FORGOT YOUR DETAILS?

I Have a Glorious Destiny

by / / Catatan Khotbah

Janji Tuhan menjadi mustahil karena keputusan kita. Atau yang paling parah adalah ketika kita mengeraskan hati. Apa yang harus kita lakukan?

 

Yesaya 43:7, “Semua orang yang disebutkan dengan namaKu yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!”

Kita disebutkan dengan nama Tuhan, yaitu menjadi bagian dari keluarga kerajaan Allah setelah kita lahir baru. Kita punya keyakinan ke mana tujuan akhir kita ketika dipanggil pulang oleh Tuhan yaitu bertemu Bapa di sorga. Selain itu, Tuhan juga menetapkan tujuan kita diciptakan adalah untuk kemuliaan-Nya. Kemuliaan itu tidak jauh-jauh dari kehormatan dan mahkota. Bayangkan, jika tidak ada di dunia ini yang bisa menghalangi untuk mencapai hal paling besar dalam hidup, kita mau jadi apa? Yang selama ini kita anggap tidak mungkin, apakah itu? Selanjutnya setelah membayangkan, kira-kira apakah yang menjadi penghalang untuk mencapai ke sana? Seringkali karena takut, tidak PD, kelihatannya susah, gelar pendidikan kurang tinggi, banyak saingan, kritikan orang lain, larangan  orang tua, sering melakukan kesalahan, malas mencoba, jatuh bangun dalam dosa, keterbatasan fisik, dll. Sejauh mana kita menyebutkan hal-hal sebelumnya, sejauh itu pula sebenarnya kita bisa mengatasinya.

Kita punya banyak alasan untuk tidak mengerjakan visi. Misalnya takut, selalu membandingkan dengan orang lain. Dalam video Ibu Priska dan Bapak Fandi, kita belajar arti hidup untuk selalu bersyukur. Apakah kita hari ini memiliki cacat sejak lahir? Apakah orang tua kita berniat membuang kita sejak lahir? Apakah orang tua kita pernah hampir membunuh kita karena kita punya kekurangan? Apakah kita sewaktu umur 10 tahun pernah diusir dari rumah oleh keluarga dan harus pergi naik bus ke luar kota sendiri? Apakah kita pernah makan bercampur tanah supaya kenyang? Apakah kita pernah menjadi preman di jalan? Semua pertanyaan ini telah dialami oleh Ibu Priska, karena beliau terlahir sebagai tuna netra. Tapi hari ini, beliau telah membangun panti untuk anak-anak kebutuhan khusus dan yatim piatu. Beliau tidak menjadi putus asa dan kecewa dengan masa lalu, tapi bangkit untuk menolong orang lain dengan apa yang beliau bisa lakukan.

Alasan-alasan yang kita buat, sebenarnya bisa teratasi jika kita berusaha. Firman mencatat, tanpa visi/pewahyuan maka liarlah (KJV: Perish) rakyat. Perish itu berarti binasa. Mata fisik bisa melihat, mata kita juga harus sanggup melihat kemuliaan Tuhan. Tangan Tuhan tidak kurang panjang, tapi karena dosa manusia kehilangan kemuliaan Tuhan.

Lihat apa yang menjadi mimpi kita, sudahkah kita mengarahkan hidup kita ke sana?

Misalnya orang yang bermimpi ingin menjadi penyampai pesan Tuhan, sudahkah kita rutin saat teduh. Ada orang yang ingin menjadi guru, sudahkah kita mulai mengajar orang lain.  Ada yang ingin menjadi pebisnis, sudahkah berlaku sebagai pebisnis. Ada yang ingin menjadi profesor, minimal dapat gelar Doktor dulu, sudahkah kita melihat bagaimana bayar harga seorang profesor. Kalau tidak dikerjakan, bagaimana kita akan mendapat kemuliaan Tuhan yang sudah tersedia bagi kita.

Dalam Yeremia 1:5 tercatat bahwa sejak dalam kandungan ibu, Tuhan sudah membentuk (personally formed) dan menetapkan kita menjadi sesuatu. Tinggi badan sekian, warna kulit demikian, lahir dari suku tertentu dan berbagai ciri fisik sejak lahir. Jadi TIDAK ADA YANG SALAH dengan seperti apa kita dilahirkan. Ini adalah ketetapan Tuhan, MANA BISA KITA TOLAK. Kita tidak bisa pula menyalahkan orang tua/keluarga, jangan jadi alasan.

Ayo kenal Tuhan dengan benar. Sudah bukan lagi waktunya dipaksa-paksa untuk melakukan Firman, kerjakan saja.  Dalam Kejadian 1:27 tercatat bahwa kita diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan. Tidak bisa mengambil kemuliaan dengan cara yang biasa. Tidak dengan kebiasaan kita. Pastinya sangat tidak enak dan tidak nyaman.

Semua yang Tuhan janjikan itu BISA terjadi jika kita kenal Tuhan dengan benar, maka ubah diri kita. seringkali penghalang kita adalah rasa malas. Janji Tuhan menjadi mustahil karena keputusan kita. Atau yang paling parah adalah ketika kita mengeraskan hati.

Apa yang harus kita lakukan?

Roma 12:2 tercatat ayat “berubahlah oleh pembaharuan budimu”. Dari bangun pagi, kebiasaan apa yang mau kita ubah, coba renungkan. Berhentilah melakukan apa yang kamu suka lakukan hari ini, tidak akan membawa ke mana-mana. Sebagai murid, modal kita adalah sangkal diri dan pikul salib tiap hari. Jangan lagi menjadi orang yang sama.

Kembali ke Yeremia 1:5, sadari bahwa Tuhan sudah menetapkan kita menjadi sesuatu. Cari tahu apa panggilan kita. Ketika kita mendapatinya, maka apapun yang orang lain katakan pada kita tidak akan berlaku.

Mari ubah gaya hidup yang lama.

 

Persekutuan J4U Bandung

Sabtu, 19 Mei 2018

Pembicara: Ester Irene

Tema: I Have a Glorious Destiny

Venue: Rg. Cipaganti, Lt. 1, Hotel Kalya

 

 

Spread the love
TOP