita. Karena disitu terdapat persepsi, kekhawatiran, pikiran negatif sehingga membuat kita enggan untuk melangkah. Padahal kalau kita menginginkan sesuatu atau kalau kita ingin mencapai suatu tujuan, tahap awal yang kita lakukan adalah melangkah. Tetapi satu langkah itu diikuti dengan satu konsekuensi. Dalam mengikut Kristus, konsekuensi ini identik dengan bayar harga.

 

Hal mengikut Yesus 

Lukas 9:57 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka,berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

 9:58 Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia l  tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

9:59 Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!  ” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” 

9:60 Tetapi Yesus berkata kepadanya:”Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah   di mana-mana.” 

9:61 Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku. ” 

9:62 Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” 

 

 

Hal mengikut Yesus

Matius 8:18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. 

8:19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” 

8:20 Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia  tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” 

8:21 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.” 

8:22 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku  dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka .”

 

Dalam Lukas 9 dan Matius 8 Yesus berfirman mengenai “Hal mengikut Yesus”

Yesus sendiri menjelaskan mengenai bagaimana Hal mengikut Yesus. Selain itu, Dalam Alkitab juga menjelaskan bagaimana Yesus memanggil 12 murid dan 70 murid untuk mengikut dia bahkan secara spesifik memberikan contoh gambaran mengenai bagaimana Yesus memanggil secara individual seorang Lewi pemungut cukai untuk mengikuti Dia.

 

Pasal dan ayat sebelumnya itu menjelaskan bagaimana Yesus menjalankan visiNya, menunaikan tugas tugasNya.

 

  • Yesus menyembuhkan orang sakit
  • Membuat tanda – tanda mujizat
  • Yesus mengusir Setan
  • Yesus khotbah
  • Yesus diikuti oleh berbondong – bondong orang

 

Dan Alkitab mencatat mengenai kesan pendengar bahwa takjublah seluruh orang melihat apa yang dilakukan Yesus.

 

Seorang pemimpin, nabi, rasul, guru, penginjil dan Tuhan sedang ada di tengah negeri ini. Ketakjuban orang – orang mengakibatkan banyak orang yang “ingin menjadi sama seperti DIA”

Yesus sangat memahami itu, sehingga ia menjelaskan mengenai hal mengikut Yesus.

 

1.Orang – orang mendekat dan menawarkan diri pada Yesus (Matius 8:19). Ingin ikutan, takjub dan euphoria sesaat.

Respon Yesus: Yesus tidak serta merta menjawab, Ia memberikan tantangan kembali ( ayat20).

 

2. Orang yang mau ikut tapi bersyarat (ayat 21).

Respon Yesus: Yesus mengajak (ayat 22).

 

3. Orang yang kaya yang tidak mengerti kehendak Tuhan/Firman (Mat 19: 16 – 22)

Respon Yesus: Ia memberikan tantangan untuk mencapai kesempurnaan.

 

4. Orang berdosa/Pemungut cukai (Mat 9:9-12).

Yesus mengajak, dan pemungut cukai segera berdiri dan mengikut Yesus. Di awal mengikut Yesus, cemooh sudah datang. Tapi Yesus membela dan menghadapi orang – orang Farisi.

 

 

Orang pasti takjub atas apa yang dilakukan Yesus selama hidupNya. Dan orang – orang sangat ingin untuk dapat menjadi seperti Yesus, HANYA SAJA ORANG – ORANG TIDAK SANGGUP UNTUK MEMBAYAR HARGANYA.

 

3. Harga Apa Saja Yang Harus Kita Bayar?

*Menyalibkan Kedagingan

KataNya kepada mereka semua; “Setiap orang yang mau mengikut Aku, Ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk 9:23)

 

Matius 10: 34-42

 

10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai  , melainkan pedang. 

10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,  

 10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.  

10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.  

10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. 

10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 

10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. 

10:41Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar  sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. 

10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya o  dari padanya.”

 

*Kerelaan dan keberanian untuk kehilangan Kenyamanan hidup

Tuhan mau kita membayar dengan comfort zone kita. Comfort Zone itu membuat kitamalas untuk dapat bergerak keluar dan melakukan/ mencapai tujuan kita (atau apa yang Tuhan inginkan). Situasi nyaman membuat kita lebih mencintai kondisi kita dan enggan kembali kepada posisi yang Tuhan tetapkan bagi kita  (ayat 34-36).

Rajin, keluar dari comfort zone-mu, sebab janji Tuhan “tangan orang rajin menguasai dunia”, jangan karena malas sehingga engkau tidak sanggup untuk menerima apa yang sebenarnya telah Tuhan sediakan.

 

*Memberikan Prioritas pada pekerjaan Tuhan

Melepaskan apa yang selama ini prioritas kita dan menggantikan prioritas kita pada Tuhan, di dalam Firman Tuhan digambarkan dengan nyawa seseorang. (ayat 39-40)

Tuhan tidak menginginkan hati kita melekat kepada orang lain, apapun dan siapapun (ayah, ibu, harta) (ayat 34-36)

Ketika Tuhan menjadi prioritas dalam hidupmu, maka Tuhan akan melindungi setiap apa pun yang dikerjakan karena kita melakukan semuanya hanya untuk Tuhan.

 

*Komitmen untuk melakukan apa yang Tuhan suruh kita lakukan

Ketika Tuhan minta kita untuk lakukan sekarang, kita lakukan dengan segera. Tidak melihat ke belakang (Luk 9:62). Ketika melangkah, jalan ke depan dan tidak lihat ke belakang lagi

Karena melihat ke belakang hanya akan menghambat langkahmu untuk melakukan kehendak Tuhan. Melangkahlah dan percayalah bahwa Tuhan menyertai.

 

4. Upah Dalam Mengikut Yesus

 

(Matius 19:27-30)

19:27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau;jadi apakah yang akan kami peroleh?” 

19:28 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhtakemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

19:29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat   dan akan memperoleh hidup yang kekal.   

19:30Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir  akan menjadi yang terdahulu.  

 

  • Mendapat kedudukan dan kewenangan untuk menghakimi umat pilihan
  • Tidak akan pernah kekurangan harta benda, saudara akan menerima berkalilipat

 

5. Menggenapi Visi dari Tuhan harus mau Bayar Harga

 

Kejadian 37, 39

 

Yusuf menerima Janji Tuhan melalu mimpi dan ia menyimpannya dalam hati. Yusuf membayar harga untuk menerima visi dari Tuhan.

Mimpi yang diberikan kepada Yusuf adalah sebuah visi. Harga yang Yusuf terima adalah cemooh, dibuang, difitnah, dan dipenjara.

 

Tetapi Yusuf tidak pernah menjadi luntur semangatnya. Ia tetap kerja, rajin, dia tidak menjadi goyah, percaya pada Tuhan ( menyimpan janji Tuhan dalam hidupnya), setia, menjaga kekudusan, menjaga kepercayaan, tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan, hingga akhirnya Yusuf memenuhi visinya.

 

Dalam hal mengikut Yesus, apa yang sudah kita lakukan? Apa yang ingin kita terima dari Tuhan, Apakah kita sudah siap untuk membayar harganya?

 

 

Marilah kita bayar harganya.

Spread the love
TOP