FORGOT YOUR DETAILS?

Membuka Dimensi Roh

by / / Catatan Khotbah

Ternyata dengan terus mengaktifkan roh kita, maka karunia-karunia lain yang telah Tuhan berikan juga akan turut diaktifkan. Dan jika kita pelajari lebih lanjut, karunia justru membantu kita dalam menjalankan visi.

 

Manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Esensi seorang manusia adalah rohnya sendiri. Tanpa roh, kita mati secara fisik. Bicara tentang ide, akal budi, rasa suka, cinta, mengidolakan sesuatu itu di ada di jiwa. Sedangkan tubuh adalah bagian yang dapat kontak dengan alam, merasakan panas/dingin, lapar/haus, sakit/sehat. Tapi hari-hari ini kita sulit membedakan roh dan jiwa.

Orang sering salah dalam usaha membangun roh. Di luar sana giat sekali mengadakan kelas yoga/meditasi/refleksi diri/semedi. Tapi hal-hal ini TIDAK DAPAT membangun roh kita. Pertanyaannya, bagaimana kita seharusnya membangun roh kita?

Sewaktu orang mengalami lahir baru, rohnya aktif/terbangun. Dari yang tadinya tidak mampu meresponi Tuhan sekarang mampu berhubungan dan berkomunikasi dengan Bapa (Yohanes 1:12). Indra-indra rohaninya mulai aktif (mata rohani, telinga rohani bahkan penciuman rohani). Manusia yang roh nya aktif memiliki respon yang berbeda. Dia akan senantiasa bertanya kepada Tuhan. Dia tidak menilai dengan apa yang terlihat oleh mata fisik.

Tapi lahir baru saja tidak cukup. Ada teknologi yang Tuhan sediakan bagi kita yaitu bahasa roh.

 

Apa itu bahasa roh?

Dicatat di perjanjian baru sebagai glossa (Yunani: lidah). Seringkali muncul pada saat orang mengalami baptisan Roh Kudus.

Di Alkitab tercatat 3 hal:

  1. Bahasa doa untuk membangun diri,
  2. Bahasa roh yang diterjemahkan menjadi nubuat,
  3. Bahasa malaikat. (1 Kor 13:1)

Pada kesempatan ini, mari kita fokus kepada poin 1 dan 2 saja.

 

Tercatat munculnya bahasa roh setelah baptisan Roh Kudus:

  1. Pencurahan Roh Kudus pertama kali(pentakosta) BAHASA-BAHASA DAERAH ASING. Kis 2:1-12
  2. Pencurahan Roh kudus yang ke 3(Kornelius), ADA BAHASA ROH. Kis 10:25-48
  3. Pencurahan Roh kudus yang ke 4 di Efesus, ADA BAHASA ROH. Kis 19:6-7

 

Pro dan kontra

  • Orang yang memiliki bahasa roh bukan berarti levelnya lebih tinggi dari yang tidak memilikinya
  • Paulus menulis jangan melarang orang berbahasa roh. 1 Kor 14:39
  • Tidak semua BRK tandanya berbahasa roh
  • Pada umumnya hanya didapati pada jemaat karismatik dan pentakosta
  • Pada Pentakosta, Kis 2, bahasa yang terjadi adalah bahasa yang dimengerti manusia hanya bukan dari daerah Galilea (bahasa asing), bukan bahasa tidak jelas.
  • Kata Paulus, bahasa roh tidak berguna jika tanpa tafsiran/arti
  • Tidak semua punya bahasa roh, maka orang tidak perlu mengejar karunia ini. 1 Kor 12:29-30
  • Bahasa roh adalah bahasa setan disertai manifestasi seperti kesurupan

Apakah benar demikian?

 

Perhatikan catatan berikut:

  • Untuk lebih memahami isi Alkitab, mintalah hikmat Tuhan dan pertolongan Roh Kudus.
  • Bacalah sejarah dan kisahnya secara lengkap untuk mengerti maksud dan tujuan kitab tersebut.
  • Mencoba mencerna isi Alkitab dengan pengertian sendiri atau berpedoman pada pengajaran manusia hanya berujung pada perdebatan dan kesia-siaan.

 

Bahasa doa untuk membangun diri sendiri

1 Kor 14:4

“Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri…”

 

  1. Bahasa yang dimengerti manusia

Kisah 2:1-11, dimensi bahasa roh ini diberikan based on purpose, tujuannya supaya para rasul dapat membagikan kebenaran kepada orang-orang dari berbagai bangsa dan bahasa lain.

  1. Bahasa yang tidak dimengerti manusia

1 Kor 14:2

“Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.”

Ini adalah bahasa doa. Kita sedang berkata-kata kepada Allah. Pada tingkatan ini, bisa kita latih. Dari satu dua suku kata, setelah dilatih dapat menjadi kalimat lengkap.

 

Mengaktifkan roh kita

1 Kor 14:14 LAI TB, “Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh (GLÔSSA, Unknown tongue), maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. “

 

1 Korintus 14:2, “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.”

Paulus tidak mencatat kapan waktu dan tempat, kita bisa berbahasa roh dimanapun dan kapanpun asalkan tertib. Pada tingkatan yang kemudian, roh kita akan menjadi selaras dengan Roh Allah. Tercatat bahwa oleh Roh Allah kita berbahasa roh. Maka yang berikutnya terjadi, kita dimampukan untuk berdoa dalam Roh.

 

Berdoa dalam Roh

Roma 8:26-27

(26) Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

(27) Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

Di sini kita menyadari bahwa tidak ada yang jago dalam berdoa. Tentunya yang terpenting dalam berdoa adalah kejujuran di hadapan-Nya. Biar Dia menyelidiki hati kita, semua motivasi kita, semua maksud hati kita. Jangan coba membohongi Tuhan dengan menutup-tutupi alasan sebenarnya. Doa yang efektif adalah doa yang selaras dengan kehendak Allah. Orang yang terus membangun bahasa roh, bukanlah orang yang latah. Tidak gampang diombang-ambingkan dengan tren dunia. Tidak meniru sana sini.

Jadikan roh kita sebagai rumah doa-Nya, bukan memaksa Tuhan mengabulkan doa kita dengan agenda doa pribadi atau yang menurut kita perlu didoakan.

Dalam ayat 26 tercatat Roh sendiri berdoa untuk kita (KJV: the Spirit itself maketh intercession for us). Penyembahan dengan akal budi memang baik, tapi ada batasnya. Roh Kudus membantu menyampaikan keluhan-keluhan kita. Roh pulalah yang akan memberikan dorongan/arahan yang spesifik dalam hidup kita sesuai dengan apa yang kita perlukan, yang kita harus lakukan . Misalnya, tiba-tiba kita diingatkan untuk berlatih gitar, membaca suatu buku, belajar skill tertentu, maka LAKUKAN saja. Di sinilah bangkit orang-orang yang masuk dalam bimbingannya Tuhan. Spesifik  dan presisi di bidangnya masing-masing. Masuk dalam panggilannya. Perlu diingat, ketika kita menerima arahan tersebut, mari mencatatnya dan info kepada pembimbing. Setelah selesai proses tersebut, kita infokan lagi ke pembimbing. Maka kita sedang belajar masuk dalam agenda-agendanya Tuhan.

Apa lagi selanjutnya?

 

Bahasa roh yang diterjemahkan menjadi NUBUAT

1 Kor 14:13, “Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.”

1 Kor 14:5, “Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga daripada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga jemaat dapat dibangun.”

Nubuat berguna untuk MEMBANGUN, MENASIHATI dan MENGHIBUR. Membangun dalam pertumbuhan berdasarkan kebenaran. Menasihati/menegur akan apa yang harus dikoreksi/ diperbaiki. Menghibur dari kesesakan/penderitaan yang dialami saat ini.

Nubuat berisi rencana Allah kepada umat-Nya, bangsa-Nya.

Nubuat tidak akan melenceng dari Firman yg tertulis. Hati-hati dengan orang-orang yang mengaku dirinya bernubuat. Selidiki lagi dalam Firman, apakah sesuai atau tidak. Misalnya, ada nubuatan tentang kapan Yesus datang, ini jelaslah bertentangan dengan Fiirman. Firman mencatat kedatangan-Nya kedua kali hanya Dia yang tahu. Hati-hati pula ketika kita bicara Tuhan berkata ini, Tuhan berkata itu. Apalagi supaya orang yakin percaya karena pakai nama Tuhan. Cukup dengan berkata kita diingatkan oleh Tuhan sesuatu.

Tidak hanya sampai di sini, ternyata dengan terus mengaktifkan roh kita, maka karunia-karunia lain yang telah Tuhan berikan juga akan turut diaktifkan.

 

Mengaktifkan karunia-karunia lain

1 Kor 12:8-10

  1. Berkata-kata dengan hikmat
  2. Berkata-kata dengan pengetahuan
  3. Karunia Iman
  4. Karunia untuk menyembuhkan
  5. Kuasa untuk mengadakan mujizat
  6. Karunia bernubuat
  7. Membedakan bermacam-macam roh
  8. Berkata-kata dalam bahasa roh
  9. Menafsirkan bahasa roh itu.

Karunia-karunia ini sebenarnya sudah ada pada kita, hanya perlu diaktifkan. Tuhan memberikan karunia tersebut sesuai dengan kehendak-Nya (ingat perumpamaan tentang talenta, ada yang diberi 5 talenta, 2 talenta, 1 talenta). Karunia akan menyala ketika diperlukan/waktunya. Ketika mengajar, kita perlu memakai karunia pengetahuan. Bagi seorang hakim, tentunya sangat diperlukan karunia hikmat marifat.

Dan Tuhan masih terus memberikan karunia-karunia lain sesuai dengan kekayaan kasih karunia-Nya.

Peringatan

  • Karunia yang Tuhan berikan hendaknya digunakan untuk membangun jemaat yaitu tubuh Kristus.
  • Karunia-karunia tersebut berguna untuk memperlengkapi kita dalam menjalankan visi.
  • Hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

Marilah kita terus mengaktifkan karunia-karunia yang ada pada kita dan pergunakanlah untuk membangun tubuh Kristus.

 

Persekutuan J4u Bandung

Sabtu, 22 Oktober 2016

Tema: Membuka Dimensi Roh

Pembicara: John Ronaldo

Venue: BTC Lt. 6, blessing room kecil

 

Spread the love
TOP