FORGOT YOUR DETAILS?

Yesus sebagai Tuhan

by / / Artikel

Sebelum bertobat dan menerima Yesus sebagai Juruselamat, seseorang mengambil keputusan-keputusan dalam hidupnya berdasarkan ego dan keinginannya sendiri.

Namun setelah bertobat, Tuhanlah yang mempunyai wewenang atas hidup kita.

 

Dalam aspek-aspek kehidupan, kehendak siapakah yang akan anda laksanakan? Kehendak pribadi atau kehendak Tuhan. Orang Kristen sungguh-sungguh biasanya akan dengan cepat menjawab; “Tentu kehendak Tuhan!”

Berjalan dalam kehendak Tuhan berarti menjadikan Tuhan yang berwenang memerintah dan mengatur kehidupan kita. Tuhan menjadi otoritas tertinggi dan terutama. Namun tak jarang, kita menyatakan Tuhan adalah raja, tapi sebenarnya kita tidak sedang memposisikan Yesus sebagai Tuhan dan Raja. Hal tersebut dapat tercerminkan melalui cara seseorang mengambil keputusan ataupun perilaku dan gaya hidupnya.

Pengenalan Yesus sebagai Tuhan tidak terpisahkan dengan momentum dimana seseorang menerima Yesus menjadi Juruselamat dalam hidupnya. Tuhan menyelamatkan kita dan membeli hidup kita secara lunas dengan darahNya. Secara otomatis status kepemilikan hidup kita pun berubah. Hidup kita bukan lagi milik dosa dan juga bukan lagi milik kita sendiri. Hidup kita adalah milik Kristus.

Ketika kita menyadari bahwa kita adalah milik Kristus, maka tentu kita tidak lagi dapat secara sembarangan menentukan arah jalan hidup kita. Dahulu sebelum bertobat dan menerima Yesus sebagai Juruselamat, seseorang mengambil keputusan-keputusan dalam hidupnya berdasarkan ego dan keinginannya sendiri. Namun setelah bertobat, Tuhanlah yang mempunyai wewenang atas hidup kita.

Tuhan mempunyai wewenang penuh atas keputusan dan rancangan yang akan kita lakukan. Tuhan yang memerintah dalam pikiran, keinginan, tindakan, dan masa depan kita. Sebagai gambaran praktis, jika kita mempunyai suatu rancangan cita-cita di masa depan, seharusnya rancangan tersebut bukan lagi berdasarkan ego kita sendiri. Kita harus mencari tahu apa yang menjadi rancangan Tuhan untuk masa depan kita. Contoh lainnya saat kita akan memilih pekerjaan. Kita memilih bukan lagi berpusat pada kemauan diri sendiri tapi seharusnya berdasarkan pekerjaan apa yang Tuhan suruh untuk saya kerjakan.

Pengenalan Yesus sebagai Tuhan haruslah kita terapkan dalam seluruh aspek kehidupan kita. Tidak terkecuali satu aspek pun. Tuhan menjadi raja atas cita-citamu, di tengah keluargamu, dalam pekerjaan, dalam keuangan, atau dalam menentukan pasangan hidupmu.  Buah dari pengenalan tersebut juga akan membuat kita tidak lagi bertindak serampangan. Pikiran, perkataan, atau perbuatan tidak untuk memuaskan ego, tapi berdasarkan kehendak Tuhan yaitu Firman Tuhan.

Jadi sudahkah Yesus menjadi Tuhan dalam hidup kita?

 

Oleh Lasma Natalia Panjaitan

Spread the love
TOP