Karunia-karunia Roh
Pembicara : Ester Irene
Tempat, waktu : BTC P1 Ruang Azalea, 21 Juni 2014
Seseorang yang telah dipenuhi oleh Roh Kudus bisa mendapatkan berbagai karunia roh. Mari kita pelajari apa saja karunia Roh, manfaatnya bagi kita,dan seperti apa respon kita seharusnya!
Bacaan : 1 Korintus12 : 1-11
1. Karunia untuk berkata-kata dengan hikmat
- The word of Wisdom (the communication of spiritual wisdom)
- Seseorang yang dikaruniai roh hikmat, cara hidupnya sehari-hari akan mencerminkan gambaran Tuhan. Hikmat ini kita peroleh dari Alkitab yang mengandung banyak janji untuk menguatkan kita (contohnya mazmur yang bahasanya cukup mudah dimengerti).
- AMP : the power to speak a message of wisdom.
- Contoh: Salomo(tentang 2 ibu yang memperebutkan seorang bayi)
- Dalam Mat 10:19-20 menjanjikan karunia ini, artinya karunia roh ini bukan hanya berlaku di perjanjian lama saja tapi juga bagi kita sekarang yang hidup di masa perjanjian baru.
2.Karunia berkata-kata dengan pengetahuan
- The Word of knowledge
- Dengan karunia pengetahuan ini menegaskan bahwa kita, anak-anak Tuhan, tidak ada yang bodoh sehingga tidak ada alasan untuk berkata tidak bisa.
- Amsal 1:7 membahas bahwa firman Tuhan adalah awal ilmu pengetahuan, apa lagi saat kita penuh dengan Roh Kudus maka kita memiliki pengetahuan yang lebih lagi
- The communication of practical truth
- AMP : the power to express a word of knowledge and understanding
- Comtoh : Daniel / Joseph
3.Memberikan IMAN – Faith
- AMP : wonder-working faith
- Abraham dan Ayub hidup dalam jaman yang sama. Di jaman mereka, alkitab belum ada namun mereka tetap dapat percaya dan melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Oleh karenanya, mereka diberkati sangat luar biasa.
- Iman bermanfaat untuk membangkitkan kepercayaan kita, membuat kita tetap setia dan teguh.
4.Karunia untuk menyembuhkan
- Gifts (extraordinary power) of healing
- Included restoration of life
Restore berarti menformat ulang sesuatu ke keadaan awal sehingga karunia menyembuhkan bukan hanya sekedar menyembuhkan secara fisik. Tetapi Roh Kudus membawa kita ke tujuan awal kita dijadikan oleh Tuhan, sebagai gambaran dan rupa Allah (kejadian 1:27) - Membangkitkan dari kematian (Kis 9:40, Kis 20:7-10)
Contohnya : Tabita, Euthikus
5.Kuasa untuk mengadakan mujizat
- KJV: The working of miracles
- Comtoh : Musa bersama dengan Tuhan melakukan banyak mujizat (membelah laut Teberau, tiang awan tiang api, mengadakan sepuluh tulah, dsb)
6.Karunia untuk bernubuat – prophecy
- The ability to proclaim new revelation from God
- AMP : prophetic insight
- The gift of interpreting the divine will and purpose
7.Karunia untuk membedakan bermacam-macam roh.
- AMP : the ability to discern and distinguish between (the utterances of true) spirits (and false ones)
– utterance = kata-kata yang benar dari kata-kata yang salah
– discern = melihat dengan jelas - Sehingga kita dapat dengan presisi mengetahui kondisi spiritual seseorang, membedakan suatu hikmat berasal dari dunia atau dari Allah, dsb.
8.Karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh
- Different kinds of tongues
- AMP : various kinds of (unknown) tongues
- Kata ‘bahasa’ dalam bahasa inggris memiliki makna ‘which country you belong to’.Jadi saat kita berbahasa roh kita juga menyatakan status kewarganegaraan kita di kerajaan Allah.
9.Karunia untuk ‘menafsirkan’ bahasa roh
- The (ability) interpretation of (such) tongues
- Ability to speak and interpret languages UNKNOWN to the speaker or the interpreter
Karunia Roh = Perlengkapan Kehidupan (Manfaat)
- Menanggulangi “kehidupan” dan berbagai macam pencobaannya (dengan karunia roh hikmat)
- Tahan menghadapi penderitaan
Karena kita memiliki karunia hikmat , jadi tidak ada alasan kita hidup serampangan. Kita harus hidup dengan membangun manusia Roh kita sehingga hikmat yang ada pada kita pun bertumbuh. - Mengalirkan kehidupan Illahi (John 4:14)
AMP: But whoever takes a drink of the water that I will give him shall never,NO NEVER, be thirsty anymore. But the water that I will give him shall become a spring of water welling up (flowing, bubbling)[continually] within him unto (into, for) eternal life.Sangat jelas bahwa dalam kita akan terus –menerus ada kehidupan/pengharapan selamanya. Dan saat kehidupan Illahi kita bertumbuh otomatis akan banyak orang yang respek pada kita dan meminta bantuan kita, karena itu terus mengalir jadi roh kita tidak akan merasa kelelahan.Jangan lupa urutan yang benar itu, Roh– Jiwa – Tubuh jangan jadi Tubuh – Jiwa – Roh
- Kemampuan untuk menanggapi dan menyelesaikan panggilan Allah (I Kor 2 : 9-10)
Dengan karunia Roh, kita dapat melampaui segala keterbatasan manusiawi dengan menyatakan potensi Illahi yang ada pada kita.
– Hikmat
– Mujizat
– Kesembuhan
– Daya cipta - Karunia yang terutama untuk membangun jemaat
– (I Kor 14:12) NUBUAT : Interpreting divine wills and purpose
– Membangun
– Menasihati
– Menghibur
Karunia Roh itu sangat besar, masalahnya adalah apakah kita dapat menampungnya??
Jadi…Bangun manusia rohmu!!!
– I korintus 12:1
-I korintus 14:1
-Kolose 3:10
- Published in Catatan Khotbah
Hidup dalam Roh
Persekutuan J4u
Sabtu, 21 Juni 2014
Tema : Hidup dalam Roh
Venue : Rg. Azalea II, lt. P1 BTC
Wahyu 22:6 Coba ingat lagi tentang karunia roh, apakah kita sudah memilikinya?
Orang dunia bilang itu feeling/perasaan, tapi itu sebenarnya karunia roh, hanya perlu diasah.
Mengenai hidup dalam roh, artinya kita harus menyadari bahwa hidup kita ditentukan oleh iman kita dan Firman Tuhan.
Ada jalan-jalan yang kita harus lalui sebagai proses, tapi ujungnya adalah Tuhan. Maka janganlah kita gegabah/sembarangan dalam menjalani hidup kita.
Kembali ke Wahyu 22:6, Allah sendiri yang memberikan sendiri karunia roh kepada para nabi, artinya Allah memberikan diriNya sendiri kepada setiap manusia.Tanpa Allah tidak ada kehidupan. Esensi hidup dalam roh bukan berarti berbahasa roh setiap hari, melainkankehidupan yang mentaati setiap kebenaran Firman Tuhan.
Markus 1:35 Lakukanlah saat teduh pagi (berdoa dan baca Firman). Sewaktu kita terbiasa membaca Firman, kita tidak mudah disesatkan. Langkah selanjutnya, dengarkanlah rhema. Rhema adalah Firman Tuhan yang berbicara pada kita. Mendengar suara Tuhan itu gampang dan mudah. Lihat Samuel yang dapat mendengar suara Tuhan pada masa mudanya.
Definisi kedua dari hidup dalam roh adalah hidup sesuai tuntunan Tuhan. Ketika kita mentaati suara Tuhan baik yang tertulis dan yang kita dengar langsung.
Yang ketiga adalah kita mengembangkan gaya hidup yang terus menerus mencari kehendak Tuhan.
Ketika kita tidak bertanya Tuhan, ada celah di sana. Alasan seseorang tidak bertanya Tuhan dalam salah satu sisi adalah karena kekhawatiran, merasa kita tidak mampu/ out of date. Seharusnyayang terjadi adalah perkataan Tuhan. Ada api asing dan ada api Tuhan. Api Tuhan membakar tapi tidak menghanguskan, ingat bahwa Tuhan adalah kehidupan, maka tidak akan membawa kematian. Artinya kita yang terbakar api Tuhan akan tampak tanda-tanda “kehidupan” bukan emosional. Maka dari itu, apa yang diawali dengan roh jangan diakhiri dengan daging, teruslah memakai cara-cara yang Tuhan kehendaki (secara roh). Hal ini dilatih dengan berpuasa.
Berbagai macam puasa:
1 hari= Puasa Orang percaya
3 hari= Puasa murid
7 hari= Puasa diaken
14 hari= Puasa nabi
30 hari= Puasa rasul
40 hari= Puasa mematikan kedagingan/Puasa Kristus
Efek dari melatih hidup dalam roh adalah seperti pada Musa (menentukan arah suatu bangsa), Eli (menjaga ketetapan hukum Tuhan). Orang yang tidak hidup dalam Tuhan, kerohaniannya compang camping(hampir telanjang).Di kitab Wahyu dicatat, “belilah pakaian dari padaku”, ayat ini menunjuk pada anak Tuhan yang kerohaniannya tidak sungguh-sungguh.
Ingat kisah Daud, dalam masalah dia kuat, tapi ketika sedang tidak dalam masalah dia jatuh, dosa kepada Uria dan Bersyeba. Ada dosa yang berdampak permanen, yaitu dosa melanggar otoritas, lihat Saul. Jangan pernah melawan otoritas, karena ketika kita melawan otoritas, kita tidak bersalah pada pemilik otoritas tetapi kepada Sang Pemberi otoritas yaitu Allah sendiri. Tuhan sangat menghargai otoritas.
Arti keempat dari hidup dalam roh adalah hidup di bawah otoritas. Jadilah orang yang selalu di bawah otoritas, maka hidup kita tertudungi/ covered, ada blessing.
Hidup dalam roh membuat hidup kita dalam kepastian di dalam Tuhan. Kita pasti sukses. Sukses adalah ketika kita berhasil melakukan segala yang Tuhan perintahkan dalam hidup kita. Tuhan akan terus menaikkan kapasitas kita dan iman kita.
Mari kita berperan aktif sebagai warganegara Indonesia.
PR kita malam ini, bertanyalah pada Tuhan apakah kita masuk politik atau tidak.
Sebelum tanggal 9 Juli, ajak orang lain untuk memakai hak pilih, tidak golput.
Mulai dari hal kecil, apakah kita sudah mengurus KTP kita? apakah nama kita di KTP sesuai dengan akta lahir?
Jangan sampai hal-hal kecil tersebut membuat kita tidak jadi menerima berkat.Siapkan kirbat karena tanpa kita sadari Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang besar buat kita. Apa yang ada di tangan kita sekarang, latihlah dan pakailah dengan sungguh-sungguh.
Jadilah responsif pada setiap kebenaran yang Tuhan taruhkan dalam hati kita, maka lihat apa yang akan Tuhan lakukan dalam hidup kita.
- Published in Catatan Khotbah
Membangun Manusia Roh
Persekutuan J4u
Sabtu, 14 Juni 2014
Pembicara : Ka Yorga S. Parnadi
Tema: Membangun Manusia Roh
Venue: BTC, lt.P1, Ruang Azalea 2
- Kejadian 2 : 7 à Kekuatan “Laten”(Roph) yang Tuhan berikan kepada Adam.
- Yohanes 4:24 – “God is a SPIRIT”, if you want to worship Him you MUST worship Him in SPIRIT
- Menyembah dalam Roh BUKAN-lah berbahasa roh, bahasa roh adalah Impact dari “DIPENUHI” Roh Kudus.
- Menyembah dalam Roh artinya:
- -Menyembah sesuai dengan Kebenaran Firman Tuhan
- -Menyembah seperti yang Tuhan mau
- Membangun manusia roh itu sama artinya dengan membangun diri kita sendiri.
- Untuk membangun manusia roh kita harus memakai cara-caranya Tuhan. Karena yang menghidupkan adalah Roh Kudus, tanpa Roh Kudus, kita TIDAK AKAN PERNAH terbangun.
- Membangun manusia roh dengan tidak melakukan apa yang tertulis dalam Firman Tuhan hanya berdampak kepada “kematian” atau tidak ada pembangunan.
- Ke-SOKTAHU-an membatasi pekerjaan Roh Kudus dalam hidupmu!
- Membangun manusia roh itu berbicara tentang mengenakan “Manusia Baru” yang berlangsung seumur hidup, sama halnya dengan berjalan bersama Tuhan.
- Saat teduh pagi dilakukan BUKAN karena sedang “mood”, kita harus LAWAN hal tersebut!
Membangun manusia roh berbicara tentang “DISIPLIN”
Saat Teduh pagi (Indikator Kedisiplinan Murid)
DAMPAK DARI KEBERADAAN KRISTUS YANG DIBANGUN
- Mampu menghadapi berbagai pencobaan
- Pencobaan itu pasti ada, karena diijinkan Tuhan untuk membentuk hidup kita.
2. TANGGUH dalam menghadapi pencobaan
- Waktu menghadapi pencobaan bukan dengan kekuatan dan pengetahuan diri sendiri, tapi dengan hikmat dan Kekuatan/ kemampuan Tuhan.
3. Adanya “Aliran Kehidupan Illahi”
- Ada penyertaan Tuhan sebagai tanda.
4. Memiliki kemampuan untuk melakukan dan menyeleasaikan panggilan Illahi
- Orang yang terbiasa membangun manusia rohnya akan dengan mudah mengenali Panggilan Tuhan dalam hidupnya.
- Orang yang terbiasa membangun manusia rohnya TIDAK akan kehilangan arah!
- Orang yang terbiasa membangun manusia rohnya dengan presisi mendengarkan arah Tuhan dalam hidupnya. Ada komunikasi dengan Tuhan, mengenali cara-cara dan hatinya Tuhan.
- Orang yang terbiasa membangun manusia rohnya ‘terbiasa’ STANDING in The GAP
5. Melampaui segala keterbatasan Manusiawi
- Orang yang membangun manusia rohnya berjalan dalam kemampuan yang adi-koadrati. Mampu melakukan hal-hal yang bahkan tak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa dia mampu.
MAMPU MENGHADAPI BERBAGAI PENCOBAAN
Contoh : SIMSON Vs. YUSUF
- Kekuatan Illahi simson ada di fisik. Kekuatan illahi Yusuf adalah rohnya. Itulah kenapa Yusuf tak tergoda oleh apapun juga, simson di’kalahkan’ oleh godaan wanita.
- Pencobaan boleh ada, Bukan berarti kau harus jatuh dalam dosa.
1 Kor 14: 4 – Membangun Manusia roh dengan ‘Berbahasa roh’
- Berbahasa roh mengaktifkan “radar” roh mu. Membuat Roh memperjelas apa yang hendak dikatakanNya.
- Ketika kau berbahasa roh, roh mu mulai Berdoa kepada Tuhan. Menghentikan setiap pekerjaan dan jebakan iblis dalam hidupmu.
- Melatih berbahasa roh sama halnya dengan melatih respon.
TANGGUH DALAM MENGHADAPI PENDERITAAN
ROMA 8 : 31 – 39
- Bangkit “LEBIH” dari Pemenang.
- Orang Percaya yang memiliki roh yang Kuat adalah orang percaya yang tahan aniaya.
MEMBANGUN MANUSIA ROH MEMBAWAMU MEWARISI SELURUH KEPENUHAN KEKUATAN ILLAHI YANG SUDAH DISEDIAKAN BAGIMU!
MELATIH MANUSIA ROH = MELATIH KETAJAMAN = MELATIH KEPEKAAN.
Pastikan kita membangun manusia roh setiap hari!
- Published in Catatan Khotbah
Karakter Kristus
15 Maret 2014
Pembicara : John Ronaldo
Lokasi : BTCAzalea 2
Mat 22:35-38
“Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenal akal budimu”. Hukum kedua yang sama dengan itu “kasihilah sesamamu manusia”.
Karena itu orang yang mengasihi Tuhan, tentulah juga mengasihi sesamanya.
Ulangan 6:1-9
Kasih kepada Allah adalah perintah yang terutama.
7 : ajarkanlah berulang-ulang kepada anak-anakmu (agar tidak terputus dari generasi ke generasi) dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu (dalam segala keadaan, ajarkan hukum Tuhan). in any circumstances, teach the Word of God.
Amsal 22:6
Didiklah (train) orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu. The straits of training is daily,habit, sequence.
train up a child dalam bahasa ibrani diterjemahkan sebagai touch the palate (palate : kerongkongan) artinya menyuapi dengan makanan yang telah dikunyah ibunya disentuhkan ke kerongkongan bayi untuk membangkitkan rasa lapar. Maka bayi terbiasa merasa lapar dan makan dari ibu yang menyuapinya.Pastikan kita memberi makan Firman.
Amsal 19:27 KJV
Hai anakku, jangan lagi (cease :to stop) mendengarkan didikan, kalau engkau menyimpang (err : to make mistake) juga dari perkataan-perkataan yang memberi pengetahuan (dari kebenaran).
berhentilah mendengar instruksi yg membuat menyimpang (err) dari perkataan pengetahuan.
Arti Err:
1. to make a mistake or be incorrect
2. wander from a direct course or at random
Kolose 2:8
Hati-hatilah (beware) supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya (philosophy) yang kosong (vain) dan palsu (lies) menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
beware:peringatan akan sesuatu yang berbahaya, bisa melukai. Bukan sesuatu yang kecil. Contoh: beware a dog. Bukan anak anjing, tapi benar-benar anjing galak.
philosophy: the love and the study of truth, jadi apa yang dunia katakan benar akan menjadi kebenaran sekalipun belum tentu benar jika dicek di Firman.
Vain: empty,
deceit: lies.
Kesimpulan: Ijin terbesar yang dilakukan orang tua terkait anak adalah pada siapa orang tua mengijinkan orang yang dapat mengajar anaknya. Untuk anaknya tetap mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi. Anak adalah anugrah berharga yang Tuhan percayakan.
Apa tujuannya Allah menetapkan hukum tersebut?
Untuk memiliki karakter Ilahi. Sudah seharusnya kita hidup dalam Firman. Apa yang tertulis dalam Firman merupakan suatu yang kodrati/kewajaran/kondisi. Jadi memiliki karakter Kristus adalah kewajaran, karena kita diciptakan segambar serupa dengan Allah.
Mat 11:29
… belajarlah kepadaku, karena Akulemah lembuh dan rendah hati…
Lemah lembut yaitu suatu sikap :
– mau menerima teguran
– cepat mendengar, bukan berkata-kata.
– cepat berubah
Seorang yang lemah lembut akan mendapat kasih karunia dan mendapat tempat yang khusus di hati orang-orang dan juga Tuhan.
Rendah hati
Suatu sikap menganggap orang lain lebih penting dari diri sendiri
Yoh 4:34 (ketaatan mutlak)
… makananKu ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya.
Tuhan Yesus taat sampai mati.
Kita bukan robot, Tuhan tidak menghilangkan kehendak bebas, yang dikehendaki Tuhan adalah hubungan Bapa dan anak bukan hubungan hamba dan majikan.
Hamba/pelayan melakukan apa yang menjadi tugasnya dan mendapat upah dari keringatnya.
Namun, Anak tinggal serumah dengan Bapa. Orang yang sudah lahir baru (LB) artinya Roh Bapa ada padanya. Wah3:20.
Sudah sewajarnya anak berkomunikasi dengan Bapa. Anak macam apa yang tidak pernah bicara dengan Bapanya. Seharusnya ia diusir keluar, tidak mendapatkan warisan, tidak ada bedanya dengan hamba.
Kenyataannya tidak demikian, banyak orang tua yang tidak mengajar anaknya, banyak gembala yang tidak menggembalakan dombanya. Pemuridan berperan untuk mengembalikan posisi tersebut ke tempatnya semula.
Kesimpulan dari karakter Kristus:
Kita tahu posisi kita dalam Bapa sebagai anak.
- Published in Catatan Khotbah
Victory over the Mind Power
Persekutuan J4u
Sabtu, 05 April 2014
Pembicara : Ka Yorga S. Parnadi
Tema: Victory over the Mind Power
Venue: BTC, lt.P1, Ruang Azalea 2
Seseorang yang sudah mengikut Tuhan sejak lama bukan merupakan jaminan untuk tidak jatuh kembali dalam dosa lama. Salah satu penyebabnya adalah karena pola pikir yang tidak diperbaharui, maka kita harus menguasai pikiran kita. Ketika kita hidup dalam kebiasaan, maka suatu saat kita akan mengalami stagnasi secara rohani. Untuk menghindari hal tersebut, rasa lapar dan haus akan Tuhan harus dikembangkan. Ketika kita datang dengan rasa lapar dan haus kepada Tuhan, maka kita akan siap menerimaapapun yang dari Tuhan. Maka kepada orang-orang yang siap inilah, Tuhan dengan mudah berbicara. Disinilah diperlukan pengenalan akan Tuhan.
Pengenalan dan pengetahuan itu berbeda. Untuk membangun pengenalan diperlukan proses. Ada tertulis, doa orang fasik seperti kain kotor, artinya dilihat pun tidak. Semua orang boleh berdoa pada Tuhan, Dia pasti mendengar, tapi belum tentu dijawab. Bandingkan antara orang benar dan dibenarkan. Orang benar biasanya karena usahanya sendiri untuk menjaga hidupnya benar. Sedangkan orang yang dibenarkan adalah hasil pemberian, karena pada dasarnya orang tersebut tidak layak. Nah, orang yang dibenarkan inilah yang doanya pasti dijawab Tuhan.
Jika kita membaca kembali kisah Maria dan Martha, maka ada cara berbeda yang dilakukan keduanya untuk menyambut Yesus. Yang hendak Yesus ajarkan melalui kisah Maria dan Martha ini adalah:
- Yesus tau waktu-Nya tidak lama lagi.
- Martha tidak mengetahui cara menyenangkan Tuhan.
- Tuhan memiliki aturan-aturan untuk seseorang dapat datang mendekat padaNya. (Ingat aturan-aturan dalam ruang maha kudus).
Jadi kesimpulan dari cara untuk menjadi lapar dan haus akan Tuhan adalah dengan datang kosong akan diri sendiri. Terkadang orang datang dengan konsep atau pengetahuan tertentu yang bukan berasal dari Allah sehingga menganggap Firman tersebut untuk orang lain bukan untuknya.
Firman Tuhan adalah kekuatan dan pengharapan kita.Banyak hal yang berubah dalam hidup kita ketika kita membaca Firman. Tetapi kita harus mewaspadai beberapa hal berikut ini:
- Ketika orang membaca bukan berarti mengerti apa yang dibaca atau dibicarakan.
- Ketika orang membaca dan menjadi semangat bukan berarti sedang mengatakan kebenaran.
- Ketika orang berkata bahwa Tuhan berbicara padanya bukan berarti yang dikatakannya adalah kebenaran.
Kebenaran yang dimaksud di sini adalah yang berasal dari Tuhan. Ketiga hal di atas berguna untuk menghindarkan kita dari penyesatan. Ada orang-orang yang mengutip ayat demi membenarkan dirinya sendiri.
Ketika kita terbiasa membaca Firman dan melakukannya, maka pola pikir kita akan dibersihkan (Yohanes 15:3), sehingga hal asing akan tersaring. Inilah yang dimaksud dengan penjagaan (Covering) Tuhan. Pagar-pagar inilah yang terbangun ketika kita menjaga hidup kita lurus dihadapan Tuhan. Genaplah Firman Tuhan yang berkata bahwa ketekunan kita tidak pernah sia-sia. Selanjutnya, kita perlu merenungkan Firman, maka pikiran kita diubahkan. Sama seperti ajaran Yesus, anggur baru harus disimpan dalam kirbat baru. Artinya untuk menjalani hidup setelah lahir baru, diperlukan cara hidup yang baru.
Dalam pikiran kita hari ini terdapat pula bagian-bagian dari pikiran lama. Maka dari itu kitatidak boleh menjadi pasif, melainkan aktif menyingkirkan pola pikir lama tersebut. Cara-caranya adalah:
- Kita dapat memilih topik dari yang kita hendak pikirkan. Disini kita harus memilih dan mendisiplinkannya. Jika kita dapat berpikir yang salah, maka kita dapat memilih pula yang benar. Melalui saat teduh, kita dilatih untuk mengendalikan pikiran kita.
- Kita tidak hanyut dan menikmati pikiran-pikiran negatif. Artinya kita memutuskan untuk tidak mengikutinya. Cara lain untuk menghabisi pikiran negatif adalah dengan memenuhi diri kita dengan penyataan/pewahyuan yang dari Tuhan. Catat dan perkatakan. Ketika kita berkata tidak pada perkataan-perkataan yang negatif, maka perkataan tersebut akan pergi dari hidup kita.
- Hanya pikiran yang diperbaharuilah yang dapat menerima kuasa dari tempat yang tinggi (Tuhan). Mari kita pastikan pikiran kita sejalan dengan Firman Tuhan. Alasan kenapa pola pikir kita tidak berubah, karena kita hanya membaca tetapi tidak merelakan hati kita menerima teguran atau janji Firman tersebut. Seharusnya kita meresponi Firman Tuhan dengan mengaminkan/mengiyakan sebagai tanda menerima Firman masuk dalam hidup kita.Kita harus mengetahui apa yang Tuhan katakan dalam masalah yang sedang terjadi dan apa yang Tuhan ajarkan dalam panggilan tertinggi hidup kita.
- Konstan dan konsisten berpikir (merenungkan) tentang Firman dan rancangan Tuhan dalam hidup kita. Efeknya tidak hanya pola pikir kita yang berubah tetapi sifat dasar kemanusiaan kita juga berubah. Milikilah hikmat Tuhan untuk merespon dengan benar apa yang akan terjadi.
Dalam berdoa, kita juga perlu merubah pola pikir kita. Sudah seharusnya kita bersiap dengan jawaban doa. Jangan sampai kita berdoa tapi tindakan kita berbeda dengan apa yang kita doakan.
Sukses terjadi ketika kita melakukan Firman Tuhan.
Orang yang seringkali bersyukur akan menyingkirkan kepahitan dari hatinya dan mudah untuk mengampuni.
Marilah kita menang dalam pikiran kita!
- Published in Catatan Khotbah
First Fruit / Buah Sulung
Persekutuan J4u
BTC, Lt.P1 Ruang Azalea 2
Sabtu, 01 Februari 2014
Pembicara : Ka Yorga S. Parnadi
Prinsip Dasar Buah Sulung
Amsal 3:9-10 “9 Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, 10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”
Buah Sulung
Buah sulung bukanlah tuntutan legalistik yang mutlak harus dilakukan seperti sepuluh perintah Allah. Untuk sepersepuluh, sifatnya wajib karena kita mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan.
Namun ketika buah sulung dilakukan, ada terobosan yang membawa kita dalam tingkatan berkat Tuhan yang lebih besar, yang memampukan kita melakukan visi Tuhan yang besar pula.
Persembahan buah sulung dan sepersepuluhan ditujukan bagi yang sudah bekerja. Bagi yang belum bekerja boleh belajar melakukannya tapi diambil bukan dari uang sekolah/kuliah melainkan dari uang jajan.
Buah sulung diberikan tiap tahun pada bulan pertama (kalender Yahudi) yaitu bulan Nisan/Abib yang jatuh pada tanggal 15 Maret 2014.
Prinsip buah sulung terlihat dari pola/pattern/model yang berulang-ulang terjadi di sepanjang Alkitab dari perjanjian lama sampai dengan perjanjian baru. Pola ini menunjukkan cara-Nya bekerja.
Prinsip Dasar Buah Sulung di perjanjian lama
1. Habel mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya (Kejadian 4:4). Setelah Adam dan Hawa berdosa, Allah membuat jubbah dari kulit binatang untuk mereka sebagai penutup tubuh. Arti profetiknya adalah untuk menutupi dosa, harus dengan menggunakan korban yang mengandung darah. Hal inilah yang Habel lakukan sehingga persembahan Habel diterima sedangkan Kain tidak.
2. Abraham merelakan putra tunggalnya yang sulung, yang amat dikasihinya sebagai korban bakaran bagi Tuhan (Kejadian 22)
3. Hana bernazar akan mendedikasikan anak pertamanya kepada Tuhan jika Tuhan membuka kandungannya dan memberikan anak laki-laki kepadanya (1 Samuel 1:10)
4. Janda di Sarfat mendahulukan Elia dengan memberikan makanan terakhirnya (1 Raja-raja 17). Janda ini satu-satunya janda di Israel yang bertahan hidup di tengah kelaparan yang hebat yang melanda seluruh negeri (Lukas 4:25-26), inilah pemisahan yang Tuhan lakukan untuk orang yang melakukan Firman.
Persembahan dan Hati
Nilai dan besarnya persembahan kita kepada Tuhan menggambarkan seberapa kita mencintai Tuhan dan seberapa takut akan Dia (Maleakhi 1:13-14). Tuhan sudah punya segalanya, tapi kita memberi persembahan sebagai bentuk penghoramatan kita pada Tuhan. Sama dengan seorang raja besar yang menerima upeti dari raja-raja kecil di sekitarnya sebagai tanda penundukan (takluk) pada raja besar tersebut. Upeti yang diberikan adalah yang terbaik.
Mari kita cermati kisah janda yang memberikan dua keping perak sebagai persembahan di bait Allah, arti profetiknya adalah janda tersebut memberikan seluruh hidupnya pada Tuhan pada hari itu karena dua keping perak itulah yang dia punya diberikan seluruhnya pada Tuhan. Genaplah Firman Tuhan yang berkata, “Di mana hartamu berada, di situlah hatimu berada..”. Hati janda tersebut hanya untuk Tuhan, bukan pada apa yang dia miliki. Maukah kita mengalami kuasa dari persembahan buah sulung?
MARILAH KITA MENJADI PELAKU FIRMAN!
- Published in Catatan Khotbah
Telinga, mata, dan hati
J4u, 19 Januari 2014
Ka Yorga
Amsal 4:20-23
Hai anakku, 1 perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku
2 janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.
Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka
3 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
1. Telinga
Keluaran 15:26
firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”
2. Mata
Lukas 11:34
Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu,
tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.
3. Hati
Amsal 4:23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Tiga hal yang perlu kita jaga : telinga, mata, dan hati.
Maka kita akan mengalami kesehatan dan kehidupan yang benar dalam Tuhan.
- Published in Catatan Khotbah
Pemuridan
J4u, 3 November 2012
Ka Yorga
2 Timotius 2 : 1- 2
“Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”
Timotius adalah anak rohani Paulus, meskipun Timotius tidak diinjili (bertobat) oleh Paulus. Timotius bertobat melalui neneknya.
FAKTA:
1. orang yang menginjili anda belum tentu bapa rohani anda
2. gembala sidang di suatu gereja belum tentu bapa rohani jemaatnya
“..jadilah kuat”
kuat adalah pilihan, dan Tuhan ingin kita menjadi kuat! banyak orang bersikap ‘menolak’ berkat Tuhan, karena saat Tuhan memperkuat tangan mereka untuk menerima berkat itu, mereka seringkali tidak siap.
2 Timotius 2 : 2
kebenaran yang telah kita terima, ajarkanlah kepada orang – orang yang dapat dipercayai. karena kebenaran adalah harta.
murid adalah orang – orang yang dapat dipercayakan kebenaran, karena saat mereka diberi mandat mereka MELAKUKANNYA.
Pemuridan
bicara tentang apa yang telah kita terima dari Tuhan, yang kita percaya, dan kita ajarkan kepada orang – orang yang dapat dipercayai.
percaya kepada pengajaran yang kita terima berarti kita mengimani dan melakukannya (hidup didalamnya)
Pemuridan di J4u:
1. Man to man, face to face (saling mengenal dengan baik satu sama lain)
2. share of life, yang dibagikan adalah kebenaran / firman Tuhan
Pemuridan memastikan kebenaran yang diajarkan itu dilakukan. karena saat kita dimuridkan, kita dipastikan memiliki kualitas untuk mengajar orang lain. disitulah hidupmu diberkati (dan menjadi berkat bagi orang lain)
Koreksi hidupmu:
setiap kebenaran yang kita terima buatlah bertumbuh dengan melakukannya, jangan dibiarkan gugur.
- Published in Catatan Khotbah
Membangun Rasa Haus dan Lapar akan Tuhan
J4u, 26 Oktober 2013
Ka Ade
Mazmur 107 : 9
“sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.”
Ketika kita memiliki rasa haus dan lapar akan Tuhan, maka semua aktivitas rohani akan berubah dari kebiasaan menjadi kehidupan.
Pentingnya membangun rasa lapar dan haus akan Tuhan
1. Memberikan pertumbuhan
Seperti sebuah pohon yang mencari sumber air, akarnya akan terus mendesak ke bawah menembus tanah dan pasir. Sehingga pohon itu akan tumbuh besar dan kuat. Seperti itulah ketika kita memiliki rasa lapar dan haus akan Tuhan.
2. Dipuaskan dengan kebaikan
Mazmur 103 : 5
“Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.”
Yesus sendiri yang akan memuaskan hasrat kita akan Dia dengan kebaikanNya. Ketika kita membawa gelas kosong, Ia akan isi hingga penuh. Bawa ember kosong, Ia akan isi hingga penuh. Bawa samudra sekalipun, Ia akan isi hingga penuh. Tuhan pasti akan memuaskan, seberapa besar hasrat kita akan Dia.
3. Mendapatkan lebih lagi hikmat dan pewahyuan
Amsal 28 : 5
“Orang yang jahat tidak mengerti keadilan, tetapi orang yang mencari TUHAN mengerti segala sesuatu.”
Kita akan mulai mengerti jalan Tuhan dalam hidup kita, sehingga kita tidak akan mudah untuk komplain. Teruslah bertumbuh dan terobos untuk mencari Tuhan sendiri. Terhubunglah dengan Tuhan itu sendiri, jangan terus hanya mengandalkan pembimbing. Dapatkan firman itu sendiri, terima dari pembimbing dan persekutuan, lihat betapa banyak firman yang kita terima!
4. Mendapatkan Kristus itu sendiri – Itu lebih dari cukup
Cara mengembangkan kapasitas haus dan lapar
1. Bertobat (YEsaya 58 : 1-2)
Kita diciptakan untuk memuliakan Tuhan, setiap hal yang tidak memuliakan Tuhan harus dibuang. Bertobat artinya kita meninggalkan semua perbuatan yang tidak memuliakan Tuhan dan lakukan hal sebaliknya, yaiutu hal – hal yang baik yang memuliakan Tuhan.
2. Berpuasa (Mazmur 35 : 15)
Ketika doa – doa kita mulai garing, berpuasalah.
3. Menerobos (Mazmur 42 : 5)
Ketika kondisi mulai kering, terobos setiap kegiatan – kegiatan / barier – barier dalam hidup kita. Setiap kegiatan rohani / gathering tidak membuat kita yang kekeringan menjadi terisi kembali. Hanya dengan bertemu dengan Tuhanlah kita akan terisi kembali.
Seperti wanita yang sakit pendarahan, ia menerobos orang – orang hanya untuk menjamah jubah Yesus. Setiap sakitnya tidak ia perhatikan, ia terus berjalan maju untuk menemui Yesus (Markus 5 : 25-27).
Kasih Tuhan selalu baru setiap hari selalu baru setiap pagi. Patikan setiap hari kita dapatkan kasihNya, jika terlewat 1 hari saja kita tidak akan mengalaminya lagi sebab kasihNya selalu baru!
- Published in Catatan Khotbah
Mentaati Firman Tuhan
Teladan Kesetiaan
Ibrani 5:1-10
Tuhan Yesus meninggalkan teladan ketaatan kepada kita. Dia telah belajar menjadi taat dari apa yang dideritanya.
Yesus setia, Dia setia dari awal sampai akhir. Dialah pribadi yang paling setia.
kesetiaan membutuhkan stamina, dibutuhkan stamina untuk berdoa (contoh Markus 1 : 35)
Respon Individu yang penting
– Ibrani 4 : 14-16 pilihan untuk teguh dan setia merupakan keputusan kita.
Anak Tuhan harus teguh, bukan keras. Teguh menunjukkan pengharapan dalam kerendahan hati.
– Anak Tuhan tidak tergantung pada pembimbingnya. Yang utama adalah individunya yaitu pribadimu. Kau yang memutuskan seperti apa tanah hatimu : tanah berbatu, semak duri, atau subur.
– Ibrani 3 : 14 teguh berpegang pada keyakinan kita yang semula
Pelajaran dari Bangsa Israel
Ibrani 3 : 7-19
Anak-anak Israel tidak masuk ke tempat perhentian karena ketidaktaatan, karena ketidakpercayaan mereka. sebaliknya iman menghasilkan ketaatan, dan ketaatan kepada kesetiaan.
Kita belajar apa saja kesalahan bangsa Israel :
7-8 : mengeraskan hati
9 : mencobai Tuhan
10 : sesat hati , tidak mengenal jalan Tuhan
12 : hatinya jahat, tidak percaya, murtad
Firman Tuhan berkuasa
Ibrani 4:12-13
Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata
dua manapun; Ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh;
Kita tidak dapat bersembunyi dari hadapan Tuhan.
Yohanes 1:1
Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Kita tidak dapat lari dari Firman Allah. Jika FT bilang untuk melakukan A, walaupun kita melakukan B yang baik, A akan terus diingatkan kepada kita.
Berkat dan kutuk dari mentaati Tuhan
Mazmur 1:3 – menjadi seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Firman Tuhan akan mengairi dan menumbuhkan hidupmu.
Ibrani 3 : 11
tidak masuk ke tempat perhentian Tuhan.
- Published in Catatan Khotbah

