Hadirat Tuhan
- Published in Catatan Khotbah
Disiplin Rohani
Pilih-pilih makanan sering terjadi pada bayi-bayi rohani yang sedang dalam pelatihan. Banyak yang terperangkap sebagai bayi rohani karena tidak memiliki ketekunan.
“Kami bukan hebat tapi terlatih.” Ini adalah semboyan dari Kopassus (Komando Pasukan Khusus), pasukan elit Indonesia. Tidak mudah menjadi Kopassus, anggota Kopassus hanya prajurit pilihan dari angkatan laut dan darat. Bahkan dari sedikit yang terpilih, banyak yang tidak berhasil melalui ujian Kopassus dan dikembalikan ke angkatannya. Murid-murid Tuhan di J4u sedang dipersiapkan untuk misi sekaliber “Kopassus” karenanya perlu kedisiplinan untuk beralih dari “bayi rohani yang minum air susu” menjadi “orang dewasa yang dapat mengunyah makanan keras”.
Sebelum disapih bayi memang sebaiknya diberi air susu ibu dulu selama setidaknya 6 bulan. Namun, seiring bertambah usia dan perkembangan kebutuhan gizi, makanannya harus mulai beragam. Kadang-kadang anak tidak suka dengan makanan bergizi yang diberikan orang tuanya, misalnya sayuran. Orang tua yang baik akan memaksa anaknya untuk makan, karena jika tidak anaknya akan kekurangan gizi yang sebenarnya penting sekali untuk pertumbuhan ideal. Pilih-pilih makanan (tidak disiplin dalam makan makanan bergizi) ini pun sering terjadi pada bayi-bayi rohani yang sedang dalam pelatihan menjadi murid-murid “Kopassus” nya Tuhan. Banyak yang terperangkap sebagai bayi rohani karena tidak memiliki ketekunan.
Yakobus 1:4 “Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Ketekunan dalam berdisiplin rohani memiliki makna bahwa kita berdisiplin dalam pertandingan hidup kita dengan mengarahkan mata pada Tuhan, tidak berfokus pada “si aku” lagi. Pertandingan terberat adalah melawan diri sendiri, “si aku”. Contohnya perkara saat teduh. Di pagi hari, bukan iblis yang membuat kita tidak saat teduh, melainkan diri kita sendiri. Syukurnya, Firman Tuhan berkata kalau tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan menguasai diri dalam segala hal (1 Korintus 9:25). Kita juga perlu mengevaluasi prioritas dalam hidup kita, apakah masih komik, film, jejaring sosial, makanan tertentu, atau kebiasaan-kebiasaan lainnya? Kita harus dapat menang melawan semua itu.
Ketekunan menghasilkan buah matang yang akan terlihat dalam perubahan karakter kita. Ketika kita fokus mengikuti Tuhan, kita akan menjadi lemah lembut dan rendah hati (Matius 11:29). Lemah lembut juga berarti dapat ditegur, mau berubah, dan bersedia dibentuk. Selain itu dengan ketekunan, kita akan memiliki stamina roh yang bermanfaat untuk memampukan kita menepati semua agenda yang telah Tuhan tetapkan bagi kita : keluarga, pekerjaan, pemuridan ke bawah dan ke atas, persekutuan, dsb. Sementara itu, kekuatan roh kita pun akan meningkat sehingga kita memiliki kepekaan dan kuasa dalam meresponi perkara-perkara yang suka terjadi secara tiba-tiba. Semua hal ini membantu kita untuk menempati jawatan kita dalam tubuh Kristus, baik sebagai pengajar, nabi, rasul, penginjil, maupun gembala.
Buah yang matang tersebut supaya kita sempurna, utuh, dan tak kekurangan suatu apa pun. Kita menjadi sadar bahwa yang kita perlukan sebenarnya adalah Tuhan saja, segala hal lainnya adalah tambahan. Paulus, sekalipun memiliki posisi yang terpandang namun setelah berjumpa dengan Tuhan dan tekun membangun hubungan dengan Tuhan, mengatakan bahwa segala pengetahuan, kehormatan, dan hal-hal lain yang dunia pandang mulia seperti sampah.
Sama seperti seleksi pada calon anggota Kopassus, hanya orang yang berdisiplin rohani yang dapat bertahan sebagai murid Kristus sampai akhir. Tidak heran, Firman Tuhan mengatakan banyak yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan sebagainya. Namun seperti semboyan Kopassus, mari kita menjadi murid Tuhan yang dewasa rohaninya (sempurna, utuh, dan tidak kekurangan suatu apa pun) bukan karena kehebatan kita, namun karena terlatih.
J4u Jabodetabek
Sabtu, 28 Mei 2016
Pembicara : John Ronaldo
Lokasi : Wisma PGI, Ruang Meeting 2
- Published in Catatan Khotbah
Penundukkan Diri dan Ketaatan
- Published in Catatan Khotbah
Hell’s Bells
Ketika musisi mengacungkan simbol tersebut maka diikuti pula oleh para penonton. Saat itulah terjadi kekacauan masal, pemerkosaan, saling berkelahi dan ada kematian.
Materi tentang hell’s bells sudah jarang diajarkan di kumpulan umat Tuhan. Ternyata sekarang berbagai kalangan di negara-negara dunia menyelidiki tentang hell’s bells. Bahkan ada seseorang dari latar belakang lain yang menghitung kapan iluminati akan membunuh seseorang. Materi ini tidak bisa kita anggap sepele. Tapi mari kita ungkapkan sama-sama.
Kita mulai dengan lagu “Lebih dalam ku menyembah” dari True Worshipper. Apa yang kita rasakan setelah mendengar lagu ini. Dari kata-katanya kita tahu, dari musiknya juga kita bisa hanyut dalam lagunya.
Itulah musik, semua instrumen didalamnya mempengaruhi jiwa.
Mari kita perhatikan video “Satanism in Music”. Mojo adalah kata lain dari vodoo. Tahun 90-an, seorang paranormal Indonesia pernah belajar vodoo di Afrika. Vodoo dilakukan dengan irama dan bit tertentu. Salah satunya digunakan dalam lagu Umbrella. Aliester Crowley yang pertama kali membuat konsep satanic bible juga memutar balikkan isi Alkitab, apa yang dilarang oleh Tuhan malah diperbolehkan. Salah satu imam di gereja setan adalah Anton Zandor Lavey, yang memulai aliran musik rock, slow rock, metal, underground. Musik-musik tersebut bukan sekedar bunyi berisik, tapi telah diatur demikian. Musik-musik tersebut telah didoakan, telah diadakan ritual, dipersembahkan pada setan supaya berdampak lebih lagi bagi pendengarnya.
Mari buka Alkitab pada kitab 1 Timotius 4:1-2.
“Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan. oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.”
Kenapa musik?
Menurut wikipedia: Music is an art form and cultural activity whose medium is silence and sound.
Menurut Plato, musik memiliki power/kuasa. Aristoteles juga berpendapat demikian. Di mana-mana kita dengar musik. Tanpa disadari, musik itu mempengaruhi kita. Kita juga menikmati alunan bit dan nadanya. Yang tanpa lirik saja sudah dapat dinikmati. Itulah musik. Penelitian menunjukkan pengaruh musik pada tanaman. Sampai sedashyat itu kekuatan musik. Maka Iblis mencoba menjauhkan kita dari memuji Tuhan.
Marilyn Manson berpendapat, “Music is the strongest form of magic”. Dalam musik-musiknya banyak mengandung lirik yang berisi kesombongan dan LGBT.
Perhatikan apa yang kita ingat dalam otak kita. Ada sebuah penelitian, dalam otak manusia mengingat 5% nama, 3% nomor telepon, 2% hal penting dari sekolah, 90% lirik lagu.
Columbia University meneliti kira-kira umur 30 tahun, manusia sudah mengenal 2000 orang. Nah, 90% ternyata kita seringkali mengingat lirik. Ketika kita mendengar nadanya saja, liriknya ingat.
Kejadian 3:1 mencatat, “ Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
Bandingkan dengan Kejadian 2:16-17
“16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
Ular cerdik. Ular tahu Firman yag sebenarnya, hanya dia sengaja memberi umpan untuk menyesatkan manusia. Konsep inilah yang dipakai dalam penyesatan musik.
2 Korintus 3:18 Tuhan mau kita memancarkan kemuliaan Allah yang tidak terselubung. Kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya.
Ular menipu, tapi tidak terang-terangan.
Ada satu film di masa yang lalu hasil kerjasama beberapa merk minuman dan makanan. Dalam film itu disisipkan beberapa slide yang sepersekian detik untuk mengajak makan popcorn dan minum minuman merk tersebut. Mata tidak menangkap, tapi alam bawah sadar yang bisa menangkapnya. Terbukti penjualan merk tersebut meningkat 3000%. Inilah cara yang disebut pesan terselubung atau subliminal message.
Bagaimana cara membedakannya?
- Gaya hidup/kehidupan artis tersebut. Termasuk keputusan-keputusan yang dia buat dan dipublikasikan secara umum. Ini meniru konsep nubuatan. Semua bisa baca dan dia sendiri tidak menentangnya.
- Tujuan dari lagu/film itu dibuat. Film-film holiwood juga ada yang dibuat dengan urutan tertentu dan saling berhubungan.
- Pesan tersembunyi pada lagu/film tersebut (subliminal backmasking ahead).
- Lirik/kata-kata pada lagu tersebut.
Pada musik rock, selalu ada simbol dan mengandung arti. Dekorasi, tata lampu, simbol tangan. Biasanya mengacungkan jari telunjuk dan kelingking yaitu tanduk iblis. Ketika musisi mengacungkan simbol tersebut maka diikuti pula oleh para penonton. Saat itulah terjadi kekacauan masal, pemerkosaan, saling berkelahi dan ada kematian. Iblis selalu minta darah.
- Gaya hidup artisnya apakah terlibat:
-Narkoba
-Free sex
-LGBT
-Penyembahan berhala
Jay-Z, Beyonce sudah dinobatkan sebagai king and queen iluminati di Amerika. Mereka yang menentukan artis mana yang bisa orbit/terkenal.
Warna merah, hitam dan putih adalah warna khas bagi iluminati.
- Tujuan/lagu itu dibuat apakah untuk:
-Tuhan
-Cinta
-Alam
-Kebangsaan
-Sesama manusia
-dll.
Bono pernah berkata, “Music can change the world because it can change the people”
Lagu dari Simon & Garfunkel berjudul El Condor Pasa. Pertama kali dinyanyikan dengan seruling terbuat dari tulang manusia. Lagu ini dibuat agar pendengarnya bisa masuk alam roh.
Michael Jackson menggelar konser terakhirnya bertajuk “This is It”, karena dia sudah muak dengan kehidupannya dari iluminati dan akan membongkar semuanya. Setelah itu justru dia meninggal.
Whitney Houston juga mengalami kematian yang tidak wajar, seolah-olah OD.
- Pesan tersembunyi pada lagu/film.
-Backmasking merupakan suatu metode untuk membuat serangkaian kata di dalam sebuah lagu populer.
Metode ini salah satunya digunakan dalam film-film disney. Mari kita waspada. Satu film kartunnya memerlukan jutaan dolar, padahal hanya film kartun. Anak-anak dengan polosnya menerima pesan-pesan tersebut. Anehnya film kartun tidak ada yang diblokir. Anak menikmati dan sampai ada yang terhipnotis, dipanggil orang lain tidak menjawab, mata terpaku pada televisi.
Disney pada tahun 1980-1990-an, menjadi rumah produksi yang mengorbitkan artis. Sekarang, banyak saluran untuk menjadi terkenal salah satunya ajang pencarian bakat.
Simbol-simbol pada industri iluminati:
666
Dalam angka Romawi dilambangkan dengan DCLXVI, bahasa Latin bisa diartikan sebagai DIC LVX = “dicit lux” – suara cahaya, Lucifer (Lux Ferre) atau si pembawa cahaya/Bintang Fajar atau Venus atau planet ke-6 terbesar dalam tata surya kita.
Kaisar Nero dalam bahasa Ibrani ini bisa ditulis dengan angka 666 (Neron Kesar). Racun yang mematikan adalah racun 666 = racun Hexachloride yg diambil dari formula kimia C6H6Cl6.
Ankh
Sepintas lalu simbol ini mirip dengan salib dalam ajaran kaum Nasrani. Tapi tidak. Gambar ini sama sekali tak ada hubungannya dengan salib. Ankh merupakan salah satu simbol kekuatan terdahsyat dari dunia mistik hitam. Bila ditelusuri sejarahnya, Ankh berasal dari mistik Mesir kuno. Pada masa itu Ankh dipergunakan dalam upacara pemujaan RA, dewa matahari Mesir kuno yang diyakini sebagai wujud lain dari setan. Ra juga dianggap sebagai pencipta alam semesta dan disembah oleh orang-orang Mesir kuno. Lingkaran di atas kepala adalah gambaran matahari.
Ankh merupakan simbol reinkarnasi. Namun konsepnya berbeda dengan pengertian ajaran Budha dan Hindu. Dalam ajaran Mesir kuno, Ankh bermakna sebagai keabadian hidup.
Syarat utama untuk menggunakan simbol ini, orang-orang Mesir kuno diwajibkan mempersembahkan kesucian para gadis perawan dalam sebuah pesta ritual yang menyeramkan.
Pentagram
Simbol ini sering digunakan oleh para tukang sihir perempuan dalam melakukan prakteknya. Pentagram berhubungan dengan Lucifer dan tukang sihir perempuan percaya bahwa Lucifer berarti “putra sang pagi”. Ada beberapa kebenaran dalam gambaran tentang setan yang dilukiskan sebagai seorang ‘malaikat penerang’ dan merupakan salah satu makhluk terindah yang pernah diciptakan. Karena itu, rasa bangga dan kesombongan telah menguasai diri Lucifer. Karena sifat juga yang membuatnya terpuruk dalam kesesatan.
Jika pentagram ini diputar secara terbalik, bentuknya jadi semacam bintang yang “bertanduk”. Atau bila diamati secara seksama. simbol bintang ini dalam perputarannya seakan-akan membentuk wajah setan. Dan sampai saat ini Pentagram dijadikan sebuah simbol yang dipergunakan seluruh gereja setan di dunia.
Hexagram
Disebut Hexagram karena berbentuk bintang segi enam. Hexagram sering dipergunakan dalam upacara ritual mistik dalam dunia gaib hitam. Simbol ini harus tersedia ketika memanggil setan secara berulang-ulang selama ritual berlangsung. Kata ‘Hex’ berasal dari lambang ini. Terdapat sebuah catatan penting yang menyangkut Hexagram yang pernah digunakan pesulap terkenal Cellini. Dulu, ia dan muridnya, Cenci, mencoba menantang setan-setan dari dalam sebuah lingkaran yang telah dilukiskan di atas tanah di Coliseum (stadion besar), kota Romawi. Kebanyakan para setan memang akan muncul bila diundang, tapi justru kehadiran itu merusak ritual. Tapi Cellini yakin, selama ia dan muridnya berada dalam lingkaran akan aman dari serangan setan. Pada saat itu Cenci mengaku telah melihat lima sosok setan besar berusaha sekuat tenaga untuk menembus lingkaran Hexagram. Dalam spiritual Cina, I Ching, Hexagam juga dipergunakan dengan kombinasi garis lurus dan garis putus yang berhubungan dengan energi “Yin” dan “Yang”. Hexagram, pada dasarnya sama sekali tidak menunjukkan pengertian yang bisa bikin bulu kuduk berdiri.
Tanduk Unicorn
Jika uang merupakan sebuah problema, simbol ini diyakini bisa menawarkan bebarapa solusi secara mistik. Pertama kali digunakan oleh para pendeta Druid di Skotlandia dan Irlandia. Biasanya, tanduk Unicorn dipakai dalam upacara ritual untuk meminta bantuan keuangan kepada setan. Nama lain untuk simbol ini adalah “tanduk Italia”, “tongkat sihir peri” atau “tongkat Leprechaun”. Dalam mitologi Indian, simbol tanduk sering disebut-sebut. Kelihatannya seperti lambang kemaluan lelaki. Bila diamati secara seksama, pada beberapa pakaian, simbol seperti ini tampak melingkari leher si pemakai. Sementara di daratan Eropa, simbol unicorn dianggap berhubungan dengan persoalan seksualitas dan merupakan sebuah simbol kekuatan seks. Legenda Unicorn terdapat dalam kisah-kisah kaum Nasrani, Islam, Cina, dan Indian.
Scarab
Ada pada film the Mummy. Kata Scarab berasal dari bahasa latin; Scarabaeus Sacer. Ia termasuk salah satu hewan anggota dari keluarga kumbang. Orang-orang Mesir kuno meyakini tipe kumbang jenis ini sebagai sesuatu yang keramat, disucikan dan dijadikan simbol, tanda, atau jimat. Scarab digunakan dalam upacara ritual untuk memohon hal-hal yang menyesatkan dan kotor. Sedangkan nama lain yang lebih tepat untuk kumbang satu ini adalah “Dung” (maaf: kotoran). Mungkin karena hobinya yang gemar menggali lubang di dekat tumpukan kotoran. Selain untuk tempat bertelur, juga untuk tempat penyimpanan makanan. Di daerah tropis, bukan hal aneh bila menemukan kumbang kotoran mempermainkan gumpalan kotoran sebesar apel dengan tubuhnya. Menjijikan memang, tapi itu pula sebabnya mengapa para tukang sihir wanita suka menggunakan kumbang dalam praktek-praktek sihirnya.
Mata Horus/All seeing eye
Horus adalah sosok dewa yang berhubungan dengan matahari. Ia merupakan putra dari Isis dan Osiris. Mata Horus merupakan simbol mistik dari kekuatan gelap yang bermakna ‘Maha Tahu’ dan ‘Maha Melihat’. Biasanya ia dilukis dalam hieroglips (Tulisan Mesir kuno) di dinding-dinding Piramid. Osiris adalah sang raja sekaligus hakim kematian. Ia suami dan juga abang dari Isis. Ia juga merupakan sosok dewa senior tertinggi dalam kepercayaan Mesir kuno. Biasanya, Osiris sering digambarkan sebagai figur laki-laki dengan janggut menghiasi dagu dan dibungkus seperti mumi. Di atas kepalanya bertengger sebuah mahkota yang dikenal dengan nama ‘Mahkota Atef’. Biarpun ia pernah mati dalam peperangan, tapi toh ia bisa dihidupkan kembali oleh putranya, Horus. Isis adalah dewi kesuburan dan ibu dari Horus. Selain di Mesir, ia dikenal juga sebagai salah satu dewa dalam legenda-legenda Yunani dan kekaisaran Romawi.
Bulan sabit
Melengkapi pembahasan Mata Horus, bulan sabit digunakan sebagai simbolisasi dari Isis. Identitas lainnya adalah Diana, sang Ratu Surga. Kitab-kitab kuno mengkisahkan riwayat keturunannya berasal dari cucu Nuh bernama Cush. Ia menikahi seorang perempuan jahat bernama Semiramis yang kelak menjadi ratu Babylonia. Di dalam dunia mistik sesat, ada beberapa bentuk dari perempuan jahat ini, di antaranya: Venus, Ashtoreth, Diana, Isis. Simbol setan sering dikaitkan dengan persoalan hubungan seks yang tak lazim. Di bawah sinar bintang dan rembulan, upacara ritual ini melibatkan para pengikutnya menikmati seks satu sama lain atas nama setan. Berhati-hatilah terhadap simbol-simbol ini dan praktek-praktek kesesatan yang mungkin tanpa Anda sadari ada di lingkungan sekitar Anda. Biasanya kelompok aliran sesat selalu menjalankan aktifitasnya dengan cara terselubung dan bersembunyi di balik topeng-topeng ilusi yang membiuskan.
Jangan pernah kecewa dengan Tuhan ataupun menantangnya, karena kedua hal itu yang dapat membuat jalan masuk iblis. Hati-hati dengan emosi, mencemooh, ngedumel, menyesali keadaan.
Simbol-simbol tersebut menunjuk pada sesuatu. Kita tidak bisa sembarangan memakainya. Lebih baik bakar. Buku-buku ajaran sesat, jika Tuhan tidak panggil kita untuk mempelajari di sana, bakar saja. Buku Joel Osten, seorang pendeta satanis yang mendukung LGBT, buang. Buku Joseph Prince, buang.
Kenapa artis-artis tersebut sengaja menampilkan ke publik? Supaya pada waktu iluminati menyatakan simbol-simbolnya maka kita akan terbiasa dan menerimanya.
Tidak semua lagu yang kita dengar biasa saja, ada pesan dibaliknya. Bukan kita menjadi takut, ingat ada darah Yesus. Mari kita waspada. Jika tertarik dengan suatu lagu, mari selidiki dengan 4 cara yang telah disebutkan sebelumnya.
Jika kita terngiang dengan lagu-lagu tertentu padahal sedang nyembah Tuhan, maka itu waktunya untuk berpuasa, berhenti untuk mendengarkan lagu tersebut. Ketika mau nonton suatu film tapi tidak damai sejahtera, lebih baik tinggalkan.
Maka dari itu, mari tetap kuat menyembah Tuhan, supaya kita semakin peka.
Bagi pemusik, ayo latih dirimu lebih lagi. Biar pengurapan tidak bocor.
Kuduskanlah diri kita!
Seminar J4u Bandung
Sabtu, 14 Mei 2016
Pembicara: Yorga Parnadi
Venue: Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
- Published in Catatan Khotbah
Persembahan Sulung
Pernah dengar tentang Persembahan Sulung?
Mungkin kamu pernah melihat istilah itu tertera di amplop persembahan di gereja? Mungkin kamu pernah mendengar orang(biasanya yang baru bekerja) memberikan persembahan sulung? Atau mungkin kamu sama sekali belum pernah mendengar istilah ini?
Kebanyakan orang, baik yang sudah maupun belum pernah mendengar tentang persembahan sulung,biasanya menyimpan banyak pertanyaan terkaitnya. Bahasan tentang Persembahan Sulung cukup banyak, namun biasanya lebih banyak membahas masalah teknis seperti: berapa jumlah persembahan yang harus diberikan; kepada siapa persembahan sulung harus diberikan; kapan dan berapa kali harus memberikan persembahan sulung, apakah sekali seumur hidup, setiap kali pindah kerja, atau setiap tahun?
Banyak orang pada akhirnya terjebak memperlakukan persembahan sulung seperti sebuah“ritual” (dengan segala aturannya yang rumit). Esensi atau makna terdalamnya malah kerap kali dilupakan. Tanpa mengerti makna terdalamnya, banyak orang bahkan menyalahgunakan persembahan sulung untuk mengejar berkat semata.
Nah,tulisan ini berusaha untuk mengulas tentang persembahan sulung secara utuh.Seorang murid melakukan firman karena mengerti, bukan karena karena disuruh atau karena itu merupakan “kebiasaan” di komunitas rohaninya. Ia mengerti dan karena itu ia melakukan. Siap untuk menyelam lebih dalam, murid Kristus?
Allah Bergerak dalam Musim dan Waktu
Kita tidak bisa membahas persembahan sulung tanpa terlebih dahulu mengerti bahwa Allah bergerak dalam musim dan waktu. Penulis-penulis Alkitab, khususnya di Perjanjian Lama juga cukup sering menulis dengan membubuhkan keterangan waktu yang mendetil hingga penyebutan bulan dan hari. Begitu pentingnya persoalan waktu ini hingga kita mengenal ayat yang terkenal dalam Pengkhotbah 3:1
“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya”
Pengkhotbah 3:1 menyatakan bahwa Allah menetapkan musim dan waktu atas dunia dan atas setiap hidup kita. Karena itu, jika kita ingin bergerak bersama-sama dengan Allah,mengalami-Nya dan berkat-Nya secara penuh, kita harus memahami musim danwaktu-Nya. Tuhan sangat serius dengan ketetapan mengenai musim dan waktu ini.
“Kalender Ilahi”
Untuk membuat orang Israel memahami musim dan waktu Tuhan, Ia memberikan sebuah “kalender” ketika mereka keluar dari Mesir. Ia memberikan ketetapan-ketetapan yang beberapa di antaranya memiliki keterangan waktu yang sangat spesifik,misalnya korban “pagi” dan korban “petang” (Keluaran 29:37, Imamat 6:20), korban “Sabat” dan korban “bulan baru” (Bilangan 28:1-9), kuduskanlah hari “Sabat”, ketetapan mengenai hari-hari raya (Keluaran 23:14-19, Imamat 23, Ulangan 16:1-16), dsb. Kalender ilahi ini “mulai berjalan” seiring dimulainya perjalanan mereka menuju tanah perjanjian dan harus tetap dilaksanakan setelah tiba di Kanaan.
Salah satu bagian dari kalender yang ditegaskan berkali-kali adalah ketetapan mengenai hari-hari raya. Ada tiga hari raya utama yang harus dirayakan orangIsrael di mana ketiga hari raya ini memiliki makna dan penggenapannya di dalam Perjanjian Baru.
Tiga hari raya tersebut adalah:
1. Hari Raya Paskah (Pesach) yang menggambarkan kematian dan kebangkitan Kristus sebagai buah sulung di Perjanjian Baru.
2. Hari Raya Tujuh Minggu/Pentakosta (Shavuot) yang menggambarkan turunnya Roh Kudus di Perjanjian Baru.
3. Hari Raya Pondok Daun (Sukkoth) yang menggambarkan pemerintahan Kristus di masa yang akan datang sebagaimana dinubuatkan dalam Alkitab.
Disini kita bisa melihat bahwa Tuhan tidak menetapkan hari-hari raya ini secara sembarangan atau hanya sekadar iseng. Setiap hari raya memiliki makna dan ada sesuatu yang Tuhan sediakan untuk kita alami. Dalam tulisan ini, kita tidak akan membahas mengenai Hari Raya Pentakosta dan Hari Raya Pondok Daun melainkan berfokus pada Hari Raya Paskah yang kemudian dilanjutkan oleh hari raya roti tidak beragi dan hari raya buah bungaran(persembahan sulung/firstfruit).
Hari Raya Buah Bungaran/ Buah Sulung (First Fruits)
Hari Raya Paskah dilakukan pada hari ke-14 bulan Nisan/Abip yang ditandai dengan disembelihnya domba Paskah (Keluaran 12:6). Ini kemudian dilanjutkan dengan hari raya roti tidak beragi selama 7 hari dimulai pada hari ke-15 bulanNisan/Abip (Imamat 23:6). Hari raya buah bungaran dilakukan pada hari berikutnya, yakni hari ke-16 bulan Nisan/Abip (Imamat 23:11).
Jadi terdapat sebuah rangkaian dari paskah-hari raya roti tidak beragi-ke hari rayabuah bungaran. Dalam perjanjian baru, rangkaian ini digenapi dengan sangat presisi yakni melalui kematian Kristus (saat penyembelihan domba Paskah) dan kebangkitannya (saat hari raya buah bungaran).
Pada saat hari raya buah bungaran/buah sulung, orang Israel harus membawa hasil pertama penuaian, yang terbaik, dari ladang yang ia usahakan (Imamat 23:10, Keluaran 23:19). Berkas ini dibawa kepada imam di mana imam kemudian akan mengunjukkannya di hadapan Tuhan.
Sebetulnya pemberian buah sulung yang terbaik merupakan pola yang berulang dalam Alkitab dari perjanjian lama hingga perjanjian baru. Dalam beberapa kasus, bahkan “buah sulung” ini tidak terbatas pada “berkas” saja. Habel mempersembahkan anak sulung dari kambing dombanya dan Tuhan mengindahkan korban Habel (Kejadian 4:4), Hana bernazar memberikan putra sulungnya kepada Tuhan dan Tuhan membuka kandungannya (1 Samuel 1:10), dan di dalam perjanjian baru Yesus sendirilah buah sulung itu (1 Korintus 15:20-23), yang sulung dari tuaian besar yang datang setelah kebangkitan-Nya.
Mengapa Memberikan Persembahan Sulung?
Uraian di atas menunjukkan bahwa persembahan sulung merupakan prisip yang terdapat didalam Alkitab, terdapat dalam “kalender ilahi”-Nya Tuhan dan mereka yang melakukannya pasti mengalami Tuhan dan berkat-Nya karena mereka bergerak dalam musim dan waktu-Nya Tuhan!
Amsal3:9-10 menyatakan prinsip ini dengan sangat baik, “Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”
Mari kita lihat Keluaran 23:14-33 untuk memahami dampak memberikan persembahan sulung. Ketika kita memberikan persembahan sulung (ayat 16 dan 19), kita sedang melakukan firman Tuhan, masuk dalam kalender ilahi-Nya lebih lagi, dan ini akan membawa kita mengalami Tuhan sebagaimana Ia janjikan sebagai berikut:
1. Malaikat Tuhan (Tuhan sendiri) akan berjalan didepan kita melindungi kita di jalan dan membawa kita ke tempat yang telah Ia sediakan (ayat 20). Alkitab bahasa Indonesia menggunakan kata “malaikat” namun dalam bahasa Inggris digunakan kata“Angel” (dengan huruf “A” besar). Jika kita membaca Keluaran 23:20-33 dengan seksama, kita akan memahami bahwa malaikat yang dimaksud di sini adalah Tuhan sendiri.
2. Tuhan akan melenyapkan musuh-musuh kita (ayat22-23)
Tuhan akan membawa kita pada “orang Amori, orang Het, orangFeris, orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus” (di masa itu, mereka semua adalah musuh-musuh orang Israel), dan Ia akan melenyapkan mereka. Kita akan menghadapi “musuh-musuh” kita—ya, menghadapi bukan “dihindarkan” dari mereka—dengan jaminan kemenangan, bukan dengan ketakutan atau kegentaran. Kita bisa menghadapi mereka dengan berani karena Tuhan akan memusuhi musuh kita dan melawan lawan kita. Jika Allah di pihak kita, siapakah lawan kita?
3. Tuhan juga akan memberkati “roti makanan kita”dan “air minuman kita” sehingga tidak ada penyakit di tengah-tengah kita (ayat25)
Tuhan akan memberkati apa yang kita “makan” baik secara jasmani maupun rohani. Kita tidak akan “sakit” tetapi justru bertumbuh, semakin hari semakin kuat di dalam Tuhan.
4. Tidak akan ada keguguran atau kemandulan (ayat26)
Baik dalam kehidupan rohani maupun jasmani kita. Janji Tuhan dalam hidup kita tidak akan gugur dan apa yang kita kerjakan akan menghasilkan buah.
5. Kengerian akan Tuhan akan mendahului kita dan membuat semua musuh kita lari (ayat 27)
Kita akan mengalami penyertaan dan pembelaan Tuhan sehingga kita tidak menjadi orang-orang yang sibuk mencari pembelaan atau sibuk“mengurus” musuh-musuh kita. Kita dapat fokus pada kehendak Tuhan dan melakukannya.
6. Mewarisi tanah perjanjian kita (ayat 30)
Saat kita memberikan persembahan sulung dengan hati yang murni dan terus berjalan dalam ketaatan, kita akan mengalami sesungguhnya Tuhan menjadi partner hidup kita. Tuhan akan membawa kita masuk dalam panggilan tertinggi-Nya dan mewarisi “tanah perjanjian” kita.
Sekalipun demikian, kita harus tetap mengingat bahwa janji berkat yang luar biasa itu bukanlah hasil dari sebuah “ritual” melainkan ketaatan pada Tuhan. Kel 23:21-22 menegaskan agar orang Israel mendengar perkataan Tuhan (yang berjalan dengan mereka) dan melakukan segala yang Ia firmankan. Tuhan juga menegaskan agar orang Israel memastikan tidak ada berhala di hati mereka (ayat 24).
Tanpa ketaatan dan kekudusan adalah mustahil berjalan dengan Tuhan. Ingat bahwa hari raya buah bungaran adalah rangkaian dari Paskah (ketaatan dan pengorbanan “Domba Allah” bagi manusia), permulaan hari raya roti tidak beragi (hidup tanpa ragi/dosa yang berarti kekudusan) baru pada akhirnya hari raya buah bungaran. Jadi tidak ada hari raya buah bungaran tanpa ketaatan dan kekudusan. Kita tidak bisa memberikan persembahan sulung dengan hati yang tidak murni, atau hidup yang penuh dosa dan pemberontakan.
Ingat bahwa yang kita kejar adalah Tuhan, bukan berkat-Nya. Namun ketika kita“menangkap” sang Pemberi Berkat, jangan kaget ketika kita kemudian dibombardir dengan berkat-Nya. Berkat di sini yang terutama adalah pengenalan akan Tuhan dan “turunan-turunannya” yakni damai sejahtera, sukacita, kesehatan, pengurapan, perkenanan, penyertaan, juga termasuk perkara uang!
BagaimanaMemberikan Persembahan Sulung di Masa Kini
Siapa yang Memberikan Persembahan Sulung?
Yang memberikan persembahan sulung adalah mereka yang telah bekerja, yang telah memiliki “ladang” yang Tuhan berikan untuk dikelola. Jika kita belum mendapat pekerjaan, mari kita berdoa dengan sungguh hati! Dalam Keluaran 23:15, sebelum Ia memberi perintah tentang buah sulung, Ia mengatakan, “janganlah orang menghadap hadirat-Ku dengan tangan hampa.” Tuhan pasti memberi kita “ladang” supaya kita dapat melakukan firman-Nya dan menghadap hadirat-Nya dengan membawa “berkas yang terbaik dari ladang kita!”
Bagi yang belum bekerja, masih sekolah atau kuliah, tidak perlu memberikan persembahan sulung. Tetapi jika ingin belajar memberikan persembahan sulung, diperbolehkan melakukannya dengan berhikmat.
Kapan Memberikan Persembahan Sulung?
Di J4u kita bersepakat bahwa persembahan sulung diberikan setiap tahun selama bulan Nisan/Abip (Imamat 23:11). Pada lampiran gambar dapat dilihat bahwa tahun ini bulan Nisan dimulai pada tangggal 9 April dan berakhir pada tanggal 8 Mei. Memang berbeda dengan kalender Masehi yang kita pakai selama ini, maka dari itu kita perlu mengacu pada kalender Ibrani langsung. Jadi pemberian persembahan sulung dapat dilakukan selama bulan Maret hingga April 2016.
Berapa Jumlah Persembahan Sulung yang Harus Diberikan?
Persembahan sulung adalah hasil terbaik dari ladangmu selama setahun itu. Bagi yang bekerja sebagai karyawan, maka jumlah yang diberikan adalah sejumlah gaji tertinggi ditahun itu. Bagi yang berwirausaha, maka jumlah yang diberikan adalah sejumlah keuntungan tertinggi di tahun itu.
Kepada Siapa Persembahan Sulung Diberikan?
Persembahan sulung diberikan kepada Imam. Imam berarti orang yang melayani Tuhan dan melayani hidupmu. Berikanlah persembahan sulung kepada mereka yang memberi makanan rohani, yang mengajarkan kebenaran dan ketetapan Tuhan di hidupmu. Merekayang “mengunjukkan berkasmu” di hadapan Tuhan.
Wajibkah Memberi Persembahan Sulung?
Berbeda dengan perpuluhan, memberi persembahan sulung tidaklah wajib. Perpuluhan wajibkita bayar kepada Tuhan karena itu adalah hak Tuhan. Persembahan sulung merupakan sebuah “persembahan” sehingga tidak wajib diberikan.
Menjadi Pelaku Firman
Jadi sekali lagi, persembahan sulung bukanlah suatu “ritual” yang harus kita lakukan agar diberkati Tuhan. Persembahan sulung adalah perkara mengenali musim dan waktu yang telah ditetapkan Tuhan lebih lagi, masuk dalam “kalender ilahi”Tuhan lebih lagi, melakukan firman Tuhan lebih lagi, hidup berjalan dalam ketaatan dan kekudusan lebih lagi.
Ingat bahwa berkat Tuhan datang bukan karena besarnya persembahan yang kita beri. Bukankah Tuhan tidak membutuhkan uang kita toh Dia pemilik seluruh dunia ini? Namun Lukas 12:34 mencatat, di mana harta kita berada di situ hati kita berada. Ketika kita memberikan persembahan sulung, kita sedang memastikan bahwa hati kita tidak terikat pada uang dan kita tidak menaruh kepercayaan kita pada uang yang kita punya.
Melalui persembahan sulung, kita sedang mendeklarasikan pada Tuhan di mana hati kita berada! Kita sedang mendeklarasikan pada Tuhan bahwa kita rindu menjadikan-Nya partner hidup kita. Kita sedang mendeklarasikan pada Tuhan bahwa kita mau bergerak bersama-Nya, dalam musim dan waktu-Nya dan dengan cara-cara-Nya!
Selamat melakukan firman, murid-murid Tuhan. Bawalah persembahan sulungmu, “berkas yang terbaik” dari ladang yang Tuhan berikan kepadamu!
Penulis: Viona Wijaya
- Published in Catatan Khotbah
Pengenalan akan Tuhan
- Published in Catatan Khotbah
2016-Tahun Pelipatgandaan
Di dalam kitab Mazmur 32:8 tercatat, “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kau tempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju padamu.”
Bagi kita para murid, berdoa dan baca Firman bukanlah lagi menjadi isu. Sudah sewajarnya kita melakukannya. Bahkan di komunitas-komunitas lain juga semakin memperkuat dalam saat teduh dan baca Firman. Ini menjadi penting karena hari-hari ini banyak hal-hal yang terjadi di dunia dan anak Tuhan harus mengambil sikap, contohnya LGBT. Firman menegaskan bahwa LGBT adalah dosa.
Tahun 2016, atau tahun 5776 dalam tahun Ibrani, adalah tahun Ayin Vav (disebut tahun Yobel terakhir). Disebut pula Yobel besar dari tahun-tahun Yobel yang sebelumnya. Pergantian tahun Ayin Vav terjadi pada 12 September 2015 yang lalu, bertepatan dengan blood moon. Ayin Vav bermakna “kait” yaitu pengait antara bumi dan surga yang berarti tahun Mesianik, tahun Mesias menyatakan dirinya. Banyak hamba Tuhan mengkotbahkan tentang akhir jaman. Respon kita bukanlah menjadi takut tapi WASPADA! Jika kita sekarang dipanggil pulang oleh Tuhan, apa poinnya? Masuk surga sudah pasti. Tapi di akhir jaman ini seharusnya membuat kita semakin bergegas melakukan Firman Tuhan. Pastikan keluarga dan teman-teman kita sudah lahir baru.
Bagi J4u sendiri, tahun 2016 adalah tahun pelipatgandaan. Berkat sudah pasti. Inilah waktunya melipatgandakan kasih kita kepada Kristus. Marilah kita menjadi serupa seperti Kristus.
Yehezkiel 47:1-12
Air semata kaki bermakna orang yang baru bertobat. Biasanya Tuhan cepat menjawab orang yang baru bertobat. Nah, di tahun ini bukan bicara seberapa lama kita bertobat, tapi kedekatan kita kepada Tuhan. Semakin banyak kita membangun hubungan dengan Tuhan, kita juga akan semakin terhubung dengan isi hati Tuhan. Ada kalanya kita belum meminta, Tuhan sudah jawab duluan. Bagi kita, mendengar suara Tuhan adalah BIASA. Ini sudah menjadi standar orang percaya. Hal yang menghalangi orang mendengar suara Tuhan adalah belum lahir baru atau orang tersebut tidak mau mendengar. Jika kita kuat dalam Firman, tidak ada satupun yang sanggup menggoncangkan kita.
Dari gambaran yang tertulis dalam kisah Yehezkiel ini, Tuhan ingin kita untuk “tenggelam”, tidak cukup kita terendam semata kaki, selutut, sepinggang. Marilah kita semakin menjaga kekudusan. Biarlah kasih semakin berlipatganda. Ampuni kesalahan orang lain. Singkirkan akar pahit.
Alami pelipatgandaaan, bahkan dalam pemuridan. Bersiaplah untuk memuridkan kapasitas kelas, aula, bahkan mengajar lintas generasi.
- Published in Catatan Khotbah
Break your Limit
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 30 Januari 2016
Pembicara: Ade Nugroho
Tema: Break your Limit
Venue: Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Bicara tentang “Break your Limit” atau “terobos batasanmu”, bukanlah tentang seminar motivasi. Setiap orang punya “keterbatasan”, tapi mari kita sama-sama belajar apa kata Firman untuk menerobos keterbatasan kita.
Mari kita cermati kisah Zakheus sang pemungut cukai dalam injil Lukas 19:1-10. Zakheus mendengar kabar tentang Yesus, lalu timbul iman. Zakheus punya keterbatasan yaitu badannya pendek. Dia harus memanjat pohon supaya bisa melihat Yesus karena terhalang orang-orang. Secara rohani, Zakheus adalah orang yang memiliki hambatan-hambatan dalam hubungan dengan Tuhan. Inilah kondisi rohani seseorang yang mandeg.
Apa saja hambatan-hambatan seseorang dalam membangun hubungan dengan Tuhan?
1. Malas
Malas bersekutu, malas baca Firman, malas olahraga, malas baca buku, dan malas-malas yang lain. Ternyata penyakit malas tidak ada obatnya. Malas itu harus DILAWAN!
Hal sederhana adalah waktu bangun pagi untuk saat teduh. Kebanyakan banyak orang berjuang untuk bangun, bantal dan kasur seolah-seolah memeluk kita erat. Tapi ketika kita melawan dan paksa bangun, kita sedang memperbesar otot-otot rohani kita. Kerohanian yang kuat akan mampu menghadapi proses-poses yang datang.
Jika malas terus menerus dituruti, selanjutnya akan masuk roh kelemahan yang akan membocorkan pengurapan. Seseorang akan mulai main perasaan/jiwa bukan hidup dalam roh lagi. Inilah yang membuat orang jatuh.
2. Kompromi/Excuse
Di dalam Lukas 14:16-20, kita dapati beberapa kompromi yang menghambat seseorang untuk datang pada Tuhan.
a. Ladang bicara Pekerjaan/bisnis. Ini juga bicara tentang visi. Mari kita mengerjakan visi bersama Tuhan, kalau tidak itu akan jadi ambisi. Ambisi bisa berhasil, tapi tidak ada Tuhan di sana. Zakehus bisa saja kompromi dengan perkerjaannya, tentu saja kisahnya akan berbeda. Hati-hati ketika Tuhan sudah memberikan “ladang”, kita justru malah tidak datang pada Tuhan. Bukankah yang memberi “ladang” adalah Tuhan?
b. Kesenangan/Keinginan. Bicara tentang hobi kita. Ini bisa menjadi kedagingan. Contohnya nonton sepak bola, makan pedas, baca komik. Memang tidak tertulis hal-hal tersebut dosa. Ingatlah bahwa ada hal yang lebih berharga dari kesenangan kita. Tuhan saja yang jauh berharga dari semuanya itu. Jika Tuhan minta suatu kesenangan kita, SERAHKAN saja. Bukankah Tuhan lebih berharga?
c. Keluarga/Pasangan Hidup. Sekalipun sudah berkeluarga, tetap tidak bisa dijadikan kompromi untuk melakukan Firman. Hati-hati dalam mencari pasangan hidup. Ini akan sangat berpengaruh dalam kehidupan kita ke depan. Pasangan yang tidak sepadan akan saling menjatuhkan. Malah kita terhalang untuk semakin dekat dengan Tuhan.
Sebenarnya kita sudah sadar ketika sedang berkompromi, maka dari itu singkirkan setiap kompromi. Marilah kita tetap beriman. Tanpa iman, segala ibadah kita sia-sia.
3. Takut
Bukalah dalam kitab Yesaya 6:7-8. Inilah contoh respon seseorang yang radikal dalam Tuhan. Yesaya mengambil responsibilitas untuk diutus Tuhan. Tuhan menyentuhkan bara api pada mulut Yesaya, kesalahannya dihapuskan. Apa yang menjadi ganjalan/rasa bersalah dipulihkan dulu. Inilah pola Tuhan. Ketika Tuhan mengutus seseorang, Dia memulihkan dan memperlengkapi dulu. Tentu saja pengurapan juga diberikan pada orang yang diutusNya. Tapi pertanyaannya adalah, SIAPA YANG MAU?
Musa juga takut dan merasa tidak fasih bicara. Tidak semua orang juga pernah sekolah theologia. Tapi jangan tunggu mujizat terjadi, kita justru ketinggalan. Merasa tidak layak, semua orang juga pernah begitu. Tuhanlah yang melayakkan kita untuk pekerjaan-Nya. Jadi Tuhan ingin kita menyingkirkan hambatan-hambatan di atas.
Apa yang ingin Tuhan perbuat?
Yohanes 15:1-3,8. Dari kisah ini, saya teringat dulu waktu di rumah. Papa saya sengaja menyayat-nyayat pohon mangga. Saya bertanya-tanya kenapa harus begitu. Ternyata alasannya adalah supaya banyak berbuah. Ternyata Tuhan juga melakukan hal yang sama pada kita. Kita dibersihkan untuk lebih banyak berbuah. Itu adalah kesukaan buat Dia. Bukankah kita juga suka dengan pohon mangga yang berbuah banyak?
Ada promosi-promosi yang datang dalam hidup kita. Dari setiap buah yang kita hasilkan, membuat kita siap berjalan di dalamnya. Dulu menjadi second liner, sekarang menjadi first liner. Kalau takut, promosi malah lewat begitu saja. Orang yang berbuah banyak akan semakin tidak terlihat lagi manusia lamanya. Justru Kristus makin terpancar.
Kembali ke kisah Zakheus di Lukas 19:5,6,8. Garis bawahi kata “bersegera”. Berprofesi sebagai pemungut cukai membuat Zakheus dibenci oleh orang banyak. Dia membuktikan bahwa dia berhasil menerobos hambatannya. Dia berlari mendahului orang banyak, bersegera memanjat pohon ara. Dia bersegera memutuskan untuk mengembalikan 4 kali lipat rampasannya. Setengah hartanya diberikan pada orang miskin. Dia tidak peduli lagi dengan masa lalunya.
Sama seperti Zakheus yang berlari mendahului orang banyak, mari kita juga memiliki respon yang sama untuk berlari kepada Tuhan dan tidak menjadi sama dengan yang lain. Mungkin yang lain baca Firman 2 pasal, bekerja asal-asalan, tapi kita “mendahului” orang lain, tidak menjadi sama. Kita membaca Firman 8 pasal, bekerja dengan sungguh-sungguh.
Maka Yesus datang singgah ke rumahnya. Kisah ini menggambarkan kedekatan antara Yesus dan Zakheus. Zakheus tidak menjadi sama lagi. Orang melihat Zakheus yang baru.
Ketika kita bertemu Yesus, hidup kita tidak akan menjadi sama lagi, kita akan semakin dibersihkan dan menghasilkan banyak buah.
Ini kami, utuslah kami ya Tuhan.
- Published in Catatan Khotbah
Pemuridan
Sabtu, 30 Januari 2016
Pembicara : Yorga Parnadi
Tema : Pemuridan
Venue : Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Teringat dengan lagu Don Moen yang berjudul “God is good all the Time”, sekarang saya bisa menyanyikannya sambil tertawa, tapi dulu saya hanya bisa menangis karena tidaklah sesuai dengan kenyataan ekonomi di waktu lalu. Saya mengerahkan hati dan pikiran kita untuk bilang YA, Tuhan baik! Hal ini harus kita lawan karena kekuatiran/kegetiran/kepahitan biasanya menghambat untuk kita melangkah dalam Tuhan, salah satunya untuk memuridkan.
Mari kita baca dalam Keluaran 16:4-25.
Jadi dari kisah tersebut tercatat bahwa Tuhan memberikan manna turun dari langit dan bangsa Israel hanya boleh memungut satu kali sehari. Ada sebuah rahasia di sini. Tiap-tiap orang diperintahkan mengambil 1 gomer (1/10 efa). Tapi ada saja yang mengambil lebih dari itu, besoknya justru busuk. Karakter orang tersebut biasanya kuatir, takut kurang/serakah. Dia juga malas, karena hari ini sudah ambil banyak, besok merasa tidak perlu ambil lagi. Inilah sikap yang salah. Berkat hari ini adalah untuk hari ini. Pengurapan hari ini adalah untuk hari ini. Tidak bisa kita ambil buat hari ini sebanyak-banyaknya sekaligus untuk simpanan hari-hari ke depan. Tidak bisa kita saat teduh 3 jam sekaligus supaya besok tidak perlu saat teduh.
Tapi ada yang unik. Perhatikan lagi bahwa pada hari ke-6, manna datang boleh diambil 2 kali lipat dan besoknya tidak busuk. Yang ini diperbolehkan. Jadi perkara mengambil manna 1 gomer atau 2 gomer, tergantung pada PERINTAH TUHAN. Di luar perintah Tuhan akan busuk. Inilah rahasianya. Di tangan kita ada Firman Tuhan. Firman berlaku untuk semua. Lalu kita mau apakan Firman tersebut?
Tahun ini kita harus fokus pada pemuridan. Hal ini juga berarti kita tidak membiarkan orang tidak dimuridkan padahal dia mau dimuridkan. Pemuridan bukanlah visi J4u belaka, tapi perintah Tuhan bagi SETIAP gereja-Nya. Bukalah di Matius 28:19-20. Yesus dengan jelas memerintahkan jadikanlah semua bangsa murid, bukan jemaat. Jadi kalau Tuhan sudah memberi perintah ini, kita juga dimampukan untuk melakukannya. Kenapa bukan Paulus yang pertama memuridkan seperti Yesus? Dia terpelajar, murid tunggal Gamaliel, warga Rum. Bukan Paulus yang Yesus pilih di awal, tetapi Petrus dahulu. Kita tahu Petrus adalah seorang nelayan, kurang terpelajar, meledak-ledak, berpotensi mempermalukan Yesus. Kita perhatikan bahwa memang murid-murid Yesus pun memiliki daya tangkap yang berbeda-beda. Mereka juga tidak semua langsung beriman. Tapi yang menentukan di sini adalah RESPON.
Apa yang menjadi penghalang kita untuk memuridkan?
Waktu? Tiap orang punya 24 jam tiap hari. Tergantung kita mengatur waktu kita. Renungkan lagi dalam sehari, seminggu, apa yang jadi agenda kita. Seringkali kita gagal merencanakan waktu kita, seolah-olah kita terbawa-bawa jadwal orang lain, acara TV, kesenangan pribadi, dll. Orang yang gagal merencanakan jadwalnya adalah orang yang berencana untuk gagal. Kesimpulannya SEDIAKANLAH waktu.
Tidak siap? Merasa tidak diurapi? Tentu saja seorang pemurid punya disiplin rohani. Dia membangun hidupnya dengan rutin. Saat teduh, baca Firman. Perkara pemuridan akan menggesek baik pemurid maupun murid itu sendiri. Tapi mari kita punya iman bahwa orang yang kita layani adalah orang-orang yang dasyat yang akan Tuhan bangkitkan, jadi caranya tidak biasa-biasa. Pastikan ada pewahyuan. Tidak bisa kita membagikan sesuatu dari orang lain, itu hanya akan menjadi pengetahuan, tidak ada alirannya. Karena pada waktunya anak murid akan bisa mengenali adanya aliran pewahyuan atau tidak. Salah satu sifat murid adalah memburu Tuhan. Dia tidak akan membiarkan Tuhan berdiam.Sukacitanya adalah ketika murid yang kita ajar bertumbuh.
Kitalah yang bayar harga. Sewaktu kita melakukan Firman, yaitu mulai memuridkan maka kita sedang menerobos penghalang-penghalang tersebut. Jangan seperti laut mati yang hanya bisa menerima. Jangan sampai kerohanian kita mati. Mari mulai PI dan bersaksi dimanapun kita berada. Tidak ada yang kebetulan jika kita ditempatkan di sekolah, kampus, atau bekerja di kantor yang sekarang. Mari mulai Memuridkan. Kita mungkin tidak tahu akan jadi apa anak-anak pada 10 tahun ke depan. Pada video tadi ada satu kalimat yang bagus, “Maukah kamu melakukan apapun untuk menjangkau saya?”. Ketika generasi ini terhilang, maka bangsa kita juga akan terhilang. Jadilah sama seperti Hana yang meminta dengan sungguh kepada Tuhan untuk memiliki keturunan. Kita malu ketika Tuhan panggil kita belum melakukan apa-apa untuk generasi ini.
Kembali ke manna. Ketika kita menerima manna tapi tidak dihabiskan, besoknya busuk. Kelakuan kita juga akan busuk. Pembelajar yang benar adalah yang mengajarkan kembali kepada orang lain. Kita memuridkan sesuai dengan apa yang diajarkan pada kita dan kita telah memiliki Firman tersebut.
Mari bayar harganya!
- Published in Catatan Khotbah
Kuasa Kesembuhan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 28 November 2015
Pembicara: John Ronaldo
Tema : Kuasa Kesembuhan
Venue : Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Kesembuhan bicara tentang proses perubahan dari yang sakit, rusak, lemah menjadi sehat,pulih dan kuat. Di luar sana, banyak cara untuk memperoleh kesembuhan dengan berbagai pengobatan, baik secara medis ataupun alternatif. Tapi tidak ada yang bisa menjamin bahwa kesembuhan yang terjadi bersifat menetap atau permanen. Allah rindu supaya kita mengalami KESEMBUHAN ILAHI. Dapat dilihat dari pelayanan Yesus selama di bumi, Dia kerap menyembuhkan orang sakit. Mari kita sama-sama mencermati respon Yesus ketika bertemu dengan orang-orang sakit.
Di dalam Matius 8:3, “Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.”
Yesus berkata Dia MAU menyembuhkan orang yang sakit kusta. Kusta adalah penyakit yang najis dan menular, maka dalam sejarah bangsa Israel, orang yang terkena kusta harus diasingkan ke luar kota, tinggal terpisah dari orang-orang yang sehat. Buat kita, kusta sangat menjijikan. Tapi Yesus MAU menyembuhkan. Orang kusta itupun sembuh. Jelas di sini bahwa kusta, yang adalah penyakit di fisik, TUHAN sembuhkan.
Dalam kisah yang lain pada Matius 8:7, Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”
kita lihat bahwa Tuhan tidak pernah pikir-pikir, Tuhan akan DATANG. Perwira tersebut bahkan belum meminta Yesus untuk datang kepada hambanya yang sakit.
Selanjutnya, dalam Matius 9:22, Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
Wanita yang sakit pendarahan tersebut memutuskan untuk menjamah jumbai jubah Yesus. Yesus melihat imannya, lalu meneguhkan. Kita tahu bahwa wanita tersebut sembuh seketika itu juga. Di dalam terjemahan KJV, kata menyelamatkan di sini dipakai kata make thee WHOLE. Whole berarti sempurna, seluruh, penuh.Kesembuhan ilahi yang Yesus maksudkan adalah tidak hanya fisik yang disembuhkan, tapi seluruhnya, yaitu roh, jiwa dan tubuh.
Sampai sini, renungkanlah apa yang menjadi kelemahan kita sekarang? Mintalah untuk Tuhan sembuhkan. Kesembuhan Ilahi membawa kita pada kondisi yang seharusnya. Tahir berbicara bersih/murni. Tanpa cela. Artinya dosa, pola pikir salah, beban, pergumulan, kelemahan juga Tuhan BERESKAN.
Lain halnya dalam kisah dua orang buta dalam Matius 9:28. Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.”
Respon orang buta itu mengejar Yesus, meskipun awalnya seperti Yesus seolah-olah tidak mempedulikan mereka. Tapi mereka tetap mengikuti Yesus sambil berseru-seru, bahkan sampai Yesus masuk ke dalam sebuah rumah.Yesus bertanya, apakah orang buta itu percaya bahwa Dia sanggup menyembuhkan. Percaya di sini adalah perkara percaya kepada Yesus. Dua orang buta ini dalam kondisi lemah iman. Maka Yesus balik bertanya yang sebenarnya menguji apakah mereka percaya pada Yesus atau cuma perlu kesembuhan saja.
Patut direnungkan, seringkali dalam perkara kesembuhan ilahi, orang terfokus kepada kesembuhannya atau hamba Tuhan yang menyembuhkan. Tapi apakah benar Yesus yang dicari? Hasil akhirnya akan berbeda. Lihat buah-buahnya. Lihat bagaimana kehidupan setelahnya. Apakah memuliakan Tuhan atau kembali pada kehidupan lama? Sekarang bertanyalah pada diri sendiri, apa yang kita sedang cari? Yesus atau kesembuhan?
Kesehatan itu sudah Tuhan berikan. Tapi BAGIAN kita untuk menjaga kesehatan. Mengucap syukurlah ketika kita hari ini masih bisa bernapas tanpa pakai selang dan infus. Mengucap syukurlah kalau kita sampai sekarang bisa bangun tidur dengan segar tanpa pegal-pegal. Sebuah penelitian mendapati bahwa orang yang tertidur sambil membawa masalah dan stres. Akibatnya tidur menjadi tidak berkualitas. Seorang pemazmur menulis “Thanksgiving is the key of success”. Ucapkanlah syukur sepanjang hari kita, untuk yang baik dan buruk dalam hidup kita.
INGATLAH bahwa kesehatan adalah tanggung jawab KITA untuk menjaganya. Jangan sampai ketika kita sakit, pekerjaan Tuhan terhambat, visi tertunda. Ada penyakit yang terjadi karena kelalaian kita. Padahal Tuhan telah menyediakan kesembuhan ilahi buat kita. Jangan sampai hal yang remeh dapat membuat kita tersandung.
Selanjutanya kita lihat dalam Matius 9:10-13,
10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
12 Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
Semua orang dapat belas kasihan dari Tuhan. Bukan orang sehat yang butuh tabib. Orang yang sakitlah yang butuh tabib, mereka yang butuh dilayani. Kepada siapa saja yang kita temui, marilah kita miliki respon seperti Yesus. Yang Dia kehendaki adalah belas kasihan, bukan korban persembahan. Korban persembahan, bicara tentang bayar harga kita (waktu, uang, tenaga, dll), adalah merupakan suatu yang seharusnya dan semestinya. Tapi bicara belas kasihan, siapakah yang memilikinya?
Ketika Tuhan memberi instruksi, apakah kita hanya sekedar melakukan supaya Dia tidak marah? Atau kita melakukannya karena mengasihi Tuhan? Sekedar baca Firman, sekedar doa, tidaklah cukup. Sekedar datang ibadah, tidak membuat Tuhan berkenan. Tuhan tidak bisa dipermainkan. Jadilah dewasa. Dengan sikap hati yang salah, ibadah kita tidak berkenan di hadapanNya. Melakukan sesuatu ala kadarnya, tidak ada kuasanya. Melakukan sesuatu ala kadarnya, tidak akan berbuah. JADILAH DEWASA.
Mari kita buka dalam Matius 10:5-8.
5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
Setelah Yesus mengajar muridnya sekian waktu, tibalah waktunya untuk mereka diutus untuk mempraktekkan apa yang mereka terima dari Yesus untuk menyembuhkan yang sakit, tahirkan yang kusta dan mengusir setan. Kitapun juga Tuhan utus demikian. Berhentilah menunda-nunda. Lakukan saja. Kuasa tersebut ada pada kita. Sisanya urusan Tuhan. Biar Tuhan saja yang dimuliakan.
- Published in Catatan Khotbah








