Pasangan Hidup
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 14 Febuari 2015
Pembicara : Yorga Parnadi
Tema : Pasangan Hidup
Venue : Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Pernikahan adalah hal yang penting, bukan sesuatu yang sembarangan. Sebenarnya, ada orang-orang yang dipanggil untuk menikah, ada yang tidak menikah dan ada juga yang menyerahkan pernikahannya pada Tuhan. Maka dari itu, kita sebagai anak Tuhan memiliki cara berpasangan yang berbeda dengan dunia. Kita seringkali mendengar kata ”sepadan” di dalam berpasangan, mari kita cermati kitab Kejadian 2:18-20.
Pada ayat 18, Tuhan Allah berfirman:” Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepadan baginya.” Kita dapati bahwa ide awal kita berpasangan adalah dari Tuhan. Jika ide awalnya dari manusia, kita bisa salah berpasangan.
Selanjutnya di ayat 19, Tuhan memberi pekerjaan pada Adam. Adam adalah gambaran pria yang mengerjakan panggilan Tuhan. Ketika Adam bersatu dengan Hawa, maka ada tanggung jawab yang selanjutnya. Pria yang sudah berpasangan adalah pria yang siap dan tahu kapan menikah. Jika dia tidak tahu kapan akan menikah, maka sesungguhnya dia BELUM siap berpasangan, suatu saat jika dia mendapati ketidakcocokkan maka akan meninggalkan pasangannya.
Kita, pria atau wanita, bukanlah murahan. Tampan dan cantik tidak selalu bicara hal fisik. Film hollywood telah salah menampilkan arti kata pria macho dan perkasa hanya karena penampilan yang kekar. Pria perkasa sebenarnya adalah pria yang bisa menjaga komitmen, janji dan kesetiaannya. Contohnya adalah menjaga janji pernikahan. Orang yang melanggar janji pernikahannya akan menerima kutuk, karena janji pernikahan dilakukan di hadapan Tuhan dan jemaat Tuhan.
Amsal 18:22, ” Siapa mendapat isteri, mendapat sesuatu yang baik, dan ia dikenan TUHAN.”
Maka berdoalah pada Tuhan, siapakah pasangan hidup kita. Bukan dengan tebar pesona sana-sini. Berdoa di sini bukan bicara durasi, lama atau sebentar, justru akan bermanfaat sebagai berikut:
- Kita akan terjaga dari gampang jatuh cinta.
- Kita akan diajar oleh Tuhan tentang hal-hal sederhana untuk belajar bertanggung jawab.
- Kita menutup kemungkinan dari salah berpasangan.
- Kelemahan-kelemahan pribadi kita akan Tuhan hancurkan. Minder atau kesombongan.
Hati-hati terhadap motivasi yang salah dan kriteria-kriteria yang kita buat tapi bukan dari Tuhan. Serahkan kriteria yang kita buat pada Tuhan.
Amsal 19:14, “Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN.”
Salah berpasangan justru membawa duka. Pertanyaannya adalah di mana kita mendapat pasangan yang berakal budi? Tidak mungkin kita mendapat pasangan di tempat hina. Anak Tuhan seharusnya mencarinya dengan berdoa. Setelah dapat konfirmasi dari Tuhan, barulah melakukan pendekatan, BUKAN pendekatan dulu baru berdoa.
Syarat-syarat yang harus digenapi:
- Kita sudah siap untuk memasuki pernikahan
- Jangan memilih pasangan karena selera kedagingan kita Amsal 31:30
- Jangan memilih hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan eksternal. (Kekayaan, Pendidikan Formal dll ). Amsal 10:22
- Lakukan proses Peneguhan sebelum menyatakan Cinta. Amsal 31:3
Kita bukanlah binatang yang menikah pada musimnya. Kita menikah pada WAKTUNYA Tuhan, bukan karena yang lain di sekitarnya sudah. Jadian juga bukan merupakan suatu perlombaan. Maka berdoalah yang benar, sehingga tidak menjadi khawatir.
Berikut ini adalah langkah-langkah untuk berdoa mengenai pasangan hidup:
- Berdoalah secara umum, bukan fokus pada satu orang. Tuhan akan berbicara melalui banyak hal. Jika belum peka, lebih baik perbaiki saat teduh kita dulu.
- Uji lagi. Terbukalah kepada pembimbing. Maurice Cerullo pernah berkata bahwa dalam urusan pasangan hidup tidak ada seorangpun yang terlalu peka, karena menyangkut emosional, maka perlu bantuan orang lain.
- Khusus bagi pria, tanya Tuhan kapan dan bagaimana menyatakan kepada calon pasangan. Hati-hati sembarangan bicara tentang wanita yang sedang kita doakan, ini untuk menghindari salah paham.
- Jika sang wanita punya pembimbing, pembimbing pria akan bertemu dengan pembimbing wanita, untuk menanyakan apakah sang wanita sedang berdoa tentang pasangan hidup atau tidak. Pembimbing wanita akan menyampaikan kepada sang wanita, bahwa ada pria yang sedang mendoakan dia, sampai situ saja, tidak perlu sampai ke detil.
- Jika sudah dapat konfirmasi dari Tuhan, sang pria tinggal info ke pembimbingnya untuk menyatakan kepada sang wanita. Pilihlah tempat dan waktu yang pas.
Lembaga pernikahan bukanlah lembaga penginjilan, justru sebelum menikah kita memastikan pasangan sudah lahir baru. 2 Korintus 6:14-15 menyatakan kita harus berpasangan dengan yang percaya.
Kecantikan atau Ketampanan Rohani
- Orang yang hidup dalam takut akan Tuhan. Mazmur 128:1
- Orang yang Cakap (keterampilan, intelektualitas, mau belajar). Amsal 12:4;31:10
- Orang yang berakal budi dan berhikmat. Amsal 19:14
- Lemah Lembut dan Tentram 1Petrus 3:4
Tuhan pasti memberi pasangan yang kita kasihi, hati-hati berburuk sangka pada Tuhan. Hindari pula membawa-bawa nama Tuhan atau menyalahkan Tuhan karena pasangan kita. Coba cek lagi proses di awalnya, bisa jadi ada yang salah di awalnya. Jika salah berpasangan, kita seperti memakai sepatu beda ukuran seumur hidup, tanggung sendiri resikonya.
Boaz dan Ruth (Terjadi pernikahan visi)
1. Dipertemukan di ladang Rut 2:5-6.
◦ Tuhan mempertemukan di ladangNYA.
◦ Mengetahui destiny Ilahi/visi.
2. Dimulai dari rasa kagum.
3. Melibatkan orang tua dan Pemimpin rohani sejak awal.
Pernikahan visi bicara tentang bagaimana menjalani visi berdua dengan pasangan. Jika hanya salah satu yang memiliki visi maka yang satu akan memadamkan yang lain. Nantinya akan bermasalah di bayar harga kepada Tuhan.
Dampak ketika kita berdoa berpasangan dengan benar:
- Pria menjadi orang yang bertanggung jawab
- Pihak wanita tidak begitu saja dapat dirugikan
- Hubungan yang dibangun akan tumbuh dengan sehat
- Jika ada “kasus-kasus khusus” maka Pemimpin rohani dapat mempersiapkan (misalnya dari pihak keluarga tidak setuju)
- Keluarga kedua belah pihak dapat mulai mempersiapkan diri dan mengenali
Sesi Tanya jawab:
Tanya : Bagaimana jika pasangan yang sudah yakin dari Tuhan tetapi sering terjadi perselisihan/pertengkaran dan merasa tidak cocok kemudian mulai ragu dengan jawaban Tuhan?
Jawab : Sebelum menikah memang masih boleh putus. Maka sebaiknya sebelum jadian, pastikan kita uji ulang dan sebagai pasangan saling membangun satu sama lain. Jika ada luka, maka dipulihkan dulu.
Tanya: Bagaimana membangun komunikasi yang baik jika keduanya sibuk pelayanan?
Jawab: Sebisa mungkin pasangan bisa mengatur waktu khusus (quality time). TIDAK BISA kita beralasan sibuk pelayanan tapi keluarga terlantar.
Tanya: Bagaimana jika pasangan memiliki visi yang berbeda?
Jawab: Coba cek ulang, apakah visi dari Tuhan atau hanya ambisi pribadi. Bisa jadi penyampaian yang berbeda tapi sebenarnya sejalan. Tetapi jika memang berbeda, maka kembali kepada pasangan tersebut apakah mau lanjut atau tidak, apakah mau memilih level pasangan yang memiliki visi atau sekedar berpasangan.
Tanya: Jika sudah menyatakan tetapi ditolak, bagaimana membereskan hati yang tertolak tersebut?
Jawab: Coba cermati, apakah muncul luka setelahnya? Mungkin kita terlalu fokus pada lukanya. Jika bukan dari Tuhan maka akan hilang. Kita harus membereskan luka tersebut, ampuni kejadiannya, supaya tidak terulang di pasangan yang sebenarnya, atau malah kita jadi takut berpasangan karena trauma ditolak sebelumnya. Bereskan di hadapan Tuhan.
Tanya: Bagaimana jika kita memiliki kriteria yang sudah kita tetapkan? Jika mendapat pasangan berbeda dengan kriteria, apakah harus ditolak?
Jawab: Ada kasus dimana Tuhan tidak menghilangkan kriteria kita, tetapi BERSIAPLAH dengan yang dari Tuhan. Menetapkan kriteria memang baik, hanya jangan sampai menolak yang dari Tuhan.
Tanya: Apakah yang dimaksud pernikahan visi disini harus sama atau boleh berbeda asal saling menerima dan mendukung?
Jawab: Tidak harus selalu sama. Misalnya pria di bidang pendidikan, wanita di bidang membangun generasi. Memang berbeda warna tapi sejalan. Contoh di Alkitab adalah Priskila dan Akwila. Priskila maju ke depan sedangkan Akwila mendukungnya dari belakang. Jangan sampai berlawanan, dibutuhkan kedewasaan lebih untuk bisa mengenali dan membicarakan teknis bersama-sama menjalankan visi.
- Published in Catatan Khotbah
Mendengar suara Tuhan dan melekat pada Tuhan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 07 Februari 2015
Pembicara : Ade Nugroho
Tema : Mendengar suara Tuhan dan melekat pada Tuhan
Venue : Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Markus 4:1-20
Tahun ini adalah tahun percepatan, pastikan setiap kita punya telinga yang selalu peka mendengar Tuhan.
Ayat 9, Dan kata-Nya: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
Telinga di sini bukan hanya bicara telinga jasmani, tetapi juga telinga rohani. Dalam Lukas 8:8, Dikatakan Yesus berseru, siapa mempunyai telinga hendaklah ia mendengar. Pastikan hari-hari ini kita memiliki telinga yang aktif untuk mendengar. Orang yang memiliki telinga selayaknya mendengar. Mendengar adalah sebuah kemampuan. Kitapun mampu mendengar suara Tuhan dengan presisi. Masalahnya kita mau melatihnya atau tidak. Memiliki Telinga yang peka bukan hanya untuk kita pribadi, tapi juga untuk memberkati sekitar kita.
Yesaya 50:4, “Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.”
Ayat ini digenapi di dalam Markus 1:35, pagi-pagi benar waktu hari masih gelap, Yesus bersaat teduh. Bukan sekedar aktifitasnya, tapi di situlah Tuhan membangun kita.
Kembali ke Markus 4:12, “supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”
Alasan kita harus punya telinga yang peka adalah supaya kita mengerti maksud Tuhan. Matius 13:15, setelah kita mengerti, maka akan terjadi pemulihan. Kondisi apapun, bertanyalah pada Tuhan apa yang menjadi kehendakNya. Yang berikutnya, akan terjadi pertobatan. Ada langkah-langkah pertobatan, ada buah-buah pertobatan. Karena setiap anak Tuhan yang bertobat terjadi perubahan. Jika ada dua tiga orang menegur hal yang sama, maka koreksilah diri kita dan bertobatlah. Dampak yang berikutnya ketika kita mengerti kehendak Tuhan, akan terjadi percepatan. Terjadi terobosan-terobosan dalam tiap aspek hidup kita.
Di dalam perumpaan seorang penabur, keempat jenis orang tersebut bisa mendengar tapi kualitas hatinya berbeda. Mari kita cermati apa perbedaannya:
1. Ayat 15, “Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.”
Kualitas hati di pinggir jalan melambangkan orang-orang yang belum lahir baru, belum ada buah-buah pertobatan sejati. Tipe orang yang keras hati. Hidupnya jatuh bangun dalam dosa. Akibatnya tidak bisa mengenal kebenaran.
2. Ayat 16-17, “Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.”
Kualitas hati di tanah berbatu-batu melambangkan orang yang hidupnya dikuasai perasaan, bukan dikuasai iman. Betul memang dia meresponi Firman dengan gembira, tetapi terbawa kondisi. Tanah yang tipis melambangkan iman yang tipis. Hati-hati terhadap perasaan-perasaan(mood). Sikap kita seharusnya mengabaikan perasaan-perasaan yang bukan dari Tuhan. Kita hidup oleh karena iman.
3. Ayat 18-19, “Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.”
Kualitas hati yang di semak duri melambangkan orang yang khawatir dengan perkara penghidupan. Bisa diakibatkan oleh masa lalu yang pahit. Apa yang menjadi kekhawatiran kita hari-hari ini? Fokuslah pada ladang Tuhan yang ada padaMu. Masa depan kita sudah Bapa tanggung. Allah kita adalah Allah yang hidup dan mendengar.
Hati di semak belukar juga melambangkan orang yang hanya menerima Yesus sebagai juruselamat tapi tidak sebagai Tuhan. Artinya hidupnya tidak diserahkan semua kepada Tuhan. Maka, serahkan segala perkara kita pada Tuhan, maka Tuhan akan membela perkara kita.
4. Lukas 8:15, “Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”
Kualitas hati di tanah yang baik melambangkan orang yang dewasa, tidak dikuasai oleh perasaan dan kekhwatiran, dia hanya dikuasai oleh iman. Ketika mendengar Firman, orang tersebut menyimpannya(merenungkan) dan melakukannya. Dalam bahasa lain, merenungkan berarti memperkatakannya berulang-ulang sampai telinga mendengar dan masuk ke dalam hati. Hati yang lembut adalah hati yang mau dibentuk Tuhan. Tanggalkan agenda kita dan karakter-karakter lama seperti malas dan kekanak-kanakan.
Di dalam tahun percepatan, tanggalkan yang lama. Apa yang kita anggap baik, tapi tidak berkenan di hadapan Tuhan, TINGGALKAN. Pertemanan-pertemanan yang tidak dari Tuhan, TINGGALKAN. Supaya kita siap masuk masa percepatan.
- Published in Catatan Khotbah
Takut akan Tuhan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 31 Januari 2015
Pembicara : Yorga Parnadi
Tema : Takut akan Tuhan
Venue : Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Keluaran 15:22-27
Disebut Mara karena air di sana tidak bisa diminum, pahit rasanya. Dicatat dalam kitab Keluaran, bangsa Israel bersungut-sungut. Bersungut-sungut (berkomentar) dengan berdoa adalah berbeda. Dalam bahasa Inggris dipakai kata complain. Bangsa Israel komplain menyerang Musa. Ada komplain karena sesuatu yang wajar, komplain dengan bumbu kata-kata yang berlebihan dan tuduhan adalah TIDAK diperbolehkan.
Air seringkali diibaratkan sebagai Firman Tuhan. Banyak juga apa yang disampaikan di mimbar Tuhan isinya sakit hati/kepahitan baik berupa kotbah atau kesaksian. Kita sebagai murid berhak menyuruh orang tersebut diam. Peleter/gosip harus DIBUNGKAM, gosip itu seperti kanker. Hati-hati terhadap komplain dan gosip.
Tanda orang yang sering komplain:
1. Tidak beriman.
2. Tidak bertumbuh dalam iman dan kasih Tuhan.
3. Menunjukkan ketidakdewasaan dalam rohani maupun mental.
4. Dampaknya mendatangkan kutuk bagi hidupnya sendiri.
Hati-hati dalam pelayanan roh. Iblis akan mengganggu lewat peristiwa-peristiwa yang tidak biasa. Hati-hati, iblis sedang menguji emosi kita supaya pengurapan kita bocor, sehingga ketika kita sedang melayani, pengurapan sudah habis, seolah-olah tidak punya kekuatan roh. Ketika terjadi sesuatu yang luar biasa, berdiam dirilah, tanya kepada Tuhan. Orang boleh mereka-rekakan yang buruk tapi Tuhan merancangkan yang terbaik bagi kita. Belajarlah percaya pada Tuhan. Imani apa yang kita inginkan terjadi dalam hidup kita.
Musa ketika dipersalahkan bangsa Israel, tidak balik menyerang atau membela diri. Inilah contoh pemimpin yang baik. Hati-hati ketika menyalahkan Tuhan atau bawa-bawa nama Tuhan. Hati-hati bicara kehendak Tuhan tapi sebenarnya bukan, atau kita ingin supaya dianggap benar. Bukan masalah yang lebih besar, tapi Tuhan yang lebih besar. Tuhan tak pernah membiarkan kita sendiri. Bilangan 13:33 mencatat meskipun kita seolah-olah seperti belalang, Tuhan tetap lebih besar. Jangan lihat masalah saja, berdoalah. Tidak ada masalah yang lebih besar dari Tuhan. Alasan kenapa anak Tuhan berdoa tidak dijawab dan mengalami hal yang tidak perlu dialami, karena ketika kekhawatiran datang tidak ditangkis dengan peisai iman.
Kembali ke Keluaran 15:25, “Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,”
Setelah kayu dilemparkan, air menjadi manis. Tuhan menunjuk sebuah kayu, kayu bicara tentang salib. Bersama Tuhan Yesus, hidup kita akan menjadi manis. Ketika kekhawatiran datang, klaim janji Tuhan, bahwa masa depan kita damai sejahtera. Selain itu, mintalah kepada Tuhan dengan spesifik/detil. Sertakan Yesus di setiap aspek hidup kita. Yang lama berlalu, biar yang baru datang.
Ayat 26, “firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”
Jika kita sungguh-sungguh mendengar suara Tuhan. Dari ayat ini, kita semua sesungguhnya bisa mendengar suara Tuhan, dan Tuhan tidak mungkin berdusta.
3 hal yang terjadi ketika seseorang lahir baru:
1. Segala dosa diampuni.
2. Telinga rohani terbuka.
3. Mata rohani terbuka.
Jadi tidak mungkin kita tidak bisa mendengar suara Tuhan. Bukan karena sekarang kita tidak bisa mendengar suara Tuhan, kita yang tidak terbiasa, karena dibutuhkan kerendahan hati. Tuhan bisa berbicara kepada siapa saja dengan cara apa saja. Di hati, di telinga, di kejadian-kejadian yang kita alami.
Yosua 7:1-21
Ayat 19-21 Apa yang diperbuat dengan sembunyi akan ada efeknya. Bukan takut kepada manusia, takutlah kepada Tuhan. Jangan lagi lakukan dosa tersembunyi, lebih baik bertobat saja, karena ada efeknya di masa depan. Dalam kisah Akhan, keluarga dibakar dan dilempari batu. Bagi kita yang melakukannya adalah keluarga kita akan keluar dari rencana TUhan atau membuka celah untuk iblis untuk menggocoh keluarga dan kita sendiri. Kita bisa saja membuat cerita yang meringankan dosa, tetapi sebenarnya Tuhan tahu dan melihat. Jika kita takut kepada Tuhan, maka tidak akan melakukan dosa.
Jika ada teman atau kenalan kita yang menggunakan narkoba, PUTUSKAN HUBUNGAN DENGAN MEREKA! Hapus pertemanan di sosial media dan kontak HP. Supaya ketika pedang Tuhan turun, kita tidak ikut terseret. Marilah kita menyatakan kebenaran, bukan sok humanis.
Akhan melanggar barang yang dikhususkan Tuhan. Kalau sudah dikhususkan oleh Tuhan, ada dampaknya. Jika tidak dilakukan akan mengakibatkan kutuk. Apa yang jadi panggilan kita? Apa yang jadi visi kita? Lakukanlah. Seseorang yang melanggar Firman Tuhan, dia berdosa pada Tuhan dan dirinya sendiri. Ada dosa-dosa yang berdampak pada keturunan selanjutnya (misalnya dosa sihir, perbuatan amoral), kecuali keturunannya berobat dan kutuk itu dipatahkan.
Takutlah kepada Tuhan, bukan kepada manusia.
- Published in Catatan Khotbah
Respon yang Benar
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 24 Januari 2015
Pembicara : Yorga Parnadi
Tema :Respon yang Benar
Venue : Rg. Azalea 2, Lt.P1, BTC
Daniel 1:3-21
Mari kita belajar tentang bagaimana respon anak Tuhan yang seharusnya. Daniel, Hananiah, Mishael dan Azariah berasal dari golongan bangsawan. Ketika ada pengumuman tentang pencarian orang yang berhikmat dan baik perawakannya, mereka terpilih.Mereka telah mempersiapkan diri mereka. Bagaimana seseorang memiliki berbagai hikmat jika tidak rajin dari sekarang. Tidak ada yang tahu kapan promosi/pengangkatan tiba.Kita tidak percaya keberuntungan, kita percaya diberkati. Orang malas banyak ruginya, ketika waktunya Tuhan angkat, maka hanya orang yang rajin mempersiapkan saja yang dipilih. Hikmat itu bukanlah kepintaran. Hikmat berasal dari Tuhan dan ketekunan. Seringkali Tuhan gerakkan untuk melakukan sesuatu, misalnya kursus bahasa asing, mungkin kita merasa tidak penting, maka lakukan saja. Kita tidak tahu kapan waktunya hal tersebut diperlukan. Apakah kita benar-benar mengerti apa yang kita pelajari sekarang baik di sekolah atau kuliah? Bukan sekedar nilai baik atau buruk. Apakah kita menguasai bidang kita?
Ayat 8, “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.”
Di masa Daniel berlaku hukum taurat, ada makanan-makanan yang menurut taurat najis. Daniel dari awal sudah tegas dengan kebenaran Firman, bahwa hewan yang berkuku belah tidak boleh dimakan dagingnya. Contoh di jaman kita (perjanjian baru), tidak boleh makan darah. Sekalipun semua orang makan bersama-sama makanan yang mengandung darah, bagaimana sikap kita? Apakah kita kompromi dan tetap memakannya? HATI-HATI TERHADAP KOMPROMI!
Akibat kompromi:
1. Akan menimbulkan dampak.
2. Bisa jadi hal-hal lain pun kita kompromi.
Hal yang dasar tentang makanna dikompromi, keselamatan pun bisa dikompromi.Hati-hati dengan perkara kecil.
Karena Daniel yang berketetapan, Tuhan menjawabnya di ayat 9, ” Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;” Daniel dikaruniakan kasih sayang. Dalam Lukas 2:49-52, Yesus juga memperoleh kasih sayang Bapa dan manusia. Banyak orang mencoba kompromi supaya disenangi manusia. Itu sikap yang bodoh. Bukan manusia yang kita takuti, tapi ketika kita taat kepada Tuhan, manusiapun akan mengasihi kita. Inilah perkenanan Tuhan
Ayat 11-12, “(11) Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: (12) Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum;”
Daniel menunjukkan kerendahan hati. Sekalipun kita diurapi luar biasa, justru semakin rendah hati, tidak sombong, bahasanya sopan, punya etika, bisa bawa diri. Anak Tuhan justru harus lebih jadi teladan. Marilah kita terbiasa setia terhadap perkara kecil, maka kita akan setia juga akan perkara besar. Ketika kita terbiasa tidak melanggar, tidak ada cela dalam hidup kita. HATI-HATI TERHADAP KOMPROMI!
Ayat 15, “Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.”
Ternyata hasilnya justru lebih gemuk dibanding yang lain. Terjadi mujizat. Tuhan turut campur tangan.Di titik kita melibatkan Tuhan, di sanalah kita meibatkan mujizat terjadi. Bersiaplah mengalami kekuatan yang mahadasyat mulai menggerakkan segala sesuatu untuk mendukung kita.
Ayat 17, “Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.”
Kepada keempatnya diberikan pengetahuan dan kepandaian, tapi hanya kepada Daniel diberikan pengertian tentang penglihatan dan mimpi. Setiap mimpi ada artinya, dibutuhkan hikmat untuk menterjemahkannya. Orang yang tegas mengikut Tuhan mendapat perkenanan Tuhan. Coba renungkan lagi apa yang Tuhan sudah dorong kita untuk lakukan, tidak ada kata terlambat, lakukan. Ketika Tuhan sudah beritahu visi kita, melangkahlah ke sana. Persiapkan diri kita. Jangan kompromi dengan kebenaran. Mulai sungguh-sungguh saat teduh, kita sedang melatih diri kita. Seringkali yang mengejek kita adalah orang terdekat, tapi teruslah berlatih.
Ayat 20, “Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.”
Daniel 10x lipat lebih baik di antara orang berilmu, dukun dan ahli nujum. Perkataan Daniel yang terjadi karena Tuhan beserta Daniel.
Daniel 9:3-7 Daniel berdoa dan berpuasa untuk kejelasan negerinya.
Daniel 10:16, “Tetapi sesuatu yang menyerupai manusia menyentuh bibirku; lalu kubuka mulutku dan mulai berbicara, kataku kepada yang berdiri di depanku itu: “Tuanku, oleh sebab penglihatan itu aku ditimpa kesakitan, dan tidak ada lagi kekuatan padaku.”
Kadang-kadang seseorang yang mendapat suatu yang mulia dan Ilahi, tubuhnya tidak mampu menanggungnya. Contoh: Hyde Prayer berdoa hingga organ hati berpindah posisi ke bawah, David Livingstone fisiknya rusak karena melakukan visi yang dari Tuhan di Afrika.Daniel berdoa hingga tembus. Setiap penghulu-penghulu Persia menghalangi tapi Daniel terus berdoa.
Kitapun harus demikian, terus berdoa hingga dapat jawabannya, sampai hati kita tembus. Tinggalkan doa-doa yang membosankan, mengantuk dan tidak ada kegairahan.Berdoalah dengan tekun dan agresif. Doa yang menjebol. Inilah yang kita harus latih. Seperti Daniel berdoa untuk bangsanya, kitapun harus berdoa buat bangsa kita. Tidak kebetulan kita beres puasa seminggu lalu, terjadi sesuatu pada bangsa ini. Tidak bisa kita apatis. Usahakan kesejahteraan kota dan bangsa dimana kita berada. Doakan para pemimpinnya. Persiapan diri kita, ketika Indonesia memerlukan, kita SIAP.
- Published in Catatan Khotbah
Yesus Datang Membawa Pedang
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 17 Januari 2015
Pembicara :Yorga Parnadi
Tema :Yesus datang membawa pedang
Venue :Rg. Azalea 2, Lt.P1, BTC
Ulangan 18:13-14
Matius 10:34-42
Setiap kita terus bertumbuh di hadapan Tuhan, maka kita akan mengenali siapa kita di hadapan Tuhan. Biarlah jawatan Tuhan berfungsi sebagaimana mestinya, untuk memperlengkapi umat Allah.
Apa yang kita lakukan itu berdampak kepada sekitar kita, atmosfir di mana kita berada pun berubah. Dalam alam roh pun terjadi perubahan dasyat, masa depan kita pun berubah. Ketika sedang berpuasa, kita tidak lagi menggunakan nilai-nilai dunia lagi, tapi nilai-nilai Tuhan. Perut boleh kosong, tapi roh tetap menyala-nyala. Kita sedang memasuki hidup kepenuhan roh. Dalam membangun manusia roh, ketika kita mulai merasakan pengurapan tidak mengalir, mulailah berpuasa, salibkan kedagingan kita. Berpuasa membuat segala sesuatu menjadi jelas.
Matius 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.”
Pedang di sini artinya pemisahan. Tidak ada orang berdosa yang bisa mendekat pada Tuhan. Tidak ada orang yang tidak kudus datang mendekat pada Tuhan. Kitalah yang dikuduskan oleh Tuhan. Berdoa adalah berbicara dengan Tuhan, salah satunya adalah permintaan, siaplah dengan jawaban Tuhan, bukan membawa paradigma sendiri. Sediakanlah “kertas kosong”. Jawaban Tuhan bisa YA, TIDAK atau TUNGGU. Ada sikap-sikap yang tidak siap. Contohnya perkara pasangan hidup, orang yang tidak siap akan mulai panik, tidak jelas kapan menikah, mulai melakukan cara-cara dunia yang tidak jelas. Cara-cara yang tidak jelas akan membawa kepada dosa.
Inilah yang dimaksud dengan pemisahan. Yesus berkata, siapakah yang disebut saudara dan ibu Yesus, dialah yang melakukan Firman. Ikatan Firman lebih kuat daripada ikatan darah. Pemisahan terjadi dalam hal melakukan kebenaran, Firman, dan panggilan. Ketika kita melakukan sungguh-sungguh Firman Tuhan, maka dia yang tidak melakukan Firman akan terpisah dari kita. Terjadi perbedaan yang kontras. Ada satu titik level kerohanian dimana tidak ada suatu kuasa keduniawian yang sanggup membuat kita turun, kecuali orang itu memutuskan turun. Contohnya Paulus, semua ditentukan olehnya, bahkan kematian pun dia yang pilih. Putuskanlah untuk terus mengenal Tuhan.
Ayat 35-36 “Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, (36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.\”
Ini bukan berarti mertua dengan menantu memang selalu bertengkar, tapi justru karena kurangnya komunikasi. maksudnya adalah, jika kita melakukan Firman dengan sungguh, maka kita menjadi faktor penentu buat keluarga. Orang yang menabur akan menuai. Hidup kita akan terlindung dalam naungan Tuhan. Disinilah perbedaan akan tampak jelas di keluarga.
Ayat 37 “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.”
Bicara tentang larangan untuk mengkultuskan salah seorang dalam keluarga. Sesuai dengan Firman “jangan ada Allah lain di hadapanKu”. Kasihilah orang tua tapi tidak melebihi Tuhan.
Ayat 38 “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.”
Banyak orang pikul salib, menderita, tapi sebenarnya sedang tidak ikut Tuhan. Dapat diketahui dari gaya hidupnya, tidak berdoa, tidak mengerjakan panggilan, tidak mendengar suara Tuhan. Pikul salib berbeda dengan bayar harga. Pikul salib adalah menderita karena iman kita pada Kristus. Orang yang menolak pikul salib biasanya buahnya adalah plin plan, tidak melakukan Firman dan menyangkal Yesus. Bayar harga adalah sesuatu yg kita lakukan untuk berjalan bersama Tuhan dan mengerti kehendak Tuhan. Hobi kita dipotong dan kesenangan kita tidak bisa dilakukan lagi. Contohnya adalah Tuhan berkata pada Juanita Bynum untuk tidak memakai celana jeans seumur hidup. Contoh lainnya, Tuhan berkata pada Paul Keane dan Sadhu Sundar Selvaraj untuk tidak menikah. Dalam pemuridan, baik pembimbing maupun murid sama-sama bayar harga.
Ayat 39 “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.”
Bicara tentang beriman hanya kepada Tuhan. Bukan jadi takut mati. Hidup dan mati untuk Tuhan.
Ayat 41 “Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.”
Menyambut nabi dilakukan dengan mendengar apa yg disampaikan nabi tersebut. Murid Tuhan ketika datang membawa hadirat Allah, segalanya menjadi jelas dan terberkati.
Tahun ini bicara tentang percepatan, mari kita berlomba-lomba. Apapun yang kita lakukan akan terjadi percepatan yang selalu diikuti dengan pelipatgandaan. Panasnya lebih dari yang sebelumnya. Dibutuhkan orang yang dipenuhi oleh roh lebih dari sebelumnya.Mari kita bertindak, tidak diam saja. Lepaskan tiap keyakinan-keyakinan yang tidak berasal dari Tuhan. Kita tidak akan menjadi biasa karena Tuhan kita luar biasa. Kita akan biasa dengan yang luar biasa dari semua sisi hidup kita. Tinggal kitanya MAU mengalami atau tidak.
Pesan : Untuk pemimpin, tetap puasa selama sebulan, 3x seminggu, full sampai jam 6sore.
- Published in Catatan Khotbah
Bukti Orang Percaya
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 06 Desember 2014
Pembicara : Yorga S. Parnadi
Tema : Bukti Orang Percaya
Venue : Rg. Azalea 2, Lt.P1, BTC Bandung
Siapkah kita untuk mengalami Tuhan? Seringkali kita hanya perlu melangkah saja. Dimulai dari merespon setiap Firman yang kita dengar. Lakukan saja, dan Tuhan akan lakukan bagian-Nya.
Mar 16:15-18Ayat 15 “Beritakanlah Injil kepada segala mahluk”.
Beritakanlah dengan berani.
Ayat 16 “Siapa percaya akan diselamatkan”
Bagaimana kita tahu seseorang disebut percaya? Dari buahnya-lah kita melihat tanda orang percaya. Jika kita tahu bahwa minum air putih itu menyehatkan, tapi kita tidak pernah minum, artinya hanya sebagai pengetahuan saja. Tahu dan percaya itu berbeda. Mari kita kembalikan standar percaya kepada yang seharusnya.
Kata “believe”= mengandung makna “menghidupi”. Orang yang berkata dirinya “percaya” tapi tidak ada perubahan, dia layak disebut “pembohong”.
“…tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” Keselamatan bukanlah pilihan. Apakah kita lebih memilih untuk dihukum?
Ayat 17 “…mengusir setan-setan demi nama-Ku”. Karena kita adalah terang, dimanapun kita berada, disana menjadi terang dan jelas. Dalam mengusir setan diperlukan ketegasan, bukan bicara teriak saja, tapi ada hentakkan. Ada juga kasus orang yang malahan mencintai iblis dan dosanya, jenis seperti ini, usir iblis beserta orangnya. Takdir iblis adalah di bawah kaki kita. Jangan pernah biarkan iblis ada. Sama halnya dengan dosa, PUTUSKAN untuk tidak berdosa.
Kita punya kuasa untuk tidak berbuat dosa. Dosa perzinahan dan percabulan mengundang 2 hal:
1. Kutuk. Bicara tentang sakit penyakit dan hal-hal yang merusak.
2. Hidupnya “terkubur”, kegagalan demi kegagalan, kebangkrutan.
MUSNAHKAN DAN SINGKIRKANLAH segala sesuatu yang menghancurkan hidup kita. Cermati kebiasaan-kebiasaan dan kesenangan-kesenangan kita. Bertanyalah pada hati masing-masing, mana yang lebih banyak dilakukan, kesenangan kita atau membaca Firman?
Terlalu banyak alasan membuat tidak bertumbuh. Mengapa kita diajar untuk membaca Firman? Karena untuk membangun hidup kita di atas dasar yang benar. Firman dalam bahasa Yunani adalah Dunamos yang artinya meledakan. Sewaktu membaca Firman, kita sedang mengumpulkan “daya ledak”. Perkataan kita mengandung kuasa. Bacalah Firman sampai habis, Kejadian hingga Wahyu. Standar kita adalah 8 pasal per hari. Orang yang bertekun baca Firman adalah orang yang rendah hati dan kuat. Dalam Kejadian 39:13 Yusuf dengan tegas berlari. Untuk iblis kita tengking. Untuk dosa kita harus lari. TIDAK ADA TAPI.
kembali ke Markus 16:17 “…mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru…”
Hal ini menunjuk pada bahasa roh dan juga bahasa Firman Tuhan, bukan selalu mengutip ayat. Orang yang selalu merenungkan Firman maka perkataannya akan selaras dengan Firman. Gosip adalah kebiasaan yang membawa pada dosa.
Ada juga bahasa doa. Ini yang membawa orang tersebut gemar berdoa.
Ada juga bahasa cinta. Kita sering kali kaku tidak bisa mengungkapkan kasih kepada orang lain. Mulailah dari orang tua kita. Nyatakanlah dengan sungguh-sungguh. Kita juga bisa romantis.
Ayat 18, “..memegang ular…” “…minum racun tetapi tidak mati…” artinya terhindar dari sesuatu yang mematikan, kita tidak akan celaka.
“…menumpangkan tangan pada orang sakit dan orang itu sembuh…”. Inilah bagian kita, bagian Tuhan yang memberi kesembuhan.
Ayat 20, ketika kita bergerak memberitakan injil, maka Tuhan akan menyertai kita dengan tanda-tanda.
Selamat mengalami Firman.
- Published in Catatan Khotbah
Perisai Iman
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 27 September 2014
Pembicara : Ester I
Tema : Perisai Iman
Venue : Rg. Azalea 2, lt. P1, BTC
Perisai adalah alat untuk melindungi diri pada masa peperangan dari serangan musuh. Biasanya alat ini digunakan pada tangan dan biasanya didampingkan oleh senjata lain seperti pedang tombak atau gada.Perisai mempunyai fungsi sebagai penahan segala kerusakan yang dikirim lawan pada kita.
Efesus 6 : 16
TB ” dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,”
Amp “Lift up over all the [covering] shield of saving faith, upon which you can quench all the flaming missiles of the wicked [one].”
Jadi setiap kita seharusnya memiliki perisai Iman yang tidak lain untuk melindungi kita dari “si jahat”. Karena “si jahat” menebar panahnya di sembarang arah sehingga kita bisa saja terserang kapanpun tanpa kita sadari, namun jika kita memiliki perisai iman, kita terlindung dari panah-panah api si jahat.
Ibrani 11 : 1
TB ” Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Amp ” NOW FAITH is the assurance (the confirmation, the title deed) of the things [we] hope for, being the proof of things [we] do not see and the conviction of their reality [faith perceiving as real fact what is not revealed to the senses].”
Iman bukan sesuatu yang abstar dan tidak jelas tetapi iman itu sesuatu yang pasti.
1 Korintus 2 : 9
TB ” Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” “
Amp ” But, on the contrary, as the Scripture says, What eye has not seen and ear has not heard and has not entered into the heart of man, [all that] God has prepared (made and keeps ready) for those who love Him [ who hold Him in affectionate reverence, promptly obeying Him and gratefully recognizing the benefits He has bestowed]. “
Visi kita adalah dasar dari apa yang kita harapkan dan semua hal yang kita harapkan sebenarnya tidak lain adalah rancangan Tuhan sendiri. Jadi dengan kata lain Tuhan telah menyediakan semuanya. Untuk kita dapat mencapai visi kita kita butuh percaya akan janji dan perkataan Tuhan. Kepercayaan (iman) itulah yang akan menjadi benih awal kita menuju visi kita.
Roma 10:17
TB ” Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Amp ” So faith comes by hearing [what is told], and what is heard comes by the preaching [of the message that came from the lips] of Christ (the Messiah Himself).”
Iman merupakan benih yang kita dapatkan dari firman Tuhan yang kita dengar. Benih itu sendiri sebenarnya telah disediakan oleh Tuhan dan merupakan apa yang kita harapkan namun belum kita lihat. Saat kuta beriman artimya kita mengasihi Tuhan, jadi megasihi Tuhan itu sejalan dengan berIman kepada-Nya.
Dalam Matius 13 : 3-23 diceritakan tentang penabur. Benih yang ditabur itu sama dan sudah baik, namun tanahnya yang merupakan perlambang cara kita menerima yang berbeda-beda.
1. Di pinggir jalan.
Ini melambangkan kebimbangan antara mau sungguh-sunggu ikut Tuhan atau tidak, menimbang-nimbang lebih untung mana. Orang-orang seperti ini tidak akan bertumbuk tetapi mah akan rusak. Mereka harus melepaskan semuanya terlebih dahulu baru kemudian bisa ikut Tuhan.
2. Di tanah berbatu
Ini melambangkan orang-orang yang kers dan ktidak mau berubah dan dibentuk
3. Di dekat semak berduri
Ini melambangkan orang-orang yang membuat kekhawatiran mereka sendiri sehingga tidak dapat fokus pada apa yang Tuhan kerjakan dalam hidupnya. Mereka khawatir akan kekayaan atau hidup mereka dan tidak mau berserah penuh pada Tuhan.
4. Di tanah yang baik
Ini melambangkan orang-orang yang akan berbuah. Orang-orang ini mau terun di dalam Tuhan dan terus dengar-dengaran akan firman-Nya(ibrani 10 : 35-39)
Bahan dasar daru perisai yang Tuhan kasih itu sudah sangat baik, yang membedakan ialah kita sendiri. Apakah kita dapat kuat dan tekun terus memegang perisai itu atau tidak? Apakah kita mau dilatih olah Tuhan dengan selalu tekun di dalam-Nya?
(9) Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”(9) But, on the contrary, as the Scripture says, What eye has not seen and ear has not heard and has not entered into the heart of man, [all that] God has prepared (made and keeps ready) for those who love Him [ who hold Him in affectionate reverence, promptly obeying Him and gratefully recognizing the benefits He has bestowed].
- Published in Catatan Khotbah
Pray
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 13 September 2014
Pembicara : Yuliawaty K
Tema : Pray (Doa)
Venue : Rg. Azalea 2, lt. P1, BTC
Doa adalah salah satu dari inti dalam kehidupan kekristenan.Tanpa doa, kekristenan hanya sebuah aktifitas. Doa adalah komunikasi 2 arah dengan Tuhan. Tentunya, sebuah pengenalan dimulai dengan komunikasi yang dibangun hari demi hari. Pengenalan akan Tuhan diawali dengan lahir baru.
Yeremia 33:3
TB “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”
Amp “Call to Me and I will answer you and show you great and mighty things, fenced in and hidden, which you do not know (do not distinguish and recognize, have knowledge of and understand).”
Setiap orang yang berseru pada Tuhan, pasti mendapat jawaban. Ini jaminan dari Tuhan.
Jawaban doa tidak hanya jawaban biasa, kita juga ditunjukan hal-hal yang jauh lebih besar dan ajaib(Great and mighty things – Amp). Tetapi Tuhan bukan mesin penjawab doa. Artinya yang terbaik yang Tuhan berikan untuk hidup kita, bukan menurut kita baik. Ketika kita terbiasa menjaga gaya hidup berdoa kita, maka kerohanian kita tidak mengalami kekeringan.
Hal-hal besar ini termasuk rahasia hati/misteri ilahi, hal-hal yang tidak Tuhan buka kepada semua orang.
Dengan berdoa, kita juga memiliki belas kasihan untuk jiwa-jiwa. Kita mulai mengenali arahan dari Tuhan. Maka kita dituntun untuk melakukan pelayanan yang sejati.
Mazmur 5:4 “TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.”
Daud bangun setiap pagi, dia sedang membangun gaya hidup yang berdoa pada Tuhan. Setelah itu Daud mempersembahkan korban dan menanti-nantikan Tuhan. Mau sampai umur berapapun, sesibuk apapun, jangan pernah tinggalkan doa.
Matius 6:5-13 Hal berdoa
Doa bukanlah aktifitas agamawi atau ritual.
Ayat 6, Yesus mengajarkan untuk berdoa di kamar, maksudnya tempat tersembunyi (private place). Hanya ada kita dan Tuhan.
Ayat 7, Berdoa tidak bertele-tele. Tuhan tidak lihat kata-kata yang indah. Tuhan melihat hati.
Ayat 8, Tuhan tau apa yang terdalam di hati kita, tapi Tuhan mau kita minta dan ungkapkan sama Tuhan, inilah kedekatan.
Ayat 9-13 Pola doa yang diajarkan Yesus:
“Bapa kami yang di surga….” ini menunjukan kedekatan. Ketika gambaran bapa pulih maka kita bisangobrol dengan Tuhan.
“…Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu…” menunjukan kita selalu mencari kerajaan Allah dan kehendakNya. Jika kita datang dengan bawa jawaban sendiri/ngotot, maka kita tidak akan mendengar suara Tuhan.
“…Berikanlah pada hari ini makanan kami yang secukupnya…” mintalah apa yang kita perlukan kepada Tuhan. jangan berasumsi bahwa kenginan kita itu konyol atau mustahil dikabulkan,justru ketika kita berdoa, Tuhan akan meluruskan keinginan kita tersbut.
“…Ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah pada kami..” menunjukan bahwa pertobatan diperlukan supaya doa kita tidak terhalang.
Yehezkiel 44:9-16
Ayat 9, setiap orang yang belum lahir baru, tidak boleh masuk ke tempat kudus Tuhan atau datang mendekat pada Tuhan.
Ayat 10, bahkan suku Lewi yang hatinya menjauh dari Tuhan, juga tidak boleh datang mendekat pada Tuhan. Mereka hanya boleh melayani di pelataran. Inilah orang-orang yang ketika bangsa Israel sesat malah tidak menegur, suku Lewi tetap melayani jemaat.Mungkin aktifitas pelayanan banyak, dilihat banyak orang, tapi sebenarnya hanya melayani bait saja.
Ayat 15, ada lagi imam Lewi keturunan Zadok, boleh melayani Tuhan yang masuk ke tempat maha kudus. inilah orang-orang yang terus bersunguh hati ketika bangsa Israel lainnya sesat.Jenis seperti ini yang bisa mendengar suara Tuhan. Orang-orang yang mengerti isi hati Tuhan dan bisa menyampaikan wahyu/mandat Tuhan.
Lemak dan darah adalah persembahan yang harum buat Tuhan. Hal-hal yang menurut kita terbaik, kita berikan kepada Tuhan sebagai persembahan yang harum, misalnya hobi dan kesenangan kita.
Jangan mau menjadi pasif dan biasa-biasa. Jadilah seperti Daud yang menanti-nantikan Tuhan bicara.
- Published in Catatan Khotbah
Menjangkau Jiwa-jiwa
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 6 September 2014
Pembicara : Merlin T.
Tema : Menjangkau Jiwa-jiwa
Venue : Rg. Azalea 2, lt. P1, BTC
Mindset terhadap suatu kumpulan / komunitas umat Tuhan harus berubah, perkumpulan umat Tuhan bukanlah ‘rumah sakit’ tapi barak. Dimana setiap umat Tuhan memiliki kekuatan, yang lahir dari Tuhan, dari hubungan pribadi dengan Tuhan. Kuat berarti kita menyendengkan telinga kita dan hidup dengar-dengaran akan perkataan Tuhan.
Menjangkau jiwa-jiwa bisa saja hanya menjadi sebuah topik saja, jika kita tidak bergerak.
Dan yang membuat kita bergerak adalah ketika jiwa-jiwa LAHIR dari hati kita.
1. Allah sangat concern dengan manusia (jiwa-jiwa)
Yohanes 3 : 16
Allah menebus manusia dengan sangat mahal, dengan nyawa.
Setiap jiwa adalah milik Allah. Karena itu yang selalu menjadi fokus utama adalah manusianya, bukan nama baik, event, organisasi, dsb.
Karena itu, yang terpenting adalah menjalankan segala sesuatu berdasarkan perkataan Tuhan.
2. Kita dipanggil menjadi rekan sekerja Allah.
Lukas 5 : 1 -11
Murid bukan hanya sebatas menjadi murid saja. Tapi MURID, mempunyai kemampuan untuk menjadi penjala manusia. Isi hati Tuhan adalah jiwa-jiwa, jadi jika kita mendapatkan isi hati Tuhan, maka kita mendapatkan jiwa-jiwa.
Visi yang Tuhan telah tetapkan untuk setiap kita pasti sejalan dengan isi hatiNya. Artinya isi hati Tuhan (jiwa-jiwa) ini pasti selalu ada, apa pun bidang kita.
3. Ada harga yang harus kita bayar
Galatia 4 : 19
Merasakan sakit bersalin (bayar harganya), sampai rupa Kristus menjadi nyata dalam hidup orang tersebut.
Orang yang sungguh-sungguh pasti membawa isi hati Tuhan dimana pun ia berada. Ia akan memberitakan Kristus kepada orang sekelilingnya. Karena itu ketika ada orang yang sungguh-sungguh di suatu tempat, tempat itu pasti berubah.
Keluaran 3 (MUSA)
Di awal, Musa berulang kali mengelak saat Allah menetapkannya memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dengan berbagai alasan. Minder adalah rendah diri yang palsu.
Allah meminta Musa untuk mentaatiNya dan menggunakan apa yang ada padanya, bukan yang tidak ada padanya.
Menjangkau jiwa-jiwa
1. Berdoa
2. Penginjilan, bersaksi, kunjungan, persekutuan
3. Muridkan, ajar firman
Yesaya 54 : 1-3
“Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak daripada yang bersuami, firman Tuhan. Lapangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.”
- Published in Catatan Khotbah
Berjalan di dalam Roh
J4u, Lt P1 Azalea BTC
16 Agustus 2014
Oleh John Ronaldo
“Bangun pemudi-pemuda Indonesia, tangan bajumu singsingkan untuk negara. Masa yang akan datang kewajibanmulah, menjadi tanggunganmu terhadap nusa.”
Kondisi muda-mudi Indonesia hari ini “lemet-lemet”, mereka disibukkan dengan banyak hal, salah satunya hal berpasangan, sibuk dengan jargon “jones”(jomblo ngenes).
Seandainya bapak bangsa kita Bung Karno hidup di masa kini mungkin beliau akan melantunkan lirik berikut, “Pernah ku membangun bangsa, tapi tak begini..”
KarakterPetrus
Petrus, seorang muda, salah satu murid pertama yang dipanggil Tuhan Yesus untuk menjadi muridNya. Dia memiliki banyak karakter luar biasa seperti yang ditunjukkan dalam ayat-ayat berikut :
- Lukas 5:1-11 kisah pertama kali Koh Petrus bertemu dengan Bro Yesus.Petrus menunjukkan sikap sangat responsif terhadap ajakan Kristus.
- Matius 14:29 Petrus mengalami berjalan di atas air karena dia percaya(just believe, just do it),
- Matius 26:33 / Yohanes 13:37 Petrus menyatakan bahwa dia tidak akan tergoncang imannya.
- Yohanes 18:10 Petrus dengan berani menghunuskan pedangnya untuk membela gurunya.
Kita melihat karakter Petrus yang mencolok di banding murid-murid lainnya :responsif, agresif, gagah berani, iman yang polos, dan lainnya. Namun ternyata itu tidak cukup untuk kita sekedar menjadi Petrus-Petrus yang demikian (berapi-api tapi tanpa pengertian). Grasagrusu, mumpung berapi-api, mumpung semangat.
Itulah juga sebabnya Yesus menegur tindakan Petrus yang menghunuskan pedangnya,karena Yesus tidak bermaksud murid-muridNya untuk mencegahnya dari penyaliban. Dengan segala kelebihan Petrus tersebut, masih tidak cukup.
Petrus kembali kekehidupan lamanya setelah dia mengingkari sendiri kepongahannya,dengan menyangkal Yesus 3 kali sebelum ayam berkokok. Namun TuhanYesus ijinkan itu sehingga Dia dapat memulihkan Petrus (Yohanes 21 :1-19).
KarakterPetrus setelah berjalan dalam Roh
Kis 10 : kisah Petrus dan Kornelius (baca sendiri). Coba kita renungkan,bagaimana jika Kornelius tidak mendengarkan penyataan Tuhan? Atau bagaimana jika pola pikir Petrus masih sama? Seandainya kedua orang ini tidak berjalan dalam roh, maka kemungkinan kisah ini berbeda.Keselamatan dari Tuhan atas keluarga Kornelius dan keinginan Tuhan untuk menyelamatkan orang-orang non Yahudi mungkin tidak akan terjadi, atau setidaknya tidak terjadi melalui Petrus.
Bagaimana cara untuk berjalan dalam Roh?
- Saat teduh dan menjaga kekudusanIni adalah jurus yang ampuh untuk mendengarkan keinginan Tuhan dan berjalan dalam roh.Tuhan sangat ingin berbicara kepada kita, namun mengapa seringkali kita tidak mendengarnya? Alasannya karena roh dan pikiran kita belum ditundukkan di bawah kaki Kristus. Pemberontakkan (rebellion) adalah DNA-nya iblis.Mungkin saja kita gagal seperti Petrus, namun Petrus toh akhirnya memilih pulih. Berdoalah datanglah kerajaan Allah di bumi seperti di sorga. Kerajaan Allah di bumi adalah kehidupan kita, berjalan di dalam roh, itulah yang Tuhan Yesus contohkan.
- Penundukkandiri1 Petrus 5 : 5, Jadilah taat kepada pemimpindalam terjemahan AMP : elders is the ministers and spiritual guides of the churchAir mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah : demikian pula pengurapan, kalau kita tidak merendahkan diri, pengurapan itu takkan dapat mengalir.Ketika kauberhasil untuk melalui ini (menundukkan diri kepada otoritas dibumi),maka kita akan dapat menundukkan diri kepada otoritas yang tidak kelihatan (Tuhan).
- MemuridkanTuhan Yesus menanyakan pertanyaan yang serupa tiga kali kepada Petrus. Apakah kamu mengasihi Aku? Gembalakan domba-domba-Ku.Yohanes 21:15feed my lamb – memberi makan untuk domba-dombaNya.
- Published in Catatan Khotbah

