Kebenaran Tentang Paskah
Persekutuan J4u, Sabtu 7 April 2012
Pembicara : Ka Laura
Yesus telah mengorbankan diri-Nya untuk kita. Dua hal yang harus kita pegang :
1. Kehidupan
Mazmur 16 : 11 =
“Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah,
di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”
Tidak ada jalan lain untuk memperoleh kehidupan kecuali Yesus.
Seseorang dikatakan hidup bukan hanya karena ia bernafas, bekerja, beraktivitas, bergerak, dll.
Tapi hidup adalah saat seseorang mengetahui tujuan untuk apa ia diciptakan dan mau
menggapainya.
Ciri seorang yang memiliki kehidupan :
– Bertanggung jawab atas hidupnya
– Rajin
Saat kita menerima Sang Empunya Hidup (lahir baru), makan kehidupan itu diberikan kepada kita.
Matius 7 : 14 =
“karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang
mendapatinya.”
Pastikan kita adalah orang-orang yang terpilih.
Untuk orang-orang yang memiliki kehidupan -> Ayub 11 : 13-19
Orang yang memiliki kehidupan akan memiliki tujuan yang pasti, tidak gamang, tidak plin-plan.
Sekotor atau sehina apa pun kita, Tuhan masih mau menebus kita karena kita bernilai di mata-Nya.
2. Kemerdekaan (Yohanes 8 : 30 – 36; Roma 6 : 10-11)
– Sumber kehidupan (Yesus) ada didalam kita, dan tidak terbendung.
– Mintalah sesuatu yang besar pada Tuhan. (bangsa-bangsa bagimu!)
– Tuhan yang didalam kita lebih powerful dari mereka yang hanya memiliki (sekedar) knowledge.
– Maksimalkan mimpi
- Published in Catatan Khotbah
Setia Dalam Perkara Kecil
31 Maret 2012
Pembicara : Ka Yorga
[Bacaan Alkitab]
Yesaya 41:1-7
Dengarkanlah Aku dengan berdiam diri, hai pulau-pulau; hendaklah bangsa-bangsa mendapat kekuatan baru! Biarlah mereka datang mendekat, kemudian berbicara; baiklah kita tampil bersama-sama untuk beperkara! Siapakah yang menggerakkan dia dari timur, menggerakkan dia yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya, yang menaklukkan bangsa-bangsa ke depannya dan menurunkan raja-raja? Pedangnya membuat mereka seperti debu dan panahnya membuat mereka seperti jerami yang tertiup. Ia mengejar mereka dan dengan selamat ia melalui jalan yang belum pernah diinjak kakinya.Siapakah yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu? Dia yang dari dahulu memanggil bangkit keturunan-keturunan, Aku, TUHAN, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga.Pulau-pulau telah melihatnya dan menjadi takut, ujung-ujung bumi pun menjadi gemetar; mereka datang dan makin mendekat.Yang seorang menolong yang lain dan berkata kepada temannya: “Kuatkanlah hatimu!”Tukang besi menguatkan hati tukang emas, dan orang yang memipihkan logam dengan martil menguatkan hati orang yang menempa di atas landasan; ia berkata tentang patrian: “Itu baik,” lalu menguatkannya dengan paku-paku, sehingga tidak goyang.
Tuhan mau membawa kita untuk melakukan perkara-perkara besar dan ajaib. Pekerjaan yang menembus batas-batas kemanusiawian kita. Suatu terobosan (breakthrough)! Sesuatu yang melampaui apa yang sanggup kita bayangkan, pikirkan, bahkan doakan.
Dengan melakukan apa yang kita sanggup lakukan saja, kita dan orang-orang di sekitar kita akan terkagum-kagum dengan hasilnya. Misalnya saja membersihkan rumah, kita akan terkagum-kagum melihat perbedaan sebelum dan sesudahnya. Apalagi kalau kita terbiasa untuk melakukan dan mengalami hal yang luar biasa, bukannya membiasakan diri dengan hal yang biasa-biasa.
Mulailah berdoa untuk hal-hal yang luar biasa. Apabila untuk mendoakan sesuatu yang luar biasa saja tidak berani apalagi untuk melakukannya. Berdoalah dan mulai eksekusi. Bukankah tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan orang percaya? Begitu kita taat maka mujizat pasti terjadi, mari angkat iman kita!
Banyak janji-janji Firman Tuhan yang menunggu kau genapi. Tidak peduli kondisimu apa, kalau Tuhan sudah mengatakan pasti terjadi. Kita tentu tidak mau sekedar mencicipi makanan kesukaan kita bukan? Nah seperti itu, jangan kagok dalam Tuhan!
[Bacaan Alkitab]
Yohanes 14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.
Yohanes 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa
saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
Tuhan pasti menjawab doa orang-orang yang meminta kepada-Nya. Bagian orang-orang yang berdoa adalah harus siap diubahkan sesuai doanya. Namun tidak semua siap dengan cara Tuhan menjawab doa kita. Terkadang kita berat untuk melepaskan hal-hal sederhana yang Tuhan minta bukan? Misalnya untuk meninggalkan nonton bola, game, dsb.
Sangat mungkin, pada saat yang tidak kita duga Tuhan kasih kesempatan untuk kita. Mari bayangkan, dapatkah kita setia ketika Tuhan mempercayai kita untuk mengelola uang negara? Artinya kita siap untuk tidak menyentuh sedikit pun uang itu. Kita bahkan mengharamkan diri untuk menyentuh uang yang Tuhan percayakan itu.
Karenanya, bertekunlah! Tidak ada yang kebetulan bagi kita yang dalam Tuhan. Bahkan tidak sehelai pun rambut kita jatuh tanpa sepengetahuan Tuhan. Jangan menyerah, kuatkanlah hatimu!
- Published in Catatan Khotbah
4 Pilar Iman
J4u, 24 Maret 2012
Pembicara : Ka Erik
Setiap anak harus menyamakan dirinya dengan Bapa.
Poinnya:
Siapa yang ada dihatimu? jika dihatimu ada Tuhan, maka samakan dirimu dengan Tuhan lewat FirmanNya.
Sebuah ilustrasi:
Setiap mobil memiliki empat buah roda, maka pasti lebih seimbang dibanding sepeda yang hanya memiliki dua roda. Jika mobil itu diibaratkan sebagai diri kita, maka kitalah mesinnya. Mau sekuat atau
secepat apakah kita berjalan, itu tergantung respon kita.
Pahlawan iman : Daniel
Daniel bertahan selama 3 tahun dalam pembuangan di Babel dan tidak meninggalkan Tuhan. Daniel
menguduskan dirinya dengan tidak menyantap makanan raja dan minuman yang memabukkan. (Daniel1)
Sejarah hidup Daniel
Daniel 2
Daniel tidak egois dan tidak sombong. ia memberitahukan masalah mimpi raja kepada ketiga
temannya dan mereka berdoa memohon kasih sayang kepada Tuhan mengenai rahasia mimpi itu.
Daniel 3 – Pengujian dengan api
Daniel, Hananya, Misaya, dan Azarya tidak meninggalkan Tuhan ketika mereka disuruh menyembah
patung yang dibuat oleh raja Nebukadnezar. Mereka tetap memuji dan menyembah Tuhan, dan apa
yang mereka lakukan tidak menjadi sia – sia, Tuhan menyertai mereka.
Daniel 4
Promosi dari Tuhan datang ketika raja Nebukadnezar bermimpi. Proses bisa terjadi pada setiap orang,
namun respon yang menentukan hasil akhirnnya.
Daniel 5
Raja Belsyazar melakukan kesalahan dengan memakai perkakas rumah Tuhan untuk minum anggur
sehingga Tuhan memberikan penglihatan kepadanya berupa sepotong tangan menulis di dinding.
Daniel memiliki integritas untuk menyatakan apa yang salah, ia tidak takut untuk dihukum oleh raja
karena perkataannya.
Daniel 6
Doa – doa yang dilakukan Daniel membuatnya memiliki respon yang baik. ketika perintah untuk hanya
menyembah raja dikeluarkan, Daniel tetap beribadah kepada Tuhan, sehingga ia dimasukan ke dalam
gua singa. Tuhan melembutkan hati raja Darius untuk mengasihi Daniel, ia bahkan tidak tidur karena
mencemaskan Daniel.
Daniel 9
Daniel membaca Firman Tuhan dan merenungkannya. Ketika ada dasar yang dari Tuhan (Firman)
maka kita akan siap dan tau kemana arahnya.
Daniel 10
Ada berkat khusus bagi Daniel, yaitu ia mengetahui akhir zaman, karena ia mengkhususkan dirinya
bagi Tuhan.
Daniel 12
Apa yang terjadi pada Daniel akan terjadi juga kepada kita (orang – orang kudus), poinnya hanya
akan diambil atau tidak. respon menentukan diri kita kedepan.
4 Pilar iman yang dimiliki Daniel:
1. Bersekutu (Daniel 2)
2. Bersaksi (Daniel 5)
3. Berdoa (Daniel 6)
4. Baca Firman (Daniel 9)
- Published in Catatan Khotbah
Berkat – berkat Tuhan
17 Maret 2012
Oleh Ka Merlin Titahena
Berkat adalah karunia dan atau perbuatan Tuhan yang membawa kebaikan bagi setiap orang.
Berkat datangnya HANYA dari TUHAN dan melakat dengan TUHAN. Berkat lain yang serupa namun palsu adalah dari iblis pembawa kutuk bagi hidup manusia, misalnya kecantikan dengan susuk, kekayaan lewat dukun, dll.
JENIS-JENIS BERKAT:
1. Berkat umum, bagi semua orang dan tanpa syarat.
Matius 5:45
“Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.”
Jika kau orang-orang khusus… Jangan puas dengan matahari yang muncul tiap pagi dan hujan yang turun membasahi bumi, karena itu bagi orang kebanyakan.
2. Berkat khusus, ada syarat bagi orang-orang khusus yang membuat ikat janji (covenant) dengan Tuhan. Covenant ini terjadi ketika kita menerima Yesus.
Ulangan 28:1-2 “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, danmelakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini,maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu.”
3. Berkat jasmani, berkat mengenai hal-hal penghidupan. Ini bukan berkat yang terutama karena semua ini dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. (Mat6:31-33)
4. Berkat rohani, adalah berkat terutama (keselamatan, penebusan, pembenaran, kemerdekaan, pengenalan akan Tuhan di dalam Kristus.) Efesus 1:3-8
Pandangan yang SALAH terhadap TUHAN menyebabkan pandangan yang salah mengenai berkat. Ini karena berkat melekat dengan TUHAN. Pandangan yang salah ini adalah
1. Menggampangkan berkat TUHAN
Sikap malas, pasif, suka menunda, omong-doank, dkk berasal dari pola pikir:
“SAYA 10% + TUHAN 90% = 100% berkat”
Sesedikit mungkin usaha yang saya lakukan, sebesar-besarnya pertolongan Tuhan, hasilnya berkat melimpah.
Tidak bertanggung jawab pada hal-hal yang TUHAN percayakan juga termasuk menggampangkan berkat TUHAN. Misal: tidak mandi, sembarangan menyimpan uang, tidak memperhatikan saudara atau pasangan (bagi yang sudah berpasangan), dkk.
#Akibatnya:
Amsal 6:10-11
“Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring”—maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.”
Pengkhotbah 10:18
Oleh karena kemalasan runtuhlah atap, dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah.
#Tips: Biasakan berkata PASTI pada rencana, bukan USAHAKAN. Kata ‘usahakan’ bermotif enggan dan hasilnya tidak dilakukan.
#Kebenarannya: TUHAN 100% pasti menolong, bagian kita 100% MELAKUKAN SEBAIK-BAIKNYA!
BERHENTILAH bertekun dalam kemalasanmu!!!
Generasi penerus bangsa, JANGAN kau perbanyak orang miskin di negeri ini dengan kemalasanmu!
2. Berprasangka buruk terhadap berkat TUHAN
Pola pikirnya “bad boy ditendang, good boy disayang.” Maka mengandalkan diri dengan mengusahakan yang sebaik-baiknya SUPAYA Tuhan memberkati.
Pengandalan diri ini seperti anak sulung. Dia hidup dalam kemewahan Bapa, tapi tidak PERNAH kenal Bapa, sehingga tidak sanggup melihat kasihNya.
#Akibat: kecewa dan atau terintimidasi.
#Kebenarannya: Kehadiran TUHANlah yang terpenting, maka dalam melakukan segala hal, serahkan kembali kepadaNya.
LANGSUNG SINGKIRKAN pikiran “Berkat yang saya dapat tidak sesuai dengan yang saya lakukan” dan mulai bertanya “Apa yang mau Tuhan ajarkan?”
3. Menganggap Tuhan sebagai Om Jin
Ketika keadaan hidup mulai mendesak, seperti mendesak ingin sesuatu, mendesak butuh pekerjaan, terdesak masalah, terdesak tiada kiriman uang, dkk kita baru berteriak “LOOORD I NEED YOU!” namun ketika hidup sudah lebih longgar atau menyenangkan, Tuhan dimasukan lagi ke lampu ajaib.
BAGAIMANA HIDUP DALAM BERKAT?
1. Hidup dalam Kristus = menerima berkat terutama yaitu KESELAMATAN
Kehadiran Tuhan dalam kita kunci berkat à
2 Sam 6:11-12
Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: “TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu.” Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.
2. Melakukan FIRMAN TUHAN = hidup dalam kekudusan, ketaatan, kebenaran; dengar-dengaran sama Tuhan; hidup dipimpin Roh Tuhan
Ulangan 28:1-2 (lihat jenis berkat poin dua)
Amsal 3:33
“Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.”
3. Rajin
Pengkhotbah 9:10
“Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.”
Dobrak setiap benteng kemalasan, penundaan, kelemahan, dan alasan yang tidak sesuai kebenaran dan menghalangi engkau melihat berkat TUHAN, lalu raihlah berkat-berkat Tuhan!
4. Gaya hidup memberi
2 Kor 9:6 “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.”
Galatia 6:7 “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”
Kis 20:35 “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia [berkat] memberi dari pada menerima.”
Setiap kita dipanggil menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.
Kejadian 12:2 “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.”
1 Petrus 3:9 “dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat…”
5. Selalu mengucap syukur, bukan bersungut.
Pengucapan syukur adalah bentuk kesiapan kita untuk menerima berkat selanjutnya. HALLELUJAH!
Di pihak Tuhan tidak perlu diragukan lagi dalam hal memberkati kita
Pastikan kita memiliki gaya hidup yang membuat berkat itu turun atas kita
Carilah Tuhan bukan berkatnya, inginkanlah Tuhan melebihi berkatnya.
- Published in Catatan Khotbah
Visi yang dari Tuhan
J4u, 10 Maret 2012
Pembicara : Ka Viona Wijaya
Tuhan menciptakan setiap kita untuk suatu tujuan.
Mazmur 139 : 13-16 =
“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku yang dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.”
Tuhan merancang kehidupan kita dengan detail dan serius.
Yeremia 1 : 5 =
“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telahmenetapkan engkau menjadi nabi-nabi bagi bangsa-bangsa”
Sang Pencipta membentuk – mengenal – menguduskan – menetapkan setiap kita.
menetapkan :
*konkrit
*individual
*final
Penghalang untuk mengerti visi -> DOSA.
Yohanes 3 : 3 =
“Yesus menjawab, kata-Nya : Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
Seseorang harus terlebih dahulu menerima karya penebusan Yesus dalam hidupnya, agar dia bisa melihat Kerajaan Allah (apa yang sudah Allah sediakan bagi hidupnya, termasuk VISI).
Ibrani 12 : 1 =
“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.”
Seperti dalam lari maraton, seorang pelari harus secara konsisten berlari sampai ia mencapai garis finish. Mungkin garis finish memang belum dapat terlihat, masih jauh didepan, namun satu hal yang pasti adalah, garis finish itu -> ADA.
Visi =
What God asking you to do, which He doesn’t ask others to do. (Sesuatu yang Tuhan secara khusus ‘minta’ kamu – BUKAN orang lain- kerjakan).
Menjalani visi seperti berpasangan, dijalani seumur hidup. Saat Tuhan menyatakan visi kita, dapat diibaratkan Tuhan seperti seorang yang sedang melamar (propose) kita untuk menjalani visi itu seumur hidup bersama-sama denganNya.. 🙂
Bagaimana mengetahui visi yang dari Tuhan?
– Lahir baru (Yohanes 3 : 3)
– Tanya Penciptamu -> karena Dia yang paling tau tentang hidupmu
Tuhan PASTI menjawab!
Jaminan :
– Yeremia 33 : 3
“Berserulah kepada-Ku maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu
hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”
kesimpulan = berseru dan dengarlah.
– Mazmur 25 : 14
“Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya
kepada mereka.”
kesimpulan = bergaul kariblah dengan Tuhan.
Visi yang dari Tuhan :
* Yesaya 55 : 8-9
“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancaganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku; demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”
Visi yang Tuhan tetapkan bagimu adalah sesuatu yang BESAR, JAUH dari apa yang kita dapat rancangkan.
*Visi yang dari Tuhan bisa jadi sama dengan cita-cita kita.
contoh : Musa
Musa punya keinginan kuat untuk membela bangsanya dari penindasan bangsa Mesir. Terlihat saat ia membela seorang Ibrani (bangsanya) yang dipukul oleh seorang Mesir, yang pada akhirnya ia bunuh.
Keinginan Musa mungkin sama dengan hal yang Tuhan tetapkan baginya, yaitu membebaskan bangsa Israel dari penindasan Mesir. Tapi CARA yang Musa pakai tidaklah sama dengan CARA Tuhan.
Cara Tuhan adalah dengan membawa bangsa Israel itu keluar dari Mesir dan masuk ke tanah yang sudah Tuhan janjikan. (Artinya Tuhan punya cara yang jauuuhh lebih baik dari yang dapat manusia pikirkan).
*Visi yang dari Tuhan bisa jadi juga tidak sama dengan cita-cita kita.
contoh : Gideon
Gideon seorang dari kaum yang terkecil dari antara suku Manasye, yang paling muda dari kaum keluarganya. Keseharian Gideon mengirik gandum (Hakim-hakim 6 : 11). Tapi Tuhan menetapkannya untuk menjadi pahlawan yang gagah berani. (Hakim-hakim 6 : 12).
*1 Korintus 2 : 9 =
“Tetapi seperti ada tertulis : Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia : semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”
*Lukas 1 : 9 =
“Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakan ukupan disitu.”
Yohanes pembaptis lazimnya akan menjadi imam seperti Zakharia, ayahnya. Namun apa yang Tuhan tetapkan atasnya tidaklah demikian (Lukas 1 : 13-17).
Contoh Yohanes menjalani yang tidak seperti lazimnya : Imam memakai baju efod, tapi ia memakai jubah bulu unta.
Visi yang dari Tuhan tidak terbatas dengan kebiasaan-kebiasaan atau hal-hal yang ‘lazimnya’ akan kita alami. Jadi, tanggalkan setiap ‘skenario’ kita, dan cara terbaik yang dapat kita lakukan adalah : tanya Tuhan!
*Tuhan punya berjuta cara untuk menyingkapkan visi kita.
– lewat mimpi, contoh : Yusuf, Reinhard Bonnke
– lewat nyala api yang keluar dari semak duri, contoh : Musa
– lewat peneguhan dari orang lain, contoh : Daud
– Jika di suatu ‘tempat’ amarah dan belas kasihanmu berpadu jadi satu, MUNGKIN itu adalah tanah perjanjianmu. (Church Shift – Sunday Adelaja), contoh : Nehemia
– Seperti puzzle -> Tuhan tidak langsung menunjukkan visi secara keseluruhan, tapi bagian per bagian, dan ketika dirangkai menjadi sesuatu yang utuh.
- dan lain-lain
Kenapa cara Tuhan berbeda-beda? Karena Tuhan sangat mengenali setiap kita! Maka dari itu Tuhan pun sangat tahu cara terbaik untuk menyingkapkannya pada kita.
*Tuhan mau kita menggenapi pekerjaan baik yang dipersiapkanNya
Efesus 2 : 10
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya, Ia mau, supaya kita hidup didalamnya.”
*Respon kita : TERIMA!
Lukas 1 : 38
“Kata Maria : Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Hasil dari hidup dengan visi yang dari Tuhan :
1 Korintus 9 : 26 =
“Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.”
* Berguna
Ilustrasi : Pisau yang tidak pernah dipakai dan disimpan sampai berkarat. Pisau berkarat ini tidak
lagi berguna.
* Tepat sasaran
Ilustrasi : Pisau bisa saja dipakai untuk menggambar (pada kertas atau meja kayu), tapi tidak tepat
sasaran karena fungsi utama benda ini adalah untuk memotong.
* Maksimal
Ilustrasi : Gergaji akan lebih maksimal saat digunakan untuk memotong kayu (yang mungkin
nantinya akan menjadi bahan untuk membangun rumah), daripada digunakan untuk memotong bolu.
“..Vision to inspire a whole nation..”
Sebaliknya, hasil dari hidup tanpa visi yang dari Tuhan :
Amsal 29 : 18 =
“Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.”
(Where there is no vision, the people perish.)
Liar -> menuju pada kemusnahan (perish)
Apa yang akan terjadi saat menjalani visi?
Melalui padang gurun / Proses.
Ulangan 8 : 1 – 20
* ayat 2 : merendahkan hati
* ayat 14 : memurnikan, memberi kesempatan untuk melakukan firman
* ayat 3 : hal-hal yang baru, cara-cara, dan jalan-jalan yang baru.
Tuhan memberi bangsa Israel makan mana. Mana adalah suatu makanan yang baru bagi bangsa
Israel.
* ayat 15 – 16 :
– Ular ganas dan kalajengking
janji Tuhan -> Lukas 10 : 19
– Tanah gersang
janji Tuhan -> Yohanes z : 37-38, Yesaya 41 : 18
– Hal-hal yang baru -> pelebaran kapasitas, dilatih berperang untuk menjadi kuat
– Peremukkan -> untuk merendahkan hati kita dan memurnikan kita
Perlu kerendahan hati saat menjalani visi. Visi tidak bisa digapai saat masih ada pride (harga diri)
– Penunjuk arahmu hanya Tuhan!
Belajar untuk berharap dan bergantung sepenuhnya hanya pada Tuhan saja.
– Diajar dan dipersiapkan oleh Tuhan sendiri (Roma 8 : 31)
Kenapa harus melewati proses?
Lihat perbedaan dari : Saul (instan) VS Daud (proses)
* instan : tidak peka, proses : peka
* instan : nyelonong sendiri, proses : sering tanya Tuhan
* instan : tidak diperkenan, proses : diperkenan
Jadi, BERTAHAAAANNN dalam pembentukan Tuhan..!!
WARNING!
* DOSA (Visi Adam -> Kejadian 2 : 15)
Karena dosa Adam diusir keluar dari taman.
* Pencuri janji Tuhan / Dream Stealer (Yohanes 10 : 10)
– Iblis
– Orang-orang lain
contoh : saat Yesus mengatakan bahwa ia akan disalibkan, Petrus melarangnya. -> Petrus berkata
dalam ketidakmengertiannya akan visi yang harus Yesus genapi untuk menyelamatkan umat
manusia.
* Cara yang salah (lihat : orang Israel)
* Berontak pada otoritas (lihat : Saul terhadap Samuel)
* Salah berpasangan
“Nothing will sabotage your life mission faster than a wrong relationship.” – Rick Warren.
Yosua 1 : 6, 7, 9, 18
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu! Jangan menyimpang kemana-mana.
Hakim-hakim 11 : 24
Tuhan sudah rebut, bagian kita -> memiliki
DICARI : Murid-murid Kristus yang memiliki visi dan mengerjakannya.
Reward : Tuhan sendiri 😀
- Published in Catatan Khotbah
Janji Tuhan janji yang Pasti
J4u 3 Maret 2012
Ka Yuliana Simamora
Bacaan : Yesaya 40 : 8, Ibrani 10 : 19-23, Ibrani 6 : 9-20
“Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.” (Yes 40:8). Firman Tuhan adalah tetap untuk selama-lamanya. Dan kita dapat memiliki pengharapan akan Firman Tuhan tersebut dalam Kristus Yesus yang telah menjadi perantara dan penebus hidup kita (Ibrani 10:19-23). Di dalam-Nya kita diberikan janji yang dapat kita temukan dalam Alkitab dan melalui hubungan pribadi kita dengan-Nya.
Mari kita mengibaratkan janji Firman Tuhan dengan laptop. Tentu kita sepakat bahwa laptop memiliki multifungsi dan dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan. Namun, apabila laptop tersebut hanya ditenteng kemana-mana, maka pekerjaan kita tidak akan selesai bukan? Demkian juga dengan FT, sekalipun berkuasa namun jika hanya kita letakkan di dekat kita tanpa kita menerima dan mengalami janji-janji di dalamnya, maka FT tidak akan berdampak untuk hidup kita.
Karena itu mari kita ajukan pertanyaan pada diri kita. Apakah kita sudah memiliki janji Firman Tuhan di hidup kita? Seorang murid seharusnya memiliki janji-janji Tuhan di hidupnya. Namun seandainya ada yang merasa bahwa dirinya masih belum memiliki janji Tuhan, maka teruslah setia dan bertekun dengan Firman Tuhan setiap pagi. Mintalah juga Janji FT untuk cita-cita/mimpi/panggilan setiap kita. Jangan lagi biarkan keragu-raguan dan ketidakjelasan bercokol di hidup kita! Mintalah janji Tuhan untuk hidup kita !
Pertanyaan selanjutnya : Bagaimana kita dapat percaya bahwa janji Tuhan itu pasti ? Masing-masing kita mungkin memiliki alasan yang berbeda-beda. Mungkin ada di antara kita yang menjawab karena Tuhan tidak mungkin berdusta atau karena kita telah mengalami penggenapan janji-janji-Nya di masa lalu. Mungkin juga kita menjawab sederhana : karena iman.
Alkitab telah memberikan banyak teladan dari mereka yang telah mengalami janji Tuhan. Abraham, Musa, Yosua adalah sedikit dari pahlawan-pahlawan iman yang telah mengalami janji Tuhan. Bacalah Ibrani 11 dan lebih banyak lagi kesaksian iman yang dicatat di dalamnya.
Ka Yuli pun bercerita bagaimana Tuhan telah mengubahkan hubungannya dengan papanya. Komunikasi yang kaku diantara mereka berubah menjadi hangat ketika janji Tuhan untuk pemulihan hati Bapa (Mal 4:6) sampai di hidup Ka Yuli dan diterimanya dengan iman.
Mari kita berpegang teguh pada pengharapan janji yang diberikan-Nya, sebab Ia yang memberikannya adalah setia.
- Published in Catatan Khotbah
Pasangan Hidup
J4u, 28 Januari 2012
Pembicara : Ka Yorga
Yang ditekankan:
1. Lesbian dan homo tidak ada
2. Firman Tuhan ada untuk didengarkan dan dilakukan
Di dalam alkitab, tidak ditemukan kata ‘pacaran’, ini berarti alkitab tidak mengajarkan untuk coba – coba. Coba – coba pasangan hanya bagi mereka yang tidak mengenal Tuhan dan ragu ragu dengan pasangannya.
Contoh Pasangan di Alkitab:
1. Adam dan Hawa (Kejadian 2 : 20 – 21)
Ketika Adam menamai semua makhluk di bumi, ia tidak mendapati pasangan yang sepadan (sesuai / seimbang) dengannya. Salah berpasangan sama seperti salah memakai sepatu seumur hidup, karena tidak boleh bercerai didalam Tuhan. Maka sebelum berpasangan, kenali diri sendiri dulu. Jangan khawatir ketika belum memiliki pasangan, karena kebutuhan paling utama bagi pria dan wanita adalah Tuhan.
2. Ruth dan Boas (Ruth 2 : 1 – 6; 3 : 4-5; 4 : 2 – 11)
Boas mengenal para pegawainya (ia tahu saat ada Ruth diladangnya). Boas juga seorang yang sopan, terbukti ketika ia memanggil orang orang yang seharusnya menebus Naomi dan Ruth. Orang – orang yang melanggar kekudusan hanya akan mendapat berkat ke dua. Mereka tidak akan diberkati saat pernikahan, melainkan mendapat peneguhan. Dosa dari kekudusan yang dilanggar harus dibereskan, karena jika tidak dosa itu akan berdampak pada keturunannya. Boas dan Ruth adalah pasangan yang bekerja di ladang yang sama dan mengerjakan apa yang menjadi panggilan mereka.
Berpasangan adalah :
1. Pasangan yang dari Tuhan
2. Waktunya Tuhan
3. Caranya Tuhan (sehingga berkat Tuhan turun)
“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (2 korintus 6 : 14 )
Tidak bisa kita merubah sifat / keyakinan pasangan kita, yang dapat kita lakukan hanya menjadi contoh bagi pasangan kita.
yang digariskan di J4u:
1. Sebelum menyatakan cinta, doakan dulu.
2. Terbuka pada pembimbing dengan membicarakan perkara ini.
7 mitos pernikahan:
to be continued..
- Published in Catatan Khotbah
Faith
J4u Sabtu 21 Januari 2012
Pembicara : Ko Raflie
1 Yohanes 5 : 4 =
“sebab semua yang lahir dari Allah mengalahkan dunia. Dan inilah yang mengalahkan dunia : iman kita.”
Lahir dari Allah -> mengalahkan dunia.
Ibrani 11 : 1
-Yang kita harapkan
-Bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat
Kolose 1 : 27 =
“Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu : Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!”
Yang harus dipastikan -> pengharapan kita hanya kepada Kristus saja, bukan kepada yang lain.
Darimana iman timbul?
Roma 10 : 17 =
“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Word of Christ -> hearing -> faith
Salah satu contoh (Markus 5 : 24-29) :
Perempuan yang sakit pendarahan dan akhirnya sembuh itu sudah mendengar tentang Yesus sebelumnya bahwa Yesus melakukan banyak mujizat dan menyembuhkan orang banyak, sehingga timbul iman (ayat 28 : “Sebab katanya : Asal kujamah saja jubah-Nya aku akan sembuh.”)
Pegang dan simpan apa yang Tuhan janjikan untuk kita (latih pendengaran kita setiap pagi!)
Iman tidak akan bekerja kalau ada :
1. Dosa
Akan ada penuduhan
2. Fear (Ketakutan) -> motivation of rejection
sudah takut terlebih dahulu
Yakobus 2 : 14-26
Iman tanpa perbuatan = mati
Mendapat janji Tuhan tapi tidak mulai melangkah di dalamnya = percuma!
*ilustrasi : kita tidak akan mungkin mencapai anak tangga ke-100 jika tidak mulai melangkah dari anak tangga yang pertama!
Iman yang mengalahkan dunia = yang kita dapatkan dari Tuhan -> tangkap, pegang dan simpan itu -> lakukan!
Pastikan kita selalu di dalam Tuhan.
Efesus 3 : 12
“Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.”
1 Yohanes 3 : 21-22
“Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”
Dalam Yesus kita memperoleh keberanian.
- Published in Catatan Khotbah
Menyembah Bapa dalam Roh dan Kebenaran
J4u, 24 Desember 2011
Ko Raflie
Bacaan dari Yohanes 4:21-24
Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
Penyembahan bukan tentang tempatnya, hal tersebut ditegaskan Yesus dalam suatu percakapan dengan perempuan Samaria. Berarti kita dapat menyembah Tuhan tidak hanya di tempat-tempat “rohani” seperti gereja dan kamar doa atau melalui pujian semata. Namun kita menyembah Tuhan dimana dan kapan saja dalam segala hal yang kita lakukan, dalam roh dan kebenaran.
Penyembahan berbicara mengenai pengenalan akan sosok yang disembah dalam kebenaran yang menyelamatkan. Alkitab berkata bahwa keselamatan hanya ada di dalam Tuhan Yesus (Yohanes 14:6). I Kor 2:11 juga mengungkapkan bahwa hanya melalui Roh Allah, kita dapat mengetahui isi hati Allah. Oleh karenanya, hidup dalam kebenaran untuk menyembah Allah harus diiringi dengan pengenalan akan Tuhan. Setidaknya ada 3 hal yang harus kita lakukan:
- Menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi
- Membangun hubungan dengan-Nya, setiap pagi mempertajam pendengaran akan-Nya (Yesaya 50 :4)
- Melakukan Firman dengan taat –just do it--. Yohanes 17:17 mengatakan bahwa Firman Tuhan adalah kebenaran sehingga melakukannya adalah penyembahan yang memperkenan Tuhan
Ko Raflie selanjutnya mengisahkan bagaimana Tuhan membentuk kehidupannya untuk percaya sepenuhnya pada Tuhan. Tuhan telah bekerja dalam keluarganya melalui berbagai peremukan, namun ternyata hal tersebut mendatangkan iman pada Tuhan di keluarganya. Proses untuk mendengar dan menuruti suara Tuhan dalam berbagai hal juga dialaminya, seperti ketika memutuskan tempat kuliah dan pekerjaan. Memang, proses mungkin tidaklah enak bagi daging kita, namun kualitas hidup kita dibentuk melaluinya untuk menjadi penyembah dalam roh dan kebenaran.
Yohanes 8:31-32
Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
Tinggallah dalam Firman Tuhan, maka kita akan menjadi murid Tuhan dan kebenaran itu akan memerdekakan kita. Pemuridan di J4u juga ada untuk memastikan hal ini. Setialah dalam pemuridan, setialah dalam pendisiplinan yang diberikan. Sekalipun pembimbingmu “ngaco”, tentulah Tuhan atau yang di atas si pembimbing tersebut meluruskannya.
Biarkanlah Tuhan membentuk diri kita untuk menyembah dalam roh dan kebenaran dan responilah dengan ketaatan. Engkau sedang menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran!
- Published in Catatan Khotbah
Praise Him and Worship Him
J4u, 17 Desember 2011
Pembicara: Ka Merlin
Penyembahan:
* Pengakuan terhadap keilahian dan ketuhanan Allah dalam hidup kita
* bukti pengabdian, pemujaan, dan cinta
Penyembahan dilakukan berdasarkan sejauh mana pengenalan kita akan Tuhan.
Penyembahan bisa dilakukan tanpa kasih (pura pura), tapi ketika ada kasih kita tidak akan tahan untuk tidak menyembah.
* Roma 12 : 1
“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
Persembahan adalah memberikan tubuh kita sebagai persembahan
contoh: gunakan lidah untuk memperkatakan yang baik
Persembahan bukan sekedar menyanyi / berlutut, tapi 24 jam memuliakan Dia dengan tubuh kita.
* Tuhan adalah pusat dari penyembahan, bukan diri kita. waktu pujian dan penyembahan, Tuhan yang diuntungkan dan disenangkan, bukan kita
The true worship is not about us, but it’s all about GOD.
Penyembahan bukan sekedar:
1. ritual agamawi
2. lagu, menyanyi lagu lagu lambat
3. posisi menyembah
Penyembahan tidak dibatasi oleh kondisi, tempat, situasi, orang – orang sekitar, aktivitas, dll. yang terpenting adalah kehidupan yang selalu mau menjadi seperti Kristus.
Pujian:
* Ungkapan keagungan Tuhan dan segala perbuatanNya
* Ucapan syukur
Pujian bukan sekedar menyanyikan lagu lagu (lagu cepat dengan tepuk tangan dan melompat), pujian adalah kehidupan yang penuh dengan pengucapan syukur.
Sikap penyembahan yang benar (Lukas 7 : 38):
“Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.”
* duduk dekat kaki (kerendahan hati)
* air mata (hati yang bertobat, hati yang penuh sukacita)
* minyak wangi (harga yang harus dibayar untuk menyenangkan dihadapan Tuhan, korban yang harum)
* rambut (menanggalkan kehormatan / harga diri)
Ekspresi memuji dan menyembah Tuhan:
1. Tepuk tangan (Mazmur 47 : 2, 98 : 8)
Ekspresi pujian, menyatakan kekaguman
2. Bersorak (Mazmur 47 : 2, 98 : 8)
Ekspresi pujian, sukacita
3. Bermazmur, bernyanyi (Mazmur 33 : 2, 57 : 8; Roma 15 : 9)
Ekspresi pengucapan syukur
4. Melompat, beria – ria (mazmur 68 : 16)
Ekspresi sukacita
5. Berlutut, sujud menyembah (Ulangan 5 : 9; Mazmur 97 : 7)
Ekspresi penyembahan, hormat, pemujaan
6. Memainkan alat musik (Mazmur 149 : 3b; Mazmur 150)
7. Mengangkat tangan (Mazmur 134 : 2)
Ekspresi syukur, penyembahan total pada Tuhan, mengakui bahwa Dia adalah Tuhan
8. Menangis (Lukas 7 : 38)
Ekspresi sukacita, hati yang bertobat, hancur hati
9. Menari (Keluaran 15 : 20, Maz)
Ekspresi sukacita
Kuasa dalam pujian dan penyembahan:
Kisah para rasul 16 : 16 – 26
Melepaskan belenggu belenggu
- Published in Catatan Khotbah

