Pengenalan akan Tuhan
- Published in Catatan Khotbah
2016-Tahun Pelipatgandaan
Di dalam kitab Mazmur 32:8 tercatat, “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kau tempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju padamu.”
Bagi kita para murid, berdoa dan baca Firman bukanlah lagi menjadi isu. Sudah sewajarnya kita melakukannya. Bahkan di komunitas-komunitas lain juga semakin memperkuat dalam saat teduh dan baca Firman. Ini menjadi penting karena hari-hari ini banyak hal-hal yang terjadi di dunia dan anak Tuhan harus mengambil sikap, contohnya LGBT. Firman menegaskan bahwa LGBT adalah dosa.
Tahun 2016, atau tahun 5776 dalam tahun Ibrani, adalah tahun Ayin Vav (disebut tahun Yobel terakhir). Disebut pula Yobel besar dari tahun-tahun Yobel yang sebelumnya. Pergantian tahun Ayin Vav terjadi pada 12 September 2015 yang lalu, bertepatan dengan blood moon. Ayin Vav bermakna “kait” yaitu pengait antara bumi dan surga yang berarti tahun Mesianik, tahun Mesias menyatakan dirinya. Banyak hamba Tuhan mengkotbahkan tentang akhir jaman. Respon kita bukanlah menjadi takut tapi WASPADA! Jika kita sekarang dipanggil pulang oleh Tuhan, apa poinnya? Masuk surga sudah pasti. Tapi di akhir jaman ini seharusnya membuat kita semakin bergegas melakukan Firman Tuhan. Pastikan keluarga dan teman-teman kita sudah lahir baru.
Bagi J4u sendiri, tahun 2016 adalah tahun pelipatgandaan. Berkat sudah pasti. Inilah waktunya melipatgandakan kasih kita kepada Kristus. Marilah kita menjadi serupa seperti Kristus.
Yehezkiel 47:1-12
Air semata kaki bermakna orang yang baru bertobat. Biasanya Tuhan cepat menjawab orang yang baru bertobat. Nah, di tahun ini bukan bicara seberapa lama kita bertobat, tapi kedekatan kita kepada Tuhan. Semakin banyak kita membangun hubungan dengan Tuhan, kita juga akan semakin terhubung dengan isi hati Tuhan. Ada kalanya kita belum meminta, Tuhan sudah jawab duluan. Bagi kita, mendengar suara Tuhan adalah BIASA. Ini sudah menjadi standar orang percaya. Hal yang menghalangi orang mendengar suara Tuhan adalah belum lahir baru atau orang tersebut tidak mau mendengar. Jika kita kuat dalam Firman, tidak ada satupun yang sanggup menggoncangkan kita.
Dari gambaran yang tertulis dalam kisah Yehezkiel ini, Tuhan ingin kita untuk “tenggelam”, tidak cukup kita terendam semata kaki, selutut, sepinggang. Marilah kita semakin menjaga kekudusan. Biarlah kasih semakin berlipatganda. Ampuni kesalahan orang lain. Singkirkan akar pahit.
Alami pelipatgandaaan, bahkan dalam pemuridan. Bersiaplah untuk memuridkan kapasitas kelas, aula, bahkan mengajar lintas generasi.
- Published in Catatan Khotbah
Break your Limit
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 30 Januari 2016
Pembicara: Ade Nugroho
Tema: Break your Limit
Venue: Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Bicara tentang “Break your Limit” atau “terobos batasanmu”, bukanlah tentang seminar motivasi. Setiap orang punya “keterbatasan”, tapi mari kita sama-sama belajar apa kata Firman untuk menerobos keterbatasan kita.
Mari kita cermati kisah Zakheus sang pemungut cukai dalam injil Lukas 19:1-10. Zakheus mendengar kabar tentang Yesus, lalu timbul iman. Zakheus punya keterbatasan yaitu badannya pendek. Dia harus memanjat pohon supaya bisa melihat Yesus karena terhalang orang-orang. Secara rohani, Zakheus adalah orang yang memiliki hambatan-hambatan dalam hubungan dengan Tuhan. Inilah kondisi rohani seseorang yang mandeg.
Apa saja hambatan-hambatan seseorang dalam membangun hubungan dengan Tuhan?
1. Malas
Malas bersekutu, malas baca Firman, malas olahraga, malas baca buku, dan malas-malas yang lain. Ternyata penyakit malas tidak ada obatnya. Malas itu harus DILAWAN!
Hal sederhana adalah waktu bangun pagi untuk saat teduh. Kebanyakan banyak orang berjuang untuk bangun, bantal dan kasur seolah-seolah memeluk kita erat. Tapi ketika kita melawan dan paksa bangun, kita sedang memperbesar otot-otot rohani kita. Kerohanian yang kuat akan mampu menghadapi proses-poses yang datang.
Jika malas terus menerus dituruti, selanjutnya akan masuk roh kelemahan yang akan membocorkan pengurapan. Seseorang akan mulai main perasaan/jiwa bukan hidup dalam roh lagi. Inilah yang membuat orang jatuh.
2. Kompromi/Excuse
Di dalam Lukas 14:16-20, kita dapati beberapa kompromi yang menghambat seseorang untuk datang pada Tuhan.
a. Ladang bicara Pekerjaan/bisnis. Ini juga bicara tentang visi. Mari kita mengerjakan visi bersama Tuhan, kalau tidak itu akan jadi ambisi. Ambisi bisa berhasil, tapi tidak ada Tuhan di sana. Zakehus bisa saja kompromi dengan perkerjaannya, tentu saja kisahnya akan berbeda. Hati-hati ketika Tuhan sudah memberikan “ladang”, kita justru malah tidak datang pada Tuhan. Bukankah yang memberi “ladang” adalah Tuhan?
b. Kesenangan/Keinginan. Bicara tentang hobi kita. Ini bisa menjadi kedagingan. Contohnya nonton sepak bola, makan pedas, baca komik. Memang tidak tertulis hal-hal tersebut dosa. Ingatlah bahwa ada hal yang lebih berharga dari kesenangan kita. Tuhan saja yang jauh berharga dari semuanya itu. Jika Tuhan minta suatu kesenangan kita, SERAHKAN saja. Bukankah Tuhan lebih berharga?
c. Keluarga/Pasangan Hidup. Sekalipun sudah berkeluarga, tetap tidak bisa dijadikan kompromi untuk melakukan Firman. Hati-hati dalam mencari pasangan hidup. Ini akan sangat berpengaruh dalam kehidupan kita ke depan. Pasangan yang tidak sepadan akan saling menjatuhkan. Malah kita terhalang untuk semakin dekat dengan Tuhan.
Sebenarnya kita sudah sadar ketika sedang berkompromi, maka dari itu singkirkan setiap kompromi. Marilah kita tetap beriman. Tanpa iman, segala ibadah kita sia-sia.
3. Takut
Bukalah dalam kitab Yesaya 6:7-8. Inilah contoh respon seseorang yang radikal dalam Tuhan. Yesaya mengambil responsibilitas untuk diutus Tuhan. Tuhan menyentuhkan bara api pada mulut Yesaya, kesalahannya dihapuskan. Apa yang menjadi ganjalan/rasa bersalah dipulihkan dulu. Inilah pola Tuhan. Ketika Tuhan mengutus seseorang, Dia memulihkan dan memperlengkapi dulu. Tentu saja pengurapan juga diberikan pada orang yang diutusNya. Tapi pertanyaannya adalah, SIAPA YANG MAU?
Musa juga takut dan merasa tidak fasih bicara. Tidak semua orang juga pernah sekolah theologia. Tapi jangan tunggu mujizat terjadi, kita justru ketinggalan. Merasa tidak layak, semua orang juga pernah begitu. Tuhanlah yang melayakkan kita untuk pekerjaan-Nya. Jadi Tuhan ingin kita menyingkirkan hambatan-hambatan di atas.
Apa yang ingin Tuhan perbuat?
Yohanes 15:1-3,8. Dari kisah ini, saya teringat dulu waktu di rumah. Papa saya sengaja menyayat-nyayat pohon mangga. Saya bertanya-tanya kenapa harus begitu. Ternyata alasannya adalah supaya banyak berbuah. Ternyata Tuhan juga melakukan hal yang sama pada kita. Kita dibersihkan untuk lebih banyak berbuah. Itu adalah kesukaan buat Dia. Bukankah kita juga suka dengan pohon mangga yang berbuah banyak?
Ada promosi-promosi yang datang dalam hidup kita. Dari setiap buah yang kita hasilkan, membuat kita siap berjalan di dalamnya. Dulu menjadi second liner, sekarang menjadi first liner. Kalau takut, promosi malah lewat begitu saja. Orang yang berbuah banyak akan semakin tidak terlihat lagi manusia lamanya. Justru Kristus makin terpancar.
Kembali ke kisah Zakheus di Lukas 19:5,6,8. Garis bawahi kata “bersegera”. Berprofesi sebagai pemungut cukai membuat Zakheus dibenci oleh orang banyak. Dia membuktikan bahwa dia berhasil menerobos hambatannya. Dia berlari mendahului orang banyak, bersegera memanjat pohon ara. Dia bersegera memutuskan untuk mengembalikan 4 kali lipat rampasannya. Setengah hartanya diberikan pada orang miskin. Dia tidak peduli lagi dengan masa lalunya.
Sama seperti Zakheus yang berlari mendahului orang banyak, mari kita juga memiliki respon yang sama untuk berlari kepada Tuhan dan tidak menjadi sama dengan yang lain. Mungkin yang lain baca Firman 2 pasal, bekerja asal-asalan, tapi kita “mendahului” orang lain, tidak menjadi sama. Kita membaca Firman 8 pasal, bekerja dengan sungguh-sungguh.
Maka Yesus datang singgah ke rumahnya. Kisah ini menggambarkan kedekatan antara Yesus dan Zakheus. Zakheus tidak menjadi sama lagi. Orang melihat Zakheus yang baru.
Ketika kita bertemu Yesus, hidup kita tidak akan menjadi sama lagi, kita akan semakin dibersihkan dan menghasilkan banyak buah.
Ini kami, utuslah kami ya Tuhan.
- Published in Catatan Khotbah
Pemuridan
Sabtu, 30 Januari 2016
Pembicara : Yorga Parnadi
Tema : Pemuridan
Venue : Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Teringat dengan lagu Don Moen yang berjudul “God is good all the Time”, sekarang saya bisa menyanyikannya sambil tertawa, tapi dulu saya hanya bisa menangis karena tidaklah sesuai dengan kenyataan ekonomi di waktu lalu. Saya mengerahkan hati dan pikiran kita untuk bilang YA, Tuhan baik! Hal ini harus kita lawan karena kekuatiran/kegetiran/kepahitan biasanya menghambat untuk kita melangkah dalam Tuhan, salah satunya untuk memuridkan.
Mari kita baca dalam Keluaran 16:4-25.
Jadi dari kisah tersebut tercatat bahwa Tuhan memberikan manna turun dari langit dan bangsa Israel hanya boleh memungut satu kali sehari. Ada sebuah rahasia di sini. Tiap-tiap orang diperintahkan mengambil 1 gomer (1/10 efa). Tapi ada saja yang mengambil lebih dari itu, besoknya justru busuk. Karakter orang tersebut biasanya kuatir, takut kurang/serakah. Dia juga malas, karena hari ini sudah ambil banyak, besok merasa tidak perlu ambil lagi. Inilah sikap yang salah. Berkat hari ini adalah untuk hari ini. Pengurapan hari ini adalah untuk hari ini. Tidak bisa kita ambil buat hari ini sebanyak-banyaknya sekaligus untuk simpanan hari-hari ke depan. Tidak bisa kita saat teduh 3 jam sekaligus supaya besok tidak perlu saat teduh.
Tapi ada yang unik. Perhatikan lagi bahwa pada hari ke-6, manna datang boleh diambil 2 kali lipat dan besoknya tidak busuk. Yang ini diperbolehkan. Jadi perkara mengambil manna 1 gomer atau 2 gomer, tergantung pada PERINTAH TUHAN. Di luar perintah Tuhan akan busuk. Inilah rahasianya. Di tangan kita ada Firman Tuhan. Firman berlaku untuk semua. Lalu kita mau apakan Firman tersebut?
Tahun ini kita harus fokus pada pemuridan. Hal ini juga berarti kita tidak membiarkan orang tidak dimuridkan padahal dia mau dimuridkan. Pemuridan bukanlah visi J4u belaka, tapi perintah Tuhan bagi SETIAP gereja-Nya. Bukalah di Matius 28:19-20. Yesus dengan jelas memerintahkan jadikanlah semua bangsa murid, bukan jemaat. Jadi kalau Tuhan sudah memberi perintah ini, kita juga dimampukan untuk melakukannya. Kenapa bukan Paulus yang pertama memuridkan seperti Yesus? Dia terpelajar, murid tunggal Gamaliel, warga Rum. Bukan Paulus yang Yesus pilih di awal, tetapi Petrus dahulu. Kita tahu Petrus adalah seorang nelayan, kurang terpelajar, meledak-ledak, berpotensi mempermalukan Yesus. Kita perhatikan bahwa memang murid-murid Yesus pun memiliki daya tangkap yang berbeda-beda. Mereka juga tidak semua langsung beriman. Tapi yang menentukan di sini adalah RESPON.
Apa yang menjadi penghalang kita untuk memuridkan?
Waktu? Tiap orang punya 24 jam tiap hari. Tergantung kita mengatur waktu kita. Renungkan lagi dalam sehari, seminggu, apa yang jadi agenda kita. Seringkali kita gagal merencanakan waktu kita, seolah-olah kita terbawa-bawa jadwal orang lain, acara TV, kesenangan pribadi, dll. Orang yang gagal merencanakan jadwalnya adalah orang yang berencana untuk gagal. Kesimpulannya SEDIAKANLAH waktu.
Tidak siap? Merasa tidak diurapi? Tentu saja seorang pemurid punya disiplin rohani. Dia membangun hidupnya dengan rutin. Saat teduh, baca Firman. Perkara pemuridan akan menggesek baik pemurid maupun murid itu sendiri. Tapi mari kita punya iman bahwa orang yang kita layani adalah orang-orang yang dasyat yang akan Tuhan bangkitkan, jadi caranya tidak biasa-biasa. Pastikan ada pewahyuan. Tidak bisa kita membagikan sesuatu dari orang lain, itu hanya akan menjadi pengetahuan, tidak ada alirannya. Karena pada waktunya anak murid akan bisa mengenali adanya aliran pewahyuan atau tidak. Salah satu sifat murid adalah memburu Tuhan. Dia tidak akan membiarkan Tuhan berdiam.Sukacitanya adalah ketika murid yang kita ajar bertumbuh.
Kitalah yang bayar harga. Sewaktu kita melakukan Firman, yaitu mulai memuridkan maka kita sedang menerobos penghalang-penghalang tersebut. Jangan seperti laut mati yang hanya bisa menerima. Jangan sampai kerohanian kita mati. Mari mulai PI dan bersaksi dimanapun kita berada. Tidak ada yang kebetulan jika kita ditempatkan di sekolah, kampus, atau bekerja di kantor yang sekarang. Mari mulai Memuridkan. Kita mungkin tidak tahu akan jadi apa anak-anak pada 10 tahun ke depan. Pada video tadi ada satu kalimat yang bagus, “Maukah kamu melakukan apapun untuk menjangkau saya?”. Ketika generasi ini terhilang, maka bangsa kita juga akan terhilang. Jadilah sama seperti Hana yang meminta dengan sungguh kepada Tuhan untuk memiliki keturunan. Kita malu ketika Tuhan panggil kita belum melakukan apa-apa untuk generasi ini.
Kembali ke manna. Ketika kita menerima manna tapi tidak dihabiskan, besoknya busuk. Kelakuan kita juga akan busuk. Pembelajar yang benar adalah yang mengajarkan kembali kepada orang lain. Kita memuridkan sesuai dengan apa yang diajarkan pada kita dan kita telah memiliki Firman tersebut.
Mari bayar harganya!
- Published in Catatan Khotbah
Kuasa Kesembuhan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 28 November 2015
Pembicara: John Ronaldo
Tema : Kuasa Kesembuhan
Venue : Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Kesembuhan bicara tentang proses perubahan dari yang sakit, rusak, lemah menjadi sehat,pulih dan kuat. Di luar sana, banyak cara untuk memperoleh kesembuhan dengan berbagai pengobatan, baik secara medis ataupun alternatif. Tapi tidak ada yang bisa menjamin bahwa kesembuhan yang terjadi bersifat menetap atau permanen. Allah rindu supaya kita mengalami KESEMBUHAN ILAHI. Dapat dilihat dari pelayanan Yesus selama di bumi, Dia kerap menyembuhkan orang sakit. Mari kita sama-sama mencermati respon Yesus ketika bertemu dengan orang-orang sakit.
Di dalam Matius 8:3, “Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.”
Yesus berkata Dia MAU menyembuhkan orang yang sakit kusta. Kusta adalah penyakit yang najis dan menular, maka dalam sejarah bangsa Israel, orang yang terkena kusta harus diasingkan ke luar kota, tinggal terpisah dari orang-orang yang sehat. Buat kita, kusta sangat menjijikan. Tapi Yesus MAU menyembuhkan. Orang kusta itupun sembuh. Jelas di sini bahwa kusta, yang adalah penyakit di fisik, TUHAN sembuhkan.
Dalam kisah yang lain pada Matius 8:7, Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”
kita lihat bahwa Tuhan tidak pernah pikir-pikir, Tuhan akan DATANG. Perwira tersebut bahkan belum meminta Yesus untuk datang kepada hambanya yang sakit.
Selanjutnya, dalam Matius 9:22, Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
Wanita yang sakit pendarahan tersebut memutuskan untuk menjamah jumbai jubah Yesus. Yesus melihat imannya, lalu meneguhkan. Kita tahu bahwa wanita tersebut sembuh seketika itu juga. Di dalam terjemahan KJV, kata menyelamatkan di sini dipakai kata make thee WHOLE. Whole berarti sempurna, seluruh, penuh.Kesembuhan ilahi yang Yesus maksudkan adalah tidak hanya fisik yang disembuhkan, tapi seluruhnya, yaitu roh, jiwa dan tubuh.
Sampai sini, renungkanlah apa yang menjadi kelemahan kita sekarang? Mintalah untuk Tuhan sembuhkan. Kesembuhan Ilahi membawa kita pada kondisi yang seharusnya. Tahir berbicara bersih/murni. Tanpa cela. Artinya dosa, pola pikir salah, beban, pergumulan, kelemahan juga Tuhan BERESKAN.
Lain halnya dalam kisah dua orang buta dalam Matius 9:28. Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.”
Respon orang buta itu mengejar Yesus, meskipun awalnya seperti Yesus seolah-olah tidak mempedulikan mereka. Tapi mereka tetap mengikuti Yesus sambil berseru-seru, bahkan sampai Yesus masuk ke dalam sebuah rumah.Yesus bertanya, apakah orang buta itu percaya bahwa Dia sanggup menyembuhkan. Percaya di sini adalah perkara percaya kepada Yesus. Dua orang buta ini dalam kondisi lemah iman. Maka Yesus balik bertanya yang sebenarnya menguji apakah mereka percaya pada Yesus atau cuma perlu kesembuhan saja.
Patut direnungkan, seringkali dalam perkara kesembuhan ilahi, orang terfokus kepada kesembuhannya atau hamba Tuhan yang menyembuhkan. Tapi apakah benar Yesus yang dicari? Hasil akhirnya akan berbeda. Lihat buah-buahnya. Lihat bagaimana kehidupan setelahnya. Apakah memuliakan Tuhan atau kembali pada kehidupan lama? Sekarang bertanyalah pada diri sendiri, apa yang kita sedang cari? Yesus atau kesembuhan?
Kesehatan itu sudah Tuhan berikan. Tapi BAGIAN kita untuk menjaga kesehatan. Mengucap syukurlah ketika kita hari ini masih bisa bernapas tanpa pakai selang dan infus. Mengucap syukurlah kalau kita sampai sekarang bisa bangun tidur dengan segar tanpa pegal-pegal. Sebuah penelitian mendapati bahwa orang yang tertidur sambil membawa masalah dan stres. Akibatnya tidur menjadi tidak berkualitas. Seorang pemazmur menulis “Thanksgiving is the key of success”. Ucapkanlah syukur sepanjang hari kita, untuk yang baik dan buruk dalam hidup kita.
INGATLAH bahwa kesehatan adalah tanggung jawab KITA untuk menjaganya. Jangan sampai ketika kita sakit, pekerjaan Tuhan terhambat, visi tertunda. Ada penyakit yang terjadi karena kelalaian kita. Padahal Tuhan telah menyediakan kesembuhan ilahi buat kita. Jangan sampai hal yang remeh dapat membuat kita tersandung.
Selanjutanya kita lihat dalam Matius 9:10-13,
10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
12 Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
Semua orang dapat belas kasihan dari Tuhan. Bukan orang sehat yang butuh tabib. Orang yang sakitlah yang butuh tabib, mereka yang butuh dilayani. Kepada siapa saja yang kita temui, marilah kita miliki respon seperti Yesus. Yang Dia kehendaki adalah belas kasihan, bukan korban persembahan. Korban persembahan, bicara tentang bayar harga kita (waktu, uang, tenaga, dll), adalah merupakan suatu yang seharusnya dan semestinya. Tapi bicara belas kasihan, siapakah yang memilikinya?
Ketika Tuhan memberi instruksi, apakah kita hanya sekedar melakukan supaya Dia tidak marah? Atau kita melakukannya karena mengasihi Tuhan? Sekedar baca Firman, sekedar doa, tidaklah cukup. Sekedar datang ibadah, tidak membuat Tuhan berkenan. Tuhan tidak bisa dipermainkan. Jadilah dewasa. Dengan sikap hati yang salah, ibadah kita tidak berkenan di hadapanNya. Melakukan sesuatu ala kadarnya, tidak ada kuasanya. Melakukan sesuatu ala kadarnya, tidak akan berbuah. JADILAH DEWASA.
Mari kita buka dalam Matius 10:5-8.
5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
Setelah Yesus mengajar muridnya sekian waktu, tibalah waktunya untuk mereka diutus untuk mempraktekkan apa yang mereka terima dari Yesus untuk menyembuhkan yang sakit, tahirkan yang kusta dan mengusir setan. Kitapun juga Tuhan utus demikian. Berhentilah menunda-nunda. Lakukan saja. Kuasa tersebut ada pada kita. Sisanya urusan Tuhan. Biar Tuhan saja yang dimuliakan.
- Published in Catatan Khotbah
Mengasihi Tuhan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 29 Agustus 2015
Pembicara : Yorga Parnadi
Tema : Mengasihi Tuhan
Venue: Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Matius 7:15-23 Ayat 15 mencatat, waspada dengan nabi-nabi palsu. Mereka menggunakan jubah domba. Dari dahulu sudah diperingatkan bahwa akan ada penyesat yang muncul. Menurut pengalaman saya, ada 2 jenis penyesat yang ada, yaitu:
1. Penyesat yang sudah sadar bahwa dia sesat dan akan menyesatkan orang lain.
2. Penyesat yang tidak sadar bahwa dia sedang menyesatkan. Untuk jenis pertama, mereka hidup seperti manusia normal dengan gaya kekinian. Tapi kejahatan hidup mereka telah ditutupi dengan berbagai macam filsafat.
Nah, jenis kedua yang lebih bahaya karena kadang banyak orang tidak menyadarinya. Lalu parahnya, mereka sudah terlalu banyak di gedung gereja. Penyesat yang tidak sadar menyesatkan orang lain hanya karena adanya perbedaan ajaran. Hal sederhana tentang bahasa roh. Banyak yang menolak bahwa bahasa roh itu benar dan kita berhak mendapatkannya. Ini menunjukkan hal yang sederhana dan ada tercatat dalam alkitab bahkan ditolak/disangkal. Kita anak muda seharusnya memiliki rasa penasaran (curiousity) yang besar untuk mengalami SEMUA yang ada di Firman. Kenapa pusing dengan hal-hal yang tidak tercatat di Firman. Lain lagi tentang berdoa sambil menangis. Mungkin buat sebagian orang, hal tersebut adalah aneh. Bukankah kita dapat menangis karena lawatan Tuhan yang turun dalam hidup kita. Tuhan sudah terlebih dahulu menjamah kita. Dan orang yang pernah menerima jamahan Tuhan PASTI ada perubahan.
Serigala menyamar sebagai domba. Seringkali kita mudah disesatkan karena kita masih menjadi domba. Jadilah rajawali yang justru memakan domba samaran tersebut. Lantas bagaimana membedakan domba asli dan domba palsu? Lihat ayat 16. Dari buahnya-lah kita dapat membedakannya. Jejak domba dan serigala juga berbeda. Perhatikan jejaknya, artinya kita harus merendahkan hati. Orang yang rendah hati akan sulit untuk disesatkan.
Sadarkah kita bahwa Tuhan sedang menguji kita? Jika kita berkata bahwa kita mengasihi Tuhan, maka Tuhan akan mengujinya dengan hal kasih juga. Para martir telah diuji kasihnya kepada Yesus dengan nyawa. Bagaimana dengan kita? Apa yang jadi pilihan kita sewaktu menghadapi fase-fase yang boleh terjadi? Sekolah, kuliah, pekerjaan, membangun keluarga. Ingatlah bahwa Tuhan selalu menguji. Misalnya dalam fase pekerjaan, jika kita tidak mengandalkan Tuhan maka kita akan menjadi workaholic (gila kerja), keras kepala/emosional, mulai tidak peka dengan suara Tuhan. Ini hal yang sulit bagi anak Tuhan, tapi bisa kita kerjakan. Seharusnya selain berkarir dengan baik, keluarga juga tidak dibiarkan terbengkalai. Kasih kita sedang diuji.
Ayat 21, tidak cukup hanya berseru pada Tuhan. Kita juga perlu mencari kehendak Bapa. Teruslah bertanya tentang apa yang sedang dan kita akan lakukan hari-hari ini. Ini juga sangat penting dalam pelayanan kepada Tuhan. Selain skill diperlukan pengurapan. Apa bedanya seorang pembicara dengan tukang obat jika tanpa pengurapan. Tentunya kita juga dapat mengenali mana yang melayani dengan pengurapan dan tanpa pengurapan.
Ayat 23, Yesus akan berterus terang bahwa Dia tidak mengenal mereka yang telah melakukan “pelayanan”. Hal ini cukup membingungkan karena sekalipun mereka telah membuat mujizat dan menyembuhkan orang sakit demi nama Yesus. Tapi Yesus menegaskan bahwa melakukan kehendak Bapa adalah hal yang utama. Artinya kita harus peka dengan suara Tuhan. Selanjutnya, mari kita buka di Wahyu 2:4. Tuhan mencela jemaat Efesus karena telah meninggalkan kasih yang mula-mula. Semua orang imannya akan diuji. Biarlah kita hari-hari ini melakukan segala sesuatu karena mengasihi Tuhan.
Peganglah Yesus kuat-kuat, jangan pernah jual iman kita dengan apapun.
- Published in Catatan Khotbah
Bayar Harga dan Mengikut Kristus
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 22 Agustus 2015
Pembicara: Puji Tania
Tema: Bayar Harga dan Mengikut Kristus
Venue: Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Ada dua konsep/ hal tertuang disini yang berdiri sendiri namun saling berkaitan satu dengan yang lain, yaitu: Bayar Harga dan Mengikut Yesus.
Dua hal ini masing – masing memiliki penjelasan dan pengertian yang mendalam dapat berdiri sendiri namun pada akhirnya saling berkaitan. Sebelum kita lihat keterkaitan satu dengan yang lain (yang nantinya dalam pembahasan masing – masing juga akan tersirat saling berkaitan) kita akan bahas satu per satu.
- Bayar harga
Istilah ini adalah idiom yang memiliki arti suatu konsekuensi/akibat/ dalam arti yang negatif sebagai resiko dari suatu hal yang ingin kita capai/dapatkan.
Misalnya:
- Ingin kurus, harga yang harus dibayar: olah raga lebih sering
- Ingin pintar, baca buku lebih banyak
- Ingin jadi pemurid, harus belajar untuk memuridkan, mengenal orang lain
“you have to pay the cost…”
Biasanya istilah bayar harga kita gunakan untuk menggambarkan satu pengorbanan atau suatu usaha yang harus kita lakukan. Begitu juga dalam diri kita. Apapun yang kita inginkan untuk mendapatkan/mencapai sesuatu ada harga yang harus dibayarkan. Tidak ada yang gratis. Hanya keselamatan yang gratis.
Pertanyaannya adalah, apa yang kita inginkan? Apa yang ingin kita selesaikan di bumi ini? Apa highest calling kita? Apa yang mau kita capai?
Lalu pertanyaan keduanya adalah
Siapkah kita dengan harga yang harus kita bayar untuk hal tersebut?
Harga dari sebuah janji Tuhan atau hadiah dari Tuhan yang ingin Dia berikan kepada kita itu sangat mahal.
Keselamatan itu diberikan secara cuma – cuma, tetapi menerima janji Tuhan dalam hidup kita itu tidaklah cuma – Cuma. Seluruh isi firman Tuhan dalam Alkitab berisi bagaimanaproses mengikut Kristus dan menikmati tiap langkah/fase dalam hal mencapai/ menerima janji Kristus.
Kita sebagai umat pilihan, memiliki privilege untuk menerima janji Tuhan. Begitu kita menerima keselamatan, maka hak sebagai ahli waris dan menerima Janji Tuhan sudah ada pada kita. Tetapi, sebagai ahli waris kita memiliki kewajiban.
Yang pertama yang harus kita terima itu adalah JANJI Tuhan itu sendiri, apa yang Tuhan berikan pada kita. Sebenarnya kita hanya menerima saja JANJI tersebut. Janji tersebut itulah yang harus kita dapatkan sendiri dari Tuhan. Apa janji Tuhan yang tertanam dalam hati kita? Apakah kita percaya bahwa kita akan mendapatkannya? Pastinya kita percaya. Tetapi apakah kita siap untuk membayar harga untuk memperoleh janji tersebut.
2. Mengapa ada istilah bayar harga dalam mengikut Kristus?
Bayar harga bukan sekedar pengorbanan dan konsekuensi, tetapi berbicara mengenaikeutamaan hidup kita adalah Kristus.
Hukum kasih itu jelas:
“Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Kalau ditarik mundur hukum ini bicara mengenai keutamaan hidup kita adalah Kristus
Cinta itu memunculkan suatu pengorbanan. Tuhan cinta pada kita, ia mati bagi kita. Jika kita cinta pada Tuhan, apa yang sudah kita lakukan bagi Dia?
Yesus punya tujuan dan visi Dia ada di bumi ini, yaitu untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Ada harga yang harus Yesus Bayar untuk sebuah visi yang harus Ia selesaikan.
Yesus menjadi teladan bagi kita dalam segala hal, termasuk dalam hal untuk membayar harga. Tuhan Yesus mengajarkan pada kita mengenai bayar harga untuk mencapai suatu keinginan, suatu jawaban doa, suatu mujizat, visi, atau apapun juga yang ada di dalam hati kita.
Iman itu perisai, Firman Tuhan itu pedang, Kasut itu kerelaan.
KASUT ini adalah bicara untuk mulai melangkah. Tidak salah kalau kasut itu disimbolkan/diinterpretasikan dengan kerelaan. Kerelaan untuk melangkah.
Banyak diantara kita yang berat untuk melangkah. Kenapa, karena ketika kita memutuskan untuk “Ya, saya melangkah” maka artinya kita siap untuk memulai, maka harus siap dengan rela hati untuk berjalan dan menikmati setiap langkah demi langkah.
Tetapi Tuhan juga melengkapi kita dengan perlengkapan perang yang lain.
Mental, pikiran, jiwa, psikis ini adalah musuh kita. Karena disitu terdapat persepsi, kekhawatiran, pikiran negatif sehingga membuat kita enggan untuk melangkah. Padahal kalau kita menginginkan sesuatu atau kalau kita ingin mencapai suatu tujuan, tahap awal yang kita lakukan adalah melangkah. Tetapi satu langkah itu diikuti dengan satu konsekuensi. Dalam mengikut Kristus, konsekuensi ini identik dengan bayar harga.
Hal mengikut Yesus
Lukas 9:57 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka,berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”
9:58 Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia l tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
9:59 Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku! ” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”
9:60 Tetapi Yesus berkata kepadanya:”Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”
9:61 Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku. ”
9:62 Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”
Hal mengikut Yesus
Matius 8:18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
8:19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”
8:20 Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
8:21 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”
8:22 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka .”
Dalam Lukas 9 dan Matius 8 Yesus berfirman mengenai “Hal mengikut Yesus”
Yesus sendiri menjelaskan mengenai bagaimana Hal mengikut Yesus. Selain itu, Dalam Alkitab juga menjelaskan bagaimana Yesus memanggil 12 murid dan 70 murid untuk mengikut dia bahkan secara spesifik memberikan contoh gambaran mengenai bagaimana Yesus memanggil secara individual seorang Lewi pemungut cukai untuk mengikuti Dia.
Pasal dan ayat sebelumnya itu menjelaskan bagaimana Yesus menjalankan visiNya, menunaikan tugas tugasNya.
- Yesus menyembuhkan orang sakit
- Membuat tanda – tanda mujizat
- Yesus mengusir Setan
- Yesus khotbah
- Yesus diikuti oleh berbondong – bondong orang
Dan Alkitab mencatat mengenai kesan pendengar bahwa takjublah seluruh orang melihat apa yang dilakukan Yesus.
Seorang pemimpin, nabi, rasul, guru, penginjil dan Tuhan sedang ada di tengah negeri ini. Ketakjuban orang – orang mengakibatkan banyak orang yang “ingin menjadi sama seperti DIA”
Yesus sangat memahami itu, sehingga ia menjelaskan mengenai hal mengikut Yesus.
1.Orang – orang mendekat dan menawarkan diri pada Yesus (Matius 8:19). Ingin ikutan, takjub dan euphoria sesaat.
Respon Yesus: Yesus tidak serta merta menjawab, Ia memberikan tantangan kembali ( ayat20).
2. Orang yang mau ikut tapi bersyarat (ayat 21).
Respon Yesus: Yesus mengajak (ayat 22).
3. Orang yang kaya yang tidak mengerti kehendak Tuhan/Firman (Mat 19: 16 – 22)
Respon Yesus: Ia memberikan tantangan untuk mencapai kesempurnaan.
4. Orang berdosa/Pemungut cukai (Mat 9:9-12).
Yesus mengajak, dan pemungut cukai segera berdiri dan mengikut Yesus. Di awal mengikut Yesus, cemooh sudah datang. Tapi Yesus membela dan menghadapi orang – orang Farisi.
Orang pasti takjub atas apa yang dilakukan Yesus selama hidupNya. Dan orang – orang sangat ingin untuk dapat menjadi seperti Yesus, HANYA SAJA ORANG – ORANG TIDAK SANGGUP UNTUK MEMBAYAR HARGANYA.
3. Harga Apa Saja Yang Harus Kita Bayar?
*Menyalibkan Kedagingan
KataNya kepada mereka semua; “Setiap orang yang mau mengikut Aku, Ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk 9:23)
Matius 10: 34-42
10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai , melainkan pedang.
10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
10:41Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya o dari padanya.”
*Kerelaan dan keberanian untuk kehilangan Kenyamanan hidup
Tuhan mau kita membayar dengan comfort zone kita. Comfort Zone itu membuat kitamalas untuk dapat bergerak keluar dan melakukan/ mencapai tujuan kita (atau apa yang Tuhan inginkan). Situasi nyaman membuat kita lebih mencintai kondisi kita dan enggan kembali kepada posisi yang Tuhan tetapkan bagi kita (ayat 34-36).
Rajin, keluar dari comfort zone-mu, sebab janji Tuhan “tangan orang rajin menguasai dunia”, jangan karena malas sehingga engkau tidak sanggup untuk menerima apa yang sebenarnya telah Tuhan sediakan.
*Memberikan Prioritas pada pekerjaan Tuhan
Melepaskan apa yang selama ini prioritas kita dan menggantikan prioritas kita pada Tuhan, di dalam Firman Tuhan digambarkan dengan nyawa seseorang. (ayat 39-40)
Tuhan tidak menginginkan hati kita melekat kepada orang lain, apapun dan siapapun (ayah, ibu, harta) (ayat 34-36)
Ketika Tuhan menjadi prioritas dalam hidupmu, maka Tuhan akan melindungi setiap apa pun yang dikerjakan karena kita melakukan semuanya hanya untuk Tuhan.
*Komitmen untuk melakukan apa yang Tuhan suruh kita lakukan
Ketika Tuhan minta kita untuk lakukan sekarang, kita lakukan dengan segera. Tidak melihat ke belakang (Luk 9:62). Ketika melangkah, jalan ke depan dan tidak lihat ke belakang lagi
Karena melihat ke belakang hanya akan menghambat langkahmu untuk melakukan kehendak Tuhan. Melangkahlah dan percayalah bahwa Tuhan menyertai.
4. Upah Dalam Mengikut Yesus
(Matius 19:27-30)
19:27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau;jadi apakah yang akan kami peroleh?”
19:28 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhtakemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
19:29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
19:30Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu. “
- Mendapat kedudukan dan kewenangan untuk menghakimi umat pilihan
- Tidak akan pernah kekurangan harta benda, saudara akan menerima berkalilipat
5. Menggenapi Visi dari Tuhan harus mau Bayar Harga
Kejadian 37, 39
Yusuf menerima Janji Tuhan melalu mimpi dan ia menyimpannya dalam hati. Yusuf membayar harga untuk menerima visi dari Tuhan.
Mimpi yang diberikan kepada Yusuf adalah sebuah visi. Harga yang Yusuf terima adalah cemooh, dibuang, difitnah, dan dipenjara.
Tetapi Yusuf tidak pernah menjadi luntur semangatnya. Ia tetap kerja, rajin, dia tidak menjadi goyah, percaya pada Tuhan ( menyimpan janji Tuhan dalam hidupnya), setia, menjaga kekudusan, menjaga kepercayaan, tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan, hingga akhirnya Yusuf memenuhi visinya.
Dalam hal mengikut Yesus, apa yang sudah kita lakukan? Apa yang ingin kita terima dari Tuhan, Apakah kita sudah siap untuk membayar harganya?
Marilah kita bayar harganya.
- Published in Catatan Khotbah
Beban Jiwa-jiwa
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 15 Agustus 2015
Pembicara: Ade Nugroho
Tema: Beban Jiwa-Jiwa
Venue: Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Beberapa pekan yang lalu kita telah belajar tentang bagaimana dipenuhi hadirat Tuhan. Setiap kita punya akses langsung untuk menghadap Tuhan, bahwa Sang Pencipta tinggal diam dalam hati kita melalui pengorbanan Yesus di kayu salib. Tuhan SUDAH merestorasi hubungan dengan manusia, tinggal kita yang memutuskan untuk tetap di dalam Dia.
Mari kita lihat kembali di Yohanes 14:12-31. Yesus ada dalam diri kita. Yesus berkata jika kita percaya pada Yesus, kita akan melakukan perkara-perkara yang besar bahkan lebih dari apa yang telah tercatat di Alkitab. Tapi banyak anak Tuhan seolah-olah tidak disertai kuasa. Gereja saat ini seolah-olah tidak berotoritas. Padahal Tuhan mau gereja-Nya bangkit di akhir jaman ini.
Kembali ke ayat 12, ternyata kuncinya adalah PERCAYA. PERCAYA dibangun melalui hubungan. Mulailah dengan berdoa sesuai kehendak-Nya. Di ayat 13, Bapa menjawab segala sesuatu yang kita minta melalui Yesus, supaya Bapa dipermuliakan. Ayat 14, siapa mengasihi Tuhan akan melakukan apa yang Tuhan perintahkan.
Ayat 17, kita dimampukan untuk mengenal Tuhan melalui Roh Kudus yang tinggal dalam kita. Ayat 23, sekali lagi Yesus mengulang bahwa yang mengasihi Tuhan adalah yang melakukan perintah-Nya. Mulai dari mengasihi yang terlihat yaitu pembimbing kita. Mungkin pembimbing kita banyak kekurangan. Tapi di dalam beliau, ada otoritas Tuhan mengalir kepada hidup kita. Apapun disiplin yang kita hari-hari ini, LAKUKANLAH. Maka kita akan terbiasa melakukan perintah-Nya.
Ayat 27, damai sejahtera tidak dapat kita temukan di dunia ini. Kita menyelam ke tubir laut, kita pergi ke ujung dunia, tapi dimanakah damai sejahtera dapat ditemukan. Yesuslah yang meninggalkan damai sejahtera. Ketika kita menerima Yesus, kita juga MENERIMA damai sejahtera. Sekali lagi, kita akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar karena kita memiliki otoritas ilahi dengan kita membangun hubungan dengan Tuhan.
Mari kita buka di Yesaya 41:1-20. Ada beberapa dampak ketika kita memiliki hubungan yang karib dengan Tuhan:Ayat 1, kita mendapatkan kekuatan yang baru.Ayat 2, kita dapat hidup berkemenangan di setiap langkah. Ayat 4, Tuhan yang membangkitkan keturunan demi keturunan bagi kita. Jika Tuhan telah memberikannya, maka Dia juga akan memberikan kemampuan untuk membentuk mereka. Ketiga hal di atas PASTI kita alami karena Tuhan yang mengerjakannya. Tetapi dari kesemuanya itu, Tuhan juga mau kita mendukung satu sama lain.
Ayat 6-7 mengajarkan untuk tidak boleh malu meminta pertolongan satu kepada yang lain, bahkan dari yang lebih muda. Kemudian, saling mendukung dengan menghargai satu sama lain. Kuatkan hati yang lemah. Tuhan tidak mematahkan buluh yang terkulai. Tuhan juga tidak pernah memadamkan sumbu yang telah pudar.
Selanjutnya dalam ayat 10, Tuhan yang meneguhkan setiap kita. Apa yang menjadi keraguan kita, Tuhan akan terus menyatakan apa yang seharusnya terjadi bagi hidup kita. Begitu kita terhubung dengan Tuhan, maka ada hal-hal mustahil yang terjadi.
Ayat 18-20 mencatat, air memancar dari tanah kering, padang gurun menjadi telaga. Inilah yang akan terus terjadi dalam hidup kita. Kita akan berjalan dalam kemustahilan. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Apa lagi yang akan terjadi dalam hidup kita ketika kita terus membangun hubungan dengan Tuhan? Ingat kembali kisah Elia dalam perjanjian lama. Elia menyatakan kuasa Tuhan bagi bangsa Isarel. Tanah yang telah lama kering menjadi dibasahi hujan kembali. Kisah ini dicatat kembali dalam Yakobus 5:17-18. Elia adalah orang biasa sama seperti kita. Lalu bagaimana Tuhan dapat memakai Elia dengan begitu luar biasa? Dia memulainya dengan DOA.
Ayo buka 1 Raja-raja 18:41-45. Elia terus berdoa sampai jawaban Tuhan terjadi. Sampai awan muncul sebesar telapak tangan di langit. Inilah salah satu cara mendemonstrasikan kuasa Tuhan. Hari-hari ini, jika kita mau mengalami kuasa Tuhan terjadi, TERUSLAH BERDOA. TERUSLAH BERDOA. TERUSLAH BERDOA. Sampai sesuatu terjadi! Apapun perkara kita, teruslah berdoa. Keluarga yang bermasalah, teruslah berdoa. Sakit yang tidak kunjung sembuh, teruslah berdoa. Sekolah dan kampus kita yang terpuruk, teruslah berdoa. Bujangnya Elia meresponi perintah Elia untuk pergi melihat awan yang muncul. Ketika mujizat terjadi, mana mungkin kita tidak bersukacita!
Setelah semuanya terjadi, mari kita belajar dari kitab Zakaria 4:6. Ingatlah bahwa semua itu bukan karena kekuatan / kuasa kita. Biarlah kemuliaan hanya bagi Tuhan. Kembalikan itu buat Tuhan. Tidak bisa kita bermegah dengan kejayaan masa lalu. Bersyukurlah senantiasa untuk apa yang Tuhan boleh ijinkan terjadi dalam hidup kita.
Karena semua itulah kita dipenuhi oleh Tuhan. Untuk terus mengenal Tuhan dan senantiasa mengucap syukur pada-Nya.
Mari kita terus membangun hubungan dengan Tuhan.
- Published in Catatan Khotbah
Dipenuhi Hadirat Tuhan
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 25 Juli 2015
Pembicara: Ade Nugroho
Tema: Dipenuhi Hadirat Tuhan
Venue: Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Ada 3 dimensi hadirat Tuhan.
1. Omnipresence
Tuhan ada/hadir di mana-mana. Tapi ini bukan berarti ada Tuhan yang lain yang boleh disembah, yang melahirkan animisme dan dinamisme. Tidak boleh ada Allah lain dalam diri kita.
2. Manifested presence
Kehadirannya nyata yang dimanifestasikan, ada tanda-tanda yang menyertai. Firmannya dimana ada dua tiga orang berkumpul, maka ada Tuhan hadir. Banyak anak Tuhan berhenti sampai di sini. Cukup puas mengalami Tuhan di tempat-tempat ibadah atau kamar saat teduh. Padahal ada dimensi yang ketiga.
3. Indwelling presence
Suatu hadirat Tuhan yang nyata dan tinggal diam, menetap. Begitu nyatanya, sehingga kata Petrus, Firman itu bisa diraba.Jika kita tidak mengerti dimensi ketiga, maka kita tidak teguh ketika menghadapi permasalahan, merasa kekeringan. Tuhan hadir di dalam kita dimanapun kita berada. Kita tidak bergantung pada suatu tempat tertentu. Inilah yang dimaksudkan dari dimensi ketiga. Dia ada di dalam kita.
Mari kita cermati dalam Keluaran 25:8. Manusia, Adam dan Hawa, memiliki kuasa. Tetapi ketika jatuh dalam dosa, mereka tidak dapat lagi bergaul dengan Tuhan. Dalam Keluaran 25:8, Bapa ingin merestorasi hubungan dengan manusia seperti jaman Adam dan Hawa. “Dan mereka (Bangsa Israel) harus membuat TEMPAT KUDUS bagiKu, supaya AKU DIAM (dwell) di tengah-tengah mereka.”Bapa tidak bisa bercampur dengan dosa. Dia mau ada suatu tempat yang kudus. Maka dibangunlah kemah suci.
Di dalam Keluaran 40:1, terdapat 3 Bagian Kemah Suci:1. Ruang Maha Kudus : Tabut Tuhan (di dalamnya terdapat manna, 2 loh batu, tongkat Harun yang berbunga).2. Ruang Kudus : Meja roti sajian, kandil, mezbah pembakaran ukupan.3. Pelataran : Mezbah korban Bakaran, bejana pembasuhan. Bagian korban, sudah dilakukan oleh Tuhan Yesus sekali untuk selama-lamanya. Bagian kita adalah menyerahkan daging/kesukaan kita. Tuhan Hadir ketika ada korban.Seluruh perkakas/alat disucikan. Artinya ada bagian-bagian hidup kita yang dikuduskan bagi Tuhan.
Kemah suci melambangkan hidup orang yang telah ditebus. Kita yang telah ditebus berada di ruang maha kudus. Dari sini ada 3 tipe orang.
1. Tipe orang di pelataran. Adalah orang yang sibuk dengan dirinya sendiri. Masih jatuh bangun dalam dosa.
2. Tipe orang di ruang kudus. Orang yang rindu menyenangkan hati Tuhan. Dipenuhi pujian dan penyembahan. Pujian dan penyembahan bukan sekedar bernyanyi, tapi keluar dari hati karena adanya pengenalan akan Tuhan.
3. Tipe orang di ruang maha kudus. Orang yang hanya fokus tinggal diam dan tenang mendengar suara Tuhan. Dia bayar harga dan bertekun dalam Tuhan.
Ayo berpindah dari pelataran, ruang kudus ke ruang maha kudus.
Orang yang sungguh mengasihi Tuhan tidak mudah jatuh dalam dosa. Ada yang aneh jika masih jatuh bangun dalam dosa. Tentunya ada disiplin yang terlewat. Maka bangkitlah dan lakukan kembali disiplin yang Tuhan sudah taruhkan dalam hidup kita. Tinggal-lah dalam ruang maha kudus, bukan keluar masuk, bolak balik.
Apa yang terjadi di ruang maha kudus?
Mari kita perhatikan di (Ibrani 9:6-7).Hanya Imam Besar yang boleh masuk 1 kali setahun (Ibrani 9:6-7)Yesus telah menjadi Imam Besar bagi kita (Ibrani 9:11-14).Sehingga kita BERANI masuk ruang maha kudus (Ibrani 10:19, Matius 27:51). Tirai yang membatasi ruang kudus dan maha kudus sangat tebal. Tapi ketika Yesus disalib, tirai ini terbelah. Sejak itu tidak ada lagi tirai yang membatasi semua orang untuk masuk ruang maha kudus, yang adalah tempat dimana kita mengalami Tuhan. SIAPA SAJA boleh masuk ruang maha kudus, melalui Yesus.Yesus MERESTORASI hubungan kita dengan Bapa, Bapa tinggal, hadir, diam dalam kita dan kita Tinggal dalam Bapa. Bapa tidak jauh. Di titik ini, mana mungkin kita tidak mengalami Tuhan.
Bagaimana untuk terus tinggal dalam hadirat Tuhan?
1. Tinggal dalam Pujian Penyembahan dan Doa (berbahasa roh). Lakukan dengan cara yang berbeda. Lakukan dengan agresif. Tidak bisa lagi kita
2. Keluaran 27:20–21, Lampu harus tetap MENYALA. Lampu bicara Firman.
3. Mengembangkan roh haus dan lapar. Firman berkata, hendaklah kita miskin di hadapan Tuhan, yang selalu rindu mendapatkan lebih dan lebih dan lebih lagi. Kita percaya bahwa pengenalan akan Tuhan selalu baru setiap hari. Tidak lagi kita menjadi meremehkan suatu Firman karena merasa sudah pernah mendengar Firman tersebut. Jadilah agresif. Selalu rindu Tuhan melawat kita. Mulailah dengan berpuasa.
4. Disiplin Melakukannya (Mazmur 119:105)
Manfaat dipenuhi hadirat Tuhan.
1. Hadirat Tuhan membawa kesadaran roh dan menyingkirkan kematian (Yeh 47:1-9). Kita menjadi peka mendengar suara Tuhan. Kita tersadar akan dosa. Kematian menyingkir karena kita membawa hadirat Tuhan, tempat-tempat yang kita injak terdapat kehidupan.
2. Hadirat Tuhan menyegarkan Jiwa (Mazmur 23:1-2). Kita hidup penuh dengan tekanan. Ketika kita sadar ada Tuhan yang tinggal dalam kita, maka kita bisa bertemu dengan Tuhan di manapun. Kita bisa menyembah Tuhan dan kita mulai disegarkan kembali.
3. Hadirat Tuhan memberi beban buat jiwa-jiwa (Mazmur 51:13-15). Ini adalah Mazmur yang ditulis ketika sang pemazmur sedang bergumul. Tidak mau dia kehilangan Roh Kudus. Orang yang tinggal dalam hadirat Tuhan, pasti dia memiliki beban jiwa-jiwa. Sebaliknya, ketika kita tidak memiliki beban jiwa-jiwa, maka kita sedang jauh dari Tuhan.
4. Hadirat Tuhan mengubah atmosfir daerah kita.
5. Hadirat Tuhan menjaga kasih kepada Yesus Kristus.
- Published in Catatan Khotbah
Percaya dan Bertindak
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 30 Mei 2015.
Pembicara : Ade Nugroho.
Tema : Percaya dan Bertindak.
Venue : Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Sebagai seorang murid Kristus pastinya kita diajar Firman, baik pada saat pemuridan, maupun bersekutu dengan saudara seiman. Seiring dengan berjalannya waktu tentunya kita berharap akan adanya suatu pertumbuhan rohani terjadi pada masing-masing kita sebagai seorang murid. Tetapi didapati terjadi kekonyolan – kekonyolan yang sebetulnya tidak perlu ada.
Berikut ini beberapa hal kekonyolan yang sering sekali ditemukan :
- Tahu banyak hal (Firman) yang baik, tetapi tidak banyak dari hal tersebut yang dilakukan.
- Iri dengan orang yang melakukan Firman Tuhan. Ketika mendapatkan jawaban doa dikarenakan melakukan Firman, sering kali timbul iri hati. Jangan memiliki sifat seperti ini tetapi miliki respon untuk bayar harga dan melakukan Firman, sehingga kita dipenuhi dengan Firman tersebut.
Oleh sebab itu, pastikan bahwa kita memiliki sikap percaya penuh kepada Tuhan, mencari Tuhan setiap hari, dan melakukan Firman.
Mari kita kembali ke dasar kekristenan yaitu percaya dan kita lihat apa makna atau arti dari kata percaya itu sendiri.
Percaya (“aman” dalam bahasa ibrani), mengandung dua arti :
- Bergantung pada Tuhan.
- Taat atau setia (Yoh 1 : 12)
Sedangkan dalam bahasa yunani “Pistoeo” yang artinya sebuah aktifitas yang berkesinambungan.
Maka percaya adalah bertekun untuk bergantung pada Tuhan, dan siap menyatakan kesetiaan dan ketaatan.
Bertekun untuk bergantung pada Tuhan itu daily basis, yang berarti setiap hari memutuskan untuk percaya kepada Tuhan.
Kata percaya muncul pertama kali, ada dalam kejadian 15 : 6, disitu diketahui bahwa Abraham sudah berumur, dan tidak mungkin lagi punya anak. Tetapi kita bisa lihat respon Abraham untuk tetap percaya kepada Tuhan.
Percaya kepada Tuhan didasari oleh pengenalan akan Tuhan. Pengenalan akan Tuhan dibangun setiap hari lewat komunikasi.
Ayub 42 : 5 (Ayub mengalami pertemuan pribadi dengan Tuhan).
Ada kuasa dibalik membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Pastikan setiap kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan.
Percaya itu adalah sebuah keputusan.
1 samuel 30 : 1-9, 17 —> Daud menguatkan kepercayaanNya kepada Tuhan.
Ketika kita sedang lesu, banyak masalah, mari kita mencontoh sikap Daud yang semakin menguatkan kepercayaan kepada Tuhan. Melangkah dan bertindaklah maka engkau akan menang, jangan ragu bersama Tuhan, pegang FirmanNya, jangan dibiarkan gugur, perkatakan, dan percaya. Setiap hari kita harus memutuskan percaya kepada Tuhan.
Apakah penghalang orang percaya :
1. Keengganan, sungkan, malas (Yesaya 30 : 15)
Enggan untuk bergantung dan berdiam diri dihadapan Tuhan. hati-hati jangan sampai Tuhan yang paksa kita untuk berdiam diri dihadapanNya. jangan sampai kita terlalu sibuk sehingga lupa untuk mendengar suara Tuhan. Segala sesuatu yang menghalangi kita mendengar suara Tuhan dan FirmanNya, tanggalkanlah semuanya itu.
2. Kekerasan hati (Lukas 8 : 5), ini bukan hanya berbicara soal orang yang baru lahir baru.
Keselamatan berbicara soal mengalami Tuhan dibumi, tetapi mengapa di temukan tidak bertumbuh, karena adanya penolakan kepada Firman. Jadi miliki hati yang lembut, dan rindu akan kebenaran Firman Tuhan rindu supaya Tuhan berbicara.
3. Takut (1 Samuel 10 : 8, 13 :5 – 18)
Berapa anak Tuhan takut menghadapi perkara, sedangkan Tuhan latih kita lewat masalah supaya kita menjadi kuat. Tuhan menghendaki kita kuat. Ketika kabur dari masalah, sadar atau tidak, kita sedang mendeklarasikan bahwa Tuhan tidak ada. Hadapi masalahmu, bukan menjadi takut.
4. Pikiran- pikiran baik kejadian 15 : 5 -18, kejadian 16 :2
Hati-hati, jangan percaya pada satu fase, sedangkan Tuhan mempunyai rencana lebih lagi. Hati-hati dengan kata “mungkin”. Jangan pakai pikiran baik, tetapi miliki kepekaan dan tanya Tuhan harus melangkah kemana.
5. Pola pikir yang salah
Kembali berdoa dan cari Tuhan dapatkan apa yang Tuhan suruh, lakukan, dan tetap di jalan-Nya.
Bagaimana cara mengembangkan iman :
Roma 10 : 17
1. Baca Firman, iman timbul dari pendengaran akan Firman. (Roma 10 : 8)
2. Firman dekat kepadaMu, perkatakan Firman Tuhan.
3. Tinggal didalam penyembahan, artinya biarkan hadiratNya penuh dalam hidupmu, dalam penyembahan didapati hati yang lembut,dan Firman mudah untuk tersampaikan.
- Published in Catatan Khotbah



