Bayar Harga di Ladang Pelayanan
Ladang bicara tentang organisme, bukan organisasi. Jika kita memandang organisasinya terus, kita akan kelelahan, bahkan kecewa. Mari pikirkan dan berbeban buat jiwa-jiwa(organisme) yang ada di dalamnya.
- Published in Catatan Khotbah
Membuka Dimensi Roh
Ternyata dengan terus mengaktifkan roh kita, maka karunia-karunia lain yang telah Tuhan berikan juga akan turut diaktifkan. Dan jika kita pelajari lebih lanjut, karunia justru membantu kita dalam menjalankan visi.
Manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Esensi seorang manusia adalah rohnya sendiri. Tanpa roh, kita mati secara fisik. Bicara tentang ide, akal budi, rasa suka, cinta, mengidolakan sesuatu itu di ada di jiwa. Sedangkan tubuh adalah bagian yang dapat kontak dengan alam, merasakan panas/dingin, lapar/haus, sakit/sehat. Tapi hari-hari ini kita sulit membedakan roh dan jiwa.
Orang sering salah dalam usaha membangun roh. Di luar sana giat sekali mengadakan kelas yoga/meditasi/refleksi diri/semedi. Tapi hal-hal ini TIDAK DAPAT membangun roh kita. Pertanyaannya, bagaimana kita seharusnya membangun roh kita?
Sewaktu orang mengalami lahir baru, rohnya aktif/terbangun. Dari yang tadinya tidak mampu meresponi Tuhan sekarang mampu berhubungan dan berkomunikasi dengan Bapa (Yohanes 1:12). Indra-indra rohaninya mulai aktif (mata rohani, telinga rohani bahkan penciuman rohani). Manusia yang roh nya aktif memiliki respon yang berbeda. Dia akan senantiasa bertanya kepada Tuhan. Dia tidak menilai dengan apa yang terlihat oleh mata fisik.
Tapi lahir baru saja tidak cukup. Ada teknologi yang Tuhan sediakan bagi kita yaitu bahasa roh.
Apa itu bahasa roh? (more…)
- Published in Catatan Khotbah
Lahir Baru
Suatu ketika, komputer saya sangat lambat dalam mengoperasikan aplikasi. Ternyata, komputer saya terkena virus dan virus tersebut sudah menyebar ke berbagai direktori. Berbagai anti virus telah saya coba namun tidak berhasil karena virus ini telah mengenai sistem operasinya. Tidak ada cara lain selain memformat komputer tersebut dengan sistem operasi baru. Syukurnya, setelah diset ulang komputer saya kembali cepat seperti baru.
Kita sebagai manusia pun mengalami kondisi terjangkit virus ketika kita belum lepas dari dosa. Banyak dari kita mencoba untuk menjadi orang baik dan melakukan berbagai amal-ibadah untuk mendapatkan keselamatan. Namun, kita tidak akan pernah mendapatkan kepastian melalui upaya kita sendiri. Oleh karenanya, Tuhan Yesus memberikan jalan keluar dengan menebus dosa kita supaya kita tidak mengalami maut melainkan memperoleh hidup yang kekal.1
Ketika kita percaya dan menerima Tuhan Yesus, posisi kita dikembalikan ke posisi seharusnya yaitu sebagai anak-anak Allah.2 Seperti komputer saya yang seharusnya bisa bekerja dengan baik sekiranya tidak ada virus, demikian pula setiap kita memiliki potensi-potensi besar yang dapat tergenapi dalam kondisi kita sebagai anak-anak Allah yang sudah ditebus.
Sekalipun secara fisik komputer yang terkena virus dan tidak terkena virus sulit dibedakan, namun penggunanya pasti dapat membedakan. Perubahan setelah lahir baru secara jasmani memang tidak langsung kentara, namun orang-orang terdekat kita pasti akan mulai merasakan perubahan dalam diri kita. Tidak heran Firman Tuhan mengungkapkan hal ini : jadi siapa ada di dalam Kristus adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang.3
Komputer, berada di tangan yang tepat, dapat melakukan banyak fungsi. Dia membantu pekerjaan seorang desainer, pemrogram, pebisnis, dosen, dan lainnya sesuai fitur aplikasi yang telah disetel ke dalam komputer tersebut. Misalnya, desain grafis sampul buku, pencarian berbagai informasi lewat internet, jual-beli saham secara daring, menyusun materi ajar, dan banyak manfaat lain yang sulit untuk dirincikan satu-per-satu.
Seperti itu pula kita, bersama Tuhan, akan dapat melakukan banyak hal baik dan besar untuk memberkati sesama bahkan hingga bangsa-bangsa. Untuk itu kita perlu memastikan bahwa diri kita senantiasa diperbaharui oleh aplikasi-aplikasi-Nya, yaitu melalui waktu saat teduh, perenungan Firman Tuhan, persekutuan dengan saudara seiman, dan pengalaman-pengalaman yang membuat kita semakin mengenal pribadi-Nya.4
Banyak kemiripan manusia dengan komputer, namun ada satu hal mendasar yang membedakan kita dengan komputer. Komputer tidak memiliki pilihan bebas untuk diformat ulang atau tetap dalam kondisi yang bervirus. Beda dengan manusia, Tuhan memberikan kita pilihan untuk menerima-Nya atau tidak.5 Buatlah keputusan yang tepat untuk mengalami kelahiran baru dengan mengundang-Nya menjadi Tuhan dan juruselamat pribadi. Keputusan lain hanya berdampak selama kita di bumi namun keputusan untuk lahir baru menentukan hidup kita di bumi sampai di kekekalan kelak. Bagi kita yang sudah, mari kita berkarya bagi Tuhan!
Sudahkah anda mengalami lahir baru?
Penulis: Samsu Sempena
Catatan
1 Roma 6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita
2 Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya
3 2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang.
4 Kolose 3:10 dan yang telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khalik-Nya.
5 Wahyu 3:20 Aku berdiri di muka pintu dan mengetok, jikalau ada orang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan akan makan bersama-sama dengan dia, dan dia bersama-sama Aku
- Published in Artikel
Hati bagi Bangsa
- Published in Catatan Khotbah
Berbuah bagi Kristus
- Published in Catatan Khotbah
Hadirat Tuhan
- Published in Catatan Khotbah
Disiplin Rohani
Pilih-pilih makanan sering terjadi pada bayi-bayi rohani yang sedang dalam pelatihan. Banyak yang terperangkap sebagai bayi rohani karena tidak memiliki ketekunan.
“Kami bukan hebat tapi terlatih.” Ini adalah semboyan dari Kopassus (Komando Pasukan Khusus), pasukan elit Indonesia. Tidak mudah menjadi Kopassus, anggota Kopassus hanya prajurit pilihan dari angkatan laut dan darat. Bahkan dari sedikit yang terpilih, banyak yang tidak berhasil melalui ujian Kopassus dan dikembalikan ke angkatannya. Murid-murid Tuhan di J4u sedang dipersiapkan untuk misi sekaliber “Kopassus” karenanya perlu kedisiplinan untuk beralih dari “bayi rohani yang minum air susu” menjadi “orang dewasa yang dapat mengunyah makanan keras”.
Sebelum disapih bayi memang sebaiknya diberi air susu ibu dulu selama setidaknya 6 bulan. Namun, seiring bertambah usia dan perkembangan kebutuhan gizi, makanannya harus mulai beragam. Kadang-kadang anak tidak suka dengan makanan bergizi yang diberikan orang tuanya, misalnya sayuran. Orang tua yang baik akan memaksa anaknya untuk makan, karena jika tidak anaknya akan kekurangan gizi yang sebenarnya penting sekali untuk pertumbuhan ideal. Pilih-pilih makanan (tidak disiplin dalam makan makanan bergizi) ini pun sering terjadi pada bayi-bayi rohani yang sedang dalam pelatihan menjadi murid-murid “Kopassus” nya Tuhan. Banyak yang terperangkap sebagai bayi rohani karena tidak memiliki ketekunan.
Yakobus 1:4 “Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Ketekunan dalam berdisiplin rohani memiliki makna bahwa kita berdisiplin dalam pertandingan hidup kita dengan mengarahkan mata pada Tuhan, tidak berfokus pada “si aku” lagi. Pertandingan terberat adalah melawan diri sendiri, “si aku”. Contohnya perkara saat teduh. Di pagi hari, bukan iblis yang membuat kita tidak saat teduh, melainkan diri kita sendiri. Syukurnya, Firman Tuhan berkata kalau tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan menguasai diri dalam segala hal (1 Korintus 9:25). Kita juga perlu mengevaluasi prioritas dalam hidup kita, apakah masih komik, film, jejaring sosial, makanan tertentu, atau kebiasaan-kebiasaan lainnya? Kita harus dapat menang melawan semua itu.
Ketekunan menghasilkan buah matang yang akan terlihat dalam perubahan karakter kita. Ketika kita fokus mengikuti Tuhan, kita akan menjadi lemah lembut dan rendah hati (Matius 11:29). Lemah lembut juga berarti dapat ditegur, mau berubah, dan bersedia dibentuk. Selain itu dengan ketekunan, kita akan memiliki stamina roh yang bermanfaat untuk memampukan kita menepati semua agenda yang telah Tuhan tetapkan bagi kita : keluarga, pekerjaan, pemuridan ke bawah dan ke atas, persekutuan, dsb. Sementara itu, kekuatan roh kita pun akan meningkat sehingga kita memiliki kepekaan dan kuasa dalam meresponi perkara-perkara yang suka terjadi secara tiba-tiba. Semua hal ini membantu kita untuk menempati jawatan kita dalam tubuh Kristus, baik sebagai pengajar, nabi, rasul, penginjil, maupun gembala.
Buah yang matang tersebut supaya kita sempurna, utuh, dan tak kekurangan suatu apa pun. Kita menjadi sadar bahwa yang kita perlukan sebenarnya adalah Tuhan saja, segala hal lainnya adalah tambahan. Paulus, sekalipun memiliki posisi yang terpandang namun setelah berjumpa dengan Tuhan dan tekun membangun hubungan dengan Tuhan, mengatakan bahwa segala pengetahuan, kehormatan, dan hal-hal lain yang dunia pandang mulia seperti sampah.
Sama seperti seleksi pada calon anggota Kopassus, hanya orang yang berdisiplin rohani yang dapat bertahan sebagai murid Kristus sampai akhir. Tidak heran, Firman Tuhan mengatakan banyak yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan sebagainya. Namun seperti semboyan Kopassus, mari kita menjadi murid Tuhan yang dewasa rohaninya (sempurna, utuh, dan tidak kekurangan suatu apa pun) bukan karena kehebatan kita, namun karena terlatih.
J4u Jabodetabek
Sabtu, 28 Mei 2016
Pembicara : John Ronaldo
Lokasi : Wisma PGI, Ruang Meeting 2
- Published in Catatan Khotbah
Penundukkan Diri dan Ketaatan
- Published in Catatan Khotbah
Hell’s Bells
Ketika musisi mengacungkan simbol tersebut maka diikuti pula oleh para penonton. Saat itulah terjadi kekacauan masal, pemerkosaan, saling berkelahi dan ada kematian.
Materi tentang hell’s bells sudah jarang diajarkan di kumpulan umat Tuhan. Ternyata sekarang berbagai kalangan di negara-negara dunia menyelidiki tentang hell’s bells. Bahkan ada seseorang dari latar belakang lain yang menghitung kapan iluminati akan membunuh seseorang. Materi ini tidak bisa kita anggap sepele. Tapi mari kita ungkapkan sama-sama.
Kita mulai dengan lagu “Lebih dalam ku menyembah” dari True Worshipper. Apa yang kita rasakan setelah mendengar lagu ini. Dari kata-katanya kita tahu, dari musiknya juga kita bisa hanyut dalam lagunya.
Itulah musik, semua instrumen didalamnya mempengaruhi jiwa.
Mari kita perhatikan video “Satanism in Music”. Mojo adalah kata lain dari vodoo. Tahun 90-an, seorang paranormal Indonesia pernah belajar vodoo di Afrika. Vodoo dilakukan dengan irama dan bit tertentu. Salah satunya digunakan dalam lagu Umbrella. Aliester Crowley yang pertama kali membuat konsep satanic bible juga memutar balikkan isi Alkitab, apa yang dilarang oleh Tuhan malah diperbolehkan. Salah satu imam di gereja setan adalah Anton Zandor Lavey, yang memulai aliran musik rock, slow rock, metal, underground. Musik-musik tersebut bukan sekedar bunyi berisik, tapi telah diatur demikian. Musik-musik tersebut telah didoakan, telah diadakan ritual, dipersembahkan pada setan supaya berdampak lebih lagi bagi pendengarnya.
Mari buka Alkitab pada kitab 1 Timotius 4:1-2.
“Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan. oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.”
Kenapa musik?
Menurut wikipedia: Music is an art form and cultural activity whose medium is silence and sound.
Menurut Plato, musik memiliki power/kuasa. Aristoteles juga berpendapat demikian. Di mana-mana kita dengar musik. Tanpa disadari, musik itu mempengaruhi kita. Kita juga menikmati alunan bit dan nadanya. Yang tanpa lirik saja sudah dapat dinikmati. Itulah musik. Penelitian menunjukkan pengaruh musik pada tanaman. Sampai sedashyat itu kekuatan musik. Maka Iblis mencoba menjauhkan kita dari memuji Tuhan.
Marilyn Manson berpendapat, “Music is the strongest form of magic”. Dalam musik-musiknya banyak mengandung lirik yang berisi kesombongan dan LGBT.
Perhatikan apa yang kita ingat dalam otak kita. Ada sebuah penelitian, dalam otak manusia mengingat 5% nama, 3% nomor telepon, 2% hal penting dari sekolah, 90% lirik lagu.
Columbia University meneliti kira-kira umur 30 tahun, manusia sudah mengenal 2000 orang. Nah, 90% ternyata kita seringkali mengingat lirik. Ketika kita mendengar nadanya saja, liriknya ingat.
Kejadian 3:1 mencatat, “ Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
Bandingkan dengan Kejadian 2:16-17
“16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
Ular cerdik. Ular tahu Firman yag sebenarnya, hanya dia sengaja memberi umpan untuk menyesatkan manusia. Konsep inilah yang dipakai dalam penyesatan musik.
2 Korintus 3:18 Tuhan mau kita memancarkan kemuliaan Allah yang tidak terselubung. Kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya.
Ular menipu, tapi tidak terang-terangan.
Ada satu film di masa yang lalu hasil kerjasama beberapa merk minuman dan makanan. Dalam film itu disisipkan beberapa slide yang sepersekian detik untuk mengajak makan popcorn dan minum minuman merk tersebut. Mata tidak menangkap, tapi alam bawah sadar yang bisa menangkapnya. Terbukti penjualan merk tersebut meningkat 3000%. Inilah cara yang disebut pesan terselubung atau subliminal message.
Bagaimana cara membedakannya?
- Gaya hidup/kehidupan artis tersebut. Termasuk keputusan-keputusan yang dia buat dan dipublikasikan secara umum. Ini meniru konsep nubuatan. Semua bisa baca dan dia sendiri tidak menentangnya.
- Tujuan dari lagu/film itu dibuat. Film-film holiwood juga ada yang dibuat dengan urutan tertentu dan saling berhubungan.
- Pesan tersembunyi pada lagu/film tersebut (subliminal backmasking ahead).
- Lirik/kata-kata pada lagu tersebut.
Pada musik rock, selalu ada simbol dan mengandung arti. Dekorasi, tata lampu, simbol tangan. Biasanya mengacungkan jari telunjuk dan kelingking yaitu tanduk iblis. Ketika musisi mengacungkan simbol tersebut maka diikuti pula oleh para penonton. Saat itulah terjadi kekacauan masal, pemerkosaan, saling berkelahi dan ada kematian. Iblis selalu minta darah.
- Gaya hidup artisnya apakah terlibat:
-Narkoba
-Free sex
-LGBT
-Penyembahan berhala
Jay-Z, Beyonce sudah dinobatkan sebagai king and queen iluminati di Amerika. Mereka yang menentukan artis mana yang bisa orbit/terkenal.
Warna merah, hitam dan putih adalah warna khas bagi iluminati.
- Tujuan/lagu itu dibuat apakah untuk:
-Tuhan
-Cinta
-Alam
-Kebangsaan
-Sesama manusia
-dll.
Bono pernah berkata, “Music can change the world because it can change the people”
Lagu dari Simon & Garfunkel berjudul El Condor Pasa. Pertama kali dinyanyikan dengan seruling terbuat dari tulang manusia. Lagu ini dibuat agar pendengarnya bisa masuk alam roh.
Michael Jackson menggelar konser terakhirnya bertajuk “This is It”, karena dia sudah muak dengan kehidupannya dari iluminati dan akan membongkar semuanya. Setelah itu justru dia meninggal.
Whitney Houston juga mengalami kematian yang tidak wajar, seolah-olah OD.
- Pesan tersembunyi pada lagu/film.
-Backmasking merupakan suatu metode untuk membuat serangkaian kata di dalam sebuah lagu populer.
Metode ini salah satunya digunakan dalam film-film disney. Mari kita waspada. Satu film kartunnya memerlukan jutaan dolar, padahal hanya film kartun. Anak-anak dengan polosnya menerima pesan-pesan tersebut. Anehnya film kartun tidak ada yang diblokir. Anak menikmati dan sampai ada yang terhipnotis, dipanggil orang lain tidak menjawab, mata terpaku pada televisi.
Disney pada tahun 1980-1990-an, menjadi rumah produksi yang mengorbitkan artis. Sekarang, banyak saluran untuk menjadi terkenal salah satunya ajang pencarian bakat.
Simbol-simbol pada industri iluminati:
666
Dalam angka Romawi dilambangkan dengan DCLXVI, bahasa Latin bisa diartikan sebagai DIC LVX = “dicit lux” – suara cahaya, Lucifer (Lux Ferre) atau si pembawa cahaya/Bintang Fajar atau Venus atau planet ke-6 terbesar dalam tata surya kita.
Kaisar Nero dalam bahasa Ibrani ini bisa ditulis dengan angka 666 (Neron Kesar). Racun yang mematikan adalah racun 666 = racun Hexachloride yg diambil dari formula kimia C6H6Cl6.
Ankh
Sepintas lalu simbol ini mirip dengan salib dalam ajaran kaum Nasrani. Tapi tidak. Gambar ini sama sekali tak ada hubungannya dengan salib. Ankh merupakan salah satu simbol kekuatan terdahsyat dari dunia mistik hitam. Bila ditelusuri sejarahnya, Ankh berasal dari mistik Mesir kuno. Pada masa itu Ankh dipergunakan dalam upacara pemujaan RA, dewa matahari Mesir kuno yang diyakini sebagai wujud lain dari setan. Ra juga dianggap sebagai pencipta alam semesta dan disembah oleh orang-orang Mesir kuno. Lingkaran di atas kepala adalah gambaran matahari.
Ankh merupakan simbol reinkarnasi. Namun konsepnya berbeda dengan pengertian ajaran Budha dan Hindu. Dalam ajaran Mesir kuno, Ankh bermakna sebagai keabadian hidup.
Syarat utama untuk menggunakan simbol ini, orang-orang Mesir kuno diwajibkan mempersembahkan kesucian para gadis perawan dalam sebuah pesta ritual yang menyeramkan.
Pentagram
Simbol ini sering digunakan oleh para tukang sihir perempuan dalam melakukan prakteknya. Pentagram berhubungan dengan Lucifer dan tukang sihir perempuan percaya bahwa Lucifer berarti “putra sang pagi”. Ada beberapa kebenaran dalam gambaran tentang setan yang dilukiskan sebagai seorang ‘malaikat penerang’ dan merupakan salah satu makhluk terindah yang pernah diciptakan. Karena itu, rasa bangga dan kesombongan telah menguasai diri Lucifer. Karena sifat juga yang membuatnya terpuruk dalam kesesatan.
Jika pentagram ini diputar secara terbalik, bentuknya jadi semacam bintang yang “bertanduk”. Atau bila diamati secara seksama. simbol bintang ini dalam perputarannya seakan-akan membentuk wajah setan. Dan sampai saat ini Pentagram dijadikan sebuah simbol yang dipergunakan seluruh gereja setan di dunia.
Hexagram
Disebut Hexagram karena berbentuk bintang segi enam. Hexagram sering dipergunakan dalam upacara ritual mistik dalam dunia gaib hitam. Simbol ini harus tersedia ketika memanggil setan secara berulang-ulang selama ritual berlangsung. Kata ‘Hex’ berasal dari lambang ini. Terdapat sebuah catatan penting yang menyangkut Hexagram yang pernah digunakan pesulap terkenal Cellini. Dulu, ia dan muridnya, Cenci, mencoba menantang setan-setan dari dalam sebuah lingkaran yang telah dilukiskan di atas tanah di Coliseum (stadion besar), kota Romawi. Kebanyakan para setan memang akan muncul bila diundang, tapi justru kehadiran itu merusak ritual. Tapi Cellini yakin, selama ia dan muridnya berada dalam lingkaran akan aman dari serangan setan. Pada saat itu Cenci mengaku telah melihat lima sosok setan besar berusaha sekuat tenaga untuk menembus lingkaran Hexagram. Dalam spiritual Cina, I Ching, Hexagam juga dipergunakan dengan kombinasi garis lurus dan garis putus yang berhubungan dengan energi “Yin” dan “Yang”. Hexagram, pada dasarnya sama sekali tidak menunjukkan pengertian yang bisa bikin bulu kuduk berdiri.
Tanduk Unicorn
Jika uang merupakan sebuah problema, simbol ini diyakini bisa menawarkan bebarapa solusi secara mistik. Pertama kali digunakan oleh para pendeta Druid di Skotlandia dan Irlandia. Biasanya, tanduk Unicorn dipakai dalam upacara ritual untuk meminta bantuan keuangan kepada setan. Nama lain untuk simbol ini adalah “tanduk Italia”, “tongkat sihir peri” atau “tongkat Leprechaun”. Dalam mitologi Indian, simbol tanduk sering disebut-sebut. Kelihatannya seperti lambang kemaluan lelaki. Bila diamati secara seksama, pada beberapa pakaian, simbol seperti ini tampak melingkari leher si pemakai. Sementara di daratan Eropa, simbol unicorn dianggap berhubungan dengan persoalan seksualitas dan merupakan sebuah simbol kekuatan seks. Legenda Unicorn terdapat dalam kisah-kisah kaum Nasrani, Islam, Cina, dan Indian.
Scarab
Ada pada film the Mummy. Kata Scarab berasal dari bahasa latin; Scarabaeus Sacer. Ia termasuk salah satu hewan anggota dari keluarga kumbang. Orang-orang Mesir kuno meyakini tipe kumbang jenis ini sebagai sesuatu yang keramat, disucikan dan dijadikan simbol, tanda, atau jimat. Scarab digunakan dalam upacara ritual untuk memohon hal-hal yang menyesatkan dan kotor. Sedangkan nama lain yang lebih tepat untuk kumbang satu ini adalah “Dung” (maaf: kotoran). Mungkin karena hobinya yang gemar menggali lubang di dekat tumpukan kotoran. Selain untuk tempat bertelur, juga untuk tempat penyimpanan makanan. Di daerah tropis, bukan hal aneh bila menemukan kumbang kotoran mempermainkan gumpalan kotoran sebesar apel dengan tubuhnya. Menjijikan memang, tapi itu pula sebabnya mengapa para tukang sihir wanita suka menggunakan kumbang dalam praktek-praktek sihirnya.
Mata Horus/All seeing eye
Horus adalah sosok dewa yang berhubungan dengan matahari. Ia merupakan putra dari Isis dan Osiris. Mata Horus merupakan simbol mistik dari kekuatan gelap yang bermakna ‘Maha Tahu’ dan ‘Maha Melihat’. Biasanya ia dilukis dalam hieroglips (Tulisan Mesir kuno) di dinding-dinding Piramid. Osiris adalah sang raja sekaligus hakim kematian. Ia suami dan juga abang dari Isis. Ia juga merupakan sosok dewa senior tertinggi dalam kepercayaan Mesir kuno. Biasanya, Osiris sering digambarkan sebagai figur laki-laki dengan janggut menghiasi dagu dan dibungkus seperti mumi. Di atas kepalanya bertengger sebuah mahkota yang dikenal dengan nama ‘Mahkota Atef’. Biarpun ia pernah mati dalam peperangan, tapi toh ia bisa dihidupkan kembali oleh putranya, Horus. Isis adalah dewi kesuburan dan ibu dari Horus. Selain di Mesir, ia dikenal juga sebagai salah satu dewa dalam legenda-legenda Yunani dan kekaisaran Romawi.
Bulan sabit
Melengkapi pembahasan Mata Horus, bulan sabit digunakan sebagai simbolisasi dari Isis. Identitas lainnya adalah Diana, sang Ratu Surga. Kitab-kitab kuno mengkisahkan riwayat keturunannya berasal dari cucu Nuh bernama Cush. Ia menikahi seorang perempuan jahat bernama Semiramis yang kelak menjadi ratu Babylonia. Di dalam dunia mistik sesat, ada beberapa bentuk dari perempuan jahat ini, di antaranya: Venus, Ashtoreth, Diana, Isis. Simbol setan sering dikaitkan dengan persoalan hubungan seks yang tak lazim. Di bawah sinar bintang dan rembulan, upacara ritual ini melibatkan para pengikutnya menikmati seks satu sama lain atas nama setan. Berhati-hatilah terhadap simbol-simbol ini dan praktek-praktek kesesatan yang mungkin tanpa Anda sadari ada di lingkungan sekitar Anda. Biasanya kelompok aliran sesat selalu menjalankan aktifitasnya dengan cara terselubung dan bersembunyi di balik topeng-topeng ilusi yang membiuskan.
Jangan pernah kecewa dengan Tuhan ataupun menantangnya, karena kedua hal itu yang dapat membuat jalan masuk iblis. Hati-hati dengan emosi, mencemooh, ngedumel, menyesali keadaan.
Simbol-simbol tersebut menunjuk pada sesuatu. Kita tidak bisa sembarangan memakainya. Lebih baik bakar. Buku-buku ajaran sesat, jika Tuhan tidak panggil kita untuk mempelajari di sana, bakar saja. Buku Joel Osten, seorang pendeta satanis yang mendukung LGBT, buang. Buku Joseph Prince, buang.
Kenapa artis-artis tersebut sengaja menampilkan ke publik? Supaya pada waktu iluminati menyatakan simbol-simbolnya maka kita akan terbiasa dan menerimanya.
Tidak semua lagu yang kita dengar biasa saja, ada pesan dibaliknya. Bukan kita menjadi takut, ingat ada darah Yesus. Mari kita waspada. Jika tertarik dengan suatu lagu, mari selidiki dengan 4 cara yang telah disebutkan sebelumnya.
Jika kita terngiang dengan lagu-lagu tertentu padahal sedang nyembah Tuhan, maka itu waktunya untuk berpuasa, berhenti untuk mendengarkan lagu tersebut. Ketika mau nonton suatu film tapi tidak damai sejahtera, lebih baik tinggalkan.
Maka dari itu, mari tetap kuat menyembah Tuhan, supaya kita semakin peka.
Bagi pemusik, ayo latih dirimu lebih lagi. Biar pengurapan tidak bocor.
Kuduskanlah diri kita!
Seminar J4u Bandung
Sabtu, 14 Mei 2016
Pembicara: Yorga Parnadi
Venue: Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
- Published in Catatan Khotbah
Persembahan Sulung
Pernah dengar tentang Persembahan Sulung?
Mungkin kamu pernah melihat istilah itu tertera di amplop persembahan di gereja? Mungkin kamu pernah mendengar orang(biasanya yang baru bekerja) memberikan persembahan sulung? Atau mungkin kamu sama sekali belum pernah mendengar istilah ini?
Kebanyakan orang, baik yang sudah maupun belum pernah mendengar tentang persembahan sulung,biasanya menyimpan banyak pertanyaan terkaitnya. Bahasan tentang Persembahan Sulung cukup banyak, namun biasanya lebih banyak membahas masalah teknis seperti: berapa jumlah persembahan yang harus diberikan; kepada siapa persembahan sulung harus diberikan; kapan dan berapa kali harus memberikan persembahan sulung, apakah sekali seumur hidup, setiap kali pindah kerja, atau setiap tahun?
Banyak orang pada akhirnya terjebak memperlakukan persembahan sulung seperti sebuah“ritual” (dengan segala aturannya yang rumit). Esensi atau makna terdalamnya malah kerap kali dilupakan. Tanpa mengerti makna terdalamnya, banyak orang bahkan menyalahgunakan persembahan sulung untuk mengejar berkat semata.
Nah,tulisan ini berusaha untuk mengulas tentang persembahan sulung secara utuh.Seorang murid melakukan firman karena mengerti, bukan karena karena disuruh atau karena itu merupakan “kebiasaan” di komunitas rohaninya. Ia mengerti dan karena itu ia melakukan. Siap untuk menyelam lebih dalam, murid Kristus?
Allah Bergerak dalam Musim dan Waktu
Kita tidak bisa membahas persembahan sulung tanpa terlebih dahulu mengerti bahwa Allah bergerak dalam musim dan waktu. Penulis-penulis Alkitab, khususnya di Perjanjian Lama juga cukup sering menulis dengan membubuhkan keterangan waktu yang mendetil hingga penyebutan bulan dan hari. Begitu pentingnya persoalan waktu ini hingga kita mengenal ayat yang terkenal dalam Pengkhotbah 3:1
“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya”
Pengkhotbah 3:1 menyatakan bahwa Allah menetapkan musim dan waktu atas dunia dan atas setiap hidup kita. Karena itu, jika kita ingin bergerak bersama-sama dengan Allah,mengalami-Nya dan berkat-Nya secara penuh, kita harus memahami musim danwaktu-Nya. Tuhan sangat serius dengan ketetapan mengenai musim dan waktu ini.
“Kalender Ilahi”
Untuk membuat orang Israel memahami musim dan waktu Tuhan, Ia memberikan sebuah “kalender” ketika mereka keluar dari Mesir. Ia memberikan ketetapan-ketetapan yang beberapa di antaranya memiliki keterangan waktu yang sangat spesifik,misalnya korban “pagi” dan korban “petang” (Keluaran 29:37, Imamat 6:20), korban “Sabat” dan korban “bulan baru” (Bilangan 28:1-9), kuduskanlah hari “Sabat”, ketetapan mengenai hari-hari raya (Keluaran 23:14-19, Imamat 23, Ulangan 16:1-16), dsb. Kalender ilahi ini “mulai berjalan” seiring dimulainya perjalanan mereka menuju tanah perjanjian dan harus tetap dilaksanakan setelah tiba di Kanaan.
Salah satu bagian dari kalender yang ditegaskan berkali-kali adalah ketetapan mengenai hari-hari raya. Ada tiga hari raya utama yang harus dirayakan orangIsrael di mana ketiga hari raya ini memiliki makna dan penggenapannya di dalam Perjanjian Baru.
Tiga hari raya tersebut adalah:
1. Hari Raya Paskah (Pesach) yang menggambarkan kematian dan kebangkitan Kristus sebagai buah sulung di Perjanjian Baru.
2. Hari Raya Tujuh Minggu/Pentakosta (Shavuot) yang menggambarkan turunnya Roh Kudus di Perjanjian Baru.
3. Hari Raya Pondok Daun (Sukkoth) yang menggambarkan pemerintahan Kristus di masa yang akan datang sebagaimana dinubuatkan dalam Alkitab.
Disini kita bisa melihat bahwa Tuhan tidak menetapkan hari-hari raya ini secara sembarangan atau hanya sekadar iseng. Setiap hari raya memiliki makna dan ada sesuatu yang Tuhan sediakan untuk kita alami. Dalam tulisan ini, kita tidak akan membahas mengenai Hari Raya Pentakosta dan Hari Raya Pondok Daun melainkan berfokus pada Hari Raya Paskah yang kemudian dilanjutkan oleh hari raya roti tidak beragi dan hari raya buah bungaran(persembahan sulung/firstfruit).
Hari Raya Buah Bungaran/ Buah Sulung (First Fruits)
Hari Raya Paskah dilakukan pada hari ke-14 bulan Nisan/Abip yang ditandai dengan disembelihnya domba Paskah (Keluaran 12:6). Ini kemudian dilanjutkan dengan hari raya roti tidak beragi selama 7 hari dimulai pada hari ke-15 bulanNisan/Abip (Imamat 23:6). Hari raya buah bungaran dilakukan pada hari berikutnya, yakni hari ke-16 bulan Nisan/Abip (Imamat 23:11).
Jadi terdapat sebuah rangkaian dari paskah-hari raya roti tidak beragi-ke hari rayabuah bungaran. Dalam perjanjian baru, rangkaian ini digenapi dengan sangat presisi yakni melalui kematian Kristus (saat penyembelihan domba Paskah) dan kebangkitannya (saat hari raya buah bungaran).
Pada saat hari raya buah bungaran/buah sulung, orang Israel harus membawa hasil pertama penuaian, yang terbaik, dari ladang yang ia usahakan (Imamat 23:10, Keluaran 23:19). Berkas ini dibawa kepada imam di mana imam kemudian akan mengunjukkannya di hadapan Tuhan.
Sebetulnya pemberian buah sulung yang terbaik merupakan pola yang berulang dalam Alkitab dari perjanjian lama hingga perjanjian baru. Dalam beberapa kasus, bahkan “buah sulung” ini tidak terbatas pada “berkas” saja. Habel mempersembahkan anak sulung dari kambing dombanya dan Tuhan mengindahkan korban Habel (Kejadian 4:4), Hana bernazar memberikan putra sulungnya kepada Tuhan dan Tuhan membuka kandungannya (1 Samuel 1:10), dan di dalam perjanjian baru Yesus sendirilah buah sulung itu (1 Korintus 15:20-23), yang sulung dari tuaian besar yang datang setelah kebangkitan-Nya.
Mengapa Memberikan Persembahan Sulung?
Uraian di atas menunjukkan bahwa persembahan sulung merupakan prisip yang terdapat didalam Alkitab, terdapat dalam “kalender ilahi”-Nya Tuhan dan mereka yang melakukannya pasti mengalami Tuhan dan berkat-Nya karena mereka bergerak dalam musim dan waktu-Nya Tuhan!
Amsal3:9-10 menyatakan prinsip ini dengan sangat baik, “Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”
Mari kita lihat Keluaran 23:14-33 untuk memahami dampak memberikan persembahan sulung. Ketika kita memberikan persembahan sulung (ayat 16 dan 19), kita sedang melakukan firman Tuhan, masuk dalam kalender ilahi-Nya lebih lagi, dan ini akan membawa kita mengalami Tuhan sebagaimana Ia janjikan sebagai berikut:
1. Malaikat Tuhan (Tuhan sendiri) akan berjalan didepan kita melindungi kita di jalan dan membawa kita ke tempat yang telah Ia sediakan (ayat 20). Alkitab bahasa Indonesia menggunakan kata “malaikat” namun dalam bahasa Inggris digunakan kata“Angel” (dengan huruf “A” besar). Jika kita membaca Keluaran 23:20-33 dengan seksama, kita akan memahami bahwa malaikat yang dimaksud di sini adalah Tuhan sendiri.
2. Tuhan akan melenyapkan musuh-musuh kita (ayat22-23)
Tuhan akan membawa kita pada “orang Amori, orang Het, orangFeris, orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus” (di masa itu, mereka semua adalah musuh-musuh orang Israel), dan Ia akan melenyapkan mereka. Kita akan menghadapi “musuh-musuh” kita—ya, menghadapi bukan “dihindarkan” dari mereka—dengan jaminan kemenangan, bukan dengan ketakutan atau kegentaran. Kita bisa menghadapi mereka dengan berani karena Tuhan akan memusuhi musuh kita dan melawan lawan kita. Jika Allah di pihak kita, siapakah lawan kita?
3. Tuhan juga akan memberkati “roti makanan kita”dan “air minuman kita” sehingga tidak ada penyakit di tengah-tengah kita (ayat25)
Tuhan akan memberkati apa yang kita “makan” baik secara jasmani maupun rohani. Kita tidak akan “sakit” tetapi justru bertumbuh, semakin hari semakin kuat di dalam Tuhan.
4. Tidak akan ada keguguran atau kemandulan (ayat26)
Baik dalam kehidupan rohani maupun jasmani kita. Janji Tuhan dalam hidup kita tidak akan gugur dan apa yang kita kerjakan akan menghasilkan buah.
5. Kengerian akan Tuhan akan mendahului kita dan membuat semua musuh kita lari (ayat 27)
Kita akan mengalami penyertaan dan pembelaan Tuhan sehingga kita tidak menjadi orang-orang yang sibuk mencari pembelaan atau sibuk“mengurus” musuh-musuh kita. Kita dapat fokus pada kehendak Tuhan dan melakukannya.
6. Mewarisi tanah perjanjian kita (ayat 30)
Saat kita memberikan persembahan sulung dengan hati yang murni dan terus berjalan dalam ketaatan, kita akan mengalami sesungguhnya Tuhan menjadi partner hidup kita. Tuhan akan membawa kita masuk dalam panggilan tertinggi-Nya dan mewarisi “tanah perjanjian” kita.
Sekalipun demikian, kita harus tetap mengingat bahwa janji berkat yang luar biasa itu bukanlah hasil dari sebuah “ritual” melainkan ketaatan pada Tuhan. Kel 23:21-22 menegaskan agar orang Israel mendengar perkataan Tuhan (yang berjalan dengan mereka) dan melakukan segala yang Ia firmankan. Tuhan juga menegaskan agar orang Israel memastikan tidak ada berhala di hati mereka (ayat 24).
Tanpa ketaatan dan kekudusan adalah mustahil berjalan dengan Tuhan. Ingat bahwa hari raya buah bungaran adalah rangkaian dari Paskah (ketaatan dan pengorbanan “Domba Allah” bagi manusia), permulaan hari raya roti tidak beragi (hidup tanpa ragi/dosa yang berarti kekudusan) baru pada akhirnya hari raya buah bungaran. Jadi tidak ada hari raya buah bungaran tanpa ketaatan dan kekudusan. Kita tidak bisa memberikan persembahan sulung dengan hati yang tidak murni, atau hidup yang penuh dosa dan pemberontakan.
Ingat bahwa yang kita kejar adalah Tuhan, bukan berkat-Nya. Namun ketika kita“menangkap” sang Pemberi Berkat, jangan kaget ketika kita kemudian dibombardir dengan berkat-Nya. Berkat di sini yang terutama adalah pengenalan akan Tuhan dan “turunan-turunannya” yakni damai sejahtera, sukacita, kesehatan, pengurapan, perkenanan, penyertaan, juga termasuk perkara uang!
BagaimanaMemberikan Persembahan Sulung di Masa Kini
Siapa yang Memberikan Persembahan Sulung?
Yang memberikan persembahan sulung adalah mereka yang telah bekerja, yang telah memiliki “ladang” yang Tuhan berikan untuk dikelola. Jika kita belum mendapat pekerjaan, mari kita berdoa dengan sungguh hati! Dalam Keluaran 23:15, sebelum Ia memberi perintah tentang buah sulung, Ia mengatakan, “janganlah orang menghadap hadirat-Ku dengan tangan hampa.” Tuhan pasti memberi kita “ladang” supaya kita dapat melakukan firman-Nya dan menghadap hadirat-Nya dengan membawa “berkas yang terbaik dari ladang kita!”
Bagi yang belum bekerja, masih sekolah atau kuliah, tidak perlu memberikan persembahan sulung. Tetapi jika ingin belajar memberikan persembahan sulung, diperbolehkan melakukannya dengan berhikmat.
Kapan Memberikan Persembahan Sulung?
Di J4u kita bersepakat bahwa persembahan sulung diberikan setiap tahun selama bulan Nisan/Abip (Imamat 23:11). Pada lampiran gambar dapat dilihat bahwa tahun ini bulan Nisan dimulai pada tangggal 9 April dan berakhir pada tanggal 8 Mei. Memang berbeda dengan kalender Masehi yang kita pakai selama ini, maka dari itu kita perlu mengacu pada kalender Ibrani langsung. Jadi pemberian persembahan sulung dapat dilakukan selama bulan Maret hingga April 2016.
Berapa Jumlah Persembahan Sulung yang Harus Diberikan?
Persembahan sulung adalah hasil terbaik dari ladangmu selama setahun itu. Bagi yang bekerja sebagai karyawan, maka jumlah yang diberikan adalah sejumlah gaji tertinggi ditahun itu. Bagi yang berwirausaha, maka jumlah yang diberikan adalah sejumlah keuntungan tertinggi di tahun itu.
Kepada Siapa Persembahan Sulung Diberikan?
Persembahan sulung diberikan kepada Imam. Imam berarti orang yang melayani Tuhan dan melayani hidupmu. Berikanlah persembahan sulung kepada mereka yang memberi makanan rohani, yang mengajarkan kebenaran dan ketetapan Tuhan di hidupmu. Merekayang “mengunjukkan berkasmu” di hadapan Tuhan.
Wajibkah Memberi Persembahan Sulung?
Berbeda dengan perpuluhan, memberi persembahan sulung tidaklah wajib. Perpuluhan wajibkita bayar kepada Tuhan karena itu adalah hak Tuhan. Persembahan sulung merupakan sebuah “persembahan” sehingga tidak wajib diberikan.
Menjadi Pelaku Firman
Jadi sekali lagi, persembahan sulung bukanlah suatu “ritual” yang harus kita lakukan agar diberkati Tuhan. Persembahan sulung adalah perkara mengenali musim dan waktu yang telah ditetapkan Tuhan lebih lagi, masuk dalam “kalender ilahi”Tuhan lebih lagi, melakukan firman Tuhan lebih lagi, hidup berjalan dalam ketaatan dan kekudusan lebih lagi.
Ingat bahwa berkat Tuhan datang bukan karena besarnya persembahan yang kita beri. Bukankah Tuhan tidak membutuhkan uang kita toh Dia pemilik seluruh dunia ini? Namun Lukas 12:34 mencatat, di mana harta kita berada di situ hati kita berada. Ketika kita memberikan persembahan sulung, kita sedang memastikan bahwa hati kita tidak terikat pada uang dan kita tidak menaruh kepercayaan kita pada uang yang kita punya.
Melalui persembahan sulung, kita sedang mendeklarasikan pada Tuhan di mana hati kita berada! Kita sedang mendeklarasikan pada Tuhan bahwa kita rindu menjadikan-Nya partner hidup kita. Kita sedang mendeklarasikan pada Tuhan bahwa kita mau bergerak bersama-Nya, dalam musim dan waktu-Nya dan dengan cara-cara-Nya!
Selamat melakukan firman, murid-murid Tuhan. Bawalah persembahan sulungmu, “berkas yang terbaik” dari ladang yang Tuhan berikan kepadamu!
Penulis: Viona Wijaya
- Published in Catatan Khotbah











