Setia Dalam Perkara Kecil
31 Maret 2012
Pembicara : Ka Yorga
[Bacaan Alkitab]
Yesaya 41:1-7
Dengarkanlah Aku dengan berdiam diri, hai pulau-pulau; hendaklah bangsa-bangsa mendapat kekuatan baru! Biarlah mereka datang mendekat, kemudian berbicara; baiklah kita tampil bersama-sama untuk beperkara! Siapakah yang menggerakkan dia dari timur, menggerakkan dia yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya, yang menaklukkan bangsa-bangsa ke depannya dan menurunkan raja-raja? Pedangnya membuat mereka seperti debu dan panahnya membuat mereka seperti jerami yang tertiup. Ia mengejar mereka dan dengan selamat ia melalui jalan yang belum pernah diinjak kakinya.Siapakah yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu? Dia yang dari dahulu memanggil bangkit keturunan-keturunan, Aku, TUHAN, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga.Pulau-pulau telah melihatnya dan menjadi takut, ujung-ujung bumi pun menjadi gemetar; mereka datang dan makin mendekat.Yang seorang menolong yang lain dan berkata kepada temannya: “Kuatkanlah hatimu!”Tukang besi menguatkan hati tukang emas, dan orang yang memipihkan logam dengan martil menguatkan hati orang yang menempa di atas landasan; ia berkata tentang patrian: “Itu baik,” lalu menguatkannya dengan paku-paku, sehingga tidak goyang.
Tuhan mau membawa kita untuk melakukan perkara-perkara besar dan ajaib. Pekerjaan yang menembus batas-batas kemanusiawian kita. Suatu terobosan (breakthrough)! Sesuatu yang melampaui apa yang sanggup kita bayangkan, pikirkan, bahkan doakan.
Dengan melakukan apa yang kita sanggup lakukan saja, kita dan orang-orang di sekitar kita akan terkagum-kagum dengan hasilnya. Misalnya saja membersihkan rumah, kita akan terkagum-kagum melihat perbedaan sebelum dan sesudahnya. Apalagi kalau kita terbiasa untuk melakukan dan mengalami hal yang luar biasa, bukannya membiasakan diri dengan hal yang biasa-biasa.
Mulailah berdoa untuk hal-hal yang luar biasa. Apabila untuk mendoakan sesuatu yang luar biasa saja tidak berani apalagi untuk melakukannya. Berdoalah dan mulai eksekusi. Bukankah tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan orang percaya? Begitu kita taat maka mujizat pasti terjadi, mari angkat iman kita!
Banyak janji-janji Firman Tuhan yang menunggu kau genapi. Tidak peduli kondisimu apa, kalau Tuhan sudah mengatakan pasti terjadi. Kita tentu tidak mau sekedar mencicipi makanan kesukaan kita bukan? Nah seperti itu, jangan kagok dalam Tuhan!
[Bacaan Alkitab]
Yohanes 14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.
Yohanes 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa
saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
Tuhan pasti menjawab doa orang-orang yang meminta kepada-Nya. Bagian orang-orang yang berdoa adalah harus siap diubahkan sesuai doanya. Namun tidak semua siap dengan cara Tuhan menjawab doa kita. Terkadang kita berat untuk melepaskan hal-hal sederhana yang Tuhan minta bukan? Misalnya untuk meninggalkan nonton bola, game, dsb.
Sangat mungkin, pada saat yang tidak kita duga Tuhan kasih kesempatan untuk kita. Mari bayangkan, dapatkah kita setia ketika Tuhan mempercayai kita untuk mengelola uang negara? Artinya kita siap untuk tidak menyentuh sedikit pun uang itu. Kita bahkan mengharamkan diri untuk menyentuh uang yang Tuhan percayakan itu.
Karenanya, bertekunlah! Tidak ada yang kebetulan bagi kita yang dalam Tuhan. Bahkan tidak sehelai pun rambut kita jatuh tanpa sepengetahuan Tuhan. Jangan menyerah, kuatkanlah hatimu!
- Published in Catatan Khotbah
4 Pilar Iman
J4u, 24 Maret 2012
Pembicara : Ka Erik
Setiap anak harus menyamakan dirinya dengan Bapa.
Poinnya:
Siapa yang ada dihatimu? jika dihatimu ada Tuhan, maka samakan dirimu dengan Tuhan lewat FirmanNya.
Sebuah ilustrasi:
Setiap mobil memiliki empat buah roda, maka pasti lebih seimbang dibanding sepeda yang hanya memiliki dua roda. Jika mobil itu diibaratkan sebagai diri kita, maka kitalah mesinnya. Mau sekuat atau
secepat apakah kita berjalan, itu tergantung respon kita.
Pahlawan iman : Daniel
Daniel bertahan selama 3 tahun dalam pembuangan di Babel dan tidak meninggalkan Tuhan. Daniel
menguduskan dirinya dengan tidak menyantap makanan raja dan minuman yang memabukkan. (Daniel1)
Sejarah hidup Daniel
Daniel 2
Daniel tidak egois dan tidak sombong. ia memberitahukan masalah mimpi raja kepada ketiga
temannya dan mereka berdoa memohon kasih sayang kepada Tuhan mengenai rahasia mimpi itu.
Daniel 3 – Pengujian dengan api
Daniel, Hananya, Misaya, dan Azarya tidak meninggalkan Tuhan ketika mereka disuruh menyembah
patung yang dibuat oleh raja Nebukadnezar. Mereka tetap memuji dan menyembah Tuhan, dan apa
yang mereka lakukan tidak menjadi sia – sia, Tuhan menyertai mereka.
Daniel 4
Promosi dari Tuhan datang ketika raja Nebukadnezar bermimpi. Proses bisa terjadi pada setiap orang,
namun respon yang menentukan hasil akhirnnya.
Daniel 5
Raja Belsyazar melakukan kesalahan dengan memakai perkakas rumah Tuhan untuk minum anggur
sehingga Tuhan memberikan penglihatan kepadanya berupa sepotong tangan menulis di dinding.
Daniel memiliki integritas untuk menyatakan apa yang salah, ia tidak takut untuk dihukum oleh raja
karena perkataannya.
Daniel 6
Doa – doa yang dilakukan Daniel membuatnya memiliki respon yang baik. ketika perintah untuk hanya
menyembah raja dikeluarkan, Daniel tetap beribadah kepada Tuhan, sehingga ia dimasukan ke dalam
gua singa. Tuhan melembutkan hati raja Darius untuk mengasihi Daniel, ia bahkan tidak tidur karena
mencemaskan Daniel.
Daniel 9
Daniel membaca Firman Tuhan dan merenungkannya. Ketika ada dasar yang dari Tuhan (Firman)
maka kita akan siap dan tau kemana arahnya.
Daniel 10
Ada berkat khusus bagi Daniel, yaitu ia mengetahui akhir zaman, karena ia mengkhususkan dirinya
bagi Tuhan.
Daniel 12
Apa yang terjadi pada Daniel akan terjadi juga kepada kita (orang – orang kudus), poinnya hanya
akan diambil atau tidak. respon menentukan diri kita kedepan.
4 Pilar iman yang dimiliki Daniel:
1. Bersekutu (Daniel 2)
2. Bersaksi (Daniel 5)
3. Berdoa (Daniel 6)
4. Baca Firman (Daniel 9)
- Published in Catatan Khotbah
Berkat – berkat Tuhan
17 Maret 2012
Oleh Ka Merlin Titahena
Berkat adalah karunia dan atau perbuatan Tuhan yang membawa kebaikan bagi setiap orang.
Berkat datangnya HANYA dari TUHAN dan melakat dengan TUHAN. Berkat lain yang serupa namun palsu adalah dari iblis pembawa kutuk bagi hidup manusia, misalnya kecantikan dengan susuk, kekayaan lewat dukun, dll.
JENIS-JENIS BERKAT:
1. Berkat umum, bagi semua orang dan tanpa syarat.
Matius 5:45
“Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.”
Jika kau orang-orang khusus… Jangan puas dengan matahari yang muncul tiap pagi dan hujan yang turun membasahi bumi, karena itu bagi orang kebanyakan.
2. Berkat khusus, ada syarat bagi orang-orang khusus yang membuat ikat janji (covenant) dengan Tuhan. Covenant ini terjadi ketika kita menerima Yesus.
Ulangan 28:1-2 “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, danmelakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini,maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu.”
3. Berkat jasmani, berkat mengenai hal-hal penghidupan. Ini bukan berkat yang terutama karena semua ini dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. (Mat6:31-33)
4. Berkat rohani, adalah berkat terutama (keselamatan, penebusan, pembenaran, kemerdekaan, pengenalan akan Tuhan di dalam Kristus.) Efesus 1:3-8
Pandangan yang SALAH terhadap TUHAN menyebabkan pandangan yang salah mengenai berkat. Ini karena berkat melekat dengan TUHAN. Pandangan yang salah ini adalah
1. Menggampangkan berkat TUHAN
Sikap malas, pasif, suka menunda, omong-doank, dkk berasal dari pola pikir:
“SAYA 10% + TUHAN 90% = 100% berkat”
Sesedikit mungkin usaha yang saya lakukan, sebesar-besarnya pertolongan Tuhan, hasilnya berkat melimpah.
Tidak bertanggung jawab pada hal-hal yang TUHAN percayakan juga termasuk menggampangkan berkat TUHAN. Misal: tidak mandi, sembarangan menyimpan uang, tidak memperhatikan saudara atau pasangan (bagi yang sudah berpasangan), dkk.
#Akibatnya:
Amsal 6:10-11
“Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring”—maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.”
Pengkhotbah 10:18
Oleh karena kemalasan runtuhlah atap, dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah.
#Tips: Biasakan berkata PASTI pada rencana, bukan USAHAKAN. Kata ‘usahakan’ bermotif enggan dan hasilnya tidak dilakukan.
#Kebenarannya: TUHAN 100% pasti menolong, bagian kita 100% MELAKUKAN SEBAIK-BAIKNYA!
BERHENTILAH bertekun dalam kemalasanmu!!!
Generasi penerus bangsa, JANGAN kau perbanyak orang miskin di negeri ini dengan kemalasanmu!
2. Berprasangka buruk terhadap berkat TUHAN
Pola pikirnya “bad boy ditendang, good boy disayang.” Maka mengandalkan diri dengan mengusahakan yang sebaik-baiknya SUPAYA Tuhan memberkati.
Pengandalan diri ini seperti anak sulung. Dia hidup dalam kemewahan Bapa, tapi tidak PERNAH kenal Bapa, sehingga tidak sanggup melihat kasihNya.
#Akibat: kecewa dan atau terintimidasi.
#Kebenarannya: Kehadiran TUHANlah yang terpenting, maka dalam melakukan segala hal, serahkan kembali kepadaNya.
LANGSUNG SINGKIRKAN pikiran “Berkat yang saya dapat tidak sesuai dengan yang saya lakukan” dan mulai bertanya “Apa yang mau Tuhan ajarkan?”
3. Menganggap Tuhan sebagai Om Jin
Ketika keadaan hidup mulai mendesak, seperti mendesak ingin sesuatu, mendesak butuh pekerjaan, terdesak masalah, terdesak tiada kiriman uang, dkk kita baru berteriak “LOOORD I NEED YOU!” namun ketika hidup sudah lebih longgar atau menyenangkan, Tuhan dimasukan lagi ke lampu ajaib.
BAGAIMANA HIDUP DALAM BERKAT?
1. Hidup dalam Kristus = menerima berkat terutama yaitu KESELAMATAN
Kehadiran Tuhan dalam kita kunci berkat à
2 Sam 6:11-12
Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: “TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu.” Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.
2. Melakukan FIRMAN TUHAN = hidup dalam kekudusan, ketaatan, kebenaran; dengar-dengaran sama Tuhan; hidup dipimpin Roh Tuhan
Ulangan 28:1-2 (lihat jenis berkat poin dua)
Amsal 3:33
“Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.”
3. Rajin
Pengkhotbah 9:10
“Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.”
Dobrak setiap benteng kemalasan, penundaan, kelemahan, dan alasan yang tidak sesuai kebenaran dan menghalangi engkau melihat berkat TUHAN, lalu raihlah berkat-berkat Tuhan!
4. Gaya hidup memberi
2 Kor 9:6 “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.”
Galatia 6:7 “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”
Kis 20:35 “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia [berkat] memberi dari pada menerima.”
Setiap kita dipanggil menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.
Kejadian 12:2 “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.”
1 Petrus 3:9 “dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat…”
5. Selalu mengucap syukur, bukan bersungut.
Pengucapan syukur adalah bentuk kesiapan kita untuk menerima berkat selanjutnya. HALLELUJAH!
Di pihak Tuhan tidak perlu diragukan lagi dalam hal memberkati kita
Pastikan kita memiliki gaya hidup yang membuat berkat itu turun atas kita
Carilah Tuhan bukan berkatnya, inginkanlah Tuhan melebihi berkatnya.
- Published in Catatan Khotbah
Membangun Manusia Roh (Part 2)
Persekutuan J4u, Sabtu, 5 November 2011
Pembicara : Ka Yorga
SIKAP HATI
Kita perlu memiliki sikap hati yang benar. Apa saja yang perlu diperhatikan?
- Membuang sikap pasif (kepasifan berasal dari si jahat) dan menjadi agresif (kita yang datang menghampiri)
- Menumbuhkan sikap yang menyembah dan bersyukur (jika kita tidak dapat bersyukur untuk masa lalu, tak mungkin kita bisa mendapatkan yang terbaik di depan)
- Memperbesar lapar dan haus akan kebenaran :
- Hidup sesuai Firman dan Roh Kudus (jika kita memiliki sumber inspirasi yang sama dengan yang dimiliki penulis-penulis Firman Allah yaitu Roh Kudus, maka Dia juga yang akan membuat kita mengerti FirmanNya)
- Menolak sampah-sampah rohani
- Mendengarkan suara Tuhan (mengenal Tuhan, ingat perumpamaan tentang mempelai yang bijaksana dan yang bodoh. Mungkinkah seorang mempelai tidak mengenali pasangannya?)
- Meminta anugrah Allah (jangan takut untuk meminta, Tuhan pasti menjawab dan jawabannya : ya, tidak, nanti dulu)
- Meresponi Firman Tuhan (penting untuk merespon dengan cepat, boleh kritis namun jangan mencoba merasionalkan seluruh Firman Tuhan (karena tidak akan bisa))
DIMENSI BAHASA ROH
Bahasa Roh memiliki beberapa dimensi, yaitu :
- Bahasa manusia (I Kor 13:1, Kis 2 :4-11, I Kor 14:21-22)
- Bahasa malaikat (I Kor 13:1, Ibr 1:14, Mzm 103:20)
- Bahasa penyampaian pesan (I Kor 14:13, 27-28, I Kor 12:10)
- Bahasa doa (I Kor 14:14, Roma 8:26-27)
MANFAAT BAHASA DOA
Bahasa doa memiliki berbagai manfaat, yaitu :
- Memampukan kita untuk mengenal jalan-jalan Tuhan
- Menjadikan teguh di dalam Tuhan
- Membuat bertumbuh dalam dimensi kasih Ilahi
- Memampukan menjadi pelaku Firman Tuhan
- Memahami Firman Tuhan
- Membuat roh kita semakin berkobar
- Menolong kita untuk berdoa sesuai kehendak Bapa
- Menyatakan kuasaNya
HAMBATAN DIPENUHI ROH KUDUS
Beberapa yang menjadi penghambat dari dipenuhi Roh Kudus :
- Ketakutan
- Merasa tidak layak
- Tidak tahu
- Terlalu rasionalistis
- Masih adanya ikatan/benteng-benteng
- Membutuhkan waktu dan tempat khusus
- Ada penolakan
MEMBANGUN DIRI
Cara membangun diri melalui berdoa dalam bahasa roh:
- Mendengarkan diri kita sendiri berdoa dalam bahasa roh
- Roh kita seperti radar, yang dapat merasakan dorongan untuk menyembah, bisa terdengar garang/agresif (jika mendeteksi keberadaan roh jahat/rancangan jahat yang ditujukan pada kita), mengalami perasaan tertekan (beban jiwa-jiwa), merasakan kosong saat menyembah, atau mengalami perasaan berduka
- Latihan setiap hari (jika sebelumnya sudah 5 menit, maka sekarang ditingkatkan menjadi 10 menit)
- Published in Catatan Khotbah
Membangun Manusia Roh (Part 1)
Persekutuan J4u, Sabtu, 29 Oktober 2011
Pembicara : Ka Yorga
Membangun manusia roh dapat diibaratkan seperti membuat bangunan. Dalam membuat bangunan kita perlu fondasi yang kokoh agar bangunan dapat berdiri tegak, demikian juga saat membangun manusia roh, fondasi kita adalah Yesus Kristus.
Kenapa membangun manusia roh itu penting? Alkitab mencatat 2 orang tokoh yang awalnya sama-sama dipenuhi dengan Roh Allah, namun yang membedakan mereka pada akhirnya adalah kesetiaan mereka dalam membangun manusia rohnya.
-Yusuf
Kejadian 41 : 38 =
Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya : “Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini,seorang yang penuh dengan Roh Allah?”
Firaun dapat melihat hal itu ada pada diri Yusuf karena orang yang dipenuhi Roh Allah akan nampak.
-Simson
Hakim-hakim 13 : 24-25 =
Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan Tuhan memberkati dia. Mulailah hatinyadigerakkan oleh Roh Tuhan di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol.
Yusuf dan Simson sama-sama dipenuhi dengan Roh Allah, perbedaannya adalah Yusuf terus setia melatih pengurapan yang Allah berikan padanya, sedangkan Simson malas berlatih.
Darimana kita mengetahui hal itu?
Respon saat mereka menghadapi pencobaan! Yusuf bertahan, sedangkan Simson jatuh.
Simson, yang dikenal sebagai hamba Tuhan yang memiliki kekuatan fisik amat kuat, jatuh karena perkara seorang wanita (Delila). Sedangkan Yusuf mampu bertahan saat istri Potifar mencoba menggodanya.
Adal hal-hal yang harus kita lepaskan dalam masa membangun manusia roh kita. Ketaatan menjadi hal yang mutlak disini (tidak taat -> tidak akan mendapat apa yang seharusnya kita dapatkan!)
Simson menolak untuk melepaskan hal-hal itu, sedangkan Yusuf menolak untuk berbuat dosa.
Yusuf menghadapi banyak masa yang sulit dalam hidupnya (dihina oleh saudaranya, dijual oleh saudara kandungnya sendiri, difitnah dan dijebloskan ke penjara), namun yang membuat Yusuf tidak jatuh adalah ia setia membangun manusia rohnya.
Dengan kata lain, orang yang tidak membangun manusia rohnya akan mudah jatuh dalam dosa.
Keputusan untuk berbuat dosa atau tidak ada di tangan kita, jadi mari putuskan tidak pada dosa! dengan jalan terus membangun manusia roh kita.
Manfaat membangun manusia roh :
1. Menanggulangi berbagai macam pencobaan
Matius 26 : 41 =
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan : roh memang penurut, tetapi daging lemah.
Pencobaan akan selalu ada, dan yang membuat kita kuat adalah senantiasa berjaga-jaga dalam doa.
Disiplin diri kita untuk bertekun dalam doa. Orang yang memutuskan untuk mulai bertekun, akan kuat untuk terus bertekun.. 🙂
2. Tahan menghadapi penderitaan
Roma 8 : 31-39 =
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan nereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi : yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis :
“Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.”
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang diatas, maupun yang dibawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allahm yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Do not give up! Kita dipanggil bukan untuk menyerah, tetapi untuk berhasil.
Orang yang tidak menyerah akan menyatakan kemuliaan Tuhan.
3. Mengalirkan kehidupan ilahi
Yohanes 4 : 14 =
Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.
Untuk bisa mengalirkan air kehidupan langkah awalnya adalah dipenuhi dulu dengan air kehidupan itu sendiri.
Terhubung dengan Tuhan -> dapat aliran-aliran air dari Tuhan -> jadi mata air
4. Memiliki kemampuan untuk merespon dan menyelesaikan panggilan dari Tuhan
Efesus 2 : 10 =
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
2 Timotius 2 : 21 =
Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
Roh Allah yang akan senantiasa memampukan kita dalam menggenapi panggilan tertinggi yang Tuhan berikan pada setiap kita.
5. Melampaui segala keterbatasan manusiawi
1 Korintus 1 : 25 =
Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat daripada manusia.
Lihat Petrus. Seorang yang memiliki background pekerjaan sebagai nelayan, yang mengalami banyak proses pembentukan, dan akhirnya bahkan Tuhan pakai untuk berhadapan dengan para ahli taurat (yang notabene nya adalah orang-orang pintar). Roh Allah yang memampukannya untuk berbicara dan menyatakan kebenaran Allah.
- Published in Catatan Khotbah
FAKTA TENTANG BURUNG RAJAWALI
Tahukah Anda bahwa burung rajawali adalah burung yang paling panjang usianya?
Seekor burung rajawali bisa mencapai umur hingga 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur tersebut adalah sebuah pilihan bagi seekor rajawali, apakah dia ingin hidup sampai 70 tahun atau hanya sampai 40 tahun.
Ketika burung rajawali mencapai umur 40 tahun, maka untuk dapat hidup lebih panjang 30 tahun lagi, dia harus melewati transformasi tubuh yang sangat menyakitkan. Dan pada saat inilah seekor rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati transformasi yang menyakitkan itu atau melewati sisa hidup yang tidak menyakitkan namun singkat menuju kematian.
Pada umur 40 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya sehingga ia akan kesulitan memakan. Dan cakar-cakarnya juga sudah tidak tajam. Selain itu bulu pada sayapnya sudah sangat tebal sehingga ia sulit untuk dapat terbang tinggi.
Bila seekor rajawali memutuskan untuk melewati transformasi tubuh yang menyakitkan tersebut, maka ia harus terbang mencari pegunungan yang tinggi kemudian membangun sarang di puncak gunung tersebut. Kemudian dia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas. Setelah beberapa lama paruh baru nya akan muncul, dan dengan menggunakan paruhnya yang baru itu ia akan mencabut kukunya satu persatu-satu dan menunggu hingga tumbuh kuku baru yang lebih tajam. Dan ketika kuku-kuku itu telah tumbuh ia akan mencabut bulu sayap nya hingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Dan ketika semua itu sudah dilewati rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Begitulah transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor rajawali selama kurang lebih setengah tahun.
Burung rajawali ini ibarat kita sebagai manusia. Ketika sebuah masalah datang dalam kehidupan kita dan kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang harus diambil, dan sering dari pilihan yang kita ambil tersebut kita harus melewati suatu transformasi kehidupan yang menyakitkan bagi jiwa dan tubuh kita. Namun ditengah kesulitan tersebut kita harus ingat ada Tuhan yang menyertai kita, ada masa depan yang Tuhan sediakan untuk kita diakhir perjuangan kita, suatu kehidupan 30 tahun lebih panjang, suatu kehidupan yang lebih baik, suatu pemulihan hubungan, suatu kesembuhan, suatu sukacita ….., suatu yang kita impikan selama ini.^-^
DIKUTIP DARI: imanuelginting.blogspot.com
- Published in Berita
Mintalah ‘ikan’, Bapa takkan memberikan ‘ular’
J4u, 22 Oktober 2011
Bang Yorga
Lukas 11:9-13
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Seorang bapa selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, sekalipun dia cuek atau kasar. Adakah bapa yang memberikan ular berbisa untuk merenggut nyawa anaknya, sementara anaknya kelaparan meminta ikan? Bahkan, jika diketahuinya ada yang berniat jahat untuk memberikan ular pada anaknya, tentu akan sekuat tenaga dihentikannya.
Demikian juga Bapa di surga menginginkan yang terbaik bagi anak-anakNya melalui iman kepada Yesus Kristus. Oleh karena itu, Roh Kudus dijanjikan bagi kita. Bahkan jika kita membaca perikop di atas secara lengkap, janji Allah tersebut adalah bagi orang yang meminta Roh Kudus. Bapa tahu kebutuhan kita akan Penolong, Penghibur, dan Pembela dalam perjalanan iman kita untuk menjadi serupa dengan Yesus Kristus. Roh Kudus mengingatkan kita akan apa yang Yesus ajarkan. Roh Kudus memberikan hikmat berkata-kata dalam pengadilan manusia. Roh Kudus menolong kita untuk berdoa pada Bapa, termasuk untuk keluhan-keluhan yang tak terucapkan. Roh Kudus menolong kita untuk berjalan dalam kehendak Bapa. Karena itu, jangan bimbang untuk meminta dan menerima Roh Kudus yang nyata-nyata dijanjikanNya. Mintalah Roh Kudus, Bapa takkan memberikan roh setan.
Apakah tandanya seseorang sudah dipenuhi Roh Kudus? Firman Tuhan menjelaskan bahwa mereka akan berbicara dalam bahasa yang baru bagi mereka. Ibarat menjadi basah sebagai tanda dari baptisan air, maka berbahasa lidah adalah tanda dari baptisan Roh Kudus. Pengalaman rohani seseorang mengenai baptisan Roh Kudus mungkin berbeda-beda, termasuk penantian yang dialami seseorang untuk menerima Roh Kudus yang dijanjikan. Satu hal yang pasti, janji Allah adalah janji terpasti yang pernah ada.Rindukan dan bertekunlah.
Catatan kaki :
- Baca : Kis 2:37-38, Yoh 7:37-38, Luk 11:9-13, Kis 2:4, 1 Kor 14:2-4. Yesaya 28:11-12, 1 Kor 14:15-17
- Notes ini adalah bagian dari rangkaian notes mengenai Baptisan Roh Kudus.
- Menurut pembicara yaitu Ka Yorga, khotbah BRK 22 Oktober 2011 ini kurang dari 0.5% mengenai pribadi Roh Kudus. Dan menurut penulis, notes ini pun kurang dari 0.5% khotbah tersebut. Maka, datang langsung ke persekutuan J4u, setiap sabtu jam 2 siang di BTC lt.1 Balarea kecil. Lebih lagi, alami Roh Kudus secara pribadi setiap harinya! 😉
- Published in Catatan Khotbah
Dipenuhi Roh Kudus
J4u, 22 Oktober 2011
Ka Yorga
Yohanes 20 : 19 – 12
“Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.”
1. Yesus adalah pribadi yang membabtis didalam Roh Kudus
2. Roh Kudus merupakan sumber utama
3. Roh kudus yang dijanjikan (Yohanes 14 : 16 – 18)
Ibrani 6 : 4
“Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,”
1. diterangi hatinya – Lahir baru
2. mengecap karunia sorgawi – damai sejahtera Tuhan
3. bagian dalam Roh Kudus – masuk dalam pusat rencana Allah, tahu panggilannya
4. mengecap Firman – dipulihkan, diobati
5. karunia – karunia dunia yang akan datang – Karunia Roh
Arrabon /jaminan
Efesus 1 : 13 -14
Roh Kudus:
1. membawa kita masuk dalam seluruh kesempurnaan Kristus
2. menjamin kitauntuk memperoleh kuasa dan bagian dari keselamatan itu
3. jaminan
Menerima Yesus berarti menerima Roh Kudus juga, tapi bukan dipenuhi Roh Kudus (murid murid Tuhan Yesus pada saat itu sudah menerima Yesus tetapi belum dipenuhi Roh Kudus – murid murid dipenuhi Roh Kudus setelah Tuhan Yesus naik ke surga).
Syarat menerima Roh Kudus
(Kisah Para Rasul 2 : 37 – 38, Yohanes 7 : 37 – 39, Lukas 11 : 9 – 13)
1. bertobat
2. dibabtis (dipenuhi Roh Kudus)
3. haus (Roh Kudus adalah pribadi yang sopan, Ia tidak akan memenuhi kita jika kita tidak menginginkannya)
10 Alasan harus berbahasa Roh:
1. Kisah Para Rasul 2 : 4
Firman Tuhan mengajarkan, bahwa ketika kita dipenuhi Roh Kudus maka kita berbicara dalam bahasa Roh sebagaimana Roh itu memberikan kepada kita untuk mengatakannya (bahasa Roh tidak bisa diajarkan).
2. 1 korintus 14 : 2
Tuhan memberikan sarana komunikasi yang ADIKODRATI, tidak ada seorang pun yang tahu arti bahasa Roh (termasuk Iblis dan Malaikat) kecuali Bapa sendiri (dan orang – orang yang diberi karunia).
3. Bukti adikodrati bahwa Roh Kudus bermukim dalam diri kita
4. Berdoa dalam bahasa Roh memusnahkan rasa mementingkan diri sendiri / egois (karena berdoa dalam bahasa Roh juga mendoakan orang – orang kudus)
5. Berdoa dalam bahasa Roh membantu kita belajar mengandalkan harapan kita kepada Tuhan yang lebih sempurna.
6. Berbicara dalam bahasa Roh menjaga kita untuk tetap mempertahankan diri kita bebas dari pencemaran hal – hal yang najis, tidak suci, dan kata – kata kotor
7. Berbicara dalam bahasa Roh membuka jalan untuk mendoakan sesuatu yang patut diajukan, yang tidak terpikir oleh diri sendiri / orang lain
8. Yesaya 28 : 11 – 12
kita disegarkan kembali lewat Bahasa Roh dan pujian.
9. 1 korintus 14 : 15 – 17
10. Kita mampu mengekang lidah kita menurut kuasa Roh Kudus
- Published in Catatan Khotbah
Rejoiced (ἀγαλλιάω)!
Tuhan Yesus itu ekspresif loh! Ketika Dia gembira, Dia mengekspresikannya dengan tidak ragu-ragu, bahkan hingga melonjak kegirangan.
Alkita mencatat di Lukas 10:21 “In that hour Jesus rejoiced in Spirit…” (Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus…)
Rejoiced yang digunakan dalam ayat ini bahasa Yunaninya adalah ἀγαλλιάω (agalliaō : ag-al-lee-ah’-o, G21 – Strong’s Greek Lexicon Number]. Kata ini berasal dari ἄγαν agan (much) dan ἅλλομαι hallomai (jump). Secara tepatnya, kata ini berarti to jump for joy (melonjak kegirangan), that is, exult (bersuka ria): – be (exceeding) glad, with exceeding joy, rejoice (greatly).
Selain di ayat ini, beberapa ayat dalam Firman Tuhan yang menggunakan kata rejoiced (ἀγαλλιάω) yang sama dengan Lukas 10:21 ini :
- Matius 5:12 -Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”
- Lukas 1:46,47 – Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,dan hatiku bergembirakarena Allah, Juruselamatku,
- Yohanes 8:56 – “…Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”
- Kisah Rasul 2:26 – Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram. Ket : perkataan Daud tentang Sang Mesias
- Kisah Rasul 16:34 – Lalu ia (kepala penjara) membawa mereka(Paulus dkk) ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.
- I Petrus 1:6 – Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
- I Petrus 1:8,9 – Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
- I Petrus 4:13 – Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira danbersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
- Wahyu 19:7 – Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba dan pengantinNya telah siap sedia.
Let’s (exceedingly) rejoiced (ἀγαλλιάω)!
- Published in Uncategorized

