Pray
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 13 September 2014
Pembicara : Yuliawaty K
Tema : Pray (Doa)
Venue : Rg. Azalea 2, lt. P1, BTC
Doa adalah salah satu dari inti dalam kehidupan kekristenan.Tanpa doa, kekristenan hanya sebuah aktifitas. Doa adalah komunikasi 2 arah dengan Tuhan. Tentunya, sebuah pengenalan dimulai dengan komunikasi yang dibangun hari demi hari. Pengenalan akan Tuhan diawali dengan lahir baru.
Yeremia 33:3
TB “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”
Amp “Call to Me and I will answer you and show you great and mighty things, fenced in and hidden, which you do not know (do not distinguish and recognize, have knowledge of and understand).”
Setiap orang yang berseru pada Tuhan, pasti mendapat jawaban. Ini jaminan dari Tuhan.
Jawaban doa tidak hanya jawaban biasa, kita juga ditunjukan hal-hal yang jauh lebih besar dan ajaib(Great and mighty things – Amp). Tetapi Tuhan bukan mesin penjawab doa. Artinya yang terbaik yang Tuhan berikan untuk hidup kita, bukan menurut kita baik. Ketika kita terbiasa menjaga gaya hidup berdoa kita, maka kerohanian kita tidak mengalami kekeringan.
Hal-hal besar ini termasuk rahasia hati/misteri ilahi, hal-hal yang tidak Tuhan buka kepada semua orang.
Dengan berdoa, kita juga memiliki belas kasihan untuk jiwa-jiwa. Kita mulai mengenali arahan dari Tuhan. Maka kita dituntun untuk melakukan pelayanan yang sejati.
Mazmur 5:4 “TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.”
Daud bangun setiap pagi, dia sedang membangun gaya hidup yang berdoa pada Tuhan. Setelah itu Daud mempersembahkan korban dan menanti-nantikan Tuhan. Mau sampai umur berapapun, sesibuk apapun, jangan pernah tinggalkan doa.
Matius 6:5-13 Hal berdoa
Doa bukanlah aktifitas agamawi atau ritual.
Ayat 6, Yesus mengajarkan untuk berdoa di kamar, maksudnya tempat tersembunyi (private place). Hanya ada kita dan Tuhan.
Ayat 7, Berdoa tidak bertele-tele. Tuhan tidak lihat kata-kata yang indah. Tuhan melihat hati.
Ayat 8, Tuhan tau apa yang terdalam di hati kita, tapi Tuhan mau kita minta dan ungkapkan sama Tuhan, inilah kedekatan.
Ayat 9-13 Pola doa yang diajarkan Yesus:
“Bapa kami yang di surga….” ini menunjukan kedekatan. Ketika gambaran bapa pulih maka kita bisangobrol dengan Tuhan.
“…Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu…” menunjukan kita selalu mencari kerajaan Allah dan kehendakNya. Jika kita datang dengan bawa jawaban sendiri/ngotot, maka kita tidak akan mendengar suara Tuhan.
“…Berikanlah pada hari ini makanan kami yang secukupnya…” mintalah apa yang kita perlukan kepada Tuhan. jangan berasumsi bahwa kenginan kita itu konyol atau mustahil dikabulkan,justru ketika kita berdoa, Tuhan akan meluruskan keinginan kita tersbut.
“…Ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah pada kami..” menunjukan bahwa pertobatan diperlukan supaya doa kita tidak terhalang.
Yehezkiel 44:9-16
Ayat 9, setiap orang yang belum lahir baru, tidak boleh masuk ke tempat kudus Tuhan atau datang mendekat pada Tuhan.
Ayat 10, bahkan suku Lewi yang hatinya menjauh dari Tuhan, juga tidak boleh datang mendekat pada Tuhan. Mereka hanya boleh melayani di pelataran. Inilah orang-orang yang ketika bangsa Israel sesat malah tidak menegur, suku Lewi tetap melayani jemaat.Mungkin aktifitas pelayanan banyak, dilihat banyak orang, tapi sebenarnya hanya melayani bait saja.
Ayat 15, ada lagi imam Lewi keturunan Zadok, boleh melayani Tuhan yang masuk ke tempat maha kudus. inilah orang-orang yang terus bersunguh hati ketika bangsa Israel lainnya sesat.Jenis seperti ini yang bisa mendengar suara Tuhan. Orang-orang yang mengerti isi hati Tuhan dan bisa menyampaikan wahyu/mandat Tuhan.
Lemak dan darah adalah persembahan yang harum buat Tuhan. Hal-hal yang menurut kita terbaik, kita berikan kepada Tuhan sebagai persembahan yang harum, misalnya hobi dan kesenangan kita.
Jangan mau menjadi pasif dan biasa-biasa. Jadilah seperti Daud yang menanti-nantikan Tuhan bicara.
- Published in Catatan Khotbah
Menjangkau Jiwa-jiwa
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 6 September 2014
Pembicara : Merlin T.
Tema : Menjangkau Jiwa-jiwa
Venue : Rg. Azalea 2, lt. P1, BTC
Mindset terhadap suatu kumpulan / komunitas umat Tuhan harus berubah, perkumpulan umat Tuhan bukanlah ‘rumah sakit’ tapi barak. Dimana setiap umat Tuhan memiliki kekuatan, yang lahir dari Tuhan, dari hubungan pribadi dengan Tuhan. Kuat berarti kita menyendengkan telinga kita dan hidup dengar-dengaran akan perkataan Tuhan.
Menjangkau jiwa-jiwa bisa saja hanya menjadi sebuah topik saja, jika kita tidak bergerak.
Dan yang membuat kita bergerak adalah ketika jiwa-jiwa LAHIR dari hati kita.
1. Allah sangat concern dengan manusia (jiwa-jiwa)
Yohanes 3 : 16
Allah menebus manusia dengan sangat mahal, dengan nyawa.
Setiap jiwa adalah milik Allah. Karena itu yang selalu menjadi fokus utama adalah manusianya, bukan nama baik, event, organisasi, dsb.
Karena itu, yang terpenting adalah menjalankan segala sesuatu berdasarkan perkataan Tuhan.
2. Kita dipanggil menjadi rekan sekerja Allah.
Lukas 5 : 1 -11
Murid bukan hanya sebatas menjadi murid saja. Tapi MURID, mempunyai kemampuan untuk menjadi penjala manusia. Isi hati Tuhan adalah jiwa-jiwa, jadi jika kita mendapatkan isi hati Tuhan, maka kita mendapatkan jiwa-jiwa.
Visi yang Tuhan telah tetapkan untuk setiap kita pasti sejalan dengan isi hatiNya. Artinya isi hati Tuhan (jiwa-jiwa) ini pasti selalu ada, apa pun bidang kita.
3. Ada harga yang harus kita bayar
Galatia 4 : 19
Merasakan sakit bersalin (bayar harganya), sampai rupa Kristus menjadi nyata dalam hidup orang tersebut.
Orang yang sungguh-sungguh pasti membawa isi hati Tuhan dimana pun ia berada. Ia akan memberitakan Kristus kepada orang sekelilingnya. Karena itu ketika ada orang yang sungguh-sungguh di suatu tempat, tempat itu pasti berubah.
Keluaran 3 (MUSA)
Di awal, Musa berulang kali mengelak saat Allah menetapkannya memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dengan berbagai alasan. Minder adalah rendah diri yang palsu.
Allah meminta Musa untuk mentaatiNya dan menggunakan apa yang ada padanya, bukan yang tidak ada padanya.
Menjangkau jiwa-jiwa
1. Berdoa
2. Penginjilan, bersaksi, kunjungan, persekutuan
3. Muridkan, ajar firman
Yesaya 54 : 1-3
“Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak daripada yang bersuami, firman Tuhan. Lapangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.”
- Published in Catatan Khotbah
Berjalan di dalam Roh
J4u, Lt P1 Azalea BTC
16 Agustus 2014
Oleh John Ronaldo
“Bangun pemudi-pemuda Indonesia, tangan bajumu singsingkan untuk negara. Masa yang akan datang kewajibanmulah, menjadi tanggunganmu terhadap nusa.”
Kondisi muda-mudi Indonesia hari ini “lemet-lemet”, mereka disibukkan dengan banyak hal, salah satunya hal berpasangan, sibuk dengan jargon “jones”(jomblo ngenes).
Seandainya bapak bangsa kita Bung Karno hidup di masa kini mungkin beliau akan melantunkan lirik berikut, “Pernah ku membangun bangsa, tapi tak begini..”
KarakterPetrus
Petrus, seorang muda, salah satu murid pertama yang dipanggil Tuhan Yesus untuk menjadi muridNya. Dia memiliki banyak karakter luar biasa seperti yang ditunjukkan dalam ayat-ayat berikut :
- Lukas 5:1-11 kisah pertama kali Koh Petrus bertemu dengan Bro Yesus.Petrus menunjukkan sikap sangat responsif terhadap ajakan Kristus.
- Matius 14:29 Petrus mengalami berjalan di atas air karena dia percaya(just believe, just do it),
- Matius 26:33 / Yohanes 13:37 Petrus menyatakan bahwa dia tidak akan tergoncang imannya.
- Yohanes 18:10 Petrus dengan berani menghunuskan pedangnya untuk membela gurunya.
Kita melihat karakter Petrus yang mencolok di banding murid-murid lainnya :responsif, agresif, gagah berani, iman yang polos, dan lainnya. Namun ternyata itu tidak cukup untuk kita sekedar menjadi Petrus-Petrus yang demikian (berapi-api tapi tanpa pengertian). Grasagrusu, mumpung berapi-api, mumpung semangat.
Itulah juga sebabnya Yesus menegur tindakan Petrus yang menghunuskan pedangnya,karena Yesus tidak bermaksud murid-muridNya untuk mencegahnya dari penyaliban. Dengan segala kelebihan Petrus tersebut, masih tidak cukup.
Petrus kembali kekehidupan lamanya setelah dia mengingkari sendiri kepongahannya,dengan menyangkal Yesus 3 kali sebelum ayam berkokok. Namun TuhanYesus ijinkan itu sehingga Dia dapat memulihkan Petrus (Yohanes 21 :1-19).
KarakterPetrus setelah berjalan dalam Roh
Kis 10 : kisah Petrus dan Kornelius (baca sendiri). Coba kita renungkan,bagaimana jika Kornelius tidak mendengarkan penyataan Tuhan? Atau bagaimana jika pola pikir Petrus masih sama? Seandainya kedua orang ini tidak berjalan dalam roh, maka kemungkinan kisah ini berbeda.Keselamatan dari Tuhan atas keluarga Kornelius dan keinginan Tuhan untuk menyelamatkan orang-orang non Yahudi mungkin tidak akan terjadi, atau setidaknya tidak terjadi melalui Petrus.
Bagaimana cara untuk berjalan dalam Roh?
- Saat teduh dan menjaga kekudusanIni adalah jurus yang ampuh untuk mendengarkan keinginan Tuhan dan berjalan dalam roh.Tuhan sangat ingin berbicara kepada kita, namun mengapa seringkali kita tidak mendengarnya? Alasannya karena roh dan pikiran kita belum ditundukkan di bawah kaki Kristus. Pemberontakkan (rebellion) adalah DNA-nya iblis.Mungkin saja kita gagal seperti Petrus, namun Petrus toh akhirnya memilih pulih. Berdoalah datanglah kerajaan Allah di bumi seperti di sorga. Kerajaan Allah di bumi adalah kehidupan kita, berjalan di dalam roh, itulah yang Tuhan Yesus contohkan.
- Penundukkandiri1 Petrus 5 : 5, Jadilah taat kepada pemimpindalam terjemahan AMP : elders is the ministers and spiritual guides of the churchAir mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah : demikian pula pengurapan, kalau kita tidak merendahkan diri, pengurapan itu takkan dapat mengalir.Ketika kauberhasil untuk melalui ini (menundukkan diri kepada otoritas dibumi),maka kita akan dapat menundukkan diri kepada otoritas yang tidak kelihatan (Tuhan).
- MemuridkanTuhan Yesus menanyakan pertanyaan yang serupa tiga kali kepada Petrus. Apakah kamu mengasihi Aku? Gembalakan domba-domba-Ku.Yohanes 21:15feed my lamb – memberi makan untuk domba-dombaNya.
- Published in Catatan Khotbah
Setuju dengan Tuhan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 19 Juli 2014
Pembicara : Viona Wijaya
Tema : Setuju dengan Tuhan
Venue : Rg. Azalea 2, lt. P1, BTC
Setuju dengan Tuhan adalah sebuah sikap hati yang akan mewujud jadi tindakan di mana kita SELALU sepakat dengan kehendak Tuhan, dan itu membawa kita bergerak bersama-Nya dan dalam pusat rencana-Nya.
Jadi setuju dengan Tuhan adalah sebuah sikap hati yang seharusnya tidak berhenti hanya di dalam hati tetapi mewujud menjadi tindakan. Seperti kata Tuhan bahwa setiap pohon akan terlihat dari buahnya. Jadi orang- orang yang hanya bilang setuju atau berkata amin tidak bisa kita anggap sudah setuju dengan Tuhan tetapi tetap harus kita cek terlebih dahulu dari tindakannya. Saat kita benar-benar setuju dengan Tuhan maka tindakan kita akan membawa kita bergerak bersama-Nya dalam pusat rencana-Nya.
Contoh praktisnya:
1. Tidak berbantah-bantahan dengan Tuhan
- Lukas 1 : 38 ( “ Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. ”)
Disini Maria menunjukan sifat taat dan tidak berbantah-bantahan.
Saat Tuhan ingatkan untuk belajar atau untuk melakukan suatu hal tapi kita menunda-nunda, maka itu sudah merupakan sikap berbantah-bantahan. Jadi belajarlah untuk setia pada hal-hal kecil yang Tuhan latih, sehingga kita terbiasa untuk turut dan taat dengan perintah Tuhan, kita jadi terbiasa bahkan saat ada hal-hal berat atau ekstrim yang Tuhan suruh, kita bisa taat.
Contoh lainnya adalah Esau dan Yakub. Memang diantara mereka kedua tidak ada yang benar. Tetapi Yakub memiliki sikap hati yang lembut dan mau mencari Tuhan serta haus akan perkara-perkara Ilahi, disaat Esau meremehkan hak kesulungan yang ia miliki, Yakub justru menginginkannya. Itulah sebabnya mengapa Tuhan memilih Yakub. Jadi tidak mungkin seseorang berubah tiba-tiba jadi taat dalam perkara besar kalau sebelumnya tidak taat dalam perkara kecil.
2. Tidak bilang “iya”, tapi tidak dilakukan!
- Matius 21:28-31 ( “28 “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. 29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. 30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. 31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. ”)
Dalam hal kedua ini lebih masalah, karena kita berkata iya tetapi tidak dilakukan. Hati-hati dengan kata –kata dan janji yang kita buat dengan Tuhan jangan main ingkari. Jika kita melakukannya, maka kita akan mengalami kekeringan rohani. Maka dari itu, mari hadapi proses, tidak ada yang instan. ketika kita taat terhadap hal-hal kecil maka kita akan menjadi biasa untuk taat terhadap hal-hal yang besar pula.
- Tindakan kita menunjukkan apa yang ada di hati kita sesungguhnya. Kita tidak bisa mendustai Tuhan.
Penghalang-Penghalang Memiliki Gaya Hidup Setuju dengan Tuhan
1. Sombong
- Wujud: “Ngatur-ngatur Tuhan”
Ngatur- ngatur Tuhan bukan seperti kita menyuruh hujan berhenti, tetapi membuat “aturan-aturan” baru yang tidak ada di Firman Tuhan dan memperlakukannya LEBIH dari Tuhan.
Contoh praktisnya dalam hal doktrin yang berhubungan dengan pelayanan. Sebenarnya, pelayanan itu adalah segala sesuatu yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan. Namun pada beberapa organisasi gereja beberapa pembimbing kadang menganggap bahwa pelayanan hanya yang ada di tempat ibadah seperti singer, wl, pemusik, dll, sehingga saat kita tidak pelayanan kita dianggap menjauh dari Tuhan. Padahal sebenarnya ketika kita pelayanan wl, singer, pemusik bukan atas perintah Tuhan, itu bukan pelayanan namun hanya sebuah aktifitas saja.
- Yesaya 40: 13-14 (“13 Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat? 14 Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?” )
Jadi janganlah menjadi orang-orang sombong yang coba mengatur Tuhan. Selalu dengarkan Tuhan, selalu tanya apa yang menjadi kehendak Tuhan dan taat penuh dengan Tuhan.
- Camkan: Orang Sombong tidak akan pernah bisa memiliki gaya hidup setuju dengan Tuhan dan tidak bisa bergerak bersama Tuhan.
2. Tidak (mau) Percaya
- Contoh: orang Israel di Padang Gurun
Orang-orang israel sudah melihat bukti fisik yang sangat nyata baik laut terbelah dan jalan di sana, air berubah menjadi darah, mana jatuh dari langit, dll. Tapi ternyata mereka tetap menjadi bangsa yang tegar tengkuk. Ini menandakan bahwa mujizat tidak menentukan pengenalan kita akan Tuhan.
- Percaya adalah sikap hati dan keputusan – dia bahkan tidak membutuhkan bukti “fisik”! jadi saat kita tidak percaya pada Tuhan maka kita tidak mungkin dapat berjalan dengan Tuhan.
- Pengenalan akan Tuhan membuat kita dapat percaya pada Tuhan dan setuju dengan-Nya. Ini bedanya Musa dan orang Israel
- Abraham (Roma 4:18-21)
Abraham nenunjukan sifat yang percaya pada Tuhan walau sesungguhnya ia tidak tahu ia mau pergi ke mana, masa depannya bagaimana, tapi ia percaya penuh pada Tuhan dan setuju dengan rencana Tuhan.
Jangan kita meniru cara Sarai dengan tidak mau menunggu penggenapan janji Tuhan dengan cara-cara yang Ilahi tapi malah mencoba nutuk “membantu Tuhan” dengan memberikan budaknya kepada Abraham untuk dinikahi. Karena hal itu akhirnya Tuhan tidak berbicara apapun pada Abaham selama beberapa Tahun, walau pada akhirnya Abram dan Sarai akhirnya mendapatkan Ishak.
Jadi yang benar kita harus bener-bener pakai cara Tuhan dan terus bersabar. Jangan sampai pikiran kita menutupi hati kita dalam mendengar suara Tuhan dan akhirnya kita salah jalan.
- Kondisi/fakta 100% bertentangan dengan janji Tuhan – tidak ada dasar untuk berharap!
- Jadi tetaplah setuju dengan Tuhan agar tetap dan terus berada dalam pusat rencana Tuhan.
3. Tidak menggunakan Cara-Cara Tuhan
- Kehendak Tuhan hanya bisa digenapi dengan cara-cara Tuhan. Tidak mungkin kita mau memenuhi rencana Tuhan, memenuhi visi dari Tuhan dengan cara kita sendiri. Tetapi kita harus turut dengan cara-cara Tuhan.
- Contoh yang salah: Kejadian 16:1-3
- Yang benar: mengikuti pola / cara-cara Tuhan
Tuhan itu punya pola yang spesifik untuk setiap kita. Cara kita mendapatkan pola yang spesifik dari Tuhan kita akan dibimbing langsung sama Tuhan agar apa yang Tuhan mau dalam hidup kita benar-benar tepat terjadi sesuai dengan rencana-Nya. Jadi dengan selalu membangun hubungan dengan Tuhan kita sedang memastikan hidup kita sejalan dengan pola yang Tuhan sudah tentukan.
Keluaran 25: 40
- Kemah Suci/Bait Suci : Kita
- Bangun hidup kita sesuai “pattern” yang Tuhan tunjukkan di “Gunung Tuhan”
- Keluaran 39:1, 7, 21, 26, 31, 32 “Melakukan tepat seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa”
- Hasil: keluaran 40:34-38
TIDAK SETUJU DENGAN TUHAN
- Berbalik membelakangi Tuhan atau Tuhan berbalik dari kita
- Berbalik membelakangi Tuhan (Bil 14:43) ( “sebab orang Amalek dan orang Kanaan ada di sana di depanmu dan kamu akan tewas oleh pedang; dari sebab kamu berbalik membelakangi TUHAN, maka TUHAN tidak akan menyertai kamu.” ”)
- Tuhan berbalik dari kita (Bil 14:34) (“Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu: ”)
Hasil = maut, tidak masuk tanah perjanjian, tidak “layak” masuk dalam pusat rencana Allah
Hanya orang-orang yang setuju dengan Tuhan yang akan bergerak dan berada dalam pusat rencana-Nya
- Published in Catatan Khotbah
Tubuh Kristus
Persekutuan J4u
Sabtu, 05 Juli 2014
Tema : Tubuh Kristus
Venue : Rg. Azalea 2, lt. P1, BTC
Wahyu 3:14-19 Kita adalah tubuh Kristus, dan Kristus adalah kepalanya. Mari kita lihat kembali kemah perjanjian, di ruang maha kudus tidak ada penerangan.Ruang maha kudus akan terang ketika Tuhan hadir. Hanya imam yang memakai baju efod boleh masuk ruang maha kudus.
Maksud dari Baju Efod:
1. Penunjukan dari Allah kepada orang tersebut.
2. Ada buah-buahnya sehingga orang tersebut layak memakainya.
Imam tersebut mewakili bangsa Israel. Pada perjanjian baru, Yesus adalah Imamat Rajani. Kembali ke Wahyu 3:14-19, maksudnya adalah supaya kita tidak sembarangan dalam menjalani hidup kita, betapa ruginya kita untuk melewatkan hal-hal besar yang Tuhan telah sediakan bagi kita. Wahyu mencatat, “..yang suam-suam akan dimuntahkan..“, dimuntahkan disini menunjuk pada dimuntahkan dari jemaat, artinya tidak mendapat bagian di jemaat.
Ayat 17 Menegur kita untuk tidak sombong. Kita layak disebut tubuh Kristus karena kepalanya adalah Kristus. Maka pastikan yang mengepalai / yang memimpin hidup kita adalah Kristus bukan diri kita sendiri, apalagi orang lain.
Negeri ini membutuhkan orang-orang yang mengambil tongkat komando. Jadi ketika ada promosi datang/suatu masalah yang kita tahu kita bisa dan Tuhan suruh, AMBIL!
Biasakan punya agenda dengan detil dan taati agenda yang kita buat, maka hidup kita akan semakin mengerucut dan tajam. Ketika di awal, Tuhan mempertajam kita dengan mengajar untuk berhenti berbuat dosa. Setelah beres semua keterikatan, maka kita akan dimurnikan dari segala sesuatu yang tidak berkenan dihadapan Tuhan. Semakin lama kita taat, semakin lama penggenapan janji Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita berada dalam “arus”/proses yang kuat, bertahanlah, kita sedang diasah oleh Tuhan.
Banyak orang yang tidak “tajam”, sehingga dimuntahkan. karena orang tersebut tidak mengambil peranandalam tubuh Kristus. Ayat 19, relakanlah hatimu untuk Tuhan ajar maka kita akan berfungsi dalam tubuh Kristus. Kalau kita menjadi tubuh Kristus, kita menjadi sangat dekat dengan Tuhan, lihat kembali kisah Musa. Orang-orang yang berada di bawah otoritas Tuhan, maka kita akan melihat buah-buahnya / ada tanda ajaib yang menyertainya.Untuk orang seperti ini, jangan pernah kita lawan.
Tubuh Kristus adalah sesama orang yang percaya kepada Kristus sebagai kepala.Matius 8:20 mencatat bahwa Kristus mencari tempat untuk meletakkan kepalaNya.Jadilah anak-anak yang dimana Kristus meletakkan kepala-Nya.
Efesus 4:1-13Ayat 12, menunjukan bahwa ketika kita sungguh-sungguh, maka kita akan membangun tubuh Kristus.
JADILAH TUBUH KRISTUS YANG DIPERTAJAM SETIAP HARI!
- Published in Catatan Khotbah
Kekudusan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 05 Juli 2014
Pembicara : Yorga Parnadi
Tema Kekudusan
Venue : Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Yoh 17:15-19 Yesus tidak meminta kepada Bapa untuk Bapa mengambil kita meninggalkan dunia, tapi supaya kita dikuduskan. Yesus pernah menyebutkan, hanya orang sakit yang memerlukan dokter. Tapi apakah jadinya jika dokter hanya berkumpul dengan para dokter. Bagaimana dengan tempat yang tidak ada dokter? Disinilah fungsi dokter dipertanyakan. Bandingkan dengan orang kudus yang hanya berkumpul terus dengan para orang kudus. Lalu siapakah kita sebenarnya di dalam Tuhan?
Ayat 16 Yesus menyatakan bahwa kita sama seperti Dia yang bukan berasal dari dunia. Seorang yang menyadari kewarganegaraannya, pasti akan benar-benar menyadari di mana rumahnya, gaya hidup (sikap dan penampilan) akan sesuai dengan negaranya. Demikianlah pula, orang lain akan mengenali dari negara mana kita.
Kita sebenarnya bukan berasal dari dunia.
Sewaktu kita bertobat, maka kita akan mengalami hal-hal berikut:
1. Mengenakan manusia baru.
2. Dosa diampuni.
3. Pasti masuk sorga.
4. KEWARGANEGARAAN KITA ADALAH SORGA.
Maka disinilah kita menyadari bahwa kita hidup untuk menyatakan KRISTUS di dunia ini.Tentunya kita harus memiliki gaya hidup kerajaan Allah. Caranya adalah selalu terhubung dengan Bapa dan mentaati Bapa. Banyaklah bertanya pada Tuhan. Selanjutnya kita akan terbiasa mengenali isi hati Tuhan. Di level inilah, kita tidak lagi melakukan dosa-dosa tetapi hidup dalam tuntunan Allah. Hidup dalam ketaatan mutlak kepada BAPA adalah hidup dalam kekudusan. 99% Ketaatan adalah pemberontakan, Tuhan tidak mau ada deviasi.
Kembali ayat 17, pengudusan terjadi melalui proses yang kita alami. Manusia baru sudah kita kenakan, tapi karakter kita harus diperbaharui menjadi sempurna seperti Kristus.
Proses yang pertama dalam pengudusan adalah melalui Firman.Kita melakukan Firman bukan karena takut Tuhan tapi karena kita mengasihi Tuhan. Proses pengudusan itu terus berlanjut sampai kita sempurna. Ilustrasinya adalah untuk mengubah isi botol yang berisi kopi, maka kita tuangkan air bersih terus menerus ke dalam botol tersebut hingga kopi terdesak keluar dan akhirnya tertinggal air bersih dalam botol. Demikian pula ketika kita terus mengisi hidup kita dengan Firman, maka yang kotor dan borok dari hidup kita akan terdesak keluar.
Ayat 18-19,Penting buat setiap murid untuk menguduskan dirinya dalam kebenaran.Pengudusan artinya dipisahkan dari dunia. Bukan berarti kita tidak bercampur dan bersosialisasi dengan duniatapi seharusnya kita tidak memiliki gaya dunia. Roh Kudus yang akan menuntun kita bagaimana cara menjaga kekudusan.
Kekudusan itu bertingkat, kepada setiap orang berbeda-beda. Buat beberapa orang menonton TV dan main game berlama-lama itu tidak masalah, tapi untuk beberapa orang yang lain tidak bisa karena ketika dilakukan akan merasa sangat bersalah. Maka dari itu, kita tidak bisa menghakimi orang lain karena tingkat pengenalan akan Tuhan yang berbeda-beda.
Kekudusan memiliki warna yang berbeda.Kita tidak bisa melakukan apa yang dilakukan hamba Tuhan lain tanpa bertanya Tuhan. Artinya warna (gaya hidup) setiap orang akan berbeda-beda. Anak Tuhan akan selalu terhubung dengan Tuhan sehingga terhindar dari melakukan tindakan-tindakan konyol/kesetanan.
Yoh 14:14 Tuhan akan melakukan apapun permintaan kita dalam namaNya. Ini berlaku kepada orang yang menguduskan hidupnya. Permintaan orang kudus akan selaras dengan Tuhan. Jangan hina Tuhan dengan permintaan yang kecil-kecil. Mintalah yang BESAR. Milikilah mentalitas seorang pemilik. Dimana kita berada, disitulah tempat milik kita. Mentalitas iniakan membawa kita untuk melakukan lebih. Bukan lagi uang gaji yang dicari. Selalu berpikir yang terbaik untuk memajukan tempat dimana kita berada. Inilah yang Tuhan maksudkan untuk kita menjadi KEPALA bukan menjadi ekor. Kepala menentukan arah.
Efesus 5:1-3 Hati-hati terhadap pergaulan. Sengaja atau tidak sengaja, segala sesuatu yang cabul sudah seharusnya kita hindari.Tidak ada yang bisa memblokir pornografi, tapi justru Firman Tuhan-lah yang akan melindungi. Kitab Wahyu mencatat, ekor naga menyeret sepertiga bintang di langit. Bintang menunjuk pada nabi/representatif Allah di muka bumi. Ekor bicara tentang kelamin/percabulan. Jangan bermain api, nanti hangus. Jangan berkompromi dengan dosa sekecil apapun, kalahkan godaan yang muncul.
Tuhan PASTI SANGAT INGIN kita bertumbuh.
Tergantung dari keputusan kita untuk melakukannya atau tidak.
- Published in Catatan Khotbah
Karunia-karunia Roh
Pembicara : Ester Irene
Tempat, waktu : BTC P1 Ruang Azalea, 21 Juni 2014
Seseorang yang telah dipenuhi oleh Roh Kudus bisa mendapatkan berbagai karunia roh. Mari kita pelajari apa saja karunia Roh, manfaatnya bagi kita,dan seperti apa respon kita seharusnya!
Bacaan : 1 Korintus12 : 1-11
1. Karunia untuk berkata-kata dengan hikmat
- The word of Wisdom (the communication of spiritual wisdom)
- Seseorang yang dikaruniai roh hikmat, cara hidupnya sehari-hari akan mencerminkan gambaran Tuhan. Hikmat ini kita peroleh dari Alkitab yang mengandung banyak janji untuk menguatkan kita (contohnya mazmur yang bahasanya cukup mudah dimengerti).
- AMP : the power to speak a message of wisdom.
- Contoh: Salomo(tentang 2 ibu yang memperebutkan seorang bayi)
- Dalam Mat 10:19-20 menjanjikan karunia ini, artinya karunia roh ini bukan hanya berlaku di perjanjian lama saja tapi juga bagi kita sekarang yang hidup di masa perjanjian baru.
2.Karunia berkata-kata dengan pengetahuan
- The Word of knowledge
- Dengan karunia pengetahuan ini menegaskan bahwa kita, anak-anak Tuhan, tidak ada yang bodoh sehingga tidak ada alasan untuk berkata tidak bisa.
- Amsal 1:7 membahas bahwa firman Tuhan adalah awal ilmu pengetahuan, apa lagi saat kita penuh dengan Roh Kudus maka kita memiliki pengetahuan yang lebih lagi
- The communication of practical truth
- AMP : the power to express a word of knowledge and understanding
- Comtoh : Daniel / Joseph
3.Memberikan IMAN – Faith
- AMP : wonder-working faith
- Abraham dan Ayub hidup dalam jaman yang sama. Di jaman mereka, alkitab belum ada namun mereka tetap dapat percaya dan melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Oleh karenanya, mereka diberkati sangat luar biasa.
- Iman bermanfaat untuk membangkitkan kepercayaan kita, membuat kita tetap setia dan teguh.
4.Karunia untuk menyembuhkan
- Gifts (extraordinary power) of healing
- Included restoration of life
Restore berarti menformat ulang sesuatu ke keadaan awal sehingga karunia menyembuhkan bukan hanya sekedar menyembuhkan secara fisik. Tetapi Roh Kudus membawa kita ke tujuan awal kita dijadikan oleh Tuhan, sebagai gambaran dan rupa Allah (kejadian 1:27) - Membangkitkan dari kematian (Kis 9:40, Kis 20:7-10)
Contohnya : Tabita, Euthikus
5.Kuasa untuk mengadakan mujizat
- KJV: The working of miracles
- Comtoh : Musa bersama dengan Tuhan melakukan banyak mujizat (membelah laut Teberau, tiang awan tiang api, mengadakan sepuluh tulah, dsb)
6.Karunia untuk bernubuat – prophecy
- The ability to proclaim new revelation from God
- AMP : prophetic insight
- The gift of interpreting the divine will and purpose
7.Karunia untuk membedakan bermacam-macam roh.
- AMP : the ability to discern and distinguish between (the utterances of true) spirits (and false ones)
– utterance = kata-kata yang benar dari kata-kata yang salah
– discern = melihat dengan jelas - Sehingga kita dapat dengan presisi mengetahui kondisi spiritual seseorang, membedakan suatu hikmat berasal dari dunia atau dari Allah, dsb.
8.Karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh
- Different kinds of tongues
- AMP : various kinds of (unknown) tongues
- Kata ‘bahasa’ dalam bahasa inggris memiliki makna ‘which country you belong to’.Jadi saat kita berbahasa roh kita juga menyatakan status kewarganegaraan kita di kerajaan Allah.
9.Karunia untuk ‘menafsirkan’ bahasa roh
- The (ability) interpretation of (such) tongues
- Ability to speak and interpret languages UNKNOWN to the speaker or the interpreter
Karunia Roh = Perlengkapan Kehidupan (Manfaat)
- Menanggulangi “kehidupan” dan berbagai macam pencobaannya (dengan karunia roh hikmat)
- Tahan menghadapi penderitaan
Karena kita memiliki karunia hikmat , jadi tidak ada alasan kita hidup serampangan. Kita harus hidup dengan membangun manusia Roh kita sehingga hikmat yang ada pada kita pun bertumbuh. - Mengalirkan kehidupan Illahi (John 4:14)
AMP: But whoever takes a drink of the water that I will give him shall never,NO NEVER, be thirsty anymore. But the water that I will give him shall become a spring of water welling up (flowing, bubbling)[continually] within him unto (into, for) eternal life.Sangat jelas bahwa dalam kita akan terus –menerus ada kehidupan/pengharapan selamanya. Dan saat kehidupan Illahi kita bertumbuh otomatis akan banyak orang yang respek pada kita dan meminta bantuan kita, karena itu terus mengalir jadi roh kita tidak akan merasa kelelahan.Jangan lupa urutan yang benar itu, Roh– Jiwa – Tubuh jangan jadi Tubuh – Jiwa – Roh
- Kemampuan untuk menanggapi dan menyelesaikan panggilan Allah (I Kor 2 : 9-10)
Dengan karunia Roh, kita dapat melampaui segala keterbatasan manusiawi dengan menyatakan potensi Illahi yang ada pada kita.
– Hikmat
– Mujizat
– Kesembuhan
– Daya cipta - Karunia yang terutama untuk membangun jemaat
– (I Kor 14:12) NUBUAT : Interpreting divine wills and purpose
– Membangun
– Menasihati
– Menghibur
Karunia Roh itu sangat besar, masalahnya adalah apakah kita dapat menampungnya??
Jadi…Bangun manusia rohmu!!!
– I korintus 12:1
-I korintus 14:1
-Kolose 3:10
- Published in Catatan Khotbah
Hidup dalam Roh
Persekutuan J4u
Sabtu, 21 Juni 2014
Tema : Hidup dalam Roh
Venue : Rg. Azalea II, lt. P1 BTC
Wahyu 22:6 Coba ingat lagi tentang karunia roh, apakah kita sudah memilikinya?
Orang dunia bilang itu feeling/perasaan, tapi itu sebenarnya karunia roh, hanya perlu diasah.
Mengenai hidup dalam roh, artinya kita harus menyadari bahwa hidup kita ditentukan oleh iman kita dan Firman Tuhan.
Ada jalan-jalan yang kita harus lalui sebagai proses, tapi ujungnya adalah Tuhan. Maka janganlah kita gegabah/sembarangan dalam menjalani hidup kita.
Kembali ke Wahyu 22:6, Allah sendiri yang memberikan sendiri karunia roh kepada para nabi, artinya Allah memberikan diriNya sendiri kepada setiap manusia.Tanpa Allah tidak ada kehidupan. Esensi hidup dalam roh bukan berarti berbahasa roh setiap hari, melainkankehidupan yang mentaati setiap kebenaran Firman Tuhan.
Markus 1:35 Lakukanlah saat teduh pagi (berdoa dan baca Firman). Sewaktu kita terbiasa membaca Firman, kita tidak mudah disesatkan. Langkah selanjutnya, dengarkanlah rhema. Rhema adalah Firman Tuhan yang berbicara pada kita. Mendengar suara Tuhan itu gampang dan mudah. Lihat Samuel yang dapat mendengar suara Tuhan pada masa mudanya.
Definisi kedua dari hidup dalam roh adalah hidup sesuai tuntunan Tuhan. Ketika kita mentaati suara Tuhan baik yang tertulis dan yang kita dengar langsung.
Yang ketiga adalah kita mengembangkan gaya hidup yang terus menerus mencari kehendak Tuhan.
Ketika kita tidak bertanya Tuhan, ada celah di sana. Alasan seseorang tidak bertanya Tuhan dalam salah satu sisi adalah karena kekhawatiran, merasa kita tidak mampu/ out of date. Seharusnyayang terjadi adalah perkataan Tuhan. Ada api asing dan ada api Tuhan. Api Tuhan membakar tapi tidak menghanguskan, ingat bahwa Tuhan adalah kehidupan, maka tidak akan membawa kematian. Artinya kita yang terbakar api Tuhan akan tampak tanda-tanda “kehidupan” bukan emosional. Maka dari itu, apa yang diawali dengan roh jangan diakhiri dengan daging, teruslah memakai cara-cara yang Tuhan kehendaki (secara roh). Hal ini dilatih dengan berpuasa.
Berbagai macam puasa:
1 hari= Puasa Orang percaya
3 hari= Puasa murid
7 hari= Puasa diaken
14 hari= Puasa nabi
30 hari= Puasa rasul
40 hari= Puasa mematikan kedagingan/Puasa Kristus
Efek dari melatih hidup dalam roh adalah seperti pada Musa (menentukan arah suatu bangsa), Eli (menjaga ketetapan hukum Tuhan). Orang yang tidak hidup dalam Tuhan, kerohaniannya compang camping(hampir telanjang).Di kitab Wahyu dicatat, “belilah pakaian dari padaku”, ayat ini menunjuk pada anak Tuhan yang kerohaniannya tidak sungguh-sungguh.
Ingat kisah Daud, dalam masalah dia kuat, tapi ketika sedang tidak dalam masalah dia jatuh, dosa kepada Uria dan Bersyeba. Ada dosa yang berdampak permanen, yaitu dosa melanggar otoritas, lihat Saul. Jangan pernah melawan otoritas, karena ketika kita melawan otoritas, kita tidak bersalah pada pemilik otoritas tetapi kepada Sang Pemberi otoritas yaitu Allah sendiri. Tuhan sangat menghargai otoritas.
Arti keempat dari hidup dalam roh adalah hidup di bawah otoritas. Jadilah orang yang selalu di bawah otoritas, maka hidup kita tertudungi/ covered, ada blessing.
Hidup dalam roh membuat hidup kita dalam kepastian di dalam Tuhan. Kita pasti sukses. Sukses adalah ketika kita berhasil melakukan segala yang Tuhan perintahkan dalam hidup kita. Tuhan akan terus menaikkan kapasitas kita dan iman kita.
Mari kita berperan aktif sebagai warganegara Indonesia.
PR kita malam ini, bertanyalah pada Tuhan apakah kita masuk politik atau tidak.
Sebelum tanggal 9 Juli, ajak orang lain untuk memakai hak pilih, tidak golput.
Mulai dari hal kecil, apakah kita sudah mengurus KTP kita? apakah nama kita di KTP sesuai dengan akta lahir?
Jangan sampai hal-hal kecil tersebut membuat kita tidak jadi menerima berkat.Siapkan kirbat karena tanpa kita sadari Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang besar buat kita. Apa yang ada di tangan kita sekarang, latihlah dan pakailah dengan sungguh-sungguh.
Jadilah responsif pada setiap kebenaran yang Tuhan taruhkan dalam hati kita, maka lihat apa yang akan Tuhan lakukan dalam hidup kita.
- Published in Catatan Khotbah
Membangun Manusia Roh
Persekutuan J4u
Sabtu, 14 Juni 2014
Pembicara : Ka Yorga S. Parnadi
Tema: Membangun Manusia Roh
Venue: BTC, lt.P1, Ruang Azalea 2
- Kejadian 2 : 7 à Kekuatan “Laten”(Roph) yang Tuhan berikan kepada Adam.
- Yohanes 4:24 – “God is a SPIRIT”, if you want to worship Him you MUST worship Him in SPIRIT
- Menyembah dalam Roh BUKAN-lah berbahasa roh, bahasa roh adalah Impact dari “DIPENUHI” Roh Kudus.
- Menyembah dalam Roh artinya:
- -Menyembah sesuai dengan Kebenaran Firman Tuhan
- -Menyembah seperti yang Tuhan mau
- Membangun manusia roh itu sama artinya dengan membangun diri kita sendiri.
- Untuk membangun manusia roh kita harus memakai cara-caranya Tuhan. Karena yang menghidupkan adalah Roh Kudus, tanpa Roh Kudus, kita TIDAK AKAN PERNAH terbangun.
- Membangun manusia roh dengan tidak melakukan apa yang tertulis dalam Firman Tuhan hanya berdampak kepada “kematian” atau tidak ada pembangunan.
- Ke-SOKTAHU-an membatasi pekerjaan Roh Kudus dalam hidupmu!
- Membangun manusia roh itu berbicara tentang mengenakan “Manusia Baru” yang berlangsung seumur hidup, sama halnya dengan berjalan bersama Tuhan.
- Saat teduh pagi dilakukan BUKAN karena sedang “mood”, kita harus LAWAN hal tersebut!
Membangun manusia roh berbicara tentang “DISIPLIN”
Saat Teduh pagi (Indikator Kedisiplinan Murid)
DAMPAK DARI KEBERADAAN KRISTUS YANG DIBANGUN
- Mampu menghadapi berbagai pencobaan
- Pencobaan itu pasti ada, karena diijinkan Tuhan untuk membentuk hidup kita.
2. TANGGUH dalam menghadapi pencobaan
- Waktu menghadapi pencobaan bukan dengan kekuatan dan pengetahuan diri sendiri, tapi dengan hikmat dan Kekuatan/ kemampuan Tuhan.
3. Adanya “Aliran Kehidupan Illahi”
- Ada penyertaan Tuhan sebagai tanda.
4. Memiliki kemampuan untuk melakukan dan menyeleasaikan panggilan Illahi
- Orang yang terbiasa membangun manusia rohnya akan dengan mudah mengenali Panggilan Tuhan dalam hidupnya.
- Orang yang terbiasa membangun manusia rohnya TIDAK akan kehilangan arah!
- Orang yang terbiasa membangun manusia rohnya dengan presisi mendengarkan arah Tuhan dalam hidupnya. Ada komunikasi dengan Tuhan, mengenali cara-cara dan hatinya Tuhan.
- Orang yang terbiasa membangun manusia rohnya ‘terbiasa’ STANDING in The GAP
5. Melampaui segala keterbatasan Manusiawi
- Orang yang membangun manusia rohnya berjalan dalam kemampuan yang adi-koadrati. Mampu melakukan hal-hal yang bahkan tak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa dia mampu.
MAMPU MENGHADAPI BERBAGAI PENCOBAAN
Contoh : SIMSON Vs. YUSUF
- Kekuatan Illahi simson ada di fisik. Kekuatan illahi Yusuf adalah rohnya. Itulah kenapa Yusuf tak tergoda oleh apapun juga, simson di’kalahkan’ oleh godaan wanita.
- Pencobaan boleh ada, Bukan berarti kau harus jatuh dalam dosa.
1 Kor 14: 4 – Membangun Manusia roh dengan ‘Berbahasa roh’
- Berbahasa roh mengaktifkan “radar” roh mu. Membuat Roh memperjelas apa yang hendak dikatakanNya.
- Ketika kau berbahasa roh, roh mu mulai Berdoa kepada Tuhan. Menghentikan setiap pekerjaan dan jebakan iblis dalam hidupmu.
- Melatih berbahasa roh sama halnya dengan melatih respon.
TANGGUH DALAM MENGHADAPI PENDERITAAN
ROMA 8 : 31 – 39
- Bangkit “LEBIH” dari Pemenang.
- Orang Percaya yang memiliki roh yang Kuat adalah orang percaya yang tahan aniaya.
MEMBANGUN MANUSIA ROH MEMBAWAMU MEWARISI SELURUH KEPENUHAN KEKUATAN ILLAHI YANG SUDAH DISEDIAKAN BAGIMU!
MELATIH MANUSIA ROH = MELATIH KETAJAMAN = MELATIH KEPEKAAN.
Pastikan kita membangun manusia roh setiap hari!
- Published in Catatan Khotbah
Karakter Kristus
15 Maret 2014
Pembicara : John Ronaldo
Lokasi : BTCAzalea 2
Mat 22:35-38
“Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenal akal budimu”. Hukum kedua yang sama dengan itu “kasihilah sesamamu manusia”.
Karena itu orang yang mengasihi Tuhan, tentulah juga mengasihi sesamanya.
Ulangan 6:1-9
Kasih kepada Allah adalah perintah yang terutama.
7 : ajarkanlah berulang-ulang kepada anak-anakmu (agar tidak terputus dari generasi ke generasi) dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu (dalam segala keadaan, ajarkan hukum Tuhan). in any circumstances, teach the Word of God.
Amsal 22:6
Didiklah (train) orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu. The straits of training is daily,habit, sequence.
train up a child dalam bahasa ibrani diterjemahkan sebagai touch the palate (palate : kerongkongan) artinya menyuapi dengan makanan yang telah dikunyah ibunya disentuhkan ke kerongkongan bayi untuk membangkitkan rasa lapar. Maka bayi terbiasa merasa lapar dan makan dari ibu yang menyuapinya.Pastikan kita memberi makan Firman.
Amsal 19:27 KJV
Hai anakku, jangan lagi (cease :to stop) mendengarkan didikan, kalau engkau menyimpang (err : to make mistake) juga dari perkataan-perkataan yang memberi pengetahuan (dari kebenaran).
berhentilah mendengar instruksi yg membuat menyimpang (err) dari perkataan pengetahuan.
Arti Err:
1. to make a mistake or be incorrect
2. wander from a direct course or at random
Kolose 2:8
Hati-hatilah (beware) supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya (philosophy) yang kosong (vain) dan palsu (lies) menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
beware:peringatan akan sesuatu yang berbahaya, bisa melukai. Bukan sesuatu yang kecil. Contoh: beware a dog. Bukan anak anjing, tapi benar-benar anjing galak.
philosophy: the love and the study of truth, jadi apa yang dunia katakan benar akan menjadi kebenaran sekalipun belum tentu benar jika dicek di Firman.
Vain: empty,
deceit: lies.
Kesimpulan: Ijin terbesar yang dilakukan orang tua terkait anak adalah pada siapa orang tua mengijinkan orang yang dapat mengajar anaknya. Untuk anaknya tetap mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi. Anak adalah anugrah berharga yang Tuhan percayakan.
Apa tujuannya Allah menetapkan hukum tersebut?
Untuk memiliki karakter Ilahi. Sudah seharusnya kita hidup dalam Firman. Apa yang tertulis dalam Firman merupakan suatu yang kodrati/kewajaran/kondisi. Jadi memiliki karakter Kristus adalah kewajaran, karena kita diciptakan segambar serupa dengan Allah.
Mat 11:29
… belajarlah kepadaku, karena Akulemah lembuh dan rendah hati…
Lemah lembut yaitu suatu sikap :
– mau menerima teguran
– cepat mendengar, bukan berkata-kata.
– cepat berubah
Seorang yang lemah lembut akan mendapat kasih karunia dan mendapat tempat yang khusus di hati orang-orang dan juga Tuhan.
Rendah hati
Suatu sikap menganggap orang lain lebih penting dari diri sendiri
Yoh 4:34 (ketaatan mutlak)
… makananKu ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya.
Tuhan Yesus taat sampai mati.
Kita bukan robot, Tuhan tidak menghilangkan kehendak bebas, yang dikehendaki Tuhan adalah hubungan Bapa dan anak bukan hubungan hamba dan majikan.
Hamba/pelayan melakukan apa yang menjadi tugasnya dan mendapat upah dari keringatnya.
Namun, Anak tinggal serumah dengan Bapa. Orang yang sudah lahir baru (LB) artinya Roh Bapa ada padanya. Wah3:20.
Sudah sewajarnya anak berkomunikasi dengan Bapa. Anak macam apa yang tidak pernah bicara dengan Bapanya. Seharusnya ia diusir keluar, tidak mendapatkan warisan, tidak ada bedanya dengan hamba.
Kenyataannya tidak demikian, banyak orang tua yang tidak mengajar anaknya, banyak gembala yang tidak menggembalakan dombanya. Pemuridan berperan untuk mengembalikan posisi tersebut ke tempatnya semula.
Kesimpulan dari karakter Kristus:
Kita tahu posisi kita dalam Bapa sebagai anak.
- Published in Catatan Khotbah

