Setuju dengan Tuhan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 19 Juli 2014
Pembicara : Viona Wijaya
Tema : Setuju dengan Tuhan
Venue : Rg. Azalea 2, lt. P1, BTC
Setuju dengan Tuhan adalah sebuah sikap hati yang akan mewujud jadi tindakan di mana kita SELALU sepakat dengan kehendak Tuhan, dan itu membawa kita bergerak bersama-Nya dan dalam pusat rencana-Nya.
Jadi setuju dengan Tuhan adalah sebuah sikap hati yang seharusnya tidak berhenti hanya di dalam hati tetapi mewujud menjadi tindakan. Seperti kata Tuhan bahwa setiap pohon akan terlihat dari buahnya. Jadi orang- orang yang hanya bilang setuju atau berkata amin tidak bisa kita anggap sudah setuju dengan Tuhan tetapi tetap harus kita cek terlebih dahulu dari tindakannya. Saat kita benar-benar setuju dengan Tuhan maka tindakan kita akan membawa kita bergerak bersama-Nya dalam pusat rencana-Nya.
Contoh praktisnya:
1. Tidak berbantah-bantahan dengan Tuhan
- Lukas 1 : 38 ( “ Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. ”)
Disini Maria menunjukan sifat taat dan tidak berbantah-bantahan.
Saat Tuhan ingatkan untuk belajar atau untuk melakukan suatu hal tapi kita menunda-nunda, maka itu sudah merupakan sikap berbantah-bantahan. Jadi belajarlah untuk setia pada hal-hal kecil yang Tuhan latih, sehingga kita terbiasa untuk turut dan taat dengan perintah Tuhan, kita jadi terbiasa bahkan saat ada hal-hal berat atau ekstrim yang Tuhan suruh, kita bisa taat.
Contoh lainnya adalah Esau dan Yakub. Memang diantara mereka kedua tidak ada yang benar. Tetapi Yakub memiliki sikap hati yang lembut dan mau mencari Tuhan serta haus akan perkara-perkara Ilahi, disaat Esau meremehkan hak kesulungan yang ia miliki, Yakub justru menginginkannya. Itulah sebabnya mengapa Tuhan memilih Yakub. Jadi tidak mungkin seseorang berubah tiba-tiba jadi taat dalam perkara besar kalau sebelumnya tidak taat dalam perkara kecil.
2. Tidak bilang “iya”, tapi tidak dilakukan!
- Matius 21:28-31 ( “28 “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. 29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. 30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. 31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. ”)
Dalam hal kedua ini lebih masalah, karena kita berkata iya tetapi tidak dilakukan. Hati-hati dengan kata –kata dan janji yang kita buat dengan Tuhan jangan main ingkari. Jika kita melakukannya, maka kita akan mengalami kekeringan rohani. Maka dari itu, mari hadapi proses, tidak ada yang instan. ketika kita taat terhadap hal-hal kecil maka kita akan menjadi biasa untuk taat terhadap hal-hal yang besar pula.
- Tindakan kita menunjukkan apa yang ada di hati kita sesungguhnya. Kita tidak bisa mendustai Tuhan.
Penghalang-Penghalang Memiliki Gaya Hidup Setuju dengan Tuhan
1. Sombong
- Wujud: “Ngatur-ngatur Tuhan”
Ngatur- ngatur Tuhan bukan seperti kita menyuruh hujan berhenti, tetapi membuat “aturan-aturan” baru yang tidak ada di Firman Tuhan dan memperlakukannya LEBIH dari Tuhan.
Contoh praktisnya dalam hal doktrin yang berhubungan dengan pelayanan. Sebenarnya, pelayanan itu adalah segala sesuatu yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan. Namun pada beberapa organisasi gereja beberapa pembimbing kadang menganggap bahwa pelayanan hanya yang ada di tempat ibadah seperti singer, wl, pemusik, dll, sehingga saat kita tidak pelayanan kita dianggap menjauh dari Tuhan. Padahal sebenarnya ketika kita pelayanan wl, singer, pemusik bukan atas perintah Tuhan, itu bukan pelayanan namun hanya sebuah aktifitas saja.
- Yesaya 40: 13-14 (“13 Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat? 14 Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?” )
Jadi janganlah menjadi orang-orang sombong yang coba mengatur Tuhan. Selalu dengarkan Tuhan, selalu tanya apa yang menjadi kehendak Tuhan dan taat penuh dengan Tuhan.
- Camkan: Orang Sombong tidak akan pernah bisa memiliki gaya hidup setuju dengan Tuhan dan tidak bisa bergerak bersama Tuhan.
2. Tidak (mau) Percaya
- Contoh: orang Israel di Padang Gurun
Orang-orang israel sudah melihat bukti fisik yang sangat nyata baik laut terbelah dan jalan di sana, air berubah menjadi darah, mana jatuh dari langit, dll. Tapi ternyata mereka tetap menjadi bangsa yang tegar tengkuk. Ini menandakan bahwa mujizat tidak menentukan pengenalan kita akan Tuhan.
- Percaya adalah sikap hati dan keputusan – dia bahkan tidak membutuhkan bukti “fisik”! jadi saat kita tidak percaya pada Tuhan maka kita tidak mungkin dapat berjalan dengan Tuhan.
- Pengenalan akan Tuhan membuat kita dapat percaya pada Tuhan dan setuju dengan-Nya. Ini bedanya Musa dan orang Israel
- Abraham (Roma 4:18-21)
Abraham nenunjukan sifat yang percaya pada Tuhan walau sesungguhnya ia tidak tahu ia mau pergi ke mana, masa depannya bagaimana, tapi ia percaya penuh pada Tuhan dan setuju dengan rencana Tuhan.
Jangan kita meniru cara Sarai dengan tidak mau menunggu penggenapan janji Tuhan dengan cara-cara yang Ilahi tapi malah mencoba nutuk “membantu Tuhan” dengan memberikan budaknya kepada Abraham untuk dinikahi. Karena hal itu akhirnya Tuhan tidak berbicara apapun pada Abaham selama beberapa Tahun, walau pada akhirnya Abram dan Sarai akhirnya mendapatkan Ishak.
Jadi yang benar kita harus bener-bener pakai cara Tuhan dan terus bersabar. Jangan sampai pikiran kita menutupi hati kita dalam mendengar suara Tuhan dan akhirnya kita salah jalan.
- Kondisi/fakta 100% bertentangan dengan janji Tuhan – tidak ada dasar untuk berharap!
- Jadi tetaplah setuju dengan Tuhan agar tetap dan terus berada dalam pusat rencana Tuhan.
3. Tidak menggunakan Cara-Cara Tuhan
- Kehendak Tuhan hanya bisa digenapi dengan cara-cara Tuhan. Tidak mungkin kita mau memenuhi rencana Tuhan, memenuhi visi dari Tuhan dengan cara kita sendiri. Tetapi kita harus turut dengan cara-cara Tuhan.
- Contoh yang salah: Kejadian 16:1-3
- Yang benar: mengikuti pola / cara-cara Tuhan
Tuhan itu punya pola yang spesifik untuk setiap kita. Cara kita mendapatkan pola yang spesifik dari Tuhan kita akan dibimbing langsung sama Tuhan agar apa yang Tuhan mau dalam hidup kita benar-benar tepat terjadi sesuai dengan rencana-Nya. Jadi dengan selalu membangun hubungan dengan Tuhan kita sedang memastikan hidup kita sejalan dengan pola yang Tuhan sudah tentukan.
Keluaran 25: 40
- Kemah Suci/Bait Suci : Kita
- Bangun hidup kita sesuai “pattern” yang Tuhan tunjukkan di “Gunung Tuhan”
- Keluaran 39:1, 7, 21, 26, 31, 32 “Melakukan tepat seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa”
- Hasil: keluaran 40:34-38
TIDAK SETUJU DENGAN TUHAN
- Berbalik membelakangi Tuhan atau Tuhan berbalik dari kita
- Berbalik membelakangi Tuhan (Bil 14:43) ( “sebab orang Amalek dan orang Kanaan ada di sana di depanmu dan kamu akan tewas oleh pedang; dari sebab kamu berbalik membelakangi TUHAN, maka TUHAN tidak akan menyertai kamu.” ”)
- Tuhan berbalik dari kita (Bil 14:34) (“Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu: ”)
Hasil = maut, tidak masuk tanah perjanjian, tidak “layak” masuk dalam pusat rencana Allah
Hanya orang-orang yang setuju dengan Tuhan yang akan bergerak dan berada dalam pusat rencana-Nya
- Published in Catatan Khotbah
Tubuh Kristus
Persekutuan J4u
Sabtu, 05 Juli 2014
Tema : Tubuh Kristus
Venue : Rg. Azalea 2, lt. P1, BTC
Wahyu 3:14-19 Kita adalah tubuh Kristus, dan Kristus adalah kepalanya. Mari kita lihat kembali kemah perjanjian, di ruang maha kudus tidak ada penerangan.Ruang maha kudus akan terang ketika Tuhan hadir. Hanya imam yang memakai baju efod boleh masuk ruang maha kudus.
Maksud dari Baju Efod:
1. Penunjukan dari Allah kepada orang tersebut.
2. Ada buah-buahnya sehingga orang tersebut layak memakainya.
Imam tersebut mewakili bangsa Israel. Pada perjanjian baru, Yesus adalah Imamat Rajani. Kembali ke Wahyu 3:14-19, maksudnya adalah supaya kita tidak sembarangan dalam menjalani hidup kita, betapa ruginya kita untuk melewatkan hal-hal besar yang Tuhan telah sediakan bagi kita. Wahyu mencatat, “..yang suam-suam akan dimuntahkan..“, dimuntahkan disini menunjuk pada dimuntahkan dari jemaat, artinya tidak mendapat bagian di jemaat.
Ayat 17 Menegur kita untuk tidak sombong. Kita layak disebut tubuh Kristus karena kepalanya adalah Kristus. Maka pastikan yang mengepalai / yang memimpin hidup kita adalah Kristus bukan diri kita sendiri, apalagi orang lain.
Negeri ini membutuhkan orang-orang yang mengambil tongkat komando. Jadi ketika ada promosi datang/suatu masalah yang kita tahu kita bisa dan Tuhan suruh, AMBIL!
Biasakan punya agenda dengan detil dan taati agenda yang kita buat, maka hidup kita akan semakin mengerucut dan tajam. Ketika di awal, Tuhan mempertajam kita dengan mengajar untuk berhenti berbuat dosa. Setelah beres semua keterikatan, maka kita akan dimurnikan dari segala sesuatu yang tidak berkenan dihadapan Tuhan. Semakin lama kita taat, semakin lama penggenapan janji Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita berada dalam “arus”/proses yang kuat, bertahanlah, kita sedang diasah oleh Tuhan.
Banyak orang yang tidak “tajam”, sehingga dimuntahkan. karena orang tersebut tidak mengambil peranandalam tubuh Kristus. Ayat 19, relakanlah hatimu untuk Tuhan ajar maka kita akan berfungsi dalam tubuh Kristus. Kalau kita menjadi tubuh Kristus, kita menjadi sangat dekat dengan Tuhan, lihat kembali kisah Musa. Orang-orang yang berada di bawah otoritas Tuhan, maka kita akan melihat buah-buahnya / ada tanda ajaib yang menyertainya.Untuk orang seperti ini, jangan pernah kita lawan.
Tubuh Kristus adalah sesama orang yang percaya kepada Kristus sebagai kepala.Matius 8:20 mencatat bahwa Kristus mencari tempat untuk meletakkan kepalaNya.Jadilah anak-anak yang dimana Kristus meletakkan kepala-Nya.
Efesus 4:1-13Ayat 12, menunjukan bahwa ketika kita sungguh-sungguh, maka kita akan membangun tubuh Kristus.
JADILAH TUBUH KRISTUS YANG DIPERTAJAM SETIAP HARI!
- Published in Catatan Khotbah
Kekudusan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 05 Juli 2014
Pembicara : Yorga Parnadi
Tema Kekudusan
Venue : Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Yoh 17:15-19 Yesus tidak meminta kepada Bapa untuk Bapa mengambil kita meninggalkan dunia, tapi supaya kita dikuduskan. Yesus pernah menyebutkan, hanya orang sakit yang memerlukan dokter. Tapi apakah jadinya jika dokter hanya berkumpul dengan para dokter. Bagaimana dengan tempat yang tidak ada dokter? Disinilah fungsi dokter dipertanyakan. Bandingkan dengan orang kudus yang hanya berkumpul terus dengan para orang kudus. Lalu siapakah kita sebenarnya di dalam Tuhan?
Ayat 16 Yesus menyatakan bahwa kita sama seperti Dia yang bukan berasal dari dunia. Seorang yang menyadari kewarganegaraannya, pasti akan benar-benar menyadari di mana rumahnya, gaya hidup (sikap dan penampilan) akan sesuai dengan negaranya. Demikianlah pula, orang lain akan mengenali dari negara mana kita.
Kita sebenarnya bukan berasal dari dunia.
Sewaktu kita bertobat, maka kita akan mengalami hal-hal berikut:
1. Mengenakan manusia baru.
2. Dosa diampuni.
3. Pasti masuk sorga.
4. KEWARGANEGARAAN KITA ADALAH SORGA.
Maka disinilah kita menyadari bahwa kita hidup untuk menyatakan KRISTUS di dunia ini.Tentunya kita harus memiliki gaya hidup kerajaan Allah. Caranya adalah selalu terhubung dengan Bapa dan mentaati Bapa. Banyaklah bertanya pada Tuhan. Selanjutnya kita akan terbiasa mengenali isi hati Tuhan. Di level inilah, kita tidak lagi melakukan dosa-dosa tetapi hidup dalam tuntunan Allah. Hidup dalam ketaatan mutlak kepada BAPA adalah hidup dalam kekudusan. 99% Ketaatan adalah pemberontakan, Tuhan tidak mau ada deviasi.
Kembali ayat 17, pengudusan terjadi melalui proses yang kita alami. Manusia baru sudah kita kenakan, tapi karakter kita harus diperbaharui menjadi sempurna seperti Kristus.
Proses yang pertama dalam pengudusan adalah melalui Firman.Kita melakukan Firman bukan karena takut Tuhan tapi karena kita mengasihi Tuhan. Proses pengudusan itu terus berlanjut sampai kita sempurna. Ilustrasinya adalah untuk mengubah isi botol yang berisi kopi, maka kita tuangkan air bersih terus menerus ke dalam botol tersebut hingga kopi terdesak keluar dan akhirnya tertinggal air bersih dalam botol. Demikian pula ketika kita terus mengisi hidup kita dengan Firman, maka yang kotor dan borok dari hidup kita akan terdesak keluar.
Ayat 18-19,Penting buat setiap murid untuk menguduskan dirinya dalam kebenaran.Pengudusan artinya dipisahkan dari dunia. Bukan berarti kita tidak bercampur dan bersosialisasi dengan duniatapi seharusnya kita tidak memiliki gaya dunia. Roh Kudus yang akan menuntun kita bagaimana cara menjaga kekudusan.
Kekudusan itu bertingkat, kepada setiap orang berbeda-beda. Buat beberapa orang menonton TV dan main game berlama-lama itu tidak masalah, tapi untuk beberapa orang yang lain tidak bisa karena ketika dilakukan akan merasa sangat bersalah. Maka dari itu, kita tidak bisa menghakimi orang lain karena tingkat pengenalan akan Tuhan yang berbeda-beda.
Kekudusan memiliki warna yang berbeda.Kita tidak bisa melakukan apa yang dilakukan hamba Tuhan lain tanpa bertanya Tuhan. Artinya warna (gaya hidup) setiap orang akan berbeda-beda. Anak Tuhan akan selalu terhubung dengan Tuhan sehingga terhindar dari melakukan tindakan-tindakan konyol/kesetanan.
Yoh 14:14 Tuhan akan melakukan apapun permintaan kita dalam namaNya. Ini berlaku kepada orang yang menguduskan hidupnya. Permintaan orang kudus akan selaras dengan Tuhan. Jangan hina Tuhan dengan permintaan yang kecil-kecil. Mintalah yang BESAR. Milikilah mentalitas seorang pemilik. Dimana kita berada, disitulah tempat milik kita. Mentalitas iniakan membawa kita untuk melakukan lebih. Bukan lagi uang gaji yang dicari. Selalu berpikir yang terbaik untuk memajukan tempat dimana kita berada. Inilah yang Tuhan maksudkan untuk kita menjadi KEPALA bukan menjadi ekor. Kepala menentukan arah.
Efesus 5:1-3 Hati-hati terhadap pergaulan. Sengaja atau tidak sengaja, segala sesuatu yang cabul sudah seharusnya kita hindari.Tidak ada yang bisa memblokir pornografi, tapi justru Firman Tuhan-lah yang akan melindungi. Kitab Wahyu mencatat, ekor naga menyeret sepertiga bintang di langit. Bintang menunjuk pada nabi/representatif Allah di muka bumi. Ekor bicara tentang kelamin/percabulan. Jangan bermain api, nanti hangus. Jangan berkompromi dengan dosa sekecil apapun, kalahkan godaan yang muncul.
Tuhan PASTI SANGAT INGIN kita bertumbuh.
Tergantung dari keputusan kita untuk melakukannya atau tidak.
- Published in Catatan Khotbah
Hidup dalam Roh
Persekutuan J4u
Sabtu, 21 Juni 2014
Tema : Hidup dalam Roh
Venue : Rg. Azalea II, lt. P1 BTC
Wahyu 22:6 Coba ingat lagi tentang karunia roh, apakah kita sudah memilikinya?
Orang dunia bilang itu feeling/perasaan, tapi itu sebenarnya karunia roh, hanya perlu diasah.
Mengenai hidup dalam roh, artinya kita harus menyadari bahwa hidup kita ditentukan oleh iman kita dan Firman Tuhan.
Ada jalan-jalan yang kita harus lalui sebagai proses, tapi ujungnya adalah Tuhan. Maka janganlah kita gegabah/sembarangan dalam menjalani hidup kita.
Kembali ke Wahyu 22:6, Allah sendiri yang memberikan sendiri karunia roh kepada para nabi, artinya Allah memberikan diriNya sendiri kepada setiap manusia.Tanpa Allah tidak ada kehidupan. Esensi hidup dalam roh bukan berarti berbahasa roh setiap hari, melainkankehidupan yang mentaati setiap kebenaran Firman Tuhan.
Markus 1:35 Lakukanlah saat teduh pagi (berdoa dan baca Firman). Sewaktu kita terbiasa membaca Firman, kita tidak mudah disesatkan. Langkah selanjutnya, dengarkanlah rhema. Rhema adalah Firman Tuhan yang berbicara pada kita. Mendengar suara Tuhan itu gampang dan mudah. Lihat Samuel yang dapat mendengar suara Tuhan pada masa mudanya.
Definisi kedua dari hidup dalam roh adalah hidup sesuai tuntunan Tuhan. Ketika kita mentaati suara Tuhan baik yang tertulis dan yang kita dengar langsung.
Yang ketiga adalah kita mengembangkan gaya hidup yang terus menerus mencari kehendak Tuhan.
Ketika kita tidak bertanya Tuhan, ada celah di sana. Alasan seseorang tidak bertanya Tuhan dalam salah satu sisi adalah karena kekhawatiran, merasa kita tidak mampu/ out of date. Seharusnyayang terjadi adalah perkataan Tuhan. Ada api asing dan ada api Tuhan. Api Tuhan membakar tapi tidak menghanguskan, ingat bahwa Tuhan adalah kehidupan, maka tidak akan membawa kematian. Artinya kita yang terbakar api Tuhan akan tampak tanda-tanda “kehidupan” bukan emosional. Maka dari itu, apa yang diawali dengan roh jangan diakhiri dengan daging, teruslah memakai cara-cara yang Tuhan kehendaki (secara roh). Hal ini dilatih dengan berpuasa.
Berbagai macam puasa:
1 hari= Puasa Orang percaya
3 hari= Puasa murid
7 hari= Puasa diaken
14 hari= Puasa nabi
30 hari= Puasa rasul
40 hari= Puasa mematikan kedagingan/Puasa Kristus
Efek dari melatih hidup dalam roh adalah seperti pada Musa (menentukan arah suatu bangsa), Eli (menjaga ketetapan hukum Tuhan). Orang yang tidak hidup dalam Tuhan, kerohaniannya compang camping(hampir telanjang).Di kitab Wahyu dicatat, “belilah pakaian dari padaku”, ayat ini menunjuk pada anak Tuhan yang kerohaniannya tidak sungguh-sungguh.
Ingat kisah Daud, dalam masalah dia kuat, tapi ketika sedang tidak dalam masalah dia jatuh, dosa kepada Uria dan Bersyeba. Ada dosa yang berdampak permanen, yaitu dosa melanggar otoritas, lihat Saul. Jangan pernah melawan otoritas, karena ketika kita melawan otoritas, kita tidak bersalah pada pemilik otoritas tetapi kepada Sang Pemberi otoritas yaitu Allah sendiri. Tuhan sangat menghargai otoritas.
Arti keempat dari hidup dalam roh adalah hidup di bawah otoritas. Jadilah orang yang selalu di bawah otoritas, maka hidup kita tertudungi/ covered, ada blessing.
Hidup dalam roh membuat hidup kita dalam kepastian di dalam Tuhan. Kita pasti sukses. Sukses adalah ketika kita berhasil melakukan segala yang Tuhan perintahkan dalam hidup kita. Tuhan akan terus menaikkan kapasitas kita dan iman kita.
Mari kita berperan aktif sebagai warganegara Indonesia.
PR kita malam ini, bertanyalah pada Tuhan apakah kita masuk politik atau tidak.
Sebelum tanggal 9 Juli, ajak orang lain untuk memakai hak pilih, tidak golput.
Mulai dari hal kecil, apakah kita sudah mengurus KTP kita? apakah nama kita di KTP sesuai dengan akta lahir?
Jangan sampai hal-hal kecil tersebut membuat kita tidak jadi menerima berkat.Siapkan kirbat karena tanpa kita sadari Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang besar buat kita. Apa yang ada di tangan kita sekarang, latihlah dan pakailah dengan sungguh-sungguh.
Jadilah responsif pada setiap kebenaran yang Tuhan taruhkan dalam hati kita, maka lihat apa yang akan Tuhan lakukan dalam hidup kita.
- Published in Catatan Khotbah
Karakter Kristus
15 Maret 2014
Pembicara : John Ronaldo
Lokasi : BTCAzalea 2
Mat 22:35-38
“Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenal akal budimu”. Hukum kedua yang sama dengan itu “kasihilah sesamamu manusia”.
Karena itu orang yang mengasihi Tuhan, tentulah juga mengasihi sesamanya.
Ulangan 6:1-9
Kasih kepada Allah adalah perintah yang terutama.
7 : ajarkanlah berulang-ulang kepada anak-anakmu (agar tidak terputus dari generasi ke generasi) dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu (dalam segala keadaan, ajarkan hukum Tuhan). in any circumstances, teach the Word of God.
Amsal 22:6
Didiklah (train) orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu. The straits of training is daily,habit, sequence.
train up a child dalam bahasa ibrani diterjemahkan sebagai touch the palate (palate : kerongkongan) artinya menyuapi dengan makanan yang telah dikunyah ibunya disentuhkan ke kerongkongan bayi untuk membangkitkan rasa lapar. Maka bayi terbiasa merasa lapar dan makan dari ibu yang menyuapinya.Pastikan kita memberi makan Firman.
Amsal 19:27 KJV
Hai anakku, jangan lagi (cease :to stop) mendengarkan didikan, kalau engkau menyimpang (err : to make mistake) juga dari perkataan-perkataan yang memberi pengetahuan (dari kebenaran).
berhentilah mendengar instruksi yg membuat menyimpang (err) dari perkataan pengetahuan.
Arti Err:
1. to make a mistake or be incorrect
2. wander from a direct course or at random
Kolose 2:8
Hati-hatilah (beware) supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya (philosophy) yang kosong (vain) dan palsu (lies) menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
beware:peringatan akan sesuatu yang berbahaya, bisa melukai. Bukan sesuatu yang kecil. Contoh: beware a dog. Bukan anak anjing, tapi benar-benar anjing galak.
philosophy: the love and the study of truth, jadi apa yang dunia katakan benar akan menjadi kebenaran sekalipun belum tentu benar jika dicek di Firman.
Vain: empty,
deceit: lies.
Kesimpulan: Ijin terbesar yang dilakukan orang tua terkait anak adalah pada siapa orang tua mengijinkan orang yang dapat mengajar anaknya. Untuk anaknya tetap mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi. Anak adalah anugrah berharga yang Tuhan percayakan.
Apa tujuannya Allah menetapkan hukum tersebut?
Untuk memiliki karakter Ilahi. Sudah seharusnya kita hidup dalam Firman. Apa yang tertulis dalam Firman merupakan suatu yang kodrati/kewajaran/kondisi. Jadi memiliki karakter Kristus adalah kewajaran, karena kita diciptakan segambar serupa dengan Allah.
Mat 11:29
… belajarlah kepadaku, karena Akulemah lembuh dan rendah hati…
Lemah lembut yaitu suatu sikap :
– mau menerima teguran
– cepat mendengar, bukan berkata-kata.
– cepat berubah
Seorang yang lemah lembut akan mendapat kasih karunia dan mendapat tempat yang khusus di hati orang-orang dan juga Tuhan.
Rendah hati
Suatu sikap menganggap orang lain lebih penting dari diri sendiri
Yoh 4:34 (ketaatan mutlak)
… makananKu ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya.
Tuhan Yesus taat sampai mati.
Kita bukan robot, Tuhan tidak menghilangkan kehendak bebas, yang dikehendaki Tuhan adalah hubungan Bapa dan anak bukan hubungan hamba dan majikan.
Hamba/pelayan melakukan apa yang menjadi tugasnya dan mendapat upah dari keringatnya.
Namun, Anak tinggal serumah dengan Bapa. Orang yang sudah lahir baru (LB) artinya Roh Bapa ada padanya. Wah3:20.
Sudah sewajarnya anak berkomunikasi dengan Bapa. Anak macam apa yang tidak pernah bicara dengan Bapanya. Seharusnya ia diusir keluar, tidak mendapatkan warisan, tidak ada bedanya dengan hamba.
Kenyataannya tidak demikian, banyak orang tua yang tidak mengajar anaknya, banyak gembala yang tidak menggembalakan dombanya. Pemuridan berperan untuk mengembalikan posisi tersebut ke tempatnya semula.
Kesimpulan dari karakter Kristus:
Kita tahu posisi kita dalam Bapa sebagai anak.
- Published in Catatan Khotbah
Victory over the Mind Power
Persekutuan J4u
Sabtu, 05 April 2014
Pembicara : Ka Yorga S. Parnadi
Tema: Victory over the Mind Power
Venue: BTC, lt.P1, Ruang Azalea 2
Seseorang yang sudah mengikut Tuhan sejak lama bukan merupakan jaminan untuk tidak jatuh kembali dalam dosa lama. Salah satu penyebabnya adalah karena pola pikir yang tidak diperbaharui, maka kita harus menguasai pikiran kita. Ketika kita hidup dalam kebiasaan, maka suatu saat kita akan mengalami stagnasi secara rohani. Untuk menghindari hal tersebut, rasa lapar dan haus akan Tuhan harus dikembangkan. Ketika kita datang dengan rasa lapar dan haus kepada Tuhan, maka kita akan siap menerimaapapun yang dari Tuhan. Maka kepada orang-orang yang siap inilah, Tuhan dengan mudah berbicara. Disinilah diperlukan pengenalan akan Tuhan.
Pengenalan dan pengetahuan itu berbeda. Untuk membangun pengenalan diperlukan proses. Ada tertulis, doa orang fasik seperti kain kotor, artinya dilihat pun tidak. Semua orang boleh berdoa pada Tuhan, Dia pasti mendengar, tapi belum tentu dijawab. Bandingkan antara orang benar dan dibenarkan. Orang benar biasanya karena usahanya sendiri untuk menjaga hidupnya benar. Sedangkan orang yang dibenarkan adalah hasil pemberian, karena pada dasarnya orang tersebut tidak layak. Nah, orang yang dibenarkan inilah yang doanya pasti dijawab Tuhan.
Jika kita membaca kembali kisah Maria dan Martha, maka ada cara berbeda yang dilakukan keduanya untuk menyambut Yesus. Yang hendak Yesus ajarkan melalui kisah Maria dan Martha ini adalah:
- Yesus tau waktu-Nya tidak lama lagi.
- Martha tidak mengetahui cara menyenangkan Tuhan.
- Tuhan memiliki aturan-aturan untuk seseorang dapat datang mendekat padaNya. (Ingat aturan-aturan dalam ruang maha kudus).
Jadi kesimpulan dari cara untuk menjadi lapar dan haus akan Tuhan adalah dengan datang kosong akan diri sendiri. Terkadang orang datang dengan konsep atau pengetahuan tertentu yang bukan berasal dari Allah sehingga menganggap Firman tersebut untuk orang lain bukan untuknya.
Firman Tuhan adalah kekuatan dan pengharapan kita.Banyak hal yang berubah dalam hidup kita ketika kita membaca Firman. Tetapi kita harus mewaspadai beberapa hal berikut ini:
- Ketika orang membaca bukan berarti mengerti apa yang dibaca atau dibicarakan.
- Ketika orang membaca dan menjadi semangat bukan berarti sedang mengatakan kebenaran.
- Ketika orang berkata bahwa Tuhan berbicara padanya bukan berarti yang dikatakannya adalah kebenaran.
Kebenaran yang dimaksud di sini adalah yang berasal dari Tuhan. Ketiga hal di atas berguna untuk menghindarkan kita dari penyesatan. Ada orang-orang yang mengutip ayat demi membenarkan dirinya sendiri.
Ketika kita terbiasa membaca Firman dan melakukannya, maka pola pikir kita akan dibersihkan (Yohanes 15:3), sehingga hal asing akan tersaring. Inilah yang dimaksud dengan penjagaan (Covering) Tuhan. Pagar-pagar inilah yang terbangun ketika kita menjaga hidup kita lurus dihadapan Tuhan. Genaplah Firman Tuhan yang berkata bahwa ketekunan kita tidak pernah sia-sia. Selanjutnya, kita perlu merenungkan Firman, maka pikiran kita diubahkan. Sama seperti ajaran Yesus, anggur baru harus disimpan dalam kirbat baru. Artinya untuk menjalani hidup setelah lahir baru, diperlukan cara hidup yang baru.
Dalam pikiran kita hari ini terdapat pula bagian-bagian dari pikiran lama. Maka dari itu kitatidak boleh menjadi pasif, melainkan aktif menyingkirkan pola pikir lama tersebut. Cara-caranya adalah:
- Kita dapat memilih topik dari yang kita hendak pikirkan. Disini kita harus memilih dan mendisiplinkannya. Jika kita dapat berpikir yang salah, maka kita dapat memilih pula yang benar. Melalui saat teduh, kita dilatih untuk mengendalikan pikiran kita.
- Kita tidak hanyut dan menikmati pikiran-pikiran negatif. Artinya kita memutuskan untuk tidak mengikutinya. Cara lain untuk menghabisi pikiran negatif adalah dengan memenuhi diri kita dengan penyataan/pewahyuan yang dari Tuhan. Catat dan perkatakan. Ketika kita berkata tidak pada perkataan-perkataan yang negatif, maka perkataan tersebut akan pergi dari hidup kita.
- Hanya pikiran yang diperbaharuilah yang dapat menerima kuasa dari tempat yang tinggi (Tuhan). Mari kita pastikan pikiran kita sejalan dengan Firman Tuhan. Alasan kenapa pola pikir kita tidak berubah, karena kita hanya membaca tetapi tidak merelakan hati kita menerima teguran atau janji Firman tersebut. Seharusnya kita meresponi Firman Tuhan dengan mengaminkan/mengiyakan sebagai tanda menerima Firman masuk dalam hidup kita.Kita harus mengetahui apa yang Tuhan katakan dalam masalah yang sedang terjadi dan apa yang Tuhan ajarkan dalam panggilan tertinggi hidup kita.
- Konstan dan konsisten berpikir (merenungkan) tentang Firman dan rancangan Tuhan dalam hidup kita. Efeknya tidak hanya pola pikir kita yang berubah tetapi sifat dasar kemanusiaan kita juga berubah. Milikilah hikmat Tuhan untuk merespon dengan benar apa yang akan terjadi.
Dalam berdoa, kita juga perlu merubah pola pikir kita. Sudah seharusnya kita bersiap dengan jawaban doa. Jangan sampai kita berdoa tapi tindakan kita berbeda dengan apa yang kita doakan.
Sukses terjadi ketika kita melakukan Firman Tuhan.
Orang yang seringkali bersyukur akan menyingkirkan kepahitan dari hatinya dan mudah untuk mengampuni.
Marilah kita menang dalam pikiran kita!
- Published in Catatan Khotbah
First Fruit / Buah Sulung
Persekutuan J4u
BTC, Lt.P1 Ruang Azalea 2
Sabtu, 01 Februari 2014
Pembicara : Ka Yorga S. Parnadi
Prinsip Dasar Buah Sulung
Amsal 3:9-10 “9 Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, 10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”
Buah Sulung
Buah sulung bukanlah tuntutan legalistik yang mutlak harus dilakukan seperti sepuluh perintah Allah. Untuk sepersepuluh, sifatnya wajib karena kita mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan.
Namun ketika buah sulung dilakukan, ada terobosan yang membawa kita dalam tingkatan berkat Tuhan yang lebih besar, yang memampukan kita melakukan visi Tuhan yang besar pula.
Persembahan buah sulung dan sepersepuluhan ditujukan bagi yang sudah bekerja. Bagi yang belum bekerja boleh belajar melakukannya tapi diambil bukan dari uang sekolah/kuliah melainkan dari uang jajan.
Buah sulung diberikan tiap tahun pada bulan pertama (kalender Yahudi) yaitu bulan Nisan/Abib yang jatuh pada tanggal 15 Maret 2014.
Prinsip buah sulung terlihat dari pola/pattern/model yang berulang-ulang terjadi di sepanjang Alkitab dari perjanjian lama sampai dengan perjanjian baru. Pola ini menunjukkan cara-Nya bekerja.
Prinsip Dasar Buah Sulung di perjanjian lama
1. Habel mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya (Kejadian 4:4). Setelah Adam dan Hawa berdosa, Allah membuat jubbah dari kulit binatang untuk mereka sebagai penutup tubuh. Arti profetiknya adalah untuk menutupi dosa, harus dengan menggunakan korban yang mengandung darah. Hal inilah yang Habel lakukan sehingga persembahan Habel diterima sedangkan Kain tidak.
2. Abraham merelakan putra tunggalnya yang sulung, yang amat dikasihinya sebagai korban bakaran bagi Tuhan (Kejadian 22)
3. Hana bernazar akan mendedikasikan anak pertamanya kepada Tuhan jika Tuhan membuka kandungannya dan memberikan anak laki-laki kepadanya (1 Samuel 1:10)
4. Janda di Sarfat mendahulukan Elia dengan memberikan makanan terakhirnya (1 Raja-raja 17). Janda ini satu-satunya janda di Israel yang bertahan hidup di tengah kelaparan yang hebat yang melanda seluruh negeri (Lukas 4:25-26), inilah pemisahan yang Tuhan lakukan untuk orang yang melakukan Firman.
Persembahan dan Hati
Nilai dan besarnya persembahan kita kepada Tuhan menggambarkan seberapa kita mencintai Tuhan dan seberapa takut akan Dia (Maleakhi 1:13-14). Tuhan sudah punya segalanya, tapi kita memberi persembahan sebagai bentuk penghoramatan kita pada Tuhan. Sama dengan seorang raja besar yang menerima upeti dari raja-raja kecil di sekitarnya sebagai tanda penundukan (takluk) pada raja besar tersebut. Upeti yang diberikan adalah yang terbaik.
Mari kita cermati kisah janda yang memberikan dua keping perak sebagai persembahan di bait Allah, arti profetiknya adalah janda tersebut memberikan seluruh hidupnya pada Tuhan pada hari itu karena dua keping perak itulah yang dia punya diberikan seluruhnya pada Tuhan. Genaplah Firman Tuhan yang berkata, “Di mana hartamu berada, di situlah hatimu berada..”. Hati janda tersebut hanya untuk Tuhan, bukan pada apa yang dia miliki. Maukah kita mengalami kuasa dari persembahan buah sulung?
MARILAH KITA MENJADI PELAKU FIRMAN!
- Published in Catatan Khotbah
Membangun Rasa Haus dan Lapar akan Tuhan
J4u, 26 Oktober 2013
Ka Ade
Mazmur 107 : 9
“sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.”
Ketika kita memiliki rasa haus dan lapar akan Tuhan, maka semua aktivitas rohani akan berubah dari kebiasaan menjadi kehidupan.
Pentingnya membangun rasa lapar dan haus akan Tuhan
1. Memberikan pertumbuhan
Seperti sebuah pohon yang mencari sumber air, akarnya akan terus mendesak ke bawah menembus tanah dan pasir. Sehingga pohon itu akan tumbuh besar dan kuat. Seperti itulah ketika kita memiliki rasa lapar dan haus akan Tuhan.
2. Dipuaskan dengan kebaikan
Mazmur 103 : 5
“Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.”
Yesus sendiri yang akan memuaskan hasrat kita akan Dia dengan kebaikanNya. Ketika kita membawa gelas kosong, Ia akan isi hingga penuh. Bawa ember kosong, Ia akan isi hingga penuh. Bawa samudra sekalipun, Ia akan isi hingga penuh. Tuhan pasti akan memuaskan, seberapa besar hasrat kita akan Dia.
3. Mendapatkan lebih lagi hikmat dan pewahyuan
Amsal 28 : 5
“Orang yang jahat tidak mengerti keadilan, tetapi orang yang mencari TUHAN mengerti segala sesuatu.”
Kita akan mulai mengerti jalan Tuhan dalam hidup kita, sehingga kita tidak akan mudah untuk komplain. Teruslah bertumbuh dan terobos untuk mencari Tuhan sendiri. Terhubunglah dengan Tuhan itu sendiri, jangan terus hanya mengandalkan pembimbing. Dapatkan firman itu sendiri, terima dari pembimbing dan persekutuan, lihat betapa banyak firman yang kita terima!
4. Mendapatkan Kristus itu sendiri – Itu lebih dari cukup
Cara mengembangkan kapasitas haus dan lapar
1. Bertobat (YEsaya 58 : 1-2)
Kita diciptakan untuk memuliakan Tuhan, setiap hal yang tidak memuliakan Tuhan harus dibuang. Bertobat artinya kita meninggalkan semua perbuatan yang tidak memuliakan Tuhan dan lakukan hal sebaliknya, yaiutu hal – hal yang baik yang memuliakan Tuhan.
2. Berpuasa (Mazmur 35 : 15)
Ketika doa – doa kita mulai garing, berpuasalah.
3. Menerobos (Mazmur 42 : 5)
Ketika kondisi mulai kering, terobos setiap kegiatan – kegiatan / barier – barier dalam hidup kita. Setiap kegiatan rohani / gathering tidak membuat kita yang kekeringan menjadi terisi kembali. Hanya dengan bertemu dengan Tuhanlah kita akan terisi kembali.
Seperti wanita yang sakit pendarahan, ia menerobos orang – orang hanya untuk menjamah jubah Yesus. Setiap sakitnya tidak ia perhatikan, ia terus berjalan maju untuk menemui Yesus (Markus 5 : 25-27).
Kasih Tuhan selalu baru setiap hari selalu baru setiap pagi. Patikan setiap hari kita dapatkan kasihNya, jika terlewat 1 hari saja kita tidak akan mengalaminya lagi sebab kasihNya selalu baru!
- Published in Catatan Khotbah
Mentaati Firman Tuhan
Teladan Kesetiaan
Ibrani 5:1-10
Tuhan Yesus meninggalkan teladan ketaatan kepada kita. Dia telah belajar menjadi taat dari apa yang dideritanya.
Yesus setia, Dia setia dari awal sampai akhir. Dialah pribadi yang paling setia.
kesetiaan membutuhkan stamina, dibutuhkan stamina untuk berdoa (contoh Markus 1 : 35)
Respon Individu yang penting
– Ibrani 4 : 14-16 pilihan untuk teguh dan setia merupakan keputusan kita.
Anak Tuhan harus teguh, bukan keras. Teguh menunjukkan pengharapan dalam kerendahan hati.
– Anak Tuhan tidak tergantung pada pembimbingnya. Yang utama adalah individunya yaitu pribadimu. Kau yang memutuskan seperti apa tanah hatimu : tanah berbatu, semak duri, atau subur.
– Ibrani 3 : 14 teguh berpegang pada keyakinan kita yang semula
Pelajaran dari Bangsa Israel
Ibrani 3 : 7-19
Anak-anak Israel tidak masuk ke tempat perhentian karena ketidaktaatan, karena ketidakpercayaan mereka. sebaliknya iman menghasilkan ketaatan, dan ketaatan kepada kesetiaan.
Kita belajar apa saja kesalahan bangsa Israel :
7-8 : mengeraskan hati
9 : mencobai Tuhan
10 : sesat hati , tidak mengenal jalan Tuhan
12 : hatinya jahat, tidak percaya, murtad
Firman Tuhan berkuasa
Ibrani 4:12-13
Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata
dua manapun; Ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh;
Kita tidak dapat bersembunyi dari hadapan Tuhan.
Yohanes 1:1
Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Kita tidak dapat lari dari Firman Allah. Jika FT bilang untuk melakukan A, walaupun kita melakukan B yang baik, A akan terus diingatkan kepada kita.
Berkat dan kutuk dari mentaati Tuhan
Mazmur 1:3 – menjadi seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Firman Tuhan akan mengairi dan menumbuhkan hidupmu.
Ibrani 3 : 11
tidak masuk ke tempat perhentian Tuhan.
- Published in Catatan Khotbah
Mengasihi Tuhan dan Bayar Harga
J4u, 14 September 2013
Pembicara : Ka Yorga
Yohanes 14 : 21
“Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
Mengasihi bukan sekedar lagu dan kata – kata tetapi memegang perintah Tuhan dan melakukannya. Memegang perintah Tuhan saja tidaklah cukup, karena memegang belum tentu melakukannya. Memegang / tau / hafal ayat memang baik, tapi tidak rohani. Sebab yang rohani ialah melakukannya. Apa yang Tuhan inginkan bukan sekedar membaca Firman Tuhan saja, tetapi membangun hidupmu dengan Firman Tuhan itu. Ketika kita sungguh – sungguh dalam Tuhan, mungkin awalnya tidak terlihat perbedaannya, sepertinya hidupmu tidak berbeda dengan hidup orang dunia, atau bahkan hidup orang dunia lebih baik. Tapi percayalah bahwa kita akan semakin berubah, karena terjadi pertobatan dan evaluasi dalam hidup kita.
Yang disebut sebagai anak Tuhan adalah ketika kita membangun hubungan dengan Tuhan. Baca dan lakukanlah Firman Tuhan. Orang yang telah membaca Firman Tuhan tidajk mudah digoyahkan, karena Firman Tuhan itu berkuasa. Pastikan ketika kita membaca Firman Tuhan pola pikir kita disingkirkan / di –nol-kan, supaya Tuhan mudah meletakan pola pikirNya. Orang yang pola pikirnya diubah oleh Tuhan, hidupnya pasti juga akan berubah. Baca Firman dan hiduplah didalam Roh. Lakukan Firman Tuhan, sebanyak yang kita tau saat ini.
1 Yohanes 2 : 5
“Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.”
Tidaklah mungkin seorang yang memegang dan melakukan Firman Tuhan tidak memiliki kasih. Itu sebabnya Tuhan Yesus marah sekali pada ahli – ahli Taurat, karena mereka tau Firman tapi tidak melakukannya. Semakin kau tekun melakukan Firman, semakin besar kasihmu, semakin kau tau bahwa kau berada dalam pusat rencana Tuhan.
2 hal yang terjadi ketika kita mengklaim Firman Tuhan terjadi dalam hidup kita:
- Ambil bagian dalam kodrat ilahi. Hidupmu akan penuh dengan hal – hal supernatural
- Luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. Mereka akan mudah jatuh dalam dosa, tapi kita justru akan mudah hidup dalam kekudusan.
- Published in Catatan Khotbah

