Berlari Pada Tujuan Tuhan
J4u, 21 September 2013
Pembicara : ka Viona Wijaya
Sebuah garis terbentuk dari dua buah titik yang saling berhubungan, namun jika dalam pembuatannya melenceng satu derajat saja, maka hasil akhirnya akan berbeda. Kedua titik tersebut tidak akan bertemu satu sama lain.
Seperti ilustrasi tersebut, ketika kita melenceng sedikit saja dari tujuan Tuhan, maka hasil akhirnya akan berbeda. Berlari dan tujuannya merupakan 2 variabel yang penting. Tanpa tujuan yang benar, berlari saja tidaklah cukup.
Namarta (dosa) memiliki arti anak panah yang dilesatkan tapi tidak sampai pada tujuannya. Inilah yang hari – hari ini dipakai oleh iblis untuk menjatuhkan anak Tuhan, membuat anak Tuhan tidak sampai pada tujuan hidupnya.
Filipi 3 : 1b -14
Untuk berlari pada tujuan Tuhan, perlu diperhatikan:
1. Hati – hati dan berjaga – jaga (ayat 2-3)
Jangan sembarangan mendengar nasihat orang – orang disekitar kita. Pastikan orang yang kau dengarkan nasihatnya adalah orang yang benar – benar mengasihimu dan hidupnya dekat dengan Tuhan. Ciri penyunat – penyunat palsu:
1. Lihat buah – buah nya
2. Menaruh percaya pada hal – hal lahiriah (jabatan, pelayanan, dll)
2. Hal – hal lahiriah tidak semerta – merta menentukan pengenalan seseorang akan Tuhan (ayat 4 – 6)
Tau firman saja tidaklah cukup. Pastikan dalam tiap ibadah kita, kita menerima pengenalan akan Tuhan yang segar. Ketika Roh Kudus turun, maka firman Allah itu menjadi hidup.
3. Menganggap semua rugi karena Kristus (ayat 8)
Selidiki hati kita, apa yang lebih mulia. Pastikan pengenalan akan Tuhan adalah yang paling mulia. Saat kita melepaskan apa yang Tuhan suruh kita lepaskan, kita tidak akan rugi sedikitpun. Untuk bisa berlari, kita tidak dapat melihat pada 2 fokus. Tuhan akan mencabut setiap fokus yang bukan dari Tuhan.
4. Masuk dalam kebenaran Kristus, bukan kebenaran kita (ayat 9)
Perlu kerendahan hati untuk masuk lebih dalam, untuk selalu dibaharui oleh kebenaran firman Tuhan. Jangan menjadi ‘keras’ pada 1 kebenaran, karena hal tersebut dapat dipakai iblis untuk menjatuhkan kita dalam kesombongan.
5. Mengenal kuasa kebangkitan (ayat 10)
Ini hanya bisa kita terima lewat persekutuan dalam penderitaan (seperti Kristus) dan untuk membuat kita fokus. Seperti kendaraan yang berlari kencang tanpa tau fokusnya, maka Tuhan akan membuat kendaraan tersebut menarik rem dengan penderitaan. Terus responi setiap penderitaan yang kita terima dengan benar.
6. Memberi diri ditangkap oleh Tuhan (ayat 12)
Mengejar Tuhan adalah hal yang mudah. Kita tidak mengejar Tuhan yang bengis, yang sengaja meninggalkan kita ketika kita mengejarNya. Sebaliknya, Ia akan menagkap kita ketika kita mengejarNya.Bukan setelah kita lakukan ini dan itu baru Tuhan mau menangkap kita, tapi lakukanlah yang terbaik dan Tuhan akan menangkapmu.
7. Lupakan apa yang ada dibelakangmu (kesuksesan/kegagalan) dan fokus pada apa yang ada didepan (ayat 13)
Kita tidak bisa berlari sambil melihat ke belakang. Tanpa melepas yang dibelakang, kita tidak bisa melihat ke depan. Lihatlah tujuan Tuhan dalam hidup kita! Seperti istri Lot, begitulah hasil akhir dari orang – orang yang ‘melihat ke belakang’.
MENGAPA KITA HARUS FOKUS PADA TUJUAN TUHAN? Ibrani 11 : 3
Apa yang Tuhan mau kerjakan, seringkali tidak bisa kita lihat dengan pancaindra. Untuk mencapai tujuan Tuhan, perlu sekali untuk memperhatikan setiap langkah kita, mengetahui tujuan Tuhan di setiap hari. Jika kita telah menerima visi, hati – hati dengan langkah untuk mencapainya. Jangan sampai ketinggalan dari apa yang sedang Tuhan kerjakan. Apa yang Tuhan kerjakan adalah besar, pastikan fokusmu tiap hari.
- Published in Catatan Khotbah
Mengasihi Tuhan dan Bayar Harga
J4u, 14 September 2013
Pembicara : Ka Yorga
Yohanes 14 : 21
“Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
Mengasihi bukan sekedar lagu dan kata – kata tetapi memegang perintah Tuhan dan melakukannya. Memegang perintah Tuhan saja tidaklah cukup, karena memegang belum tentu melakukannya. Memegang / tau / hafal ayat memang baik, tapi tidak rohani. Sebab yang rohani ialah melakukannya. Apa yang Tuhan inginkan bukan sekedar membaca Firman Tuhan saja, tetapi membangun hidupmu dengan Firman Tuhan itu. Ketika kita sungguh – sungguh dalam Tuhan, mungkin awalnya tidak terlihat perbedaannya, sepertinya hidupmu tidak berbeda dengan hidup orang dunia, atau bahkan hidup orang dunia lebih baik. Tapi percayalah bahwa kita akan semakin berubah, karena terjadi pertobatan dan evaluasi dalam hidup kita.
Yang disebut sebagai anak Tuhan adalah ketika kita membangun hubungan dengan Tuhan. Baca dan lakukanlah Firman Tuhan. Orang yang telah membaca Firman Tuhan tidajk mudah digoyahkan, karena Firman Tuhan itu berkuasa. Pastikan ketika kita membaca Firman Tuhan pola pikir kita disingkirkan / di –nol-kan, supaya Tuhan mudah meletakan pola pikirNya. Orang yang pola pikirnya diubah oleh Tuhan, hidupnya pasti juga akan berubah. Baca Firman dan hiduplah didalam Roh. Lakukan Firman Tuhan, sebanyak yang kita tau saat ini.
1 Yohanes 2 : 5
“Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.”
Tidaklah mungkin seorang yang memegang dan melakukan Firman Tuhan tidak memiliki kasih. Itu sebabnya Tuhan Yesus marah sekali pada ahli – ahli Taurat, karena mereka tau Firman tapi tidak melakukannya. Semakin kau tekun melakukan Firman, semakin besar kasihmu, semakin kau tau bahwa kau berada dalam pusat rencana Tuhan.
2 hal yang terjadi ketika kita mengklaim Firman Tuhan terjadi dalam hidup kita:
- Ambil bagian dalam kodrat ilahi. Hidupmu akan penuh dengan hal – hal supernatural
- Luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. Mereka akan mudah jatuh dalam dosa, tapi kita justru akan mudah hidup dalam kekudusan.
- Published in Catatan Khotbah
Lahir Baru (Reborn)
J4u, 10 Agustus 2013
Pembicara : Billy Fariman
Reborn terjadi ketika manusia (yaitu tubuh, jiwa, dan roh) mengalami pembaharuan dan oleh karenanya masuk ke dalam kehidupan yang baru. Berdasarkan Kejadian 5:1-3, padaawalnya manusia diciptakan untuk menjadi segambar dan serupa dengan Allah yang sempurna, memiliki karakter ilahi dan kuasa.
Dengan demikian, Tuhan menjadi Bapa dan manusia sebagai anak-anakNya. Berdasarkan Yesaya 43:7, manusia diciptakan untuk kemuliaan Tuhan, yang dibentuk dan dijadikan-Nya. Akan tetapi menurut Roma 3:11-12, “disease of the fallen” atau kejatuhan manusia ke dalam dosa telah memisahkan manusia dari Tuhan. Akibatnya tujuan mula-mula Allah menciptakan manusia dirusak oleh dosa.
Apakah dosa? Dosa adalah pelanggaran terhadap perintah Tuhan. Bahkan, kata aslinya (hamartia), dosa dipakai untuk menggambarkan seorang pemanah yang meleset menembakkan anak panahnya. Ketika kita membahas tentang dosa, sebenarnya ada 3 hal yang perlu kita sadari. Dosa dimulai pertama-tama dari mata yang tergoda, lalu telingayang mendengarkan bisikan-bisikan iblis, dan pada akhirnya berkompromi terhadap perintah Tuhan.
Lalu bagaimana kita dapat mengetahui apakah sesuatu itu dosa? Tuhan yang akandiscover atau membukakan selubung nya untuk kita. Namun akibat dosa, manusia kini berada dalam kondisi yang tidak dapat lagi terhubung dengan Allah, sumber kehidupan. Hal inilah yang kita sebut kematian.
Bagaimana menjelaskan kematian ? Cermati ilustrasi berikut. Bagaimana menjelaskan dingin? Bagaimana menjelaskan gelap?
Dingin tidak dapat diukur, karena itu adalah kondisi tidak ada panas. Gelap juga tidak dapat diukur, karena itu adalah kondisi tidak ada terang. Demikian pula, mati tidak dapat diukur karena mati adalah kondisi dimana tidak ada kehidupan.
Terpisah dari sumber kehidupan membuat manusia merasakan ada sesuatu yang hilang. Sejarah budaya manusia menunjukkan bahwa manusia selalu mencari sesuatu untuk disembah seperti pohon, batu, dewa-dewi, dsb untuk menemukan kembali sumber kehidupan tersebut. Mereka juga mengupayakan dengan berbagai cara untuk
mendekatkan diri dengan apa yang disembahkan dengan memberikan persembahan, melakukan kebaikan, melakukan ritual-ritual agama, dsb.
Namun, Firman Tuhan menjelaskan bahwa hanya ada satu jalan yang dapat menghubungkan manusia kembali dengan sumber kehidupan. Roma 10 : 9-10 mencatat : “sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,
maka kamu akan diselamatkan”.
Ketika seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya dia telah lahir baru. Namun, lahir baru bukanlah akhir, melainkan langkah pertama dari kehidupan baru bersama dengan Tuhan.
Setelah kita lahir baru, cara kita memandang segala sesuatu seharusnya berubah karena kini Tuhanlah yang memimpin hidup kita. Perubahan-perubahan cara pikir tersebut akan membawa kita kepada pertobatan-pertobatan yang terus menerus. Karena itu lahir baru hanya sekali, namun pertobatan itu setiap hari.
Satu hal lagi yang Allah ingin discover untuk kita, yaitu Yohanes 1:12. Tertulis bahwa kita semua yang percaya dalam namaNya akan diberi kuasa (dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai authority, power, privilege, dan rights) untuk menjadi anak-anak Allah. Kita diberi kuasa untuk meninggalkan dosa dan bersatu kembali dengan Allah. Hal ini tidak diketahui banyak orang, karena memang belum diberi tahu, namun banyak juga yang tidak mau tahu.
Tuhan mengasihi kita, karena itu Dia tidak mau apa yang terbaik bagi kita itu digantikan oleh hal-hal yang sekedar baik. Kasih Tuhan selalu menginginkan yang terbaik bagi kita.
Hal yang perlu kita lakukan juga setelah lahir baru adalah memiliki gaya hidup baru yaitu selalu melakukan lebih baik dari yang terbaik (do better than best) dalam segala hal. Dia ingin kita jatuh cinta padaNya, pada pekerjaan, dan hidup kita seutuhnya. Prioritaskan hal-hal di hidup kita, tinggalkan hal-hal yang kelihatannya kecil namun merupakan kebiasaan buruk, dan kita akan kembali masuk pada tujuan-Nya yang semula bagi kita.
- Published in Catatan Khotbah
Melayani dengan Kuasa
J4u, 27 Juli 2013
Pembicara : Ka Phosa
Apakah pelayanan itu?
- Pelayanan adalah apa yang Roh Tuhan taruhkan melalui hubungan pribadi dengan Bapa (Kisah Rasul 8 : 26 – 29 ; Kisah Rasul 13 : 1 – 4)
- Pelayanan bukan karena supaya diberkati (Kisah Rasul 6 : 1 – 4)
- Pelayanan bukan karena tradisi / trade mark. Contoh : Paulus ( 1 Kor 1 : 14 – 17)
Bagaimana untuk melayani dengan kuasa?
- Membangun hubungan pribadi dengan Bapa ( Markus 1 : 35 ; Markus 6 : 45 – 46 )
- Miliki Iman dan Percaya kepada Bapa ( Yoh 11 : 40 ; Yoh 6 : 28 – 29 ; Yoh 14 : 12 )
- Rendah hati ( Gal 2 : 11 – 14 )
- Menurut apa yang Bapa suruh / katakan ( Yoh 12 : 49 ; Yoh 5 : 19 ; Yoh 5 : 17)
- Peka dan tidak ada kepalsuan dalam memberitakan kebenaran ( 2 Kor 4 : 1 – 2 )
“Tetapi kamu akan menerima kuasa , kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-KU di Yerusalem dan diseluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” Kis 1:8
Dampak melayani dengan kuasa :
– Pemulihan
– Kesembuhan
– Kelepasan
– Penghiburan
– Kebangkitan
– dll
“ Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan tetapi dari kuasa “
1 Kor 4 : 20
- Published in Catatan Khotbah
Bergantung Pada Tuhan
J4u 13 Juli 2013
Pembicara : Ka Ade
Bergantung Pada Tuhan
Amsal 3:5
Sadari bahwa:
- Jalan – jalan Kita ≠ Jalan – jalan TUHAN
- Rancangan Kita ≠ Rancangan TUHAN
- Kehendak Kita ≠ Kehendak TUHAN
(Yesaya 55:8-9)
Pertanyaannya…??
- Seberapa SERING kita GA TAU jalan2 Tuhan??
- Seberapa SERING kita GA PERCAYA RancanganNya yang TERBAIK??
- Seberapa SERING kita GA NURUT sama Kehendak Bapa??
Kenapa harus BERGANTUNG sama TUHAN??
2 Tawarikh 14 : 9 – 13
2 Tawarikh 15 : 1 – 7
2 Tawarikh 16 :1 – 9
3 Hal dalam Bergantung pada Tuhan:
1. Percaya kepada Firman (Iman) – Mazmur 32:8
- Bacalah supaya Mengerti Janji dan Jalan Tuhan
- Lakukanlah supaya Mengalami Kuasa Firman
- PERCAYALAH!!
2. Berharap pada Tuhan (Pengharapan) – Roma 5:5
- Berharap pada Janji Tuhan
- Berserah tapi tidak Menyerah…!!
3. Melakukan apa yang Tuhan kehendaki (Kasih) – Yoh 14 :21
- Tetapkah kita mengasihi Tuhan meskipun ga sesuai dengan apa yang kita minta?
- Published in Catatan Khotbah
Doa dan Puasa
J4u, 6 Juli 2013
Pembicara : Ci Yuli
DOA
Matius 6 : 5-13
Doa bukanlah sekedar aktivitas agamawi & juga bukan mantra, doa tidak sebatas kata – kata. Doa adalah komunikasi dengan Tuhan (intimate relationship with God), sebuah hubungan/relasi yang dibangun SETIAP HARI.
Hal-hal yang Ilahi, pewahyuan, hadirat Allah dinyatakan kepada orang-orang yang konsisten (tekun dan setia) membangun kehidupan doanya. ‘Paksa’ Tuhan untuk hadir dan menjamah hidup kita.
PUASA
Lukas 4 : 1-22
Yesus penuh dengan kuasa Roh Kudus/ dalam kuasa Roh Kudus / Roh Kudus mengambil alih hidupNya, Ia menyalibkan dagingnya untuk dipenuhi Roh Kudus.Banyak orang Kristen puas dengan ‘moment’ dipenuhi Roh Kudus, tetapi tidak bersedia memberikan dirinya dikuasai oleh Roh Kudus. Ketika Yesus memberikan diriNya untuk dipenuhi Roh Kudus, Ia menjadi tidak tergoyahkan oleh pencobaan.
Pencobaan dari iblis:
- Pembuktian diri
- Ketaatan mutlak kepada Bapa (bukan hanya sekedar ide/maksud/pikiran baik)
- shortcut/jalan pintas
MENGAPA BERPUASA?
- Karena tertulis dalam Alkitab (P.Lama dan P.Baru). Jadi LAKUKAN SAJA!!
- Firman Tuhan bukan untuk dianalisa, tapi untuk dilakukan!
Puasa dalam Perjanjian Lama
- Musa : puasa 40 hari 40 malam, naik ke gunung Sinai
- Elia : puasa 40 hari 40 malam, naik ke gunung Horeb
- Ester : puasa 3 hari 3 malam
- Yunus : puasa 3 hari 3 malam
- Daniel : puasa makan daging dan minum anggur selama 10 hari dan puasa 21 hari
- Penduduk Niniwe : puasa 40 hari 40 malam
- Ezra, Nehemia, Yosafat, Daud juga berpuasa
Puasa dalam Perjanjian Baru
- Yesus : puasa 40 hari 40 malam di padang gurun
- Nabiah Hana : berpuasa & berdoa sebagai gaya hidup
- Jemaat mula-mula juga memiliki gaya hidup berpuasa
- Gaya hidup pelayan Tuhan (2 Korintus 6:3-10)
DOA DAN PUASA
Doa dan puasa adalah gaya hidup pelayan Tuhan (contoh: Paulus). Bukan hanya sekedar aktivitas, tapi merupakan sikap hati yang bertobat dan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Doa dan puasa bukanlah sekedar rutinitas (Yesaya 58 : 3, Lukas 18: 9 – 14)
Doa puasa tidak mengubah Tuhan, namun mengubah kita
Manfaat Puasa (Yesaya 58)
- ‘Berhenti sejenak’ dari segala kesibukan kita untuk menemukan Tuhan dan fokus kepada kehendak Tuhan, sehingga mencegah kita memusingkan diri dengan perkara-perkara penghidupan (Yesaya 58 : 3)
- Melepaskan belenggu-belenggu kelaliman, tali-tali kuk dan memerdekakan para tawanan. Memerdekakan jiwa – jiwa / orang – orang yang ‘keras’, tembok – tembok yang tebal. Kegerakan terjadi saat ada yang berdoa dan berpuasa! (Yesaya 58 : 6) (Matius 17:14-21)
- Memperoleh pewahyuan (roti hidup) untuk memberi makan orang-orang yang lapar rohani. Ketika kita tidak punya ‘roti’, maka tidak ada yang bisa kita beri makan. Ketika Tuhan tidak berbicara, maka berpuasalah! orang – orang akan datang kepda orang yang memiliki roti. (Yesaya 58 : 7a)
- Memiliki belas kasihan Tuhan untuk jiwa-jiwa terhilang (Yesaya 58 : 7&10)Luka yang pulih dengan segera. Ketika susah untuk mengampuni (kedagingan), maka berpuasalah untuk menyalibkan kedagingan. Untuk yang sakit secara fisik, berpuasalah. (Yesaya 58 : 8)
- Doa-doa yang dijawab & hubungan dengan Tuhan yang lebih intim. Dobrak doa – doa yang ‘garing’ dengan berpuasa. (Yesaya 58 : 9)
- Menyingkirkan kegelapan dari hidup kita (ketidak jelasan, keraguan, kelemahan, dosa, tidak tau harus memutuskan apa) (Yesaya 58 : 10)
- Memperoleh tuntunan Tuhan (contoh: Ezra dan Ester) (Yesaya 58 : 11)
- Kekuatan roh yang dibaharui, roh yang disegarkan sehingga tidak pernah kekeringan (Yesaya 58 : 11)
- Membangun generasi masa depan (Yesaya 58 : 12)
TEKHNIS BERPUASA
Puasa normal : puasa makan, tapi masih minum
Puasa mutlak : puasa makan dan minum
Yang dilakukan saat berpuasa: Doa, menyembah dan memuji Tuhan, membaca Alkitab
MUSA (Keluaran 19)
Tuhan merindukan bukan hanya Musa, tetapi juga seluruh bangsa Israel naik ke gunung Tuhan, tapi bangsa Israel gagal merespon kerinduan Tuhan karena tidak mau mematikan dagingnya sendiri, tidak mau bayar harga untuk memiliki level keintiman yang lebih lagi dengan Tuhan, dan banyak excuse. Meski cuma sendiri, Musa tetap naik ke gunung Tuhan dan bayar harga dengan berpuasa 40 hari 40 malam, ia tidak peduli pada situasi. Maka Musa memperoleh:
- Pewahyuan
- Persekutuan yang intim dengan Tuhan (Keluaran 31:18)
- Words of the covenant (yang hanya diberikan kepada orang – orang yang dekat denganNYa) (Keluaran 34:10, 27-28)
- Memancarkan kemuliaan Tuhan (Keluaran 34:29-30)
Ketika Musa berpuasa dan naik ke gunung Tuhan, Musa disiapkan untuk menerima kemuliaan & kuasa yang lebih besar (kirbat yang baru).Ada kuasa, pengurapan, dan perkara-perkara besar yang Tuhan hendak lakukan di tengah-tengah kita, maka siapkan dirimu dan mari berpuasa dan bayar harganya!
- Published in Catatan Khotbah
Pasangan Hidup yang Profetik
J4u, 29 Juni 2013
Pembicara : Ko Ade Nugroho
- Ada 2 tipe manusia – 1 Korintus 2:14
1. Manusia daging / duniawi (psuchikos)
adalah manusia yang belum menerima Yesus (lahir baru).
termasuk juga manusia yang sudah percaya tapi duniawi.
2. Manusia roh / rohani (pneumatikos)
- Bait Allah yang hidup
1 Korintus 3 : 16 -> yang tinggal di dalam kita adalah Roh Allah
Bait Allah =
1. Pelataran
Tempat ‘daging’ (korban bakaran) dibakar
2. Ruang kudus
Tempat memuji dan meninggikan nama Tuhan
3. Ruah maha kudus
Tempat Allah bertahta, tempat Allah hadir
Kenapa ada orang percaya yang duniawi / kedagingan? Karena tidak berhasil menyalibkan kedagingannya.
Menyalibkan kedagingan -> sangkal diri, pikul salib, ikut Dia.
Pesan : “murid harus sanggup melepaskan paradigma bukan murid.”
Murid berbicara tentang hidup, bukan aktivitas.
Murid berbicara tentang bayar harga.
Murid merelakan, menyerahkan hal yang paling berharga baginya pada Tuhan.
- Garis Tegas
1 Korintus 6:14-18 -> pasangan hidup yang PERCAYA kepada Yesus.
Bagaimana menemukan pasangan hidup yang dari Tuhan?
Berikut contoh-contoh yang tertulis di Alkitab.
1. Adam dan Hawa (Kejadian 2:18-23)
– ide pernikahan berasal dari Tuhan (ayat 18)
mendahului Tuhan = tidak bergerak bersama-sama dengan Tuhan.
– sedang bekerja dalam panggilan Tuhan
– masing-masing pasangan UTUH untuk melengkapi satu sama lain sehingga terjadi multiplikasi
UTUH : Yesus yang mengisi segala aspek hidup kita.
2. Ishak dan Ribka (Kejadian 24:1-27)
Terjadi lewat perjodohan. Pointnya, siapa yang menjodohkan.
– “eliezer” harus orang yang takut akan Tuhan
– “eliezer” mencari orang yang takut akan Tuhan, yang satu DNA
Ujilah segala sesuatu! Respon seorang murid adalah berdoa.
3. Yakub dan Rahel (Kejadian 29:15-30)
4. Boas dan Rut (Rut 1-4)
– Tuhan pertemukan di ladang (visi, panggilan, pelayanan) – Rut 2
– Jangan jadikan lembaga pernikahan sebagai lembaga penginjilan
– Rut sudah mengenal Tuhan (Rut 1:16-17)
– Orang tua atau Bapa rohani harus dilibatkan
– Masing-masing pasangan menghormati dan menjaga kekudusan (Rut 3)
– Bersiaplah (Rut 3)
Fokuslah pada Tuhan, ladangNya, dan tujuan hidupmu. Maka, Tuhan akan membawa pasangan yang tepat bagimu.
- Apa yang harus dilakukan
– Berdoa / doakan
– Share ke pembimbing rohani
– Bertemanlah dengan banyak orang
– Jaga kekudusan dalam pernikahan
– Rendah hati, lebih baik “putus” tapi selamat seumur hidup (Amsal 21:9,19)
- Yakinkah pasangan hidupmu dari Tuhan?
– Ujilah segala sesuatu (1 Tesalonika 5:21)
– Membawamu makin dekat dengan Tuhan (1 Korintus 15:33)
- Published in Catatan Khotbah
Ketaatan Mutlak Kunci Keberhasilan
J4u, 22 Juni 2013
Pembicara : Erik Simon
Pesan :
membangun tim untuk regenerasi pengajar muda Indonesia selanjutnya.
Bangkit pemurid, bangkit murid!
Bangkit pemurid yang berjuang di dalam DOA!
Orang yang mengasihi Tuhan pasti taat (baca Yohanes 14:21,23)
- Kelakuan dan hatinya menunjukkan bahwa dia mengasihi Tuhan
- Orang yang mengasihi Tuhan pasti memiliki Firman
- Keberhasilan seseorang bukan dihitung berdasarkan materi, tetapi dari ketaatannya pada Tuhan
- Dalam ketaatan ada sukacita dan damai sejahtera
- Ketaatan membuat seseorang ditinggikan pada waktuNya
- Ketaatan yang memerdekakan, membebaskan, dan mendamaikan orang
Taat yang terutama kepada :
– BAPA
– Orang yang memiliki otoritas : orang tua, pembimbing
Teladan utama ketaatan : Yesus.
Yesus menunjukkan ketaatan yang sempurna, bahkan hingga mati di kayu salib untuk menebus manusia.
Mazmur 1:1-3
(1:1) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, (1:2) tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. (1:3) Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Orang yang taat pada Firman Tuhan akan selalu berhasil
- Published in Catatan Khotbah, Networking
Berani membayar harga dan bertindak
J4u
Bacaan : Yosua 1:1-18
Tuhan memberikan janji pada Yosua, bahwa setiap tempat yang akan diinjak oleh kakinya akan diberikan kepadanya, seperti yang dijanjikan pada Musa (ayat 3). Janji yang luar biasa bukan? Kita senang menerima janji seperti demikian, akan tetapi kita juga harus senang dengan prosesnya.
Yosua adalah teladan dalam berani membayar harga dan bertindak, dengan memimpin bangsa Israel menggenapi janji Tuhan untuk keluar dari padang gurun masuk ke tanah perjanjian.
Setidaknya ada 5 sifat Yosua yang dapat kita teladani :
1.Taat (dalam KBBI maksudnya senantiasa tunduk / patuh) Yosua tidak menyimpang ke kiri maupun ke kanan dari perintah Tuhan yang disampaikan kepadanya lewat Musa. Ibrani 13:17 – taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu sebagai orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Pelatihan yang keras dari pembimbing adalah untuk kebaikan kita, mempersiapkan kita untuk tantangan di masa depan.
2.Hidup dalam kekudusan Yosua tidak terlibat dosa yang dilakukan orang sebangsanya pada generasinya. Keluaran 32:17-18 : Yosua berada bersama Musa ketika orang Israel menyembah patung tuangan anak lembu emas.
I Petrus 5:8, sadar dan berjaga-jaga terhadap lawan yaitu si iblis. Sadar berarti menjaga pikiran dalam kondisi sehat. Caranya adalah dengan mengisinya dengan Firman Tuhan.
Lukas 6 :46-49 Seseorang dapat membangun hidupnya di atas 2 macam dasar, yaitu dasar yang teguh bagi yang mendengar dan melakukan Firman Tuhan. Sebaliknya dasar dari pasir yang mudah amblas ketika datang hujan pencobaan.
3.Kesukaannya adalah hadirat Tuhan Keluaran 33:7,11 Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.
Kualitas roh seseorang ditentukan dari kualitas waktunya dalam hadirat Tuhan, Yosua suka tinggal dalam hadirat Tuhan.
4.Memiliki iman yang teguh Yosua (dan juga Kaleb), adalah 2 dari 12 pengintai yang diutus Musa. Ke-12 pengintai melihat hal yang sama, namun hanya Yosua dan Kaleb yang memberikan respon positif karena mereka memiliki iman yang teguh pada janji Allah bagi bangsa Israel.
5.Penuh dengan Roh Tuhan Bilangan 27 : 18 – Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: “Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya.
Mari memiliki hidup yang berarti dengan memiliki kejelasan identitas (mengenal siapa kita), memiliki keyakinan kuat dan kejelasan akan visi dan panggilan Tuhan, dan memiliki pengertian yang dalam akan tujuan hidup sehingga tidak membanding-bandingkan lagi gunung yang harus didaki dengan gunung tetangganya.
Jangan hanya mengerti sedang diproses tapi tidak melakukan apa-apa, atau lebih parah lagi tidak tahu bahwa sedang diproses. Bagi murid tidak ada alternatif untuk keluar atau mundur, tapi terus bergerak maju!
- Published in Catatan Khotbah, Networking
Membangun Kapasitas Roh
Persekutuan J4u – Sabtu, 1 Juni 2013
Pembicara : Ka Ester
- Langkah awal : Re-born (Yohanes 3 : 3 -6)
ayat 6 (amplified) =
what is born of [from] flesh is flesh [of the physical]; and what is born of the Spirit is spirit. –> inilah alasan kita membangun manusia roh bukan manusia daging.
manusia roh = was born from Spirit
lahir dari roh –> daging tidak punya kuasa lagi
Roma 10 : 9-10 -> mengaku dengan mulut, percaya dalam hati.
Percaya inilah yang membuat kita diselamatkan, karena pertobatan bukan usaha manusia.
- Membangun perlu bahan bangunan (Kingdom supply)
Filipi 4 : 19 =
“Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya di dalam Kristus Yesus.”
menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya –> lebiiiiih dari cukup!
1 Petrus 5 : 10
Dia yang memanggil, Dia sendiri juga yang melengkapi (Himself!)
(amplified)
…the God of all grace [Who imparts all blessing and favor], Who has called you to His [own] eternal glory in Christ Jesus, will Himself complete and make you what you ought to be,establish and ground you securely, and strengthen, and settle you.
- Foundation – Fondasi
Yohanes 1 : 12 (amplified)
but to as many as did receive and welcome Him, He gave the authority [power, privilege, right] …
1 Yohanes 4 : 4
Roh yang ada dalam kita lebih besar daripada apapun!
Markus 8 : 34-35 (amplified)
ayat 34 =
..if anyone intends to come after Me, let him deny himself and take up his cross and [joining Me as a disciple and siding with My party] follow with Me [continually, cleaving steadfastly to Me]
*yang melakukan ‘come after’ adalah son, bukan sekedar children
*deny : forget, ignore, disown, lose sight of himself and his own interests.*
ayat 35 =
for whoever wants to save his [higher, spiritual, eternal] life, will lose it [the lower, natural, temporal life which is lived only on earth]; and whoever gives up his life [which is lived only on earth] for My sake and the Gospel’s will save it [his higher, spiritual life in the eternal kingdom of God].
- The Building – Bangunan
Yohanes 15 : 1-8
ayat 4 (NIV)
Abide in Me, & I in you. As
the branch cannot bear fruit of itself, unless it abides in the vine, neither
can you, unless you abide in ME.
– Abide (Mazmur 27 : 4)
(amplified)
One thing have I asked of the Lord, that
will I seek,
inquire for, & (insistently) require: that I may dwell in the house of the
Lord (in His presence)
all the days of my life, to behold & gaze upon the beauty (the
sweet attractiveness
& the delightful loveliness) of
the Lord & to meditate,
consider, & inquire in His temple.
– Obey
Yohanes 4 : 30-34
ayat 34 (amplified) =
.. My food is to do the will (pleasure) of Him who sent Me and to accomplish and completely finish His work.
Galatia 5 : 25 (amplified) =
if we live by the (Holy) spirit, let us also walk by the Spirit. (If by the Holy
Spirit we have our life in God, let us go forward walking
in line, our
conduct controlled by
the Spirit)
*walking in line = deny yourself, take up cross, follow Him
Markus 1 : 35 =
pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa disana.
Yesus bangun dan pergi ke luar –> untuk mengingatkan kita, ini bukan perkara gedung atau tempatnya, tapi His presence (hadirat Allah)
Abide and Obey!
- Published in Catatan Khotbah

