1st Fruit Offering
J4u, 16 Juni 2012
Pembicara: Ka Ester
Hosea 4 : 6
“Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.”
tidak mengenal firman Tuhan = kita dan anak – anak kita ditolak
Ulangan 26 : 1 – 11
Tempat orang israel mempersembahkan hasil pertama adalah ditanah yang diberikan Tuhan menjadi milik pusaka (tanah perjanjian/tanah Kanaan)
Imamat 23
7 feast / hari raya (ketetapan dari Tuhan yang dilakukan turun temurun)
1-3 sabbath
4-8 passover and unleaved bread / paskah dan roti tidak beragi
9-14 first fruit / penuaian
15-22 pentecost / 50 hari sesudah sabat
23-25 hari perhentian penuh
26- 32 pendamaian
33-34 hari raya pondok daun
Keluaran 23 : 14 – 19
3 perayaan yang dilakukan 3 kali setahun
1. hari raya roti tidak beragi
dilakukan pada bulan abib/nisan/bulan pertama, karena pada bulan tersebut bangsa Israel keluar dari Mesir.
2. hari raya penuaian / buah bungaran / first fruit
dilakukan pada tanggal sepuluh, merupakan paskah bagi Tuhan (Keluaran 12)
3. hari raya pengumpulan hasil
Keluaran 23 : 16
“Kaupeliharalah juga hari raya menuai, yakni menuai buah bungaran dari hasil usahamu menabur di ladang; demikian juga hari raya pengumpulan hasil pada akhir tahun, apabila engkau mengumpulkan hasil usahamu dari ladang.”
Ladang / tanah ‘LAND’ (Hebrew)
1. Eref : bumi
2. Adama : tanah dari Adam
Adam adalah perlambang dari manusia yang diurapi dan diberi kuasa oleh Tuhan atas sebuah ladang
buah sulung: hasil pertama yang terbaik yang dipersembahkan kepada Tuhan untuk orang yang kepadanya diberi kuasa untuk mengerjakan / mengelola tanah / ladang.
Sama seperti Adam yang mengusahakan taman Eden, kita juga telah diberi kuasa oleh Tuhan untuk mengerjakan dan mengusahakan ladang kita (kampus, tempat kerja, keluarga, dll).
Berkat buah sulung (keluaran 23)
20 : saat kita melakukan ketiga perayaan tersebut, Tuhan sendiri yang akan datang pada hidup kita untuk menjaga diri kita pada jalanNya dan mengarahkan kita supaya kita menerima apa yang telah Ia sediakan bagi kita.
22 : Tuhan akan menjadikan diriNya musuh bagi musuhmu. Ia akan menghadapkanmu kepada musuh – musuhmu (membuat kita tidak melarikan diri dari musuh kita).
25 : memberkati makanan dan minuman kita.
26 : tanah yang kita injak tidak akan pernah tidak produktif.
26 : menggenapkan tahun umurmu (contoh : hizkia)
Timming and seasons
PERJANJIAN LAMA PERJANJIAN BARU
Passover Jesus death
Unleaved bread Burrial
First fruit Resurrection / kebangkitan
Pentecost Holly spirit
Ketika kita melakukan persembahan buah sulung, kita mendatangkan kuasa kebangkitan dalam hidup kita.
- Published in Catatan Khotbah
Belajar Percaya dan Beriman Kepada Tuhan Dalam Mencapai Visi
J4u, 14 Juni 2012
Ka Ester
IMAN (Roma 10 : 17)
‘Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.’
Dengan terbiasa mendengarkan firman Tuhan (baca firman Tuhan dengan bersuara!), maka kita akan tau bagaimana suara Tuhan.
Hanya orang bodoh yang akan mendengarkan suara orang yang tidak dikenalnya. Pengenalan akan menghasilkan hubungan, dan cara kita untuk mengenal Dia adalah melalui doa, baca Firman, persekutuan, dan kesaksian.
Mendengarkan → hubungan → IMAN
Firman Tuhan adalah setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah sendiri (Yohanes 1 : 1)
‘Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.’
VISION
Direction – purpose – courage – life
Kemampuan untuk melihat, membayangkan, menggambarkan, dari sesuatu yang bisa / harus terjadi dimasa depan.
Amsal 29 : 18
‘Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.‘
Where there is no vision, the people perish..
Visi berasal dari perkataan Tuhan (Firman Tuhan), dan setiap manusia (yang hidup) memiliki visi. Respon atas Firman Tuhan adalah dilakukan/ditaati. Maka lakukanlah VISImu.
PROCLAIMING
Menyatakan hal yang sama dengan (menggunakan) mulut kita, apa yang telah Tuhan katakan/firmankan (hal ini membuat kita bersepakat dengan firman Tuhan).
Atau sama dengan menyelaraskan diri kita dengan firman Tuhan sendiri, artinya membuat kita menjadi siap untuk menerima dukungan dan otoritas Tuhan secara penuh.
Artinya, ucapan kita ‘melepaskan’ kuasa dan otoritas (+berkatNya) yang memampukan kita untuk melaukan apa yang telah Tuhan firmankan (visi) kepada kita.
BENTARA
Bentara adalah seorang yang bertugas menyampaikan pesan / titah raja kepada rakyat. Ketika bentara datang, setiap orang harus diam dan berhenti melakukan pekerjaannya untuk mendengar apa yang diperintahkan raja melalui bentara.
Ketika kita menyerukan (proclaiming) apa yang Tuhan firmankan kepada kita (visi kita), kita mendengar dan menyelaraskan diri kita dengan firman Tuhan dan ketika kita menyerukannya maka seluruh alam semesta akan diam dan mendengarkannya!
Belajar percaya dan beriman kepada Tuhan dalam mencapai visi = bergaul dengan Tuhan
- Published in Catatan Khotbah
Bangunan Tuhan II
J4u, Sabtu 9 Juni 2012
Pembicara: Ka Yorga
Dalam komsel, PA, persekutuan, mega church bisa ada pemuridan. Tapi ada juga dalam satu kota ada pemuridan tapi tak ada church atau mega church. Inilah gereja bawah tanah.
Oikumene tidak boleh ada syarat “aliran”, jadi semua boleh masuk. Jadi bila mengundang pastur katholik, atau dari karismatik, atau dari advent, atau dari pentakosta maka harus ikuti apa yang mereka lakukan. Kecuali jemaat setan, karena akan ada tindak pidana dalam kebaktian mereka. Kita harus punya hati yang besar.
Tidak semua gereja organisasi yakin 100% anggotanya lahir baru. Karena lahir baru berbicara tentang penginjilan dan waktu Tuhan. Tahu Firman Tuhan dan lahir baru adalah dua hal yang berbeda.
Efesus 2: 1-2
1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
Dahulu kita hidup dalam dosa. Ketika kita lahir baru, ada “benih Kristus” yang tertanam. Mungkin ketika bertobat itu hanya biji yang kecil saja, namun sekarang pilihanmu. Mau jadi tanah berbatu, tanah berbelukar, atau jadi tanah yang subur? Tanah yang subur berbicara tentang kau bertobat ketika Tuhan berbicara, kau mau mencari Tuhan dengan sungguh, kau mau mencari Tuhan dengan haus dan lapar, dan semua dilakuakn terus menerus. Makanya kehidupan orang bertobat akan berubah dari hidup atau karakternya. Bahkan Tuhan sering memaksakan kehendaknya atas hidupmu agar kau mau berubah.
Harusnya dalam kumpulan jemaat Tuhan, perubahan karakter dan kasih mereka akan nyata karena Tuhan yang memimpin, jadi tidak membeda-bedakan lagi golongan.
Galatia 6: 10
10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
Gara-gara kita terlalu mengutamakan yang sampingan, maka yang TERutama dibuang..
Waktu jemaat diajar, diajar, diajar maka mereka membangun. Tapi sekarang keadaannya terbalik. Jemaat sekarang terbentuk dari acara besar lalu dijadikan organisasi gereja yang isinya ga jelas—bayi rohani semua. Makanya ketika masih ada kesempatan untuk diajar lakukan yang terbaik. Misalnya saat PA catat semua yang dibagikan pembimbing. Selain untuk kita sendiri, juga untuk anak2 PA kita nantinya.
1Sam1:4-11
Hati-hati dengan nazar (komitmen yang sungguh kepada Tuhan untuk turut bekerja dengan kita), karena Dia akan mengejar pelunasan nazar kita. Ketika kita bernazar ukur diri dulu dan tulis nazarnya. Kalau tidak bisa, cepat cabut dimana kau menyatakan nazar itu, bila sendiri pada diri sendiri, bila di tengah kebaktian pada jemaat kebaktian itu.
Saat ini tokoh-tokoh sudah tak bisa dicontoh. Tidak ada integritas. Termasuk juga hamba Tuhan.. mungkin karena tidak lahir dari Roh. Makanya kalau mau jadi apa-apa harus doa—tanya Tuhan—dulu. Masa depan kita ditentukan Tuhan. Sehingga waktu menjalaninya kita sungguh-sungguh karena kita dapat atau dengar dari Tuhan. Kalau berawal dari daging maka akan melahirkan daging, seperti anak imam Eli atau anak Harun yang membuat api asing bagi Tuhan.
Efesus 4: 11
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
Rasul, nabi, penginjil, gembala, pengajar, merekalah yang membangun jemaat. Orang disebut nabi bila nubuatannya tergenapi. Kenabian diberi sebagai gift atau juga karena kesungguhan kepada Tuhan. Nabi atau rasul ada untuk memperlengkapi jemaat Tuhan. Siapa nabi atau rasul? lihat dari buah-buahnya.
Gelombang Tuhan di akhir zaman, kelima jawatan ini telah bergerak ke marketplace. Sungguh-sungguh itu penting untuk tahu kita dimana. Kalau terjadi hal yang salah di tempat kerja kita, Tuhan ingin kita meluruskannya. Butuh kelima jawatan ini bagi jemaat atau di pemerintah, pendidikan, atau dimana pun tempatmu berada.
JADILAH SUNGGUH-SUNGGUH.
- Published in Catatan Khotbah
Bangunan Tuhan I
J4u, Sabtu 2 Juni 2012
Pembicara : Ka Yorga
* Pastikan apa yang kita yakini berasal dari Tuhan, back to Bible! Selama ada di Alkitab, lakukan!
* Gereja
Bahasa Portugis = Gereja.
Bahasa Indonesia = Jemaat.
Bahasa aslinya = Ekklesia.
Ekklesia : kelompok orang yang dipanggil keluar, dikhususkan bagi Allah untuk maksud yang mulia.
Dipanggil keluar, artinya dipanggil keluar dari dosa, kebodohan, dan kegelapan.
Tidak mau keluar? Tinggal tunggu waktunya Tuhan!
Untuk maksud yang mulia, artinya harus mengetahui visi yang dari Tuhan. Langkah sebelumnya mendengar suara Tuhan.
Gereja adalah kita semua, orang-orang percaya. Bukan gedungnya.
Gereja tidak berbicara organisasi, tapi organisme.
Sifat organisasi = mati, sedangkan organisme = terus bertumbuh.
* Kehadiran Tuhan itu universal (Tuhan memenuhi seluruh alam semesta ini), dan spesifik.
* Matius 16: 18 =
“Dan Aku pun berkata kepadamu : engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”
Kenapa gereja-gereja Tuhan sekarang dikuasai maut? (Arti maut : 1. Perpisahan dengan Tuhan, 2. Mati)
Karena membiarkan adanya fondasi-fondasi maut (seperti : iri hati, benci)
Cara agar alam maut tidak menguasai adalah membangun hidup kita berdasarkan setiap perkataan Allah (based on Bible). Sehingga Tuhan akan meluruskan dan melepaskan kita dari hal-hal yang salah.
Batu karang = petra = tidak tergoyahkan.
* 1 Petrus 2 : 9 =
“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.”
1. Bangsa yang terpilih (chosen nation)
artinya jemaat.
2. Imamat yang rajani
Imam : – orang yang mengenal Allah, yang patut dicontoh
– di perjanjian lama imam memakai baju efod dengan 12 batu permata yang melambangkan
12 suku Israel, artinya imam yang membawa jemaat Allah masuk/menghadap hadirat Allah.
Rajani : gaya hidup, kebangsawanan, orang yang tidak lari dari tanggung jawab.
Yesus pun tidak lari dari tanggung jawab, saat orang-orang datang hendak menangkapnya, Ia
berkata, ‘inilah Aku.’ (tidak lari)
3. Bangsa yang kudus
artinya memiliki gaya hidup kudus. (kekudusan -> mutlak!)
4. Umat kepunyaan Allah sendiri
5. Memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Dia
untuk dapat memberitakan harus mempunyai pengalaman-pengalamannya terlebih dahulu.
* Lima hal tentang gereja di Alkitab :
1. Tubuh-Nya (Efesus 1 : 22-23)
Kristus adalah kepala. Kristus memenuhi SEMUA aspek kehidupan kita.
“Orang-orang yang suam-suam (tidak panas/dingin) akan disingkirkan dari jemaat
Allah.”
2. Anggota keluarga Allah (Efesus 2 : 19)
3. Tempat kediaman Allah (Efesus 2 : 20-22)
Yesus adalah batu penjuru (corner stone). Batu penjuru adalah yang pertama dan harus ada.
Corner stone akan menentukan kemana bangunan akan mengarah.
Pastikan Dia nyaman tinggal didalam kita gerejaNya!
4. Gereja yang dipimpim Kristus (Efesus 5 : 29-33)
5. Prajurit Allah (Efesus 6 : 10-18)
- Published in Catatan Khotbah
Kuasa Kebangkitan Kristus
26 Mei 2012
Oleh Ka Phosa
“3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, 4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;”
1Kor 15: 3-4
Yesus telah mati karena dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci. Namun tidak mati dalam arti kalah terhadap penguasa dunia, tapi Dia mengosongkan diri dan taat kepada Bapa. Penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas Yesus (Yoh 14: 30).
Apakah arti kematian-Nya?
“30 Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati.”
Ams 20: 30
Bilur-bilur yang berdarah diterima Yesus dari pukulan-pukulan para tentara menjadi dasar pembersihan (atau peremukan) segala kejahatan, dan niat hati kita yang jahat. Bahkan kedua hal ini akan seperti wajah Yesus yang tidak teridentifikasi lagi (diremukan).
“13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib.”
Kol 2: 13-14
Surat hutang yang dihapuskan ini menjadi materai pembersihan dosa kita. Dosa yang sudah dibersihkan (atau diremukkan) membuat seseorang menjadi lembut hati dan tidak cepat marah, karena penuh pengampunan.
Apakah arti kebangkitan-Nya?
Jika Kristus tidak dibangkitkan (1Kor 15: 17-19), maka:
1. Iman kita sia-sia.
2. Masih hidup dalam dosa.
Walau sudah melakukan banyak perbuatan baik, tapi tetap ada dosa turunan dari Adam-Hawa.
3. Binasa
Tidak hanya binasa tubuh, tapi juga roh-nya.
4. Jadi orang termalang dari segala manusia
Kita jadi hidup dalam siklus lahir-sekolah-kerja-nikah-mati tanpa ada tujuan. Kenyamanan hidup
yang membuat kita terlena harus diterobos!
Tetapi Kristus telah bangkit, menang atas maut, dan menjadi yang sulung di antara orang yang dibangkitkan. (1Kor 15: 20, Mat 27: 51-53)
Apakah kuasa kebangkitan Kristus?
“ I want to know Christ and the power of His resurrection and the fellowship of sharing in His sufferings, becoming like Him in his death, And so, somehow, to attain to the resurrection from the dead”
Phi 3: 10-11
Persekutuan dari penderitaan Yesus bukan menyiksa diri secara fisik, tapi menyalibkan kedagingan kita. Kedagingan atau ego kita terus menerus dibersihkan (atau diremukan) dalam pengenalan akan dan pengalaman bersama Dia dalam kuasa kebangkitan-Nya.
”18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,”
Ef 1: 18-19
Milikilah kesadaran bahwa kita punya Tuhan yang dasyat!! Ketika melihat keadaan yang tampak mustahil, JANGAN BANYAK ALASAN, tapi belajar untuk menerobos keadaan kita.
1. Kemenangan atas maut
“54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. 55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” 56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.”
1Kor 15: 54-56
Ketika PI tak perlu takut mati. Karena kita hanya mati tubuh, tapi roh kita kepada Allah. Toh kalau Tuhan bilang kita belum mati sekarang, pasti kita tidak akan mati.
2. Kemenangan atas musuh
“14 Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.” Maz 108: 14
“15 Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan mereka Aku balikkan tangan-Ku.” Maz 81: 15
Masuklah ke dalam kesadaran bahwa kita punya TUHAN yang luar biasa!
3. Kuasa dosa dipatahkan
“9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. 10 Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.”1Yoh 3: 9-10.
Tuhan memberikan tudung Ilahi kepada anak2-Nya. Ketika kita telah berbuat dosa dan minta Yesus menyucikan dan menguduskan oleh kuasa darah-Nya, seketika itu juga dosa kita diampuni dan tidak ada lagi. Tudung Ilahi yang terbuka ketika kita berbuat dosa, tertutup lagi.
4. Akan melakukan perbuatan-perbuatan besar
”12 … barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu…” Yoh 14: 12
Kalau boleh dibilang “iri” secara rohani kepada karunia2 Roh yang Tuhan berikan kepada saudara2 kita. Poinnya INGIN MENGALAMI pekerjaan2 Allah lakukan, bahkan lebih besar dari itu.
“My message and my preaching were not with wise and persuasive words, but with a demonstration of the Spirit’s power, so that your faith might not rest on men’s wisdom, but on God’s power” 1Co 2: 4
Tidak hanya yakin (seperti terjemahan Alkitab bahasa Indonesia) tapi mendemonstrasikan kuasa-Nya. Jadi tidak hanya yakin di dalam hati tapi juga melakukan/ mempraktekan keyakinannya itu.
5. Akan diberikan Roh Kudus
Nubuatan Janji Roh Kudus oleh Nabi Yeheskiel: Yeh 11:19-20
“19 Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat,”
Penggenapan Janji Roh Kudus oleh Yesus: Yoh 20: 22
“22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.”
Penggenapan Janji Roh Kudus dalam Ibrani: Ibr 8: 8-10
“8 Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: “Sesungguhnya, akan datang waktunya,” demikianlah firman Tuhan, “Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda, 9 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka,” demikian firman Tuhan. 10 “Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”
6. Akan diberikan kunci Kerajaan Surga
“19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Mat 16: 19
“23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Yoh 20: 23
“ F A I T H I N G O D, C H A N G E S E V E R Y T H I N G”
Yeh 11:19-20
- Published in Catatan Khotbah
Beban jiwa – jiwa
J4u, 19 Mei 2012
Pembicara: Ka Merlin
Yehezkiel 3 : 16-19; 33 : 1-9
“Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku.”
Yehezkiel 33 : 1
Firman ini datang kepadamu hari ini : engkau adalah penjaga!
Sejak lahir, kita telah ‘dibuat’ untuk menjadi penjaga. Dan ‘kota’ yang harus kita jaga yaitu keluarga, kampus, kota Bandung, bahkan Indonesia. Meniup sangkakala (menyampaikan suara Tuhan) merupakan tugas kita sebagai penjaga.
“Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku.”
Habakuk 2 : 1
Doa adalah menara tempat kita berjaga, dengan doa kita akan mengetahui apa yang akan terjadi atas ‘kota’ yang kita jaga.
Mengapa kita menjadi pengintai?
1. Allah begitu mengasihi dunia (Yohanes 3 : 16)
2. Sama seperti Yesus datang dengan belas kasihan untuk memanggil orang berdosa (Matius 9 : 13)
3. Setiap kita yang telah menerima keselamatan daripadaNya, dipanggil untuk menyampaikan keselamatan bagi orang – orang yang terhilang (Yesaya 61 : 1-3)
Memiliki beban pada jiwa – jiwa adalah impact dari kasih kepada Bapa
Matius 22 : 36 – 40
Kasih kepada Allah akan membuatmu mengasihi jiwa – jiwa. Sebaliknya, tidak ada kasih / beban untuk jiwa – jiwa = tidak mengasihi Allah.
Memiliki beban pada jiwa – jiwa adalah bukti tidak ada roh jahat dalam hidup kita.
“For wherever there is jealousy (envy) and contention (rivalry and selfish ambition), there will also be confusion (unrest, disharmony, rebellion) and all sorts of evil and vile practices.” – Amplified
Yakobus 3 : 16
dimana ada mementingkan diri sendiri, disitu ada ketidaktenraman(unrest), ketidakharmonisan(disharmony) dan pemberontakkan(rebelion). ketika ada kasih untuk jiwa – jiwa (orang lain) kita tidak mementingkan diri sendiri.
Memiliki beban pada jiwa – jiwa adalah bukti kedewasaan rohani
* untuk menjadi penjaga, seorang anak harus menjadi dewasa terlebih dahulu
* bayi/anak : berpusat pada diri sendiri / egois
* dewasa : mampu memberi diri bagi orang lain, memulihkan orang lain, memuridkan, mengajar, dll
Saat kita memutuskan untuk berubah menjadi dewasa, akan ada hal – hal yang diubah/dipotong. Adalah pilihan kita untuk mengijinkan perubahan/pemotongan itu terjadi. (menjadi dewasa adalah pilihan)
Sekarang apa yang harus kita lakukan?
1. berdoa : doa pribadi, doa jumat, doa pagi
2. kunjungan
3. mengajak ke persekutuan
4. menyampaikan injil Kerajaan Allah.
Ketika mengasihi dala harga yang harus dibayar
1. kerelaan hati untuk memberi waktu
2. kerelaan hati untuk memberi tenaga
3. kerelaan hati untuk memberi uang
- Published in Catatan Khotbah
Pujian dan Penyembahan
J4u, Sabtu 12 Mei 2012
Pembicara : Ci Yuliawaty
Praise and Worship (PW) tidak berhubungan/tergantung dengan DENOMINASI maupun aliran gereja, namun tentang KEBENARAN FIRMAN TUHAN dan mengalaminya. So, Let’s back to the Bible! Buang semua pola pikir yang mengkotak-kotakkan Tuhan.Jangan “terjebak” pada style/pembawaan manusia sehingga tidak mau berubah dan akibatnya tidak bertumbuh.
PW bukan berarti lagu cepat dan lagu lambat. PW bukanlah konser ! Fokus pada PW adalah Tuhan, bukan performansi, kemeriahan acara, maupun musik yang hebat, apalagi hiburan (entertainment) bagi jemaat!
PRAISE
Pujian (Praise) : (1)expression of commendation, admiration, (2) the extolling or exaltation of a deity, ruler, or hero, (3) Christian definition : joyful thanking and adoring of God, the celebration of His goodness and grace. (4) ekspresi manusia berupa ungkapan hati kepada Allah sebagai respon terhadap perbuatan-Nya dan atas pribadi Allah sendiri.
Pujian sejati lahir dari hati dan “mengalir” dari hati kita ketika kita melihat keindahan Tuhan dan mengalami perbuatan Tuhan (Mazmur 30:1-3)
Hati yang memuji lahir dari hati yang percaya kepada Tuhan dan mengucap syukur. Memuji Tuhan tidak ditentukan oleh keadaan maupun situasi hati kita. Memuji Tuhan dan bersukacita dalam Tuhan adalah KEPUTUSAN. PUJILAH TUHAN, HAI JIWAKU!
WORSHIP
Penyembahan (worship) : (1)the reverent love and devotion accorded a deity, an idol, or an sacred object, (2) to honor and love as a deity, (3) regard with ardent/adoringesteem/devotion, (4) to love and admire very eagerly, (5) bukan hanya sekedar “aktivitas rohani” maupun “pelayanan”, tapi merupakan sikap hati yang mengasihi Tuhan dan pengabdian hidup
Unsur-unsur dalam penyembahan :
- Kasih ;intimacy (Lukas 7:38, Mazmur 42:7-8)
- Pemujaan; adoration (Mazmur 29:1-2)
- Pengabdian hidup; devotion (Roma 12:1-2, Yoh 4:24)
- Korban; sacrifice (Kej 22:5)
- Menanggalkan segala kehormatan dan kebanggaan (Wahyu 4:9-11, Fill 3:7-12)
Mengapa memuji dan menyembah Tuhan?
- Dia layak dipuji dan disembah (Wahyu 4 :11)
- Kita diciptakan untuk memuji dan menyembah Tuhan (Yes 43:7,21)
Ekspresi pujian dan penyembahan
- Menyanyi (Mazmur 69:31) Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur;
- Mengangkat tangan (Mazmur 63:5) Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.
- Menari (Mazmur 149:3) Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi!
- Memainkan alat musik (Mazmur 149:3) Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi!
- Bersorak (Mazmur 32:11) Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur! [Video]http://www.youtube.com/watch?v=pz4s5RtiYhI
- Menyanyi dalam bahasa roh (I Kor 14:15)
- Bersujud (Mazmur 95:6) Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
- Bertepuk tangan (Mazmur 47:2) Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!
- Berdiam diri (Mazmur 46:11) Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”
- Menangis (Lukas 7:38) Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
Kuasa dalam Pujian dan Penyembahan
- Membangkitkan iman (Mazmur 44:7-9)
- Mengalahkan musuh, menghancurkan intimidasi dan pekerjaan iblis (II Taw 20)
- Memberikan kelegaan dan kenyamanan, tidak tergantung mood! (I Sam 16:18,23)
- Kemenangan dalam menghadapi masalah yang besar, meruntuhkan benteng-benteng (Yos 6)
- Mengundang hadirat Tuhan (II Taw 5:11-14)
- Menggemburkan hati kita (contoh Saul vs Daud)
Let’s come back to the heart of worship!
- Published in Catatan Khotbah
Doa dan Puasa Mengubah Masa Depan
J4u Sabtu, 5 Mei 2012
Pembicara : Ka Eric
Puasa merupakan senjata yang luar biasa. Puasa mengubahkan, karena Tuhan bekerja.
Musa mengadakan puasa untuk bertemu Tuhan, menghadap Tuhan, mencari Allahnya, merindukan Allahnya. Ia masuk dan naik ke gunung Tuhan dengan berpuasa, dan menanti-nantikan Tuhan.
Perintah Yesus :
– Matius 9 : 15 -> saatnya berpuasa
“jawab Yesus kepada mereka ; Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka ?tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari merekan dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
– 2 Tawarikh 7 : 14-15
“Dan umat-KU, yang atasnya nama-KU disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-KU, lalu berbalik dari jalan-jalanNYA yang jahat, maka AKU akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negri mereka. Sekarang mata-KU terbuka dan telinga-KU menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini.”
Merendahkan diri -> Tuhan yang akan mengangkat
– Yoel 2 : 15
“tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus maklumkanlah perkumpulan raya.”
Tiuplah sangkala : peringatan , pengumuman kepada seluruh umat Allah.
Arti puasa (Derek Prince) :
Berpantang secara sukarela terhadap makanan demi mencapai tujuan rohani tertentu. Kadang-kadang tidak hanya berpantang terhadap makanan, tetapi juga terhadap minuman.
Mencapai tujuan rohani tertentu :
– Kadang—kadang ada suatu hal yang menghimpit kita, membuat kita kuatir, terdesak maka saatnya mulai berpuasa.
– Untuk mendapatkan jawaban
Ezra 8 : 21-23
Ezra malu untuk mencabut perkataan kesaksiannya pada Raja, maka ia memutuskan berpuasa merendahkan diri
2 Tawarikh 20 : 2-4
Raja Yosafat : takut, ada yang menghimpit dirinya, terdapat masalah yang begitu besar di pandangannya, lalu mengambil keputusan berpuasa untuk meminta pertolongan yang ajaib.
-Mulai merendahkan diri dan bertobat dari jalan yang jahat, mulai melakukan yang benar sesuai dengan FIRMAN TUHAN.
zaman dahulu bangsa Iisrael berpuasa tapi tidak merendahkan diri, tidak mau berubah, hanya berpuasa dan meratap saja, yang dilakukan nya RITUAL. (tidak pernah koreksi diri)
contoh : Niniwe, bangsa Asyur – bangsa yang tidak pernah mengenal Allah. Tetapi ketika diperingatkan mereka merendahkan diri dan berpuasa, bahkan seluruh hewan ternaknya.
kesimpulan PUASA : merendahkan diri dan mencari wajah TUHAN.
karena itu saat berpuasa, seseorang memperbanyak penyembahan dan membaca Firman, mendengar suara Tuhan, mendapat wahyu. Saat berpuasa kita mulai mengintropeksi diri kita, perbandingannya : Firman Tuhan.
kunci utama untuk berhasil dalam kehidupan : DOA dan PUASA !!!!!
DOA dan PUASA itu disamakan oleh TUHAN, artinya kewajiban yang satu tidak boleh ditinggalkan dengan yang lain. Doa dan puasa itu identik dan dilakukan bersama-sama.Matius 6 -> hal berdoa, hal berpuasa.
Sudah saatnya anak TUHAN melakukan cara yang berbeda, untuk mendapat hal yang berbeda dan luar biasa yang dari Tuhan. Juga untuk mengalami pertumbuhan rohani yang lebih dahsyat lagi.
Caranya : berpuasa.
Manfaat berpuasa :
1. Bagi diri sendiri (Yesaya 58: 8-12)
mengalami pemulihan, kesembuhan kelepasan akan ikatan dosa -> terangmu akan terbit dalam gelap, kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari
akan dibaharui kekuatan; yang tidak bergairah atau lemah lesu , akan seperti taman yang diari aliran kehidupan dan tidak akan pernah kecewa, karean terdapat sumber mata air di hatimu -> YESUS sendiri.
engkau akan membangun reruntuhan yang berabad-abad. Hidup yang sudah hancur akan mulai berubah, dasar-dasar yang hancur akan berubah, akan terjadi pengharapan yang baru.
2. Mengalami jawaban
– Menguji jawaban yang kita dapatkan dari Tuhan
– Mendapatkan jawaban yang telah TUHAN berikan pada kita untuk digenapi
Tokoh DANIEL ; Daniel mengetahui pada zaman Koresh , bahwa waktunya akan tiba bagi bangsa ISRAEL untuk pulang kembali ke asalnya setelah mengalami pembuangan 70 tahun di negri BABEL ,
DANIEL mengetahui waktu untuk pulang, Karena dia membaca kitab-kitab nubuatan yang telah disampaikan para nabi dan DIA bukan hanya diam tapi DIA berdoa dan berpuasa untuk penggenapan rencana TUHAN itu, sehingga jalan untuk bangsa israel pulang yang dipimpin oleh Ezra dan Nehemia lancar
Yang DANIEL lakukan -> Daniel 9 : 1-3
3. Mengalami kuasa Yesus -> penuh dengan Roh Allah
mengalami kelemahan dilenyapkan, mengalami kebebasan dan kemerdekaan,
melakukan kesembuhan
Rasul-rasul di perjanjian baru mengkhusukan dirinya dalam doa dan puasa , sehingga mereka mengalami kuasa TUHAN.
4. Perubahan akan negrinya (kebebasan dan kesalamatan bagi negri INDONESIA)
contoh :
-tiga hari puasa yang diumumkan Abraham Lincoln.
Selama pemerintahan nya hari nasional diadakan untuk merendahkan diri, berpuasa dan berdoa karena ada perang saudara.
Pengumuman pertama dan ketiga atas permintaan Lembaga perwakilan RAKYAT
Pengumuman kedua dia sendiri yang membuatnya dan dikenal sebagai Presiden yang paling bijaksana dan paling cerdas pemikirannya.
“Maka saya Abraham Lincoln menetapkan hari Kamis terakhir bulan September sebagai hari untuk merendahkan diri, Berdoa dan Berpuasa bagu seluruh rakyat dan bangsa ini. “ (kutipan pengumuman kedua)
Sampai presiden kedua dan ketiga presiden Amerika meraka masih memaklumkan puasa : Presiden Adam, Presiden George Washington, karena itu negara ini masih mempunyai power.
-Para kaum “Pilgrim” pendiri bangsa Amerika juga para orang yang yang keluar dari Inggris , yang memisahkan sendiri sebelum memulai perjalan mereka berdoa dan berpuasa dan mendapat jawaban dari TUHAN untuk mulai pergi ke benua AMERIKA.
Pada saat mereka di Amerika, pada waktu bercocoktanam, ternyata ladang jagung mereka tanahnya keras dan tidak turun hujan.
Melihat hal itu merela menetapkan suatu hari guna merendahkan diri, dan sore harinya hujan pun turun.
-Derek Prince (kutipan)
Kenya menjelang proklamasi kemerdekaan 1961
Mereka semua mulai berdoa dalam suatu ibadah dan berdoa untuk Kenya, dan Wilson mendapat penglihatan bahwa kuda merah yang ingin menyerang Kenya mulai menyingkir dan berbelok pergi ke utara. Januari 1964, bangkit pemberontakan berdarah dan berniat untuk menggulingkan pemerintah Kenya yang baru terpilih, tapi pada saat kritis itu presiden Kenya Jomo Kenyatta bertindak bijaksana dan tegas dibantu pemerintah Inggris , mereka berhasil menghentikan pemberontakan. Dan pemberontak itu berbelok ke pinggir pantai utara Kenya yaitu Somalia.
– Yunus
NINIWE; raja dan seluruh penduduk merendahkan diri dan berpuasa , bangsa yang tidak pernah mengenal ALLAH. Hanya satu kali diperingati nabi YUNUS mereka bertobat. Dan menyesallah TUHAN , sehingga bangsa itu selamat.
Bukan saatnya anak TUHAN hanya mencaci negri ini , tapi saatnya mulai berpuasa dan meminta ampun pada TUHAN akan negri ini , sehingga pemulihan terjadi di negri ini
Waktunya untuk anak TUHAN mengambil persenjatan yang telah TUHAN berikan dan mulai berdoa bagi negri ini, perubahan untuk INDONESIA!
Cara berpuasa :
-3 hari 3 malam tanpa makan dan minum (puasa ester)
-Sehari penuh ; puasa Yahudi dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi
-Puasa 18 jam; makan siang terakhir kemudian berhenti makan sampai besok pagi (breakfast), buka jam 6 pagi
Puasa selanjutnya buka pagi, makan siang dan malam tidak makan
Berbuka puasa : punya iman yang positif bahwa ALLAH akan memberi upah (Ibrani 11:6)
- Published in Catatan Khotbah
Pemuridan (Discipleship)
28 April 2012
Pembicara : Bang Yorga
Pemuridan masih dan kembali menjadi seni yang terhilang di masa kini. Istilah pemuridan menjadi bias dengan komsel, parachurch, bahkan persekutuan. Dalam pemuridan yang sejati seharusnya dilakukan pengajaran “man to man” artinya setiap pribadi mendapatkan paket yang spesial bukan produk massal seperti di pabrik. Sebagai tambahan, dalam pemuridan setiap murid harus dipastikan juga menjadi pelaku Firman yang dibagikan. Koreksi (check and recheck) merupakan hal yang lumrah dalam pemuridan, seumpama sahabat datang dengan telunjuk bukannya menikam dari belakang.
Pemuridan juga dilandaskan atas keterbukaan sehingga baik pemurid maupun yang dimuridkan berbagi hidup dalam wadah pemuridan itu. Sangat mengherankan apabila setelah berjalan sekian waktu, pemurid menjadi orang terakhir untuk mengetahui apa yang terjadi dengan yang dimuridkannya. Selain itu, karena adanya hubungan yang erat sehingga pemuridan dengan jumlah murid yang banyak menjadikan pemuridan tidak efektif bahkan bukan lagi pemuridan. Namun perlu diingat, bahwa pembimbing tidak pernah mengambil posisi orang tua (kecuali orang tua sendiri yang memuridkan), karena orang tua adalah wakil bagi anak yang ditetapkan oleh Allah.
Pertumbuhan
Kedewasaan rohani seseorang tidaklah sama dengan kedewasaan jasmaninya. Seorang dewasa yang baru bertobat tetaplah mengalami masa bayi rohani lebih dulu.
Cara untuk mengetahui kedewasaan rohani seseorang pun bukan dari berapa lama ia sudah lahir baru, maupun banyaknya pelayanan “gerejawi” yang dilakukannya, namun dari buahnya. Buah-buah ini dapat dilihat dari karakternya yaitu bagaimana ia meresponi masalah. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menunjukkan kedewasaan rohaninya ketika mereka merespon tantangan raja Babel dengan tetap berpegang pada Tuhan. Firman Tuhan menjelaskan lebih gamblang dalam Galatia 5 mengenai buah-buah Roh.
Jika sudah memuridkan, kenalilah mereka yang dimuridkan. Di tahap mana ia berada sekarang dan sesuaikan cara mendidik dengan tahap pertumbuhannya.
Metamorfosis
Tidak ada orang yang memiliki hobi koleksi ulat (kecuali peneliti tentang ulat), namun banyak orang yang hobinya mengoleksi kupu-kupu. Tidak heran, mengingat paduan warna sayap kupu-kupu memang sangat indah. Bahkan banyak ahli desain merujuk kombinasi warna kupu-kupu dalam karyanya karena keindahannya terjamin. Hal serupa kita temukan pada murid. Fase “ulat” memang tidak menarik namun setelah keluar dari proses dalam “kepompong”, dia bertransformasi menjadi “kupu-kupu” yang indah.
Terkadang kita tidak sabar dan kasihan melihat bakal kupu-kupu menggeliat kesulitan keluar dari kepompongnya, tak sabar bertualang di langit yang membentang. Namun, jika kupu-kupu itu dibantu keluar dengan dirobek kepompongnya maka ia akan menjadi cacat dan gagal terbang. Bertahanlah hingga kita menjadi kupu-kupu yang indah keluar dari kepompong pemuridan, jangan mengambil jalur instan. Untuk pemurid, arahkan murid untuk mengandalkan Tuhan, namun doakan dan jagai dia.
Genggamlah balok es selama sekian waktu, semakin lama akan terasa semakin menyakitkan bukan? Kita seperti es tersebut yang seringkali menyakiti tangan Tuhan, namun Dia takkan pernah melepaskan genggaman-Nya pada kita kecuali kita yang melepaskan diri dari pada-Nya. Bertahanlah dalam pemuridan. Bertahanlah dalam penyembahan kepada-Nya, maka Ia akan menyingkapkan hal-hal yang ajaib dan besar.
Bang Yorga pun pernah hampir memutuskan untuk undur dari pemuridan saat difitnah oleh sesama pengerja. Namun, sesaat sebelumnya seorang murid lewat dan bersaksi tentang hidupnya yang diberkati melalui pelayanan Bang Yorga. Urunglah niatnya untuk undur. Bertahanlah, karena kau tidak tahu berapa ratus orang yang telah diberkati melalui hidupmu dan apa dampaknya bagi mereka jika kau undur. Belum termasuk orang-orang yang akan diberkati melalui hidupmu.
Ciri-ciri dan syarat menjadi murid Kristus
- Percaya kepada Tuhan Yesus (harus lahir baru!) (Yoh 2:11)
- Diajar (Mat 28:18-20; Yoh 7:16-17)
- Saling mengasihi (Yohanes 13:35)
- EXERCISE (Yesaya 50:4)Jangan pernah takut untuk melakukan kebenaran Firman, bahkan jika salah mendengar. Mengembangkan kapasitas dan tinggal dalam Firman (Yoh 8:31)
- Pikul Salib (Luk 14:26-27)Cara untuk memikul salib : 1. mengarahkan diri ke visi dengan melakukan apa yang Tuhan katakan.2. melakukan kebenaran yang telah diterima.
[Berikut ini adalah hal yang penting mengenai pemuridan dan baru Bang Yorga ajarkan di sesi ini. Baca/ingat/catat baik-baik!]
Pemuridan terjadi bukan semata-mata karena seseorang ingin dimuridkan dan pembimbingnya mau memuridkan, namun ada inisiatif yang berasal dari Tuhan. Oleh karena itu, dalam pemuridan akan terjadi ikatan kuat antara pemurid dan murid. Pada saat murid undur bukan karena perkenanan Tuhan, maka akan terjadi luka di kedua belah pihak. Hal yang berbahaya adalah ketika dalam kondisi terluka itu, anak itu dimuridkan oleh pemurid lain, maka :
- tidak dapat bertumbuh lagi, kecuali dia kembali pada pembimbingnya itu untuk diutus sehingga sumbat pertumbuhannya lepas. Seorang pemurid yang peka seharusnya menyadari hal ini jika terjadi pada yang dimuridkannya. Bang Yorga telah mengalami kejadian ini beberapa kali.
- kehilangan ekosistem yang menyebabkan seseorang yang telah mengetahui visinya menjadi tidak dapat mempunyai kemampuan untuk menggenapinya, ibarat rajawali yang dipatahkan sayapnya dan terseok-seok menyeret sayapnya.
- keluar dari tudung perlindungan Ilahi yang ada dalam hirarki pemuridan. Tudung Ilahi ini berasal dari Allah dan bukan pemurid, yang didapat melalui penundukan diri untuk dimuridkan. Jonathan David mengungkapkan bahwa sekiranya tudung Ilahi ini dilepas, maka seisi kerajaan maut akan seketika itu juga menyerang orang yang undur itu dan ia tidak akan tega melihatnya.
Bertahanlah dalam pemuridan, seperti Tetuka (Gatotkaca) yang diceburkan ke dalam kawah Candradimuka dan keluar sebagai laki-laki dewasa yang perkasa (kisah pewayangan Jawa –red).
- Published in Catatan Khotbah
Kesembuhan Ilahi
14 April 2012
Oleh Ko Ade Nugroho
Pada dasarnya kita memiliki kesehatan Ilahi karena janji TUHAN dalam 1Ptr2:24 “..Oleh bilur-bilur-Nya kamu TELAH sembuh.” dan fakta dalam Yes 53:4 “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.”
Selain itu TUHAN juga menciptakan manusia dengan sempurna. Kita bisa lihat TUHAN memberi Adam (yang artinya manusia) kuasa untuk mengelola dan menaklukan taman (bahkan kota) Eden. Jadi kita (manusia) adalah manusia sempurna dan memiliki bagian kesehatan Ilahi itu.
Tapi karena ada benih dosa, manusia jadi tidak sempurna sehingga ada kematian, terpisahnya manusia dari Pemberi Kehidupan, yang menyebabkan mati fisik dan atau rohani, dikutuk, kerasukan, galau, dan sakit-penyakit. Selain karena dosa, sakit-penyakit juga terjadi karena iblis (Mrk9:17,25) dan agar pekerjaan Allah harus dinyatakan (Yoh9:3) atau agar Anak Allah harus dimuliakan (Yoh11:4)
Sebenarnya BAPA ingin anak-anakNya tidak memiliki sakit-penyakit. Kita bisa lihat janjinya dalam Kel15:26 “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.” juga Yesus, cerminan BAPA, yang telah menyembuhkan banyak orang (Mat4:24)
I am the God that Healeth thee
I am the Lord Your healer
I sent My word And I healed your disease
I am the Lord Your healer
You are the God that Healeth me
You are the Lord My healer
You sent Your word And You healed my disease
You are the Lord My healer
Sakit-penyakit bagian iblis. KESEHATAN BAGIAN SAYA!
Kita adalah ciptaan baru, yang lama SUDAH berlalu!
Supaya menerima kesembuhan Ilahi, kita perlu:
1 Saling mengaku dosa dan saling mendoakan (Yak5:14-16). Seperti Ko Ade dan Ko Budi yang saling mengaku dan mendoakan kalau ada dalam masalah atau hampir berbuat dosa. Mereka saling menguatkan untuk memutuskan tidak-melakukan-dosa.
Kita perlu mengaku dosa pada orang yang di atas atau setara kita. Jangan pada orang yang di bawah kita. Kalau orang yang punya ‘sampah’ curhat sesamanya yang punya ‘sampah’, maka akan menjadi? tumpukan sampah. Mudahnya: “Sampah ketemu sampah jadinya tumpukan sampah.” Jadi kalau ada masalah hubungi pembimbingmu dan atau rekan PAmu. Terbukalah. Kalau sedang lemah, jangan sok kuat. Pembimbing ada untuk memberi pertolongan.
Minyak HANYA lambang kuasa Roh Kudus, bukan klenik, jadi tiada minyak pun tetap dapat sembuh.
2 Mendengar suara TUHAN dan TAAT (lihat Kel 15:26 di atas). Kedua hal ini adalah satu kesatuan. Kalau jago dengar tapi ga taat itu B.O.H.O.N.G.
3 Miliki iman Yesus-telah-menyembuhkan (Mat13:58). Bila tiada iman, maka tiada mukjizat.
Bisa saja disembuhkan lewat dukun, tapi ada tuntutan darah/jiwa bro! karena Ketika disembuhkan terjadi ikatan atau menyatu dengan iblis dan iblis punya hak atas hidupmu.Jangan main-main dengan api! Tentu berbeda bila Yesus yang menyembuhkan (Yoh10:10) “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
Hati-hati dengan nabi palsu, yang tak-percaya-Kristus (2Yoh1:7) dan tidak-memuliakan-Kristus (1Yoh4:2-3), yang menubuatkan hal baik untukmu. Cek dulu latar belakang orang itu.
Dalam Mrk16:15-18 ada pelayanan kesembuhan Ilahi yang ditujukan, bukan hanya untuk rasul Paulus atau Petrus, tapi juga untuk kita yang-memutuskan-menjadi-murid dan saksi Kristus. Melalui pelayanan ini TUHAN mau kita meneruskan Mandat Agung, yang bukanlah pilihan, namun PERINTAH! Kita yang-memutuskan-menjadi-murid diberi kuasa untuk melenyapkan sakit-penyakit (Mat10:1) dan kepada anak-anak Allah, setiap orang yang-percaya-Yesus.
Mendoakan atau mengusir sakit-penyakit adalah bagian kita. Sembuh atau tidak adalah urusan Roh Kudus.
Murid-murid harus punya:
1 Belas Kasihan, seperti Yesus kepada Lasarus dan wanita yang sakit pendarahan, yang timbul dari hubungan pribadi dengan TUHAN.
2 Iman. Bila ada sakit-penyakit, maka murid harus Miliki iman “Yesus telah menyembuhkan”. Jangan mendoakan dengan datar, tapi kutuki sakit-penyakit dengan agresif seperti murid Yesus dan Yesus sendiri.
3 Kerendahan Hati yang mengembalikan kemuliaan kepada BAPA, bukan kepada diri sendiri.
- Published in Catatan Khotbah

