Victory over the Mind Power
Persekutuan J4u
Sabtu, 05 April 2014
Pembicara : Ka Yorga S. Parnadi
Tema: Victory over the Mind Power
Venue: BTC, lt.P1, Ruang Azalea 2
Seseorang yang sudah mengikut Tuhan sejak lama bukan merupakan jaminan untuk tidak jatuh kembali dalam dosa lama. Salah satu penyebabnya adalah karena pola pikir yang tidak diperbaharui, maka kita harus menguasai pikiran kita. Ketika kita hidup dalam kebiasaan, maka suatu saat kita akan mengalami stagnasi secara rohani. Untuk menghindari hal tersebut, rasa lapar dan haus akan Tuhan harus dikembangkan. Ketika kita datang dengan rasa lapar dan haus kepada Tuhan, maka kita akan siap menerimaapapun yang dari Tuhan. Maka kepada orang-orang yang siap inilah, Tuhan dengan mudah berbicara. Disinilah diperlukan pengenalan akan Tuhan.
Pengenalan dan pengetahuan itu berbeda. Untuk membangun pengenalan diperlukan proses. Ada tertulis, doa orang fasik seperti kain kotor, artinya dilihat pun tidak. Semua orang boleh berdoa pada Tuhan, Dia pasti mendengar, tapi belum tentu dijawab. Bandingkan antara orang benar dan dibenarkan. Orang benar biasanya karena usahanya sendiri untuk menjaga hidupnya benar. Sedangkan orang yang dibenarkan adalah hasil pemberian, karena pada dasarnya orang tersebut tidak layak. Nah, orang yang dibenarkan inilah yang doanya pasti dijawab Tuhan.
Jika kita membaca kembali kisah Maria dan Martha, maka ada cara berbeda yang dilakukan keduanya untuk menyambut Yesus. Yang hendak Yesus ajarkan melalui kisah Maria dan Martha ini adalah:
- Yesus tau waktu-Nya tidak lama lagi.
- Martha tidak mengetahui cara menyenangkan Tuhan.
- Tuhan memiliki aturan-aturan untuk seseorang dapat datang mendekat padaNya. (Ingat aturan-aturan dalam ruang maha kudus).
Jadi kesimpulan dari cara untuk menjadi lapar dan haus akan Tuhan adalah dengan datang kosong akan diri sendiri. Terkadang orang datang dengan konsep atau pengetahuan tertentu yang bukan berasal dari Allah sehingga menganggap Firman tersebut untuk orang lain bukan untuknya.
Firman Tuhan adalah kekuatan dan pengharapan kita.Banyak hal yang berubah dalam hidup kita ketika kita membaca Firman. Tetapi kita harus mewaspadai beberapa hal berikut ini:
- Ketika orang membaca bukan berarti mengerti apa yang dibaca atau dibicarakan.
- Ketika orang membaca dan menjadi semangat bukan berarti sedang mengatakan kebenaran.
- Ketika orang berkata bahwa Tuhan berbicara padanya bukan berarti yang dikatakannya adalah kebenaran.
Kebenaran yang dimaksud di sini adalah yang berasal dari Tuhan. Ketiga hal di atas berguna untuk menghindarkan kita dari penyesatan. Ada orang-orang yang mengutip ayat demi membenarkan dirinya sendiri.
Ketika kita terbiasa membaca Firman dan melakukannya, maka pola pikir kita akan dibersihkan (Yohanes 15:3), sehingga hal asing akan tersaring. Inilah yang dimaksud dengan penjagaan (Covering) Tuhan. Pagar-pagar inilah yang terbangun ketika kita menjaga hidup kita lurus dihadapan Tuhan. Genaplah Firman Tuhan yang berkata bahwa ketekunan kita tidak pernah sia-sia. Selanjutnya, kita perlu merenungkan Firman, maka pikiran kita diubahkan. Sama seperti ajaran Yesus, anggur baru harus disimpan dalam kirbat baru. Artinya untuk menjalani hidup setelah lahir baru, diperlukan cara hidup yang baru.
Dalam pikiran kita hari ini terdapat pula bagian-bagian dari pikiran lama. Maka dari itu kitatidak boleh menjadi pasif, melainkan aktif menyingkirkan pola pikir lama tersebut. Cara-caranya adalah:
- Kita dapat memilih topik dari yang kita hendak pikirkan. Disini kita harus memilih dan mendisiplinkannya. Jika kita dapat berpikir yang salah, maka kita dapat memilih pula yang benar. Melalui saat teduh, kita dilatih untuk mengendalikan pikiran kita.
- Kita tidak hanyut dan menikmati pikiran-pikiran negatif. Artinya kita memutuskan untuk tidak mengikutinya. Cara lain untuk menghabisi pikiran negatif adalah dengan memenuhi diri kita dengan penyataan/pewahyuan yang dari Tuhan. Catat dan perkatakan. Ketika kita berkata tidak pada perkataan-perkataan yang negatif, maka perkataan tersebut akan pergi dari hidup kita.
- Hanya pikiran yang diperbaharuilah yang dapat menerima kuasa dari tempat yang tinggi (Tuhan). Mari kita pastikan pikiran kita sejalan dengan Firman Tuhan. Alasan kenapa pola pikir kita tidak berubah, karena kita hanya membaca tetapi tidak merelakan hati kita menerima teguran atau janji Firman tersebut. Seharusnya kita meresponi Firman Tuhan dengan mengaminkan/mengiyakan sebagai tanda menerima Firman masuk dalam hidup kita.Kita harus mengetahui apa yang Tuhan katakan dalam masalah yang sedang terjadi dan apa yang Tuhan ajarkan dalam panggilan tertinggi hidup kita.
- Konstan dan konsisten berpikir (merenungkan) tentang Firman dan rancangan Tuhan dalam hidup kita. Efeknya tidak hanya pola pikir kita yang berubah tetapi sifat dasar kemanusiaan kita juga berubah. Milikilah hikmat Tuhan untuk merespon dengan benar apa yang akan terjadi.
Dalam berdoa, kita juga perlu merubah pola pikir kita. Sudah seharusnya kita bersiap dengan jawaban doa. Jangan sampai kita berdoa tapi tindakan kita berbeda dengan apa yang kita doakan.
Sukses terjadi ketika kita melakukan Firman Tuhan.
Orang yang seringkali bersyukur akan menyingkirkan kepahitan dari hatinya dan mudah untuk mengampuni.
Marilah kita menang dalam pikiran kita!
- Published in Catatan Khotbah
Increase of God in Our Personal Life
J4u 05.03.2014
Ruang Azalea, BTC P1
Pembicara : Yuliawaty K.
________________________________________________________________________
Galatians 2:20
I have been crucified with Christ and I no longer live, but Christ lives in me. The life I now live in the body, I live by faith in the Son of God, who loved me and gave Himself for me.
Rome 8:16-21
– We must share His suffering if we are to share His glory -> no suffering, no glory! No death, no resurrection!
– “…waits expectantly & longs earnestly for God’s sons to be made known [waits for the revealing, the disclosing of their sonship].”
– Sons of God will set free all creations from its bondage to decay & corruption into the glorious kingdom of God & bring God’s kingdom into this world
I John 2 : 6
– Whoever claims to live in Him MUST live as Jesus did.
– Walk and conduct himself just like Jesus walk and conduct Himself as we are copycats of Jesus
– When people see me, they see Jesus. When people know me, they know Jesus. When people interact with me, they interact with Jesus.
– Like Jesus said: “I and My Father are one. Anyone who has seen Me has seen the Father.”
There’s no identity of MYSELF anymore.
RUTH (Ruth 1:14-17)
– Rut MEMBUANG identitasnya sebagai orang Moab.
– Rut tinggalkan bangsanya, keluarganya, tempat kelahirannya, berhala yang disembah bangsanya, & hidupnya yang lama.
– Kerinduan Rut yg terbesar adalah bertemu dengan Tuhan yg ada di Israel & hidup dalam jalan Tuhan
– Secara manusiawi, saat itu tidak ada jaminan kekayaan, kenyamanan, & pasangan hidup bagi Rut jika dia tinggal di Israel. Rut “nekat” pergi ke Israel -> risked her life for the sake of Christ. – Rut mengalami bagaimana kuasa Tuhan bekerja dalam hidupnya secara pribadi.
– Rut dikenal bukan lagi sebagai wanita Moab, tapi sebagai wanita yang berlindung dibawah naungan sayap Tuhan (2:11-12) & lebih berharga dari tujuh orang anak laki-laki (4:15)
– Daniel BERKETETAPAN untuk tidak menajiskan dirinya dalam kondisi apapun dan dimanapun.
– Dia juga dikenal sebagai orang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus (in whom is the Spirit of the Holy God), memiliki roh yang luar biasa & pengetahuan & akal budi, dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal tersembunyi, & menguraikan kekusutan.
– Sejak dari awal hingga akhir masa pembuangan, Daniel selalu menjadi orang kepercayaan raja-raja & membawa mereka mengenal Allah yang benar.
– Penyertaan Tuhan SANGAT NYATA dalam hidup Daniel, bahkan orang dunia pun dapat dengan jelas melihatnya.
YOHANES PEMBAPTIS (Luk 1:5-24, 57-80, 3:1-20, Yoh 1:19-40, 3:22-30)
– Tuhan memilih berbicara kepada Yohanes daripada kepada Imam Besar yang saat itu sedang menjabat, artinya Yohanes lebih berkenan kepada Tuhan.
– Dia rendah hati dan selalu memuliakan Yesus,
– dia membawa orang-orang yang dia layani kepada Yesus, bukan dirinya sendiri.
Mengalami Tuhan & Menyatakan Kuasa Tuhan
- Published in Catatan Khotbah
First Fruit / Buah Sulung
Persekutuan J4u
BTC, Lt.P1 Ruang Azalea 2
Sabtu, 01 Februari 2014
Pembicara : Ka Yorga S. Parnadi
Prinsip Dasar Buah Sulung
Amsal 3:9-10 “9 Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, 10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”
Buah Sulung
Buah sulung bukanlah tuntutan legalistik yang mutlak harus dilakukan seperti sepuluh perintah Allah. Untuk sepersepuluh, sifatnya wajib karena kita mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan.
Namun ketika buah sulung dilakukan, ada terobosan yang membawa kita dalam tingkatan berkat Tuhan yang lebih besar, yang memampukan kita melakukan visi Tuhan yang besar pula.
Persembahan buah sulung dan sepersepuluhan ditujukan bagi yang sudah bekerja. Bagi yang belum bekerja boleh belajar melakukannya tapi diambil bukan dari uang sekolah/kuliah melainkan dari uang jajan.
Buah sulung diberikan tiap tahun pada bulan pertama (kalender Yahudi) yaitu bulan Nisan/Abib yang jatuh pada tanggal 15 Maret 2014.
Prinsip buah sulung terlihat dari pola/pattern/model yang berulang-ulang terjadi di sepanjang Alkitab dari perjanjian lama sampai dengan perjanjian baru. Pola ini menunjukkan cara-Nya bekerja.
Prinsip Dasar Buah Sulung di perjanjian lama
1. Habel mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya (Kejadian 4:4). Setelah Adam dan Hawa berdosa, Allah membuat jubbah dari kulit binatang untuk mereka sebagai penutup tubuh. Arti profetiknya adalah untuk menutupi dosa, harus dengan menggunakan korban yang mengandung darah. Hal inilah yang Habel lakukan sehingga persembahan Habel diterima sedangkan Kain tidak.
2. Abraham merelakan putra tunggalnya yang sulung, yang amat dikasihinya sebagai korban bakaran bagi Tuhan (Kejadian 22)
3. Hana bernazar akan mendedikasikan anak pertamanya kepada Tuhan jika Tuhan membuka kandungannya dan memberikan anak laki-laki kepadanya (1 Samuel 1:10)
4. Janda di Sarfat mendahulukan Elia dengan memberikan makanan terakhirnya (1 Raja-raja 17). Janda ini satu-satunya janda di Israel yang bertahan hidup di tengah kelaparan yang hebat yang melanda seluruh negeri (Lukas 4:25-26), inilah pemisahan yang Tuhan lakukan untuk orang yang melakukan Firman.
Persembahan dan Hati
Nilai dan besarnya persembahan kita kepada Tuhan menggambarkan seberapa kita mencintai Tuhan dan seberapa takut akan Dia (Maleakhi 1:13-14). Tuhan sudah punya segalanya, tapi kita memberi persembahan sebagai bentuk penghoramatan kita pada Tuhan. Sama dengan seorang raja besar yang menerima upeti dari raja-raja kecil di sekitarnya sebagai tanda penundukan (takluk) pada raja besar tersebut. Upeti yang diberikan adalah yang terbaik.
Mari kita cermati kisah janda yang memberikan dua keping perak sebagai persembahan di bait Allah, arti profetiknya adalah janda tersebut memberikan seluruh hidupnya pada Tuhan pada hari itu karena dua keping perak itulah yang dia punya diberikan seluruhnya pada Tuhan. Genaplah Firman Tuhan yang berkata, “Di mana hartamu berada, di situlah hatimu berada..”. Hati janda tersebut hanya untuk Tuhan, bukan pada apa yang dia miliki. Maukah kita mengalami kuasa dari persembahan buah sulung?
MARILAH KITA MENJADI PELAKU FIRMAN!
- Published in Catatan Khotbah
Telinga, mata, dan hati
J4u, 19 Januari 2014
Ka Yorga
Amsal 4:20-23
Hai anakku, 1 perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku
2 janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.
Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka
3 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
1. Telinga
Keluaran 15:26
firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”
2. Mata
Lukas 11:34
Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu,
tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.
3. Hati
Amsal 4:23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Tiga hal yang perlu kita jaga : telinga, mata, dan hati.
Maka kita akan mengalami kesehatan dan kehidupan yang benar dalam Tuhan.
- Published in Catatan Khotbah
Pemuridan
J4u, 3 November 2012
Ka Yorga
2 Timotius 2 : 1- 2
“Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”
Timotius adalah anak rohani Paulus, meskipun Timotius tidak diinjili (bertobat) oleh Paulus. Timotius bertobat melalui neneknya.
FAKTA:
1. orang yang menginjili anda belum tentu bapa rohani anda
2. gembala sidang di suatu gereja belum tentu bapa rohani jemaatnya
“..jadilah kuat”
kuat adalah pilihan, dan Tuhan ingin kita menjadi kuat! banyak orang bersikap ‘menolak’ berkat Tuhan, karena saat Tuhan memperkuat tangan mereka untuk menerima berkat itu, mereka seringkali tidak siap.
2 Timotius 2 : 2
kebenaran yang telah kita terima, ajarkanlah kepada orang – orang yang dapat dipercayai. karena kebenaran adalah harta.
murid adalah orang – orang yang dapat dipercayakan kebenaran, karena saat mereka diberi mandat mereka MELAKUKANNYA.
Pemuridan
bicara tentang apa yang telah kita terima dari Tuhan, yang kita percaya, dan kita ajarkan kepada orang – orang yang dapat dipercayai.
percaya kepada pengajaran yang kita terima berarti kita mengimani dan melakukannya (hidup didalamnya)
Pemuridan di J4u:
1. Man to man, face to face (saling mengenal dengan baik satu sama lain)
2. share of life, yang dibagikan adalah kebenaran / firman Tuhan
Pemuridan memastikan kebenaran yang diajarkan itu dilakukan. karena saat kita dimuridkan, kita dipastikan memiliki kualitas untuk mengajar orang lain. disitulah hidupmu diberkati (dan menjadi berkat bagi orang lain)
Koreksi hidupmu:
setiap kebenaran yang kita terima buatlah bertumbuh dengan melakukannya, jangan dibiarkan gugur.
- Published in Catatan Khotbah
Membangun Rasa Haus dan Lapar akan Tuhan
J4u, 26 Oktober 2013
Ka Ade
Mazmur 107 : 9
“sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.”
Ketika kita memiliki rasa haus dan lapar akan Tuhan, maka semua aktivitas rohani akan berubah dari kebiasaan menjadi kehidupan.
Pentingnya membangun rasa lapar dan haus akan Tuhan
1. Memberikan pertumbuhan
Seperti sebuah pohon yang mencari sumber air, akarnya akan terus mendesak ke bawah menembus tanah dan pasir. Sehingga pohon itu akan tumbuh besar dan kuat. Seperti itulah ketika kita memiliki rasa lapar dan haus akan Tuhan.
2. Dipuaskan dengan kebaikan
Mazmur 103 : 5
“Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.”
Yesus sendiri yang akan memuaskan hasrat kita akan Dia dengan kebaikanNya. Ketika kita membawa gelas kosong, Ia akan isi hingga penuh. Bawa ember kosong, Ia akan isi hingga penuh. Bawa samudra sekalipun, Ia akan isi hingga penuh. Tuhan pasti akan memuaskan, seberapa besar hasrat kita akan Dia.
3. Mendapatkan lebih lagi hikmat dan pewahyuan
Amsal 28 : 5
“Orang yang jahat tidak mengerti keadilan, tetapi orang yang mencari TUHAN mengerti segala sesuatu.”
Kita akan mulai mengerti jalan Tuhan dalam hidup kita, sehingga kita tidak akan mudah untuk komplain. Teruslah bertumbuh dan terobos untuk mencari Tuhan sendiri. Terhubunglah dengan Tuhan itu sendiri, jangan terus hanya mengandalkan pembimbing. Dapatkan firman itu sendiri, terima dari pembimbing dan persekutuan, lihat betapa banyak firman yang kita terima!
4. Mendapatkan Kristus itu sendiri – Itu lebih dari cukup
Cara mengembangkan kapasitas haus dan lapar
1. Bertobat (YEsaya 58 : 1-2)
Kita diciptakan untuk memuliakan Tuhan, setiap hal yang tidak memuliakan Tuhan harus dibuang. Bertobat artinya kita meninggalkan semua perbuatan yang tidak memuliakan Tuhan dan lakukan hal sebaliknya, yaiutu hal – hal yang baik yang memuliakan Tuhan.
2. Berpuasa (Mazmur 35 : 15)
Ketika doa – doa kita mulai garing, berpuasalah.
3. Menerobos (Mazmur 42 : 5)
Ketika kondisi mulai kering, terobos setiap kegiatan – kegiatan / barier – barier dalam hidup kita. Setiap kegiatan rohani / gathering tidak membuat kita yang kekeringan menjadi terisi kembali. Hanya dengan bertemu dengan Tuhanlah kita akan terisi kembali.
Seperti wanita yang sakit pendarahan, ia menerobos orang – orang hanya untuk menjamah jubah Yesus. Setiap sakitnya tidak ia perhatikan, ia terus berjalan maju untuk menemui Yesus (Markus 5 : 25-27).
Kasih Tuhan selalu baru setiap hari selalu baru setiap pagi. Patikan setiap hari kita dapatkan kasihNya, jika terlewat 1 hari saja kita tidak akan mengalaminya lagi sebab kasihNya selalu baru!
- Published in Catatan Khotbah
Mentaati Firman Tuhan
Teladan Kesetiaan
Ibrani 5:1-10
Tuhan Yesus meninggalkan teladan ketaatan kepada kita. Dia telah belajar menjadi taat dari apa yang dideritanya.
Yesus setia, Dia setia dari awal sampai akhir. Dialah pribadi yang paling setia.
kesetiaan membutuhkan stamina, dibutuhkan stamina untuk berdoa (contoh Markus 1 : 35)
Respon Individu yang penting
– Ibrani 4 : 14-16 pilihan untuk teguh dan setia merupakan keputusan kita.
Anak Tuhan harus teguh, bukan keras. Teguh menunjukkan pengharapan dalam kerendahan hati.
– Anak Tuhan tidak tergantung pada pembimbingnya. Yang utama adalah individunya yaitu pribadimu. Kau yang memutuskan seperti apa tanah hatimu : tanah berbatu, semak duri, atau subur.
– Ibrani 3 : 14 teguh berpegang pada keyakinan kita yang semula
Pelajaran dari Bangsa Israel
Ibrani 3 : 7-19
Anak-anak Israel tidak masuk ke tempat perhentian karena ketidaktaatan, karena ketidakpercayaan mereka. sebaliknya iman menghasilkan ketaatan, dan ketaatan kepada kesetiaan.
Kita belajar apa saja kesalahan bangsa Israel :
7-8 : mengeraskan hati
9 : mencobai Tuhan
10 : sesat hati , tidak mengenal jalan Tuhan
12 : hatinya jahat, tidak percaya, murtad
Firman Tuhan berkuasa
Ibrani 4:12-13
Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata
dua manapun; Ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh;
Kita tidak dapat bersembunyi dari hadapan Tuhan.
Yohanes 1:1
Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Kita tidak dapat lari dari Firman Allah. Jika FT bilang untuk melakukan A, walaupun kita melakukan B yang baik, A akan terus diingatkan kepada kita.
Berkat dan kutuk dari mentaati Tuhan
Mazmur 1:3 – menjadi seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Firman Tuhan akan mengairi dan menumbuhkan hidupmu.
Ibrani 3 : 11
tidak masuk ke tempat perhentian Tuhan.
- Published in Catatan Khotbah
Berlari Pada Tujuan Tuhan
J4u, 21 September 2013
Pembicara : ka Viona Wijaya
Sebuah garis terbentuk dari dua buah titik yang saling berhubungan, namun jika dalam pembuatannya melenceng satu derajat saja, maka hasil akhirnya akan berbeda. Kedua titik tersebut tidak akan bertemu satu sama lain.
Seperti ilustrasi tersebut, ketika kita melenceng sedikit saja dari tujuan Tuhan, maka hasil akhirnya akan berbeda. Berlari dan tujuannya merupakan 2 variabel yang penting. Tanpa tujuan yang benar, berlari saja tidaklah cukup.
Namarta (dosa) memiliki arti anak panah yang dilesatkan tapi tidak sampai pada tujuannya. Inilah yang hari – hari ini dipakai oleh iblis untuk menjatuhkan anak Tuhan, membuat anak Tuhan tidak sampai pada tujuan hidupnya.
Filipi 3 : 1b -14
Untuk berlari pada tujuan Tuhan, perlu diperhatikan:
1. Hati – hati dan berjaga – jaga (ayat 2-3)
Jangan sembarangan mendengar nasihat orang – orang disekitar kita. Pastikan orang yang kau dengarkan nasihatnya adalah orang yang benar – benar mengasihimu dan hidupnya dekat dengan Tuhan. Ciri penyunat – penyunat palsu:
1. Lihat buah – buah nya
2. Menaruh percaya pada hal – hal lahiriah (jabatan, pelayanan, dll)
2. Hal – hal lahiriah tidak semerta – merta menentukan pengenalan seseorang akan Tuhan (ayat 4 – 6)
Tau firman saja tidaklah cukup. Pastikan dalam tiap ibadah kita, kita menerima pengenalan akan Tuhan yang segar. Ketika Roh Kudus turun, maka firman Allah itu menjadi hidup.
3. Menganggap semua rugi karena Kristus (ayat 8)
Selidiki hati kita, apa yang lebih mulia. Pastikan pengenalan akan Tuhan adalah yang paling mulia. Saat kita melepaskan apa yang Tuhan suruh kita lepaskan, kita tidak akan rugi sedikitpun. Untuk bisa berlari, kita tidak dapat melihat pada 2 fokus. Tuhan akan mencabut setiap fokus yang bukan dari Tuhan.
4. Masuk dalam kebenaran Kristus, bukan kebenaran kita (ayat 9)
Perlu kerendahan hati untuk masuk lebih dalam, untuk selalu dibaharui oleh kebenaran firman Tuhan. Jangan menjadi ‘keras’ pada 1 kebenaran, karena hal tersebut dapat dipakai iblis untuk menjatuhkan kita dalam kesombongan.
5. Mengenal kuasa kebangkitan (ayat 10)
Ini hanya bisa kita terima lewat persekutuan dalam penderitaan (seperti Kristus) dan untuk membuat kita fokus. Seperti kendaraan yang berlari kencang tanpa tau fokusnya, maka Tuhan akan membuat kendaraan tersebut menarik rem dengan penderitaan. Terus responi setiap penderitaan yang kita terima dengan benar.
6. Memberi diri ditangkap oleh Tuhan (ayat 12)
Mengejar Tuhan adalah hal yang mudah. Kita tidak mengejar Tuhan yang bengis, yang sengaja meninggalkan kita ketika kita mengejarNya. Sebaliknya, Ia akan menagkap kita ketika kita mengejarNya.Bukan setelah kita lakukan ini dan itu baru Tuhan mau menangkap kita, tapi lakukanlah yang terbaik dan Tuhan akan menangkapmu.
7. Lupakan apa yang ada dibelakangmu (kesuksesan/kegagalan) dan fokus pada apa yang ada didepan (ayat 13)
Kita tidak bisa berlari sambil melihat ke belakang. Tanpa melepas yang dibelakang, kita tidak bisa melihat ke depan. Lihatlah tujuan Tuhan dalam hidup kita! Seperti istri Lot, begitulah hasil akhir dari orang – orang yang ‘melihat ke belakang’.
MENGAPA KITA HARUS FOKUS PADA TUJUAN TUHAN? Ibrani 11 : 3
Apa yang Tuhan mau kerjakan, seringkali tidak bisa kita lihat dengan pancaindra. Untuk mencapai tujuan Tuhan, perlu sekali untuk memperhatikan setiap langkah kita, mengetahui tujuan Tuhan di setiap hari. Jika kita telah menerima visi, hati – hati dengan langkah untuk mencapainya. Jangan sampai ketinggalan dari apa yang sedang Tuhan kerjakan. Apa yang Tuhan kerjakan adalah besar, pastikan fokusmu tiap hari.
- Published in Catatan Khotbah
Mengasihi Tuhan dan Bayar Harga
J4u, 14 September 2013
Pembicara : Ka Yorga
Yohanes 14 : 21
“Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
Mengasihi bukan sekedar lagu dan kata – kata tetapi memegang perintah Tuhan dan melakukannya. Memegang perintah Tuhan saja tidaklah cukup, karena memegang belum tentu melakukannya. Memegang / tau / hafal ayat memang baik, tapi tidak rohani. Sebab yang rohani ialah melakukannya. Apa yang Tuhan inginkan bukan sekedar membaca Firman Tuhan saja, tetapi membangun hidupmu dengan Firman Tuhan itu. Ketika kita sungguh – sungguh dalam Tuhan, mungkin awalnya tidak terlihat perbedaannya, sepertinya hidupmu tidak berbeda dengan hidup orang dunia, atau bahkan hidup orang dunia lebih baik. Tapi percayalah bahwa kita akan semakin berubah, karena terjadi pertobatan dan evaluasi dalam hidup kita.
Yang disebut sebagai anak Tuhan adalah ketika kita membangun hubungan dengan Tuhan. Baca dan lakukanlah Firman Tuhan. Orang yang telah membaca Firman Tuhan tidajk mudah digoyahkan, karena Firman Tuhan itu berkuasa. Pastikan ketika kita membaca Firman Tuhan pola pikir kita disingkirkan / di –nol-kan, supaya Tuhan mudah meletakan pola pikirNya. Orang yang pola pikirnya diubah oleh Tuhan, hidupnya pasti juga akan berubah. Baca Firman dan hiduplah didalam Roh. Lakukan Firman Tuhan, sebanyak yang kita tau saat ini.
1 Yohanes 2 : 5
“Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.”
Tidaklah mungkin seorang yang memegang dan melakukan Firman Tuhan tidak memiliki kasih. Itu sebabnya Tuhan Yesus marah sekali pada ahli – ahli Taurat, karena mereka tau Firman tapi tidak melakukannya. Semakin kau tekun melakukan Firman, semakin besar kasihmu, semakin kau tau bahwa kau berada dalam pusat rencana Tuhan.
2 hal yang terjadi ketika kita mengklaim Firman Tuhan terjadi dalam hidup kita:
- Ambil bagian dalam kodrat ilahi. Hidupmu akan penuh dengan hal – hal supernatural
- Luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. Mereka akan mudah jatuh dalam dosa, tapi kita justru akan mudah hidup dalam kekudusan.
- Published in Catatan Khotbah
Lahir Baru (Reborn)
J4u, 10 Agustus 2013
Pembicara : Billy Fariman
Reborn terjadi ketika manusia (yaitu tubuh, jiwa, dan roh) mengalami pembaharuan dan oleh karenanya masuk ke dalam kehidupan yang baru. Berdasarkan Kejadian 5:1-3, padaawalnya manusia diciptakan untuk menjadi segambar dan serupa dengan Allah yang sempurna, memiliki karakter ilahi dan kuasa.
Dengan demikian, Tuhan menjadi Bapa dan manusia sebagai anak-anakNya. Berdasarkan Yesaya 43:7, manusia diciptakan untuk kemuliaan Tuhan, yang dibentuk dan dijadikan-Nya. Akan tetapi menurut Roma 3:11-12, “disease of the fallen” atau kejatuhan manusia ke dalam dosa telah memisahkan manusia dari Tuhan. Akibatnya tujuan mula-mula Allah menciptakan manusia dirusak oleh dosa.
Apakah dosa? Dosa adalah pelanggaran terhadap perintah Tuhan. Bahkan, kata aslinya (hamartia), dosa dipakai untuk menggambarkan seorang pemanah yang meleset menembakkan anak panahnya. Ketika kita membahas tentang dosa, sebenarnya ada 3 hal yang perlu kita sadari. Dosa dimulai pertama-tama dari mata yang tergoda, lalu telingayang mendengarkan bisikan-bisikan iblis, dan pada akhirnya berkompromi terhadap perintah Tuhan.
Lalu bagaimana kita dapat mengetahui apakah sesuatu itu dosa? Tuhan yang akandiscover atau membukakan selubung nya untuk kita. Namun akibat dosa, manusia kini berada dalam kondisi yang tidak dapat lagi terhubung dengan Allah, sumber kehidupan. Hal inilah yang kita sebut kematian.
Bagaimana menjelaskan kematian ? Cermati ilustrasi berikut. Bagaimana menjelaskan dingin? Bagaimana menjelaskan gelap?
Dingin tidak dapat diukur, karena itu adalah kondisi tidak ada panas. Gelap juga tidak dapat diukur, karena itu adalah kondisi tidak ada terang. Demikian pula, mati tidak dapat diukur karena mati adalah kondisi dimana tidak ada kehidupan.
Terpisah dari sumber kehidupan membuat manusia merasakan ada sesuatu yang hilang. Sejarah budaya manusia menunjukkan bahwa manusia selalu mencari sesuatu untuk disembah seperti pohon, batu, dewa-dewi, dsb untuk menemukan kembali sumber kehidupan tersebut. Mereka juga mengupayakan dengan berbagai cara untuk
mendekatkan diri dengan apa yang disembahkan dengan memberikan persembahan, melakukan kebaikan, melakukan ritual-ritual agama, dsb.
Namun, Firman Tuhan menjelaskan bahwa hanya ada satu jalan yang dapat menghubungkan manusia kembali dengan sumber kehidupan. Roma 10 : 9-10 mencatat : “sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,
maka kamu akan diselamatkan”.
Ketika seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya dia telah lahir baru. Namun, lahir baru bukanlah akhir, melainkan langkah pertama dari kehidupan baru bersama dengan Tuhan.
Setelah kita lahir baru, cara kita memandang segala sesuatu seharusnya berubah karena kini Tuhanlah yang memimpin hidup kita. Perubahan-perubahan cara pikir tersebut akan membawa kita kepada pertobatan-pertobatan yang terus menerus. Karena itu lahir baru hanya sekali, namun pertobatan itu setiap hari.
Satu hal lagi yang Allah ingin discover untuk kita, yaitu Yohanes 1:12. Tertulis bahwa kita semua yang percaya dalam namaNya akan diberi kuasa (dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai authority, power, privilege, dan rights) untuk menjadi anak-anak Allah. Kita diberi kuasa untuk meninggalkan dosa dan bersatu kembali dengan Allah. Hal ini tidak diketahui banyak orang, karena memang belum diberi tahu, namun banyak juga yang tidak mau tahu.
Tuhan mengasihi kita, karena itu Dia tidak mau apa yang terbaik bagi kita itu digantikan oleh hal-hal yang sekedar baik. Kasih Tuhan selalu menginginkan yang terbaik bagi kita.
Hal yang perlu kita lakukan juga setelah lahir baru adalah memiliki gaya hidup baru yaitu selalu melakukan lebih baik dari yang terbaik (do better than best) dalam segala hal. Dia ingin kita jatuh cinta padaNya, pada pekerjaan, dan hidup kita seutuhnya. Prioritaskan hal-hal di hidup kita, tinggalkan hal-hal yang kelihatannya kecil namun merupakan kebiasaan buruk, dan kita akan kembali masuk pada tujuan-Nya yang semula bagi kita.
- Published in Catatan Khotbah

