Percaya Kepada Tuhan
J4u, 10 Des 2011
Ci Yuli
Yohanes 1:12 “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”
Percaya dan menerima Yesus sebagai TUHAN bukan hanya ketika kita lahir baru, tapi juga dalam seluruh aspek kehidupan, mulai dari pikiran, keinginan, perilaku, hingga masa depan kita. Orang yang percaya padaNya akan menerima kuasa, yang dalam Amplified Biblenya diterjemahkan sebagai power, right, dan priviledge. Priviledge artinya hak istimewa, seperti hak istimewa yang diberikan bank kepada nasabah prioritas. Sebagai anak TUHAN, kita diberikan hak istimewa untuk bertemu langsung dengan Bapa, contohnya bertemu Presiden SBY perlu syarat gono-gini, tapi kalau anak SBY langsung bisa bertemu tanpa gono-gini. Selain itu kita bisa minta apapun seperti anak kecil yang
minta dibeliin ini-itu tanpa merasa bersalah.
Percaya dalam Amplified Bible diterjemahkan sebagai Adhere, trust into, dan rely on.
1. ADHERE sendiri menghasilkan tiga perilaku yaitu melekat, menaati, dan setia.
- MELEKAT pada TUHAN seperti seorang anak kecil yang pegang tangan ayahnya ketika berada di sekitar orang yang tak dikenal. Mengapa sang anak bisa melekat? karena dia merasa aman kalau berada dekat ayahnya. Begitu juga dengan oran percaya ketika masalah atau tekanan di depan mata, dia akan semakin melekat kepada Bapanya dan tidak meninggalkan Bapanya.
- MENAATI TUHAN karena percaya padaNya, sebaliknya bila sering tidak taat karena tidak percaya padaNya. Maka dari itu selama masih diberi kesempatan hari ini dengar suara TUHAN milikilah ketaatan dan hati yang lemah lembut. Jangan ikuti teladan Israel generasi satu yang memberontak karena tidak percaya (ibr3:15-19). Bahkan karena urusan perut pun memberontak, menggerutu, dan pingin balik lagi ke mesir. Sebaliknya orang percaya perlu belajar bersyukur dalam keadaan susah dan senang, karena bersyukur adalah bahasa iman dan ciri bahwa kita masih percaya padaNya. Selain itu Israel generasi satu ga genapi visi dan ga berjalan ma TUHAN karena tidak percaya. Tentu kita ga bisa berjalan ma orang yang ga dikenal atau ga dipercayai, karena itu untuk berjalan bersama TUHAN kita harus percaya dan percaya karena beriman. Perjalanan bersama TUHAN adalah perjalanan dengan iman.
- SETIA pada TUHAN bukan hari ini dan besok saja tapi sampai garis akhir. Iman kita pasti diuji agar bertumbuh seperti biji sesawi, dari bentuknya sekecil iota/titik bertumbuh menjadi seperti pohon beringin tanpa rambut yang bisa dipakai orang untuk berteduh atau dipakai burung untuk membuat sarang.Pertandingan iman bukanlah seperti pertandingan sprint, tapi seperti pertandingan marathon. Penekanannya bukan pada kecepatan, tapi pada ketahanan dan stamina, karenanya kita perlu untuk membangun manusia roh kita. Perumpamaan tentang talenta berbicara juga tentang kesetiaan. Hal ini bisa kita lihat pada pernyataan “inilah hambaku yang baik dan setia”. Kalau tidak setia maka talenta yang diberikan khusus untuk kita akan diambil dan diberikan ke orang lain yang setia. Maka setialah! “Sebelum TUHAN menaruhmu dalam tungku perapian, TUHAN tahu kau sanggup melaluinya.”
2. TRUST terjadi karena sangat-sangat percaya kepada seseorang sehingga kita bisa mempercayakan seluruh milik kita kepada orang itu. Ini erat kaitannya dengan pengenalan, ga cuma tahu atau sekedar basa-basi. Semakin kita mengenal makin kita dapat mempercayakan lebih banyak misalnya masa depan, masalah, cita, angan, bahkan pasangan hidup. Kita mempercayakan seluruhnya karena TUHAN yang kita sembah lebih tau dari pada kita. Kita bisa berpengetahuan banyak tapi , tetap, TUHAN yang lebih tau yang terbaik untuk hidup kita. Jadi tanya TUHAN, tanya TUHAN, tanya TUHAN, dan BELAJAR PERCAYA pada TUHAN.
3. RELY-ON artinya bergantung sama TUHAN seperti kita memegang sebuah botoh dengan tangan. Kalau kita tidak percaya dan bergantung sama TUHAN, kita akan jatuh dan pecah. Abraham melangkah karena percaya sama TUHAN. Ketika Abraham goyah, TUHAN TIDAK menjauh, tapi menguatkan dia, dan respon Abraham adalah langsung percaya, bahkan TUHAN perhitungkan itu sebagai kebenaran. Amsal 3: 5,6 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
JADI PERCAYALAH! (Yeremia 16: 19) TUHAN adalah kekuatan dan benteng kita, tempat pelarian kita bukan yang lain. Kalau kita lari ke atau mengandalkan hal lain, kita terkutuk (Yeremia 17: 5). Tapi bila kita mengandalkan dan menaruh harapannya pada TUHAN, kita diberkati (Yeremia 17: 8). JADI PERCAYALAH! Percaya saja. PERCAYA SAJA! (Markus 5: 36)
- Published in Catatan Khotbah
Paskah (Passover)
J4u, 19 November 2011
Ko Ade
Keluaran 12 : 1- 30
Paskah berasal dari bahasa Ibrani : Pesakh
Paskah merupakan hari raya peringatan bagi umat Israel, ketika Tuhan menulahi orang Mesir dan menyelamatkan rumah orang Israel (Keluaran 12 : 27).
Paskah merupakan perlambang penebusan Kristus Yesus diatas kayu salib.
Apa yang dilakukan saat paskah?
1. Menyingkirkan ragi
Se’or = ragi murni
Hamets = barang yang sudah kena ragi
2. Memakan roti yang tidak beragi dan sayur pahit
Kedua poin ini berarti menyingkirkan setiap dosa (ragi). Setiap hukum yang dilarang, yang tertulis dalam alkitab (se’or) dan kebiasaan kebiasaan yang membuatmu berdosa (hamets) jangan dilakukan.
3. Menyembelih anak domba jantan yang tidak bercela
Anak domba jantan yang tidak bercela melambangkan Kristus yang menyerahkan diriNya diatas kayu salib.
4. Membubuhkan darah anak domba pada kedua palang pintu dan ambang atas pintu
Menerima pengampunan dan pengorbanan Yesus Kristus
5. Memakan daging anak domba dengan terburu buru
Ketaatan mutlak ketika perintah Tuhan datang dan harus siap dengan setiap perintahNya.
Kapan paskah dilakukan?
Imamat 23 : 4 – 6
Hari ke 14 bulan pertama (abib / nisan), dan pada waktu senja orang israel mulai menyembelih domba.
Yohanes 19 : 14, Matius 27 : 40
Yesus mati dihari paskah, pukul 3 sore (senja).
1 Korintus 5 : 7
“Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.”
Pengorbanan sudah dilakukan Tuhan Yesus dengan jalan menjadi korban tebusan diatas kayu salib.
Paskah diperjanjian baru
1 Korintus 11 : 23 – 26
– Pengucapan syukur
– Peringatan akan Yesus
Mengingat Dia berarti tidak mengingat dan berbuat dosa lagi.
– Makan roti (tubuh Kristus), minum anggur (darah Yesus)
ada persekutuan (tubuh Kristus), pengampunan (darah Yesus), kesatuan bersama saudara seiman, kesembuhan.
Miliki pemikiran bahwa ketika kita melakukan perjamuan kudus, tubuh kita bersatu dengan Kristus dan ada kuasa dalam perjamuan kudus.
Tradisi yang salah dalam paskah
Kristen menjadi lemah karena KOMPROMI.
Easter (eastre – saxon)
Kisah Para Rasul 12 : 4
“Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah (Easter) ia menghadapkannya ke depan orang banyak.”
Dewi isthar / astharte (babilon); Asytoret (ibrani) = ratu surga / dewi kesuburan (Yeremia 7 : 18, 44 : 17 – 19; 1 Raja – raja 11 : 5)
Easter = perayaan / pemujaan dewi eastre
Easter merupakan tradisi agama Pagan (percaya banyak dewa)
Kelinci Paskah
Binatang / totem dari dewi eostre. Eostre bisa berubah menjadi kelinci (hares) perlambang kesuburan.
Tradisi berburu kelinci sebagai ritual penyembahan saxon mulai masuk gereja abad 18 di Inggris. DIlegalkan sebagai salah satu bentuk perayaan.
Telur Paskah
– Merupakan simbol kekuatan dan kesuburan dari eostre
– Mitologi penciptaan dunia (dunia dan isinya berasal dari telur)
– Salah satu ritual penyembahan berhala terhadap isthar
– Dalam agama mesir kuno dan persia tukar menukar telur hias (mediasi okultisme) dilakukan diawal musim semi dan diadopsi greja timur tengah sebagai suatu tradisi paskah.
Hot Cross Buns
Kue berhias tanda salib merupakan persembahan kepada eostre. dilakukan oleh agama neo pagan
Matius 15 : 19
“ Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”
Sembahlah Tuhan dengan cara Tuhan, bukan cara kita.
- Published in Catatan Khotbah
KEBENARAN tentang NATAL
Orang Kristen merayakan natal hanya karena TRADISI yang dilakukan dari tahun ke tahun,dari generasi ke generasi. Namun pertanyaannya, apakah tradisi natal adalah perintah TUHAN?
Kebenaran 1
Tuhan Yesus TIDAK lahir pada tgl 25 Desember (Luk 2:1-8) melainkan Dewa Matahari
Kebenaran 2
Tuhan TIDAK PERNAH memerintahkan kita untuk memperingati hari kelahiranNya. Peringatan hari kelahiran Yesus tidak pernah menjadi perintah Kristus untuk dilakukan. Cerita dari Perjanjian Baru tidak pernah menyebutkan adanya perayaan hari kelahiran Yesus dilakukan oleh gereja awal. Dalam abad abad pertama hidup kerohanian anggota anggota jemaat lebih DIARAHKAN KEPADA KEBANGKITAN YESUS. Natal tidak mendapat perhatian. (1 Kor 11:26, Fil 3:7-11, Gal 4:8-11)
Hati-hati! Api asing (Im 10:1-3) yang berdampak pada kematian rohani. Kita harus menyembah Tuhan dengan cara Tuhan, bukan kita.
Kebenaran 3
Natal adalah hari penyembahan berhala & bukan Hari Raya Kristen
# Perayaan natal berasal dari bangsa Roma. Tgl 17-24 Des adalah perayaan bagi Dewa Saturnalia (dewa pertanian). Perayaan besar diadakan dg pesta pora, tarian, berjudi, pesta seks, dan tukar-menukar hadiah.
# Tgl 25 Des merupakan perayaan kelahiran Dewa Matahari timbulnya kembali matahari setelah musim dingin, merupakan penutup dari perayaan Saturnalia, sekaligus menyambut datangnya musim semi. Agar orang-orang Romawi dapat menganut agama Kristen tanpa meninggalkan tradisi mereka sendiri, atas dorongan dari kaisar Kristen pertama Romawi, Konstantin I, Paus Julius I memutuskan pada tahun 350 bahwa kelahiran Yesus diperingati pada tanggal yang sama.
# POHON NATAL Nama “Nimrod” dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kata “Marad” yang artinya “dia membangkang atau murtad“. Dari catatan-catatan kuno, kita mengetahui perjalanan Nimrod ini, yang mengawali pemurtadan terhadap Tuhan dan menjadi biang manusia pembangkang di dunia sampai saat ini. Jumlah kejahatannya amat banyak, diantaranya, dia mengawini ibu kandungnya sendiri yang bernama Semiramis. Setelah Nimrod meninggal dunia, ibu yang merangkap sebagai istri tersebut menyebarkan ajaran bahwa Roh Nimrod tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Dia membuktikan ajarannya dengan adanya pohon Evergreen yang tumbuh dari sebatang kayu yang mati, yang ditafsirkan oleh Semiramis sebagai bukti kehidupan baru bagi Nimrod yang sudah mati. Untuk mengenang hari kelahirannya, Nimrod selalu hadir di pohon evergreen ini dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu.
#Di Skandinavia, diadakan perayaan Yule (dewa kesuburan dan seks), selama 12 hari di bulan Desember, untuk merayakan titik balik musim dingin. Mereka membawa pohon (lambang kesuburan) ke dalam rumah untuk kemudian dibakar.
# Holly, Ivy, & Mistletoe yg saat ini sering dipakai sebagai dekorasi natal, juga merupakan bagian dari perayaan Yule – lambang dari kesuburan seks & dipakai dalam praktek sihir oleh suku Druid
# Santa Claus berasal dari God of Odin (Germany) – dewa hikmat, sihir, pengetahuan, puisi, & perang.
Kebenaran 4
Tuhan memerintahkan kita untuk tidak mengikuti tata cara/kebiasaan bangsa-bangsa kafir (pagan/penyembah berhala) (Ul 12:30-32, Zef 1:8 (NLT). “On that day of judgement,” says the Lord, “I will punish..all those following pagan customs.”, Roma 12:1-2)
Kebenaran 5
Banyak cerita Natal menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan tertulis
Yesus tidak lahir di natal pertama, Yesus tidak lahir pada 25 Desember, tidak tertulis orang majus berjumlah 3 orangOrang majus tidak datang ke kandang domba, tp ke rumah, ketika Yesus berumur 2 tahun. Orang majus mencari Yesus bukan untuk memberi hadiah ulang tahun, tp untuk menyembah Raja Segala Raja (Mat 2:1-8)
Yesus bukan bayi lagi! Tp Dia adalah Yesus yg telah mati & telah bangkit, mengalahkan maut & segala kuasa musuh! Yesus Raja Segala Raja
The Bible says.. (Kol 2:6-8, Mark 7:6-9, Yoh 4:19-24)
- Published in Berita
Membangun Manusia Roh (Part 2)
Persekutuan J4u, Sabtu, 5 November 2011
Pembicara : Ka Yorga
SIKAP HATI
Kita perlu memiliki sikap hati yang benar. Apa saja yang perlu diperhatikan?
- Membuang sikap pasif (kepasifan berasal dari si jahat) dan menjadi agresif (kita yang datang menghampiri)
- Menumbuhkan sikap yang menyembah dan bersyukur (jika kita tidak dapat bersyukur untuk masa lalu, tak mungkin kita bisa mendapatkan yang terbaik di depan)
- Memperbesar lapar dan haus akan kebenaran :
- Hidup sesuai Firman dan Roh Kudus (jika kita memiliki sumber inspirasi yang sama dengan yang dimiliki penulis-penulis Firman Allah yaitu Roh Kudus, maka Dia juga yang akan membuat kita mengerti FirmanNya)
- Menolak sampah-sampah rohani
- Mendengarkan suara Tuhan (mengenal Tuhan, ingat perumpamaan tentang mempelai yang bijaksana dan yang bodoh. Mungkinkah seorang mempelai tidak mengenali pasangannya?)
- Meminta anugrah Allah (jangan takut untuk meminta, Tuhan pasti menjawab dan jawabannya : ya, tidak, nanti dulu)
- Meresponi Firman Tuhan (penting untuk merespon dengan cepat, boleh kritis namun jangan mencoba merasionalkan seluruh Firman Tuhan (karena tidak akan bisa))
DIMENSI BAHASA ROH
Bahasa Roh memiliki beberapa dimensi, yaitu :
- Bahasa manusia (I Kor 13:1, Kis 2 :4-11, I Kor 14:21-22)
- Bahasa malaikat (I Kor 13:1, Ibr 1:14, Mzm 103:20)
- Bahasa penyampaian pesan (I Kor 14:13, 27-28, I Kor 12:10)
- Bahasa doa (I Kor 14:14, Roma 8:26-27)
MANFAAT BAHASA DOA
Bahasa doa memiliki berbagai manfaat, yaitu :
- Memampukan kita untuk mengenal jalan-jalan Tuhan
- Menjadikan teguh di dalam Tuhan
- Membuat bertumbuh dalam dimensi kasih Ilahi
- Memampukan menjadi pelaku Firman Tuhan
- Memahami Firman Tuhan
- Membuat roh kita semakin berkobar
- Menolong kita untuk berdoa sesuai kehendak Bapa
- Menyatakan kuasaNya
HAMBATAN DIPENUHI ROH KUDUS
Beberapa yang menjadi penghambat dari dipenuhi Roh Kudus :
- Ketakutan
- Merasa tidak layak
- Tidak tahu
- Terlalu rasionalistis
- Masih adanya ikatan/benteng-benteng
- Membutuhkan waktu dan tempat khusus
- Ada penolakan
MEMBANGUN DIRI
Cara membangun diri melalui berdoa dalam bahasa roh:
- Mendengarkan diri kita sendiri berdoa dalam bahasa roh
- Roh kita seperti radar, yang dapat merasakan dorongan untuk menyembah, bisa terdengar garang/agresif (jika mendeteksi keberadaan roh jahat/rancangan jahat yang ditujukan pada kita), mengalami perasaan tertekan (beban jiwa-jiwa), merasakan kosong saat menyembah, atau mengalami perasaan berduka
- Latihan setiap hari (jika sebelumnya sudah 5 menit, maka sekarang ditingkatkan menjadi 10 menit)
- Published in Catatan Khotbah
Membangun Manusia Roh (Part 1)
Persekutuan J4u, Sabtu, 29 Oktober 2011
Pembicara : Ka Yorga
Membangun manusia roh dapat diibaratkan seperti membuat bangunan. Dalam membuat bangunan kita perlu fondasi yang kokoh agar bangunan dapat berdiri tegak, demikian juga saat membangun manusia roh, fondasi kita adalah Yesus Kristus.
Kenapa membangun manusia roh itu penting? Alkitab mencatat 2 orang tokoh yang awalnya sama-sama dipenuhi dengan Roh Allah, namun yang membedakan mereka pada akhirnya adalah kesetiaan mereka dalam membangun manusia rohnya.
-Yusuf
Kejadian 41 : 38 =
Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya : “Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini,seorang yang penuh dengan Roh Allah?”
Firaun dapat melihat hal itu ada pada diri Yusuf karena orang yang dipenuhi Roh Allah akan nampak.
-Simson
Hakim-hakim 13 : 24-25 =
Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan Tuhan memberkati dia. Mulailah hatinyadigerakkan oleh Roh Tuhan di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol.
Yusuf dan Simson sama-sama dipenuhi dengan Roh Allah, perbedaannya adalah Yusuf terus setia melatih pengurapan yang Allah berikan padanya, sedangkan Simson malas berlatih.
Darimana kita mengetahui hal itu?
Respon saat mereka menghadapi pencobaan! Yusuf bertahan, sedangkan Simson jatuh.
Simson, yang dikenal sebagai hamba Tuhan yang memiliki kekuatan fisik amat kuat, jatuh karena perkara seorang wanita (Delila). Sedangkan Yusuf mampu bertahan saat istri Potifar mencoba menggodanya.
Adal hal-hal yang harus kita lepaskan dalam masa membangun manusia roh kita. Ketaatan menjadi hal yang mutlak disini (tidak taat -> tidak akan mendapat apa yang seharusnya kita dapatkan!)
Simson menolak untuk melepaskan hal-hal itu, sedangkan Yusuf menolak untuk berbuat dosa.
Yusuf menghadapi banyak masa yang sulit dalam hidupnya (dihina oleh saudaranya, dijual oleh saudara kandungnya sendiri, difitnah dan dijebloskan ke penjara), namun yang membuat Yusuf tidak jatuh adalah ia setia membangun manusia rohnya.
Dengan kata lain, orang yang tidak membangun manusia rohnya akan mudah jatuh dalam dosa.
Keputusan untuk berbuat dosa atau tidak ada di tangan kita, jadi mari putuskan tidak pada dosa! dengan jalan terus membangun manusia roh kita.
Manfaat membangun manusia roh :
1. Menanggulangi berbagai macam pencobaan
Matius 26 : 41 =
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan : roh memang penurut, tetapi daging lemah.
Pencobaan akan selalu ada, dan yang membuat kita kuat adalah senantiasa berjaga-jaga dalam doa.
Disiplin diri kita untuk bertekun dalam doa. Orang yang memutuskan untuk mulai bertekun, akan kuat untuk terus bertekun.. 🙂
2. Tahan menghadapi penderitaan
Roma 8 : 31-39 =
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan nereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi : yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis :
“Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.”
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang diatas, maupun yang dibawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allahm yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Do not give up! Kita dipanggil bukan untuk menyerah, tetapi untuk berhasil.
Orang yang tidak menyerah akan menyatakan kemuliaan Tuhan.
3. Mengalirkan kehidupan ilahi
Yohanes 4 : 14 =
Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.
Untuk bisa mengalirkan air kehidupan langkah awalnya adalah dipenuhi dulu dengan air kehidupan itu sendiri.
Terhubung dengan Tuhan -> dapat aliran-aliran air dari Tuhan -> jadi mata air
4. Memiliki kemampuan untuk merespon dan menyelesaikan panggilan dari Tuhan
Efesus 2 : 10 =
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
2 Timotius 2 : 21 =
Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
Roh Allah yang akan senantiasa memampukan kita dalam menggenapi panggilan tertinggi yang Tuhan berikan pada setiap kita.
5. Melampaui segala keterbatasan manusiawi
1 Korintus 1 : 25 =
Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat daripada manusia.
Lihat Petrus. Seorang yang memiliki background pekerjaan sebagai nelayan, yang mengalami banyak proses pembentukan, dan akhirnya bahkan Tuhan pakai untuk berhadapan dengan para ahli taurat (yang notabene nya adalah orang-orang pintar). Roh Allah yang memampukannya untuk berbicara dan menyatakan kebenaran Allah.
- Published in Catatan Khotbah
FAKTA TENTANG BURUNG RAJAWALI
Tahukah Anda bahwa burung rajawali adalah burung yang paling panjang usianya?
Seekor burung rajawali bisa mencapai umur hingga 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur tersebut adalah sebuah pilihan bagi seekor rajawali, apakah dia ingin hidup sampai 70 tahun atau hanya sampai 40 tahun.
Ketika burung rajawali mencapai umur 40 tahun, maka untuk dapat hidup lebih panjang 30 tahun lagi, dia harus melewati transformasi tubuh yang sangat menyakitkan. Dan pada saat inilah seekor rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati transformasi yang menyakitkan itu atau melewati sisa hidup yang tidak menyakitkan namun singkat menuju kematian.
Pada umur 40 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya sehingga ia akan kesulitan memakan. Dan cakar-cakarnya juga sudah tidak tajam. Selain itu bulu pada sayapnya sudah sangat tebal sehingga ia sulit untuk dapat terbang tinggi.
Bila seekor rajawali memutuskan untuk melewati transformasi tubuh yang menyakitkan tersebut, maka ia harus terbang mencari pegunungan yang tinggi kemudian membangun sarang di puncak gunung tersebut. Kemudian dia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas. Setelah beberapa lama paruh baru nya akan muncul, dan dengan menggunakan paruhnya yang baru itu ia akan mencabut kukunya satu persatu-satu dan menunggu hingga tumbuh kuku baru yang lebih tajam. Dan ketika kuku-kuku itu telah tumbuh ia akan mencabut bulu sayap nya hingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Dan ketika semua itu sudah dilewati rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Begitulah transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor rajawali selama kurang lebih setengah tahun.
Burung rajawali ini ibarat kita sebagai manusia. Ketika sebuah masalah datang dalam kehidupan kita dan kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang harus diambil, dan sering dari pilihan yang kita ambil tersebut kita harus melewati suatu transformasi kehidupan yang menyakitkan bagi jiwa dan tubuh kita. Namun ditengah kesulitan tersebut kita harus ingat ada Tuhan yang menyertai kita, ada masa depan yang Tuhan sediakan untuk kita diakhir perjuangan kita, suatu kehidupan 30 tahun lebih panjang, suatu kehidupan yang lebih baik, suatu pemulihan hubungan, suatu kesembuhan, suatu sukacita ….., suatu yang kita impikan selama ini.^-^
DIKUTIP DARI: imanuelginting.blogspot.com
- Published in Berita
Mintalah ‘ikan’, Bapa takkan memberikan ‘ular’
J4u, 22 Oktober 2011
Bang Yorga
Lukas 11:9-13
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Seorang bapa selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, sekalipun dia cuek atau kasar. Adakah bapa yang memberikan ular berbisa untuk merenggut nyawa anaknya, sementara anaknya kelaparan meminta ikan? Bahkan, jika diketahuinya ada yang berniat jahat untuk memberikan ular pada anaknya, tentu akan sekuat tenaga dihentikannya.
Demikian juga Bapa di surga menginginkan yang terbaik bagi anak-anakNya melalui iman kepada Yesus Kristus. Oleh karena itu, Roh Kudus dijanjikan bagi kita. Bahkan jika kita membaca perikop di atas secara lengkap, janji Allah tersebut adalah bagi orang yang meminta Roh Kudus. Bapa tahu kebutuhan kita akan Penolong, Penghibur, dan Pembela dalam perjalanan iman kita untuk menjadi serupa dengan Yesus Kristus. Roh Kudus mengingatkan kita akan apa yang Yesus ajarkan. Roh Kudus memberikan hikmat berkata-kata dalam pengadilan manusia. Roh Kudus menolong kita untuk berdoa pada Bapa, termasuk untuk keluhan-keluhan yang tak terucapkan. Roh Kudus menolong kita untuk berjalan dalam kehendak Bapa. Karena itu, jangan bimbang untuk meminta dan menerima Roh Kudus yang nyata-nyata dijanjikanNya. Mintalah Roh Kudus, Bapa takkan memberikan roh setan.
Apakah tandanya seseorang sudah dipenuhi Roh Kudus? Firman Tuhan menjelaskan bahwa mereka akan berbicara dalam bahasa yang baru bagi mereka. Ibarat menjadi basah sebagai tanda dari baptisan air, maka berbahasa lidah adalah tanda dari baptisan Roh Kudus. Pengalaman rohani seseorang mengenai baptisan Roh Kudus mungkin berbeda-beda, termasuk penantian yang dialami seseorang untuk menerima Roh Kudus yang dijanjikan. Satu hal yang pasti, janji Allah adalah janji terpasti yang pernah ada.Rindukan dan bertekunlah.
Catatan kaki :
- Baca : Kis 2:37-38, Yoh 7:37-38, Luk 11:9-13, Kis 2:4, 1 Kor 14:2-4. Yesaya 28:11-12, 1 Kor 14:15-17
- Notes ini adalah bagian dari rangkaian notes mengenai Baptisan Roh Kudus.
- Menurut pembicara yaitu Ka Yorga, khotbah BRK 22 Oktober 2011 ini kurang dari 0.5% mengenai pribadi Roh Kudus. Dan menurut penulis, notes ini pun kurang dari 0.5% khotbah tersebut. Maka, datang langsung ke persekutuan J4u, setiap sabtu jam 2 siang di BTC lt.1 Balarea kecil. Lebih lagi, alami Roh Kudus secara pribadi setiap harinya! 😉
- Published in Catatan Khotbah
Dipenuhi Roh Kudus
J4u, 22 Oktober 2011
Ka Yorga
Yohanes 20 : 19 – 12
“Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.”
1. Yesus adalah pribadi yang membabtis didalam Roh Kudus
2. Roh Kudus merupakan sumber utama
3. Roh kudus yang dijanjikan (Yohanes 14 : 16 – 18)
Ibrani 6 : 4
“Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,”
1. diterangi hatinya – Lahir baru
2. mengecap karunia sorgawi – damai sejahtera Tuhan
3. bagian dalam Roh Kudus – masuk dalam pusat rencana Allah, tahu panggilannya
4. mengecap Firman – dipulihkan, diobati
5. karunia – karunia dunia yang akan datang – Karunia Roh
Arrabon /jaminan
Efesus 1 : 13 -14
Roh Kudus:
1. membawa kita masuk dalam seluruh kesempurnaan Kristus
2. menjamin kitauntuk memperoleh kuasa dan bagian dari keselamatan itu
3. jaminan
Menerima Yesus berarti menerima Roh Kudus juga, tapi bukan dipenuhi Roh Kudus (murid murid Tuhan Yesus pada saat itu sudah menerima Yesus tetapi belum dipenuhi Roh Kudus – murid murid dipenuhi Roh Kudus setelah Tuhan Yesus naik ke surga).
Syarat menerima Roh Kudus
(Kisah Para Rasul 2 : 37 – 38, Yohanes 7 : 37 – 39, Lukas 11 : 9 – 13)
1. bertobat
2. dibabtis (dipenuhi Roh Kudus)
3. haus (Roh Kudus adalah pribadi yang sopan, Ia tidak akan memenuhi kita jika kita tidak menginginkannya)
10 Alasan harus berbahasa Roh:
1. Kisah Para Rasul 2 : 4
Firman Tuhan mengajarkan, bahwa ketika kita dipenuhi Roh Kudus maka kita berbicara dalam bahasa Roh sebagaimana Roh itu memberikan kepada kita untuk mengatakannya (bahasa Roh tidak bisa diajarkan).
2. 1 korintus 14 : 2
Tuhan memberikan sarana komunikasi yang ADIKODRATI, tidak ada seorang pun yang tahu arti bahasa Roh (termasuk Iblis dan Malaikat) kecuali Bapa sendiri (dan orang – orang yang diberi karunia).
3. Bukti adikodrati bahwa Roh Kudus bermukim dalam diri kita
4. Berdoa dalam bahasa Roh memusnahkan rasa mementingkan diri sendiri / egois (karena berdoa dalam bahasa Roh juga mendoakan orang – orang kudus)
5. Berdoa dalam bahasa Roh membantu kita belajar mengandalkan harapan kita kepada Tuhan yang lebih sempurna.
6. Berbicara dalam bahasa Roh menjaga kita untuk tetap mempertahankan diri kita bebas dari pencemaran hal – hal yang najis, tidak suci, dan kata – kata kotor
7. Berbicara dalam bahasa Roh membuka jalan untuk mendoakan sesuatu yang patut diajukan, yang tidak terpikir oleh diri sendiri / orang lain
8. Yesaya 28 : 11 – 12
kita disegarkan kembali lewat Bahasa Roh dan pujian.
9. 1 korintus 14 : 15 – 17
10. Kita mampu mengekang lidah kita menurut kuasa Roh Kudus
- Published in Catatan Khotbah
Rejoiced (ἀγαλλιάω)!
Tuhan Yesus itu ekspresif loh! Ketika Dia gembira, Dia mengekspresikannya dengan tidak ragu-ragu, bahkan hingga melonjak kegirangan.
Alkita mencatat di Lukas 10:21 “In that hour Jesus rejoiced in Spirit…” (Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus…)
Rejoiced yang digunakan dalam ayat ini bahasa Yunaninya adalah ἀγαλλιάω (agalliaō : ag-al-lee-ah’-o, G21 – Strong’s Greek Lexicon Number]. Kata ini berasal dari ἄγαν agan (much) dan ἅλλομαι hallomai (jump). Secara tepatnya, kata ini berarti to jump for joy (melonjak kegirangan), that is, exult (bersuka ria): – be (exceeding) glad, with exceeding joy, rejoice (greatly).
Selain di ayat ini, beberapa ayat dalam Firman Tuhan yang menggunakan kata rejoiced (ἀγαλλιάω) yang sama dengan Lukas 10:21 ini :
- Matius 5:12 -Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”
- Lukas 1:46,47 – Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,dan hatiku bergembirakarena Allah, Juruselamatku,
- Yohanes 8:56 – “…Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”
- Kisah Rasul 2:26 – Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram. Ket : perkataan Daud tentang Sang Mesias
- Kisah Rasul 16:34 – Lalu ia (kepala penjara) membawa mereka(Paulus dkk) ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.
- I Petrus 1:6 – Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
- I Petrus 1:8,9 – Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
- I Petrus 4:13 – Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira danbersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
- Wahyu 19:7 – Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba dan pengantinNya telah siap sedia.
Let’s (exceedingly) rejoiced (ἀγαλλιάω)!
- Published in Uncategorized

