Kasih
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 07 Maret 2015
Tema : Kasih
Pembicara : Ka Yorga
Venue : Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Yudas 1:17-23
Ketika melakukan firman Tuhan, artinya sedang menyalibkan keinginan daging. Jika kita tidak melakukan keinginan roh, jangan-jangan kita sedang melakukan keinginan daging. Melakukan keinginan roh adalah hal yang mutlak harus dilakukan oleh kita. Di akhir zaman akan muncul pencemooh-pencemooh(pengejek) yang hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka. Apa itu orang fasik? Orang yang tahu kebenaran tetapi mengingkarinya dan tidak mau bertobat. Orang seperti ini jika sudah diinjili tidak mau bertobat, tinggalkan saja.
Hati-hati! Orang yang berlaku fasik akan tampil sebagai pencemooh. Ayat 19 berkata bahwa mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa dituntun Roh Kudus. Karena orang yang dituntun Roh Kudus sibuk melakukan tuntunan Roh Kudus tersebut, sibuk mengerjakan visi dan tidak ada waktu bergosip. Bagi para pencemooh ini akan ada hukuman seperti Harun dan Miryam yang mulai mencemooh Musa, mereka sedang membicarakan orang yang diurapi Tuhan. Harun dan Miryam terkena kusta. Hindarilah membicarakan orang-orang yang diurapi Tuhan karena ada perlindungan Ilahi. Apalagi kita sadar ada tanda-tanda ajaib yang menyertai pemimpin tersebut.
Orang yang berlaku fasik hidup tanpa Roh Kudus, peringatan ini diulang-ulang dari kitab 1 Yohanes hingga kitab Wahyu. Alkitab tegas mengatakan, orang yang memiliki Roh Allah hidupnya luar biasa, sedangkan orang fasik berlaku biasa-biasa. Maka rindukan untuk dipenuhi oleh Roh Allah. Bersama Allah, kita melakukan perkara-perkara yang ajaib. Ingat tanah Gosyen, tempat tinggal bangsa Israel sewaktu di Mesir. Tanah Gosyen berbicara tentang pemisahan, tanah lain terkena tulah tapi di Gosyen bebas tulah. Tulah yang ke-10 berlaku juga tanah Gosyen, tetapi Musa mendengar pimpinan Roh Kudus untuk membubuhkan tanda darah di setiap palang pintu rumah di tanah Gosyen.
Orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah orang yang memiliki iman. Bukan perkara kita tidak bisa mendengar suara Tuhan, tapi sudahkah kita minta untuk Tuhan bicara pada kita? Mungkin kita tidak pernah meminta kepada Tuhan. Belajarlah mendengar suara Tuhan setiap hari.Sekali lagi dikatakan bahwa dipimpin Roh Allah adalah hal yang sangat mutlak. Ini fasilitas yang sudah diberikan bagi kita. Di dalam Yohanes 1 :12, kita diberi kuasa sebagai anakNya bukan hanya melakukan mujizat tetapi juga membangun hubungan. Mana ada anak yang tidak pernah berkomunikasi dengan ayahnya. Bapa terlebih rindu untuk berbicara dengan kita.
Dia mengerti bahasa tetesan air mata, artinya Tuhan sudah mengerti hati kita meski kita belum mengungkapkannya. Sebaliknya, apakah kita mengerti maksud Tuhan hari-hari ini?Pilihlah Tuhan dan percayalah kepada Tuhan. Kalo kau memilih jalan Tuhan maka engkau tidak tergoncangkan. Di saat kita goyah iman, rendah hati saja, berdoalah dan panjatkan kepada Tuhan. Maka akan ada yang terbentuk dalam hati kita, iman dan damai sejahtera.
Ayat 20 “bangunlah dirimu sendiri diatas dasar imanmu yang paling suci.”
Dasar yang paling suci adalah Tuhan Yesus. Dia adalah batu karang yang teguh. Berdoalah hingga mendapat kelegaan. Di hadirat Allah ada jawaban. Hati-hati dengan kepahitan atau luka-luka. Bereskan hingga ketika kita ketemu dengan orangnya tidak sakit lagi. Singkirkan segala akar pahit.”…berdoalah dalam Roh Kudus” Ini bukan selalu berdoa dalam bahasa roh, tetapi berdoa sesuai kehendak Roh. Milikilah kerinduan yang begitu dalam untuk dipenuhi Roh Kudus. Hidup dalam Roh Kudus akan sangat bergairah. Bahkan dalam hal-hal sederhana pun Roh Kudus turut campur tangan. Kita akan terhindar dari kejadian-kejadian yang tidak perlu kita alami. Justru biar kita mengalami Tuhan.
Hindarilah sikap humanis. Ini akan menyebabkan kita menjadi beralasan. Tuhan hanya memberi pilihan untuk jadi pemenang atau pecundang. LAWAN keinginan daging. Betul memang Tuhan mengerti kita, kita tidak perlu mempertanyakan lagi, tetapi pilihlah menjadi pahlawan. Lihat tokoh-tokoh pemimpin hebat hari ini, lihat cara hidupnya dari kecil, tentunya mereka terbiasa melawan kondisi dan kelemahan mereka. Mereka menang di dalam pilihan-pilihan hidup mereka. Kalau mau hidup lurus, lurus saja sekalian, supaya berkat kita tidak terhalang. Mumpung masih muda, jagalah hidup kita lurus di hadapan Tuhan, tidak bercela.
Ayat 21 “Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.”
Peliharalah hidup di dalam kasih Allah. Tetaplah di dalam kasihNya, tidak keluar ke kanan dan ke kiri. Berdoa dalam roh, terus peka sama Tuhan. Ketika Tuhan berkata sesuatu, lakukanlah! Jangan keraskan hatimu!
Ayat 22 “Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu,”
Memiliki kasih terhadap saudara-saudara kita. Kasih berbicara tentang Allah, karena Allah Adalah Kasih. Kasih itu tidak egois. Kasih itu memberi, bukan menerima. Marilah kita memiliki kasih kepada sesama. Ketika melihat saudara yang susah, bantu mereka. Bantuan tidak selalu uang; bisa juga waktu, makanan dan perhatian.
Ayat 23 “selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.”
Tidak mungkin kita berkenan kepada Tuhan dengan cara sendiri. Pakailah cara Allah. Berteman bisa dengan siapa saja, tetapi bersahabat tidak bisa dengan sembarang orang. Perhatikan pergaulan kita. Lihat hidup orang yang bergaul dengan kita. Apakah karakternya sesuai Firman? Menjaga kekudusan atau tidak? Bencilah kelakukan orang berdosa, bukan orangnya. Selamatkanlah mereka yang ragu-ragu, seperti merampas dari dalam api. Ada beberapa orang yang harus dipisahkan dalam hidup kita. Kita tegas bukan karena benci. Pertaruhannya adalah nyawa.
- Published in Catatan Khotbah
Daya Tahan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 28 Febuari 2015
Tema : Daya Tahan
Pembicara : Triphosa
Venue : Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Alasan untuk kita perlu memiliki daya tahan adalah untuk tidak menjadi anak gampang. Anak gampangan itu mudah menyerah. Daya tahan (durability) adalah kekuatan untuk bertahan akan sesuatu. Mari kita pelajari contoh orang yang memiliki daya tahan dalam 1 Samuel 30:1-6A. Dalam ayat tersebut, diceritakan perjalanan Daud dari Afek ke Ziklag memakan lama waktu 3 hari, menyita energi pula. Dalam memiliki daya tahan, kita harus menghindari mengeluh. Jika kita terus mengeluh, akan terasa sangat panjang. Dari mulut yang sama, tidak bisa mengeluarkan berkat atau cacian bersama-sama. Ketika makian keluar, maka pagar perlindungan Tuhan terbuka, kita sedang buka celah untuk iblis menyerang kita.
Daya tahan terhadap keletihan. Di sini yang terkena efek adalah fisik/tubuh. Jika kita terus memikirkan letih, letih dan letih maka akan terjadi keletihan dalam hidup kita. Jadilah ANTUSIAS, aktif bertanya pada Tuhan. Peganglah perkataan Tuhan. Pada waktu terjadi keletihan, sifat manusia mulai muncul, fokus mulai hilang. Di saat inilah kita perlu berdiam dalam Tuhan untuk mengisi kembali tabung, mengasah kembali kepekaan pada Tuhan. Dalam ketenangan, kita bisa mendengar Roh Tuhan. Jangan sibuk dengan pikiran sendiri.
Daud melihat Ziklag terbakar. Di sini mata yang menangkap siatuasi yang terjadi. Tentunya dia akan langsung mengejar pelaku yang membakar kotanya, tanpa berlambat-lambat. Sama halnya dengan kita, lari dan bergegaslah dalam segala hal. Dalam perkuliahan, dalam pekerjaan. Singkirkan hal berlambat-lambat. Sebagai contoh, ketika kita mulai lesu, mulailah memberitakan Injil. Pada waktu kita melihat orang bertobat dan percaya Tuhan, roh kita akan melonjak kegirangan. Mintalah pada Tuhan hal yang memicu kita untuk bangkit lagi. Hindari sedikit-sedikit berkata malas, karena itu akan menjadi pola pikir. Belajarlah untuk menjaga roh kita tetap terbakar.
Daud mendengar anak dan istrinya serta pengikutnya ditawan orang Amalek. Di sini telinga yang menangkap. Apa yang kita dengar bisa mempengaruhi hidup kita. Iman berkuasa mencipta dari tidak ada menjadi ada. Percaya saja apa yang Tuhan katakan dalam hidup kita, mungkin tidak sebentar. Kita perlu minta kepada Tuhan untuk punya daya tahan. Yang tahu kondisi sebenarnya adalah kita dan Tuhan. JANGAN biarkan telinga kita mendengarkan kanan dan kiri kita. Ujilah segala sesuatu. Peganglah Firman Tuhan hingga hal itu terjadi.
Respon yang sering terjadi ketika menghadapi situasi kondisi:
1. Dikuasai daging (jasmani lebih besar dari roh). Jika kita mendapati pesan /visi, belajarlah untuk bertanya pada Tuhan kapan waktu untuk memulainya, untuk menghindari ketidaksiapan. Hindari pula jalur alternatif/instan. Dibutuhkan kepekaan mendengar suara Tuhan.
2. Menangis. Kita butuh menangis untuk melepas kesedihan, tapi bukan untuk keterusan cengeng. Tuhan berkata curahkan isi hati kita pada Tuhan, Dia menampung air mata kita di kirbatNya. Setelah kita mencurahkan isi hati, akan terjadi kelegaan(lepas dari beban) dan menerima damai sejahtera yang melampaui akal dan pikiran. Belajar untuk tidak sekedar membaca Firman, tetapi juga rindu untuk mengalaminya. Jika mengalami kegaringan, maka uji hati dan harus terus gali lebih dalam.
3. Marah. Belajarlah untuk menguasai emosi. Pakai otoritas kita untuk menguasai emosi.
4. Ketakutan. Inilah pintunya, ketika ketakutan menguasai hidup kita, di situlah kita mulai tidak percaya pada Tuhan. Kita sedang buka celah. Sebaliknya, jangan biarkan ketakutan sekecil apapun. Pakailah lutut untuk berdoa. Belajarlah berdoa dengan daya tahan.
5. Terjepit. Kondisinya Daud di antara orang-orang perkasa yang pedih hati sedangkan Daud sendirian.
1 Samuel 30:6B-20. Tuhan menjawab Daud untuk mengejar orang Amalek dan akan bisa menyusulnya.
Tindakan iman:
1. Mengenakan baju efod (baju imam). Artinya menguduskan diri.
2. Bertanya kepada Tuhan. Daud tidak membiarkan logikanya berjalan.
3. Melakukan. Daud mengejar orang Amalek karena percaya Tuhan telah mengatakan bahwa dia bisa menyusulnya.
4. Tidak membawa beban (1 Samuel 30:24). Untuk datang berlari pada Tuhan, tanggalkanlah beban kita. Kita tidak mendengar suara Tuhan karena beban kita belum dilepaskan/diserahkan pada Tuhan. FirmanNya berkata berlarilah dengan segera. Ketika melepaskan, maka ditinggalkan. Kemudian, lakukanlah apa yang bisa kita lakukan dengan maksimal. Kita harus menang dalam proses-proses yang Tuhan sediakan.
Dicatat ada 600 tentara yang bersama Daud di Ziklag, mereka diantaranya adalah:
1. 400 orang yang bergabung di gua Adulam. (1 Samuel 22:2). 400 orang ini punya stamina sama dengan Daud untuk berlari mengejar bangsa Amalek hingga merebut kembali jarahan. Daud butuh ketahanan untuk menangani 400 orang yang dulunya adalah orang yang dalam kesukaran, yang dikejar tukang piutang, yang sakit hati, artinya Daud memakai otoritas dari Tuhan. Belajar berdoa untuk minta otoritas dari Tuhan.
2. 200 orang yang bergabung setelahnya (bukan dari gua Adulam), orang ini yang tidak kuat menyeberang di sungai Besor karena terlalu lelah.
Siapa sajakah 400 orang yang bersama Daud? 1 Tawarikh 12:1-221.
1. Orang Benyamin:
a. Bersenjatakan panah.
b. Sanggup melontarkan batu dengan tangan kanan/kiri.
2. Orang Gad:
a. Sanggup berperang.
b. Pandai menggunakan perisai dan tombak.
c. Rupa seperti singa dan berlari secepat kijang di atas gunung.
d. 1 orang yang paling kecil sanggup melawan 100 orang.
e. Seorang yang paling besar sanggup melawan 1000 orang.
f. Sanggup menyeberangi sungai Yordan di bulan pertama, sekalipun meluap.
3. Sebagian suku Benyamin dan Yehuda (30 orang yang dikepalai Amasai)
4. Sebagian suku Manasye (kepala pasukan seribu)
Ketika bala tentara berbaris, masing-masing mengambil bagiannya, berjalan dalam barisannya dengan teratur, dan tahu posisinya. Demikianlah barisan tentara Allah.
Mazmur 97:12 BERSUKACITALAH KARENA TUHAN!
Jangan biarkan diri kita hanyut dalam kesedihan. Bermazmurlah karena kebaikan Tuhan. Sukacita kita bukanlah berasal dari gaji, keberhasilan atau kondisi apapun, tetapi karena Tuhan sendiri.
PerlindunganNya SEMPURNA bagi kita. Amin!
- Published in Catatan Khotbah
Pasangan Hidup
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 14 Febuari 2015
Pembicara : Yorga Parnadi
Tema : Pasangan Hidup
Venue : Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Pernikahan adalah hal yang penting, bukan sesuatu yang sembarangan. Sebenarnya, ada orang-orang yang dipanggil untuk menikah, ada yang tidak menikah dan ada juga yang menyerahkan pernikahannya pada Tuhan. Maka dari itu, kita sebagai anak Tuhan memiliki cara berpasangan yang berbeda dengan dunia. Kita seringkali mendengar kata ”sepadan” di dalam berpasangan, mari kita cermati kitab Kejadian 2:18-20.
Pada ayat 18, Tuhan Allah berfirman:” Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepadan baginya.” Kita dapati bahwa ide awal kita berpasangan adalah dari Tuhan. Jika ide awalnya dari manusia, kita bisa salah berpasangan.
Selanjutnya di ayat 19, Tuhan memberi pekerjaan pada Adam. Adam adalah gambaran pria yang mengerjakan panggilan Tuhan. Ketika Adam bersatu dengan Hawa, maka ada tanggung jawab yang selanjutnya. Pria yang sudah berpasangan adalah pria yang siap dan tahu kapan menikah. Jika dia tidak tahu kapan akan menikah, maka sesungguhnya dia BELUM siap berpasangan, suatu saat jika dia mendapati ketidakcocokkan maka akan meninggalkan pasangannya.
Kita, pria atau wanita, bukanlah murahan. Tampan dan cantik tidak selalu bicara hal fisik. Film hollywood telah salah menampilkan arti kata pria macho dan perkasa hanya karena penampilan yang kekar. Pria perkasa sebenarnya adalah pria yang bisa menjaga komitmen, janji dan kesetiaannya. Contohnya adalah menjaga janji pernikahan. Orang yang melanggar janji pernikahannya akan menerima kutuk, karena janji pernikahan dilakukan di hadapan Tuhan dan jemaat Tuhan.
Amsal 18:22, ” Siapa mendapat isteri, mendapat sesuatu yang baik, dan ia dikenan TUHAN.”
Maka berdoalah pada Tuhan, siapakah pasangan hidup kita. Bukan dengan tebar pesona sana-sini. Berdoa di sini bukan bicara durasi, lama atau sebentar, justru akan bermanfaat sebagai berikut:
- Kita akan terjaga dari gampang jatuh cinta.
- Kita akan diajar oleh Tuhan tentang hal-hal sederhana untuk belajar bertanggung jawab.
- Kita menutup kemungkinan dari salah berpasangan.
- Kelemahan-kelemahan pribadi kita akan Tuhan hancurkan. Minder atau kesombongan.
Hati-hati terhadap motivasi yang salah dan kriteria-kriteria yang kita buat tapi bukan dari Tuhan. Serahkan kriteria yang kita buat pada Tuhan.
Amsal 19:14, “Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN.”
Salah berpasangan justru membawa duka. Pertanyaannya adalah di mana kita mendapat pasangan yang berakal budi? Tidak mungkin kita mendapat pasangan di tempat hina. Anak Tuhan seharusnya mencarinya dengan berdoa. Setelah dapat konfirmasi dari Tuhan, barulah melakukan pendekatan, BUKAN pendekatan dulu baru berdoa.
Syarat-syarat yang harus digenapi:
- Kita sudah siap untuk memasuki pernikahan
- Jangan memilih pasangan karena selera kedagingan kita Amsal 31:30
- Jangan memilih hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan eksternal. (Kekayaan, Pendidikan Formal dll ). Amsal 10:22
- Lakukan proses Peneguhan sebelum menyatakan Cinta. Amsal 31:3
Kita bukanlah binatang yang menikah pada musimnya. Kita menikah pada WAKTUNYA Tuhan, bukan karena yang lain di sekitarnya sudah. Jadian juga bukan merupakan suatu perlombaan. Maka berdoalah yang benar, sehingga tidak menjadi khawatir.
Berikut ini adalah langkah-langkah untuk berdoa mengenai pasangan hidup:
- Berdoalah secara umum, bukan fokus pada satu orang. Tuhan akan berbicara melalui banyak hal. Jika belum peka, lebih baik perbaiki saat teduh kita dulu.
- Uji lagi. Terbukalah kepada pembimbing. Maurice Cerullo pernah berkata bahwa dalam urusan pasangan hidup tidak ada seorangpun yang terlalu peka, karena menyangkut emosional, maka perlu bantuan orang lain.
- Khusus bagi pria, tanya Tuhan kapan dan bagaimana menyatakan kepada calon pasangan. Hati-hati sembarangan bicara tentang wanita yang sedang kita doakan, ini untuk menghindari salah paham.
- Jika sang wanita punya pembimbing, pembimbing pria akan bertemu dengan pembimbing wanita, untuk menanyakan apakah sang wanita sedang berdoa tentang pasangan hidup atau tidak. Pembimbing wanita akan menyampaikan kepada sang wanita, bahwa ada pria yang sedang mendoakan dia, sampai situ saja, tidak perlu sampai ke detil.
- Jika sudah dapat konfirmasi dari Tuhan, sang pria tinggal info ke pembimbingnya untuk menyatakan kepada sang wanita. Pilihlah tempat dan waktu yang pas.
Lembaga pernikahan bukanlah lembaga penginjilan, justru sebelum menikah kita memastikan pasangan sudah lahir baru. 2 Korintus 6:14-15 menyatakan kita harus berpasangan dengan yang percaya.
Kecantikan atau Ketampanan Rohani
- Orang yang hidup dalam takut akan Tuhan. Mazmur 128:1
- Orang yang Cakap (keterampilan, intelektualitas, mau belajar). Amsal 12:4;31:10
- Orang yang berakal budi dan berhikmat. Amsal 19:14
- Lemah Lembut dan Tentram 1Petrus 3:4
Tuhan pasti memberi pasangan yang kita kasihi, hati-hati berburuk sangka pada Tuhan. Hindari pula membawa-bawa nama Tuhan atau menyalahkan Tuhan karena pasangan kita. Coba cek lagi proses di awalnya, bisa jadi ada yang salah di awalnya. Jika salah berpasangan, kita seperti memakai sepatu beda ukuran seumur hidup, tanggung sendiri resikonya.
Boaz dan Ruth (Terjadi pernikahan visi)
1. Dipertemukan di ladang Rut 2:5-6.
◦ Tuhan mempertemukan di ladangNYA.
◦ Mengetahui destiny Ilahi/visi.
2. Dimulai dari rasa kagum.
3. Melibatkan orang tua dan Pemimpin rohani sejak awal.
Pernikahan visi bicara tentang bagaimana menjalani visi berdua dengan pasangan. Jika hanya salah satu yang memiliki visi maka yang satu akan memadamkan yang lain. Nantinya akan bermasalah di bayar harga kepada Tuhan.
Dampak ketika kita berdoa berpasangan dengan benar:
- Pria menjadi orang yang bertanggung jawab
- Pihak wanita tidak begitu saja dapat dirugikan
- Hubungan yang dibangun akan tumbuh dengan sehat
- Jika ada “kasus-kasus khusus” maka Pemimpin rohani dapat mempersiapkan (misalnya dari pihak keluarga tidak setuju)
- Keluarga kedua belah pihak dapat mulai mempersiapkan diri dan mengenali
Sesi Tanya jawab:
Tanya : Bagaimana jika pasangan yang sudah yakin dari Tuhan tetapi sering terjadi perselisihan/pertengkaran dan merasa tidak cocok kemudian mulai ragu dengan jawaban Tuhan?
Jawab : Sebelum menikah memang masih boleh putus. Maka sebaiknya sebelum jadian, pastikan kita uji ulang dan sebagai pasangan saling membangun satu sama lain. Jika ada luka, maka dipulihkan dulu.
Tanya: Bagaimana membangun komunikasi yang baik jika keduanya sibuk pelayanan?
Jawab: Sebisa mungkin pasangan bisa mengatur waktu khusus (quality time). TIDAK BISA kita beralasan sibuk pelayanan tapi keluarga terlantar.
Tanya: Bagaimana jika pasangan memiliki visi yang berbeda?
Jawab: Coba cek ulang, apakah visi dari Tuhan atau hanya ambisi pribadi. Bisa jadi penyampaian yang berbeda tapi sebenarnya sejalan. Tetapi jika memang berbeda, maka kembali kepada pasangan tersebut apakah mau lanjut atau tidak, apakah mau memilih level pasangan yang memiliki visi atau sekedar berpasangan.
Tanya: Jika sudah menyatakan tetapi ditolak, bagaimana membereskan hati yang tertolak tersebut?
Jawab: Coba cermati, apakah muncul luka setelahnya? Mungkin kita terlalu fokus pada lukanya. Jika bukan dari Tuhan maka akan hilang. Kita harus membereskan luka tersebut, ampuni kejadiannya, supaya tidak terulang di pasangan yang sebenarnya, atau malah kita jadi takut berpasangan karena trauma ditolak sebelumnya. Bereskan di hadapan Tuhan.
Tanya: Bagaimana jika kita memiliki kriteria yang sudah kita tetapkan? Jika mendapat pasangan berbeda dengan kriteria, apakah harus ditolak?
Jawab: Ada kasus dimana Tuhan tidak menghilangkan kriteria kita, tetapi BERSIAPLAH dengan yang dari Tuhan. Menetapkan kriteria memang baik, hanya jangan sampai menolak yang dari Tuhan.
Tanya: Apakah yang dimaksud pernikahan visi disini harus sama atau boleh berbeda asal saling menerima dan mendukung?
Jawab: Tidak harus selalu sama. Misalnya pria di bidang pendidikan, wanita di bidang membangun generasi. Memang berbeda warna tapi sejalan. Contoh di Alkitab adalah Priskila dan Akwila. Priskila maju ke depan sedangkan Akwila mendukungnya dari belakang. Jangan sampai berlawanan, dibutuhkan kedewasaan lebih untuk bisa mengenali dan membicarakan teknis bersama-sama menjalankan visi.
- Published in Catatan Khotbah
Mendengar suara Tuhan dan melekat pada Tuhan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 07 Februari 2015
Pembicara : Ade Nugroho
Tema : Mendengar suara Tuhan dan melekat pada Tuhan
Venue : Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Markus 4:1-20
Tahun ini adalah tahun percepatan, pastikan setiap kita punya telinga yang selalu peka mendengar Tuhan.
Ayat 9, Dan kata-Nya: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
Telinga di sini bukan hanya bicara telinga jasmani, tetapi juga telinga rohani. Dalam Lukas 8:8, Dikatakan Yesus berseru, siapa mempunyai telinga hendaklah ia mendengar. Pastikan hari-hari ini kita memiliki telinga yang aktif untuk mendengar. Orang yang memiliki telinga selayaknya mendengar. Mendengar adalah sebuah kemampuan. Kitapun mampu mendengar suara Tuhan dengan presisi. Masalahnya kita mau melatihnya atau tidak. Memiliki Telinga yang peka bukan hanya untuk kita pribadi, tapi juga untuk memberkati sekitar kita.
Yesaya 50:4, “Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.”
Ayat ini digenapi di dalam Markus 1:35, pagi-pagi benar waktu hari masih gelap, Yesus bersaat teduh. Bukan sekedar aktifitasnya, tapi di situlah Tuhan membangun kita.
Kembali ke Markus 4:12, “supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”
Alasan kita harus punya telinga yang peka adalah supaya kita mengerti maksud Tuhan. Matius 13:15, setelah kita mengerti, maka akan terjadi pemulihan. Kondisi apapun, bertanyalah pada Tuhan apa yang menjadi kehendakNya. Yang berikutnya, akan terjadi pertobatan. Ada langkah-langkah pertobatan, ada buah-buah pertobatan. Karena setiap anak Tuhan yang bertobat terjadi perubahan. Jika ada dua tiga orang menegur hal yang sama, maka koreksilah diri kita dan bertobatlah. Dampak yang berikutnya ketika kita mengerti kehendak Tuhan, akan terjadi percepatan. Terjadi terobosan-terobosan dalam tiap aspek hidup kita.
Di dalam perumpaan seorang penabur, keempat jenis orang tersebut bisa mendengar tapi kualitas hatinya berbeda. Mari kita cermati apa perbedaannya:
1. Ayat 15, “Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.”
Kualitas hati di pinggir jalan melambangkan orang-orang yang belum lahir baru, belum ada buah-buah pertobatan sejati. Tipe orang yang keras hati. Hidupnya jatuh bangun dalam dosa. Akibatnya tidak bisa mengenal kebenaran.
2. Ayat 16-17, “Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.”
Kualitas hati di tanah berbatu-batu melambangkan orang yang hidupnya dikuasai perasaan, bukan dikuasai iman. Betul memang dia meresponi Firman dengan gembira, tetapi terbawa kondisi. Tanah yang tipis melambangkan iman yang tipis. Hati-hati terhadap perasaan-perasaan(mood). Sikap kita seharusnya mengabaikan perasaan-perasaan yang bukan dari Tuhan. Kita hidup oleh karena iman.
3. Ayat 18-19, “Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.”
Kualitas hati yang di semak duri melambangkan orang yang khawatir dengan perkara penghidupan. Bisa diakibatkan oleh masa lalu yang pahit. Apa yang menjadi kekhawatiran kita hari-hari ini? Fokuslah pada ladang Tuhan yang ada padaMu. Masa depan kita sudah Bapa tanggung. Allah kita adalah Allah yang hidup dan mendengar.
Hati di semak belukar juga melambangkan orang yang hanya menerima Yesus sebagai juruselamat tapi tidak sebagai Tuhan. Artinya hidupnya tidak diserahkan semua kepada Tuhan. Maka, serahkan segala perkara kita pada Tuhan, maka Tuhan akan membela perkara kita.
4. Lukas 8:15, “Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”
Kualitas hati di tanah yang baik melambangkan orang yang dewasa, tidak dikuasai oleh perasaan dan kekhwatiran, dia hanya dikuasai oleh iman. Ketika mendengar Firman, orang tersebut menyimpannya(merenungkan) dan melakukannya. Dalam bahasa lain, merenungkan berarti memperkatakannya berulang-ulang sampai telinga mendengar dan masuk ke dalam hati. Hati yang lembut adalah hati yang mau dibentuk Tuhan. Tanggalkan agenda kita dan karakter-karakter lama seperti malas dan kekanak-kanakan.
Di dalam tahun percepatan, tanggalkan yang lama. Apa yang kita anggap baik, tapi tidak berkenan di hadapan Tuhan, TINGGALKAN. Pertemanan-pertemanan yang tidak dari Tuhan, TINGGALKAN. Supaya kita siap masuk masa percepatan.
- Published in Catatan Khotbah
Takut akan Tuhan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 31 Januari 2015
Pembicara : Yorga Parnadi
Tema : Takut akan Tuhan
Venue : Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Keluaran 15:22-27
Disebut Mara karena air di sana tidak bisa diminum, pahit rasanya. Dicatat dalam kitab Keluaran, bangsa Israel bersungut-sungut. Bersungut-sungut (berkomentar) dengan berdoa adalah berbeda. Dalam bahasa Inggris dipakai kata complain. Bangsa Israel komplain menyerang Musa. Ada komplain karena sesuatu yang wajar, komplain dengan bumbu kata-kata yang berlebihan dan tuduhan adalah TIDAK diperbolehkan.
Air seringkali diibaratkan sebagai Firman Tuhan. Banyak juga apa yang disampaikan di mimbar Tuhan isinya sakit hati/kepahitan baik berupa kotbah atau kesaksian. Kita sebagai murid berhak menyuruh orang tersebut diam. Peleter/gosip harus DIBUNGKAM, gosip itu seperti kanker. Hati-hati terhadap komplain dan gosip.
Tanda orang yang sering komplain:
1. Tidak beriman.
2. Tidak bertumbuh dalam iman dan kasih Tuhan.
3. Menunjukkan ketidakdewasaan dalam rohani maupun mental.
4. Dampaknya mendatangkan kutuk bagi hidupnya sendiri.
Hati-hati dalam pelayanan roh. Iblis akan mengganggu lewat peristiwa-peristiwa yang tidak biasa. Hati-hati, iblis sedang menguji emosi kita supaya pengurapan kita bocor, sehingga ketika kita sedang melayani, pengurapan sudah habis, seolah-olah tidak punya kekuatan roh. Ketika terjadi sesuatu yang luar biasa, berdiam dirilah, tanya kepada Tuhan. Orang boleh mereka-rekakan yang buruk tapi Tuhan merancangkan yang terbaik bagi kita. Belajarlah percaya pada Tuhan. Imani apa yang kita inginkan terjadi dalam hidup kita.
Musa ketika dipersalahkan bangsa Israel, tidak balik menyerang atau membela diri. Inilah contoh pemimpin yang baik. Hati-hati ketika menyalahkan Tuhan atau bawa-bawa nama Tuhan. Hati-hati bicara kehendak Tuhan tapi sebenarnya bukan, atau kita ingin supaya dianggap benar. Bukan masalah yang lebih besar, tapi Tuhan yang lebih besar. Tuhan tak pernah membiarkan kita sendiri. Bilangan 13:33 mencatat meskipun kita seolah-olah seperti belalang, Tuhan tetap lebih besar. Jangan lihat masalah saja, berdoalah. Tidak ada masalah yang lebih besar dari Tuhan. Alasan kenapa anak Tuhan berdoa tidak dijawab dan mengalami hal yang tidak perlu dialami, karena ketika kekhawatiran datang tidak ditangkis dengan peisai iman.
Kembali ke Keluaran 15:25, “Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,”
Setelah kayu dilemparkan, air menjadi manis. Tuhan menunjuk sebuah kayu, kayu bicara tentang salib. Bersama Tuhan Yesus, hidup kita akan menjadi manis. Ketika kekhawatiran datang, klaim janji Tuhan, bahwa masa depan kita damai sejahtera. Selain itu, mintalah kepada Tuhan dengan spesifik/detil. Sertakan Yesus di setiap aspek hidup kita. Yang lama berlalu, biar yang baru datang.
Ayat 26, “firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”
Jika kita sungguh-sungguh mendengar suara Tuhan. Dari ayat ini, kita semua sesungguhnya bisa mendengar suara Tuhan, dan Tuhan tidak mungkin berdusta.
3 hal yang terjadi ketika seseorang lahir baru:
1. Segala dosa diampuni.
2. Telinga rohani terbuka.
3. Mata rohani terbuka.
Jadi tidak mungkin kita tidak bisa mendengar suara Tuhan. Bukan karena sekarang kita tidak bisa mendengar suara Tuhan, kita yang tidak terbiasa, karena dibutuhkan kerendahan hati. Tuhan bisa berbicara kepada siapa saja dengan cara apa saja. Di hati, di telinga, di kejadian-kejadian yang kita alami.
Yosua 7:1-21
Ayat 19-21 Apa yang diperbuat dengan sembunyi akan ada efeknya. Bukan takut kepada manusia, takutlah kepada Tuhan. Jangan lagi lakukan dosa tersembunyi, lebih baik bertobat saja, karena ada efeknya di masa depan. Dalam kisah Akhan, keluarga dibakar dan dilempari batu. Bagi kita yang melakukannya adalah keluarga kita akan keluar dari rencana TUhan atau membuka celah untuk iblis untuk menggocoh keluarga dan kita sendiri. Kita bisa saja membuat cerita yang meringankan dosa, tetapi sebenarnya Tuhan tahu dan melihat. Jika kita takut kepada Tuhan, maka tidak akan melakukan dosa.
Jika ada teman atau kenalan kita yang menggunakan narkoba, PUTUSKAN HUBUNGAN DENGAN MEREKA! Hapus pertemanan di sosial media dan kontak HP. Supaya ketika pedang Tuhan turun, kita tidak ikut terseret. Marilah kita menyatakan kebenaran, bukan sok humanis.
Akhan melanggar barang yang dikhususkan Tuhan. Kalau sudah dikhususkan oleh Tuhan, ada dampaknya. Jika tidak dilakukan akan mengakibatkan kutuk. Apa yang jadi panggilan kita? Apa yang jadi visi kita? Lakukanlah. Seseorang yang melanggar Firman Tuhan, dia berdosa pada Tuhan dan dirinya sendiri. Ada dosa-dosa yang berdampak pada keturunan selanjutnya (misalnya dosa sihir, perbuatan amoral), kecuali keturunannya berobat dan kutuk itu dipatahkan.
Takutlah kepada Tuhan, bukan kepada manusia.
- Published in Catatan Khotbah
Respon yang Benar
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 24 Januari 2015
Pembicara : Yorga Parnadi
Tema :Respon yang Benar
Venue : Rg. Azalea 2, Lt.P1, BTC
Daniel 1:3-21
Mari kita belajar tentang bagaimana respon anak Tuhan yang seharusnya. Daniel, Hananiah, Mishael dan Azariah berasal dari golongan bangsawan. Ketika ada pengumuman tentang pencarian orang yang berhikmat dan baik perawakannya, mereka terpilih.Mereka telah mempersiapkan diri mereka. Bagaimana seseorang memiliki berbagai hikmat jika tidak rajin dari sekarang. Tidak ada yang tahu kapan promosi/pengangkatan tiba.Kita tidak percaya keberuntungan, kita percaya diberkati. Orang malas banyak ruginya, ketika waktunya Tuhan angkat, maka hanya orang yang rajin mempersiapkan saja yang dipilih. Hikmat itu bukanlah kepintaran. Hikmat berasal dari Tuhan dan ketekunan. Seringkali Tuhan gerakkan untuk melakukan sesuatu, misalnya kursus bahasa asing, mungkin kita merasa tidak penting, maka lakukan saja. Kita tidak tahu kapan waktunya hal tersebut diperlukan. Apakah kita benar-benar mengerti apa yang kita pelajari sekarang baik di sekolah atau kuliah? Bukan sekedar nilai baik atau buruk. Apakah kita menguasai bidang kita?
Ayat 8, “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.”
Di masa Daniel berlaku hukum taurat, ada makanan-makanan yang menurut taurat najis. Daniel dari awal sudah tegas dengan kebenaran Firman, bahwa hewan yang berkuku belah tidak boleh dimakan dagingnya. Contoh di jaman kita (perjanjian baru), tidak boleh makan darah. Sekalipun semua orang makan bersama-sama makanan yang mengandung darah, bagaimana sikap kita? Apakah kita kompromi dan tetap memakannya? HATI-HATI TERHADAP KOMPROMI!
Akibat kompromi:
1. Akan menimbulkan dampak.
2. Bisa jadi hal-hal lain pun kita kompromi.
Hal yang dasar tentang makanna dikompromi, keselamatan pun bisa dikompromi.Hati-hati dengan perkara kecil.
Karena Daniel yang berketetapan, Tuhan menjawabnya di ayat 9, ” Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;” Daniel dikaruniakan kasih sayang. Dalam Lukas 2:49-52, Yesus juga memperoleh kasih sayang Bapa dan manusia. Banyak orang mencoba kompromi supaya disenangi manusia. Itu sikap yang bodoh. Bukan manusia yang kita takuti, tapi ketika kita taat kepada Tuhan, manusiapun akan mengasihi kita. Inilah perkenanan Tuhan
Ayat 11-12, “(11) Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: (12) Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum;”
Daniel menunjukkan kerendahan hati. Sekalipun kita diurapi luar biasa, justru semakin rendah hati, tidak sombong, bahasanya sopan, punya etika, bisa bawa diri. Anak Tuhan justru harus lebih jadi teladan. Marilah kita terbiasa setia terhadap perkara kecil, maka kita akan setia juga akan perkara besar. Ketika kita terbiasa tidak melanggar, tidak ada cela dalam hidup kita. HATI-HATI TERHADAP KOMPROMI!
Ayat 15, “Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.”
Ternyata hasilnya justru lebih gemuk dibanding yang lain. Terjadi mujizat. Tuhan turut campur tangan.Di titik kita melibatkan Tuhan, di sanalah kita meibatkan mujizat terjadi. Bersiaplah mengalami kekuatan yang mahadasyat mulai menggerakkan segala sesuatu untuk mendukung kita.
Ayat 17, “Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.”
Kepada keempatnya diberikan pengetahuan dan kepandaian, tapi hanya kepada Daniel diberikan pengertian tentang penglihatan dan mimpi. Setiap mimpi ada artinya, dibutuhkan hikmat untuk menterjemahkannya. Orang yang tegas mengikut Tuhan mendapat perkenanan Tuhan. Coba renungkan lagi apa yang Tuhan sudah dorong kita untuk lakukan, tidak ada kata terlambat, lakukan. Ketika Tuhan sudah beritahu visi kita, melangkahlah ke sana. Persiapkan diri kita. Jangan kompromi dengan kebenaran. Mulai sungguh-sungguh saat teduh, kita sedang melatih diri kita. Seringkali yang mengejek kita adalah orang terdekat, tapi teruslah berlatih.
Ayat 20, “Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.”
Daniel 10x lipat lebih baik di antara orang berilmu, dukun dan ahli nujum. Perkataan Daniel yang terjadi karena Tuhan beserta Daniel.
Daniel 9:3-7 Daniel berdoa dan berpuasa untuk kejelasan negerinya.
Daniel 10:16, “Tetapi sesuatu yang menyerupai manusia menyentuh bibirku; lalu kubuka mulutku dan mulai berbicara, kataku kepada yang berdiri di depanku itu: “Tuanku, oleh sebab penglihatan itu aku ditimpa kesakitan, dan tidak ada lagi kekuatan padaku.”
Kadang-kadang seseorang yang mendapat suatu yang mulia dan Ilahi, tubuhnya tidak mampu menanggungnya. Contoh: Hyde Prayer berdoa hingga organ hati berpindah posisi ke bawah, David Livingstone fisiknya rusak karena melakukan visi yang dari Tuhan di Afrika.Daniel berdoa hingga tembus. Setiap penghulu-penghulu Persia menghalangi tapi Daniel terus berdoa.
Kitapun harus demikian, terus berdoa hingga dapat jawabannya, sampai hati kita tembus. Tinggalkan doa-doa yang membosankan, mengantuk dan tidak ada kegairahan.Berdoalah dengan tekun dan agresif. Doa yang menjebol. Inilah yang kita harus latih. Seperti Daniel berdoa untuk bangsanya, kitapun harus berdoa buat bangsa kita. Tidak kebetulan kita beres puasa seminggu lalu, terjadi sesuatu pada bangsa ini. Tidak bisa kita apatis. Usahakan kesejahteraan kota dan bangsa dimana kita berada. Doakan para pemimpinnya. Persiapan diri kita, ketika Indonesia memerlukan, kita SIAP.
- Published in Catatan Khotbah
Yesus Datang Membawa Pedang
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 17 Januari 2015
Pembicara :Yorga Parnadi
Tema :Yesus datang membawa pedang
Venue :Rg. Azalea 2, Lt.P1, BTC
Ulangan 18:13-14
Matius 10:34-42
Setiap kita terus bertumbuh di hadapan Tuhan, maka kita akan mengenali siapa kita di hadapan Tuhan. Biarlah jawatan Tuhan berfungsi sebagaimana mestinya, untuk memperlengkapi umat Allah.
Apa yang kita lakukan itu berdampak kepada sekitar kita, atmosfir di mana kita berada pun berubah. Dalam alam roh pun terjadi perubahan dasyat, masa depan kita pun berubah. Ketika sedang berpuasa, kita tidak lagi menggunakan nilai-nilai dunia lagi, tapi nilai-nilai Tuhan. Perut boleh kosong, tapi roh tetap menyala-nyala. Kita sedang memasuki hidup kepenuhan roh. Dalam membangun manusia roh, ketika kita mulai merasakan pengurapan tidak mengalir, mulailah berpuasa, salibkan kedagingan kita. Berpuasa membuat segala sesuatu menjadi jelas.
Matius 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.”
Pedang di sini artinya pemisahan. Tidak ada orang berdosa yang bisa mendekat pada Tuhan. Tidak ada orang yang tidak kudus datang mendekat pada Tuhan. Kitalah yang dikuduskan oleh Tuhan. Berdoa adalah berbicara dengan Tuhan, salah satunya adalah permintaan, siaplah dengan jawaban Tuhan, bukan membawa paradigma sendiri. Sediakanlah “kertas kosong”. Jawaban Tuhan bisa YA, TIDAK atau TUNGGU. Ada sikap-sikap yang tidak siap. Contohnya perkara pasangan hidup, orang yang tidak siap akan mulai panik, tidak jelas kapan menikah, mulai melakukan cara-cara dunia yang tidak jelas. Cara-cara yang tidak jelas akan membawa kepada dosa.
Inilah yang dimaksud dengan pemisahan. Yesus berkata, siapakah yang disebut saudara dan ibu Yesus, dialah yang melakukan Firman. Ikatan Firman lebih kuat daripada ikatan darah. Pemisahan terjadi dalam hal melakukan kebenaran, Firman, dan panggilan. Ketika kita melakukan sungguh-sungguh Firman Tuhan, maka dia yang tidak melakukan Firman akan terpisah dari kita. Terjadi perbedaan yang kontras. Ada satu titik level kerohanian dimana tidak ada suatu kuasa keduniawian yang sanggup membuat kita turun, kecuali orang itu memutuskan turun. Contohnya Paulus, semua ditentukan olehnya, bahkan kematian pun dia yang pilih. Putuskanlah untuk terus mengenal Tuhan.
Ayat 35-36 “Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, (36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.\”
Ini bukan berarti mertua dengan menantu memang selalu bertengkar, tapi justru karena kurangnya komunikasi. maksudnya adalah, jika kita melakukan Firman dengan sungguh, maka kita menjadi faktor penentu buat keluarga. Orang yang menabur akan menuai. Hidup kita akan terlindung dalam naungan Tuhan. Disinilah perbedaan akan tampak jelas di keluarga.
Ayat 37 “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.”
Bicara tentang larangan untuk mengkultuskan salah seorang dalam keluarga. Sesuai dengan Firman “jangan ada Allah lain di hadapanKu”. Kasihilah orang tua tapi tidak melebihi Tuhan.
Ayat 38 “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.”
Banyak orang pikul salib, menderita, tapi sebenarnya sedang tidak ikut Tuhan. Dapat diketahui dari gaya hidupnya, tidak berdoa, tidak mengerjakan panggilan, tidak mendengar suara Tuhan. Pikul salib berbeda dengan bayar harga. Pikul salib adalah menderita karena iman kita pada Kristus. Orang yang menolak pikul salib biasanya buahnya adalah plin plan, tidak melakukan Firman dan menyangkal Yesus. Bayar harga adalah sesuatu yg kita lakukan untuk berjalan bersama Tuhan dan mengerti kehendak Tuhan. Hobi kita dipotong dan kesenangan kita tidak bisa dilakukan lagi. Contohnya adalah Tuhan berkata pada Juanita Bynum untuk tidak memakai celana jeans seumur hidup. Contoh lainnya, Tuhan berkata pada Paul Keane dan Sadhu Sundar Selvaraj untuk tidak menikah. Dalam pemuridan, baik pembimbing maupun murid sama-sama bayar harga.
Ayat 39 “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.”
Bicara tentang beriman hanya kepada Tuhan. Bukan jadi takut mati. Hidup dan mati untuk Tuhan.
Ayat 41 “Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.”
Menyambut nabi dilakukan dengan mendengar apa yg disampaikan nabi tersebut. Murid Tuhan ketika datang membawa hadirat Allah, segalanya menjadi jelas dan terberkati.
Tahun ini bicara tentang percepatan, mari kita berlomba-lomba. Apapun yang kita lakukan akan terjadi percepatan yang selalu diikuti dengan pelipatgandaan. Panasnya lebih dari yang sebelumnya. Dibutuhkan orang yang dipenuhi oleh roh lebih dari sebelumnya.Mari kita bertindak, tidak diam saja. Lepaskan tiap keyakinan-keyakinan yang tidak berasal dari Tuhan. Kita tidak akan menjadi biasa karena Tuhan kita luar biasa. Kita akan biasa dengan yang luar biasa dari semua sisi hidup kita. Tinggal kitanya MAU mengalami atau tidak.
Pesan : Untuk pemimpin, tetap puasa selama sebulan, 3x seminggu, full sampai jam 6sore.
- Published in Catatan Khotbah
2015-Tahun Percepatan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 10 Januari 2015
Pembicara : Yorga Parnadi
Tema : Tahun Percepatan
Venue : Rg. Azalea 2, Lt.P1, BTC Bandung
Galatia 5:1-15
Firman mengatakan, Kristus telah memerdekakan kita dari hukum taurat dan melepaskan dari perhambaan dosa, tetapi bukan berarti kita hidup bebas berbuat dosa. Justru kita yang telah merdeka harusnya lebih memiliki kuasa lagi, tanpa ada beban lagi. Roh Kudus-lah yang akan menuntun hidup kita.
Ayat 6 “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.”
Sunat dalam ayat ini bukan berbicara tentang hal fisik (benar-benar disunat fisik). Mana bisa hal yang fisik bisa membuat kita masuk surga atau neraka.
Ayat 9 “Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.”
Ragi di sini bicara pengajaran. Hati-hati dengan pengajaran, perkataan manusia. Dalam Tuhan tidak ada yang abu-abu, semuanya jelas. Dosa adalah dosa. Kebenaran adalah kebenaran.
Ayat 5 “Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.”
Teruslah hidup dalam roh dan iman. Tanpa iman, kita tidak bisa menerima pewahyuan Roh. Tanpa iman, kita juga tidak bisa merealisasikan apa yang Roh sampaikan. Percaya adalah kata kerja aktif, kita-lah yang memutuskan percaya. Maka dari itu catatlah setiap Firman dan nubuatan yang kita terima. Kita harus melatihnya dan menguatkannya dengan cara memperkatakannya setiap hari. Inilah gaya hidup membangun manusia roh.
Pemuridan berbicara pembangunan yang terus menerus. Ketika seseorang mundur dari pemuridan maka dia keluar dari tudung Tuhan. Biasanya mereka berpikir tetap bisa mendapatkan suplai ilahi dari tempat-tempat lain. Masalahnya adalah ketika pembimbing sebelumnya adalah seorang yang terhubung dengan Tuhan, memiliki standar berbeda, Firman yang disampaikan adalah pewahyuan, suplai ilahi. Tentu saja berbeda pula suplai yang diterima ketika dimuridkan oleh orang yang memuridkan tanpa memiliki panggilan atau sekedar menjalankan program.
Ayat 16 “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”
Paulus menjelaskan ayat-ayat sebelumnya yang artinya hiduplah dalam Roh bukan daging. Hidup dalam roh bukan berarti berbahasa roh tiap hari tetapi mendengar suara Tuhan dan mentaati-Nya. Teruslah beriman. Mulailah saat teduh dengan haus dan lapar. Dalam kasus kita tidak mendengar suara Tuhan, peganglah prinsip kebenaran Firman.
Ayat 18 “Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.”
Hiduplah dalam roh maka kita tidak hidup di bawah hukum taurat lagi. Daging dan roh tidak pernah sejalan.
Ayat 19-21 “(19) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, (20) penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,(21) kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”
Perbuatan daging biasanya dilakukan lebih dari satu secara bersamaan, misalnya percabulan dengan hawa nafsu, dll. Semuanya ini adalah dosa dan tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Kerajaan Allah bukan hanya nanti, tapi hari-hari ini. Hiduplah dalam roh dengan terus beriman setiap hari. Iman itu bertumbuh. Iman berbeda dengan ambisi. Ambisi berasal dari hawa nafsu dan menghalalkan segala cara. Iman berasal Firman. Orang beriman hanya berjalan dengan cara-cara Tuhan bukan cara-cara dunia.
Ayat 24 “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”
Salibkanlah hawa nafsu dan kedagingan. Menyalibkan di sini bicara berkali-kali. Ketika muncul, salibkan. Maka kita sedang membajak masa depan kita.
Ayat 25 “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,”
Hiduplah dipimpin oleh Roh agar kita masuk dalam pusat rencana Allah yang besar.
Maka bertobatlah dari segala kedagingan, karena kedagingan adalah dosa.
TIDAK ADA TEMPAT LAGI UNTUK DOSA DALAM HIDUP KITA.
Tahun 2015 bicara tentang tahun percepatan. Ilustrasinya adalah kita adalah gir dan Tuhan adalah poros. Terjadi perputaran yang cepat. Maka akan terjadi hal-hal di bawah ini:
1. Akan ada panas. Setiap orang yang mengikuti kegerakan Tuhan akan menjadi panas.
2. Harus memiliki kekuatan dalam perputaran itu, Jika tidak, akan terlempar keluar.
3. Tahun dimana Tuhan akan mengangkat setiap orang yang terhubung dengannya dan bergerak bersama-sama dengan Tuhan.Hal ini akan berlaku juga atas bangsa ini. Semuanya serba cepat. Jangan tunda-tunda lagi apa yang kita kerjakan.
Caranya adalah :
1. Kita harus punya rencana. Rencanakanlah segala yang kita akan lakukan dan alami di tahun ini dengan membuat agenda atau resolusi.
2. Serahkan kepada Tuhan untuk dikoreksi.
3. Lakukanlah. Dengan tidak dikurangi.
1 Tawarikh 10:13-14 “(13) Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah,(14) dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai.”
Saul meminta petunjuk arwah (dalam KJV dipakai kata “familiar spirit”). Ini menunjuk kepada ramalan-ramalan. STOP membaca ramalan-ramalan!
Mari kita berdoa puasa. 2 Tawarikh 7:14. “dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri (KJV: Land) mereka.”
Puasa bicara merendahkan diri, adakah dosa yang masih kita lakukan, adakah kutuk yang masih melekat. Maka Tuhan akan memulihkan tanah. Ini bicara tentang bangsa, kota, karir, penghidupan, pasangan hidup. Ini yang dimaksud dengan terobosan.Tanah yang kering gersang akan Tuhan pulihkan. Tuhan sanggup menumbuhkan dari yang mati. Pasangan hidup akan diperjelas. Segala hal yang tidak jelas akan diperjelas.Mari kita berdoa untuk terjadi pemulihan di negeri Indonesia.
Mulai berpuasa Senin, 12 Januari – Minggu, 18 Januari (7hari, 24 jam). Boleh minum. Buka jam 6 sore.
- Published in Catatan Khotbah
Bukti Orang Percaya
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 06 Desember 2014
Pembicara : Yorga S. Parnadi
Tema : Bukti Orang Percaya
Venue : Rg. Azalea 2, Lt.P1, BTC Bandung
Siapkah kita untuk mengalami Tuhan? Seringkali kita hanya perlu melangkah saja. Dimulai dari merespon setiap Firman yang kita dengar. Lakukan saja, dan Tuhan akan lakukan bagian-Nya.
Mar 16:15-18Ayat 15 “Beritakanlah Injil kepada segala mahluk”.
Beritakanlah dengan berani.
Ayat 16 “Siapa percaya akan diselamatkan”
Bagaimana kita tahu seseorang disebut percaya? Dari buahnya-lah kita melihat tanda orang percaya. Jika kita tahu bahwa minum air putih itu menyehatkan, tapi kita tidak pernah minum, artinya hanya sebagai pengetahuan saja. Tahu dan percaya itu berbeda. Mari kita kembalikan standar percaya kepada yang seharusnya.
Kata “believe”= mengandung makna “menghidupi”. Orang yang berkata dirinya “percaya” tapi tidak ada perubahan, dia layak disebut “pembohong”.
“…tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” Keselamatan bukanlah pilihan. Apakah kita lebih memilih untuk dihukum?
Ayat 17 “…mengusir setan-setan demi nama-Ku”. Karena kita adalah terang, dimanapun kita berada, disana menjadi terang dan jelas. Dalam mengusir setan diperlukan ketegasan, bukan bicara teriak saja, tapi ada hentakkan. Ada juga kasus orang yang malahan mencintai iblis dan dosanya, jenis seperti ini, usir iblis beserta orangnya. Takdir iblis adalah di bawah kaki kita. Jangan pernah biarkan iblis ada. Sama halnya dengan dosa, PUTUSKAN untuk tidak berdosa.
Kita punya kuasa untuk tidak berbuat dosa. Dosa perzinahan dan percabulan mengundang 2 hal:
1. Kutuk. Bicara tentang sakit penyakit dan hal-hal yang merusak.
2. Hidupnya “terkubur”, kegagalan demi kegagalan, kebangkrutan.
MUSNAHKAN DAN SINGKIRKANLAH segala sesuatu yang menghancurkan hidup kita. Cermati kebiasaan-kebiasaan dan kesenangan-kesenangan kita. Bertanyalah pada hati masing-masing, mana yang lebih banyak dilakukan, kesenangan kita atau membaca Firman?
Terlalu banyak alasan membuat tidak bertumbuh. Mengapa kita diajar untuk membaca Firman? Karena untuk membangun hidup kita di atas dasar yang benar. Firman dalam bahasa Yunani adalah Dunamos yang artinya meledakan. Sewaktu membaca Firman, kita sedang mengumpulkan “daya ledak”. Perkataan kita mengandung kuasa. Bacalah Firman sampai habis, Kejadian hingga Wahyu. Standar kita adalah 8 pasal per hari. Orang yang bertekun baca Firman adalah orang yang rendah hati dan kuat. Dalam Kejadian 39:13 Yusuf dengan tegas berlari. Untuk iblis kita tengking. Untuk dosa kita harus lari. TIDAK ADA TAPI.
kembali ke Markus 16:17 “…mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru…”
Hal ini menunjuk pada bahasa roh dan juga bahasa Firman Tuhan, bukan selalu mengutip ayat. Orang yang selalu merenungkan Firman maka perkataannya akan selaras dengan Firman. Gosip adalah kebiasaan yang membawa pada dosa.
Ada juga bahasa doa. Ini yang membawa orang tersebut gemar berdoa.
Ada juga bahasa cinta. Kita sering kali kaku tidak bisa mengungkapkan kasih kepada orang lain. Mulailah dari orang tua kita. Nyatakanlah dengan sungguh-sungguh. Kita juga bisa romantis.
Ayat 18, “..memegang ular…” “…minum racun tetapi tidak mati…” artinya terhindar dari sesuatu yang mematikan, kita tidak akan celaka.
“…menumpangkan tangan pada orang sakit dan orang itu sembuh…”. Inilah bagian kita, bagian Tuhan yang memberi kesembuhan.
Ayat 20, ketika kita bergerak memberitakan injil, maka Tuhan akan menyertai kita dengan tanda-tanda.
Selamat mengalami Firman.
- Published in Catatan Khotbah
Perisai Iman
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 27 September 2014
Pembicara : Ester I
Tema : Perisai Iman
Venue : Rg. Azalea 2, lt. P1, BTC
Perisai adalah alat untuk melindungi diri pada masa peperangan dari serangan musuh. Biasanya alat ini digunakan pada tangan dan biasanya didampingkan oleh senjata lain seperti pedang tombak atau gada.Perisai mempunyai fungsi sebagai penahan segala kerusakan yang dikirim lawan pada kita.
Efesus 6 : 16
TB ” dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,”
Amp “Lift up over all the [covering] shield of saving faith, upon which you can quench all the flaming missiles of the wicked [one].”
Jadi setiap kita seharusnya memiliki perisai Iman yang tidak lain untuk melindungi kita dari “si jahat”. Karena “si jahat” menebar panahnya di sembarang arah sehingga kita bisa saja terserang kapanpun tanpa kita sadari, namun jika kita memiliki perisai iman, kita terlindung dari panah-panah api si jahat.
Ibrani 11 : 1
TB ” Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Amp ” NOW FAITH is the assurance (the confirmation, the title deed) of the things [we] hope for, being the proof of things [we] do not see and the conviction of their reality [faith perceiving as real fact what is not revealed to the senses].”
Iman bukan sesuatu yang abstar dan tidak jelas tetapi iman itu sesuatu yang pasti.
1 Korintus 2 : 9
TB ” Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” “
Amp ” But, on the contrary, as the Scripture says, What eye has not seen and ear has not heard and has not entered into the heart of man, [all that] God has prepared (made and keeps ready) for those who love Him [ who hold Him in affectionate reverence, promptly obeying Him and gratefully recognizing the benefits He has bestowed]. “
Visi kita adalah dasar dari apa yang kita harapkan dan semua hal yang kita harapkan sebenarnya tidak lain adalah rancangan Tuhan sendiri. Jadi dengan kata lain Tuhan telah menyediakan semuanya. Untuk kita dapat mencapai visi kita kita butuh percaya akan janji dan perkataan Tuhan. Kepercayaan (iman) itulah yang akan menjadi benih awal kita menuju visi kita.
Roma 10:17
TB ” Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Amp ” So faith comes by hearing [what is told], and what is heard comes by the preaching [of the message that came from the lips] of Christ (the Messiah Himself).”
Iman merupakan benih yang kita dapatkan dari firman Tuhan yang kita dengar. Benih itu sendiri sebenarnya telah disediakan oleh Tuhan dan merupakan apa yang kita harapkan namun belum kita lihat. Saat kuta beriman artimya kita mengasihi Tuhan, jadi megasihi Tuhan itu sejalan dengan berIman kepada-Nya.
Dalam Matius 13 : 3-23 diceritakan tentang penabur. Benih yang ditabur itu sama dan sudah baik, namun tanahnya yang merupakan perlambang cara kita menerima yang berbeda-beda.
1. Di pinggir jalan.
Ini melambangkan kebimbangan antara mau sungguh-sunggu ikut Tuhan atau tidak, menimbang-nimbang lebih untung mana. Orang-orang seperti ini tidak akan bertumbuk tetapi mah akan rusak. Mereka harus melepaskan semuanya terlebih dahulu baru kemudian bisa ikut Tuhan.
2. Di tanah berbatu
Ini melambangkan orang-orang yang kers dan ktidak mau berubah dan dibentuk
3. Di dekat semak berduri
Ini melambangkan orang-orang yang membuat kekhawatiran mereka sendiri sehingga tidak dapat fokus pada apa yang Tuhan kerjakan dalam hidupnya. Mereka khawatir akan kekayaan atau hidup mereka dan tidak mau berserah penuh pada Tuhan.
4. Di tanah yang baik
Ini melambangkan orang-orang yang akan berbuah. Orang-orang ini mau terun di dalam Tuhan dan terus dengar-dengaran akan firman-Nya(ibrani 10 : 35-39)
Bahan dasar daru perisai yang Tuhan kasih itu sudah sangat baik, yang membedakan ialah kita sendiri. Apakah kita dapat kuat dan tekun terus memegang perisai itu atau tidak? Apakah kita mau dilatih olah Tuhan dengan selalu tekun di dalam-Nya?
(9) Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”(9) But, on the contrary, as the Scripture says, What eye has not seen and ear has not heard and has not entered into the heart of man, [all that] God has prepared (made and keeps ready) for those who love Him [ who hold Him in affectionate reverence, promptly obeying Him and gratefully recognizing the benefits He has bestowed].
- Published in Catatan Khotbah

