Yesus Datang Membawa Pedang
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 17 Januari 2015
Pembicara :Yorga Parnadi
Tema :Yesus datang membawa pedang
Venue :Rg. Azalea 2, Lt.P1, BTC
Ulangan 18:13-14
Matius 10:34-42
Setiap kita terus bertumbuh di hadapan Tuhan, maka kita akan mengenali siapa kita di hadapan Tuhan. Biarlah jawatan Tuhan berfungsi sebagaimana mestinya, untuk memperlengkapi umat Allah.
Apa yang kita lakukan itu berdampak kepada sekitar kita, atmosfir di mana kita berada pun berubah. Dalam alam roh pun terjadi perubahan dasyat, masa depan kita pun berubah. Ketika sedang berpuasa, kita tidak lagi menggunakan nilai-nilai dunia lagi, tapi nilai-nilai Tuhan. Perut boleh kosong, tapi roh tetap menyala-nyala. Kita sedang memasuki hidup kepenuhan roh. Dalam membangun manusia roh, ketika kita mulai merasakan pengurapan tidak mengalir, mulailah berpuasa, salibkan kedagingan kita. Berpuasa membuat segala sesuatu menjadi jelas.
Matius 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.”
Pedang di sini artinya pemisahan. Tidak ada orang berdosa yang bisa mendekat pada Tuhan. Tidak ada orang yang tidak kudus datang mendekat pada Tuhan. Kitalah yang dikuduskan oleh Tuhan. Berdoa adalah berbicara dengan Tuhan, salah satunya adalah permintaan, siaplah dengan jawaban Tuhan, bukan membawa paradigma sendiri. Sediakanlah “kertas kosong”. Jawaban Tuhan bisa YA, TIDAK atau TUNGGU. Ada sikap-sikap yang tidak siap. Contohnya perkara pasangan hidup, orang yang tidak siap akan mulai panik, tidak jelas kapan menikah, mulai melakukan cara-cara dunia yang tidak jelas. Cara-cara yang tidak jelas akan membawa kepada dosa.
Inilah yang dimaksud dengan pemisahan. Yesus berkata, siapakah yang disebut saudara dan ibu Yesus, dialah yang melakukan Firman. Ikatan Firman lebih kuat daripada ikatan darah. Pemisahan terjadi dalam hal melakukan kebenaran, Firman, dan panggilan. Ketika kita melakukan sungguh-sungguh Firman Tuhan, maka dia yang tidak melakukan Firman akan terpisah dari kita. Terjadi perbedaan yang kontras. Ada satu titik level kerohanian dimana tidak ada suatu kuasa keduniawian yang sanggup membuat kita turun, kecuali orang itu memutuskan turun. Contohnya Paulus, semua ditentukan olehnya, bahkan kematian pun dia yang pilih. Putuskanlah untuk terus mengenal Tuhan.
Ayat 35-36 “Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, (36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.\”
Ini bukan berarti mertua dengan menantu memang selalu bertengkar, tapi justru karena kurangnya komunikasi. maksudnya adalah, jika kita melakukan Firman dengan sungguh, maka kita menjadi faktor penentu buat keluarga. Orang yang menabur akan menuai. Hidup kita akan terlindung dalam naungan Tuhan. Disinilah perbedaan akan tampak jelas di keluarga.
Ayat 37 “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.”
Bicara tentang larangan untuk mengkultuskan salah seorang dalam keluarga. Sesuai dengan Firman “jangan ada Allah lain di hadapanKu”. Kasihilah orang tua tapi tidak melebihi Tuhan.
Ayat 38 “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.”
Banyak orang pikul salib, menderita, tapi sebenarnya sedang tidak ikut Tuhan. Dapat diketahui dari gaya hidupnya, tidak berdoa, tidak mengerjakan panggilan, tidak mendengar suara Tuhan. Pikul salib berbeda dengan bayar harga. Pikul salib adalah menderita karena iman kita pada Kristus. Orang yang menolak pikul salib biasanya buahnya adalah plin plan, tidak melakukan Firman dan menyangkal Yesus. Bayar harga adalah sesuatu yg kita lakukan untuk berjalan bersama Tuhan dan mengerti kehendak Tuhan. Hobi kita dipotong dan kesenangan kita tidak bisa dilakukan lagi. Contohnya adalah Tuhan berkata pada Juanita Bynum untuk tidak memakai celana jeans seumur hidup. Contoh lainnya, Tuhan berkata pada Paul Keane dan Sadhu Sundar Selvaraj untuk tidak menikah. Dalam pemuridan, baik pembimbing maupun murid sama-sama bayar harga.
Ayat 39 “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.”
Bicara tentang beriman hanya kepada Tuhan. Bukan jadi takut mati. Hidup dan mati untuk Tuhan.
Ayat 41 “Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.”
Menyambut nabi dilakukan dengan mendengar apa yg disampaikan nabi tersebut. Murid Tuhan ketika datang membawa hadirat Allah, segalanya menjadi jelas dan terberkati.
Tahun ini bicara tentang percepatan, mari kita berlomba-lomba. Apapun yang kita lakukan akan terjadi percepatan yang selalu diikuti dengan pelipatgandaan. Panasnya lebih dari yang sebelumnya. Dibutuhkan orang yang dipenuhi oleh roh lebih dari sebelumnya.Mari kita bertindak, tidak diam saja. Lepaskan tiap keyakinan-keyakinan yang tidak berasal dari Tuhan. Kita tidak akan menjadi biasa karena Tuhan kita luar biasa. Kita akan biasa dengan yang luar biasa dari semua sisi hidup kita. Tinggal kitanya MAU mengalami atau tidak.
Pesan : Untuk pemimpin, tetap puasa selama sebulan, 3x seminggu, full sampai jam 6sore.
- Published in Catatan Khotbah
2015-Tahun Percepatan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 10 Januari 2015
Pembicara : Yorga Parnadi
Tema : Tahun Percepatan
Venue : Rg. Azalea 2, Lt.P1, BTC Bandung
Galatia 5:1-15
Firman mengatakan, Kristus telah memerdekakan kita dari hukum taurat dan melepaskan dari perhambaan dosa, tetapi bukan berarti kita hidup bebas berbuat dosa. Justru kita yang telah merdeka harusnya lebih memiliki kuasa lagi, tanpa ada beban lagi. Roh Kudus-lah yang akan menuntun hidup kita.
Ayat 6 “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.”
Sunat dalam ayat ini bukan berbicara tentang hal fisik (benar-benar disunat fisik). Mana bisa hal yang fisik bisa membuat kita masuk surga atau neraka.
Ayat 9 “Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.”
Ragi di sini bicara pengajaran. Hati-hati dengan pengajaran, perkataan manusia. Dalam Tuhan tidak ada yang abu-abu, semuanya jelas. Dosa adalah dosa. Kebenaran adalah kebenaran.
Ayat 5 “Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.”
Teruslah hidup dalam roh dan iman. Tanpa iman, kita tidak bisa menerima pewahyuan Roh. Tanpa iman, kita juga tidak bisa merealisasikan apa yang Roh sampaikan. Percaya adalah kata kerja aktif, kita-lah yang memutuskan percaya. Maka dari itu catatlah setiap Firman dan nubuatan yang kita terima. Kita harus melatihnya dan menguatkannya dengan cara memperkatakannya setiap hari. Inilah gaya hidup membangun manusia roh.
Pemuridan berbicara pembangunan yang terus menerus. Ketika seseorang mundur dari pemuridan maka dia keluar dari tudung Tuhan. Biasanya mereka berpikir tetap bisa mendapatkan suplai ilahi dari tempat-tempat lain. Masalahnya adalah ketika pembimbing sebelumnya adalah seorang yang terhubung dengan Tuhan, memiliki standar berbeda, Firman yang disampaikan adalah pewahyuan, suplai ilahi. Tentu saja berbeda pula suplai yang diterima ketika dimuridkan oleh orang yang memuridkan tanpa memiliki panggilan atau sekedar menjalankan program.
Ayat 16 “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”
Paulus menjelaskan ayat-ayat sebelumnya yang artinya hiduplah dalam Roh bukan daging. Hidup dalam roh bukan berarti berbahasa roh tiap hari tetapi mendengar suara Tuhan dan mentaati-Nya. Teruslah beriman. Mulailah saat teduh dengan haus dan lapar. Dalam kasus kita tidak mendengar suara Tuhan, peganglah prinsip kebenaran Firman.
Ayat 18 “Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.”
Hiduplah dalam roh maka kita tidak hidup di bawah hukum taurat lagi. Daging dan roh tidak pernah sejalan.
Ayat 19-21 “(19) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, (20) penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,(21) kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”
Perbuatan daging biasanya dilakukan lebih dari satu secara bersamaan, misalnya percabulan dengan hawa nafsu, dll. Semuanya ini adalah dosa dan tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Kerajaan Allah bukan hanya nanti, tapi hari-hari ini. Hiduplah dalam roh dengan terus beriman setiap hari. Iman itu bertumbuh. Iman berbeda dengan ambisi. Ambisi berasal dari hawa nafsu dan menghalalkan segala cara. Iman berasal Firman. Orang beriman hanya berjalan dengan cara-cara Tuhan bukan cara-cara dunia.
Ayat 24 “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”
Salibkanlah hawa nafsu dan kedagingan. Menyalibkan di sini bicara berkali-kali. Ketika muncul, salibkan. Maka kita sedang membajak masa depan kita.
Ayat 25 “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,”
Hiduplah dipimpin oleh Roh agar kita masuk dalam pusat rencana Allah yang besar.
Maka bertobatlah dari segala kedagingan, karena kedagingan adalah dosa.
TIDAK ADA TEMPAT LAGI UNTUK DOSA DALAM HIDUP KITA.
Tahun 2015 bicara tentang tahun percepatan. Ilustrasinya adalah kita adalah gir dan Tuhan adalah poros. Terjadi perputaran yang cepat. Maka akan terjadi hal-hal di bawah ini:
1. Akan ada panas. Setiap orang yang mengikuti kegerakan Tuhan akan menjadi panas.
2. Harus memiliki kekuatan dalam perputaran itu, Jika tidak, akan terlempar keluar.
3. Tahun dimana Tuhan akan mengangkat setiap orang yang terhubung dengannya dan bergerak bersama-sama dengan Tuhan.Hal ini akan berlaku juga atas bangsa ini. Semuanya serba cepat. Jangan tunda-tunda lagi apa yang kita kerjakan.
Caranya adalah :
1. Kita harus punya rencana. Rencanakanlah segala yang kita akan lakukan dan alami di tahun ini dengan membuat agenda atau resolusi.
2. Serahkan kepada Tuhan untuk dikoreksi.
3. Lakukanlah. Dengan tidak dikurangi.
1 Tawarikh 10:13-14 “(13) Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah,(14) dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai.”
Saul meminta petunjuk arwah (dalam KJV dipakai kata “familiar spirit”). Ini menunjuk kepada ramalan-ramalan. STOP membaca ramalan-ramalan!
Mari kita berdoa puasa. 2 Tawarikh 7:14. “dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri (KJV: Land) mereka.”
Puasa bicara merendahkan diri, adakah dosa yang masih kita lakukan, adakah kutuk yang masih melekat. Maka Tuhan akan memulihkan tanah. Ini bicara tentang bangsa, kota, karir, penghidupan, pasangan hidup. Ini yang dimaksud dengan terobosan.Tanah yang kering gersang akan Tuhan pulihkan. Tuhan sanggup menumbuhkan dari yang mati. Pasangan hidup akan diperjelas. Segala hal yang tidak jelas akan diperjelas.Mari kita berdoa untuk terjadi pemulihan di negeri Indonesia.
Mulai berpuasa Senin, 12 Januari – Minggu, 18 Januari (7hari, 24 jam). Boleh minum. Buka jam 6 sore.
- Published in Catatan Khotbah
Bukti Orang Percaya
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 06 Desember 2014
Pembicara : Yorga S. Parnadi
Tema : Bukti Orang Percaya
Venue : Rg. Azalea 2, Lt.P1, BTC Bandung
Siapkah kita untuk mengalami Tuhan? Seringkali kita hanya perlu melangkah saja. Dimulai dari merespon setiap Firman yang kita dengar. Lakukan saja, dan Tuhan akan lakukan bagian-Nya.
Mar 16:15-18Ayat 15 “Beritakanlah Injil kepada segala mahluk”.
Beritakanlah dengan berani.
Ayat 16 “Siapa percaya akan diselamatkan”
Bagaimana kita tahu seseorang disebut percaya? Dari buahnya-lah kita melihat tanda orang percaya. Jika kita tahu bahwa minum air putih itu menyehatkan, tapi kita tidak pernah minum, artinya hanya sebagai pengetahuan saja. Tahu dan percaya itu berbeda. Mari kita kembalikan standar percaya kepada yang seharusnya.
Kata “believe”= mengandung makna “menghidupi”. Orang yang berkata dirinya “percaya” tapi tidak ada perubahan, dia layak disebut “pembohong”.
“…tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” Keselamatan bukanlah pilihan. Apakah kita lebih memilih untuk dihukum?
Ayat 17 “…mengusir setan-setan demi nama-Ku”. Karena kita adalah terang, dimanapun kita berada, disana menjadi terang dan jelas. Dalam mengusir setan diperlukan ketegasan, bukan bicara teriak saja, tapi ada hentakkan. Ada juga kasus orang yang malahan mencintai iblis dan dosanya, jenis seperti ini, usir iblis beserta orangnya. Takdir iblis adalah di bawah kaki kita. Jangan pernah biarkan iblis ada. Sama halnya dengan dosa, PUTUSKAN untuk tidak berdosa.
Kita punya kuasa untuk tidak berbuat dosa. Dosa perzinahan dan percabulan mengundang 2 hal:
1. Kutuk. Bicara tentang sakit penyakit dan hal-hal yang merusak.
2. Hidupnya “terkubur”, kegagalan demi kegagalan, kebangkrutan.
MUSNAHKAN DAN SINGKIRKANLAH segala sesuatu yang menghancurkan hidup kita. Cermati kebiasaan-kebiasaan dan kesenangan-kesenangan kita. Bertanyalah pada hati masing-masing, mana yang lebih banyak dilakukan, kesenangan kita atau membaca Firman?
Terlalu banyak alasan membuat tidak bertumbuh. Mengapa kita diajar untuk membaca Firman? Karena untuk membangun hidup kita di atas dasar yang benar. Firman dalam bahasa Yunani adalah Dunamos yang artinya meledakan. Sewaktu membaca Firman, kita sedang mengumpulkan “daya ledak”. Perkataan kita mengandung kuasa. Bacalah Firman sampai habis, Kejadian hingga Wahyu. Standar kita adalah 8 pasal per hari. Orang yang bertekun baca Firman adalah orang yang rendah hati dan kuat. Dalam Kejadian 39:13 Yusuf dengan tegas berlari. Untuk iblis kita tengking. Untuk dosa kita harus lari. TIDAK ADA TAPI.
kembali ke Markus 16:17 “…mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru…”
Hal ini menunjuk pada bahasa roh dan juga bahasa Firman Tuhan, bukan selalu mengutip ayat. Orang yang selalu merenungkan Firman maka perkataannya akan selaras dengan Firman. Gosip adalah kebiasaan yang membawa pada dosa.
Ada juga bahasa doa. Ini yang membawa orang tersebut gemar berdoa.
Ada juga bahasa cinta. Kita sering kali kaku tidak bisa mengungkapkan kasih kepada orang lain. Mulailah dari orang tua kita. Nyatakanlah dengan sungguh-sungguh. Kita juga bisa romantis.
Ayat 18, “..memegang ular…” “…minum racun tetapi tidak mati…” artinya terhindar dari sesuatu yang mematikan, kita tidak akan celaka.
“…menumpangkan tangan pada orang sakit dan orang itu sembuh…”. Inilah bagian kita, bagian Tuhan yang memberi kesembuhan.
Ayat 20, ketika kita bergerak memberitakan injil, maka Tuhan akan menyertai kita dengan tanda-tanda.
Selamat mengalami Firman.
- Published in Catatan Khotbah
Perisai Iman
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 27 September 2014
Pembicara : Ester I
Tema : Perisai Iman
Venue : Rg. Azalea 2, lt. P1, BTC
Perisai adalah alat untuk melindungi diri pada masa peperangan dari serangan musuh. Biasanya alat ini digunakan pada tangan dan biasanya didampingkan oleh senjata lain seperti pedang tombak atau gada.Perisai mempunyai fungsi sebagai penahan segala kerusakan yang dikirim lawan pada kita.
Efesus 6 : 16
TB ” dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,”
Amp “Lift up over all the [covering] shield of saving faith, upon which you can quench all the flaming missiles of the wicked [one].”
Jadi setiap kita seharusnya memiliki perisai Iman yang tidak lain untuk melindungi kita dari “si jahat”. Karena “si jahat” menebar panahnya di sembarang arah sehingga kita bisa saja terserang kapanpun tanpa kita sadari, namun jika kita memiliki perisai iman, kita terlindung dari panah-panah api si jahat.
Ibrani 11 : 1
TB ” Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Amp ” NOW FAITH is the assurance (the confirmation, the title deed) of the things [we] hope for, being the proof of things [we] do not see and the conviction of their reality [faith perceiving as real fact what is not revealed to the senses].”
Iman bukan sesuatu yang abstar dan tidak jelas tetapi iman itu sesuatu yang pasti.
1 Korintus 2 : 9
TB ” Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” “
Amp ” But, on the contrary, as the Scripture says, What eye has not seen and ear has not heard and has not entered into the heart of man, [all that] God has prepared (made and keeps ready) for those who love Him [ who hold Him in affectionate reverence, promptly obeying Him and gratefully recognizing the benefits He has bestowed]. “
Visi kita adalah dasar dari apa yang kita harapkan dan semua hal yang kita harapkan sebenarnya tidak lain adalah rancangan Tuhan sendiri. Jadi dengan kata lain Tuhan telah menyediakan semuanya. Untuk kita dapat mencapai visi kita kita butuh percaya akan janji dan perkataan Tuhan. Kepercayaan (iman) itulah yang akan menjadi benih awal kita menuju visi kita.
Roma 10:17
TB ” Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Amp ” So faith comes by hearing [what is told], and what is heard comes by the preaching [of the message that came from the lips] of Christ (the Messiah Himself).”
Iman merupakan benih yang kita dapatkan dari firman Tuhan yang kita dengar. Benih itu sendiri sebenarnya telah disediakan oleh Tuhan dan merupakan apa yang kita harapkan namun belum kita lihat. Saat kuta beriman artimya kita mengasihi Tuhan, jadi megasihi Tuhan itu sejalan dengan berIman kepada-Nya.
Dalam Matius 13 : 3-23 diceritakan tentang penabur. Benih yang ditabur itu sama dan sudah baik, namun tanahnya yang merupakan perlambang cara kita menerima yang berbeda-beda.
1. Di pinggir jalan.
Ini melambangkan kebimbangan antara mau sungguh-sunggu ikut Tuhan atau tidak, menimbang-nimbang lebih untung mana. Orang-orang seperti ini tidak akan bertumbuk tetapi mah akan rusak. Mereka harus melepaskan semuanya terlebih dahulu baru kemudian bisa ikut Tuhan.
2. Di tanah berbatu
Ini melambangkan orang-orang yang kers dan ktidak mau berubah dan dibentuk
3. Di dekat semak berduri
Ini melambangkan orang-orang yang membuat kekhawatiran mereka sendiri sehingga tidak dapat fokus pada apa yang Tuhan kerjakan dalam hidupnya. Mereka khawatir akan kekayaan atau hidup mereka dan tidak mau berserah penuh pada Tuhan.
4. Di tanah yang baik
Ini melambangkan orang-orang yang akan berbuah. Orang-orang ini mau terun di dalam Tuhan dan terus dengar-dengaran akan firman-Nya(ibrani 10 : 35-39)
Bahan dasar daru perisai yang Tuhan kasih itu sudah sangat baik, yang membedakan ialah kita sendiri. Apakah kita dapat kuat dan tekun terus memegang perisai itu atau tidak? Apakah kita mau dilatih olah Tuhan dengan selalu tekun di dalam-Nya?
(9) Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”(9) But, on the contrary, as the Scripture says, What eye has not seen and ear has not heard and has not entered into the heart of man, [all that] God has prepared (made and keeps ready) for those who love Him [ who hold Him in affectionate reverence, promptly obeying Him and gratefully recognizing the benefits He has bestowed].
- Published in Catatan Khotbah
Pray
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 13 September 2014
Pembicara : Yuliawaty K
Tema : Pray (Doa)
Venue : Rg. Azalea 2, lt. P1, BTC
Doa adalah salah satu dari inti dalam kehidupan kekristenan.Tanpa doa, kekristenan hanya sebuah aktifitas. Doa adalah komunikasi 2 arah dengan Tuhan. Tentunya, sebuah pengenalan dimulai dengan komunikasi yang dibangun hari demi hari. Pengenalan akan Tuhan diawali dengan lahir baru.
Yeremia 33:3
TB “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”
Amp “Call to Me and I will answer you and show you great and mighty things, fenced in and hidden, which you do not know (do not distinguish and recognize, have knowledge of and understand).”
Setiap orang yang berseru pada Tuhan, pasti mendapat jawaban. Ini jaminan dari Tuhan.
Jawaban doa tidak hanya jawaban biasa, kita juga ditunjukan hal-hal yang jauh lebih besar dan ajaib(Great and mighty things – Amp). Tetapi Tuhan bukan mesin penjawab doa. Artinya yang terbaik yang Tuhan berikan untuk hidup kita, bukan menurut kita baik. Ketika kita terbiasa menjaga gaya hidup berdoa kita, maka kerohanian kita tidak mengalami kekeringan.
Hal-hal besar ini termasuk rahasia hati/misteri ilahi, hal-hal yang tidak Tuhan buka kepada semua orang.
Dengan berdoa, kita juga memiliki belas kasihan untuk jiwa-jiwa. Kita mulai mengenali arahan dari Tuhan. Maka kita dituntun untuk melakukan pelayanan yang sejati.
Mazmur 5:4 “TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.”
Daud bangun setiap pagi, dia sedang membangun gaya hidup yang berdoa pada Tuhan. Setelah itu Daud mempersembahkan korban dan menanti-nantikan Tuhan. Mau sampai umur berapapun, sesibuk apapun, jangan pernah tinggalkan doa.
Matius 6:5-13 Hal berdoa
Doa bukanlah aktifitas agamawi atau ritual.
Ayat 6, Yesus mengajarkan untuk berdoa di kamar, maksudnya tempat tersembunyi (private place). Hanya ada kita dan Tuhan.
Ayat 7, Berdoa tidak bertele-tele. Tuhan tidak lihat kata-kata yang indah. Tuhan melihat hati.
Ayat 8, Tuhan tau apa yang terdalam di hati kita, tapi Tuhan mau kita minta dan ungkapkan sama Tuhan, inilah kedekatan.
Ayat 9-13 Pola doa yang diajarkan Yesus:
“Bapa kami yang di surga….” ini menunjukan kedekatan. Ketika gambaran bapa pulih maka kita bisangobrol dengan Tuhan.
“…Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu…” menunjukan kita selalu mencari kerajaan Allah dan kehendakNya. Jika kita datang dengan bawa jawaban sendiri/ngotot, maka kita tidak akan mendengar suara Tuhan.
“…Berikanlah pada hari ini makanan kami yang secukupnya…” mintalah apa yang kita perlukan kepada Tuhan. jangan berasumsi bahwa kenginan kita itu konyol atau mustahil dikabulkan,justru ketika kita berdoa, Tuhan akan meluruskan keinginan kita tersbut.
“…Ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah pada kami..” menunjukan bahwa pertobatan diperlukan supaya doa kita tidak terhalang.
Yehezkiel 44:9-16
Ayat 9, setiap orang yang belum lahir baru, tidak boleh masuk ke tempat kudus Tuhan atau datang mendekat pada Tuhan.
Ayat 10, bahkan suku Lewi yang hatinya menjauh dari Tuhan, juga tidak boleh datang mendekat pada Tuhan. Mereka hanya boleh melayani di pelataran. Inilah orang-orang yang ketika bangsa Israel sesat malah tidak menegur, suku Lewi tetap melayani jemaat.Mungkin aktifitas pelayanan banyak, dilihat banyak orang, tapi sebenarnya hanya melayani bait saja.
Ayat 15, ada lagi imam Lewi keturunan Zadok, boleh melayani Tuhan yang masuk ke tempat maha kudus. inilah orang-orang yang terus bersunguh hati ketika bangsa Israel lainnya sesat.Jenis seperti ini yang bisa mendengar suara Tuhan. Orang-orang yang mengerti isi hati Tuhan dan bisa menyampaikan wahyu/mandat Tuhan.
Lemak dan darah adalah persembahan yang harum buat Tuhan. Hal-hal yang menurut kita terbaik, kita berikan kepada Tuhan sebagai persembahan yang harum, misalnya hobi dan kesenangan kita.
Jangan mau menjadi pasif dan biasa-biasa. Jadilah seperti Daud yang menanti-nantikan Tuhan bicara.
- Published in Catatan Khotbah
Menjangkau Jiwa-jiwa
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 6 September 2014
Pembicara : Merlin T.
Tema : Menjangkau Jiwa-jiwa
Venue : Rg. Azalea 2, lt. P1, BTC
Mindset terhadap suatu kumpulan / komunitas umat Tuhan harus berubah, perkumpulan umat Tuhan bukanlah ‘rumah sakit’ tapi barak. Dimana setiap umat Tuhan memiliki kekuatan, yang lahir dari Tuhan, dari hubungan pribadi dengan Tuhan. Kuat berarti kita menyendengkan telinga kita dan hidup dengar-dengaran akan perkataan Tuhan.
Menjangkau jiwa-jiwa bisa saja hanya menjadi sebuah topik saja, jika kita tidak bergerak.
Dan yang membuat kita bergerak adalah ketika jiwa-jiwa LAHIR dari hati kita.
1. Allah sangat concern dengan manusia (jiwa-jiwa)
Yohanes 3 : 16
Allah menebus manusia dengan sangat mahal, dengan nyawa.
Setiap jiwa adalah milik Allah. Karena itu yang selalu menjadi fokus utama adalah manusianya, bukan nama baik, event, organisasi, dsb.
Karena itu, yang terpenting adalah menjalankan segala sesuatu berdasarkan perkataan Tuhan.
2. Kita dipanggil menjadi rekan sekerja Allah.
Lukas 5 : 1 -11
Murid bukan hanya sebatas menjadi murid saja. Tapi MURID, mempunyai kemampuan untuk menjadi penjala manusia. Isi hati Tuhan adalah jiwa-jiwa, jadi jika kita mendapatkan isi hati Tuhan, maka kita mendapatkan jiwa-jiwa.
Visi yang Tuhan telah tetapkan untuk setiap kita pasti sejalan dengan isi hatiNya. Artinya isi hati Tuhan (jiwa-jiwa) ini pasti selalu ada, apa pun bidang kita.
3. Ada harga yang harus kita bayar
Galatia 4 : 19
Merasakan sakit bersalin (bayar harganya), sampai rupa Kristus menjadi nyata dalam hidup orang tersebut.
Orang yang sungguh-sungguh pasti membawa isi hati Tuhan dimana pun ia berada. Ia akan memberitakan Kristus kepada orang sekelilingnya. Karena itu ketika ada orang yang sungguh-sungguh di suatu tempat, tempat itu pasti berubah.
Keluaran 3 (MUSA)
Di awal, Musa berulang kali mengelak saat Allah menetapkannya memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dengan berbagai alasan. Minder adalah rendah diri yang palsu.
Allah meminta Musa untuk mentaatiNya dan menggunakan apa yang ada padanya, bukan yang tidak ada padanya.
Menjangkau jiwa-jiwa
1. Berdoa
2. Penginjilan, bersaksi, kunjungan, persekutuan
3. Muridkan, ajar firman
Yesaya 54 : 1-3
“Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak daripada yang bersuami, firman Tuhan. Lapangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.”
- Published in Catatan Khotbah
Berjalan di dalam Roh
J4u, Lt P1 Azalea BTC
16 Agustus 2014
Oleh John Ronaldo
“Bangun pemudi-pemuda Indonesia, tangan bajumu singsingkan untuk negara. Masa yang akan datang kewajibanmulah, menjadi tanggunganmu terhadap nusa.”
Kondisi muda-mudi Indonesia hari ini “lemet-lemet”, mereka disibukkan dengan banyak hal, salah satunya hal berpasangan, sibuk dengan jargon “jones”(jomblo ngenes).
Seandainya bapak bangsa kita Bung Karno hidup di masa kini mungkin beliau akan melantunkan lirik berikut, “Pernah ku membangun bangsa, tapi tak begini..”
KarakterPetrus
Petrus, seorang muda, salah satu murid pertama yang dipanggil Tuhan Yesus untuk menjadi muridNya. Dia memiliki banyak karakter luar biasa seperti yang ditunjukkan dalam ayat-ayat berikut :
- Lukas 5:1-11 kisah pertama kali Koh Petrus bertemu dengan Bro Yesus.Petrus menunjukkan sikap sangat responsif terhadap ajakan Kristus.
- Matius 14:29 Petrus mengalami berjalan di atas air karena dia percaya(just believe, just do it),
- Matius 26:33 / Yohanes 13:37 Petrus menyatakan bahwa dia tidak akan tergoncang imannya.
- Yohanes 18:10 Petrus dengan berani menghunuskan pedangnya untuk membela gurunya.
Kita melihat karakter Petrus yang mencolok di banding murid-murid lainnya :responsif, agresif, gagah berani, iman yang polos, dan lainnya. Namun ternyata itu tidak cukup untuk kita sekedar menjadi Petrus-Petrus yang demikian (berapi-api tapi tanpa pengertian). Grasagrusu, mumpung berapi-api, mumpung semangat.
Itulah juga sebabnya Yesus menegur tindakan Petrus yang menghunuskan pedangnya,karena Yesus tidak bermaksud murid-muridNya untuk mencegahnya dari penyaliban. Dengan segala kelebihan Petrus tersebut, masih tidak cukup.
Petrus kembali kekehidupan lamanya setelah dia mengingkari sendiri kepongahannya,dengan menyangkal Yesus 3 kali sebelum ayam berkokok. Namun TuhanYesus ijinkan itu sehingga Dia dapat memulihkan Petrus (Yohanes 21 :1-19).
KarakterPetrus setelah berjalan dalam Roh
Kis 10 : kisah Petrus dan Kornelius (baca sendiri). Coba kita renungkan,bagaimana jika Kornelius tidak mendengarkan penyataan Tuhan? Atau bagaimana jika pola pikir Petrus masih sama? Seandainya kedua orang ini tidak berjalan dalam roh, maka kemungkinan kisah ini berbeda.Keselamatan dari Tuhan atas keluarga Kornelius dan keinginan Tuhan untuk menyelamatkan orang-orang non Yahudi mungkin tidak akan terjadi, atau setidaknya tidak terjadi melalui Petrus.
Bagaimana cara untuk berjalan dalam Roh?
- Saat teduh dan menjaga kekudusanIni adalah jurus yang ampuh untuk mendengarkan keinginan Tuhan dan berjalan dalam roh.Tuhan sangat ingin berbicara kepada kita, namun mengapa seringkali kita tidak mendengarnya? Alasannya karena roh dan pikiran kita belum ditundukkan di bawah kaki Kristus. Pemberontakkan (rebellion) adalah DNA-nya iblis.Mungkin saja kita gagal seperti Petrus, namun Petrus toh akhirnya memilih pulih. Berdoalah datanglah kerajaan Allah di bumi seperti di sorga. Kerajaan Allah di bumi adalah kehidupan kita, berjalan di dalam roh, itulah yang Tuhan Yesus contohkan.
- Penundukkandiri1 Petrus 5 : 5, Jadilah taat kepada pemimpindalam terjemahan AMP : elders is the ministers and spiritual guides of the churchAir mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah : demikian pula pengurapan, kalau kita tidak merendahkan diri, pengurapan itu takkan dapat mengalir.Ketika kauberhasil untuk melalui ini (menundukkan diri kepada otoritas dibumi),maka kita akan dapat menundukkan diri kepada otoritas yang tidak kelihatan (Tuhan).
- MemuridkanTuhan Yesus menanyakan pertanyaan yang serupa tiga kali kepada Petrus. Apakah kamu mengasihi Aku? Gembalakan domba-domba-Ku.Yohanes 21:15feed my lamb – memberi makan untuk domba-dombaNya.
- Published in Catatan Khotbah
Setuju dengan Tuhan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 19 Juli 2014
Pembicara : Viona Wijaya
Tema : Setuju dengan Tuhan
Venue : Rg. Azalea 2, lt. P1, BTC
Setuju dengan Tuhan adalah sebuah sikap hati yang akan mewujud jadi tindakan di mana kita SELALU sepakat dengan kehendak Tuhan, dan itu membawa kita bergerak bersama-Nya dan dalam pusat rencana-Nya.
Jadi setuju dengan Tuhan adalah sebuah sikap hati yang seharusnya tidak berhenti hanya di dalam hati tetapi mewujud menjadi tindakan. Seperti kata Tuhan bahwa setiap pohon akan terlihat dari buahnya. Jadi orang- orang yang hanya bilang setuju atau berkata amin tidak bisa kita anggap sudah setuju dengan Tuhan tetapi tetap harus kita cek terlebih dahulu dari tindakannya. Saat kita benar-benar setuju dengan Tuhan maka tindakan kita akan membawa kita bergerak bersama-Nya dalam pusat rencana-Nya.
Contoh praktisnya:
1. Tidak berbantah-bantahan dengan Tuhan
- Lukas 1 : 38 ( “ Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. ”)
Disini Maria menunjukan sifat taat dan tidak berbantah-bantahan.
Saat Tuhan ingatkan untuk belajar atau untuk melakukan suatu hal tapi kita menunda-nunda, maka itu sudah merupakan sikap berbantah-bantahan. Jadi belajarlah untuk setia pada hal-hal kecil yang Tuhan latih, sehingga kita terbiasa untuk turut dan taat dengan perintah Tuhan, kita jadi terbiasa bahkan saat ada hal-hal berat atau ekstrim yang Tuhan suruh, kita bisa taat.
Contoh lainnya adalah Esau dan Yakub. Memang diantara mereka kedua tidak ada yang benar. Tetapi Yakub memiliki sikap hati yang lembut dan mau mencari Tuhan serta haus akan perkara-perkara Ilahi, disaat Esau meremehkan hak kesulungan yang ia miliki, Yakub justru menginginkannya. Itulah sebabnya mengapa Tuhan memilih Yakub. Jadi tidak mungkin seseorang berubah tiba-tiba jadi taat dalam perkara besar kalau sebelumnya tidak taat dalam perkara kecil.
2. Tidak bilang “iya”, tapi tidak dilakukan!
- Matius 21:28-31 ( “28 “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. 29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. 30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. 31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. ”)
Dalam hal kedua ini lebih masalah, karena kita berkata iya tetapi tidak dilakukan. Hati-hati dengan kata –kata dan janji yang kita buat dengan Tuhan jangan main ingkari. Jika kita melakukannya, maka kita akan mengalami kekeringan rohani. Maka dari itu, mari hadapi proses, tidak ada yang instan. ketika kita taat terhadap hal-hal kecil maka kita akan menjadi biasa untuk taat terhadap hal-hal yang besar pula.
- Tindakan kita menunjukkan apa yang ada di hati kita sesungguhnya. Kita tidak bisa mendustai Tuhan.
Penghalang-Penghalang Memiliki Gaya Hidup Setuju dengan Tuhan
1. Sombong
- Wujud: “Ngatur-ngatur Tuhan”
Ngatur- ngatur Tuhan bukan seperti kita menyuruh hujan berhenti, tetapi membuat “aturan-aturan” baru yang tidak ada di Firman Tuhan dan memperlakukannya LEBIH dari Tuhan.
Contoh praktisnya dalam hal doktrin yang berhubungan dengan pelayanan. Sebenarnya, pelayanan itu adalah segala sesuatu yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan. Namun pada beberapa organisasi gereja beberapa pembimbing kadang menganggap bahwa pelayanan hanya yang ada di tempat ibadah seperti singer, wl, pemusik, dll, sehingga saat kita tidak pelayanan kita dianggap menjauh dari Tuhan. Padahal sebenarnya ketika kita pelayanan wl, singer, pemusik bukan atas perintah Tuhan, itu bukan pelayanan namun hanya sebuah aktifitas saja.
- Yesaya 40: 13-14 (“13 Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat? 14 Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?” )
Jadi janganlah menjadi orang-orang sombong yang coba mengatur Tuhan. Selalu dengarkan Tuhan, selalu tanya apa yang menjadi kehendak Tuhan dan taat penuh dengan Tuhan.
- Camkan: Orang Sombong tidak akan pernah bisa memiliki gaya hidup setuju dengan Tuhan dan tidak bisa bergerak bersama Tuhan.
2. Tidak (mau) Percaya
- Contoh: orang Israel di Padang Gurun
Orang-orang israel sudah melihat bukti fisik yang sangat nyata baik laut terbelah dan jalan di sana, air berubah menjadi darah, mana jatuh dari langit, dll. Tapi ternyata mereka tetap menjadi bangsa yang tegar tengkuk. Ini menandakan bahwa mujizat tidak menentukan pengenalan kita akan Tuhan.
- Percaya adalah sikap hati dan keputusan – dia bahkan tidak membutuhkan bukti “fisik”! jadi saat kita tidak percaya pada Tuhan maka kita tidak mungkin dapat berjalan dengan Tuhan.
- Pengenalan akan Tuhan membuat kita dapat percaya pada Tuhan dan setuju dengan-Nya. Ini bedanya Musa dan orang Israel
- Abraham (Roma 4:18-21)
Abraham nenunjukan sifat yang percaya pada Tuhan walau sesungguhnya ia tidak tahu ia mau pergi ke mana, masa depannya bagaimana, tapi ia percaya penuh pada Tuhan dan setuju dengan rencana Tuhan.
Jangan kita meniru cara Sarai dengan tidak mau menunggu penggenapan janji Tuhan dengan cara-cara yang Ilahi tapi malah mencoba nutuk “membantu Tuhan” dengan memberikan budaknya kepada Abraham untuk dinikahi. Karena hal itu akhirnya Tuhan tidak berbicara apapun pada Abaham selama beberapa Tahun, walau pada akhirnya Abram dan Sarai akhirnya mendapatkan Ishak.
Jadi yang benar kita harus bener-bener pakai cara Tuhan dan terus bersabar. Jangan sampai pikiran kita menutupi hati kita dalam mendengar suara Tuhan dan akhirnya kita salah jalan.
- Kondisi/fakta 100% bertentangan dengan janji Tuhan – tidak ada dasar untuk berharap!
- Jadi tetaplah setuju dengan Tuhan agar tetap dan terus berada dalam pusat rencana Tuhan.
3. Tidak menggunakan Cara-Cara Tuhan
- Kehendak Tuhan hanya bisa digenapi dengan cara-cara Tuhan. Tidak mungkin kita mau memenuhi rencana Tuhan, memenuhi visi dari Tuhan dengan cara kita sendiri. Tetapi kita harus turut dengan cara-cara Tuhan.
- Contoh yang salah: Kejadian 16:1-3
- Yang benar: mengikuti pola / cara-cara Tuhan
Tuhan itu punya pola yang spesifik untuk setiap kita. Cara kita mendapatkan pola yang spesifik dari Tuhan kita akan dibimbing langsung sama Tuhan agar apa yang Tuhan mau dalam hidup kita benar-benar tepat terjadi sesuai dengan rencana-Nya. Jadi dengan selalu membangun hubungan dengan Tuhan kita sedang memastikan hidup kita sejalan dengan pola yang Tuhan sudah tentukan.
Keluaran 25: 40
- Kemah Suci/Bait Suci : Kita
- Bangun hidup kita sesuai “pattern” yang Tuhan tunjukkan di “Gunung Tuhan”
- Keluaran 39:1, 7, 21, 26, 31, 32 “Melakukan tepat seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa”
- Hasil: keluaran 40:34-38
TIDAK SETUJU DENGAN TUHAN
- Berbalik membelakangi Tuhan atau Tuhan berbalik dari kita
- Berbalik membelakangi Tuhan (Bil 14:43) ( “sebab orang Amalek dan orang Kanaan ada di sana di depanmu dan kamu akan tewas oleh pedang; dari sebab kamu berbalik membelakangi TUHAN, maka TUHAN tidak akan menyertai kamu.” ”)
- Tuhan berbalik dari kita (Bil 14:34) (“Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu: ”)
Hasil = maut, tidak masuk tanah perjanjian, tidak “layak” masuk dalam pusat rencana Allah
Hanya orang-orang yang setuju dengan Tuhan yang akan bergerak dan berada dalam pusat rencana-Nya
- Published in Catatan Khotbah
Tubuh Kristus
Persekutuan J4u
Sabtu, 05 Juli 2014
Tema : Tubuh Kristus
Venue : Rg. Azalea 2, lt. P1, BTC
Wahyu 3:14-19 Kita adalah tubuh Kristus, dan Kristus adalah kepalanya. Mari kita lihat kembali kemah perjanjian, di ruang maha kudus tidak ada penerangan.Ruang maha kudus akan terang ketika Tuhan hadir. Hanya imam yang memakai baju efod boleh masuk ruang maha kudus.
Maksud dari Baju Efod:
1. Penunjukan dari Allah kepada orang tersebut.
2. Ada buah-buahnya sehingga orang tersebut layak memakainya.
Imam tersebut mewakili bangsa Israel. Pada perjanjian baru, Yesus adalah Imamat Rajani. Kembali ke Wahyu 3:14-19, maksudnya adalah supaya kita tidak sembarangan dalam menjalani hidup kita, betapa ruginya kita untuk melewatkan hal-hal besar yang Tuhan telah sediakan bagi kita. Wahyu mencatat, “..yang suam-suam akan dimuntahkan..“, dimuntahkan disini menunjuk pada dimuntahkan dari jemaat, artinya tidak mendapat bagian di jemaat.
Ayat 17 Menegur kita untuk tidak sombong. Kita layak disebut tubuh Kristus karena kepalanya adalah Kristus. Maka pastikan yang mengepalai / yang memimpin hidup kita adalah Kristus bukan diri kita sendiri, apalagi orang lain.
Negeri ini membutuhkan orang-orang yang mengambil tongkat komando. Jadi ketika ada promosi datang/suatu masalah yang kita tahu kita bisa dan Tuhan suruh, AMBIL!
Biasakan punya agenda dengan detil dan taati agenda yang kita buat, maka hidup kita akan semakin mengerucut dan tajam. Ketika di awal, Tuhan mempertajam kita dengan mengajar untuk berhenti berbuat dosa. Setelah beres semua keterikatan, maka kita akan dimurnikan dari segala sesuatu yang tidak berkenan dihadapan Tuhan. Semakin lama kita taat, semakin lama penggenapan janji Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita berada dalam “arus”/proses yang kuat, bertahanlah, kita sedang diasah oleh Tuhan.
Banyak orang yang tidak “tajam”, sehingga dimuntahkan. karena orang tersebut tidak mengambil peranandalam tubuh Kristus. Ayat 19, relakanlah hatimu untuk Tuhan ajar maka kita akan berfungsi dalam tubuh Kristus. Kalau kita menjadi tubuh Kristus, kita menjadi sangat dekat dengan Tuhan, lihat kembali kisah Musa. Orang-orang yang berada di bawah otoritas Tuhan, maka kita akan melihat buah-buahnya / ada tanda ajaib yang menyertainya.Untuk orang seperti ini, jangan pernah kita lawan.
Tubuh Kristus adalah sesama orang yang percaya kepada Kristus sebagai kepala.Matius 8:20 mencatat bahwa Kristus mencari tempat untuk meletakkan kepalaNya.Jadilah anak-anak yang dimana Kristus meletakkan kepala-Nya.
Efesus 4:1-13Ayat 12, menunjukan bahwa ketika kita sungguh-sungguh, maka kita akan membangun tubuh Kristus.
JADILAH TUBUH KRISTUS YANG DIPERTAJAM SETIAP HARI!
- Published in Catatan Khotbah
Kekudusan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 05 Juli 2014
Pembicara : Yorga Parnadi
Tema Kekudusan
Venue : Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Yoh 17:15-19 Yesus tidak meminta kepada Bapa untuk Bapa mengambil kita meninggalkan dunia, tapi supaya kita dikuduskan. Yesus pernah menyebutkan, hanya orang sakit yang memerlukan dokter. Tapi apakah jadinya jika dokter hanya berkumpul dengan para dokter. Bagaimana dengan tempat yang tidak ada dokter? Disinilah fungsi dokter dipertanyakan. Bandingkan dengan orang kudus yang hanya berkumpul terus dengan para orang kudus. Lalu siapakah kita sebenarnya di dalam Tuhan?
Ayat 16 Yesus menyatakan bahwa kita sama seperti Dia yang bukan berasal dari dunia. Seorang yang menyadari kewarganegaraannya, pasti akan benar-benar menyadari di mana rumahnya, gaya hidup (sikap dan penampilan) akan sesuai dengan negaranya. Demikianlah pula, orang lain akan mengenali dari negara mana kita.
Kita sebenarnya bukan berasal dari dunia.
Sewaktu kita bertobat, maka kita akan mengalami hal-hal berikut:
1. Mengenakan manusia baru.
2. Dosa diampuni.
3. Pasti masuk sorga.
4. KEWARGANEGARAAN KITA ADALAH SORGA.
Maka disinilah kita menyadari bahwa kita hidup untuk menyatakan KRISTUS di dunia ini.Tentunya kita harus memiliki gaya hidup kerajaan Allah. Caranya adalah selalu terhubung dengan Bapa dan mentaati Bapa. Banyaklah bertanya pada Tuhan. Selanjutnya kita akan terbiasa mengenali isi hati Tuhan. Di level inilah, kita tidak lagi melakukan dosa-dosa tetapi hidup dalam tuntunan Allah. Hidup dalam ketaatan mutlak kepada BAPA adalah hidup dalam kekudusan. 99% Ketaatan adalah pemberontakan, Tuhan tidak mau ada deviasi.
Kembali ayat 17, pengudusan terjadi melalui proses yang kita alami. Manusia baru sudah kita kenakan, tapi karakter kita harus diperbaharui menjadi sempurna seperti Kristus.
Proses yang pertama dalam pengudusan adalah melalui Firman.Kita melakukan Firman bukan karena takut Tuhan tapi karena kita mengasihi Tuhan. Proses pengudusan itu terus berlanjut sampai kita sempurna. Ilustrasinya adalah untuk mengubah isi botol yang berisi kopi, maka kita tuangkan air bersih terus menerus ke dalam botol tersebut hingga kopi terdesak keluar dan akhirnya tertinggal air bersih dalam botol. Demikian pula ketika kita terus mengisi hidup kita dengan Firman, maka yang kotor dan borok dari hidup kita akan terdesak keluar.
Ayat 18-19,Penting buat setiap murid untuk menguduskan dirinya dalam kebenaran.Pengudusan artinya dipisahkan dari dunia. Bukan berarti kita tidak bercampur dan bersosialisasi dengan duniatapi seharusnya kita tidak memiliki gaya dunia. Roh Kudus yang akan menuntun kita bagaimana cara menjaga kekudusan.
Kekudusan itu bertingkat, kepada setiap orang berbeda-beda. Buat beberapa orang menonton TV dan main game berlama-lama itu tidak masalah, tapi untuk beberapa orang yang lain tidak bisa karena ketika dilakukan akan merasa sangat bersalah. Maka dari itu, kita tidak bisa menghakimi orang lain karena tingkat pengenalan akan Tuhan yang berbeda-beda.
Kekudusan memiliki warna yang berbeda.Kita tidak bisa melakukan apa yang dilakukan hamba Tuhan lain tanpa bertanya Tuhan. Artinya warna (gaya hidup) setiap orang akan berbeda-beda. Anak Tuhan akan selalu terhubung dengan Tuhan sehingga terhindar dari melakukan tindakan-tindakan konyol/kesetanan.
Yoh 14:14 Tuhan akan melakukan apapun permintaan kita dalam namaNya. Ini berlaku kepada orang yang menguduskan hidupnya. Permintaan orang kudus akan selaras dengan Tuhan. Jangan hina Tuhan dengan permintaan yang kecil-kecil. Mintalah yang BESAR. Milikilah mentalitas seorang pemilik. Dimana kita berada, disitulah tempat milik kita. Mentalitas iniakan membawa kita untuk melakukan lebih. Bukan lagi uang gaji yang dicari. Selalu berpikir yang terbaik untuk memajukan tempat dimana kita berada. Inilah yang Tuhan maksudkan untuk kita menjadi KEPALA bukan menjadi ekor. Kepala menentukan arah.
Efesus 5:1-3 Hati-hati terhadap pergaulan. Sengaja atau tidak sengaja, segala sesuatu yang cabul sudah seharusnya kita hindari.Tidak ada yang bisa memblokir pornografi, tapi justru Firman Tuhan-lah yang akan melindungi. Kitab Wahyu mencatat, ekor naga menyeret sepertiga bintang di langit. Bintang menunjuk pada nabi/representatif Allah di muka bumi. Ekor bicara tentang kelamin/percabulan. Jangan bermain api, nanti hangus. Jangan berkompromi dengan dosa sekecil apapun, kalahkan godaan yang muncul.
Tuhan PASTI SANGAT INGIN kita bertumbuh.
Tergantung dari keputusan kita untuk melakukannya atau tidak.
- Published in Catatan Khotbah

