Membangun Manusia Roh
J4u, 20 April 2013
Ci Yuliawaty K.
2 Korintus 4 : 16
“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.”
Manusia Roh tidak dibangun oleh hal – hal yang kelihatannya ‘rohani’, tapi dibangun dengan persekutuan yang hidup bersama Tuhan. Ada suatu keintiman, dan bukan sebuah rutinitas.
Manfaat membangun manusia Roh
1. Memiliki persekutuan yang hidup dengan Allah X rutinitas agamawi (Wahyu 3 : 15-17)
Sebuah persekutuan harus ada passion didalamnya, bukan cuma sekedar rutinitas. Cara untuk mengenal Tuhan adalah lewat pengalaman bersamaNya, bukan dengan pengetahuan. Sebab Yesus adalah pribadi yang hidup dan nyata, maka Ia bisa kita alami. Kobarkan Roh setiap hari untuk Tuhan, panaskan Rohmu dan jadilah radikal.
IMAM ELI VS SAMUEL
memiliki ‘sekedar’ jabatan rohani X memiliki pengurapan Tuhan
Samuel memiliki pengurapan Tuhan karena ia merespon panggilan Tuhan. Maka sejak saat itu, bahkan bangsa Israel pun bisa melihat bahwa Tuhan bersama dengan Samuel. Karena adanya Samuel, maka hadirat Allah turun di Israel. (I Samuel 3 : 3,19-21)
SAUL VS DAUD
mantan diurapi X terus menerus diurapi
Karena Saul tidak setia dan tidak mau bertobat, maka pengurapan Tuhan hilang atas Saul. Daud mau terus dibimbing Tuhan, dan mau terus membangun persekutuan dengan Tuhan.
ORANG FARISI VS YESUS
memiliki banyak pengetahuan X firman hidup
memiliki banyak pengetahuan akan firman bukan berarti rohani. Tetapi menjadikan firman sebagai prinsip hidup, dan lakukan setiap firman. Jadikan firman sebagai bagian dari hidup, maka hidup kita akan berbeda dari orang lain.
2. Terlatih untuk mendengar dan menaati suara Roh (Wahyu 2 : 7,11,17,29; 3 : 6,13,22)
Tiap hari pastikan mendengar apa yang dikatakan Roh kepada kita. Tuhan menciptakan kita dengan kemampuan untuk mendengar suara Tuhan. Datang setiap pagi pada Tuhan, sebab Ia berjanji menajamkan telingamu (Yesaya 50 : 4).
3. Mengenal isi hati Tuhan, jalan – jalan Tuhan dan menggenapinya
BANGSA ISRAEL VS MUSA
bangsa israel hanya mengenal berkat dan mujizat Tuhan, tetaapi Musa mengenal isi hati Tuhan. Ia tau kapan saat Tuhan marah, tau bagaimana bersyafaat kepada Tuhan, mengenal hadiratNya. Respon Musa saat hadirat Allah turun berbeda dengan bangsa israel. Ia berani mendekat kepada Tuhan. Israel tidak mau mengeluarkan Mesir dari hatinya (mematikan kedagingan), sedangkan dihati Musa hanya ada Allah. Tanggalkan manusia lama, jangan seperti bangsa Israel (1 Korintus 2 : 9 – 16). untuk menerima anggur yang baru, kirbat yang lama harus ditinggalkan.
4. Hidup berkemenangan (Roma 8 : 13, 2 Korintus 2 : 14)
Untuk hidup berkemenangan perlu Roh yang kuat
YUSUF VS SIMSON
Yusuf tidak mudah jatuh karena ia membangun hubungan dengan Tuhan. ikuti jalan – jalan Tuhan untuk menerima hidup yang berkemenangan.
5. Hidup melampaui keterbatasan manusia (1 Timotius 4 : 8)
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi latihan rohani berguna dalam hal – hal yang tidak terbatas, dari karakter sampai perubahan fisik.
6. Menjadi orang yang mengalirkan kehidupan
- pembawa hadirat Allah, mendatangkan kerajaan Allah dimana pun berada (Yesaya 32 : 1- 5). Akan ada aliran kehidupan yang berasal dari kita, hidup kita tidak dipengaruhi lingkungan, tapi justru kita yang mempengaruhi lingkungan.
- ketekunan menghasilkan buah
LAKUKAN SETIAP HARI
1. Menyingkirkan kepasifan = agresif
Kepasifan menghalangi kita hidup selaras dengan Tuhan, sebab Tuhan adalah Allah yang agresif. Tuhan akan memuaskan kita seberapa besar kita membuka diri. jadilah agresif dan bayar harga lebih lagi. jangan puas sampai kita menerima janji Tuhan. desak Tuhan, karena Ia memberikan diriNya ditemui. Seperti Elisa dan gerombolan nabi, Elisa mengambil langkah untuk mendekat pada Elia dan meminta bagian. Karena Elisa agresif maka ia menerima jubah Elia.
2. Latih diri beribadah dengan disiplin rohani.
3. Menaati pimpinan Roh dan menyatu dengan Firman (Roma 8 : 14)
Menjadi dewasa adalah dengan memberikan diri dipimpin oleh Roh Allah.
- Published in Catatan Khotbah
Dipenuhi Roh Kudus dan Bergerak Dalam Kuasa
Pembicara: Ka Merlin
Kisah Para Rasul 2:1 – 4
Penuh berarti terisi penuh, tidak ada ruang kosong lagi. untuk dipenuhi Roh Kudus, bukanlah kita yang melakukan usaha, tapi Roh Kudus. ketika dipenuhi Roh Kudus, maka tidak ada lagi keinginan kita. karena yang ada hanya Dia yang ada didalam kita (tidak ada ruang lagi bagi kita untuk mengisi/ menguasai/ berdaulat/ mengontrol hidup kita selain Roh Kudus)
Efesus 5:18
Ciri orang mabuk oleh anggur (dibawah pengaruh anggur):
- Jalannya sempoyongan, tidak ada tujuan
- Bicaranya ngawur, sembarangan
- Perilakunya berbeda, melakukan kejahatan
- mengambil keputusan sembarangan
- Perasaannya moody
Dikuasai alkohol mengakibatkan gangguan dalam penilaian, pemikiran dan keputusan
Ciri orang dipenuhi oleh Roh (dibawah pengaruh Roh Kudus):
- Jalannya memiliki tujuan yang jelas, memiliki kepastian
- Bicaranya menyampaikan kabar baik (Yes 61)
- Perilakunya menunjukkan buah roh (Galatia 5:22,23)
- Cara pikirnya dari sudut pandang Allah
- Perasaannya dipenuhi sukacita dan damai sejahtera Allah
Dikuasai Roh Kudus mengakibatkan perubahan hidup dan memiliki kepastian hidup
Penolong (Yohanes 14:16)
Bukan hanya waktu kita susah, tetapi juga saat kita berhasil. Roh Kudus merupakan salah satu penolong bagi kita
Penghibur (Yoh 14:26)
Roh Kudus menghibur kita dengan perkataan Firman. Ia memberi penghiburan dan pengharapan.
Mengajarkan segala sesuatu (Yoh 14:26)
Bukan hanya mengajarkan firman, tetapi seluruh pengetahuan dunia.
Mengingatkan semua perkataan Tuhan (Yoh 14:26)
Roh Kudus mengungkapkan kembali apa yang pernah Tuhan sampaikan. Maka pastikan setiap hari kita menerima perkataan Tuhan. jika tidak, apa yang akan diingatkan?
Menyadarkan kita akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yoh 16:8)
Roh Kebenaran yang akan memimpin kita dalam seluruh kebenaran Yoh 16:13
Dia yang akan memimpin kita pasa seluruh kebenaran, maka pastikan dipimpin oleh Roh Kudus.
Memberitahukan kepada kita tentang hal-hal yang akan datang Yoh 16:13
Hidup kita bukan lagi apa yang dikatakan dunia / patokan dunia, tetapi apa yang dinyatakan Roh kepada kita.
Memberikan kuasa pada kita untuk menjadi saksi Kis 1:8
Ia sebagai sumber kuasa bagi kita untuk berjalan dalam kehidupan. Jika kita mau melakukan sesuatu dengan kuasa, atau berjalan dengan kuasa, maka pastikan Roh Kudus yang memenuhi kita, dan bayar harganya.
But you shall receive power (ability, efficiency, and might) when the Holy Spirit has come upon you, and you shall be My witnesses in Jerusalem and all Judea and Samaria and to the ends (the very bounds) of the earth.
“Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.”
Roh Kudus dan kuasaNya adalah janji, fasilitas yang Allah berikan bagi kita untuk mengerjakan segala sesuatu secara efisien dan penuh kuasa.
- Published in Catatan Khotbah
Ketaatan
Bang Yorga
14 April 2013
Di J4u, kita bukan hanya mendengar Firman, namun bersama-sama belajar melakukan Firman. Maria adalah seorang yang pastinya bertekun dalam Firman Tuhan sehingga dia dapat merespon Firman Tuhan yang datang padanya dengan cara yang benar, yaitu dengan merespon “sesungguhnya aku hamba Tuhan, terjadilah menurut perkataan Tuhan”. Maria tidak menolak ketika Malaikat Tuhan menubuatkan dirinya akan melahirkan seorang anak laki-laki mesias, padahal dia adalah seorang perawan (Lukas 1 : 26-38).
Proses yang dialami Maria untuk dipakai Tuhan sangatlah tidak mudah. Namun proses lebih penting dari hasil, karena proses yang menentukan hasil. Tidak ada seorang pun yang mengalami proses Tuhan akan berkata bahwa proses itu enak. Proses memang tidak enak, namun proses pemurnian Tuhan seperti api yang mengubah elemen dasar. Telur dipanaskan akan menjadi keras, sebaliknya wortel yang keras menjadi lembek setelah dipanaskan. Setiap proses yang Tuhan berikan bagi kita adalah untuk kebaikan kita, karena itu jangan keluar dari proses itu seberapa pun tidak enaknya.
Di dalam Tuhan tidak ada yang instan, Tuhan sangat menghargai proses. Kita ingat bagaimana Allah menyambar Uza, karena dia menyentuh tabut Tuhan saat tabut itu hampir tergelincir. Mengapa demikian? Karena caranya yang salah. Tabut Tuhan tidak dapat dibawa dengan ditarik kereta, tapi harus diusung oleh orang-orang Lewi.
Setiap proses memiliki saat yang ditunggu-tunggu, yaitu hari ujiannya. Jika kita bertekun di dalam proses, maka kita akan melewati ujiannya. Tapi jika kita keluar dari tengah proses, maka proses itu akan kembali kepada kita. Sebaiknya kita belajar dari Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang tidak keluar dari dapur perapian. Kita belajar untuk memiliki iman yang “jantan” seperti mereka. Iman sejenis itu dapat kita miliki dengan hidup dalam roh.
Dalam melalui proses, bukan pengurapan yang seharusnya kita minta. Untuk pengurapan, kita cukup mengucap syukur karena Tuhan telah memberikannya. Namun, kita perlu meminta keberanian untuk tetap merespon dengan benar. Kita membutuhkan iman untuk mengalami Tuhan di muka bumi. Di surga, kita tidak perlu lagi menggunakan iman, tidak akan ada lagi mujizat kesembuhan karena segala sesuatu telah disempurnakan. Jika kita ingin mengalami Tuhan di muka bumi, sekarang waktunya dengan melakukan langkah-langkah iman.
Langkah-langkah iman ini juga berarti dengan mulai mengeksekusi rencana-rencana yang telah dibuat. Saat ini kita memang belum melihat sesuatu dari penggenapannya, namun bukankah iman dibutuhkan karena sesuatu yang diharapkan itu belum ada (belum terjadi)? Kita harus percaya pada Tuhan yang telah mempercayai kita.
Untuk dapat melangkah dalam iman semacam ini, kita harus memiliki pola pikir kerajaan Allah. Pola pikir ini penting untuk dimiliki karena pola pikir membentuk hidup kita. Contohnya adalah pada orang Israel yang secara jasmani sudah keluar dari Mesir, namun Mesir tidak lepas dari ingatan mereka. Hal itu terlihat dari cara mereka komplain (bersungut-sungut) kepada Tuhan. Bahkan hanya 2 orang dari seluruh generasi Israel yang keluar dari Mesir berhasil masuk ke tanah perjanjian, yaitu Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune. Mereka memiliki pola pikir kerajaan Allah, yaitu beriman pada janji Allah.
Dengan beriman mentaati Tuhan, sesungguhnya tidak ada resiko kan? Bahkan sekalipun nyawa yang jadi taruhan, bukankah Tuhan sudah memberikan keselamatan? Poinnya adalah menjadi taat dan bersegera meresponi Firman Tuhan. Mari kita masuki pertempuran yang hasilnya sudah jelas bagi kita, yaitu kemenangan!
Orang yang seringkali tidak menuruti kehendak Tuhan, sesungguhnya karena mereka sudah punya agenda sendiri. Itu berarti kita tidak percaya bahwa agenda Tuhan lah yang terbaik. Mengapa kita masih menunda-nunda mengikuti kehendak Tuhan?
Kita harus belajar taat dan bersegera, jangan sampai kita ketinggalan kereta untuk menggenapi panggilan tertinggi dalam hidup kita masing-masing.
Baca Yesaya 40:1-5, 2 Samuel 6
- Published in Catatan Khotbah
Tuhan sangat memperhatikan hidup kita
Persekutuan J4u
Sabtu, 30 Maret 2013
Pembicara : Ka Yorga
Mat 10:27-31
“(27) Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. (28) Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
(29) Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
(30) Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.
(31) Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.”
Burung pipit dijual dua seduit, menandakan harga yang murah sekali. Tapi kita, manusia, lebih berharga daripada burung pipit.
Artinya Tuhan mau menyampaikan bahwa Dia sangat meneliti dan memperhatikan hidup kita. Tidak ada suatu kebetulan yang terjadi dalam hidup kita, semuanya hanya atas seijin Tuhan.
Ayat 34
“(34) Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.”
Tuhan tidak pernah melepaskan perlindungan atas kita.
Yang ada malah kita keluar dari perlindungan Tuhan, ini terjadi ketika kita:
-Sengaja berbuat dosa.
-Tidak bertobat.
Padahal sejak bertobat, Tuhan mulai intens dengan hidup kita. Inilah waktu dimulainyaproses dalam hidup kita. Tuhan berurusan dalam tiap sisi kehidupan kita.
Yang lama harus dilepaskan, kalau tidak mau dilepaskan, maka yang baru tidak akanpernah datang.
Dari tema tiga minggu yang lalu dapat disimpulkan bahwa inilah pola pikir Kristus. Yesus sangat sempurna dalam mentaati BAPA.
Ayat 35-36
“(35) Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
(36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.”
Artinya sejak kita percaya Tuhan, maka agenda yang terjadi adalah agenda Tuhan, bukan agenda keluarga atau ortu kita. Inilah maksud dari pemisahan.
Seperti tiang awan dan tiang api, jika bangsa Israel tidak mengikutinya, maka terjebak, tersesat bahkan mati. Berapa banyak kita mati kerohaniannya karena tidak mentaati Tuhan.
Ketika kita dalam kesesakan, ambilah waktu untuk tinggal dalam tenang dan berdoalahkepada Tuhan. Tuhan adalah satu-satunya jalan keluar.
Ayat 37
“(37) Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.”
Artinya janganlah kita berpaut/bergantung pada orang tua melebihi kepada Tuhan. Segala sesuatu yang melebihi Tuhan menjadi berhala. Tapi orang yang bergantung pada Tuhanpasti mengasihi dan menghormati orang tua.
Ayat 40-42
“(40) Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
(41) Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
(42) Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”
Artinya, kemanapun kita pergi, kita menjadi berkat. Maka sangat penting bagi kita untuk bersungguh-sungguh dalam Tuhan, karena orang di sekitar kita akan diberkati juga.
Jika kita berhenti di tengah jalan, maka harus mengulang dari awal lagi. Jangan buang waktu kita dengan alasan-alasan yang membuat kita mundur.
Perumpamaan tentang sebuah roket yang meluncur ke ruang angkasa. Peluncuran pertama, roket akan bekerja maksimal untuk melawan gravitasi bumi dan terlepas ke luar angkasa. Tapi ketika di luar angkasa, hanya perlu sedikit semburan roket saja untuk bergerak, karena sudah tidak ada gravitasi lagi.
Sama seperti murid yang baru diajar, banyak disiplin yang harus dilakukan. Banyak yang harus ditinggalkan, banyak yang harus ditambahkan. Tapi semua itu untuk membuat kita “meluncur ke angkasa” alias bertumbuh.
Musa memang lembut hati tapi dia tidak masuk tanah perjanjian, karena dia emosional. Musa memukul gunung batu (padahal Tuhan tidak suruh). Ini terhitung profetik. Gunung batu bicara tentang Yesus. Yesus tidak pernah perlu dipukul karena Yesus sangat taat kepada Bapa. HATI-HATI. Kita mungkin sering menyepelekan sesuatu tapi sebenarnya sangat penting dalam alam roh. Tandanya: Tuhan sudah kasih peringatan dan waktu kita mengalaminya hati kita bergetar. Ketika dilanggar, maka kita tidak bisa masuk “tanah perjanjian”, seperti Musa yang hanya bisa melihat Kanaan dari jauh, inilah kesalahan yang tidak bisa ditolerir.
Yoh 4:24-35 Yesus berbicara dengan seorang perempuan Samaria. Di perjanjian lama, Samaria adalah salah satu bangsa yang dilarang Tuhan untuk bergaul dengan bangsa Israel. Tapi perempuan ini berhasil berubah dan mewartakan kabar tentang Kristus kepada seisi kotanya (ayat 39). Setiap orang yang bertemu Tuhan pasti mengalami perubahan.
Taatilah Tuhan dengan toleransi nol.
Ketika kita menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran maka Tuhan akan menguji hati kita, apakah kita menjaga kekudusan atau tidak. Jagalah kekudusan.
- Published in Catatan Khotbah
3 Pohon
Persekutuan J4u
Sabtu, 23 Maret 2013
Pembicara : Ka Yorga
Kejadian 2 : 8-9 =
Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkanNya manusia yang dibentukNya itu. Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
- Perjanjian lama banyak berbicara soal simbol-simbol dan lambang-lambang.
- Tapi hal ini pun bukan suatu kebetulan. Tuhan memiliki tujuan.
Matius 13 : 34-35 =
Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi :
“Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”
- Pohon melambangkan manusia
Yesaya 61 : 3 =
untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.
Mazmur 1 : 3 =
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Yudas 1 : 12 =
Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.
- Buah sesuai dengan pohonnya. (Kejadian 1 : 11, Yohanes 3 : 6, Yakobus 3 : 12-18)
- Tuhan mau kita menghasilkan buah-buah yang baik
- Karena itu, apayang kita renungkan, itulah yang terjadi pada kita
- Menghasilkan buah-buah yang baik adalah keputusan kita!
3 jenis pohon = 3 jenis manusia
1. Jenis manusia pohon kehidupan (2 Korintus 5 : 17)
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
yang baru -> rohnya
Kejadian 2 : 8-9
Semua orang sebenarnya sudah makan pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Dengan cara apa memakannya? Dengan merenungkannya (pohon pengetahuan)
Merenungkannya dan hidup berdasarkan pohon pengetahuan itu.
Saat seseorang lahir baru, maka ia tidak lagi terjebak, berjalan, ataupun hidup berdasarkan pohon itu (pengetahuan), melainkan dipimpin oleh Roh Allah.
2. Semua pohon di taman mewakili alam kehidupan, alam jiwa atau makhluk hidup (Kejadian 2 : 7)
3. Buah dari pohon pengetahuan (Kejadian 2 : 17)
4. Yesus adalah roti kehidupan (Yohanes 6 : 51)
Karena itu, terhubunglah denganNya.
5. 3 pohon juga melambangkan 3 potensi manusia.
– Roh : pohon kehidupan
– Jiwa : pohon pengetahuan
– Tubuh : berbagai-bagai pohon
Mentaati Roh Kudus :
1. Kita mendapat kekuatan dari Roh Allah sendiri
2. Kita menjadi fleksibel dengan suara Tuhan, artinya mudah untuk taat
3. Ketaatan adalah tanda orang percaya
- Published in Catatan Khotbah
Di Tengah – Tengah Taman
J4u, 9 Maret 2013
Ka Yorga
Kejadian 2 : 8-9
” Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.”
Pohon yang diciptakan Tuhan:
- Berbagai – bagai pohon
- Pohon kehidupan (bicara Yesus sebagai sumber kehidupan)
- Pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (bicara tentang hukum taurat)
POHON KEHIDUPAN:
- Manusia tidak dilarang memakan buah dari pohon ini
- Pohon ini dinyatakan, ditawarkan, dan tersedia KEHIDUPAN dalam hadirat ALLAH
- Pohon ini berada ditengah-tengah (Allah sebagai pusat kehidupan manusia)
- Manusia diciptakan dengan kemampuan untuk HIDUP DALAM ROH dan BERJALAN MENURUT ROH
Salah satu potensi yang menetap dalam diri manusia adalah mengenal Allah sebagai pusat dan sumber kehidupannya. Dan sampai sekarang hal ini tidak pernah diambil / dicabut dari kita.
POHON KEMATIAN (Maut):
- Pohon ini berada di tengah-tengah taman
- Manusia diciptakan dengan kemampuan HIDUP DIDALAM DAGING dan BERJALAN MENURUT DAGING (hidup menurut diri sendiri, dan diri sendiri menghasilkan maut)
- Manusia dapat membuat dunia, alam jasmani, indera dan hawa nafsu sebagai pusat kehidupannya
Roma 8:5-6
” Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.”
Hidup dalam Roh adalah memiliki konektivitas / hubungan setiap waktu dengan Roh. Orang – orang yang hidup dalam Roh Kudus terhubung langsung dengan Allah sang sumber hidup itu sendiri.
BATASAN (Merupakan pilihan kita sendiri):
- Seberapa tinggi manusia dapat naik (Berjalan dalam Roh; PENYATUAN DENGAN ALLAH, tingkat kehidupan ALLA Yang kekal dan tidak dapat binasa)
- Seberapa rendah manusia dapat jatuh (Kesedihan, tragedi, penderitaan, kesusahan, sakit penyakit, kebencian, Pertentangan, kepiluan, kebodohan, ketakutan dan kesengsaraan, serendah iblis di alam kegelapan dan maut.)
Menaati Tuhan atau tidak adalah keputusan sendiri, dari pihak Tuhan Ia mau kita untuk taat. Tidak memilih Tuhan membuat kita melenceng dari rencana Tuhan.
Roma 8:13, Galatia 5:16
Kita tidak akan bisa mengenal Tuhan dari daging, atau mengetahui panggilan tertinggi kita dari daging. Daging membuat mata dan telinga rohani kita tertutup. Tetapi, ketika kita menaati Tuhan makan keinginan daging dimatikan.
DUA LINGKUNGAN
- Faktor Bawaan : Istilah yg menyatakan karakteristik atau ciri tertentu yang diturunkan orang tua kepada anaknya.
- Faktor Lingkungan : Istilah yang menggambarkan segala keadaan dan pengaruh yang telah menjadi bagian dalam kehidupan seseorang serta mempengaruhi pertumbuhannya.
Yohanes 15 : 5, Yohanes 14:11
Yesus sudah menentukan faktor lingkungannya: “sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
Yesus bertumbuh karena Ia berada didalam Bapa: “bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku” (Ia tau kehendak Bapa)
Yohanes 17:11,21
Tujuan didalam Bapa adalah menjadi satu dengan Tuhan. Kristus ada didalam kita. Mengenal Kristus didalam kita adalah mengenal realitas kehidupan rohani didalam diri kita, juga mengenal diri kita sebagai keberadaan didalam Kristus sebagai LINGKUNGAN kita, alam eksistensi kita.
Yohanes 15:9-10
Kehidupan didalam Bapa adalah hukum yang mengatur kehidupan kita didalam Dia.
Kristus adalah RUANG LINGKUP DAN KEBERADAAN KITA
- KRISTUS mengelilingi dan memenuhi kita dengan keberadaanNya, sehingga seluruh sisi hidup kita dipenuhi Tuhan.
- IA memisahkan kita didalam DIRINYA dari segala pengaruh yang memusuhi kita (yang akan menghancurkan kita)
- IA melindungi kita dari segala bahaya dan musuh kehidupan ciptaan baru
- Didalam DIRINYA; IA menyediakan dan mensuplai semua keperluan selaku Putera-putera Allah
Yohanes 15:4, Yohanes 6:56-57
Makanan Putra Allah: Melakukan kehendak Dia
DEFINISI HIDUP KEKAL
Lingkungan yg sempurna, maka organisma akan hidup selama lamanya (principles of biology)
Kondisi melakukan kehendak Dia adalah kondisi yang perfect, tidak tersentuh kematian, bahkan alam tidak berkuasa atasmu.
Adam telah gagal di taman Eden dengan melakukan kehendaknya sendiri dan bukan kehendak Allah, tapi Yesus telah berhasil dalam ketaatan.
Kisah Para Rasul 2:24
“Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.”
Bahkan maut tidak dapat menyentuhNya karena ketaatanNya.
- Published in Catatan Khotbah
Persembahan Sulung
J4u, 2 Maret 2013
Ka Yorga
Pepuluhan:
1. Menghindarkan kutuk
2. Membuka tingkap – tingkap langit.
Perpuluhan bukan persembahan, tapi pembayaran. Perpuluhan dibayarkan oleh orang – orang yang sudah bekerja / berbisnis. Tetapi,bagi orang yang belum bekerja dan ingin belajar memberi perpuluhan, mereka tidak akan kehilangan berkatnya.
Umat Tuhan bicara tentang hubungan dengan Tuhan, bukan soal menghafal ayat / sekolah alkitab. Tuhan rindu kita menjadi pelaku firman, karena dengan melakukan firman membuat kita bertumbuh.
Keluaran 23 : 14-19
Menuliskan tentang 3 perayaan yang harus dirayakan oleh gereja Tuhan. Tiga perayaan ini terangkum dalam persembahan buah sulung. Dalam arti rohani, buah sulung berarti Yesus itu sendiri (Dia yang Sulung).
Keluaran 23 : 15
“..tetapi janganlah orang menghadap ke hadirat-Ku dengan tangan hampa.”
Kehendak Tuhan adalah tidak datang kepadaNya dengan tangan yang hampa, ini berarti bahwa Tuhan berjanji kita pasti bekerja dan memiliki penghasilan. Ia sendiri yang mengisi tangan kita. Dari ayat ini pun berarti anak Tuhan tidak ada yang malas. Orang yang malas adalah orang menolak berkat Tuhan secara langsung.
Keluaran 23 : 17
“Tiga kali setahun semua orangmu yang laki-laki harus menghadap ke hadirat Tuhanmu TUHAN.”
Laki – laki dalam perjanjian baru berarti orang yang beriman. Setiap orang yang beriman, melakukan perayaan buah sulung.
Kejadian 23 : 18
” Janganlah kaupersembahkan darah korban sembelihan yang kepada-Ku beserta sesuatu yang beragi, dan janganlah lemak korban hari raya-Ku bermalam sampai pagi.”
Ragi berarti dosa, janganlah mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan yang berasal dari dosa. Persembahan kita haruslah dari kerja keras kita sendiri.
Hasil dari melakukan 3 perayaan:
- Tuhan sendiri yang akan berjalan didepan kita, melindungi dan membawa kita ke tanah yang telah disediakanNya. (Keluaran 23 : 20)
- Setiap raja dalam perjanjian lama yang merayakan paskah 3 perayaan ini, disertai oleh Tuhan dan diberkati.
- Ketika jemaat berdoa dan merayakan paskah, Petrus diselamatkan dari penjara (Kis 12 : 1)
Orang – orang yang melakukan persembahan sulung berhak mengklaim Tuhan sebagai partnernya selama satu tahun. Memberi persembahan bukan supaya kita diberkati, tetapi untuk melakukan firman Tuhan.
- Published in Catatan Khotbah
Pelatihan Murid – murid Tuhan
J4u, 16 Februari 2013
Ka Viona Wijaya
- Kebenaran : Tuhan kuat dan perkasa (Mazmur 93 : 1)
- Kita serupa dan segambar denganNya, berarti seharusnya anak Tuhan pun kuat
- Kuat adalah salah satu tanda pertumbuhan (1 Yohanes 2 : 14)
- Tuhan mau kita menjadi kuat dan Dia sendiri yang akan melatih setiap murid-muridNya (Mazmur 18 : 33 – 35)
Latihan -> ke medan perang, pegang senjata
- Yang Tuhan lakukan = menggoyangbangkitkan – menggoncangkan zona nyaman (Ulangan 32 : 11)
- Zona nyaman =
1. Manusia lama (karakter, kebiasaan) 2. allah lain (yang kita sukai lebih daripada Tuhan)
- Dua jenis respon =
Yohanes 6 : 60-61, 66 – 69
1. mundur
2. maju terus -> murid sejati
Lukas 18 : 18-23, 28
1. mundur -> karena tidak mau melepaskan
2. maju dan melepaskan segala sesuatu -> murid
- Perbedaan (Burung di sangkar — rajawali di angkasa)
1. Makanan : disediakan — cari sendiri
Akibat : mudah disesatkan, mati kelaparan — terlatih untuk mandiri
2. Permasalahan : ditanganin si empunya kandang — selesaikan sendiri
Akibat : kalang kabut saat si empunya tidak ada — terlatih
3. Ruang gerak : sempit — sangat luas
Akibat : otot tidak terlatih, penglihatan terbatas — mata tajam, sayap kuat
4. Saat ada badai : sembunyi — memekik kegirangan “hajaarr!!”
5. Terbang : rame-rame — sendiri
- Hambatan-hambatan =
1. Ego, hikmat sendiri (Kejadian 13 : 10-13)
2. Ide-ide baik (Kis 27 : 11 -13, 14)
- Indera jasmani bisa menipu, hanya Firman Tuhan yang pasti. Jadi kembalilah selalu pada Firman!
- Good ideas belum tentu God’s ideas
Sikap hati =
- Rela dibentuk, jangan berbantah (Yes 45 : 9, Yes 64 : 8)
- Tinggal dalam proses, jangan menyerah (“Dilarang kabur!”)
- Percaya pada Tuhan – percaya bahwa Ia baik, jangan “suudzon” (Matius 7 : 9 – 11, Ibrani 12 : 5 – 11)
- Kepercayaan Tuhan lebih cepat dari kita percaya pada Tuhan
- Published in Catatan Khotbah
Ikat Janji (Covenant)
09 Februari 2013, pembicara : Bang Yorga
- Kita memilih tidak mengikuti tradisi atau masuk dalam hukum-hukum dunia, namun hidup dalam hukum-hukum Tuhan
- Hukum Roh (jalan-jalan Tuhan) mulai berlaku ketika kita memutuskan ikut Tuhan sungguh-sungguh dan untuk percaya padaNya seumur hidup kita.
- Yesaya 55:8-9 Rancangan Tuhan bukan rancangan kita, seperti tingginya langit dari bumi.
- Tuhan menganggap diri kita sangat penting, kita juga seharusnya menjadikan Tuhan sepenting itu di hidup kita kan?
- Contoh di Alkitab, orang-orang yang mengalami jalan-jalan Tuhan yang luar biasa, seperti Yusuf dan Daniel, dari tawanan diangkat menjadi penguasa
- Wahyu 11:19 #Covenant atau ikat janji lebih kuat dari sekedar perjanjian, jika salah satu pihak wanprestasi maka pihak itu akan menderita kerugian karena harus bayar ganti rugi
- Pernikahan adalah salah satu contoh #covenant. Terutama di luar negeri, pernikahan sangat mahal kalau terjadi perceraian. Si suami harus membagi sebagian besar hartanya kepada yang diceraikan.
- Tabut perjanjian (ark of covenant) meyatakan kehadiran Tuhan dan karenanya mendatangkan hal-hal yang ilahi disekitarnya.
- Contoh hal ilahi yang terjadi ketika tabut Tuhan dititipkan di rumah Obed Edom, berkat Tuhan melimpahi dia secara luar biasa.
- Disekitar tabut Tuhan hal-hal yang menakutkan pun terjadi, contohnya saat Uza disambar Tuhan ketika dia menyentuh tabut Tuhan padahal maksudnya mencegah tabut itu terjatuh.
- Kherubim, 4 cincin,, 2 kiri dan 2 kanan. Tabut ini dibawa dengn cara dipikul, hal yang sama dipakai juga oleh Tuhan Yesus waktu memikul salib.
- Orang yang menaati #covenant akan dijagai (dilindungi), diberkati, dan terus diperbaharui kekuatannya.
- Berkat tidak hanya uang, namun lebih dari sekedar uang. Miskin bukan tidak memiliki uang, tapi kalau terus merasa kekurangan. Sebaliknya orang yang benar-benar kaya selalu berkelimpahan.
- Tuhan tidak pernah ingkar janji, Dia setia terhadap janjiNya. Nah, bagaimana kita terhadap Tuhan?
- Dibutuhkan iman untuk hidup dalam covenant (ikat janji) dengan Tuhan. Saat sedih/senang, lebih/kurang tetap memutuskan mentaati Firman Tuhan.
- Bagi anak Tuhan tidak semua pintu yang terbuka harus dimasuki, bahkan promosi yang bukan dari Tuhan pun bisa ditolaknya karena dia hidup dalam jalan-jalan Tuhan.
- Seandainya dalam perjanjian pernikahan, sang suami berjanji dia akan setia 364 hari, dan hanya 1 hari izin selingkuh. Akan maukah sang istri? Pasti tidak. Tuhan juga tidak mau kita “selingkuh” dihadapannya.
- Selingkuh di hadapan Tuhan adalah seperti dengan mempercayai, memuja ilah-ilah yang lain, hidup mendua hati.
- Ulangan 29:9 Dengan melakukan apa yang diikat janji dengan Tuhan, maka kita akan beruntung dalam segala yang kita lakukan
- Ibrani 7:22 Tuhan Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat (perjanjian Baru) bagi kita, untuk menebus keseluruhan hidup kita .
- Pada saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, pasukan pendudukan Jepang di Indonesia harus menyerah. Ada kekuatan dari deklarasi kemerdekaan.
- Ibrani 9:18 Covenant (ikat-janji) yang kita miliki disahkan dengan darah Yesus, sehingga kita bahkan tidak perlu lagi mengorbankan darah domba karena darah Yesus
- Ibrani 12:24 darah Yesus, pengantara perjanjian Baru berbicara jauh lebih kuat / lebih baik dari pada darah Habel
- kita tidak akan rugi sama sekali dengan berlaku sesuai ikat-janji dengan Tuhan, justru Tuhan akan memperbaharui kekuatan kita
- Orang yang berjanji dan hidup dalam covenant dengan Tuhan, hidupnya akan penuh dengan “wow”!
- Published in Catatan Khotbah
BE BRAVE
J4u, 2 Febuari 2013
Ka Tania
Takut merupakan reaksi manusiawi yang secara biologis merupakan mekanisme perlindungan bagi seseorang pada saat menghadapi bahaya.
Rasa takut tidak alkitabiah. Saat merasa takut, seseorang dapat mengambil respon yang salah.
TAKUT adalah ROH, dan roh ketakutan bisa dilawan.
2 Timotius 1 : 7
“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
CHRISTIANITY = BRAVE
hidup kekristenan adalah hidup yang berani, sebab iman menghasilkan keberanian.
MUSA (Ibrani 11 : 23-29)
- IMAN: Karena keberanian, bayi Musa yang seharusnya mati menjadi orang terpandang di Mesir; karena keberanian Musa keluar dari ‘keenakan’ hidupnya untuk menderita bersama – sama dengan kaumnya.
- Lingkungan bisa membuat kita nyaman, sehingga kita menjadi kompromi (bertoleransi) dengan lingkungan.
- NO SAFETY PLAYER
DAUD (1 Samuel 17 : 31-50)
- Daud mengenal Allah yang ia sembah, dan ia datang kepada Goliat dengan nama Allah.
- Daud adalah orang yang melatih dirinya.
- Daud tidak butuh baju perang, yang ia butuhkan untuk melawan Goliat hanya Tuhan.
- Daud tidak mendengarkan apa kata orang, tapi ia mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan, sebab ia memiliki pengalaman pribadi bersama Tuhan.
PETRUS & YOHANES (Kisah Para Rasul 4 : 13 – 22)
- Petrus dan Yohanes dipenuhi oleh Roh Kudus
- Mereka tidak terkontaminasi, tidak menjadi sama dengan dunia. Kebalikan dari Keberanian itu bukanlah pengecut (COWARD) tetapi CONFORMITY (Keseregaman). (Roma 12 : 1-2)
- Tidak malu tampil sebagai orang Kristen. Tunjukan identitasmu! (Markus 8 : 38, Lukas 9 : 26)
KASIH (I Yohanes 4 : 18)
“Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.”
Dalam kasih tidak ada ketakutan, sebab kasih mengalahkan ketakutan. Miliki niat yang tulus.
- Published in Catatan Khotbah

