FORGOT YOUR DETAILS?

Salib

by / / Catatan Khotbah

Sejauh ini kita memahami salib sebagai penderitaan. Tetapi semakin dalam kita mengenal Tuhan, maka kita akan menemukan cara pandang-cara pandang baru. Dalam pengenalan yang lebih dalam, kita akan menemukan bahwa Salib menyimpan makna yang jauh lebih dalam dari pemahaman kita selama ini. 

Galatians 3:13-14 (The Message)

Christ redeemed us from that self-defeating, cursed life by absorbing it completely into himself. Do you remember the Scripture that says, “Cursed is everyone who hangs on a tree” That is what happened when Jesus was nailed to the cross: He became a curse, and at the same time dissolved the curse. And now, because of that, the air is cleared and we can see that Abraham’s blessing is present and available for non-Jews, too. We are all able to receive God’s life, his Spirit, in and with us by believing—just the way Abraham received it.

 

Menurut ayat ini, salib bicara mengenai 3 hal:

  1. Janji Tuhan
  2. Warisan atau berkat Abraham
  3. Kutuk/dosa yang ditaklukkan

 

Christ redeemed us from that self-defeating, cursed life by absorbing it completely into himself.

  • Hidup kita sebelum dibebaskan oleh Tuhan adalah hidup yang terkutuk (cursed life) dan menghancurkan diri kita sendiri (self-defeating/self-destruction). Hidup yang tertekan, tanpa tujuan, penuh kekuatiran dan keraguan adalah hidup yang terkutuk. Seringkali intimidasi datang dari diri kita sendiri dan karenanya iman tidak bisa bertumbuh dalam hidup kita—ini karena natur manusia berdosa adalah menghancurkan dirinya sendiri (self-defeating, self-destruction)
  • Melalui salib, Yesus memerdekakan kita dari hidup yang demikian dengan “menyerapnya” dengan sempurna (absorb it completely) ke dalam diri-Nya sendiri dengan cara menanggungnya di atas kayu salib. Karena itulah ketika kita terus tinggal di dalam Tuhan, saat kita menyembah Tuhan, setiap intimidasi, kekuatiran, tekanan, kekuatiran—yang akarnya adalah hidup kita yang terkutuk dan penghancuran diri sendiri—akan sirna.

 

That is what happened when Jesus was nailed to the cross: He became a curse, and at the same time dissolved the curse

  • Karena itulah di atas kayu salib, Yesus berkata “Sudah selesai”, karena memang melalui salib, setiap kutuk telah dihancurkan.
  • Hal yang sama terjadi ketika kita juga memikul salib. Saat kita pikul salib, banyak hal akan “selesai” karena kita menyadari bahwa ternyata hal-hal itu sudah dipikul oleh Yesus di kayu salib.
  • Selama ini misalnya kita mengatakan bahwa bangun pagi untuk saat teduh, berdoa, berpuasa, memberi, adalah pikul salib. Tetapi tidakkah saat kita memikul salib itu (melakukannya), berkat Tuhan turun, Tuhan berbicara, dan ada banyak persoalan “selesai”? Berarti pikul salib di titik ini bukan lagi penderitaan, tetapi justru berkat? Mari melihat dengan kacamata yang berbeda!

 

And now, because of that, the air is cleared and we can see…

  • Salib juga membuat the air is cleared. Salib akan menyingkirkan setiap ketidakjelasan dan bayang-bayang yang menutupi mata kita. Kita akan dapat melihat Tuhan dan setiap rencana-Nya dengan jelas di hidup kita.
  • Dalam kisah pertobatan Paulus, Paulus melihat cahaya putih dari langit saat di tengah perjalanan menuju Damsyik. Ia lalu menjadi buta selama tiga hari dan baru dapat melihat dan menerima Kristus. Perlu tiga hari di mana tubuh-jiwa-dan roh nya melihat Tuhan, di mana Tuhan membawanya tidak hanya melihat “cahaya putih” tetapi sampai “the air is cleared”. Sejak saat itu hidupnya berubah!
  • Setiap orang yang memikul salib pasti berubah karena salib membawa kita berjumpa dengan Tuhan dan mengalami-Nya lebih lagi. Jika seseorang mengaku dia memikul salib tapi hidupnya tidak berubah maka dia pasti berdusta!

 

that Abraham’s blessing is present and available for non-Jews, too. We are all able to receive God’s life, his Spirit, in and with us by believing—just the way Abraham received it.

Ada 5 berkat Abraham yang dapat kita terima:

  1. Abraham mempersembahkan yang sulung
  • Abraham mempersembahkan anaknya yang sulung Ishak tanpa keraguan. Bagi kita, yang sulung pertama-tama adalah diri kita sendiri.
  • Saat Abraham mempersembahkan Ishak, Tuhan menyediakan penggantinya di atas gunung-Nya. Saat kita mempersembahkan hidup kita sendiri, maka Tuhan menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan. (Matius 6:33)
  • Karena itu, bagi kita seharusnya masalah persembahan (masalah uang) tidak lagi menjadi sesuatu yang sensitif. Kita tidak menjadi orang yang hitung-hitungan dalam memberi. Kita tidak merasa kuatir atau takut kekurangan ketika memberi– miliki sikap yang benar dalam memberi!
  • Mari kita belajar menghitung berkat Tuhan, bukan berapa banyak yang sudah kita beri. Mulai hari ini, STOP menghitung pemberian kita kepada Tuhan.

 

  1. Iman
  • Abraham meneladankan iman yang luar biasa. Kita pun dapat memiliki iman yang demikian.
  • Seseorang yang memikul salib pasti memiliki iman, bahkan imannya semakin kuat saat ia terus memikul salib. Salib dan iman berjalan bersama-sama.

 

  1. Bangsa-bangsa (Kej 17:4, Mzm 2:8)
  • Bangsa-bangsa berbicara mengenai visi.
  • Tuhan akan memberikan kepada kita visi. Dan visi bukanlah salib. Visi adalah berkat! Tuhan akan membawa kita memberkati bangsa-bangsa!

 

  1. Keturunan perjanjian (Kej 17:6)
  • Keturunan perjanjian berarti keturunan yang ilahi. Ini bukan cuma sekedar keturunan jasmani. Memiliki keturunan ilahi adalah berkat perjanjian! Ayat ini mengatakan keturunanmu akan sangat banyak. Ya, satu orang akan mengejar seribu, dua orang akan mengejar berlaksa-laksa!
  • Warning: jika kita masih belum punya murid (padahal sudah waktunya memuridkan), ini berarti kita tidak pikul salib.

 

  1. Raja-raja akan muncul darimu (Kej 17:6)
  • Melalui kita semua kaum dari muka bumi akan mendapat berkat (Kej 12:1-3)
  • Dari hidup kita akan lahir raja-raja dan pemimpin-pemimpin yang memberkati bumi ini.

 

 

Setiap orang akan memiliki salibnya masing-masing, karena itu tidak perlu membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Salib setiap kita pasti tersedia, hanya apakah kita mau memikulnya atau tidak, tergantung pada keputusan kita.

 

Lukas 9:23 (The Message)

Then he told them what they could expect for themselves: “Anyone who intends to come with me has to let me lead. You’re not in the driver’s seat—I am. Don’t run from suffering; embrace it. Follow me and I’ll show you how.

  • Di ayat 22, Yesus membahas mengenai bagian yang harus Ia tanggung. Di ayat 23, Yesus mengatakan bahwa ada bagian yang seharusnya dapat kita harapkan bagi diri kita sendiri (expect for themselves) – dan berikutnya Ia membahas mengenai pikul salib. Salib seharusnya adalah sesuatu yang kita harapkan!
  • Kuncinya adalah:
  • biarkan Yesus memimpin, dialah yang duduk di kursi pengendara, bukan kita. Coba cek, siapakah yang menjadi pemimpin di hidup kita hari-hari ini?
  • Jangan lari dari penderitaan tetapi terima, peluk, dan ikuti prosesnya saja.
  • Ikuti Tuhan, Dia berjanji akan membimbing kita. Ini juga merupakan janji bahwa salib kita tidak akan melebihi kemampuan kita.

 

Salib dibutuhkan untuk membentuk kapasitas kita menampung berkat Abraham. Dan sejauh mana kita memikul salib, itu pasti akan nampak dari hidup kita.

 

Selamat memikul Salib ☺.

 

Persekutuan J4U Jabodetabek

Sabtu, 25 Februari 2017

Pembicara : Ester Irene

Tema : Salib

Venue: Bougenville Room, Cipta Hotel Wahid Hasyim

Spread the love
TOP