Dancing with God
Ada rencana manusia yang menghina Tuhan yaitu ketika manusia berencana dalam ketidakpercayaan.
Yohanes 21:1-12
Tema kita kali ini adalah dancing with God (menari bersama Tuhan). Ada orang bertanya apa yang akan kita lakukan ketika di sorga. Ada satu pengajaran berkata di sorga kita akan memuji Tuhan, betul tapi tidak hanya itu. Ada yang berkata pula bahwa di sorga kita berpesta pora, padahal di sorga kita tidak akan merasa lapar. Tapi yang pasti di sorga kita mengenal Tuhan. Dibutuhkan jutaan tahun cahaya untuk mengenal Tuhan, artinya dibutuhkan kekekalan. Kisah di Yohanes 21 ini terjadi setelah Yesus bangkit pada hari ke tiga. Bagi murid-murid Yesus, masa itu adalah status quo, tapi bagi Yesus JELAS karena sudah rencana Bapa.
Murid-murid Yesus adalah ahli menangkap ikan karena mereka dulunya nelayan dan di danau Tiberias tersebut terkenal banyak ikan. Tapi pada waktu itu mereka tidak mendapat ikan. Maka bertemulah mereka dengan Yesus, hanya saja mereka tidak mengenali-Nya karena dalam pikiran mereka, Yesus sudah meninggal dan dikubur. Dalam tradisi Yahudi, kuburan masih diberi celah sampai hari ke tiga, kalau-kalau orang tersebut bangkit. Lain dengan Yesus, kubur sengaja ditutup rapat sejak hari pertama karena ada pihak-pihak yang takut Dia akan bangkit pada hari ke tiga sesuai nubuatan nabi-nabi terdahulu, dan Dia telah membuktikan bahwa Dia bangkit.
Sewaktu murid-murid lain tidak mengenali, hanya Yohanes, yaitu murid yang dikasihi-Nya, mengenali Yesus pertama kali. Kenapa hanya Yohanes? Pertama karena hanya orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan mengenali Tuhan, tidak aneh bahwa Yohanes selalu mengamat-amati Yesus dalam tiga dimensi (roh, jiwa dan tubuh), bahkan bayangan-Nya pun dia kenal. Orang yang mengasihi Tuhan selalu berkata YA kepada setiap Firman yang datang dalam hidupnya. Beda dengan orang yang kurang mengasihi, biasa banyak nawar, berkata masa sih, masa begini, masa begitu.
Dancing with God (menari bersama Tuhan) maksudnya bersinergi dengan Tuhan. Ketika menari, perlu sehati dan seirama karena bila tidak akan menginjak rekan di depannya, kacau. Orang yang berdansa harus saling memahami, saling mengenal. Maka tidak aneh bila kita tidak mengenal Tuhan ya hidupnya selalu menyimpang dari jalan-jalan Tuhan. Kalau kita mengasihi Tuhan, sepelan apapun suara Tuhan maka kita bisa mengenalinya. Mengasihi Tuhan tidak bisa pura-pura.
Orang yang mengasihi Yesus ada harga yang harus dibayar. Ketika Yesus disalib, hanya Yohanes yang masih ada menyaksikan hingga kematian-Nya, sedang murid-murid lain telah melarikan diri. Yohanes tidak mengalami mati martir, namun menggenapi nubuatan Yesus bahwa dia akan menyaksikan akhir jaman, dia menulis kitab Wahyu.
Sekali lagi, orang yang mengasihi Tuhan selalu bersinergi dengan Tuhan. Maka dari itu berdoalah. Dengan berdoa, akan menyembuhkan hatimu, komunikasikan apa yang meledak-ledak dalam hati, bicara saja kepada Tuhan. Hal yang remeh pun Tuhan dengar apalagi hal yang penting buat hidup kita. Tuhan tidak pernah tertidur atau lalai. Tuhan hanya punya yang terbaik untuk menjawab doa kita dan ketika kita menerimanya, Tuhan tahu kita akan bersukacita. Sekalipun masa-masa ini pahit dan sulit, tunggulah itu akan berlalu. Percayalah pada Tuhan. Kita akan melalui jalan-jalan yang “menyakiti kaki” kita, tapi itu proses.
Kalau Yesus pernah memberi perumpamaan tentang Maria dan Marta, Yohanes adalah murid yang memiliki karakter Maria, selalu mendengarkan Yesus. Tapi banyak anak Tuhan datang pada-Nya dengan berencana. Seharusnya berikan pada Tuhan pensil dan penghapusnya. Ada lagi rencana yang menghina Tuhan yaitu ketika manusia berencana dalam ketidakpercayaan.
Lalu bagaimana sebenarnya yang dimaksud menari bersama Tuhan, mari perhatikan langkah-langkah berikut:
1. Mengucap syukur senantiasa
Bersyukurlah atas hal yang baik dan buruk, lakukan setiap saat. Mau ban bocor, sudah belajar dapat nilai D, sudah mati-matian persiapan ternyata tidak lulus tes CPNS, bersyukurlah bukan bersungut-sungut. Ada rencana Tuhan yang heran, ini yang kita belum tahu. Bersyukurlah dari hati bukan sekedar di mulut.
2. Melakukan yang terbaik (Tercepat, Tuntas, Terbaik)
Jangan sampai kita menyesal seperti orang yang punya satu talenta tapi ditimbun dalam tanah, seharusnya dieksplorasi dan dikembangkan. Apa yang kita pikirkan menjadi batas kita. Kalau kita angkat pikiran ke level nasional maka kita bisa mencapai level nasional. Lihat siapa tokoh yang kita tahu profesional dan berhasil di bidangnya, kejar cara hidupnya dan buku-bukunya, pelajari dan lakukan sesuai bidang kita. Masakan seorang banker membaca majalah gosip, tidak nyambung, harusnya majalah perbankan. Belajar dan berusahalah, sampai ketika malaikat sambil menangis karena melihat kita. Mana ada kerja pintar, yang ada itu berdoa dan bekerja sama kerasnya.
3.Melakukannya lagi dan lagi, evaluasi… lakukan lagi
Evaluasi diri bagian yang kita selalu gagal. Misal membaca Firman, standar di J4U adalah 8 pasal. Mulailah dengan membaca cepat, bukan dihapal. Lalu renungkan bagian yang mengena di hati. Ini karena alam bawah sadar kita lebih cepat menangkap kebenaran Firman. Artinya alam bawah sadar akan diformat sesuai Firman. Ketika mengalami sesuatu, alam bawah sadar kitalah yang mengingatkan kita akan Firman yang pernah kita baca.
4.Antusias (berdoa, Melakukan Firman Tuhan, Memuridkan/dimuridkan, Bekerja, Belajar)
Dengan antusias membangkitkan semangat kita. Belajarlah dan bekerjalah dengan antusias.
5.Minta yang terbaik dari Tuhan
Lalu berdoalah minta yang terbaik, jangan hakimi tidak mungkin mencapai sesuatu yang besar.
Yesuslah pembela kita, Yesuslah perlindungan kita, sekarang tegaklah kepala kita mengahadapi lawan-lawan kita.
Hari ini, jangan pernah mau kita menjadi murid-murid yang biasa, jadilah yang luar biasa karena Tuhan ada bersama kita. Tuhan mau menari bersama kita di muka bumi menyatakan kemuliaanNya, kuasaNya, kasihnya dalam hidup kita dan orang-orang disekitar kita.
Persekutuan J4U Bandung
Sabtu, 10 November 2018
Pembicara : Yorga Parnadi
Tema : Dancing with God
Venue : Rg. Cipaganti, Lt. 1 Hotel Kalya
- Published in Catatan Khotbah
Ada Apa dengan Paskah
Banyak orang tertukar antara kebenaran dan tradisi. Lalu ada apa sebenarnya dengan perayaan yang telah dilakukan orang kristen selama ribuan tahun ini? Mari kita simak uraian berikut.
Keluaran 12
Terdapat beberapa poin yang tercantum dalam sejarah bangsa Israel.
- Anak domba; Ambil darahnya, bubuhkan ke kedua tiang pintu dan pada ambang atas.
- Makan dagingnya (pada malam itu juga) – makan yang dipanggang dengan roti tidak beragi dan sayur pahit
- Pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.
Passover
Asal kata: Pesach (Hebrew) berarti PASSOVER.
(Passing-over/redemption) = dilewatkan / diluputkan – penebusan / ditebus
“I will pass over you and there shall be no plague on you to destroy you.” Keluaran 12:13 (KJV)
Penjelasan dari kata pesach adalah “z’man heyrueinu”, the season of our freedom, it is also a festival that speaks of spiritual redemption. Kita dibebaskan baik dari perbudakan mental maupun fisik.
Beberapa poin penting dalam paskah:
1. Anak Domba dan darah yang dibubuhkan ke ambang pintu (atas dan kanan kiri)
Keluaran 12: 5, 7
Ini adalah perlambang Yesus dan Salib.
1 Petrus 1:18-19
….” Melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”
1 Korintus 5:7
….” Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.”
Ini bukan sekedar membubuhkan, tapi sedang meng-klaim keselamatan dalam rumah kita. Ketika kita hari ini mendoakan rumah kita, hal-hal yang buruk akan berhenti: kutuk, sakit penyakit, kegagalan demi kegagalan, perzinahan, gangguan roh jahat.
2. Roti tidak beragi
1 Korintus 5:6, buanglah ragi yang lama.
Ayat 7, Roti yang tidak beragi adalah kebenaran
Matius 16:6, 12, hati-hati terhadap pengajaran orang Farisi dan Saduki
Kolose 2:8, hati-hati terhadap filsafat-filsafat dunia
Ragi adalah perlambang hidup lama dalam dosa dan Kejahatan, serta Pengajaran, doktrin, tradisi dan kebiasaan yang bertentangan dengan Kebenaran Firman Tuhan.
Biarpun hanya sedikit ragi dapat mengkhamiri seluruh adonan. Inilah alasan mengapa kita membaca Firman setiap hari, setiap hari kita bertemu dan mendengar dengan ragi-ragi, bisa dari film, lagu, teman pergaulan, saudara, tradisi turun temurun. Nilai-nilai dari dunia ini adalah ragi. Misalnya ketika orang-orang lain berpasangan kenapa saya masih sendiri, harusnya berpasangan juga dong, lalu dasarnya apa? Segala sesuatu yang tidak ada dasar kebenaran Firman adalah ragi.
Contoh lainnya, berdoa di kuburan untuk mendoakan orang yang telah meninggal, sering kali menjadi tradisi sebelum hari raya. Dasarnya apa? Seharusnya kita mendoakan orang selagi masih hidup, hormati dan lakukan yang terbaik, BUKAN setelah meninggal.
Selanjutnya menaruh jimat / tulisan di ambang pintu atas dan kiri kanan, yang berarti keberuntungan. Apa dasarnya? Itu hanya sebuah tulisan. Di hari Natal, biasanya orang memasang ambang pintu atas dengan misteltoe lalu di kiri kanan dipasang rumbai-rumbai warna hijau dan merah.
Roti yang tidak beragi melambangkan pemisahan orang yang Israel yang ditebus dari Mesir, yaitu dari dunia dan dosa.
3. Sayur Pahit
Makna dari memakan sayur pahit adalah untuk mengingat bahwa hidup bangsa Israel dulu di Mesir begitu pahit karena berada dalam perbudakan yang berat = Pahitnya hidup dalam perbudakan dosa – JANGAN LAGI!!!
Kalau kita hampir jatuh dalam dosa, ingatlah perbudakan, dosa tidak lagi menjadi bagian dari kita.
Keluaran 12:11, “Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.”
Ikat pinggang = kebenaran
Kasut = kerelaan
Tongkat = otoritas dan kuasa
Buru-burulah memakannya.
Ini semua bermakna untuk buru-buru taat kepada Tuhan, buru-buru meninggalkan dosa. Sama seperti waktu dimuridkan, ketika pembimbing bilang sesuatu tapi kita menunda atau lalai maka berkatnya terlewat.
1 Petrus 2:9
Tentang bangsa (KITA), yang terpilih (level), imam dan raja yang dibawa keluar oleh Darah Yesus dari gelap menuju KEMULIAAN.
Lalu apa yang iblis lakukan?
Paskah diserongkan dengan tradisi pemujaan Dewi Ishtar / Easter.
Sejarah Easter:
Festival pagan Easter pada mulanya adalah penyembahan terhadap dewi matahari, ratu sorga Babilonia, yang selanjutnya dipanggil dengan beberapa sebutan seperti Ishtar, Cyble, Idaea Mater (the great mother), atau Astarte yang darinya nama Easter berasal. Easter dirayakan sebagai peringatan akan kematian dan kebangkitan Tammuz, dewa Matahari. Legenda mencatat, ketika Tammuz pergi berburu, dia tewas diserang babi hutan. Lalu dia dikubur selama 3 hari dan bangkit terangkat ke sorga menjadi dewa Matahari. (loh kok mirip kisah Yesus?). Easter bukanlah nama lain dari perayaan paskah yang sebenarnya dan tidak tercatat di Alkitab. Perayaan ini masuk ke kekristenan sejak ribuan tahun lalu.
Secara sejarah sudah berbeda waktu, Paskah dirayakan sejak jaman Musa. Easter dirayakan sejak agama-agama muncul beberapa ratus tahun kemudian setelah Yesus. Jadi tidak ada hubungan apa-apa dengan makna paskah semula.
Kata “Paskah” berhubungan dengan dewi musim semi bangsa-bangsa Jermanik (Anglo-Saxon), yang dikenal juga dengan sebutan Eostre, Ostara, atau Eastre. Bangsa Jermanik di Eropa Utara mengadakan perayaan tahunan bagi dewi musim semi ini sebagai rasa syukur atas pembaruan hidup setelah musim dingin. Di Timur Dekat kuno, orang-orang menyembah dewi dengan nama yang kedengarannya sama, dan juga berkaitan dengan musim semi dan kesuburan. Di antaranya termasuk Ishtar dari Babel dan Astarte (Astaroth) di Fenisia. Mereka mungkin juga menyembah dewi yang sama, hanya namanya saja yang berbeda. (Indonesia – Dewi Sri)
Ini disamakan/dicocok-cocokan karena bangsa Israel keluar dari Mesir juga pada awal musim semi.
Patung dewi Ishtar berupa wanita tanpa pakaian, berkaki cakar burung, menginjak singa. Ini menunjukkan suatu penaklukan terhadap otoritas, termasuk pria, melalui seks dan perbudakan.
Apa yang terjadi?
Beberapa daerah di Indonesia Timur masih merayakan secara besar-besaran dengan tata cara yang mirip seperti perayaan Ishtar.
Sejarah dengan jelas mencatat bagaimana penyesatan terjadi. Kurang dari 100 tahun setelah jaman Yesus, Bishop Victor dari Roma mengawali kontroversi besar dengan menekan gereja untuk mengganti tradisi paskah dengan perayaan Easter. Semua kebenaran dalam paskah diganti dengan tradisi Easter.
Sejarah juga menceritakan ketika para penginjil mula-mula mulai mengabarkan injil di Eropa Utara, mereka membiarkan orang-orang Jermanik untuk mempertahankan praktik penyembahan berhala mereka demi menghindari penolakan atas pengajaran Kristen, dan untuk memudahkan mereka menjadi Kristen. Para penginjil berhasil memenangkan mereka (menjadi Kristen), dan pada abad ke-8, Orang-orang Jermanik yang telah menjadi Kristen mulai memperingati kebangkitan Kristus dengan perayaan yang mereka sebut Eastra, yang kemudian diubah namanya menjadi Easter.
Lalu apa yang salah dengan ibadah fajar paskah?
Mari perhatikan firman Tuhan kepada nabi Yehezkiel, “Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, kaulihatkah apa yang mereka perbuat? Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi dari pada ini.”
Kemudian dibawa-Nya aku ke pelataran dalam rumah TUHAN; sungguh, dekat jalan masuk ke bait TUHAN, di antara balai Bait Suci dan mezbah ada kira-kira dua puluh lima orang laki-laki, yang membelakangi bait TUHAN dan menghadap ke sebelah timur sambil sujud pada matahari di sebelah timur.” Yehezkiel 8:15-16
Jelas bahwa itu adalah penyembahan berhala karena membelakangi bait Allah lalu menyembah matahari terbit.
Dapatkah kita menangkap bahwa hal serupa dilakukan oleh jutaan orang percaya setiap hari paskah saat pagi, (Sunrise Service) berdiri dengan muka menghadap Timur di saat matahari terbit, padahal sebenarnya adalah penghormatan kepada dewa matahari dan dewi Easter. Betul, jutaan orang percaya telah ditipu melakukan tata cara yang sesat.
Siapa sebenarnya yang kita sembah?
Tuhan mana yang kita sembah, pengertian mana yang kita mengerti. Dengan membaca Firman, Roh Kudus akan membawa kita pada seluruh pengertian yang benar.
Tradisi
1. Easter Bunny (Kelinci Paskah)
Kenapa kelinci? Lambang kesuburan, karena kelinci bisa melahirkan hingga 5 kali dalam setahun.
Easter Bunny (atau Easter Hare) adalah karakter dengan penggambaran sebagai seekor anthropomorphic rabbit.
(Anthropomorphism adalah membuat sesuatu obyek yang bukan manusia, menjadi seperti manusia dalam cerita atau karya seni. Ini dapat berarti dibentuk menyerupai manusia, memiliki emosi, tujuan serta dapat berbicara. Hal ini seringkali digunakan pada cerita-cerita. Obyek tersebut dapat berupa hewan, pohon, patung, dll.)
Di cerita-cerita jaman dulu, mahluk ini digambarkan membawa keranjang dengan telur berwarna warni, permen dan mainan ke suatu tempat atau menyembunyikannya di dalam rumah supaya anak-anak menemukannya di pagi hari. (Easter Bunny mirip dengan kisah Sinterklas yang membawa kado untuk anak-anak baik pada malam sebelum natal).
2. Easter Egg (Telur Paskah)
Sejarah mencatat cerita Hygnius, seorang Mesir, yang adalah ahli sastra di Perpustakaan di Roma pada masa pemerintahan Kaisar Agustus, “Sebuah telur berukuran sangat besar terjatuh dari langit ke dalam sungai Efrat. Ikan-ikan mendorongnya ke tepi sungai, lalu para burung merpati mengeraminya hingga menetas, muncullah Venus, yang selanjutnya dikenal sebagai dewi Siria.” Dewi Siria, yang menetas dari telur, disebut pula Astarte, inilah asal mula kata “Easter”. Setelah Easter/Astarte naik ke langit, dia dikawal oleh kelinci-kelinci yang memiliki telur-telur berwarna warni. Kelinci itu menjadi simbol kesuburan pagan karena kemampuan reproduksinya dan juga simbol pagan untuk musim semi karena telur-telur menjadi simbol kehidupan baru.
Ada apa dengan paskah?
Jika Yesus dihubungkan dengan easter bunny, apakah itu masalah?Jika kita mencari telur paskah, apakah itu masalah? Jika kita menyajikan roti bersimbol salib yang adalah persembahan kepada ratu sorga kepada Tuhan, apakah itu masalah? Jika kita mengadakan ibadah fajar untuk dewa matahari dan mengatakan bahwa itu untuk Tuhan Yesus, apakah itu masalah? Jika kita mengubah hari dan waktu kematian dan kebangkitan Yesus, apakah itu masalah? Jika semua hal ini ternyata asal mulanya diadakan untuk pemujaan setan, apakah itu masalah?
Ini menjadi masalah karena…
1 Korintus 10:20-21, “Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.
Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat.”
Tradisi tersebut berisi penyembahan berhala, SANGAT BERMASALAH di hadapan Tuhan. Selidiki kebenaran. Sebagai murid Tuhan, sudah selayaknya kita belajar.
Jadi maukah kita berpindah dari ragi yang lama?
Persekutuan J4U Bandung
Sabtu, 13 Oktober 2018
Pembicara: Ester Irene
Tema: Ada Apa dengan Paskah
Venue: Rg. Dago, Lt. 1, hotel Kalya
- Published in Catatan Khotbah
Transformation
Tuhan sudah menyediakan perubahan secara luar biasa dalam hidup kita.
Keputusannya ada di tangan kita.
Apa yang dimaksud dengan transformasi? Perubahan total dari level rendah ke lebih tinggi. Ini bukanlah seperti jika ada baju yang lama kelamaan berubah menjadi belel. Perubahan transformasi dapat dilihat pada siklus hidup kupu-kupu, bentuk dewasanya berubah total dari bentuk muda. Dari ulat yang lemah menjadi kupu-kupu indah yang mampu terbang melewati bukit-bukit.
Sama halnya dari orang yang biasa-biasa, menjadi berubah luar biasa. Bagi kita yang telah ditebus ada transformasi yang Tuhan sudah sediakan buat kita. Masalahnya adalah apakah kita mau mengalaminya atau tidak.
Kita akan belajar sama-sama mengenai kisah transformasi Daud di kitab 1 Samuel 16.
Diceritakan bahwa Saul melanggar perintah Samuel untuk menungu hingga Samuel datang lalu boleh mempersembahkan korban. Saul membela diri, merasa bahwa toh korban tersebut yang terbaik buat Tuhan. Maka sejak saat itulah, Saul ditolak sebagai raja.
Maka Tuhan memerintahkan Samuel untuk mengurapi Daud menjadi raja. Pada ayat ke 7, Tuhan mengingatkan umtuk tidak melihat paras dan perawakan tapi melihat hati. Maka Samuel mendahulukan perkataan Tuhan untuk memilih. Meski kakak-kakak Daud sangat baik perawakannya, tapi bukan pilihan Tuhan. Bagaimana dengan Daud?
Karena dia anak bungsu, Daud tidak diperhitungkan untuk diberkati nabi Samuel. Seringkali kita merasa rendah karena muda, yang berkulit gelap ingin lebih cerah, yang berkulit cerah ingin lebih gelap, tidak bisa bersyukur. Daud kemerah-merahan, artinya masih sangat muda. Ayat 14 (versi Amplified) mencatat bahwa Daud memiliki mata yang indah (beautiful eyes). Lalu Tuhan berkata kepada Samuel untuk mengurapi Daud dan sejak hari itu dan seterusnya, berkuasalah Roh Tuhan atas Daud. Ketika ada godaan dan masalah datang justru membuat pengurapan Daud mendidih. Marah rohani. Hanya Roh Tuhan yang bisa mengendalikan hidup kita. Daud yang lembut hati, membuat dia gampang bersyukur. Bersyukur berdampak kepada membuka kekuatan ilahi Tuhan penuh dalam hidup kita dan kita sedang mengklaim bahwa Tuhan berdaulat dalam setiap sisi hidup kita.
Kemudian di pasal 17 menceritakan Daud yang mulai bertransformasi. Isai menyuruh Daud mengantarkan makanan kepada kakak-kakaknya di medan perang melawan orang Filistin. Isai memberi makanan pula kepada pasukan seribu. Kita murid Tuhan jangan ribut dengan uang receh. Jika kita terbiasa menjadi berkat untuk orang lain, maka kita tidak memusingkan diri sendiri. Orang pelit malah menutup berkat Tuhan. Tapi ketika kita memberi, justru menyehatkan jiwa. Dapat dilihat pada orang-orang super kaya di Amerika Serikat, mereka terbiasa membayar perpuluhan dan ada yang mendirikan yayasan sosial.
Selanjutnya di medan perang, Daud yang mendengar Goliat menghina barisan tentara Israel, mendidih pengurapannya. Dengan berani, Daud berlari menghadapi Goliat. Inilah transformasi. Daud si anak kemerah-merahan berubah menjadi pembunuh raksasa. Tapi itu tidak terjadi secara instan.
Diceritakan bahwa bahwa Daud telah berlatih menjaga kambing domba ayahnya. Bila ada beruang dan singa yang menerkam ternaknya, dia merebutnya dan menghajar si pemangsa tersebut. Dia juga berlatih menggunakan ali-ali.
Sama dengan kita, ayo terus berlatih. Di sorga tidak ada lagi iman, mujizat dan kesembuhan. Justru itu semua harusnya kita alami di muka bumi. Iman kita yang diperhitungkan Tuhan hari ini. Tidak bisa kita menggunakan cara lama untuk mendapat yang baru.
Berubahlah dalam pola pikir kita. Mulailah berinvestasi untuk mengisi otak kita dengan pengetahuan yang diperlukan di market place. Kuasailah.
Teruslah berlatih dan memiliki iman.
Tuhan sudah menyediakan perubahan secara luar biasa dalam hidup kita. Keputusannya di tangan kita. Kadang-kadang kita perlu orang lain untuk melihat titik yang harus kita ubah, misalnya pembimbing kita.
Mari alami transformasi dan bayar harganya.
Persekutuan J4U Bandung
Sabtu, 08 Sepember 2018
Pembicara: Yorga Parnadi
Tema: Transformation
Venue: Rg. Dago. Lt.1, Hotel Kalya
- Published in Catatan Khotbah
Enough is Enough
Jangan aminkan hal-hal yang berdasar atas dorongan emosi. Kita punya KUASA untuk hidup di atas kewajaran.
Doa adalah mutlak dilakukan, karena akan mutlak mendapat jawaban. Setelah mendapat jawaban, maka mutlak harus dilakukan. Tapi ada orang yang telah berdoa bertahun-tahun tapi tidak pernah bisa mendengar suara Tuhan. Salah satu alasannya karena kedegilan.
Kenapa degil? Karena tidak punya iman. Jalan-jalan Tuhan membutuhkan iman untuk masuk ke dalamnya. Petrus itu nelayan ahli dalam menjala ikan. Setelah lama tidak mendapat ikan, perkataan Yesus untuk menebar jala di sebelah kanan sangat tidak masuk akal karena sudah seharian menunggu tanpa hasil. Tapi karena Petrus mentaati-Nya, terjadi mujizat. Seberapa tahu manusia sehingga tidak mau mentaati perkataan Tuhan?
Ingatlah, ada damai sejahtera yang ditinggalkan buat kita. jangan tabrak itu. Kalau memang tidak damai sejahtera, berhenti dulu, uji lagi. Sewaktu kita hidup mentaati Tuhan, ada damai sejahtera. Kepada mereka yang melakukan Firman Tuhan. Bukan bicara sedang kondisi kaya atau miskin.
Ada seorang nabi bernama Alph Lukau, dimuridkan oleh Sadhu Sundar Singh. Beliau secara presisi dapat mengetahui perkara seseorang dan bahkan menyingkapkan pastor palsu. Itulah pelayanan profetik, kepekaan dalam mata dan telinga rohani. Ada proses yang perlu dilewati. Makin lama makin mengkilap, seperti emas. Ada orang-orang yang tidak mau terbuka dalam perkara profetik maka selalu kesulitan dalam pelayanan maupun kehidupannya, padahal Tuhan sebenarnya sudah sediakan berkat yang sangat besar buat hidup kita. Orang yang kesulitan di perkara keuangan seringkali adalah orang yang lambat untuk berubah. Secepat kita melakukan Firman, secepat itulah berkat Tuhan turun atas kita.
Jangan cepat puas dengan karunia yang kita punya. Baru kecipratan sedikit sudah lupa berdoa dan baca Firman, ini salah. Stop semua kemalasan, stop semua kekanak-kanakan kita. ketika kita peka dengan Tuhan, maka Tuhan akan menuntun hidup kita, hidup kita menjadi penuh, bahkan meluap-luap, sehingga kita juga memberkati orang lain.
Roma 7: 15-18, Di surat ini Paulus menceritakan bahwa banyak orang yang berusaha hidup kudus tapi gagal karena mengandalkan kekuatan sendiri. Kita bisa hidup kudus hanya karena Roh Kudus. Harusnya berlutut cari Tuhan, berserah dan minta tolong Tuhan untuk melepaskan kita dari setiap keterikatan. Minta Roh Kudus memenuhi kita.
Selesaikan dosamu hari ini. Selesaikan kepahitan hari ini. Enough is enough!
Perlombaan kita bukan dengan orang lain. Maka pastikan evaluasi tiap hari. Jangan aminkan hal-hal yang berdasar atas dorongan emosi. Kita punya KUASA untuk hidup di atas kewajaran.
Ibrani 11:1, iman adalah dasar dari segala sesuatu dari yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Bagaimana caranya? Sekarang belum tahu. Berapa banyak kita ingin sesuatu, tapi tidak pernah didoakan. Doakanlah yang jelas, maunya apa. Jika mau lulus, doakan tentang skripsi, minta lulus tepat waktu. Kembali lagi, kita belum melihat tapi ingin sesuatu, itu tidak salah. Orang beriman, langkah pertama adalah bersyukur.
Berikutnya yang kedua, berani berpikir besar. Ketika kita ingin bekerja, lakukan hal yang besar, kirim lamaran ke 20 perusahaan per minggu, datang tepat waktu. Orang sering gagal bukan karena perkara roh, tapi fisik, yang remeh temeh. Maka anak Tuhan harus jeli, taat dan tunduk, bukan banyak mempertanyakan. Apalagi mempertanyakan kebenaran Firman yang jelas ada di alkitab. Tinggal lakukan saja, lihat bagaimana Tuhan bekerja.
Kalau kita setia, Tuhan lebih setia lagi. Berdoalah pada Dia. Dialah Allah yang hidup, Allah segala allah, Raja segala raja,
Datanglah dengan kerendahan hati, berdoalah pada-Nya. Maka sejarah hidup kita akan dimulai dengan sesuatu yang baru.
Persekutuan J4U Bandung
Sabtu, 18 Agustus 2018
Pembicara: Yorga Parnadi
Tema: Enough is Enough
Venue: Rg. Cipaganti, lt. 1, Hotel Kalya
- Published in Catatan Khotbah
My Light Has Come
Bukan buta secara fisik yang paling menyakitkan, melainkan buta secara roh/visi.
Terang kita telah datang dan terang itu adalah Bapa. Ketika kita bertemu terang itu, kita yang tadinya berpikir saya nothing menjadi something. Jika tidak ada perubahan, cek diri apakah kita menolak untuk bertumbuh atau masih dalam proses pembentukan. Mari kita perhatikan uraian berikut:
Yesaya 60 mencatat beberapa kondisi sebagai berikut:
-Bangsa Israel tidak siap dengan identitas mereka, maka mulai mencari ilah-ilah lain.
-Masa dimana bangsa Israel keluar dari pembuangan dan pulang ke Yerusalem
-Tanah kelahiran hancur
-Bangsa Israel berada dalam kondisi mental yang sangat rapuh
-Mulai disusupi dosa, kehilangan semangat dan tujuan
Ingatlah, dosa mampu mengikat seseorang dan membuat orang tersebut terpuruk jauh lebih dalam dibanding sebelum mengenal Yesus. Kita yang sudah lahir baru, langkah selanjutnya adalah mengerjakan keselamatan. Di dalam proses mengerjakan keselamatan, kalau kita tidak berjaga-jaga dan tidak bisa mengatasi stres, nantinya akan membuat kita jatuh lebih dalam. Bersyukur kita ada fasilitas untuk menjagai kita dari stres yaitu dengan pemuridkan, disiplin hubungan pribadi dengan Tuhan dan yang palling penting adalah Roh Kudus.
Tuhan memperbaharui kembali janji-NYA dan memulihkan bangsa Israel.
Titik balik dari bangsa Yehuda terjadi saat Hizkia mendapat tamu dari kerajaan Babel. Hizkia menunjukkan segala kemegahan kerajaannya, padahal itu sombong. Kesombongan merupakan dosa yang sangat dibenci Tuhan dan paling disukai iblis. Proses ini berupa merasa sudah tahu dan bisa, merasa bukan buat sendiri, merasa terganggu ketika ditegur. Kesombongan membuat kita seolah-olah naik, menikmati semua yang diingini oleh daging, tapi ketika semua berakhir, kita akan jatuh dan hancur. Ini adalah titik kritis. Maka seharusnya orang yang sudah lahir baru segera dimuridkan.
Bangkitlah, menjadi teranglah!
- Memiliki kesadaran untuk bangun dari “tidur rohani”
Banyak anak Tuhan setelah lahir baru masih dalam posisi tidur, tidak sadar dengan sekeliling, tidak sadar ketika Roh Kudus mengkoreksi, ini dapat terjadi sekalipun sudah dimuridkan.
Efesus 5:8-21
Tidak semua yang tampaknya baik itu datangnya dari Tuhan, kadang kala itu menjadi ujian iman buat kita dan menguji sejauh mana kita meresponi dengan benar. Buat level murid, bukan lagi bicara tentang dosa atau tidak dosa, tapi berbicara taat atau tidak.
Simak lagi ayat Efesus 5:28 tercatat kata “Hendaklah…penuh” (bentuk waktu ini pasif-imperatif) dalam bahasa Yunani mengandung arti “dipenuhi berkali-kali.” Artinya kita tidak pernah merasa puas dengan pengenalan yang ada. Terus dan terus dipenuhi oleh Roh.
Orang percaya mengalami kepenuhan Roh berkali-kali dengan:
-Memelihara iman yang hidup pada Yesus Kristus (Gal 3:5),
-Dipenuhi dengan Firman Allah (Kol 3:16),
-Berdoa,
-Mengucap syukur dan memuji Tuhan (Ef 5:19-20; 1 Kor 14:15),
-Melayani sesama (ayat Ef 5:21),
-Melakukan apa yang diinginkan oleh Roh Kudus (Rom 8:1-14; Gal 5:16; 1 Tes 5:19).
Bukan sekedar tidak berkompromi, tapi berani dan mampu “menelanjangi” kegelapan (Efesus 5:11).
Orang yang hidup belum tentu sadar. Seharusnya orang yang hidup dan sadar mengetahui apa yang harus dilakukan.
Tidak memiliki “buah Roh” (Galatia 5:22-23) berarti kehilangan kepenuhan Roh. Tidak ada hukum yang menentang buah roh. Buah roh adalah ciri dari orang yang dipenuhi Roh. Maka dari itu, kita harus terus bertumbuh dan berbuah.
- Memiliki kesadaran bahwa terang Tuhan telah terbit — Yesaya 60:1
Bangun — Sadar — Dapat bertindak melakukan yang telah dipercayakan.
Sadar: mengerti identitas diri sepenuhnya & tujuan hidupnya, Matius 5:14 mencatat bahwa kita adalah terang dunia. Kita harus bersinar di tempat “yang tinggi”, bukan “di bawah gantang”, TIDAK MUNGKIN TERSEMBUNYI. Kita tidak mungkin bisa bersembunyi. Inilah identitas kita.
Fakta Unik dari Terang:
-Diam – bekerja mesti tak bersuara
-Memberi arah – harapan dalam kegelapan
-Menarik perhatian – berlaku otomatis
-Memberi pertumbuhan – ke arah positif
-Memberi kejelasan – bukan sekedar benar dan salah. Jika kita belum jelas tentang hidup kita, mari bereskan, cari tahu dalam Tuhan.
Jangan biarkan identitas kita luntur karena apa yang ditawarkan dunia. Terang tidak mungkin bergabung dengan kegelapan. Tidak ada kompromi. Jangan lagi kita berkata “kenapa saya”, tapi mulailah berkata “Ini bagian saya”.
Cara menjadi Terang
1.Menjaga supaya Api Roh Kudus tetap menyala dalam kita:
- Setiap hari memeriksa persediaan minyak. Minyak adalah kehadiran/ pengurapan Roh Kudus.
Matius 25:1-13 mencatat bahwa baik gadis bijaksana maupun bodoh sama-sama punya minyak, bedanya gadis-gadis bodoh tidak membawa persediaan. Akankah dalam masa penantian ini roh kita masih menyala hingga saatnya “Sang mempelai” kita datang. Ketika tidak mengalami apa-apa/kegairahan dalam saat teduh, JANGAN BIARKAN. Nanti kelamaan akan jadi mati rasa, tidak peka lagi. Kalau ditunda, tingkat pengalamannya akan berbeda. Harusnya gregetan, mari terobos lebih lagi. Minta Tuhan uji hati kita. Masalahnya, padamnya api dalam hidup kita seringkali terjadi tanpa kita sadari, tiba-tiba padam.
- Memotong sumbu yang hangus.
Nyala api sebuah pelita ditentukan oleh kondisi sumbunya. (Yakobus 4:6b , 1 Petrus 5:5). Kedua ayat tersebut berbicara tentang kesombongan dibandingkan dengan kerendahan hati. Ketika kita meresponi langsung firman Tuhan maka api akan terus menyala dan semakin indah warnanya. Ijinkanlah Tuhan memotong bagian yang salah dalam hidup kita. sekali lagi, ini bukan bicara dosa atau tidak dosa, tapi apakah taat atau tidak taat.
- Menjaga baik-baik mata jasmani dan rohani kita
Matius 6: 22-23
Lukas 11: 33-36, ayat 34 mencatat bahwa mata adalah pelita tubuh kita. kenapa mata? Bukan kaki, tangan atau organ yang lain. Karena lewat mata kita melihat sesuatu, akan membangun persepsi untuk menanggapi suatu kejadian, itu yang akan menjadi pola pikir kta. Pola pikir kita seharusnya ditundukkan di bawah terang firman.
Bukan buta secara fisik yang paling menyakitkan, melainkan buta secara roh/visi.
Tuhan memilih dan memintamu menjadi terang-NYA
VISIONER yang melangkah bersama-sama Tuhan dalam lintasan yang tepat dengan cara-cara yang berkenan dihadapan Tuhan menjadikanmu menjadi seorang pemimpin, yang mampu menyelamatkan ribuan jiwa manusia, bahkan bangsa-bangsa. Contohnya adalah kisah Yusuf dalam Kejadian 41: 37-46. Secara logika, orang yang berada dalam penjara hanya bisa pasrah karena mantan napi, tapi Yusuf justru bisa bermimpi besar. Yusuf tetap memakai cara-cara yang benar. Ada satu pernyataan Firaun yang menarik, “akankah kita dapat menemui orang yang memiliki roh dewa-dewa seperti Yusuf.” Semakin besar dampak yang ingin anda buat, semakin besar pengaruh yang harus anda miliki.
Selanjutnya kisah Beltsazar, Sadrakh, Mesakh & Abednego (Daniel 1: 6-9)
-Daniel (“Allah adalah hakimku”) menjadi Beltsazar (“Bel, [dewa tertinggi Babel], melindungi hidupnya”);
-Hananya (“Tuhan menunjukkan kasih karunia”) menjadi Sadrakh (“Hamba Aku,” yaitu dewa bulan);
-Misael (“Siapa yang setara dengan Allah?”) menjadi Mesakh (“Bayangan pangeran” atau “Siapa ini?”); dan
-Azarya (“Tuhan menolong”) menjadi Abednego (“Hamba Nego,” yaitu dewa hikmat atau bintang fajar).
Dari kisah mereka, kita belajar bahwa meskipun dunia mengubah nama kita, identitas kita sebenarnya dalam Tuhan tidak berubah, yaitu alat kemuliaan-Nya. Maka kemuliaan Tuhan semakin dinyatakan.
Arti kata “mendengar” menurut KBBI:
- Dapat menangkap suara (bunyi) dengan telinga; tidak tuli;
- Mendapat kabar;
- Mengindahkan; menurut.
Arti mendengar sebenarnya adalah mengindahkan dan menurut. Kalau kita tidak mengindahkan dan menurut, berarti kita belum mendengar.
Yesaya 60:1
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu.
Persekutuan J4U Bandung
Sabtu, 14 Juli 2018
Pembicara : Laura Teophilia
Tema: My Light Has Come
Venue: Rg. Cipaganti, Lt. 1, Kalya Hotel
- Published in Catatan Khotbah
Faith Still Works Wonders Today
Bukan berarti ketika kita melakukan sesuai kutipan dari orang-orang sukses, kita juga pasti sukses. Kutipan itu TIDAK MEMILIKI JAMINAN. Demikian dengan kata-kata motivasi, tradisi turun temurun. Hal-hal tersebut tidak bisa dijadikan iman kita.
What is wonder?
Something strange and surprising; a cause of surprise, astonishment, or admiration (Sesuatu yang membuat kita terkejut dan terpesona).
Miraculous deed or event, remarkable phenomenon (Mujizat, Kejadian yang tidak terlupakan).
What is miracle?
An effect or extraordinary event in the physical world that surpasses all known human or natural powers and is ascribed to a supernatural cause (kejadian luar biasa di alam fisik yang melampaui kekuatan/pengetahuan manusia dan disebabkan oleh kekuatan supra alami).
Such an effect or event manifesting or considered as a work of God (kejadian yang diakui sebagai pekerjaan Tuhan).
Miracle is your destiny!
The greatest miracle dalam Roma 1:16, yaitu bahwa kita telah diselamatkan oleh darah Yesus.
You are fearfully & wonderfully made! Mazmur 139:13-17, setiap kita diciptakan dengan keajaiban Tuhan. Tidak ada yang kebetulan, tidak ada kualitas ke sekian.
He is the God of wonders! Ayub 5:9, kita punya Tuhan yang luar biasa. Inilah keyakinan bahwa yang namanya mujizat adalah biasa buat hidup kita.
Nature kita adalah miracle, destiny kita adalah miracle, kapasitas kita juga miracle. Jadi ketika kita hidup dengan logika dan mengandalkan perasaan maka kita sedang menurunkan standar kita.
Adakah iman di bumi? Adakah iman di hidupmu?
Faith (iman)
Ibrani 11:1 (NIV), Now faith is CONFIDENCE in what we hope for and ASSURANCE about what we do not see. Inilah yang mendasari keyakinan dan kepercayaan kita.
Roma 10:17, iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus. Dasarnya bukanlah perkataan manusia tapi Tuhan. Kata-kata bijak, kisah hidup orang sukses, motivasi diri, nilai-nilai tradisi BUKANLAH JAMINAN karena tidak mengandung janji. Kita harus mendapatkan Firman Tuhan, karena itulah iman kita akan bangkit.
Mari kita lihat dalam Wahyu 2 : 7, Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat.
Tuhan telah memberikan telinga, kita tentunya BISA mendengar apa yang dikatakan Roh kepada kita. Kisah Abram, Tuhan berfirman kepada Abram, lalu percayalah Abram. Sesederhana itu. Mendengar dan jadilah percaya.
Lukas 18:1-8
Ayat 8 (AMP): When the Son of man comes, will he find [this kind of persistent] faith on the earth.
Iman dibangun daily basis (setiap hari), seiring dengan kita membangun persekutuan dengan Tuhan.
Masih persistent meminta penggenapan janji Tuhan? Masih persistent mendoakannya?
Iman + Tindakan Ketaatan = MUJIZAT
Yakobus 2:14-26
Ayat 14: good works (perbuatan-perbuatan baik)
Ayat 21, 26 : works / acts of obedience (tindakan ketaatan)
Orang yang beriman PASTI agresif, TIDAK PASIF TIDAK DIAM.
Orang yang beriman pasti taat melakukan apa yang Tuhan suruh, meski hal tersebut kelihatannya kecil/sederhana/tidak masuk akal. Wanita yang sakit pendarahan melakukan tindakan yaitu mendekati Yesus dan menjamah jumbai jubah-Nya. Bartimeus juga berteriak sebagai tindakan iman untuk meminta disembuhkan dan hasilnya Yesus berkata, “Terjadilah sesuai imanmu.” Tuhan telah berjanji bahwa Dia akan memberkati kita sehingga apa yang kita kerjakan menjadi berhasil, maka dari itu bertindaklah sesuai iman kita.
Lalu dalam Kejadian 26, terjadi kelaparan pada jaman Ishak. Dia mendapat Firman Tuhan untuk tidak pergi ke Mesir, justru tinggal di tanah Gerar, padahal sedang kekeringan. Tuhan berjanji bahwa Ishak akan diberkati. Lalu Ishak mulai MENABUR di Gerar, dan kita tahu kisah akhirnya, terjadi PANEN. Tuhan membuat Ishak mengalami mujizat panen 100 kali lipat dari seharusnya.
Selanjutnya dari kisah janda Sarfat, terjadi pula kekeringan di tanah Israel. Janda tersebut hanya punya segenggam tepung dan sedikit minyak, hanya cukup untuk sekali makan. Dalam 1 Raja-raja 17:7 tercatat bahwa sebenarnya janda tersebut telah Tuhan suruh untuk memberi makan Elia. Janda tersebut taat, lalu kisah berikutnya kita tahu bahwa janda tersebut mengalami mujizat.
Di perjanjian baru juga terjadi mujizat akibat ketaatan, lihat Yohanes 2:1-11. Para pelayan melakukan apa yang Yesus perintahkan untuk mencedok air ke bejana. Tapi apa yang dilakukan Maria adalah tindakan iman yang menggerakkan Tuhan bekerja.
Iman yang bertindak
Keengganan/kemalasan/ketakutan kita untuk melangkah dan bertindak, itulah yang membunuh iman kita.
Iman itu bicara kesepakatan kedua belah pihak: saya dan Tuhan:
-Tuhan berfirman -> saya percaya dan sepakat dengan Firman tersebut -> saya melangkah berjalan bersama Tuhan menggenapi Firman tersebut.
-Jadi, saya harus melangkah. Saya harus meninggalkan zona nyaman saya. Saya harus menanggalkan beban yang tidak perlu.
Faith works miracles
1 Korintus 2:9-12
Hal-hal yang melampaui kekuatan manusiawi kita, hal-hal yang melampaui apa yang dapat kita pikirkan dan doakan. Mintalah hal-hal besar yang Tuhan sudah sediakan bagimu! Terobosan finansial, karir, studi yang cemerlang, kesembuhan, pemulihan keluarga, masuk dalam pemerintahan, memegang kunci-kunci kerajaan/negeri.
Mintalah supaya kita dapat melihatnya dengan mata rohani kita, yakni dengan mata iman. Mata fisik mungkin belum sampai, langkah-langkah menuju ke sana mungkin belum tahu, tapi percaya saja. Di kitab 2 Raja-raja 6:8-17, Elisa memberi bocoran taktik penyerangan orang Aram, lalu pasukan Aram mengepung Elisa. Maka paniklah bujangnya Elisa. Tapi Elisa bisa melihat melampaui fakta yang bisa dilihat dengan mata. Lalu dia meminta kepada Tuhan untuk membuka mata bujangnya, bahwa yang menyertai mereka lebih banyak pasukan tersebut. Mari minta supaya kita bisa melihat agar kita bisa mulai melangkah. Latihan imannya dengan mulai menyusun album impian.
Selanjutnya dalam Ibrani 10:35-39 tercatat janganlah lepaskan kepercayaan kita karena besar upah yang menanti kita. Sebab itu kita memerlukan ketekunan supaya kita memperoleh apa yang dijanjikan.
Mulailah melangkah dan bertindak. HARI INI!
Persekutuan J4U Bandung
Sabtu, 16 Juni 2018
Pembicara: Yuliawaty K.
Tema : Faith Still Works Wonders Today
Venue : Rg. Cipaganti, Lt. 1, Tune Hotel
- Published in Catatan Khotbah
I Have a Glorious Destiny
Janji Tuhan menjadi mustahil karena keputusan kita. Atau yang paling parah adalah ketika kita mengeraskan hati. Apa yang harus kita lakukan?
Yesaya 43:7, “Semua orang yang disebutkan dengan namaKu yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!”
Kita disebutkan dengan nama Tuhan, yaitu menjadi bagian dari keluarga kerajaan Allah setelah kita lahir baru. Kita punya keyakinan ke mana tujuan akhir kita ketika dipanggil pulang oleh Tuhan yaitu bertemu Bapa di sorga. Selain itu, Tuhan juga menetapkan tujuan kita diciptakan adalah untuk kemuliaan-Nya. Kemuliaan itu tidak jauh-jauh dari kehormatan dan mahkota. Bayangkan, jika tidak ada di dunia ini yang bisa menghalangi untuk mencapai hal paling besar dalam hidup, kita mau jadi apa? Yang selama ini kita anggap tidak mungkin, apakah itu? Selanjutnya setelah membayangkan, kira-kira apakah yang menjadi penghalang untuk mencapai ke sana? Seringkali karena takut, tidak PD, kelihatannya susah, gelar pendidikan kurang tinggi, banyak saingan, kritikan orang lain, larangan orang tua, sering melakukan kesalahan, malas mencoba, jatuh bangun dalam dosa, keterbatasan fisik, dll. Sejauh mana kita menyebutkan hal-hal sebelumnya, sejauh itu pula sebenarnya kita bisa mengatasinya.
Kita punya banyak alasan untuk tidak mengerjakan visi. Misalnya takut, selalu membandingkan dengan orang lain. Dalam video Ibu Priska dan Bapak Fandi, kita belajar arti hidup untuk selalu bersyukur. Apakah kita hari ini memiliki cacat sejak lahir? Apakah orang tua kita berniat membuang kita sejak lahir? Apakah orang tua kita pernah hampir membunuh kita karena kita punya kekurangan? Apakah kita sewaktu umur 10 tahun pernah diusir dari rumah oleh keluarga dan harus pergi naik bus ke luar kota sendiri? Apakah kita pernah makan bercampur tanah supaya kenyang? Apakah kita pernah menjadi preman di jalan? Semua pertanyaan ini telah dialami oleh Ibu Priska, karena beliau terlahir sebagai tuna netra. Tapi hari ini, beliau telah membangun panti untuk anak-anak kebutuhan khusus dan yatim piatu. Beliau tidak menjadi putus asa dan kecewa dengan masa lalu, tapi bangkit untuk menolong orang lain dengan apa yang beliau bisa lakukan.
Alasan-alasan yang kita buat, sebenarnya bisa teratasi jika kita berusaha. Firman mencatat, tanpa visi/pewahyuan maka liarlah (KJV: Perish) rakyat. Perish itu berarti binasa. Mata fisik bisa melihat, mata kita juga harus sanggup melihat kemuliaan Tuhan. Tangan Tuhan tidak kurang panjang, tapi karena dosa manusia kehilangan kemuliaan Tuhan.
Lihat apa yang menjadi mimpi kita, sudahkah kita mengarahkan hidup kita ke sana?
Misalnya orang yang bermimpi ingin menjadi penyampai pesan Tuhan, sudahkah kita rutin saat teduh. Ada orang yang ingin menjadi guru, sudahkah kita mulai mengajar orang lain. Ada yang ingin menjadi pebisnis, sudahkah berlaku sebagai pebisnis. Ada yang ingin menjadi profesor, minimal dapat gelar Doktor dulu, sudahkah kita melihat bagaimana bayar harga seorang profesor. Kalau tidak dikerjakan, bagaimana kita akan mendapat kemuliaan Tuhan yang sudah tersedia bagi kita.
Dalam Yeremia 1:5 tercatat bahwa sejak dalam kandungan ibu, Tuhan sudah membentuk (personally formed) dan menetapkan kita menjadi sesuatu. Tinggi badan sekian, warna kulit demikian, lahir dari suku tertentu dan berbagai ciri fisik sejak lahir. Jadi TIDAK ADA YANG SALAH dengan seperti apa kita dilahirkan. Ini adalah ketetapan Tuhan, MANA BISA KITA TOLAK. Kita tidak bisa pula menyalahkan orang tua/keluarga, jangan jadi alasan.
Ayo kenal Tuhan dengan benar. Sudah bukan lagi waktunya dipaksa-paksa untuk melakukan Firman, kerjakan saja. Dalam Kejadian 1:27 tercatat bahwa kita diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan. Tidak bisa mengambil kemuliaan dengan cara yang biasa. Tidak dengan kebiasaan kita. Pastinya sangat tidak enak dan tidak nyaman.
Semua yang Tuhan janjikan itu BISA terjadi jika kita kenal Tuhan dengan benar, maka ubah diri kita. seringkali penghalang kita adalah rasa malas. Janji Tuhan menjadi mustahil karena keputusan kita. Atau yang paling parah adalah ketika kita mengeraskan hati.
Apa yang harus kita lakukan?
Roma 12:2 tercatat ayat “berubahlah oleh pembaharuan budimu”. Dari bangun pagi, kebiasaan apa yang mau kita ubah, coba renungkan. Berhentilah melakukan apa yang kamu suka lakukan hari ini, tidak akan membawa ke mana-mana. Sebagai murid, modal kita adalah sangkal diri dan pikul salib tiap hari. Jangan lagi menjadi orang yang sama.
Kembali ke Yeremia 1:5, sadari bahwa Tuhan sudah menetapkan kita menjadi sesuatu. Cari tahu apa panggilan kita. Ketika kita mendapatinya, maka apapun yang orang lain katakan pada kita tidak akan berlaku.
Mari ubah gaya hidup yang lama.
Persekutuan J4U Bandung
Sabtu, 19 Mei 2018
Pembicara: Ester Irene
Tema: I Have a Glorious Destiny
Venue: Rg. Cipaganti, Lt. 1, Hotel Kalya
- Published in Catatan Khotbah
Pasangan Hidup
Kekurangan cinta tapi mencoba mendapatkannya dengan jadian adalah SALAH. Cinta yang murni dan tulus berasal dari Tuhan. Bagaimana mungkin kita berpasangan tanpa memiliki cinta yang murni, itu namanya eros alias nafsu.
Kita akan belajar satu hal yang sangat penting bagi hidup kita, karena hal ini jika salah dilakukan dapat kehilangan visi. Kita tidak mengikuti apa yang holiwood ajarkan di film-filmnya. Di alkitab sebenarnya tidak ada istilah “pacaran”, yang ada adalah berpasangan hidup. Lebih baik kita mendengarkan kebenaran tentang pasangan hidup sejak dini agar siap sebelum berpasangan.
Banyak anak Tuhan yang menginginkan pasangan ilahi tapi memakai cara-dara dunia, ini MUSTAHIL. Holiwood mengajarkan bila seseorang secara biologis sudah matang maka dia siap berpasangan, tapi banyak orang yang umurnya sudah tua tapi mentalnya masih kanak-kanak. Di segala sisi hidup kita, mental itu sangat penting. Ada yang mengatakan bahwa “sukses itu mental”, bukan bicara jumlah uang yang dimiliki. Di Amerika, hadiah lotere itu menggiurkan, hingga 1 juta dolar. Tapi ada suatu studi mempelajari bahwa orang yang baru dapat lotere bisa menghabiskannya dalam waktu sebentar saja, mental mereka pun tidak berubah, tetap berkekurangan. Tidak semua orang miskin memiliki mental miskin, sebaliknya tidak semua orang kaya bermental kaya. Tetapi mental kerajaan lebih tinggi dari sekedar mental sukses. Mari dalam berpasangan, kenakanlah mental kerajaan.
Amsal 18:22, “Siapa mendapat isteri, mendapat sesuatu yang baik, dan ia dikenan Tuhan.”
Jadi berpasangan hidup itu merupakan berkat Tuhan. Di Perjanjian Baru ada tertulis bila kita tidak bijaksana/sewenang-wenang kepada istri maka doanya terhalang. Berkatnya juga terhalang. Ingatlah hai pria-pria, wanita adalah penolong. Mendapat pasangan adalah mendapat berkat.
Amsal 19:14, “Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia Tuhan.”
Kalau suami mulai jarang pulang ke rumah, ada apa dengan sang wanita/isteri. “Broken home” tidak selalu cerai, tapi ketika adanya masalah dalam keluarga tersebut. Maka kita harus mengerti kebenarannya. Bukan salah satu merasa lebih tinggi, yang lain lebih rendah. Harusnya ada saling menghormati dan menundukkan diri, bagi yang sudah dewasa rohani. Orang yang paling gampang tersinggung sebenarnya belum kuat/matang, karena tidak punya kekuatan.
Anak Tuhan tidak boleh buta cinta. Siapa yang bilang cinta itu buta? Kalau rambu-rambunya jelas, jangan coba-coba dilanggar atau negosiasi. Seperti tertib berlalu lintas di jalan raya, sangat berbahaya bila kita dengan sengaja melanggar, resikonya nyawa.
Dasar Firman 1, Kejadian 1:26
ADAM – HAWA
Sewaktu Tuhan bicara segambar dan serupa dengan Allah, artinya bicara kualitas roh. Kita diciptakan untuk taat kepada Tuhan, mampu melakukan segala kebenaran. Tapi banyak orang yang beralasan untuk melakukan Firman. Ingat yang berkuasa adalah Tuhan, bukan pikiran kita. Ingat ayat tersebut tidak bisa diartikan untuk mencoba-coba/menjodoh-jodohkan pria dengan wanita tertentu.
1.Memilih pasangan seringkali mengandalkan perasaan dan tidak obyektif mendengarkan suara Tuhan. Kelihatan dari alasan jadiannya, seringkali remeh temeh seperti karena orangnya satu suku, baik, perhatian dan lembut. Lah, mau cari yang lembut, kapas juga lembut. Mari berdoa pada Tuhan, jangan mengandalkan perasaan sendiri, kita tidak akan bisa obyektif mendengar suara Tuhan. Maurice Cerullo berkata tidak ada hamba Tuhan yang sangat peka dalam perkara pasangan hidup, karena ini mainnya hati. Maurice Cerullo dan Daniel Alexander adalah contoh orang yang tidak menikah, tapi pernyataan pribadi belum tentu sama dengan suara Tuhan. Ternyata dalam waktu yang lain, Tuhan berkata dan menunjukkan siapa pasangan mereka.
2.Adanya konsep perjodohan ilahi yang salah(berdasarkan penglihatan/nubuatan saja)
Ini bukanlah menjadi tolak ukur. Apalagi gembala setempat yang mengatakan siapa jodoh siapa, seringkali yang mendengarkan malah menganggap hal itu dari Tuhan. Tapi saudara saudari, meski beliau adalah otoritas di atas kita, TETAP KITA HARUS MENGUJI DI HADAPAN TUHAN. Ujilah setiap nubuatan. Selanjutnya, Tuhan bisa saja memakai orang tua sebagai saluran suara Tuhan, perkataan dari orang tua pun harus diuji. Bukan masalah dari mana asalnya, siapa yang berkata jodoh siapa, intinya kita harus menguji di hadapan Tuhan.
Pelajaran dari Adam dan Hawa:
1.Sebelum mencari pasangan hidup, pastikan hidup sesuai Firman Tuhan atau di dalam panggilan tertinggi dari Tuhan (Destiny Ilahi).
Di sini sangat diperlukan kedewasaan rohani. Masa ada pasangan menikah hanya karena takut tidur sendirian. Justru orang yang berpasangan sudah tau panggilannya ke mana dan menjadi apa.
2.Memiliki hati murid yang mau belajar dan masuk dalam proses pembentukan.
Dari muda harus dibiasakan belajar. Bisa jadi dari apa yang kita belum mengerti sebenarnya telah disediakan menjadi milik kita. Pakailah teknologi yang ada untuk belajar. Masa-masa muda kita seharusnya dipakai untuk diproses oleh Tuhan mumpung belum menikah. Tekunlah melakukan kebenaran, saat teduh, baca Firman, menginjili, berdoa buat orang lain, dll.
3.Memiliki nilai-nilai kerajaan dalam kehidupan yang sama.
Bila salah satu memiliki nilai yang berbeda, maka pasangan tersebut tidak seimbang. Hati-hati. Suatu saat bisa menjadi pertentangan. Lembaga pernikahan bukanlah lembaga penginjilan.
4.Hubungan terbangun dalam kekudusan.
Dalam berpasangan anak Tuhan harus menjaga kekudusan. Seks sebelum menikah adalah dosa. Efeknya bisa hamil, kehilangan harga diri. Jadi seks sebelum menikah bukan sekedar kehilangan keperawanan. Nantinya seringkali malah tidak siap menerima pasangan yang dari Tuhan. Ciuman bahkan “french kiss” juga TIDAK BOLEH, itu membangkitkan berahi. Petting/saling menyentuh bagian atas juga TIDAK BOLEH. Tahan saja, tunggu menikah, diberkati dulu.
Dasar Firman 2, Kejadian 24
ISHAK – RIBKA
1.Perjodohan ala Siti Nurbaya
Eliezer berperan dalam perjodohan Ishak dan Ribka. Kenapa terjadi demikian? Karena kondisinya adalah Abraham berada di tempat asing yang jauh dari kerabat/keturunan yang memiliki nilai-nilai yang sama. Tetap saja, wanita yang mengambil keputusan terakhir, menerima atau tidak menerima pinangan tersebut. Wanita harus menguji di hadapan Tuhan.
2.Membutuhkan kehadiran seorang Eliezer.
Biasanya terjadi kepada orang yang intovert, suka menyendiri. Suara otoritas (seperti contohnya kisah Eliezer menjodohkan) bisa menjadi masukan, tapi tetap harus diuji.
- Prinsip dan standar rohani.
Otoritas melihat bahwa ada seseorang yang sudah memiliki prinsip dan standar rohani sehingga dia sudah siap. Jadi bukan sembarangan menjodohkan. Otoritas tersebut adalah orang yang memiliki hikmat Tuhan. Dia sudah mengenali baik pihak pria maupun wanita. Ini boleh saja terjadi.
Kualitas Eliezer, Kejadian 24
1.Dewasa di dalam Roh.
Tuhan tidak akan melanggar prinsip pertumbuhan rohani seseorang. Bukan orang yang parno, kuatiran. Tapi dia punya prinsip dan panggilan. Dewasa rohani bukanlah masalah berapa tahun sudah bertobat tapi apakah orang tersebut mau mendengar suara Tuhan dan merespon setiap panggilan Tuhan.
2.Memiliki posisi rohani yang jelas dan berotoritas.
Tentunya kita pernah bertemu orang yang berbeda, ada wibawa ilahi. Apalagi ketika dia bicara terjadi dan digenapi. Maka kita mengetahui bahwa orang tersebut sudah ditunjuk oleh Tuhan dalam posisi rohani tertentu.
3.Memiliki ketajaman roh.
Dia mendengar secara presisi. Bisa jadi yang menjadi “Eliezer” justru belum menikah, justru pada saat itulah dipakai untuk menjadi berkat. Kita bukanlah anjing yang menikah pada musimnya.
Mumpung belum berpasangan, latihlah diri kita. Karena ketika sudah berpasangan, ada waktu-waktu yang tidak bisa dilakukan semudah ketika masih sendiri. Mau baca buku, mesti nunggu anak tidur. Mau pelayanan mesti memikirkan pasangan pulang naik apa.
4.Hidup bagi kerajaan; Tidak punya agenda pribadi.
“Eliezer” tidak punya sambilan agenda lain. Maksudnya dia tidak tercampur motivasi pribadi. Hidupnya hanya memakai agenda Tuhan.
Jika kita bertemu “Eliezer” macam ini, kita bisa menjadikannya tolak ukur. Dia bisa pria maupun wanita. Dalam penyampaian bisa juga dalam bentuk obrolan biasa. Maka kita perlu berawas-awas. Bila kita dekat dengan Tuhan, maka akan ada damai sejahtera yang sama.
Dasar Firman 3, Kejadian 29
YAKUB – RAHEL
1.Memilih dan menetapkan sendiri siapa yang akan dinikahi.
Ini terjadi karena gagal mentaati kebenaran. Misalnya jadian karena kenalan dari media sosial. Jangan rendahkan diri kita sebegitunya.
2.Membayar harga yang SANGAT MAHAL.
Yakub bekerja keras 14 tahun untuk mendapatkan Rahel. Tidak hanya itu, ternyata Rahel dulunya adalah penyembah berhala (terafim). Ada perbedaan nilai iman di sini. Inilah pasangan yang jadian tapi tidak seiman. Bagaimana mau bicara kerajaan Allah bila tidak seiman. Bukan masalah umur sudah tua ya apa boleh buat, coba sadari ini kualitas macam apa. Kita yang sudah mengerti, jangan coba-coba.
Jangan kawatir dengan umur. Tuhan sudah menyediakan yang terbaik.
3.Mabuk cinta; hidup dalam alam fantasi.
Jangan mabuk cinta, harusnya sadar cinta donk. Kekurangan cinta tapi mencoba mendapatkannya dengan jadian adalah SALAH. Cinta yang murni dan tulus berasal dari Tuhan. Bagaimana mungkin kita berpasangan tanpa memiliki cinta yang murni, itu namanya eros alias nafsu seks. INGAT: SEKS BUKANLAH CINTA. Lihat di pelacuran, itu bukan cinta, hanya nafsu. Lihat di negara-negara yang seks bebas, yang dirugikan adalah wanita. Maka dari itu jangan hidup dalam fantasi, ingin berpasangan dengan seseorang. DOAKANLAH. Maka yang dari Tuhan akan menetap, yang bukan akan menguap dan hilang seiring waktu. Pria yang dewasa tidak melihat wanita dari kecantikan fisik tapi kecantikan rohani, nilai-nilai yang dimilikinya.
4.Beresiko salah pilih.
Jika kita salah menikah sama seperti memakai sepatu kekecilan/kebesaran tapi seumur hidup, tidak bisa diganti. Kasus KDRT sering terjadi karena salah berpasangan. Beda status ekonomi juga harus diperhatikan, apakah masih punya harga diri salah satunya. Bisa jadi konflik. Kalau salah satu masih egois, jangan menikah dulu. Beresin dulu itu egois. Hati-hati pula bila keduanya bekerja, harus ditanya komitmen bila akan mempunyai anak, saling bagi tugas dan siapa yang akan mengurus sewaktu jam kerja.
Dasar Firman 4, Kitab Rut
BOAS – RUT
Dipertemukan di LADANG. Ladang ini bicara ladang pelayanan. Boas dan Rut melambangkan 2 orang yang sudah dewasa rohani. Mereka bertemu dalam satu lingkup yang sama. Tapi hati-hati ada serigala-serigala yang memakai pelayanan untuk mencari jodoh.
Terjadi secara alami, mengagumi satu dengan lain. Boas tidur di lumbung, melambangkan orang yang bekerja hingga larut, tidak sempat pulang. Rut dikenal sebagai wanita yang rajin mengumpulkan jelai yang terjatuh dari penuaian. Terkadang berkat itu kecil, tapi bila kita menyadari dan menghargai, maka nilainya sangat besar.
Maka dari itu, hilangkan kriteria pasangan yang kita inginkan. Tentunya kita ingin menikah dengan dari yang suku tertentu. Tap biarlah standar dan kriteria Tuhan yang terjadi dalam hidup kita.
Rut dan Boas melibatkan orang tua dan pemimpin rohani sejak awal. Bisa dengan cara kita cerita dengan orang tua sewaktu sedang suka dengan lawan jenis. Sampaikan kepada pembimbing, bukan diam-diam. Suatu hubungan yang dibangun tanpa berterus terang, bisa jadi hubungan yang tidak beres. Justru pembimbing akan membantu dalam doa, karena kita akan menjadi tidak netral sewaktu berdoa pasangan hidup. Pembimbing juga adalah pribadi yang netral, tidak terpengaruh dengan latar belakang / urusan salah satu pasangan.
Pasangan ilahi akan segera melahirkan KEGERAKAN. Mereka adalah nenek moyang dari Yesus. Kita tidak boleh salah, hari ini kita berdoa sungguh-sungguh dalam pasangan hidup, maka lihat keturunan kita nanti adalah pembawa kegerakan di mana mereka berada.
Ingat, hidup kita berharga. Jangan merasa jelek, tidak laku, tapi kita adalah ANAK TUHAN.
Dampak yang terjadi dengan poin-poin yang dilakukan oleh Rut dan Boas:
1.Pria dapat menjadi orang yang bertanggung jawab.
Yang menyatukan manusia adalah Tuhan. Apa yang dipersatukan Tuhan tidak dapat dipisahkan oleh manusia. Tidak ada cerai. Sekalipun kasus-kasus KDRT sudah menikah, ya pisah rumah dulu, bukan cerai. Seorang pembimbing ketika muridnya jadian/tidak jadian ya pembimbing tidak dapat untung apa-apa. Tapi ketika sudah jadian akan menjadi PR pembibing untuk menyamakan frekuensi mereka berdua.
2.Wanita tidak begitu saja dirugikan.
Ini karena banyak pihak yang dilibatkan artinya banyak yang menjagai. Bila Boas akan bertindak serampangan/kawin lagi, para tua-tua akan menegur. Bila pasangan sedang bertikai, butuh penengah yaitu pembimbing untuk menjembatani. Pembimbing harus menjadi hakim yang adil, dari kedua belah pihak.
3.Hubungan yang dibangun akan tumbuh dengan sehat.
Tentunya ini terjadi pula ketika bertemu keluarga, bawa sesuatu ketika bertemu orang tua. Bagaimanapun orang tua masih manusia, maka berikan makanan kesukaan beliau. Pasti keluarga akan terlibat,misalnya dalam hal acara pernikahan. Ada orang tua yang sudah mempersiapkan biaya untuk acara pernikahan, tapi anaknya bahkan tidak tahu karena tidak mau berkomunikasi. Komunikasi yang sehat menjauhkan dari cemburu, selingkuh dan saudara-saudaranya. Komunikasi sangat penting di antara pasangan. Belum tentu pasangan kita tahu masalah kita, sekalipun dia adalah nabi. Ya komunikasikan donk.
4.Jika ada kasus-kasus pada salah satu pihak, pemimpin rohani dapat membereskan sebelumnya.
Sekali lagi, pembimbing adalah pihak netral yang dapat menjembatani kedua pihak bila ada permasalahan.
5.Keluarga kedua belah pihak dapat mempersiapkan diri.
Bisa ayah atau ibu dapat membantu memberi pengertian bila ada perbedaan latar belakang dari kedua pasangan.
Contoh lainnya: Hakim-hakim 14
SIMSON – DELILA
Mereka tidak sama nilainya. Dimulai dengan eros – nafsu belaka. Hatinya keras, tidak mau ditegur. Maka dia kehilangan visinya, ditandai dengan dicungkilnya mata Simson. Hati-hati dengan hubungan yang dimulai dengan eros belaka. Kasihan keturunan kita nantinya. Mungkin KTP agamanya Kristen, tapi apakah sudah lahir baru? Jangan sembarangan pula mencari yang sekedar kaya. Bila menikah belum tentu ekonomi masih didukung orang tua.
Pria yang menyatakan Kristus.
1.Pria yang memberikan dampak kuat (Efesus 5:25). Bila kita tidak menjadi teladan hari ini, maka efeknya adalah keturunan kita nantinya.
2.Pria yang memiliki kuasa dan membawa perubahan dalam hidup (Efesus 5:26-27). Ayo naikkan disiplin rohani kita. kalau masih takut mengambil keputusan, ayo ambil keputusan. Jangan menjadi peragu, seperti air di daun talas.
3.Apa yang dilakukan pria adalah taburan, sekali waktu akan menuai (Ef 5:28-30).
4.Pria yang memiliki nilai-nilai dan gaya hidup kerajaan (Ef 5:31-32). Bila suka menabur, teruslah menabur. Prinsip kerajaan adalah bicara terbiasa mentaati suara Tuhan. Hal kerajaan adalah investasi, belajar, tidak percaya bahwa kesempatan datang sekali, bagi kita kesempatan datang berkali-kali. Hal kerajaan ini harus dilihat dengan IMAN.
7 penyebab umum dalam memilih pasangan yang SALAH.
1.Keputusan menikah dibuat terlalu cepat. Karena usia, desakan keluarga, alasan ekonomi.
2.Keputusan dibuat pada usia yang terlalu muda. Terjadi karena lingkungan, tradisi keluarga.
3.Satu atau kedua-duanya terlalu berhasrat untuk menikah. Karena sudah ngebet, tidak bisa mengendalikan diri.
4.Satu atau kedua-duanya mungkin memilih pasangan untuk menyenangkan orang lain. Bisa karena orang tua, keluarga/lingkungan, pemimpin rohani.
5.Dasar pengalaman terlalu sempit. Karena terlalu penyendiri, tidak memiliki banyak teman/sahabat, gampang jatuh cinta. Dengan banyak bertemu orang lain, kita bisa mengenali berbagai macam karakter orang. Jangan jadi menyesal setelah menikah muda tapi masih mau main.
6.Pasangan mempunyai pengharapan-pengharapan yang tidak realistis. Bisa jadi happily ever after atau malah menjadi pelarian dari masalah yang dihadapi. Jangan punya cicilan kalau tidak punya penghasilan. Ini juga bukan berarti mengubur mimpi, justru ayo bermimpi. Menjadi realistis misalnya dalam hal menetapkan mimpi, masakan ingin punya rumah 2 M tapi minta penghasilan hanya 10 juta. Boleh menikah dengan pesta tapi realistis pula dana yang dimiliki berapa. Masakan menikah pesta tapi berhutang di mana-mana. Pernikahan bukanlah jalan keluar dari masalah keluarga, justru akan menambah masalah jika memaksakan untuk menikah dengan tujuan memperbaiki ekonomi. Orang yang menikah adalah orang yang sudah terlepas dari ikatan, yaitu orang yang merdeka.
- Satu atau kedua-duanya mungkin mempunyai kepribadian yang tidak benar atau memiliki masalah tingkah laku. Lebih baik dia membereskan dulu sebelum menikah.
J4U prosedur – internal!
1.Berdoa kepada Tuhan, dan sebaiknya minta ayat Firman Tuhan
2.Bicara ke pembimbing bahwa sudah mendoakan pasangan hidup
3.Bila sudah yakin, kembali bicarakan kepada pembimbing untuk maju meyatakan
4.Pembimbing pria memberitahukan ke pembimbing wanita tanpa menyebut nama
5.Pembimbing wanita memberitahukan ke murid tanpa menyebut nama
6.Menyatakan keyakinan dan cinta. Bila diterima, konfirmasi ke pembimbing masing-masing lalu diumumkan/bersaksi. Bila ditolak, konfirmasi ke pembimbing masing-masing lalu berdoa kembali untuk pasangan hidup secara umum, bukan orang tertentu. Ingat, kita orang Indonesia, cara jadian ala ala Barat atau Korea belum tentu juga pasangan kita berkenan menerima, pakailah cata kekeluargaan. Tidak perlu pula kepahitan bila ditolak, karena bisa saja wanita tersebut belum siap. Jadilah tenang. Bila kesan mengenai wanita itu tetap kuat, maka tetaplah berdoa, komunikasikan dengan pembimbing.
Jangan pula apa yang kita awali dengan roh diakhiri dengan daging, sudah jadian harusnya sinergi dalam pertumbuhan, bukan malah hilang entah kemana dari pergerakan. Jangan kubur potensi luar biasa yang Tuhan berikan. Justru seharusnya semakin menguatkan satu dengan yang lain. Bila sudah mulai kendor, ingatkan kembali pasangan kita agar menjadi kuat.
Persekutuan J4U Bandung
Sabtu, 21 April 2018
Pembicara: Yorga Parnadi
Tema: Pasangan Hidup
Venue: Kalya Hotel, Rg. Cipaganti, Lt. 1
- Published in Catatan Khotbah
Persembahan Sulung
Memiliki uang tidak salah tapi ketika kita tidak jelas dalam hal keuangan maka muncullah cinta akan uang.
Persembahan itu bicara hati. Apa yang kita anggap sensitif akan menjadi kelemahan kita. Kalau sensitif dengan perkara uang, kita mudah jatuh dalam perkara uang juga. Mari kita menjadi kuat. Jika kita menghadapi suatu perkara, carilah kebenarannya, supaya kita kuat dalam perkara tersebut dan tidak mudah dijatuhkan. Percaya artinya menyerahkan kehidupan kita pada Tuhan. Seringkali yang menghalangi berkat Tuhan adalah karena dosa dan tidak melakukan Firman.
Bagaimana dengan memberi persembahan? Mari kita lihat dalam Matius 7:11, dibahas tentang hal meminta. Jaminannya adalah Tuhan pasti memberi yang terbaik. Menurut kita mungkin sangat bagus, tapi Tuhan jauh lebih tahu yang terbaik bagi kita. Tuhan selalu merancangkan yang terbaik. Ayat lain mencatat bahwa rancangan manusia dengan rancangan Tuhan seperti setinggi langit dan bumi, jauh sekali. Tapi kebanyakan anak Tuhan malah tidak percaya. Ingatlah, kepastian hanya ada pada Tuhan. Maka dari itu kita harus berdoa.
Selanjutnya dalam Matius 25:26, terdapat suatu prinsip ketika mengerjakan sesuatu kerjakanlah dengan cara yang terbaik. Jika dengan biasa-biasa ya hasilnya biasa-biasa. Mana mungkin kerja kopral gaji jenderal. Tuhan itu selalu adil. Ketika kita mau hidup sesuai kebenaran, maka segenap nilai dari kebenaran termasuk mujizat terjadi dalam hidup kita. Sebaliknya, ketika mengandalkan pikiran pribadi, maka terjadilah sesuai dengan apa yang kita percaya. Misalnya, ketika kita berpikir bahwa kita harus punya gelar S1 supaya bisa jadi branch manager dan benar ternyata terjadi sesuai dengan apa yang kita pikirkan, padahal cara Tuhan bisa berbeda dengan pikiran kita. Ada lagi ketika ingin sukses dalam bisnis harus punya modal besar dan koneksi banyak. Karena itu yang kita percaya, selama modal belum terkumpul jadinya malah tidak mulai menjalankan bisnis, terus kapan mulainya. Ini bicara hati. Yang mengerti hati seseorang adalah manusia itu sendiri dan Allah. Daud pernah berkata kepada Tuhan untuk menguji dan mencoba hatinya.
Mintalah Tuhan untuk menguji hati kita. Bicara tentang visi, pastikan itu adalah dari Tuhan. Bukan tercampur dengan ambisi pribadi, keinginan orang tua, ataupun ekstrim kiri kanan. Apalagi bawa-bawa atas nama pelayanan. Menjadi hamba Tuhan bukanlah opsi terakhir karena melamar kerja di mana-mana tidak diterima.
Cermati pula dalam Kisah 20:35, tercatat terlebih berkat memberi daripada menerima. Adalah aneh bila anak Tuhan dikenal pelit. Seringkali ketika kita melihat orang yang memberi dari kekurangannya, kita menjadi terharu dan ditegur oleh Tuhan. Orang sering berpikir harus kaya dulu baru bisa memberi. Ini SALAH. Mulai dari sekarang. Lihat saudara saudari di kanan kiri. Apa yang bisa kita berikan buat dia, berikanlah. Tuhan Yesus tidak pernah tercatat pelit semasa di bumi. Yesus adalah seorang pemberi. Saking pemberinya, mujizat terjadi untuk memberi makan ribuan orang.
Hari ini kita akan membahas tentang uang. Akar dari segala kejahatan adalah cinta akan uang. Memiliki uang tidak salah tapi ketika kita tidak jelas dalam hal keuangan maka munculah cinta akan uang. Hal sederhana, misalnya tentang orang tua. Apa yang sudah kita berikan pada orang tua? Apa yang orang tua sedang butuhkan? Mulai cari tahu dan berikanlah kepada orang tua.
Mari membahas tentang persembahan-persembahan.
- Perpuluhan (Mal 3:10)
Dalam bahasa Inggris memakai kata “Do not rob God”/ jangan merampok Tuhan. Kenapa ada orang-orang yang tidak diberkati secara ekonomi, alasannya karena tidak melakukan Firman di Maleakhi ini yaitu tentang perpuluhan. Alasan lainnya, karena orang tersebut kena kutuk, apalagi tidak punya kemampuan untuk mengelola keuangan. Perpuluhan adalah milik Tuhan, jika kita tidak mengembalikannya, kita sama seperti merampok Tuhan. Ingatlah seorang petani, ketika panen tidak semuanya dimakan, sebagian disisihkan untuk benih/bibit. Jadi ketika kita tidak memberikan perpuluhan, seperti makan buah mangga beserta bijinya ditelan sekaligus, seperti panen dihabiskan semua tanpa sisihkan untuk bibit selanjutnya.
Sekali lagi, perpuluhan adalah mengembalikan kepada Tuhan sejumlah sepersepuluh dari total pendapatan, tapi mengandung hukuman bila tidak dilakukan, ada kutuk berupa belalang pelahap. Hukumnya WAJIB untuk yang sudah bekerja. Untuk yang masih kuliah atau sekolah tapi mau belajar, perpuluhan dapat dihitung dari uang jajan, bukan dari SPP sekolah atau biaya kuliah, tapi sifatnya tidak wajib. Ini diperlukan manajemen keuangan yang baik. Lain halnya ketika masih sekolah/kuliah sudah punya usaha sendiri atau dapat proyek, maka uang yang didapat terhitung sebagai penghasilan dan harus dihitung perpuluhan.
Kemana kita memberi perpuluhan? Kepada orang Lewi, para imam, pelayan-pelayan di rumah Tuhan (bicara tentang manusia bukan organisasi). Di J4U digariskan bahwa perpuluhan diberikan kepada pembimbing yang memberi makanan rohani, sesuai di kitab Galatia 6:6.
Di hal perpuluhan inilah Tuhan menantang kita, “ujilah Aku” kata Tuhan, bahwa apakah Tuhan tidak bisa membuka tingkap-tingkap langit dalam hidup kita. Ini artinya Tuhan memberkati kita dalam segala hal, termasuk kesehatan, karir, keluarga dan uang.
Perpuluhan bukan bicara nominal uang. Kebenaran adalah kebenaran. Sekalipun hanya Rp.2000,- tapi tepat sepersepuluh dari pendapatan, kita sudah terhitung melakukan kebenaran. Perpuluhan adalah bukti bahwa hati kita tidak terikat akan uang.
Pembimbing yang menerima perpuluhan dari murid, maka wajib dihitung sebagai perpuluhan kembali di bulan berikutnya. Inilah yang dimaksud perpuluhan dari perpuluhan.
Ingatlah bahwa Tuhan pasti membuka tingkap-tingkap langit, tapi kita sebagai anak Tuhan harus jelas. Bayangkan ketika anak Tuhan ditanya mau minta uang berapa, siapkah kita dengan jawaban kita? Atau bingung harus minta berapa? Pantas saja Tuhan tidak memberkati karena kita pun tidak tahu apa yang jadi kebutuhan kita. Iman yang disertai perbuatan menimbulkan mujizat terjadi. Tapi orang yang katanya punya iman tapi tidak bertindak sebenarnya tidak punya iman, alias iman-imanan. Iman tanpa perbuatan adalah mati.
Alasan lain kenapa anak Tuhan tidak diberkati adalah karena tidak bisa mengatur keuangan. Biasakan mencatat pengeluaran kita. Kita harus bisa membedakan mana spending mana investasi. Spending hanya menjadi pengeluaran kemudian habis begitu saja. Sedangkan investasi memberikan nilai lebih di kemudian hari. Misalnya beli handphone untuk bisnis online menjadi investasi, tapi jika hanya untuk sekedar gaya menjadi spending. Membeli buku adalah investasi, tapi jika hanya disimpan tidak dibaca ya menjadi spending. Bisakah kita membedakannya?
- Persembahan Sulung (Keluaran 23:16-20)
Tuhan mengingatkan kita untuk melakukan persembahan sulung. Berbeda dengan perpuluhan, persembahan ini tidak mengandung hukuman ketika tidak dilakukan. Persembahan sulung mengandung janji, maka ketika kita memberikannya maka kita berhak mengklaim berkat penyertaan Tuhan yang khusus sepanjang tahun ini. Tuhan sendiri yang berjalan di depan kita, meluputkan dari kesalahan, menuntun kita ke tempat yang sudah Tuhan sediakan yaitu gunung warisan kita. Gunung ini bicara panggilan yang Tuhan sediakan bagi kita dan hanya kita yang sanggup menaikinya. Kita akan menjadi tanda heran bagi bangsa-bangsa.
Kapan dilakukan? Tersebut dalam ayat 16, persembahan sulung dilakukan sekali setiap tahun pada bulan Nisan, yaitu bulan pertama kalender Yahudi yang jatuh pada bulan Maret. Lihatlah harga emas hari ini (17 Maret 2018), tren harga emas akan terus turun hingga awal April. Ini dikarenakan orang-orang Yahudi melepas emas untuk persembahan sulung.
Siapa yang melakukan? Orang yang sudah bekerja.
Berapa jumlahnya? Selama 12 bulan terakhir, ambil nilai pendapatan tertinggi. Berikanlah untuk persembahan sulung di bulan Nisan berikutnya. Ini bisa kita persiapkan dengan menyisihkan setiap bulan 10%, seperti menabung.
Kemana kita memberikannya? Kepada orang yang memberi makan rohani kita, yaitu pembimbing.
Ketika pembimbing menerima persembahan sulung dari muridnya, itu boleh dihitung perpuluhan tapi tidak wajib. Karena persembahan sulung yang kita terima dari murid BUKANLAH pendapatan hasil “ladang” kita.
Bagaimana dengan yang bisnis atau proyek? Ketika dapat keuntungan bisnis/ gaji proyek, langsung bagi 12 (jumlah bulan setahun). Dan selanjutnya kepada tiap keuntungan bisnis dan gaji proyek lain. Maka kita akan mendapati jumlah sebulannya, itu yang diberikan sebagai persembahan sulung.
Kesaksian dari orang yang melakukan persembahan sulung mengalami semakin diperluas pandangannya akan visi, dari yang lokal hingga skala dunia. Ada lagi seorang yang melakukan persembahan sulung terjadi percepatan pada pendapatan hingga 12 kali lipat. Tapi ketika kita tidak memberi persembahan sulung, jangan iri dengan yang memberikan persembahan sulung.
Marilah kita belajar menggunakan kalkulator Tuhan. Perhitungan manusia jauh berbeda dengan perhitungan Tuhan. Berkat yang kita terima hari ini seringkali jauh melebihi kebaikan yang sudah kita lakukan. Kalau diperhatikan, orang-orang yang cepat berubah maka dengan cepat mengalami berkat-berkat Tuhan. Respon yang cepat membuahkan hasil perubahan hidup. Dendam dan akar pahit harus segera dibereskan karena menghalangi berkat. Bila kita bertanya kenapa sering gagal, coba lihat hidup kita apakah ada kutuk dalam hidup kita. Tidak hanya kekudusan yang bertingkat, tapi dosa juga dapat bertingkat, bukan sekedar apa yang tercantum pada hukum taurat. Misalnya ketika kita membiarkan kebiasaan-kebiasaan yang salah dan tidak bermanfaat tapi dilakukan terus menerus, ya jadi dosa. Apalagi bicara kekerasan hati dan sok tahu, cepat bereskan. Hati-hati, bila prestasi bila tidak disertai kerendahan hati akan menjadi sombong.
Berhenti menjadi sok tahu, akhirnya malah kita tidak diberkati. Kita masih memerlukan orang lain untuk menegur kita. Sama ketika kita membutuhkan cermin untuk menyisir rambut, karena ada bagian-bagian pada tubuh kita yang tidak bisa dilihat mata. Bisa jadi terguran saudara kita adalah jawaban doa kita. Bila berdoa, tundukkan dulu pola pikir kita, supaya bisa mendengar suara Tuhan.
Orang yang kurang sukses seringkali karena tidak memperbaharui mimpinya, atau hanya puas dengan apa yang sekarang didapat. Masuklah kepada target baru. Jadi tentang berkat, sukses, berhasil tidak perlu kita tanyakan pada Tuhan, tapi tergantung sejauh mana kita mengejarnya. Cek ulang visi kita. Jangan sampai rindu kampung halaman kita sebut visi.
HATI-HATI DENGAN PERKATAAN. Kalau tidak perlu bicara, tidak usah bicara. Jangan bergosip. Lebih baik seperti Maria yang mengandung Firman Tuhan selama 9 bulan dan tergenapi dengan lahirnya Yesus. Konsultasilah dengan pembimbing, bukan dengan saudara murid lain, karena mereka belum tentu mengerti sejarah kita. Jika dapat visi, ujilah bersama pembimbing, jangan sembarang cerita visi.
Di alam roh sangat dihitung perkataan kita. Tahukah kita bahwa banyak anak Tuhan menjadi teman iblis karena di alam roh menuding saudara kita (ingat awal kisah Ayub). ini karena perkataan mengandung kuasa. Hati-hati membicarakan pemimpin, orang yang diurapi, otoritas ilahi yang kita tidak bisa lompati. Bila pemimpin salah, tegor 4 mata. Bila tidak bertobat, maka bawa saksi. Jika pemimpin tersebut masih tidak bertobat pula, minta bantuan rasul, atau kalau tidak ada maka kita berdoa kepada Tuhan. Efek doa ini bisa berakibat pemimpin tersebut dapat dicabut oleh Tuhan bila dia tidak bertobat. Nah, kalau kita hanya bisa menggosipkan, kita yang kena kutuk.
Yang berikutnya, HATI-HATI DENGAN KETIDAKTAATAN. Misalnya seorang pembimbing menyuruh muridnya untuk fokus belajar, maka bila dilakukan, murid tersebut tidak hanya berprestasi tapi mendapat berkat ketaatan. Mari belajar taat, ada berkat berkali lipat di sana. Selama tidak berdosa, lakukan. Pembimbing menjagai hidup kita dari hal yang seringkali kita tidak sadar ke depannya seperti apa.
Seorang murid yang taat akan menjadi pemimpin yang berhasil.
Persekutuan J4U Bandung
Sabtu, 17 Maret 2018
Pembicara: Yorga Parnadi
Tema: Pemberian-pemberian
Venue: Rg. Dago, Hotel Calya
- Published in Catatan Khotbah
Upgrade Your Capacity
Sejarah mencatat di Israel jaman dulu, besarnya seluruh pajak yang dikumpulkan pada 1 negara adalah 800 dinar. Jika kita punya 1 talenta, itu nilainya lebih besar daripada seluruh pajak satu negara Israel.
Tahun 2018 bagi J4U adalah tahun kapasitas yang baru. Maka dari itu kita perlu belajar mengenai cara meng-upgrade kapasitas kita. Ada yang mengartikan talenta sebagai uang, bakat, kelebihan, dll. Masing-masing kita punya talenta. Sadarkah kita? Coba tanyakan pada diri kita sendiri, berapa talenta yang kita miliki saat ini. Apakah 10, 5, 2, 1 atau bahkan merasa tidak punya talenta? Baca terus ya, terutama kalau kamu merasa tidak punya talenta. (Baca kembali dalam Matius 25:14-30 mengenai perumpamaan tentang talenta.)
Arti dari upgrade dan capacity:
Up·grade : To raise (something) to a higher standard, in particular improve (equipment or machinery) by adding or replacing components. Ada 2 kata kunci dalam upgrade yaitu kata adding (menambahkan) dan replacing (menggantikan).
Ternyata Tuhan sudah melakukan upgrade dalam hidup kita sewaktu kita bertobat, dapat dibaca di Yehezkiel 36:24-29. Pada ayat 26, kita mendapati bahwa dari pihak Tuhan sudah memberikan hati yang baru dan roh yang baru. Sebenarnya waktu kita bilang tidak punya talenta, sebenarnya alasan kita saja. Kita sudah diberikan kemampuan untuk mengupgrade kapasitas kita.
Ca·pac·i·ty : The maximum amount that something can contain. The ability or power to do, experience, or understand something. Ada kata power yang berarti kuasa juga kekuatan.
Tuhan juga sudah memberikan kuasa pada kita di Yohanes 1:12
“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;”
dan juga di Kejadian 1:26-28
ayat 26 “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Sampai di sini, apakah kamu masih berpikir tidak punya talenta?
Arti dari Talenta:
- (KBBI) talenta/ta·len·ta//talénta/ n pembawaan seseorang sejak lahir; bakat: Allah telah menganugerahkan — , memberi kekuatan dan petunjuk.
- (WIKIPEDIA) Talentaadalah ukuran timbangan di Timur Tengah pada zaman Alkitab sebesar 3000 syikal (sekitar 34 kilogram). Dalam zaman Perjanjian Baru satu talenta merupakan ukuran jumlah uang yang sangat besar nilainya, yaitu enam ribu dinar ( 1 dinar = 4,25 gram – dinar emas)
- Pada jaman perjanjian baru, 1 talenta = 6000 dinar
- 1 dinar = upah pekerja harian dalam 1 hari.
- Asumsi upah pekerja harian jaman sekarang = Rp 25.000,-
- 1 dinar = Rp. 25.000,-
- 1 talenta = 600 x Rp 25.000,- = Rp. 150.000.000,-
- 2 talenta = Rp. 300.000.000,-
- 5 talenta = Rp. 750.000.000,-
Coba bayangkan apa yang dapat kita lakukan dengan nilai uang sekian. Sanggupkah kita mengelolanya? Jangan pernah berkata kita tidak punya talenta atau bahkan menganggap diri rendah. Ingat nilai talenta jika dirupiahkan sangat besar. Minder hanyalah alasan yang dibuat-buat.
Kembali ke perumpamaan talenta, ternyata di referensi alkitab LAI menunjuk kepada perumpamaan mina di Lukas 19: 11-26. Maka dapat disimpulkan bahwa situasinya sama, seperti berikut:
- Terdapat bukti arkeologis bahwa satu mina sama dengan 50 syekel. Sebuah anak timbangan tak berinskripsi yang beratnya sekitar 4.565 g ditemukan di Tell Beit Mirsim; jika anak timbangan itu dibagi menjadi delapan mina seberat 50 syekel, satu syekel beratnya sama dengan 11,4 gram. Nilai ini pada dasarnya sama dengan berat rata-rata sekitar 45 anak timbangan syekel berinskripsi yang ditemukan di Palestina. Oleh karena itu, dalam publikasi ini, mina dalam Kitab-Kitab Ibrani dianggap sama dengan 50 syekel atau 1⁄60 talenta, yaitu 570 g. Dengan demikian, pada zaman modern, mina perak bernilai $110,10 dan mina emas $6.422,50.
- 1 talenta : 6000 dinar. Sejarah mencatat di Israel jaman dulu, besarnya seluruh pajak yang dikumpulkan pada 1 negara adalah 800 dinar. Jika kita punya 1 talenta, itu nilainya lebih besar daripada seluruh pajak satu negara Israel.
Lukas 19:13 “katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali”
Ingat bahwa perumpamaan yang dipakai Yesus selalu berbicara tentang hal kerajaan Allah. Tuan yang di ceritakan pada perumpamaan mina dan talenta adalah tentang Yesus. Dia akan datang kembali. Dia hendak berpesan pada kita di perumpamaan mina, bahwa mina tersebut untuk dipakai “berdagang”. Maksudnya berdagang bagaimana?
1 Petrus 2:9
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus , umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
Ada tujuan Tuhan buat setiap kita yaitu supaya memberitakan kebaikan dan perbuatan Tuhan. Inilah yang dimaksud “berdagang” di perumpamaan mina / “mengusahakan” di perumpamaan talenta. Inilah kita dalam persekutuan J4U. Berikan Yesus.
Ayat 10 “kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan..”
Ayat 14 “Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.”
Di ayat tersebut, menggambarkan orang yang tidak mau menjadikan Yesus sebagai raja. Padahal hal ini adalah kunci untuk meng-upgrade kapasitas kita. Ingatlah di Yehezkiel 36:26, Tuhan sudah memberikan hati yang baru dan roh yang baru, tapi untuk mengubah pola pikir (metanoia) itu menjadi tugas kita.
Metanoia (me-TAH-noi-ah)
Secara harafiah berarti perubahan pola pikir (change of mind). Dalam akar bahasa Yunani diterjemahkan sebagai pertobatan (repentance) dalam kebanyakan Alkitab versi bahasa Inggris.
Roma 12:1-2
Ayat 2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu (KJV: renewing of your mind), sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Jadi, bagaimana cara meng-upgrade kapasitas? Dengan bertumbuh dalam pemuridan. Siapa yang disebut murid? Dialah yang menyangkal diri dan pikul salib tiap hari. Bayangkan di tanganmu sekarang ada 6000 dinar yang sekarang bernilai 2,5 milyar rupiah. Apa yang akan kita lakukan? Kalau masih bingung / panik dengan angka tersebut, mari naikkan kapasitas kita. Untuk bisa kita gunakan dengan benar, kita perlu perubahan pola pikir. Karena tanpa metanoia, kita malah justru jadi menghabiskannya semau kita. Ini bukan berarti kita bodoh.
Ingatlah, tidak ada orang bodoh, yang ada kurang pengertian dan pengetahuan. Amsal 1:7 mencatat “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan”.
Cara upgrade kapasitas sederhananya adalah waktu Tuhan suruhkan sesuatu, lakukan saja. Bangun hubungan dengan Tuhan.
Matius 16:24-27, Markus 8:34-38, Lukas 9:23-26
- Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnyadan mengikut Aku.
- Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.
- Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.
- Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
- Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.”
Mari perbesar kapasitas kita dengan memiliki perubahan pola pikir. Yang hari ini berkata tidak bisa, maka berkata bisa. Yang masi kompromi, mari mulai menjadi teguh. Mari kelola angka “2,5 miliar (6000 dinar)” yang Tuhan kasih.
Persekutuan J4U Bandung
Sabtu, 17 Febuari 2018
Pembicara: Ester Irene
Venue: Rg. Dago, lt. 1, Hotel Kalya
- Published in Catatan Khotbah











