Melayani dengan Kuasa
J4u, 27 Juli 2013
Pembicara : Ka Phosa
Apakah pelayanan itu?
- Pelayanan adalah apa yang Roh Tuhan taruhkan melalui hubungan pribadi dengan Bapa (Kisah Rasul 8 : 26 – 29 ; Kisah Rasul 13 : 1 – 4)
- Pelayanan bukan karena supaya diberkati (Kisah Rasul 6 : 1 – 4)
- Pelayanan bukan karena tradisi / trade mark. Contoh : Paulus ( 1 Kor 1 : 14 – 17)
Bagaimana untuk melayani dengan kuasa?
- Membangun hubungan pribadi dengan Bapa ( Markus 1 : 35 ; Markus 6 : 45 – 46 )
- Miliki Iman dan Percaya kepada Bapa ( Yoh 11 : 40 ; Yoh 6 : 28 – 29 ; Yoh 14 : 12 )
- Rendah hati ( Gal 2 : 11 – 14 )
- Menurut apa yang Bapa suruh / katakan ( Yoh 12 : 49 ; Yoh 5 : 19 ; Yoh 5 : 17)
- Peka dan tidak ada kepalsuan dalam memberitakan kebenaran ( 2 Kor 4 : 1 – 2 )
“Tetapi kamu akan menerima kuasa , kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-KU di Yerusalem dan diseluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” Kis 1:8
Dampak melayani dengan kuasa :
– Pemulihan
– Kesembuhan
– Kelepasan
– Penghiburan
– Kebangkitan
– dll
“ Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan tetapi dari kuasa “
1 Kor 4 : 20
- Published in Catatan Khotbah
Bergantung Pada Tuhan
J4u 13 Juli 2013
Pembicara : Ka Ade
Bergantung Pada Tuhan
Amsal 3:5
Sadari bahwa:
- Jalan – jalan Kita ≠ Jalan – jalan TUHAN
- Rancangan Kita ≠ Rancangan TUHAN
- Kehendak Kita ≠ Kehendak TUHAN
(Yesaya 55:8-9)
Pertanyaannya…??
- Seberapa SERING kita GA TAU jalan2 Tuhan??
- Seberapa SERING kita GA PERCAYA RancanganNya yang TERBAIK??
- Seberapa SERING kita GA NURUT sama Kehendak Bapa??
Kenapa harus BERGANTUNG sama TUHAN??
2 Tawarikh 14 : 9 – 13
2 Tawarikh 15 : 1 – 7
2 Tawarikh 16 :1 – 9
3 Hal dalam Bergantung pada Tuhan:
1. Percaya kepada Firman (Iman) – Mazmur 32:8
- Bacalah supaya Mengerti Janji dan Jalan Tuhan
- Lakukanlah supaya Mengalami Kuasa Firman
- PERCAYALAH!!
2. Berharap pada Tuhan (Pengharapan) – Roma 5:5
- Berharap pada Janji Tuhan
- Berserah tapi tidak Menyerah…!!
3. Melakukan apa yang Tuhan kehendaki (Kasih) – Yoh 14 :21
- Tetapkah kita mengasihi Tuhan meskipun ga sesuai dengan apa yang kita minta?
- Published in Catatan Khotbah
Doa dan Puasa
J4u, 6 Juli 2013
Pembicara : Ci Yuli
DOA
Matius 6 : 5-13
Doa bukanlah sekedar aktivitas agamawi & juga bukan mantra, doa tidak sebatas kata – kata. Doa adalah komunikasi dengan Tuhan (intimate relationship with God), sebuah hubungan/relasi yang dibangun SETIAP HARI.
Hal-hal yang Ilahi, pewahyuan, hadirat Allah dinyatakan kepada orang-orang yang konsisten (tekun dan setia) membangun kehidupan doanya. ‘Paksa’ Tuhan untuk hadir dan menjamah hidup kita.
PUASA
Lukas 4 : 1-22
Yesus penuh dengan kuasa Roh Kudus/ dalam kuasa Roh Kudus / Roh Kudus mengambil alih hidupNya, Ia menyalibkan dagingnya untuk dipenuhi Roh Kudus.Banyak orang Kristen puas dengan ‘moment’ dipenuhi Roh Kudus, tetapi tidak bersedia memberikan dirinya dikuasai oleh Roh Kudus. Ketika Yesus memberikan diriNya untuk dipenuhi Roh Kudus, Ia menjadi tidak tergoyahkan oleh pencobaan.
Pencobaan dari iblis:
- Pembuktian diri
- Ketaatan mutlak kepada Bapa (bukan hanya sekedar ide/maksud/pikiran baik)
- shortcut/jalan pintas
MENGAPA BERPUASA?
- Karena tertulis dalam Alkitab (P.Lama dan P.Baru). Jadi LAKUKAN SAJA!!
- Firman Tuhan bukan untuk dianalisa, tapi untuk dilakukan!
Puasa dalam Perjanjian Lama
- Musa : puasa 40 hari 40 malam, naik ke gunung Sinai
- Elia : puasa 40 hari 40 malam, naik ke gunung Horeb
- Ester : puasa 3 hari 3 malam
- Yunus : puasa 3 hari 3 malam
- Daniel : puasa makan daging dan minum anggur selama 10 hari dan puasa 21 hari
- Penduduk Niniwe : puasa 40 hari 40 malam
- Ezra, Nehemia, Yosafat, Daud juga berpuasa
Puasa dalam Perjanjian Baru
- Yesus : puasa 40 hari 40 malam di padang gurun
- Nabiah Hana : berpuasa & berdoa sebagai gaya hidup
- Jemaat mula-mula juga memiliki gaya hidup berpuasa
- Gaya hidup pelayan Tuhan (2 Korintus 6:3-10)
DOA DAN PUASA
Doa dan puasa adalah gaya hidup pelayan Tuhan (contoh: Paulus). Bukan hanya sekedar aktivitas, tapi merupakan sikap hati yang bertobat dan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Doa dan puasa bukanlah sekedar rutinitas (Yesaya 58 : 3, Lukas 18: 9 – 14)
Doa puasa tidak mengubah Tuhan, namun mengubah kita
Manfaat Puasa (Yesaya 58)
- ‘Berhenti sejenak’ dari segala kesibukan kita untuk menemukan Tuhan dan fokus kepada kehendak Tuhan, sehingga mencegah kita memusingkan diri dengan perkara-perkara penghidupan (Yesaya 58 : 3)
- Melepaskan belenggu-belenggu kelaliman, tali-tali kuk dan memerdekakan para tawanan. Memerdekakan jiwa – jiwa / orang – orang yang ‘keras’, tembok – tembok yang tebal. Kegerakan terjadi saat ada yang berdoa dan berpuasa! (Yesaya 58 : 6) (Matius 17:14-21)
- Memperoleh pewahyuan (roti hidup) untuk memberi makan orang-orang yang lapar rohani. Ketika kita tidak punya ‘roti’, maka tidak ada yang bisa kita beri makan. Ketika Tuhan tidak berbicara, maka berpuasalah! orang – orang akan datang kepda orang yang memiliki roti. (Yesaya 58 : 7a)
- Memiliki belas kasihan Tuhan untuk jiwa-jiwa terhilang (Yesaya 58 : 7&10)Luka yang pulih dengan segera. Ketika susah untuk mengampuni (kedagingan), maka berpuasalah untuk menyalibkan kedagingan. Untuk yang sakit secara fisik, berpuasalah. (Yesaya 58 : 8)
- Doa-doa yang dijawab & hubungan dengan Tuhan yang lebih intim. Dobrak doa – doa yang ‘garing’ dengan berpuasa. (Yesaya 58 : 9)
- Menyingkirkan kegelapan dari hidup kita (ketidak jelasan, keraguan, kelemahan, dosa, tidak tau harus memutuskan apa) (Yesaya 58 : 10)
- Memperoleh tuntunan Tuhan (contoh: Ezra dan Ester) (Yesaya 58 : 11)
- Kekuatan roh yang dibaharui, roh yang disegarkan sehingga tidak pernah kekeringan (Yesaya 58 : 11)
- Membangun generasi masa depan (Yesaya 58 : 12)
TEKHNIS BERPUASA
Puasa normal : puasa makan, tapi masih minum
Puasa mutlak : puasa makan dan minum
Yang dilakukan saat berpuasa: Doa, menyembah dan memuji Tuhan, membaca Alkitab
MUSA (Keluaran 19)
Tuhan merindukan bukan hanya Musa, tetapi juga seluruh bangsa Israel naik ke gunung Tuhan, tapi bangsa Israel gagal merespon kerinduan Tuhan karena tidak mau mematikan dagingnya sendiri, tidak mau bayar harga untuk memiliki level keintiman yang lebih lagi dengan Tuhan, dan banyak excuse. Meski cuma sendiri, Musa tetap naik ke gunung Tuhan dan bayar harga dengan berpuasa 40 hari 40 malam, ia tidak peduli pada situasi. Maka Musa memperoleh:
- Pewahyuan
- Persekutuan yang intim dengan Tuhan (Keluaran 31:18)
- Words of the covenant (yang hanya diberikan kepada orang – orang yang dekat denganNYa) (Keluaran 34:10, 27-28)
- Memancarkan kemuliaan Tuhan (Keluaran 34:29-30)
Ketika Musa berpuasa dan naik ke gunung Tuhan, Musa disiapkan untuk menerima kemuliaan & kuasa yang lebih besar (kirbat yang baru).Ada kuasa, pengurapan, dan perkara-perkara besar yang Tuhan hendak lakukan di tengah-tengah kita, maka siapkan dirimu dan mari berpuasa dan bayar harganya!
- Published in Catatan Khotbah
Pasangan Hidup yang Profetik
J4u, 29 Juni 2013
Pembicara : Ko Ade Nugroho
- Ada 2 tipe manusia – 1 Korintus 2:14
1. Manusia daging / duniawi (psuchikos)
adalah manusia yang belum menerima Yesus (lahir baru).
termasuk juga manusia yang sudah percaya tapi duniawi.
2. Manusia roh / rohani (pneumatikos)
- Bait Allah yang hidup
1 Korintus 3 : 16 -> yang tinggal di dalam kita adalah Roh Allah
Bait Allah =
1. Pelataran
Tempat ‘daging’ (korban bakaran) dibakar
2. Ruang kudus
Tempat memuji dan meninggikan nama Tuhan
3. Ruah maha kudus
Tempat Allah bertahta, tempat Allah hadir
Kenapa ada orang percaya yang duniawi / kedagingan? Karena tidak berhasil menyalibkan kedagingannya.
Menyalibkan kedagingan -> sangkal diri, pikul salib, ikut Dia.
Pesan : “murid harus sanggup melepaskan paradigma bukan murid.”
Murid berbicara tentang hidup, bukan aktivitas.
Murid berbicara tentang bayar harga.
Murid merelakan, menyerahkan hal yang paling berharga baginya pada Tuhan.
- Garis Tegas
1 Korintus 6:14-18 -> pasangan hidup yang PERCAYA kepada Yesus.
Bagaimana menemukan pasangan hidup yang dari Tuhan?
Berikut contoh-contoh yang tertulis di Alkitab.
1. Adam dan Hawa (Kejadian 2:18-23)
– ide pernikahan berasal dari Tuhan (ayat 18)
mendahului Tuhan = tidak bergerak bersama-sama dengan Tuhan.
– sedang bekerja dalam panggilan Tuhan
– masing-masing pasangan UTUH untuk melengkapi satu sama lain sehingga terjadi multiplikasi
UTUH : Yesus yang mengisi segala aspek hidup kita.
2. Ishak dan Ribka (Kejadian 24:1-27)
Terjadi lewat perjodohan. Pointnya, siapa yang menjodohkan.
– “eliezer” harus orang yang takut akan Tuhan
– “eliezer” mencari orang yang takut akan Tuhan, yang satu DNA
Ujilah segala sesuatu! Respon seorang murid adalah berdoa.
3. Yakub dan Rahel (Kejadian 29:15-30)
4. Boas dan Rut (Rut 1-4)
– Tuhan pertemukan di ladang (visi, panggilan, pelayanan) – Rut 2
– Jangan jadikan lembaga pernikahan sebagai lembaga penginjilan
– Rut sudah mengenal Tuhan (Rut 1:16-17)
– Orang tua atau Bapa rohani harus dilibatkan
– Masing-masing pasangan menghormati dan menjaga kekudusan (Rut 3)
– Bersiaplah (Rut 3)
Fokuslah pada Tuhan, ladangNya, dan tujuan hidupmu. Maka, Tuhan akan membawa pasangan yang tepat bagimu.
- Apa yang harus dilakukan
– Berdoa / doakan
– Share ke pembimbing rohani
– Bertemanlah dengan banyak orang
– Jaga kekudusan dalam pernikahan
– Rendah hati, lebih baik “putus” tapi selamat seumur hidup (Amsal 21:9,19)
- Yakinkah pasangan hidupmu dari Tuhan?
– Ujilah segala sesuatu (1 Tesalonika 5:21)
– Membawamu makin dekat dengan Tuhan (1 Korintus 15:33)
- Published in Catatan Khotbah
Ketaatan Mutlak Kunci Keberhasilan
J4u, 22 Juni 2013
Pembicara : Erik Simon
Pesan :
membangun tim untuk regenerasi pengajar muda Indonesia selanjutnya.
Bangkit pemurid, bangkit murid!
Bangkit pemurid yang berjuang di dalam DOA!
Orang yang mengasihi Tuhan pasti taat (baca Yohanes 14:21,23)
- Kelakuan dan hatinya menunjukkan bahwa dia mengasihi Tuhan
- Orang yang mengasihi Tuhan pasti memiliki Firman
- Keberhasilan seseorang bukan dihitung berdasarkan materi, tetapi dari ketaatannya pada Tuhan
- Dalam ketaatan ada sukacita dan damai sejahtera
- Ketaatan membuat seseorang ditinggikan pada waktuNya
- Ketaatan yang memerdekakan, membebaskan, dan mendamaikan orang
Taat yang terutama kepada :
– BAPA
– Orang yang memiliki otoritas : orang tua, pembimbing
Teladan utama ketaatan : Yesus.
Yesus menunjukkan ketaatan yang sempurna, bahkan hingga mati di kayu salib untuk menebus manusia.
Mazmur 1:1-3
(1:1) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, (1:2) tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. (1:3) Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Orang yang taat pada Firman Tuhan akan selalu berhasil
- Published in Catatan Khotbah, Networking
Berani membayar harga dan bertindak
J4u
Bacaan : Yosua 1:1-18
Tuhan memberikan janji pada Yosua, bahwa setiap tempat yang akan diinjak oleh kakinya akan diberikan kepadanya, seperti yang dijanjikan pada Musa (ayat 3). Janji yang luar biasa bukan? Kita senang menerima janji seperti demikian, akan tetapi kita juga harus senang dengan prosesnya.
Yosua adalah teladan dalam berani membayar harga dan bertindak, dengan memimpin bangsa Israel menggenapi janji Tuhan untuk keluar dari padang gurun masuk ke tanah perjanjian.
Setidaknya ada 5 sifat Yosua yang dapat kita teladani :
1.Taat (dalam KBBI maksudnya senantiasa tunduk / patuh) Yosua tidak menyimpang ke kiri maupun ke kanan dari perintah Tuhan yang disampaikan kepadanya lewat Musa. Ibrani 13:17 – taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu sebagai orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Pelatihan yang keras dari pembimbing adalah untuk kebaikan kita, mempersiapkan kita untuk tantangan di masa depan.
2.Hidup dalam kekudusan Yosua tidak terlibat dosa yang dilakukan orang sebangsanya pada generasinya. Keluaran 32:17-18 : Yosua berada bersama Musa ketika orang Israel menyembah patung tuangan anak lembu emas.
I Petrus 5:8, sadar dan berjaga-jaga terhadap lawan yaitu si iblis. Sadar berarti menjaga pikiran dalam kondisi sehat. Caranya adalah dengan mengisinya dengan Firman Tuhan.
Lukas 6 :46-49 Seseorang dapat membangun hidupnya di atas 2 macam dasar, yaitu dasar yang teguh bagi yang mendengar dan melakukan Firman Tuhan. Sebaliknya dasar dari pasir yang mudah amblas ketika datang hujan pencobaan.
3.Kesukaannya adalah hadirat Tuhan Keluaran 33:7,11 Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.
Kualitas roh seseorang ditentukan dari kualitas waktunya dalam hadirat Tuhan, Yosua suka tinggal dalam hadirat Tuhan.
4.Memiliki iman yang teguh Yosua (dan juga Kaleb), adalah 2 dari 12 pengintai yang diutus Musa. Ke-12 pengintai melihat hal yang sama, namun hanya Yosua dan Kaleb yang memberikan respon positif karena mereka memiliki iman yang teguh pada janji Allah bagi bangsa Israel.
5.Penuh dengan Roh Tuhan Bilangan 27 : 18 – Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: “Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya.
Mari memiliki hidup yang berarti dengan memiliki kejelasan identitas (mengenal siapa kita), memiliki keyakinan kuat dan kejelasan akan visi dan panggilan Tuhan, dan memiliki pengertian yang dalam akan tujuan hidup sehingga tidak membanding-bandingkan lagi gunung yang harus didaki dengan gunung tetangganya.
Jangan hanya mengerti sedang diproses tapi tidak melakukan apa-apa, atau lebih parah lagi tidak tahu bahwa sedang diproses. Bagi murid tidak ada alternatif untuk keluar atau mundur, tapi terus bergerak maju!
- Published in Catatan Khotbah, Networking
Membangun Kapasitas Roh
Persekutuan J4u – Sabtu, 1 Juni 2013
Pembicara : Ka Ester
- Langkah awal : Re-born (Yohanes 3 : 3 -6)
ayat 6 (amplified) =
what is born of [from] flesh is flesh [of the physical]; and what is born of the Spirit is spirit. –> inilah alasan kita membangun manusia roh bukan manusia daging.
manusia roh = was born from Spirit
lahir dari roh –> daging tidak punya kuasa lagi
Roma 10 : 9-10 -> mengaku dengan mulut, percaya dalam hati.
Percaya inilah yang membuat kita diselamatkan, karena pertobatan bukan usaha manusia.
- Membangun perlu bahan bangunan (Kingdom supply)
Filipi 4 : 19 =
“Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya di dalam Kristus Yesus.”
menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya –> lebiiiiih dari cukup!
1 Petrus 5 : 10
Dia yang memanggil, Dia sendiri juga yang melengkapi (Himself!)
(amplified)
…the God of all grace [Who imparts all blessing and favor], Who has called you to His [own] eternal glory in Christ Jesus, will Himself complete and make you what you ought to be,establish and ground you securely, and strengthen, and settle you.
- Foundation – Fondasi
Yohanes 1 : 12 (amplified)
but to as many as did receive and welcome Him, He gave the authority [power, privilege, right] …
1 Yohanes 4 : 4
Roh yang ada dalam kita lebih besar daripada apapun!
Markus 8 : 34-35 (amplified)
ayat 34 =
..if anyone intends to come after Me, let him deny himself and take up his cross and [joining Me as a disciple and siding with My party] follow with Me [continually, cleaving steadfastly to Me]
*yang melakukan ‘come after’ adalah son, bukan sekedar children
*deny : forget, ignore, disown, lose sight of himself and his own interests.*
ayat 35 =
for whoever wants to save his [higher, spiritual, eternal] life, will lose it [the lower, natural, temporal life which is lived only on earth]; and whoever gives up his life [which is lived only on earth] for My sake and the Gospel’s will save it [his higher, spiritual life in the eternal kingdom of God].
- The Building – Bangunan
Yohanes 15 : 1-8
ayat 4 (NIV)
Abide in Me, & I in you. As
the branch cannot bear fruit of itself, unless it abides in the vine, neither
can you, unless you abide in ME.
– Abide (Mazmur 27 : 4)
(amplified)
One thing have I asked of the Lord, that
will I seek,
inquire for, & (insistently) require: that I may dwell in the house of the
Lord (in His presence)
all the days of my life, to behold & gaze upon the beauty (the
sweet attractiveness
& the delightful loveliness) of
the Lord & to meditate,
consider, & inquire in His temple.
– Obey
Yohanes 4 : 30-34
ayat 34 (amplified) =
.. My food is to do the will (pleasure) of Him who sent Me and to accomplish and completely finish His work.
Galatia 5 : 25 (amplified) =
if we live by the (Holy) spirit, let us also walk by the Spirit. (If by the Holy
Spirit we have our life in God, let us go forward walking
in line, our
conduct controlled by
the Spirit)
*walking in line = deny yourself, take up cross, follow Him
Markus 1 : 35 =
pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa disana.
Yesus bangun dan pergi ke luar –> untuk mengingatkan kita, ini bukan perkara gedung atau tempatnya, tapi His presence (hadirat Allah)
Abide and Obey!
- Published in Catatan Khotbah
Peka dan Ketaatan
J4u, 25 Mei 2013
Ka Phosa
Peka: tidak lalai / mempedulikan / memperhatikan (KUBI)
Peka juga berarti mudah bergerak, langsung merespon, dan memperhatikan.
Telinga roh ada untuk mendengarkan apa yang Roh Kudus katakan:
“Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang di katakan Roh kepada jemaat-jemaat.” Wahyu 3 : 13
Telinga roh berguna untuk mendengarkan teguran-teguran, menghalangi manusia dari perbuatannya, dan melenyapkan kesombongan (Ayub 33 : 14 -18)
1. Bergaul karib dengan Tuhan
“TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.” Maz 25 : 14
Orang yang jahat tidak mengerti keadilan, tetapi orang yang mencari TUHAN mengerti segala sesuatu. Amsal 28 :5
Hati nurani yang murni bicara datang kepada Tuhan tanpa pamrih, datang dengan hati yang benar – benar mengharapkan hadirat Tuhan, bukan dengan permintaan – permintaan. (Kisah Rasul 24 : 16, Kisah Rasul 23 : 1)
4. Kerendahan hati
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. Mazmur 25 : 9
Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat. Amsal 28 :26
“Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:” Roma 1 : 21, 28
Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. Roma 2 : 5
Amsal 29 : 25, Wahyu 21 : 8
Ketakutan kepada manusia mendatangkan jerat. Saul takut kepada bangsa Israel yang saat itu sedang kebingungan dalam perang, sementara Samuel tidak juga datang. Saul kemudian melanggar perintah Tuhan dengan mempersembahkan korban, padahal yang seharusnya mempersembahkan korban adalah nabi Samuel. Daud pun pernah takut kepada bangsa Israel ketika anak – anak, istri , dan harta mereka ditawan. Tapi Daud memiliki respon yang berbeda, yaitu bertanya kepada Tuhan.
“Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.” Mazmur 32 : 9
Abraham sudah berkata bahwa ada jarak yang terbentang antara mereka, namun orang kaya itu tetap keras kepala dengan meminta Lazarus untuk pergi ke rumahnya untuk memberi tahu saudara – saudaranya.
“Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.” Yakobus 1 : 23
Sesungguhnya, semuanya itu hanya ujung-ujung jalan-Nya; betapa lembutnya bisikan yang kita dengar dari pada-Nya! Siapa dapat memahami guntur kuasa-Nya?” Ayub 26 : 14
- Published in Catatan Khotbah
Penginjilan
Sabtu, 18 Mei 2013
Pembicara: Viona Wijaya
INJIL (KERAJAAN ALLAH)
• INJIL = euaggelion = good message = kabar
baik.
- Matius 11: 5
- Markus 1: 15
- Markus 16:15
- Lukas 4:18
Matius 4:23, Matius 9:35, Matius 24:14, Lukas 4:43, lukas 8:1.
- Kabar baik tentang kerajaan Allah.
=“Apa yang terjadi kalau Tuhan menjadi Raja.”
PINTU MASUK KESEMUA INI : LAHIR BARU (Yoh 3:3)
Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
Kenapa harus menginjili?
• ISI HATI TUHAN!
Matius 9:13
“Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
Adalah tidak wajar ketika seseorang berkata bahwa dia bergaul dengan Tuhan tapi tidak “ketularan” kerinduan hati Tuhan!
Siapa yang boleh/harus melakukan?
1. Orang percaya (Yoh 4:28-29, Yoh 9:24-25)
= Bersaksi tentang apa yang sudah Tuhan perbuat di hidupnya.
2. Murid (Kis 1:8)
= Dilatih untuk bergerak dengan Roh Kudus.
Bagaimana?
1. Motivasi yang benar = belas kasihan.
2. Andalkan Roh Kudus bukan hikmat sendiri (1 Kor 2:4-5).
= Caranya ngga cuma satu! Tapi banyak!
= Hati-hati, jangan sampai kita “ditolak” karena kita ga berhikmat
waktu menyampaikannya.
3. Jangan terjebak pada perdebatan.
= Fokuslah pada inti pemberitaan( 2 Tim 2:23-26).
4. Jangan takut ditolak.
= Bagian kita adalah melakukan Firman, sisanya urusan Tuhan!
Kapan?
SETIAP SAAT!
1 Pet 3:15-16
15. Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,
16. dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.
Peringatan!
= Jangan sampai terjebak pada “cara” dan lupa “isi”.
= Jangan hanya fokus dengan “jiwa-jiwa” tapi mengabaikan Tuhan dan kehendak- Nya.
Pemberitaan injil kerajaan Allah adalah menghadirkan Kerajaan Allah di
manapun kita berada.
Menghadirkan kerajaan Allah bukan berarti mencari cara
“sepicik” mungkin supaya orang menerima injil, apalagi berbohong atau
menurunkan standar Firman.
Contoh Kisah Alkitab yang Menghadirkan
Kerajaan Allah:
• Salomo ( 1 Raja-raja 10:4-9)
• Daniel (Daniel 4:8, Daniel 4:37)
• Paulus dan orang-orang yang dia layani (2
Korintus 3:2)
• Ketika Kerajaan Allah hadir, ketika Yesus
ditinggikan, Ia menarik orang datang kepada-Nya
• Hadirat Tuhan itu beresonansi dengan
setiap manusia karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya (Kis
14:17, 2 Kor 3:16-17)
Yehezkiel 47:1-12
Air mengalir semata kaki, selutut, sepinggang, tenggelam.
Ini bicara tentang hidup kita. Dimanapun kita berada, kehidupan juga mengalir
kepada orang di sekitar kita.
Kesimpulannya: Dalam penginjilan, kita tidak hanya memberitakan injil kerajaan Allah, tetapi juga memancarkan Kristus melalui hidup kita.
- Published in Catatan Khotbah
Melakukan Firman
Oleh : Ade Nugroho
14 Mei 2013
Yesaya 1:19 : Jika kamu MENURUT dan mau MENDENGAR, maka kamu akan memakan hasil BAIK dari negeri itu. Melakukan Firman bagi anak Tuhan adalah dengan sesederhana mendengar dan menuruti Firman Tuhan
Namun, seseorang tidak dapat mentaati Firman Tuhan jika dia belum lahir baru (baca Roma 7:19-20, 8:5-8), yaitu dosa masih berkuasa atas hidupnya. Lahir baru adalah penciptaan kembali yang dilakukan oleh Roh Kudus (Titus 3:5-7), artinya ada pembaharuan oleh Roh. Cara untuk lahir baru yaitu MENERIMA Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat dan PERCAYA (Yoh 1:12, Ef 1:13). Kata menerima (elabon-yun dalam Yunani) memiliki makna percaya dalam makna lampau, namun percaya (pisteuo-yun dalam Yunani) merupakan kata kerja bentuk aktif yang merujuk pada tindakan berkesinambungan untuk taat pada perintah Roh Kudus.
Seseorang yang mengaku dirinya sudah lahir baru pasti dan seharusnya bertobat dari segala kejahatannya (baca Kis 2:38-39). Oleh karenanya, hidup orang tersebut pasti memperlihatkan buah-buah pertobatan, baik berupa buah Roh (perubahan karakter) maupun buah jiwa (kesaksian).
Kita dapat melihat bahwa kunci dari pembaharuan hidup seseorang adalah Roh Kudus (baca Yoh 20:22), yang Tuhan Yesus janjikan dan berikan pada setiap orang yang mau percaya. Tuhan memberikan Roh Kudus dan memampukan kita untuk taat dan menuruti Firman Tuhan (Yeh 11:19-20). Jadi, kita SUDAH dimampukan untuk melakukan Firman Tuhan.
Akan tetapi, setiap orang dapat memberikan respon yang berbeda-beda. Menurut Alkitab, respon yang benar seharusnya melembutkan hati (Ibrani 3:7-8), langsung melakukan (Matius 21:28-31), melakukan dengan sukacita (2 Kor 9:7), dan melakukan dengan setia (Ulangan 6:1-5).
Ada banyak manfaat yang diperoleh dari meresponi dengan benar, beberapa di antaranya : mengalami terobosan-terobosan ilahi (2 Raja-raja 13:14), melatih otot rohani (I Tim 4:8), dan menjaga kita tetap “hidup” dalam analogi kita sebagai ranting pohon anggur (Yoh 15:1-8).
Seseorang yang sudah lahir baru, hatinya dipenuhi dengan kasih. Melakukan Firman Tuhan sebenarnya adalah tanda kasih kita kepada Tuhan (Yoh 14:21). Dan, perintah yang Yesus katakan didalamnya terkandung seluruh hukumTaurat dan kitab para nabi (Matius 22:37-40), adalah :
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
- Published in Catatan Khotbah

