Melakukan Firman
Oleh : Ade Nugroho
14 Mei 2013
Yesaya 1:19 : Jika kamu MENURUT dan mau MENDENGAR, maka kamu akan memakan hasil BAIK dari negeri itu. Melakukan Firman bagi anak Tuhan adalah dengan sesederhana mendengar dan menuruti Firman Tuhan
Namun, seseorang tidak dapat mentaati Firman Tuhan jika dia belum lahir baru (baca Roma 7:19-20, 8:5-8), yaitu dosa masih berkuasa atas hidupnya. Lahir baru adalah penciptaan kembali yang dilakukan oleh Roh Kudus (Titus 3:5-7), artinya ada pembaharuan oleh Roh. Cara untuk lahir baru yaitu MENERIMA Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat dan PERCAYA (Yoh 1:12, Ef 1:13). Kata menerima (elabon-yun dalam Yunani) memiliki makna percaya dalam makna lampau, namun percaya (pisteuo-yun dalam Yunani) merupakan kata kerja bentuk aktif yang merujuk pada tindakan berkesinambungan untuk taat pada perintah Roh Kudus.
Seseorang yang mengaku dirinya sudah lahir baru pasti dan seharusnya bertobat dari segala kejahatannya (baca Kis 2:38-39). Oleh karenanya, hidup orang tersebut pasti memperlihatkan buah-buah pertobatan, baik berupa buah Roh (perubahan karakter) maupun buah jiwa (kesaksian).
Kita dapat melihat bahwa kunci dari pembaharuan hidup seseorang adalah Roh Kudus (baca Yoh 20:22), yang Tuhan Yesus janjikan dan berikan pada setiap orang yang mau percaya. Tuhan memberikan Roh Kudus dan memampukan kita untuk taat dan menuruti Firman Tuhan (Yeh 11:19-20). Jadi, kita SUDAH dimampukan untuk melakukan Firman Tuhan.
Akan tetapi, setiap orang dapat memberikan respon yang berbeda-beda. Menurut Alkitab, respon yang benar seharusnya melembutkan hati (Ibrani 3:7-8), langsung melakukan (Matius 21:28-31), melakukan dengan sukacita (2 Kor 9:7), dan melakukan dengan setia (Ulangan 6:1-5).
Ada banyak manfaat yang diperoleh dari meresponi dengan benar, beberapa di antaranya : mengalami terobosan-terobosan ilahi (2 Raja-raja 13:14), melatih otot rohani (I Tim 4:8), dan menjaga kita tetap “hidup” dalam analogi kita sebagai ranting pohon anggur (Yoh 15:1-8).
Seseorang yang sudah lahir baru, hatinya dipenuhi dengan kasih. Melakukan Firman Tuhan sebenarnya adalah tanda kasih kita kepada Tuhan (Yoh 14:21). Dan, perintah yang Yesus katakan didalamnya terkandung seluruh hukumTaurat dan kitab para nabi (Matius 22:37-40), adalah :
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
- Published in Catatan Khotbah
Ketaatan
Bang Yorga
14 April 2013
Di J4u, kita bukan hanya mendengar Firman, namun bersama-sama belajar melakukan Firman. Maria adalah seorang yang pastinya bertekun dalam Firman Tuhan sehingga dia dapat merespon Firman Tuhan yang datang padanya dengan cara yang benar, yaitu dengan merespon “sesungguhnya aku hamba Tuhan, terjadilah menurut perkataan Tuhan”. Maria tidak menolak ketika Malaikat Tuhan menubuatkan dirinya akan melahirkan seorang anak laki-laki mesias, padahal dia adalah seorang perawan (Lukas 1 : 26-38).
Proses yang dialami Maria untuk dipakai Tuhan sangatlah tidak mudah. Namun proses lebih penting dari hasil, karena proses yang menentukan hasil. Tidak ada seorang pun yang mengalami proses Tuhan akan berkata bahwa proses itu enak. Proses memang tidak enak, namun proses pemurnian Tuhan seperti api yang mengubah elemen dasar. Telur dipanaskan akan menjadi keras, sebaliknya wortel yang keras menjadi lembek setelah dipanaskan. Setiap proses yang Tuhan berikan bagi kita adalah untuk kebaikan kita, karena itu jangan keluar dari proses itu seberapa pun tidak enaknya.
Di dalam Tuhan tidak ada yang instan, Tuhan sangat menghargai proses. Kita ingat bagaimana Allah menyambar Uza, karena dia menyentuh tabut Tuhan saat tabut itu hampir tergelincir. Mengapa demikian? Karena caranya yang salah. Tabut Tuhan tidak dapat dibawa dengan ditarik kereta, tapi harus diusung oleh orang-orang Lewi.
Setiap proses memiliki saat yang ditunggu-tunggu, yaitu hari ujiannya. Jika kita bertekun di dalam proses, maka kita akan melewati ujiannya. Tapi jika kita keluar dari tengah proses, maka proses itu akan kembali kepada kita. Sebaiknya kita belajar dari Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang tidak keluar dari dapur perapian. Kita belajar untuk memiliki iman yang “jantan” seperti mereka. Iman sejenis itu dapat kita miliki dengan hidup dalam roh.
Dalam melalui proses, bukan pengurapan yang seharusnya kita minta. Untuk pengurapan, kita cukup mengucap syukur karena Tuhan telah memberikannya. Namun, kita perlu meminta keberanian untuk tetap merespon dengan benar. Kita membutuhkan iman untuk mengalami Tuhan di muka bumi. Di surga, kita tidak perlu lagi menggunakan iman, tidak akan ada lagi mujizat kesembuhan karena segala sesuatu telah disempurnakan. Jika kita ingin mengalami Tuhan di muka bumi, sekarang waktunya dengan melakukan langkah-langkah iman.
Langkah-langkah iman ini juga berarti dengan mulai mengeksekusi rencana-rencana yang telah dibuat. Saat ini kita memang belum melihat sesuatu dari penggenapannya, namun bukankah iman dibutuhkan karena sesuatu yang diharapkan itu belum ada (belum terjadi)? Kita harus percaya pada Tuhan yang telah mempercayai kita.
Untuk dapat melangkah dalam iman semacam ini, kita harus memiliki pola pikir kerajaan Allah. Pola pikir ini penting untuk dimiliki karena pola pikir membentuk hidup kita. Contohnya adalah pada orang Israel yang secara jasmani sudah keluar dari Mesir, namun Mesir tidak lepas dari ingatan mereka. Hal itu terlihat dari cara mereka komplain (bersungut-sungut) kepada Tuhan. Bahkan hanya 2 orang dari seluruh generasi Israel yang keluar dari Mesir berhasil masuk ke tanah perjanjian, yaitu Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune. Mereka memiliki pola pikir kerajaan Allah, yaitu beriman pada janji Allah.
Dengan beriman mentaati Tuhan, sesungguhnya tidak ada resiko kan? Bahkan sekalipun nyawa yang jadi taruhan, bukankah Tuhan sudah memberikan keselamatan? Poinnya adalah menjadi taat dan bersegera meresponi Firman Tuhan. Mari kita masuki pertempuran yang hasilnya sudah jelas bagi kita, yaitu kemenangan!
Orang yang seringkali tidak menuruti kehendak Tuhan, sesungguhnya karena mereka sudah punya agenda sendiri. Itu berarti kita tidak percaya bahwa agenda Tuhan lah yang terbaik. Mengapa kita masih menunda-nunda mengikuti kehendak Tuhan?
Kita harus belajar taat dan bersegera, jangan sampai kita ketinggalan kereta untuk menggenapi panggilan tertinggi dalam hidup kita masing-masing.
Baca Yesaya 40:1-5, 2 Samuel 6
- Published in Catatan Khotbah
Tuhan sangat memperhatikan hidup kita
Persekutuan J4u
Sabtu, 30 Maret 2013
Pembicara : Ka Yorga
Mat 10:27-31
“(27) Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. (28) Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
(29) Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
(30) Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.
(31) Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.”
Burung pipit dijual dua seduit, menandakan harga yang murah sekali. Tapi kita, manusia, lebih berharga daripada burung pipit.
Artinya Tuhan mau menyampaikan bahwa Dia sangat meneliti dan memperhatikan hidup kita. Tidak ada suatu kebetulan yang terjadi dalam hidup kita, semuanya hanya atas seijin Tuhan.
Ayat 34
“(34) Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.”
Tuhan tidak pernah melepaskan perlindungan atas kita.
Yang ada malah kita keluar dari perlindungan Tuhan, ini terjadi ketika kita:
-Sengaja berbuat dosa.
-Tidak bertobat.
Padahal sejak bertobat, Tuhan mulai intens dengan hidup kita. Inilah waktu dimulainyaproses dalam hidup kita. Tuhan berurusan dalam tiap sisi kehidupan kita.
Yang lama harus dilepaskan, kalau tidak mau dilepaskan, maka yang baru tidak akanpernah datang.
Dari tema tiga minggu yang lalu dapat disimpulkan bahwa inilah pola pikir Kristus. Yesus sangat sempurna dalam mentaati BAPA.
Ayat 35-36
“(35) Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
(36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.”
Artinya sejak kita percaya Tuhan, maka agenda yang terjadi adalah agenda Tuhan, bukan agenda keluarga atau ortu kita. Inilah maksud dari pemisahan.
Seperti tiang awan dan tiang api, jika bangsa Israel tidak mengikutinya, maka terjebak, tersesat bahkan mati. Berapa banyak kita mati kerohaniannya karena tidak mentaati Tuhan.
Ketika kita dalam kesesakan, ambilah waktu untuk tinggal dalam tenang dan berdoalahkepada Tuhan. Tuhan adalah satu-satunya jalan keluar.
Ayat 37
“(37) Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.”
Artinya janganlah kita berpaut/bergantung pada orang tua melebihi kepada Tuhan. Segala sesuatu yang melebihi Tuhan menjadi berhala. Tapi orang yang bergantung pada Tuhanpasti mengasihi dan menghormati orang tua.
Ayat 40-42
“(40) Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
(41) Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
(42) Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”
Artinya, kemanapun kita pergi, kita menjadi berkat. Maka sangat penting bagi kita untuk bersungguh-sungguh dalam Tuhan, karena orang di sekitar kita akan diberkati juga.
Jika kita berhenti di tengah jalan, maka harus mengulang dari awal lagi. Jangan buang waktu kita dengan alasan-alasan yang membuat kita mundur.
Perumpamaan tentang sebuah roket yang meluncur ke ruang angkasa. Peluncuran pertama, roket akan bekerja maksimal untuk melawan gravitasi bumi dan terlepas ke luar angkasa. Tapi ketika di luar angkasa, hanya perlu sedikit semburan roket saja untuk bergerak, karena sudah tidak ada gravitasi lagi.
Sama seperti murid yang baru diajar, banyak disiplin yang harus dilakukan. Banyak yang harus ditinggalkan, banyak yang harus ditambahkan. Tapi semua itu untuk membuat kita “meluncur ke angkasa” alias bertumbuh.
Musa memang lembut hati tapi dia tidak masuk tanah perjanjian, karena dia emosional. Musa memukul gunung batu (padahal Tuhan tidak suruh). Ini terhitung profetik. Gunung batu bicara tentang Yesus. Yesus tidak pernah perlu dipukul karena Yesus sangat taat kepada Bapa. HATI-HATI. Kita mungkin sering menyepelekan sesuatu tapi sebenarnya sangat penting dalam alam roh. Tandanya: Tuhan sudah kasih peringatan dan waktu kita mengalaminya hati kita bergetar. Ketika dilanggar, maka kita tidak bisa masuk “tanah perjanjian”, seperti Musa yang hanya bisa melihat Kanaan dari jauh, inilah kesalahan yang tidak bisa ditolerir.
Yoh 4:24-35 Yesus berbicara dengan seorang perempuan Samaria. Di perjanjian lama, Samaria adalah salah satu bangsa yang dilarang Tuhan untuk bergaul dengan bangsa Israel. Tapi perempuan ini berhasil berubah dan mewartakan kabar tentang Kristus kepada seisi kotanya (ayat 39). Setiap orang yang bertemu Tuhan pasti mengalami perubahan.
Taatilah Tuhan dengan toleransi nol.
Ketika kita menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran maka Tuhan akan menguji hati kita, apakah kita menjaga kekudusan atau tidak. Jagalah kekudusan.
- Published in Catatan Khotbah
3 Pohon
Persekutuan J4u
Sabtu, 23 Maret 2013
Pembicara : Ka Yorga
Kejadian 2 : 8-9 =
Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkanNya manusia yang dibentukNya itu. Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
- Perjanjian lama banyak berbicara soal simbol-simbol dan lambang-lambang.
- Tapi hal ini pun bukan suatu kebetulan. Tuhan memiliki tujuan.
Matius 13 : 34-35 =
Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi :
“Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”
- Pohon melambangkan manusia
Yesaya 61 : 3 =
untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.
Mazmur 1 : 3 =
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Yudas 1 : 12 =
Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.
- Buah sesuai dengan pohonnya. (Kejadian 1 : 11, Yohanes 3 : 6, Yakobus 3 : 12-18)
- Tuhan mau kita menghasilkan buah-buah yang baik
- Karena itu, apayang kita renungkan, itulah yang terjadi pada kita
- Menghasilkan buah-buah yang baik adalah keputusan kita!
3 jenis pohon = 3 jenis manusia
1. Jenis manusia pohon kehidupan (2 Korintus 5 : 17)
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
yang baru -> rohnya
Kejadian 2 : 8-9
Semua orang sebenarnya sudah makan pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Dengan cara apa memakannya? Dengan merenungkannya (pohon pengetahuan)
Merenungkannya dan hidup berdasarkan pohon pengetahuan itu.
Saat seseorang lahir baru, maka ia tidak lagi terjebak, berjalan, ataupun hidup berdasarkan pohon itu (pengetahuan), melainkan dipimpin oleh Roh Allah.
2. Semua pohon di taman mewakili alam kehidupan, alam jiwa atau makhluk hidup (Kejadian 2 : 7)
3. Buah dari pohon pengetahuan (Kejadian 2 : 17)
4. Yesus adalah roti kehidupan (Yohanes 6 : 51)
Karena itu, terhubunglah denganNya.
5. 3 pohon juga melambangkan 3 potensi manusia.
– Roh : pohon kehidupan
– Jiwa : pohon pengetahuan
– Tubuh : berbagai-bagai pohon
Mentaati Roh Kudus :
1. Kita mendapat kekuatan dari Roh Allah sendiri
2. Kita menjadi fleksibel dengan suara Tuhan, artinya mudah untuk taat
3. Ketaatan adalah tanda orang percaya
- Published in Catatan Khotbah
Di Tengah – Tengah Taman
J4u, 9 Maret 2013
Ka Yorga
Kejadian 2 : 8-9
” Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.”
Pohon yang diciptakan Tuhan:
- Berbagai – bagai pohon
- Pohon kehidupan (bicara Yesus sebagai sumber kehidupan)
- Pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (bicara tentang hukum taurat)
POHON KEHIDUPAN:
- Manusia tidak dilarang memakan buah dari pohon ini
- Pohon ini dinyatakan, ditawarkan, dan tersedia KEHIDUPAN dalam hadirat ALLAH
- Pohon ini berada ditengah-tengah (Allah sebagai pusat kehidupan manusia)
- Manusia diciptakan dengan kemampuan untuk HIDUP DALAM ROH dan BERJALAN MENURUT ROH
Salah satu potensi yang menetap dalam diri manusia adalah mengenal Allah sebagai pusat dan sumber kehidupannya. Dan sampai sekarang hal ini tidak pernah diambil / dicabut dari kita.
POHON KEMATIAN (Maut):
- Pohon ini berada di tengah-tengah taman
- Manusia diciptakan dengan kemampuan HIDUP DIDALAM DAGING dan BERJALAN MENURUT DAGING (hidup menurut diri sendiri, dan diri sendiri menghasilkan maut)
- Manusia dapat membuat dunia, alam jasmani, indera dan hawa nafsu sebagai pusat kehidupannya
Roma 8:5-6
” Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.”
Hidup dalam Roh adalah memiliki konektivitas / hubungan setiap waktu dengan Roh. Orang – orang yang hidup dalam Roh Kudus terhubung langsung dengan Allah sang sumber hidup itu sendiri.
BATASAN (Merupakan pilihan kita sendiri):
- Seberapa tinggi manusia dapat naik (Berjalan dalam Roh; PENYATUAN DENGAN ALLAH, tingkat kehidupan ALLA Yang kekal dan tidak dapat binasa)
- Seberapa rendah manusia dapat jatuh (Kesedihan, tragedi, penderitaan, kesusahan, sakit penyakit, kebencian, Pertentangan, kepiluan, kebodohan, ketakutan dan kesengsaraan, serendah iblis di alam kegelapan dan maut.)
Menaati Tuhan atau tidak adalah keputusan sendiri, dari pihak Tuhan Ia mau kita untuk taat. Tidak memilih Tuhan membuat kita melenceng dari rencana Tuhan.
Roma 8:13, Galatia 5:16
Kita tidak akan bisa mengenal Tuhan dari daging, atau mengetahui panggilan tertinggi kita dari daging. Daging membuat mata dan telinga rohani kita tertutup. Tetapi, ketika kita menaati Tuhan makan keinginan daging dimatikan.
DUA LINGKUNGAN
- Faktor Bawaan : Istilah yg menyatakan karakteristik atau ciri tertentu yang diturunkan orang tua kepada anaknya.
- Faktor Lingkungan : Istilah yang menggambarkan segala keadaan dan pengaruh yang telah menjadi bagian dalam kehidupan seseorang serta mempengaruhi pertumbuhannya.
Yohanes 15 : 5, Yohanes 14:11
Yesus sudah menentukan faktor lingkungannya: “sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
Yesus bertumbuh karena Ia berada didalam Bapa: “bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku” (Ia tau kehendak Bapa)
Yohanes 17:11,21
Tujuan didalam Bapa adalah menjadi satu dengan Tuhan. Kristus ada didalam kita. Mengenal Kristus didalam kita adalah mengenal realitas kehidupan rohani didalam diri kita, juga mengenal diri kita sebagai keberadaan didalam Kristus sebagai LINGKUNGAN kita, alam eksistensi kita.
Yohanes 15:9-10
Kehidupan didalam Bapa adalah hukum yang mengatur kehidupan kita didalam Dia.
Kristus adalah RUANG LINGKUP DAN KEBERADAAN KITA
- KRISTUS mengelilingi dan memenuhi kita dengan keberadaanNya, sehingga seluruh sisi hidup kita dipenuhi Tuhan.
- IA memisahkan kita didalam DIRINYA dari segala pengaruh yang memusuhi kita (yang akan menghancurkan kita)
- IA melindungi kita dari segala bahaya dan musuh kehidupan ciptaan baru
- Didalam DIRINYA; IA menyediakan dan mensuplai semua keperluan selaku Putera-putera Allah
Yohanes 15:4, Yohanes 6:56-57
Makanan Putra Allah: Melakukan kehendak Dia
DEFINISI HIDUP KEKAL
Lingkungan yg sempurna, maka organisma akan hidup selama lamanya (principles of biology)
Kondisi melakukan kehendak Dia adalah kondisi yang perfect, tidak tersentuh kematian, bahkan alam tidak berkuasa atasmu.
Adam telah gagal di taman Eden dengan melakukan kehendaknya sendiri dan bukan kehendak Allah, tapi Yesus telah berhasil dalam ketaatan.
Kisah Para Rasul 2:24
“Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.”
Bahkan maut tidak dapat menyentuhNya karena ketaatanNya.
- Published in Catatan Khotbah
Persembahan Sulung
J4u, 2 Maret 2013
Ka Yorga
Pepuluhan:
1. Menghindarkan kutuk
2. Membuka tingkap – tingkap langit.
Perpuluhan bukan persembahan, tapi pembayaran. Perpuluhan dibayarkan oleh orang – orang yang sudah bekerja / berbisnis. Tetapi,bagi orang yang belum bekerja dan ingin belajar memberi perpuluhan, mereka tidak akan kehilangan berkatnya.
Umat Tuhan bicara tentang hubungan dengan Tuhan, bukan soal menghafal ayat / sekolah alkitab. Tuhan rindu kita menjadi pelaku firman, karena dengan melakukan firman membuat kita bertumbuh.
Keluaran 23 : 14-19
Menuliskan tentang 3 perayaan yang harus dirayakan oleh gereja Tuhan. Tiga perayaan ini terangkum dalam persembahan buah sulung. Dalam arti rohani, buah sulung berarti Yesus itu sendiri (Dia yang Sulung).
Keluaran 23 : 15
“..tetapi janganlah orang menghadap ke hadirat-Ku dengan tangan hampa.”
Kehendak Tuhan adalah tidak datang kepadaNya dengan tangan yang hampa, ini berarti bahwa Tuhan berjanji kita pasti bekerja dan memiliki penghasilan. Ia sendiri yang mengisi tangan kita. Dari ayat ini pun berarti anak Tuhan tidak ada yang malas. Orang yang malas adalah orang menolak berkat Tuhan secara langsung.
Keluaran 23 : 17
“Tiga kali setahun semua orangmu yang laki-laki harus menghadap ke hadirat Tuhanmu TUHAN.”
Laki – laki dalam perjanjian baru berarti orang yang beriman. Setiap orang yang beriman, melakukan perayaan buah sulung.
Kejadian 23 : 18
” Janganlah kaupersembahkan darah korban sembelihan yang kepada-Ku beserta sesuatu yang beragi, dan janganlah lemak korban hari raya-Ku bermalam sampai pagi.”
Ragi berarti dosa, janganlah mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan yang berasal dari dosa. Persembahan kita haruslah dari kerja keras kita sendiri.
Hasil dari melakukan 3 perayaan:
- Tuhan sendiri yang akan berjalan didepan kita, melindungi dan membawa kita ke tanah yang telah disediakanNya. (Keluaran 23 : 20)
- Setiap raja dalam perjanjian lama yang merayakan paskah 3 perayaan ini, disertai oleh Tuhan dan diberkati.
- Ketika jemaat berdoa dan merayakan paskah, Petrus diselamatkan dari penjara (Kis 12 : 1)
Orang – orang yang melakukan persembahan sulung berhak mengklaim Tuhan sebagai partnernya selama satu tahun. Memberi persembahan bukan supaya kita diberkati, tetapi untuk melakukan firman Tuhan.
- Published in Catatan Khotbah
Visi yang dari Tuhan
J4u, 10 Maret 2012
Pembicara : Ka Viona Wijaya
Tuhan menciptakan setiap kita untuk suatu tujuan.
Mazmur 139 : 13-16 =
“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku yang dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.”
Tuhan merancang kehidupan kita dengan detail dan serius.
Yeremia 1 : 5 =
“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telahmenetapkan engkau menjadi nabi-nabi bagi bangsa-bangsa”
Sang Pencipta membentuk – mengenal – menguduskan – menetapkan setiap kita.
menetapkan :
*konkrit
*individual
*final
Penghalang untuk mengerti visi -> DOSA.
Yohanes 3 : 3 =
“Yesus menjawab, kata-Nya : Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
Seseorang harus terlebih dahulu menerima karya penebusan Yesus dalam hidupnya, agar dia bisa melihat Kerajaan Allah (apa yang sudah Allah sediakan bagi hidupnya, termasuk VISI).
Ibrani 12 : 1 =
“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.”
Seperti dalam lari maraton, seorang pelari harus secara konsisten berlari sampai ia mencapai garis finish. Mungkin garis finish memang belum dapat terlihat, masih jauh didepan, namun satu hal yang pasti adalah, garis finish itu -> ADA.
Visi =
What God asking you to do, which He doesn’t ask others to do. (Sesuatu yang Tuhan secara khusus ‘minta’ kamu – BUKAN orang lain- kerjakan).
Menjalani visi seperti berpasangan, dijalani seumur hidup. Saat Tuhan menyatakan visi kita, dapat diibaratkan Tuhan seperti seorang yang sedang melamar (propose) kita untuk menjalani visi itu seumur hidup bersama-sama denganNya.. 🙂
Bagaimana mengetahui visi yang dari Tuhan?
– Lahir baru (Yohanes 3 : 3)
– Tanya Penciptamu -> karena Dia yang paling tau tentang hidupmu
Tuhan PASTI menjawab!
Jaminan :
– Yeremia 33 : 3
“Berserulah kepada-Ku maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu
hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”
kesimpulan = berseru dan dengarlah.
– Mazmur 25 : 14
“Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya
kepada mereka.”
kesimpulan = bergaul kariblah dengan Tuhan.
Visi yang dari Tuhan :
* Yesaya 55 : 8-9
“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancaganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku; demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”
Visi yang Tuhan tetapkan bagimu adalah sesuatu yang BESAR, JAUH dari apa yang kita dapat rancangkan.
*Visi yang dari Tuhan bisa jadi sama dengan cita-cita kita.
contoh : Musa
Musa punya keinginan kuat untuk membela bangsanya dari penindasan bangsa Mesir. Terlihat saat ia membela seorang Ibrani (bangsanya) yang dipukul oleh seorang Mesir, yang pada akhirnya ia bunuh.
Keinginan Musa mungkin sama dengan hal yang Tuhan tetapkan baginya, yaitu membebaskan bangsa Israel dari penindasan Mesir. Tapi CARA yang Musa pakai tidaklah sama dengan CARA Tuhan.
Cara Tuhan adalah dengan membawa bangsa Israel itu keluar dari Mesir dan masuk ke tanah yang sudah Tuhan janjikan. (Artinya Tuhan punya cara yang jauuuhh lebih baik dari yang dapat manusia pikirkan).
*Visi yang dari Tuhan bisa jadi juga tidak sama dengan cita-cita kita.
contoh : Gideon
Gideon seorang dari kaum yang terkecil dari antara suku Manasye, yang paling muda dari kaum keluarganya. Keseharian Gideon mengirik gandum (Hakim-hakim 6 : 11). Tapi Tuhan menetapkannya untuk menjadi pahlawan yang gagah berani. (Hakim-hakim 6 : 12).
*1 Korintus 2 : 9 =
“Tetapi seperti ada tertulis : Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia : semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”
*Lukas 1 : 9 =
“Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakan ukupan disitu.”
Yohanes pembaptis lazimnya akan menjadi imam seperti Zakharia, ayahnya. Namun apa yang Tuhan tetapkan atasnya tidaklah demikian (Lukas 1 : 13-17).
Contoh Yohanes menjalani yang tidak seperti lazimnya : Imam memakai baju efod, tapi ia memakai jubah bulu unta.
Visi yang dari Tuhan tidak terbatas dengan kebiasaan-kebiasaan atau hal-hal yang ‘lazimnya’ akan kita alami. Jadi, tanggalkan setiap ‘skenario’ kita, dan cara terbaik yang dapat kita lakukan adalah : tanya Tuhan!
*Tuhan punya berjuta cara untuk menyingkapkan visi kita.
– lewat mimpi, contoh : Yusuf, Reinhard Bonnke
– lewat nyala api yang keluar dari semak duri, contoh : Musa
– lewat peneguhan dari orang lain, contoh : Daud
– Jika di suatu ‘tempat’ amarah dan belas kasihanmu berpadu jadi satu, MUNGKIN itu adalah tanah perjanjianmu. (Church Shift – Sunday Adelaja), contoh : Nehemia
– Seperti puzzle -> Tuhan tidak langsung menunjukkan visi secara keseluruhan, tapi bagian per bagian, dan ketika dirangkai menjadi sesuatu yang utuh.
- dan lain-lain
Kenapa cara Tuhan berbeda-beda? Karena Tuhan sangat mengenali setiap kita! Maka dari itu Tuhan pun sangat tahu cara terbaik untuk menyingkapkannya pada kita.
*Tuhan mau kita menggenapi pekerjaan baik yang dipersiapkanNya
Efesus 2 : 10
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya, Ia mau, supaya kita hidup didalamnya.”
*Respon kita : TERIMA!
Lukas 1 : 38
“Kata Maria : Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Hasil dari hidup dengan visi yang dari Tuhan :
1 Korintus 9 : 26 =
“Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.”
* Berguna
Ilustrasi : Pisau yang tidak pernah dipakai dan disimpan sampai berkarat. Pisau berkarat ini tidak
lagi berguna.
* Tepat sasaran
Ilustrasi : Pisau bisa saja dipakai untuk menggambar (pada kertas atau meja kayu), tapi tidak tepat
sasaran karena fungsi utama benda ini adalah untuk memotong.
* Maksimal
Ilustrasi : Gergaji akan lebih maksimal saat digunakan untuk memotong kayu (yang mungkin
nantinya akan menjadi bahan untuk membangun rumah), daripada digunakan untuk memotong bolu.
“..Vision to inspire a whole nation..”
Sebaliknya, hasil dari hidup tanpa visi yang dari Tuhan :
Amsal 29 : 18 =
“Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.”
(Where there is no vision, the people perish.)
Liar -> menuju pada kemusnahan (perish)
Apa yang akan terjadi saat menjalani visi?
Melalui padang gurun / Proses.
Ulangan 8 : 1 – 20
* ayat 2 : merendahkan hati
* ayat 14 : memurnikan, memberi kesempatan untuk melakukan firman
* ayat 3 : hal-hal yang baru, cara-cara, dan jalan-jalan yang baru.
Tuhan memberi bangsa Israel makan mana. Mana adalah suatu makanan yang baru bagi bangsa
Israel.
* ayat 15 – 16 :
– Ular ganas dan kalajengking
janji Tuhan -> Lukas 10 : 19
– Tanah gersang
janji Tuhan -> Yohanes z : 37-38, Yesaya 41 : 18
– Hal-hal yang baru -> pelebaran kapasitas, dilatih berperang untuk menjadi kuat
– Peremukkan -> untuk merendahkan hati kita dan memurnikan kita
Perlu kerendahan hati saat menjalani visi. Visi tidak bisa digapai saat masih ada pride (harga diri)
– Penunjuk arahmu hanya Tuhan!
Belajar untuk berharap dan bergantung sepenuhnya hanya pada Tuhan saja.
– Diajar dan dipersiapkan oleh Tuhan sendiri (Roma 8 : 31)
Kenapa harus melewati proses?
Lihat perbedaan dari : Saul (instan) VS Daud (proses)
* instan : tidak peka, proses : peka
* instan : nyelonong sendiri, proses : sering tanya Tuhan
* instan : tidak diperkenan, proses : diperkenan
Jadi, BERTAHAAAANNN dalam pembentukan Tuhan..!!
WARNING!
* DOSA (Visi Adam -> Kejadian 2 : 15)
Karena dosa Adam diusir keluar dari taman.
* Pencuri janji Tuhan / Dream Stealer (Yohanes 10 : 10)
– Iblis
– Orang-orang lain
contoh : saat Yesus mengatakan bahwa ia akan disalibkan, Petrus melarangnya. -> Petrus berkata
dalam ketidakmengertiannya akan visi yang harus Yesus genapi untuk menyelamatkan umat
manusia.
* Cara yang salah (lihat : orang Israel)
* Berontak pada otoritas (lihat : Saul terhadap Samuel)
* Salah berpasangan
“Nothing will sabotage your life mission faster than a wrong relationship.” – Rick Warren.
Yosua 1 : 6, 7, 9, 18
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu! Jangan menyimpang kemana-mana.
Hakim-hakim 11 : 24
Tuhan sudah rebut, bagian kita -> memiliki
DICARI : Murid-murid Kristus yang memiliki visi dan mengerjakannya.
Reward : Tuhan sendiri 😀
- Published in Catatan Khotbah
Janji Tuhan janji yang Pasti
J4u 3 Maret 2012
Ka Yuliana Simamora
Bacaan : Yesaya 40 : 8, Ibrani 10 : 19-23, Ibrani 6 : 9-20
“Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.” (Yes 40:8). Firman Tuhan adalah tetap untuk selama-lamanya. Dan kita dapat memiliki pengharapan akan Firman Tuhan tersebut dalam Kristus Yesus yang telah menjadi perantara dan penebus hidup kita (Ibrani 10:19-23). Di dalam-Nya kita diberikan janji yang dapat kita temukan dalam Alkitab dan melalui hubungan pribadi kita dengan-Nya.
Mari kita mengibaratkan janji Firman Tuhan dengan laptop. Tentu kita sepakat bahwa laptop memiliki multifungsi dan dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan. Namun, apabila laptop tersebut hanya ditenteng kemana-mana, maka pekerjaan kita tidak akan selesai bukan? Demkian juga dengan FT, sekalipun berkuasa namun jika hanya kita letakkan di dekat kita tanpa kita menerima dan mengalami janji-janji di dalamnya, maka FT tidak akan berdampak untuk hidup kita.
Karena itu mari kita ajukan pertanyaan pada diri kita. Apakah kita sudah memiliki janji Firman Tuhan di hidup kita? Seorang murid seharusnya memiliki janji-janji Tuhan di hidupnya. Namun seandainya ada yang merasa bahwa dirinya masih belum memiliki janji Tuhan, maka teruslah setia dan bertekun dengan Firman Tuhan setiap pagi. Mintalah juga Janji FT untuk cita-cita/mimpi/panggilan setiap kita. Jangan lagi biarkan keragu-raguan dan ketidakjelasan bercokol di hidup kita! Mintalah janji Tuhan untuk hidup kita !
Pertanyaan selanjutnya : Bagaimana kita dapat percaya bahwa janji Tuhan itu pasti ? Masing-masing kita mungkin memiliki alasan yang berbeda-beda. Mungkin ada di antara kita yang menjawab karena Tuhan tidak mungkin berdusta atau karena kita telah mengalami penggenapan janji-janji-Nya di masa lalu. Mungkin juga kita menjawab sederhana : karena iman.
Alkitab telah memberikan banyak teladan dari mereka yang telah mengalami janji Tuhan. Abraham, Musa, Yosua adalah sedikit dari pahlawan-pahlawan iman yang telah mengalami janji Tuhan. Bacalah Ibrani 11 dan lebih banyak lagi kesaksian iman yang dicatat di dalamnya.
Ka Yuli pun bercerita bagaimana Tuhan telah mengubahkan hubungannya dengan papanya. Komunikasi yang kaku diantara mereka berubah menjadi hangat ketika janji Tuhan untuk pemulihan hati Bapa (Mal 4:6) sampai di hidup Ka Yuli dan diterimanya dengan iman.
Mari kita berpegang teguh pada pengharapan janji yang diberikan-Nya, sebab Ia yang memberikannya adalah setia.
- Published in Catatan Khotbah
Pasangan Hidup
J4u, 28 Januari 2012
Pembicara : Ka Yorga
Yang ditekankan:
1. Lesbian dan homo tidak ada
2. Firman Tuhan ada untuk didengarkan dan dilakukan
Di dalam alkitab, tidak ditemukan kata ‘pacaran’, ini berarti alkitab tidak mengajarkan untuk coba – coba. Coba – coba pasangan hanya bagi mereka yang tidak mengenal Tuhan dan ragu ragu dengan pasangannya.
Contoh Pasangan di Alkitab:
1. Adam dan Hawa (Kejadian 2 : 20 – 21)
Ketika Adam menamai semua makhluk di bumi, ia tidak mendapati pasangan yang sepadan (sesuai / seimbang) dengannya. Salah berpasangan sama seperti salah memakai sepatu seumur hidup, karena tidak boleh bercerai didalam Tuhan. Maka sebelum berpasangan, kenali diri sendiri dulu. Jangan khawatir ketika belum memiliki pasangan, karena kebutuhan paling utama bagi pria dan wanita adalah Tuhan.
2. Ruth dan Boas (Ruth 2 : 1 – 6; 3 : 4-5; 4 : 2 – 11)
Boas mengenal para pegawainya (ia tahu saat ada Ruth diladangnya). Boas juga seorang yang sopan, terbukti ketika ia memanggil orang orang yang seharusnya menebus Naomi dan Ruth. Orang – orang yang melanggar kekudusan hanya akan mendapat berkat ke dua. Mereka tidak akan diberkati saat pernikahan, melainkan mendapat peneguhan. Dosa dari kekudusan yang dilanggar harus dibereskan, karena jika tidak dosa itu akan berdampak pada keturunannya. Boas dan Ruth adalah pasangan yang bekerja di ladang yang sama dan mengerjakan apa yang menjadi panggilan mereka.
Berpasangan adalah :
1. Pasangan yang dari Tuhan
2. Waktunya Tuhan
3. Caranya Tuhan (sehingga berkat Tuhan turun)
“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (2 korintus 6 : 14 )
Tidak bisa kita merubah sifat / keyakinan pasangan kita, yang dapat kita lakukan hanya menjadi contoh bagi pasangan kita.
yang digariskan di J4u:
1. Sebelum menyatakan cinta, doakan dulu.
2. Terbuka pada pembimbing dengan membicarakan perkara ini.
7 mitos pernikahan:
to be continued..
- Published in Catatan Khotbah
Faith
J4u Sabtu 21 Januari 2012
Pembicara : Ko Raflie
1 Yohanes 5 : 4 =
“sebab semua yang lahir dari Allah mengalahkan dunia. Dan inilah yang mengalahkan dunia : iman kita.”
Lahir dari Allah -> mengalahkan dunia.
Ibrani 11 : 1
-Yang kita harapkan
-Bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat
Kolose 1 : 27 =
“Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu : Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!”
Yang harus dipastikan -> pengharapan kita hanya kepada Kristus saja, bukan kepada yang lain.
Darimana iman timbul?
Roma 10 : 17 =
“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Word of Christ -> hearing -> faith
Salah satu contoh (Markus 5 : 24-29) :
Perempuan yang sakit pendarahan dan akhirnya sembuh itu sudah mendengar tentang Yesus sebelumnya bahwa Yesus melakukan banyak mujizat dan menyembuhkan orang banyak, sehingga timbul iman (ayat 28 : “Sebab katanya : Asal kujamah saja jubah-Nya aku akan sembuh.”)
Pegang dan simpan apa yang Tuhan janjikan untuk kita (latih pendengaran kita setiap pagi!)
Iman tidak akan bekerja kalau ada :
1. Dosa
Akan ada penuduhan
2. Fear (Ketakutan) -> motivation of rejection
sudah takut terlebih dahulu
Yakobus 2 : 14-26
Iman tanpa perbuatan = mati
Mendapat janji Tuhan tapi tidak mulai melangkah di dalamnya = percuma!
*ilustrasi : kita tidak akan mungkin mencapai anak tangga ke-100 jika tidak mulai melangkah dari anak tangga yang pertama!
Iman yang mengalahkan dunia = yang kita dapatkan dari Tuhan -> tangkap, pegang dan simpan itu -> lakukan!
Pastikan kita selalu di dalam Tuhan.
Efesus 3 : 12
“Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.”
1 Yohanes 3 : 21-22
“Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”
Dalam Yesus kita memperoleh keberanian.
- Published in Catatan Khotbah

