Membangun Manusia Roh
J4u 29 September 2012
Pembicara : Ka Fosa
Manusia terdiri atas tubuh , jiwa, dan roh.
- Tubuh adalah bagian yang kelihatan dari manusia (Maz 139:13-16). Penampilan luar yang dengan mudah dapat diubah dengan manusia, seperti dengan maraknya operasi plastik saat ini. Tapi tubuh bukanlah pusat kehidupan.
- Jiwa adalah emosi, kehendak, atau pikiran (Maz 139:23). Dalam ibadah, seseorang dapat menangis tanpa dijamah Tuhan oleh karena mengasihani diri sendiri (emosi). Jiwa bukanlah pusat kehidupan. Kita perlu meluruskan pikiran kita dengan Tuhan, caranya membaca dan mengikuti Firman sekalipun pikiran kita bertentangan dengannya.
- Roh adalah pusat kehidupan kita yang bersumber dari nafas Allah (Allah dari roh segala makhluk – Bil 16:22). Roh memberikan kehidupan kepada jiwa dan tubuh kita (Yoh 6:63). Tanpa roh, tubuh adalah mati (Yak 2:26). Roma 8:2 mengungkapkan bahwa roh yang memberi hidup. Seharusnya tubuh dan jiwa tunduk oleh roh (Roma 8:7-9, 2 Kor 10:5). Jadi tanpa roh yang hidup, daging (tubuh dan jiwa akan mati)
Untuk membangun manusia roh, kita perlu :
1. Membuang segala bentuk kepasifan rohani (I Tes 5:19-20), yang dapat disebabkan :
– Rutinitas agamawi (Luk 17 : 9-14) : Kita seharusnya antusias, seperti datang lebih awal dalam kebaktian, ekspresif dalam mencari Tuhan, dsb. Penginjilan dengan radikal membantu kita untuk tidak terjerat dalam rutinitas agamawi ini.
– Kehilangan persekutuan yang hidup dengan Tuhan (Yes 29:13) : yaitu datang memuji dengan mulut dan bibir tapi hati menjauh dari Tuhan. Untuk itu kita perlu belajar untuk mendapatkan jawaban dari Roh, agar kita tidak beraktivitas hanya karena rutinitas dan tidak jatuh ketika menghadapi tantangan.
– Momentum rohani (Wah 2:2-5) : Kita seharusnya tidak hidup dari momentum rohani (seperti kasih mula-mula ketika lahir baru), namun sadar bahwa setiap hari Tuhan mengadakan momentum bagi kita. Orang yang hidup mengandalkan momentum ilahi akan menjadi suam-suam kuku.
– Bergantung pada hamba Tuhan : Kita mencari jawaban dan pertolongan pertama-tama dari Tuhan, bukan dari hamba Tuhan.
2. Berpuasa
(Lukas 5:34-34, Maz 35:13)
3. Menumbuhkan roh yang menyembah dan bersyukur (Maz 68:5, Maz 69: 31-33) Kita tidak puas dengan hidup yang biasa-biasa dalam hidup menyembah Tuhan. Sekalipun kondisi “tidak enak”, mari terus bersyukur. Maz 69:33 – “Orang yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!”
4. Roh yang lapar dan haus akan kebenaran (Maz 42:2-3) :
– Dengan menyelaraskan hidup kita dengan kebenaran Firman Tuhan dan frekuensi Roh Kudus – Menjaga diri dari sampah-sampah rohani (input menentukan output)
– Menjaga kemurnian hati nurani (I Tim 1 : 19-20): Hati nurani yang tidak murni dapat mengandaskan iman.
5. Merespon Firman (Kis 17:28) : Kita hidup, ada, dan bergerak dalam Tuhan. Oleh karenanya setiap hari, kita mengisi buli-buli kita dengan minyak. Bangun manusia roh!
- Published in Catatan Khotbah
Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik
J4u, 22 September 2012
Ka Ade
SAHABAT
Suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Mengungkapkan perasaan terdalam yang mungkin tidak dapat diungkapkan. -wikipedia
“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”
1 Korintus 15:33
Kenapa penting?
1. Membangun kebiasaan yang baik (II tawarikh 10 : 1 – 19)
“ia mengatakan kepada mereka menurut nasihat orang-orang muda: “Ayahku telah memberatkan tanggungan kamu, tetapi aku akan menambahnya; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi.“”
Raja Rehabeam bersahabat dengan orang – orang yang salah sehingga keputusan yang dia hasilkan pun salah. Pilihlah sahabat – sahabat yang memiliki hubungan dengan Tuhan sehingga nasihat yang mereka berikan bukanlah nasihat orang fasik. Teman yang salah mengikis (sedikit demi sedikit) kebiasaanmu yang baik. Tarik garis dari teman – teman yang salah, dari mereka yang kompromi dengan dosa!
2. Menggenapi rencana Tuhan
Kejadian 37 : 5 – 8
“Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya..”
Visi / pewahyuan / penglihatan yang dari Tuhan jangan sembarangan dibicarakan dengan orang lain., karena orang yang salah akan membunuh visimu.
Lukas 1 : 26 – 38
Seperti Maria, kangdunglah visi yang kamu terima dari Tuhan.
Kepada siapa kita membicarakan visi kita?
- Otoritas diatas (pembimbing)
- Saudara – saudaramu yang bertumbuh (saudara PA)
Orang – orang inilah yang akan membawamu kepada visimu.
3. Hidup diberkati
Mazmur 1 : 1-6
“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,”
Syarat hidup diberkati:
- Tidak hidup dijalan orang fasik
- Merenungkan taurat siang dan malam
Jangan membangun hubungan dengan orang – orang yang salah (pencemooh, orang fasik, orang berdosa). Berteman dengan banyak orang tidaklah salah, tetapi pilihlah siapa sahabatmu. Yesus hanya menceritakan visi dan isi hatiNya kepada murid-muridNya. Tetapi kepada orang lain Ia bicara dalam perumpamaan.
SAHABAT SEPERTI APA?
1. Takut akan Tuhan (Daniel 2 : 16 – 18)
Ketika masalah datang dan Daniel membicarakannya dengan sahabat-sahabatnya, mereka merespon masalah itu dengan mencari Tuhan.
2. Bukan pemarah (Amsal 22 : 24-25; Yakobus 1 : 19)
Orang yang pemarah tidak mengerjakan apa yang benar dihadapan Tuhan, segala keputusannya tidak tepat.
3. Bukan orang bebal (Amsal 13 : 20; Mazmur 1:1)
Orang bebal adalah orang berdosa yang tidak mau bertobat meski diperingatkan. Ketika kau bersahabat dengan mereka, maka kehidupan dosa mereka akan tinggal dalam hidupmu.
Matius 11 : 29 – 30
“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”
Serahkan bebanmu pada Tuhan, bukan menanggungnya dengan kekuatanmu sendiri. Jangan membawa beban extra untuk mendaki gunung (visi) mu.
- Published in Catatan Khotbah
Uang dan Iman
J4u, 19 September 2012
Pembicara : Ka Ester
2 jenis harta (Matius 6 : 19-24) =
- Harta di bumi (termasuk uang)
Bahan dasarnya bisa dirusak
- Harta di surga
Bahan dasarnya hati
ayat 21 = “for where your treasure is, there will your HEART be also”
Harta sesuatu yang penting (‘matters’).
Matius 6 : 24 -> HARUS memilih tuan. Kita tidak bisa mengabdi kepada TUHAN dan kepada mamon pada waktu yang sama! (sekaligus)
Mamon : riches, or anything in which you trust and on which you rely
Mamon bisa apa saja, tidak hanya uang. Mamon berbicara segala sesuatu yang kita percayai dan menjadi sumber untuk kita bersandar.
Pernyataan ini diulang kembali di Lukas 16 : 10-13.
Harta menjadi matters juga karena berbicara tentang kecenderungan hati manusia.
Kecenderungan hati manusia adalah concern-nya Tuhan.
Kenapa matters?
1. Hati adalah tempat mengambil keputusan (Roma 10:10)
memutuskan kepada siapa kau percaya.
2. Hati adalah penentu kehidupan atau kematian (lembah penentuan)
Kita bisa menipu orang lain dengan ekspresi wajah kita, tindakan, ataupun kata-kata kita. Tapi hati tidak bisa ditipu!
Dan Tuhan kita adalah Tuhan yang menyelidiki hati.
1 Timotius 6 : 10 =
“Karena akar segala kejahatan adalah cinta akan uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”
“For the love of money is a root of all evils; it is through this craving that some have been led astray and have wandered from the faith and pierced themselves through with many acute [mental] pangs.”
..pierced themselves through with many acute [mental] pangs.. -> penyakit jiwa yang akut!
cinta akan uang – akar segala kejahatan – membunuh (bahkan selagi kau hidup)
artinya sudah mati saat hidup.
Ibrani 11 : 1
iman : melihat seperti kenyataan (see the real fact)
iman – harapan – kehidupan
Bapa, pria, ayah artinya sumber (source).
Berapa banyak yang kehilangan harapannya karena ditinggal oleh ayahnya (yang adalah sumber di keluarga), disakiti, ditinggal pacar, dsb?
Uang VS. Iman
Uang : berbicara tentang hari ini (nilainya dapat berubah kapan saja)
Lukas 18 : 18-27; Lukas 12 : 31-21
Iman : menembus ruang dan waktu.
1 Tawarikh 29 : 1-9; 10-12; 17-19 -> DIGENAPI -> 2 Tawarikh 3 : 14-17, 2 Tawarikh 3-4
Daud dengan rela dan bersuka hati memberikan hartanya untuk pembangunan bait suci, ketika anaknya,Salomo, membangun bait suci tidak ada kekurangan apa-apa.
2 Raja-raja 4 : 1-7
Uang : berdampak sesuai nilai / besar / banyaknya
Iman : cukup / dibutuhkan (hanya) sebiji sesawi saja, dampaknya -> EVERYTHING = POSSIBLE
Uang : ada uang – ada barang
Iman : menjadikan dari ketiadaan
- Published in Catatan Khotbah
Memiliki Roh Yang Luar Biasa
J4u, 8 September 2012
Ci Yuliawaty K
Contoh orang – orang yang memiliki roh yang luar biasa:
PAHLAWAN – PAHLAWAN DAUD (2 Samuel 23 : 8 – 39)
Sikap pahlawan – pahlawan Daud:
- Tidak menjadi tawar hati dalam menghadapi masalah, tidak kabur dari masalah
- Memiliki iman yang mengalahkan raksasa Daud bisa menang melawan goliat karena ia memiliki respon yang tepat, ia tidak takut melawan Goliat seprti Saul tetapi dengan batu dan ali – ali ia datang kepada Goliat dalam nama Tuhan. Apa yang ada padamu, itulah yang Tuhan pakai.
- Menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan sekalipun orang lain memutuskan untuk mundur (ayat 11) Bukan dengan banyaknya orang kemenangan didapat, tetapi dari Tuhan. Ketika kita berjalan bersama Tuhan, tidak ada yang mustahil untuk dilakukan – kitalah mayoritas!
- Setia dengan apa yang Tuhan percayakan (ayat 11) Daud dan para pahlawannya setia dengan ladang yang dimilikinya. Sama seperti Daud, setialah dengan ‘ladang’ yang Tuhan percayakan kepada kita, kepada orang – orang yang Tuhan berikan kepada kita. Dan diladang yang Tuhan berikan itu, telah tersedia kemenangan bagi kita.
- Agresif, tidak pasif (ayat 15 – 16) Seorang pahlawan tidak akan pasif!
- Mengenal isi hati tuannya Pahlawan – pahlawan Daud tau apa yang menyenangkan hati tuannya, mereka berani membayar harga untuk itu sekalipun harganya ialah nyawa mereka.
Kualitas seorang pahlawan dan orang biasa pasti berbeda. Jika kita ingin memiliki kualitas yang lebih dari orang orang kebanyakan, lakukan dengan cara yang tidak biasa.
Bagaimana mereka menjadi seorang pahlawan?
Mereka memberi diri dimuridkan dan dilatih oleh Daud, sehingga hasilnya mereka memiliki kualitas yang sama dengan Daud.
DANIEL
Sampai Daniel tua pengurapannya tidak hilang, apinya tidak padam bahkan semakin kuat. Ia tidak kehilangan imannya bahkan ketika harus masuk ke gua singa.
Excellent spirit of Daniel (Daniel 5 : 11 – 12)
- Dalam pembuangan di Babel, Daniel tidak kabur dari proses peremukkan Tuhan
- Daniel mengerti identitas dan panggilannya dalam Tuhan Ia tidak minder sebagai budak di Babel, dan ia tau identitasnya adalah anak Allah sehingga ia tidak sembarangan menjalani hidupnya.
- Daniel memiliki hati, hikmat, dan perkenanan Tuhan
- Dalam hal pekerjaan di pemerintahan, tidak didapati kesalahan atau kelalaian (Daniel 6 : 5-6) orang yang memiliki roh yang luar biasa, apapun yang dikerjakannya pasti luar biasa
- Raja – raja di Babel silih berganti, Daniel tetap Tuhan tempatkan pada posisi kunci (Daniel 1 : 21)
- Daniel 10x lebih cerdas daripada semua orang berilmu dan ahli jampi di seluruh kerajaan Babel (Daniel 1 : 18-20) Karena Daniel bergaul dengan Tuhan, maka hikmat Tuhan mengalir atasnya, dan lebih lagi ia menerima favor of God
4. Daniel menjadi suara kebenaran ditengah gelapnya kerajaan Babel (Daniel 5 : 18-28)
Daniel tidak takut menegur raja, menyatakan apa yang benar dan salah
Apa yang membedakan Daniel dengan orang kebanyakan?
- Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya. Daniel tidak menjadikan dirinya serupa dengan Babel. (Daniel 1 : 8)
- Daniel memiliki kehidupan doa yang konsistendan disiplon. tidak ada roh yang luar biasa tanpa terhubung dengan Roh yang luar biasa. (Daniel 6 : 6, 11)
- Daniel rajin membaca dan merenungkan firman Tuhan (Daniel 9 : 2)
- Daniel memberikan dirinya dididik oleh Tuhan, dan ia setia pada didikan itu (Daniel 1 : 5)
- Daniel berani menyatakan kebenaran dan tidak kompromi sengan dosa (Daniel 5 : 17 – 18)
- Daniel memiliki pergaulan dan komunitas yang benar. (Daniel 2 : 16 – 18) Salah bergaul -> salah input -> salah bertindak
- Daniel penuh dengan Roh Kudus (Daniel 5 : 11) Tidak ada roh yang luar biasa tanpa Roh Kudus
YUSUF VS SIMSON
Yusuf memiliki fisik yang biasa, namun rohnya luar biasa (karena ia menabur dalam roh), sedangkan simson memiliki fisik yang luar biasa namun rohnya lemah (menabur dalam daging). Yusuf membangun rohnya sehingga ia tidak mudah jatuh dalam dosa.
KESIMPULAN
- roh yang luar biasa tidak didapat dengan cara instan, karena kualitas instan dengan yang tidak instan pasti berbeda.
- roh yang luar biasa harus dibangun dialy basis dengan cara – cara yang luar biasa.there’s no extraordinary things come from ordinary ways. ada harga yang harus dibayar, dengan pelatihan yang luar biasa. Karena pelatihan bagi para tentara tidak sebanding dengan pelatihan satpam!
- memiliki roh yang luar biasa adalah standar Tuhan untuk setiap orang yang mau mengikut Dia (Matius 10 : 38 – 39)
DIALY BASIS
- memiliki ketetapan hati / komitmen untuk hidup dalam kekudusan (cara Tuhan), karena hidup kita tidak bisa sama dengan dunia
- membangun hubungan dengan Tuhan tiap hari melalui doa, penyembahan dan membaca firman Tuhan
terakhir…
- miliki passion / cinta akan Tuhan yang menghanguskan kedagingan kita, ketika tidak ada passion maka yang kita lakukan hanya jadi kewajiban. segala sesuatu yang dilakukan dengan passion mnghasilkan hal yang berbeda.
- berani menyatakan kebenaran dan tidak kompromi dengan dosa
- bergaul dengan komunitas yang benar
- penuh dengan Roh Kudus dan memberikan diri dipimpin olehNya.
- miliki hati yang rela dididik dan diremukkan oleh Tuhan. daging diremukkan supaya Roh keluar
- Published in Catatan Khotbah
Praise and Worship
J4u, 1 September 2012
Ka Yorga
Tujuan memuji dan menyembah
- Why 4: 11 TUHAN layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa
- Yes 43: 7, 21 kita dibentuk bagi TUHAN dan akan memberitakan kemasyhuran-Nya
Salah satunya lewat nyanyian.
Pujian untuk mendeklarasikan ke-WoOw-an TUHAN
Yoh 4: 23, 24 penyembahan hanya layak bila dalam Roh dan kebenaran.
setelah tabir bait robek, tak perlu kiblat dan perantara
Tabernakel Musa dalam (dari sudut pandang pujian penyembahan)
(img:4006339911394)
1. HALAMAN
Berbicara tentang pujian.
Khusus orang yang menerima dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Di luar halaman untuk orang yang belum terima darah penebusan Yesus.
Ada kuasa dalam pujian. ketika dilakukan saat ada masalah, sebagai pernyataan Tuhan sebagai pemecah masalah kita.
Bagaimana memuji?
- Maz 100: 4 Masuk pintu gerbang dengan ucap syukur. Masuk pelataran/halaman dengan pujian
- Maz 32: 11 Bersorak-sorailah hai orang-orang benar (yang dibenarkan oleh darah Yesus)! Bila dengan sungut-sungut tidak dikenan.
- 1 Kor 14: 15 Memuji dengan roh dan akal budi. apapun “cacat” kita. PUJIAN YANG TERPENTING HARUS KELUAR DARI SEGENAP-HATI sehingga ekspresif
- Maz 47: 2 Lakukan tepuk tangan karena ada Firman-Nya. Ketika bertepuk tangan kita seperti menembakkan peluru kepada iblis, karena kita melakukan Firman Tuhan yang membawa kepada pengenalan pada-Nya.
- Maz 63: 5 Lakukan angkat tangan karena ada Firman-Nya. Angkat tangan juga berarti menyerah (give-up) pada TUHAN, maka Dia akan turun tangan.
- Maz 149: 3 Memuji dengan tarian dan alat-musik
- 2 Taw 20: 19 Dengan suara yang nyaring-keras
- Maz 95: 6 Dengan sujud-berlutut. ini juga berarti merendahkan diri sama TUHAN. dan Tuhan akan melimpahkan sesuatu.
- Maz 105: 3-5 Carilah wajah Tuhan, cari perkenanan-Nya. Bukan tangan-Nya
2. RUANG KUDUS
Berbicara tentang penyembahan atau merendahkan diri kepada TUHAN. Penyembahan bukan sekedar lagu, tapi satu hati yang hancur. Lagu yang dipakai untuk meninggikan Tuhan, bukan kedagingan.
Pemimpin pujian adalah seorang yang terbiasa masuk ke hadirat TUHAN, sehingga dapat membawa jemaat juga masuk ke hadirat TUHAN.
Ini saat TUHAN menggemburkan hati kita untuk masuk Ruang Maha Kudus TUHAN
3. RUANG MAHA KUDUS
Tabut Tuhan adalah tempat kaki Tuhan bertumpu, kehadiran Tuhan. Ini tak terungkap dengan kata2 tapi kau tahu TUHAN hadir dekat denganmu. Di sini hanya TUHAN yang berbicara. seperti maria yang duduk di dekat kaki Yesus dan mendengar-Nya.
Menyanyi dalam roh adalah menyanyi dalam aliran (flow) Roh Kudus.
Menyembah jangan hanya sampai ruang kudus, tapi terus hingga ruang maha kudus.
Milikilah gaya hidup menyembah. Kau akan semakin dikasihi (favored) oleh Allah dan manusia. Luk2:52
- Published in Catatan Khotbah
Kekuatan Laten Jiwa
Persekutuan J4u – Sabtu, 25 Agustus 2012
Pembicara : Ka Tania
Wahyu 18 : 11-13 =
11 “Dan pedagang-pedagang di bumi menangis dan berkabung karena dia, sebab tidak ada orang lagi yang membeli barang-barang mereka,
12 yaitu barang-barang dagangan dari emas dan perak, permata dan mutiara, dari lenan halus dan kain ungu, dari sutera dan kain kirmizi, pelbagai jenis barang dari kayu yang harum baunya, pelbagai jenis barang dari gading, pelbagai jenis barang dari kayu yang mahal, dari tembaga, besi dan pualam,
13 kulit manis dan rempah-rempah, wangi-wangian, mur dan kemenyan, anggur, minyak, tepung halus dan gandum, lembu sapi, domba, kuda dan kereta, budak dan bahkan nyawa manusia.”
Jaman dahulu, budak memang diperjualbelikan, untuk diambil tenaganya. Tapi pada ayat ini, pada terjemahan aslinya, bukan sekedar tubuh saja, tetapi juga jiwa, nyawa orang yang diperjualbelikan.
Lebih dari sekedar kekuatan fisik saja, tetapi jiwanya.
Pertanyaannya, kenapa jiwa?
Jiwa : Jiva (bahasa sansekerta) ; Soul (bahasa inggris)
Soul sendiri jika diterjemahkan kembali dalam bahasa Indonesia, artinya menjadi 2, yaitu jiwa dan nyawa. Jiwa tidak bisa didefinisikan (immaterial).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata jiwa memiliki arti roh manusia (yang ada di di tubuh dan menyebabkan seseorang hidup atau nyawa. Jiwa juga diartikan sebagai seluruh kehidupan batin manusia (yang terjadi dari perasaan, pikiran, angan-angan, dan sebagainya).
Kejadian 2 : 7 =
“ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”
Dalam terjemahan aslinya dituliskan, ‘became a living being.’ (jiwa yang hidup)
Jika Adam tidak dihembusi nafas, makan ia hanya akan menjadi tubuh saja. Tubuh tidak bisa mempunyai keinginan, kehendak, perasaan, dll. jika tidak ada jiwa.
Tuhan memberikan perhatian pada jiwa.
Ibrani 4 : 12 =
“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”
Firman yang kita baca setiap hari, keintiman yang kita bangun setiap hari dengan Tuhan, akan melatih kita untuk bisa membedakan mana yang jiwa dan mana yang roh.
Apa perbedaan tubuh, jiwa, dan roh?
*Tubuh adalah unsur lahiriah manusia, unsur daging yang dapat dilihat, didengar, disentuh, dan sebagainya.
Kejadian 2 : 7 = “…Allah membentuk manusia dari debu tanah…” -> Tuhan sedang membentuk tubuh.
*Roh adalah prinsip kehidupan manusia. Roh adalah nafas yang dihembuskan oleh Allah ke dalam manusia dan kembali kepada Allah, kesatuan spiritual dalam manusia. Roh adalah sifat alami manusia yang ‘immaterial’ yang memungkinkan manusia berkomunikasi dengan Allah, yang juga adalah Roh.
Kejadian 2 : 7 = “…menghembuskan nafas hidup…” -> Tuhan sedang menghembuskan rohNya kepada Adam.
(Kita dipersatukan dengan Bapa melalui roh! Jadi sangatlah penting untuk setiap hari, setiap pagi ketika saat teduh, kita mensinkronisasi roh kita dengan Bapa.)
*Jiwa adalah unsur batiniah manusia yang tidak dapat dilihat. Jiwa manusia meliputi beberapa unsur, pikiran, emosi (perasaaan) dan kehendak. Dengan pikirannya, manusia dapat berpikir, Dengan perasaannya manusia dapat mengasihi dan dengan kehendaknya, manusia dapat memilih.
Kejadian 2:7 = “..demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”
Tuhan menciptakan tubuh kita. Lalu ia menghembuskan nafas yaitu rohNya.
Roh yang dihembuskan itu adalah Roh Allah sendiri. Alkitab mengatakan bahwa Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan ALLAH. Kita ini duplikatnya ALLAH.
Allah memberikan Adam kuasa untuk menguasai bumi, Allah memberikan kehendak pada Adam untuk bertindak bebas dan memberi nama seluruh hewan yang ada di Taman Eden.
Saat Allah menghembuskan rohNya, Tuhan mentransferkan kehendak, kuasa, dan otoritas kepada Adam.
Esensi malaikat adalah Roh.
Sedangkan esensi manusia adalah Jiwa yang hidup (yang sudah dihembuskan nafas Roh Allah sendiri).
Karena itulah maka terdapat perbedaan yaitu, manusia memiliki kemampuan untuk memilih, punya kehendak. Sedangkan malaikat tidak, karena malaikat melakukan semua apa yang diperintahkan Allah.
Roh merupakan organ yang paling tinggi dan berhubungan dengan Allah.
Tubuh adalah organ paling rendah, berhubungan dengan dunia kasat mata.
Jiwa adalah perpaduan keduanya (memlihara agar tubuh sebagai organ paling rendah takluk pada Roh).
Jiwa merupakan titik perpaduan atau titik temu antara roh dan tubuh. Jika kita menemukan titik temu ini, maka tubuh dan roh kita akan sejalan. Tergantung siapa? Tergantung diri kita sendiri!
Manusia sebagai citra Allah
1. Dari seluruh ciptaanNya, hanya manusia yang menjadi citra Allah.
2. Menjadi citra Allah, BUKAN menjadi Allah.
3. 1 Korintus 15 : 45 – 46
Manusia sebagai citra Allah -> seperti Allah, mirip Allah dan BUKAN menjadi Allah.
Kita melihat kekuatan ini sebagai suatu hal yang luar biasa, juga adikodrati.
Tapi bagi Adam ini biasa, sesuatu yang natural (kodrati), karena Allah memang menciptakan segambar dan serupa dengan DIA.
Kekuatan ini yang diberikan Allah kepada Adam. Sebagai manifestasi Allah di bumi untuk menguasai bumi.
IMAGO DEI – kita ini imagenya ALLAH. Pencitraan Allah. Citranya Allah.
Kata pencitraan itu mengandung arti yang sangat mirip. Kekuatan Allah ada pada kita. Tapi Dia mau kita melakukan sesuai dengan RohNya Dia. Taat. Tunduk. Kekuatan dalam diri Adam inilah yang disebut kekuatan laten jiwa.
Sebesar itu kekuatan yang Allah berikan kepada manusia, yaitu kepada Adam sebagai manusia mula – mula.
Ada beberapa tugas yang diberikan ALLAH pada Adam (manusia mula – mula) :
Kejadian 2: 7, 15, 20. Kejadian 1: 28
1. Memelihara dan mengusahakan taman
2. Memberi nama segala ternak
3. Beranakcucu dan bertambah banyaklah
4. Taklukanlah bumi
5. Berkuasalah atas segala hewan di darat dan ikan di laut
Untuk gambaran, Taman Eden adalah taman yang dialiri 4 sungai besar. Terbayang sebesar apa taman itu??
Adam menamai semuaa ternak, semua hewan yang ada di bumi. Terbayang secerdas apa otak Adam untuk mampu mengingat semua nama-nama itu??
Allah memperlengkapi Adam (saat Adam dihembusi rohNya) untuk melakukan semua yang ditugaskanNya kepada Adam.
Kekuatan Adam :
1. Kekuasaan dan Kekuatan Tubuh Adam (Kej 1: 27 – 28)
-> Menguasai bumi.
2. Kekuatan Otak Dan Daya Ingat Adam (Kejadian 2:19)
-> Memberi nama seluruh makhluk yang ada (kekuatan pikiran, kecerdasan)
3. Kekuatan Pengelolaan Adam (Kejadian 2:15)
-> Memelihara dan mengusahakan Taman Eden
Kejatuhan manusia dalam dosa
Kejadian 3 : 1-7
Manusia telah termakan oleh dusta si ular tua (iblis). Ia ingin menjadi Allah. Disini Hawa sempat mengoreksi perkataan iblis, tetapi janji palsu akan menjadi Allah membuat Hawa tergoda.
Allah tidak pernah menciptakan kita menjadi Dia, tapi segambar dan serupa denganNya.
Kekuatan yang ada pada Adam ketika ia jatuh ke dalam dosa tidak pernah diambil oleh Tuhan, tapi terkubur di dalam dirinya.
Adam jatuh ke dalam dosa, dan Adam hidup dalam daging, dan kekuatan ini terbungkus rapat-rapat di dalam daging. (sifatnya laten).
Laten : sangat besar, tetapi terkubur, tetapi juga berpotensi untuk meledak dan keluar.
Kalau sampai kekuatan ini meledak, maka sangat mungkin untuk disalahgunakan.
Jadi, seperti tertulis di kitab Wahyu tadi, alasan mengapa jiwa manusia diperdagangkan, diperjualbelikan adalah karena iblis tau kebenaran dan fakta dari besarnya kekuatan laten jiwa manusia ini.
Iblis berusaha untuk menghancurkan tempurung daging dan membebaskan jiwa manusia. Dengan demikian ketika kekuatan jiwa itu mengendalikan jiwa manusia, manusia akan menjadi tuhan atas dirinya sendiri dan tidak lagi membutuhkan Allah!
1.Dari segi kepercayaan
Aliran Non – Kristen : Tao, Budha, Teknik Reiki, Hindu, yoga…
Prinsip: mengalahkan daging yang ada di luar agar jiwa terbebaskan dari segala
belenggusehingga dapat difungsikan secara leluasa.
Aliran Kristen : Kristen Ilmu Pengetahuan (scientology), Kristen – Kristen Sesat.
2. Dari segi pengetahuan
Filsafat : eksistensi dan fenomenologi
Psikologi : hipnotis dan humanis
Scientologi : tidak percaya akan mujizat
Mentalist : kekuatan mental, metafisik
Prinsip: Di dalam diri manusia terdapat suatu kekuatan yang luar biasa, kekuatan untuk
mengendalikan diri, kekuatan untuk mencipta, kekuatan untuk membangun,
kekuatan iman dan kekuatan untuk kebangunan dan kekuatan untuk hidup kembali.
Bahaya kekuatan laten jiwa :
Iblis akan menggunakan kekuatan Jiwa manusia.
1. Manusia akan hanya bersandar pada dirinya sendiri untuk melakukan perbuatan – perbuatan ajaib. Manusia tidak lagi akan menyembah Allah, dan hanya meninggikan dirinya sendiri.
2. Akan mengacaukan mujizat – mujizat Allah. Mensejajarkan mujizat Allah dengan hasil – hasil yang mengherankan dari kekuatan jiwa.
3. Semua serba semu. Kekuatan roh kudus yang semu, keselamatan semu, pertobatan semu.
4. Manusia akan diperbudak oleh iblis.
Kekuatan Laten Jiwa di kalangan kristen :
1. Penginjilan Pribadi, Konseling dan Pemuridan
akhirnya jadi bersandar pada pengalaman masa lalu
2. Kebaktian Kebangunan Rohani
3. Menyanyi ( Musik )
4. Pemahaman Alkitab
5. Sukacita
6. Penglihatan dan Mimpi
7. Bahasa Roh
Jadi, jangan pernah mengkultuskan sesuatu!
Titik perbedaan antara pekerjaan Allah dengan pekerjaan iblis :
1. Yoh 3:6
yang dari roh akan menghasilkan roh.
yang dari daging akan menghasilkan daging.
2. Yoh 6:63
yang memberi hidup : roh
3. Ef 5:18
4. 1 Sam 10:6
manifestasinya : buah
5. Amsal 20: 27
Sikap orang Kristen :
1. Menjaga agar Jiwa kita tetap kudus. (1 Tesalonika 5:23)
2. Orang yang mengandalkan dirinya sendiri akan menjadi celaka (Yer 17: 5)
3. Ujilah Segala Sesuatunya (1 Tes 5: 21)
Hati – hati dengan pengkultusan. Metode tertentu, doa tertentu. Ekstrimisme.
Test everything!
4. Bergaul Karib dengan Tuhan.
Doa, Baca firman, Puasa, Pujian penyembahan, Tunduk dan Taat.
- Published in Catatan Khotbah
Kekudusan
18 Agustus 2012
BTC lantai 6
Pembicara : Ko John Ronaldo
Ketakutan sering membuat kita berasumsi bahkan melebihi seorang nabi.
Ketika diminta untuk menyampaikan khotbah hari ini, Ko John tidak langsung diberikan tema oleh Ka Yorga. Setelah dia doakan maka didapatkan satu tema, namun dia tidak langsung konfirmasi karena takut salah padahal ternyata benar. Ketakutan sering terjadi, termasuk dalam penginjilan.
Saat ketakutan/kekhawatiran melanda, bangun diri (bahasa roh) dan perkatakan “aku adalah anak Allah”.
Ketika Yitro mengunjungi Musa, Musa sedang mengalami kerepotan saat itu.
Yitro memberi saran kepemimpinan piramid yang sebenarnya tidak jelek. Namun, saran itu tidak Musa konfirmasi kepada Tuhan. Itu yang salah.
Ko John berencana untuk menikah tahun depan sehingga keluarganya memberi saran untuk mulai mencari tanggal-tanggal baik.
Guru sering memberi saran, tapi tidak semua sarannya benar.
Seharusnya didoakan, tanyakan lagi pada Tuhan, apakah itu benar dari Tuhan.
Jawaban yang kita cari atas segala permasalahan sebenarnya hanyalah Firman, yaitu Yesus sendiri.
[Bacaan Alkitab] II Tawarikh 26:4,5,16
4. Ia melakukan apa yang benar, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya.
5. Ia mencari Allah selama hidup Zakharia yang mengajarkannya supaya takut akan Allah.
Dan selama Ia mencari Tuhan, Allah membuat segala usahanya berhasil.
16. setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak.
Ia berubah setia kepada Tuhan, Allahnya, dan memasuki bait Tuhan untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.
Dalam posisi tertinggi seseorang sering lupa batasan. Seolah-olah segala sesuatu boleh dikerjakan.
II Tawarikh 24:17-18
17. Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka.
18. Mereka meninggalkan rumah TUHAN, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka.
Selama dibimbing Yoyada, Yoas melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan. Namun setelah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin datang menyembah kepada raja sehingga raja mendengarkan mereka dan Yehuda menyimpang dari Allah. Kepemimpinan piramida berpusat kepada seorang manusia, akibatnya sering terjadi pengkultusan terhadap pemimpin tersebut, pembagian tugas yang terjadi malah menyebabkan saling menunggu keputusan pimpinan. Kepemimpinan dalam Tuhan adalah “wheels – roda” dengan pusat pada Yesus, setiap orang terhubung dengan Tuhan dan mampu mendengar kehendak Tuhan.
Contoh lain : [II Tawarikh 25:2) Amazia, ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan, hanya tidak dengan segenap hati.
Dalam kisah Uzia, Amazia dan Yoas, kita mendapati bahwa mereka hidup dalam kebenaran hanya awalnya saja atau selama masih ada yang membimbing. Tapi jika kita membaca kisah selanjutnya, yaitu Hizkia dan Yosia, kedua raja inilah yang selama hidupnya tidak menyimpang mengikuti Tuhan.
Kekudusan memiliki nilai tidak bercacat cela. Kekudusan tidak sekedar mengenakan pakaian bersih, menutupi seluruh tubuh kecuali mata, dan lainnya yang sebatas fisik.
Untuk menjadi kudus, kita cukup melakukan Firman Tuhan. Kalau ada yang mengatakan tidak bisa mungkin karena mereka lupa bahwa ada Firman, “karena kasih karunia kamu diselamatkan..”
Ketika saat teduh, apakah kita melakukannya karena takut pembimbing atau takut form kontrol dicek?
Kalau kita melakukan ibadah karena takut pada hukuman, kita adalah ahli Taurat.
Pola pikir orang yang hidup dalam kasih karunia bukan mengejar berkat, namun mengejar Tuhan!
Kalau kita dapat hidup dalam kekudusan, itu adalah kasih karunia bukan karena ketakutan akan hukuman.
[BACAAN] Imamat 19:2
Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka : Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, kudus.
[BACAAN] I Korintus 6:11
Dan beberapa orang diantara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah disucikan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.
Kita yang memberikan diri kita untuk dikuduskan. Mendengarkan Roh Allah yang diberikan pada kita. artinya, kita yang aktif untuk mau hidup dalam kekudusan.
Masalah pria umumnya onani, masturbasi, pornografi. Kita harus mati terhadap dosa.
Artinya kita tidak lagi menikmati melakukan dosa tersebut.
[BACAAN] Roma 12:1
karena itu saudara-saudara : demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: Itu adalah ibadahmu yang sejati [reasonable].
Reasonable artinya sepantasnya/selayaknya. Jadi sudah selayaknya/sepantasnya kita hidup kudus di hadapan Tuhan.
Untuk itu kembali ke Firman. Back to the Bible. Kita sudah bersih oleh karena Firman(Logos) ;Yohanes 15:3.
[BACAAN] II Korintus 6:17-18,7:1
17. Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.
18. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”
Kekudusan bicara mengenai pemisahan diri. Jangan menggabungkan diri lagi dengan hal-hal yang tidak dikenan Tuhan. contoh : Dalam kumpulan orang yang suka bergosip lebih baik sampaikan bahwa kita tidak suka bergosip, sarankan agar gosip itu diutarakan langsung kepada orang yang digosipkan, dan beranjak dari kumpulan itu.
Seorang penulis buku rohani yang hebat, pendeta yang diurapi tetap dapat jatuh dalam dosa jika tidak menjaga kekudusan. Jika kita tidak terbiasa memfilter kebiasaan kita, kita akan menjadi nyaman dengannya.
Kita harus terus naik level dalam kekudusan. “holiness is cut above” – Ps. Indri Gautama
[BACAAN] Imamat 10 : 3“..kepada yang karib akan Kunyatakan kekudusanku..”
karib berbicara mengenai hubungan yang dalam dan intim, yang tidak terbangun secara instan.
Contoh : ketika hampir waktu persekutuan, Ko John diminta untuk membantu mama dulu. Pilih mana? Kedua-duanya baik loh, namun Tuhan bilang bantu orang tua lebih dulu. Semakin karib dengan Tuhan, semakin banyak tanya Tuhan. Semakin kita membangun kekariban dengan Tuhan, batas kekudusan akan semakin tipis.
Tingkat kekudusan tiap-tiap orang memang berbeda, namun standar ini seharusnya terus naik seiring pertumbuhan. Kalau dulu terbiasa menonton telenovela biasa saja, sekarang menjadi sesuatu yang tidak nyaman untuk kita lakukan. Demikian pula hal-hal yang dahulu kita anggap biasa saja, tapi seiring mengikut Tuhan, kita akan mulai tidak bisaterus dalam kebiasaan tersebut.
[BACAAN] I Korintus 6:19
atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
[BACAAN] I Tawarikh 29:1-5 (tentang sumbangan untuk Bait Allah).
Bait Allah dibangun dari begitu banyak emas, perak, dan logam mulia lainnya.
Sumbangan emas dari raja Daud sendiri saja sudah 3000 talenta (1 talenta = 34 kilogram)
Dalam perjanjian baru, kita adalah bait Allah. Dari apa kita terbangun?
Apakah dari emas? Apakah kita membangun hidup dengan kekudusan?
Milikilah hidup yang membuat Roh Kudus betah tinggal dalam kita.
Kekudusan seakan konektor dari satu baterai. Kekudusan membuat pengurapan dapat mengalir dan kapasitas terus ditambahkan.
Dalam bahasa Ibrani, kudus – “Kadosh” , kekudusan – ”Kedusha” jika diterjemahkan secara gamblang artinya “infinite” – unmeasureable, tak terbatas, melebihi akal.
Kekudusan menjadikan kita tidak terbatas.
- Published in Catatan Khotbah
Bertekun di dalam Pengharapan Kepada Tuhan
J4u, 11 Agustus 2012
Ko Raflie
Iman
But without faith it is impossible to please and be satisfactory to Him. For whoever would come near to God must [necessarily] believe that God exists and that He is the rewarder of those who earnestly and diligently seek Him [out] — Hebrews 11:6 — Amplified
Now faith is the assurance (the confirmation, [a]the title deed) of the things [we] hope for, being the proof of things [we] do not see and the conviction of their reality [faith perceiving as real fact what is not revealed to the senses]. — Hebrews 11:1 — Amplified
Why are you cast down, O my inner self? And why should you moan over me and be disquieted within me? Hope in God and wait expectantly for Him, for I shall yet praise Him, Who is the help of my [sad] countenance, and my God. — Psalms 43:5 — Amplified
Rejoice – Steadfast and Suffering – Be Constant in Prayer
Rejoice and exult in hope; be steadfast and patient in suffering and tribulation; be constant in prayer. — Romans 12:12 — Amplified
Praying and Proclaiming
Be earnest and unwearied and steadfast in your prayer [life], being [both] alert and intent in [your praying] with thanksgiving. — Colossians 4:2 — Amplified
Beberapa hal yang menjadi pengharapan mungkin tanpa disadari :
1. Uang
He who loves silver will not be satisfied with silver, nor he who loves abundance with gain. This also is vanity (emptiness, falsity, and futility)! — Ecclesiastes 5:10 — Amplified Bible
For the love of money is a root of all kinds of evil, for which some have strayed from the faith in their greediness, and pierced themselves through with many sorrows. — 1 Tim 6:10 — NKJV
Let your [a]character or moral disposition be free from love of money [including greed, avarice, lust, and craving for earthly possessions] and be satisfied with your present [circumstances and with what you have]; for He [God] [b]Himself has said, I will not in any way fail you nor [c]give you up nor leave you without support. [I will] not, [d][I will] not, [I will] not in any degree leave you helpless nor forsake nor [e]let [you] down ([f]relax My hold on you)! [[g]Assuredly not!] — Hebrews 13:5 — Amplified Bible
2. Pengetahuan
Lean on, trust in, and be confident in the Lord with all your heart and mind and do not rely on your own insight or understanding. — Proverbs 3:5 — Amplified Bible
3. Manusia
5-6God’s Message: “Cursed is the strong one who depends on mere humans, Who thinks he can make it on muscle alone and sets God aside as dead weight. He’s like a tumbleweed on the prairie, out of touch with the good earth.He lives rootless and aimless in a land where nothing grows. — Jeremiah 17:5 — The Message
- Published in Catatan Khotbah
Hati yang Berkenan Kepada Tuhan
J4u, 4 Agustus 2012
Ka Yorga
STANDART PEKERJA
1. baca Firman Tuhan min. 5 pasal tiap hari
2. doa min. 1 jam tiap hari
3. penginjilan min. 1x seminggu
4. PA ke atas
5. PA ke bawah min. 3 murid
6. hadir dalam persekutuan tiap minggu
7. hadir dalam doa jumat
Kejadian 22 : 1-4, 6
Ayat ini bicara tentang hati Abraham. Tuhan sedang menguji iman Abraham, apakah ia menuhankan anaknya atau tidak. Abraham telah lulus ujian harta pada saat Abraham bertemu Melkisedekh dan saat Lot mengambil wilayah di Sodom dan Gomora.
Tuhan adalah Allah yang pecemburu, Ia tidak ingin ada illah lain di hati Abraham, maka terjadilah sunat hati. Abraham tidak bersedih hati saat Tuhan meminta anak yang lahir dimasa tuanya untuk dikorbankan, karena ia telah berkomitmen untuk mengikut Tuhan sejak awal. Ia percaya Tuhan sanggup membangkitkan orang mati.
(Ibrani 11 : 17-19)
Tuhan memberikan kita tes, untuk menguji hati kita. Benih iman adalah Kristus, untuk iman itu bertumbuh diperlukan ekosistem rohani, latihan untuk mengetahui isi hati Tuhan, sehingga terjadi pendisiplinan.
Yosua 1 : 1 – 6
Yosua adalah abdi Musa, pembawa tongkat Musa yang selalu bersama sama dengan Musa. Sehingga ia terbiasa berada dalam kumpulan pemuka pemuka Israel, dan terbiasa berada dihadirat Tuhan. Yosua ada bersama dengan Musa saat Musa bertemu dengan Tuhan, ia juga besama Musa melihat punggung Tuhan. Orang seperti Yosua tidak akan mudah goyah, sebab ia sendiri bertemu dengan Tuhan dan melihat kedasyatanNya.
Yosua memiliki kemampuan rohani yang sama dengan Musa, sehingga ia sanggup mengambil ‘tongkat estafet’ itu dari Musa. Mulai belajar untuk mengetahui kemana Tuhan memberikan urapanNya, kemana Tuhan memberikan ‘tongkat estafet’Nya. Hanya orang yang telah merasakan apa yang Musa rasakan, yang mampu mengambil ‘tongkat estafet’ yang Tuhan berikan pada Musa.
Yohanes 15 : 4,6,7
Perkatakan setiap Firman Tuhan yang datang padamu. Perkataan yang dari Tuhan akan semakin berkobar ketika diperkatakan. Hiduplah dari apa yang Tuhan katakan, bukan dari kenyataan.
Yesaya 43 : 10
“Kamu inilah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi.
Tuhan tidak sembarangan memilih, kau dipilih untuk mengerti tentang Tuhan.
Singkirkan semua berhala dihatimu, Tuhan tidak mau hatimu dikotori oleh berhala – berhala, biarlah Tuhan menjadi yang nomor 1.
- Published in Catatan Khotbah
Otoritas
Otoritas mendatangkan kuasa dan membuat kita semakin mengenali proses Tuhan dalam hidup kita.
Sebaliknya, orang-orang yang tidak mentaati otoritas pasti celaka.
I. II Tawarikh 7 : 1-2
setelah Salomo mengakhiri doanya, api pun turun dari langit memakan habis korban bakaran dan korban-korban sembelihan itu, dan kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu. Para iman tidak dapat memasuki rumah Tuhan itu, karena kemuliaan Tuhan memenuhi rumah TUHAN
Kemuliaan Tuhan yang begitu kuat (Shekinah Glory), memiliki bobot sehingga orang tidak tahan duduk atau berdiri melainkan rebah
kita (J4u) belum mengalami. Tapi kita harus mengalami!
II. I Raja-Raja 18:38
Bangkit, miliki iman, bukan sekedar aktivitas
dia merasa dirinya beriman, padahal iman bukanlah perasaan
MAINCOURSE
I Samuel 16 : 17-18
Orang yang mencari-cari jawatan/jabatan yang bukan dari Tuhan akan menjadi barisan sakit hati dalam umat Tuhan. Sebaliknya, mereka yang mencari jawatan/jabatan dari Alkitab gak ada waktu untuk nganggur2 dan nongkrong2.
Perbendaharaan kita tidak akan pernah diisi dengan yang baru kalau pola pikir yang lama tidak disingkirkan. Kalau manusia lama tidak disingkirkan, manusia baru tidak pernah datang. Tugas kita untuk menyingkirkan gaya hidup dan pola pikir yang lama. Sebelum itu Tuhan tidak akan membukakan pintu-pintu yang lain.
Pola pikir yang lama harus diubah, pada kasus Bangsa Israel supaya :
1. ketaatan mutlak (I Samuel 15:11)
“set up” : Tuhan yang mengangkat
99% ketaatan = pemberontakan
Sangkakala berbunyi satu kali untuk pemimpin
Sangkakala berbunyi dua kali untuk pekerja
Sangkakala berbunyi tiga kali untuk jemaat biasa (gak layak masuk battlefield bahkan dapur umum)
Gejala :
1. terlalu banyak berpikir sehingga insomnia karena workhacolic adalah kutuk.
2. iman terkikis karena abrasi
3. percaya pada diri daripada Tuhan
4. keluar dari battlefield
5. tidak percaya Tuhan
Ada suatu buku berjudul menarik “lima pertanyaan besar ketika mau mati “:
Salah satunya adalah kemana saja aku selama ini, kenapa aku tidak dekat dengan orang-orang yang kukasihi. Namun bagi anak Tuhan, salah satunya adalah selama ini apakah aku di jalan Tuhan?
Penatua bang feri ketika dikarunia anak pernah menjadikan posisi anak itu sebagai berhala/yang terutama di hidupnya. Dia berdoa untuk Jojo anaknya namun tidak kunjung pulih, sampai dia bilang “Tuhan ampuni aku” dan anaknya sembuh. Adakah berhala di hidupmu?
Daud sebelum menjadi raja, menjadi hamba dulu buat Saul. Daud adalah seorang yang menghargai otoritas. Jangan pernah menantang otoritas. Tidak perlu menghakimi pemimpin. Pemimpin berurusan langsung dengan Tuhan.
Otoritas :
orang yang berhasil menjadi anak rohani akan menjadi bapa rohani yang baik
orang yang berhasil dipimpin akan menjadi pemimpin yang baik
I Samuel 16:12
kemudian disuruhnyalah menemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok.
Lalu Tuhan berfirman : Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.
Pengurapan yang ada padamu bukan karena perbuatanmu saja, tapi perkataan Tuhan untuk mengurapimu. Oleh karenanya, mintalah pengurapan dari Tuhan. Dan jadilah seperti Daud, yang seumur hidupnya Roh Tuhan tidak pernah meninggalkan Daud.
- Published in Catatan Khotbah

