Bayar Harga di Ladang Pelayanan
Ladang bicara tentang organisme, bukan organisasi. Jika kita memandang organisasinya terus, kita akan kelelahan, bahkan kecewa. Mari pikirkan dan berbeban buat jiwa-jiwa(organisme) yang ada di dalamnya.
- Published in Catatan Khotbah
Membuka Dimensi Roh
Ternyata dengan terus mengaktifkan roh kita, maka karunia-karunia lain yang telah Tuhan berikan juga akan turut diaktifkan. Dan jika kita pelajari lebih lanjut, karunia justru membantu kita dalam menjalankan visi.
Manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Esensi seorang manusia adalah rohnya sendiri. Tanpa roh, kita mati secara fisik. Bicara tentang ide, akal budi, rasa suka, cinta, mengidolakan sesuatu itu di ada di jiwa. Sedangkan tubuh adalah bagian yang dapat kontak dengan alam, merasakan panas/dingin, lapar/haus, sakit/sehat. Tapi hari-hari ini kita sulit membedakan roh dan jiwa.
Orang sering salah dalam usaha membangun roh. Di luar sana giat sekali mengadakan kelas yoga/meditasi/refleksi diri/semedi. Tapi hal-hal ini TIDAK DAPAT membangun roh kita. Pertanyaannya, bagaimana kita seharusnya membangun roh kita?
Sewaktu orang mengalami lahir baru, rohnya aktif/terbangun. Dari yang tadinya tidak mampu meresponi Tuhan sekarang mampu berhubungan dan berkomunikasi dengan Bapa (Yohanes 1:12). Indra-indra rohaninya mulai aktif (mata rohani, telinga rohani bahkan penciuman rohani). Manusia yang roh nya aktif memiliki respon yang berbeda. Dia akan senantiasa bertanya kepada Tuhan. Dia tidak menilai dengan apa yang terlihat oleh mata fisik.
Tapi lahir baru saja tidak cukup. Ada teknologi yang Tuhan sediakan bagi kita yaitu bahasa roh.
Apa itu bahasa roh? (more…)
- Published in Catatan Khotbah
Lahir Baru
Suatu ketika, komputer saya sangat lambat dalam mengoperasikan aplikasi. Ternyata, komputer saya terkena virus dan virus tersebut sudah menyebar ke berbagai direktori. Berbagai anti virus telah saya coba namun tidak berhasil karena virus ini telah mengenai sistem operasinya. Tidak ada cara lain selain memformat komputer tersebut dengan sistem operasi baru. Syukurnya, setelah diset ulang komputer saya kembali cepat seperti baru.
Kita sebagai manusia pun mengalami kondisi terjangkit virus ketika kita belum lepas dari dosa. Banyak dari kita mencoba untuk menjadi orang baik dan melakukan berbagai amal-ibadah untuk mendapatkan keselamatan. Namun, kita tidak akan pernah mendapatkan kepastian melalui upaya kita sendiri. Oleh karenanya, Tuhan Yesus memberikan jalan keluar dengan menebus dosa kita supaya kita tidak mengalami maut melainkan memperoleh hidup yang kekal.1
Ketika kita percaya dan menerima Tuhan Yesus, posisi kita dikembalikan ke posisi seharusnya yaitu sebagai anak-anak Allah.2 Seperti komputer saya yang seharusnya bisa bekerja dengan baik sekiranya tidak ada virus, demikian pula setiap kita memiliki potensi-potensi besar yang dapat tergenapi dalam kondisi kita sebagai anak-anak Allah yang sudah ditebus.
Sekalipun secara fisik komputer yang terkena virus dan tidak terkena virus sulit dibedakan, namun penggunanya pasti dapat membedakan. Perubahan setelah lahir baru secara jasmani memang tidak langsung kentara, namun orang-orang terdekat kita pasti akan mulai merasakan perubahan dalam diri kita. Tidak heran Firman Tuhan mengungkapkan hal ini : jadi siapa ada di dalam Kristus adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang.3
Komputer, berada di tangan yang tepat, dapat melakukan banyak fungsi. Dia membantu pekerjaan seorang desainer, pemrogram, pebisnis, dosen, dan lainnya sesuai fitur aplikasi yang telah disetel ke dalam komputer tersebut. Misalnya, desain grafis sampul buku, pencarian berbagai informasi lewat internet, jual-beli saham secara daring, menyusun materi ajar, dan banyak manfaat lain yang sulit untuk dirincikan satu-per-satu.
Seperti itu pula kita, bersama Tuhan, akan dapat melakukan banyak hal baik dan besar untuk memberkati sesama bahkan hingga bangsa-bangsa. Untuk itu kita perlu memastikan bahwa diri kita senantiasa diperbaharui oleh aplikasi-aplikasi-Nya, yaitu melalui waktu saat teduh, perenungan Firman Tuhan, persekutuan dengan saudara seiman, dan pengalaman-pengalaman yang membuat kita semakin mengenal pribadi-Nya.4
Banyak kemiripan manusia dengan komputer, namun ada satu hal mendasar yang membedakan kita dengan komputer. Komputer tidak memiliki pilihan bebas untuk diformat ulang atau tetap dalam kondisi yang bervirus. Beda dengan manusia, Tuhan memberikan kita pilihan untuk menerima-Nya atau tidak.5 Buatlah keputusan yang tepat untuk mengalami kelahiran baru dengan mengundang-Nya menjadi Tuhan dan juruselamat pribadi. Keputusan lain hanya berdampak selama kita di bumi namun keputusan untuk lahir baru menentukan hidup kita di bumi sampai di kekekalan kelak. Bagi kita yang sudah, mari kita berkarya bagi Tuhan!
Sudahkah anda mengalami lahir baru?
Penulis: Samsu Sempena
Catatan
1 Roma 6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita
2 Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya
3 2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang.
4 Kolose 3:10 dan yang telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khalik-Nya.
5 Wahyu 3:20 Aku berdiri di muka pintu dan mengetok, jikalau ada orang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan akan makan bersama-sama dengan dia, dan dia bersama-sama Aku
- Published in Artikel
Generasi Rajawali
Sekedar keluar dari comfort zone tidak cukup. Api dapat mengubah struktur yang dibakarnya. Misalnya, kertas dibakar menjadi arang. Sama dengan hidup kita, berubah TOTAL. Karena Tuhan telah memberikan struktur tubuh rajawali, kita perlu mengalami proses terbang untuk memunculkan potensinya. Seorang rajawali dapat melihat apa yang tidak terlihat.
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 24 September 2016
Pembicara: Yorga Parnadi
Tema:Generasi Rajawali
Venue: R. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Pada kesempatan ini, mari kita sama-sama belajar tentang generasi rajawali. Apa yang Alkitab katakan tentang rajawali adalah level atau kualitas hidup seseorang yang bisa dibilang cukup tinggi. Secara fisik, burung rajawali dikenal berumur panjang, yaitu hingga 40 tahun. Di umur 40, rajawali harus memilih apakah mau lanjut hidup atau mati karena paruh semakin panjang, bulu semakin berat. Ketika dia memilih untuk terus hidup, maka prosesnya sangat menyakitan. Dia harus mencabuti bulu-bulunya sendiri. Dia harus mematahkan paruhnya sendiri. Kemudian dia hibernasi selama 6 bulan di gunung batu. Jika dia berhasil, maka dia sanggup hidup 30 tahun lagi. Beberapa ahli mengatakan, rajawali tahu sampai kapan umurnya.
Demikian pula dengan cara mendapatkan pasangan. Rajawali betina akan menguji calon pasangannya. Si jantan harus mengikuti betina selama 15 hari. Jika si jantan terus mengikuti, ujian selanjutnya adalah menangkap ranting kecil yang dijatuhkan si betina. Selanjutnya, si jantan harus menangkap dahan seberat dirinya yang dijatuhkan si betina ketika terbang rendah. Jika berhasil, diuji lagi 10 hari, apakah si jantan masih mengikutinya. Maka, si jantan itulah yang menjadi pasangan si betina.
Ketika melatih anaknya terbang juga unik. Sarang rajawali adalah sangkar yang dibuat dengan teliti supaya tidak ada pemangsa bisa menyusup. Sarang yang terdiri dari 3 lapis ini, onak duri, dedaunan dan bulunya sendiri, sangat kokoh. Waktu anaknya mulai mengebas-ngebaskan sarangnya, itulah waktunya belajar terbang. Sarang akan mulai dihancurkan. Anaknya sengaja ditendang keluar, ingat sarang rajawali selalu di atas gunung batu yang tinggi. Ketika hampir jatuh ke bawah, induknya menangkap dan dibawa kembali ke atas. Demikian terjadi berulang-ulang sampai anaknya bisa terbang sendiri.
Kecepatan terbang rajawali di atas rata-rata burung lain, yaitu mencapai 180 km/jam. Dibutuhkan teknik pernafasan yang berbeda. Ketika ada badai, dia berteriak kegirangan. Karena rajawali cukup merentangkan sayap di atas badai, di situlah dia istirahat tanpa mengepakkan sayap dan terbang di atas badai. Uniknya, kisah-kisah hidup yang dialami burung ini mirip dengan hidup anak Tuhan.
Bagaimana dengan kita?
Yesaya 40:31, dari ayat ini kita tahu bahwa seorang dengan level rajawali adalah seorang yang selalu menanti-nantikan Tuhan. Dia memastikan bahwa dia melihat blue print Tuhan dalam hidupnya. Dia memastikan bahwa Tuhan bersama dengannya.
Seorang dengan kualitas rajawali tidak pernah berjalan, tapi berlari. Cukup sekali mendengar dan melakukan. Cepat merespon. Tidak perlu banyak bertanya. Misalnya, sewaktu ada disiplin baca Firman, maka langsung dilakukan.
Tidak pernah lesu artinya tidak pernah undur. Sekarang kita on fire, tapi 5 tahun atau 10 tahun lagi bagaimana? Hati-hati, ketika banyak beralasan akan terlihat sampai pada fisik. Kita akan lihat, seorang rajawali akan mengusir kelemahan keluar lalu dia memutuskan bertindak.
Orang-orang suci rajawali.
1. Orang-orang yang dipanggil dalam panggilan Allah yang tinggi di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Sudah pasti lulus dalam hal mendengar suara Tuhan. Di antara kita harus dipastikan bisa mendengar suara Tuhan dan mengerti panggilannya. Tidak bisa sebentar panas sebentar dingin.
2. Rajawali adalah lambang dalam tingkatan tertentu dari orang percaya.
Suka tidak suka, tiap orang punya level yang berbeda dalam Tuhan. Kenapa ada pelataran, ruang kudus, ruang maha kudus? Kenapa ada imam, kenapa ada orang lewi? Tuhan sangat menghargai level. Semakin karib kita dengan Tuhan, orang-orang rohani akan tahu level kita di mana. Milikilah hubungan rajawali yang seperti ini.
3. PROSES naik terbang adalah penting dan perlu bagi putra-putra Allah dan memerintah dengan Dia selamanya.
Tidak semua orang yang telah percaya dalam Yesus Kristus untuk keselamatan jiwa mereka AKAN MENGHANCURKAN BERHALA-BERHALA DUNIAWI dan MAU MEMBAYAR HARGA UNTUK PERGI BERSAMA TUHAN KE TEMPAT-TEPAT SURGAWI.
Sekedar keluar dari comfort zone, itu baru 1% saja. Api dapat mengubah struktur yang dibakarnya. Misalnya, kertas dibakar menjadi arang. Sama dengan hidup kita, berubah total. Bukan turun kejahatannya, atau dikurangi. Karena Tuhan telah memberikan struktur tubuh rajawali, kita perlu mengalami proses terbang untuk memunculkan potensinya.
Tidak ada rajawali masih dendam dengan masa lalu. Rajawali tidak pusing dengan hal remeh temeh.
AYAM ataukah RAJAWALI?
AYAM
-Tidak mendengar Firmannya
-Tidak menaggapi panggilanNya
-Berkerumun berdesak-desakan
-Bersifat keduaniawian
-Menggaruk-garuk keadaan yang kosong
-Tidak pernah mengangkat kepala mereka untuk melihat Dia yang di atas
-Memakan benda-benda mati dan kotoran
-Terikat oleh pagar dan keadaan mereka
-Mereka terlelap.
RAJAWALI
-Mewarisi sifat yang alamiahnya yang tidak memungkinkannya untuk hidup terus di dalam kandang yang terbatas dan yang menawannya di sana. Rajawali tahu apa yang dilakukannya.
-Supaya ia bahagia dan dapat mencapai tujuan hidupnya ia harus bebas terbang tinggi di tempat-tempat yang luas di antara awan-awan surgawi. Awan di sini adalah tempat di mana Tuhan tunjukkan. Rajawali tidak akan bahagia jika tidak terbang.
-Ia akan sendirian di sana, karena memang tidak banyak yang berani untuk naik kepada hal-hal yang demikian. Bukan berarti rajawali egois, tapi karena tidak semua mau bayar harga sama dengannya.
-Rajawali tidak bergerombol
-Rajawali tidak makan bangkai (Lukas 17:32-37). Karena rajawali yang memakan bangkai tidak bertumbuh normal, Yesus sedang bicara bahwa ada rajawali-rajawali yang gagal.
Karakter-karakter orang suci rajawali.
Ulangan 32:11
1. Tuhan mengerjakan sesuatu dengan keras di dalam hidup.
2. Berharap dalam iman untuk pekerjaan besar berikutnya dari Tuhan.
3. Mau terjun ke dalam jalan menuju hal-hal surgawi/ilahi.
4. Ke mana Tuhan menuntun, ia pun pergi ke sana. Karena ketika kita bilang ya maka ada penyertaan Tuhan. Hasilnya urusan Tuhan, bagian kita hanya TAAT.
5. Ia belajar terbang di dalam ketaatan mutlak kepada Bapa. Maukah kita melakukannya sekalipun kita belum pernah melakukan? Itulah latihan iman.
“Tetapi jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetap anak-anak gampang.”
Jerat-jerat rajawali adalah stagnasi. Selain itu cemoohan dari sekitar. Tapi rajawali melihat apa yang tak terlihat.
Rajawali gagal: Pemberontakan
1. Dipanggil untuk menjadi rajawali, tapi menolak bergerak dalam proses ini.
2. Mereka menyesal ditempatkan dalam dapur api.
3. Mereka mencintai sarang di ketinggian, keamanan dalam dukungan sayapNya.
4. Memandang rendah penyucian, pendisiplinan, keharusan berlatih untuk diri sendiridi tempat-tempat surgawi. Tempat surgawi adalah kamar pribadi, inilah api yang sesungguhnya.
5. Menjual karunia Allah untuk ketenaran dan keuntungan pribadi.
Seekor ayam jatuh dari tempatnya bertengger, rajawali jatuh dari tempat ketinggian, begitu dalam dan parah bahkan bisa mati. Tahu dari mana? Ketika orang tersebut tidak ada pengurapannya. Ketika dinasihati malah menolak atau merasa sudah tahu.
Seseorang yang terhubung dengan Roh Kudus maka dia adalah orang paling up to date di muka bumi.
Mata rajawali
Ayub 39:32, “dari sana ia mengintai mencari mangsa, dari jauh matanya mengamat-amati;”
Salah satu kekuatan rajawali adalah penglihatan yang tajam. Bahkan dibilang memiliki 8-10 penglihatan. Kelinci di balik semak pun dapat terlihat.
1. Rajawali-rajawali suci mempercayai hal-hal di mana orang lain tidak dapat melihatnya.
2. Mereka menjadi perintis jalan iman Amsal 29:18
3. Nuh, Henokh, Elia, Musa dan nabi-nabi lainnya memiliki penglihatan rajawali. Yesus mempunyai penglihatan terbesar dari setiap rajawali suci.
4. Yesus adalah pola utuk menunjukkan pada kita CARA RAJAWALI.
Yang paling tajam dari rajawali adalah bisa menangkap dan membedakan maksud pikiran dan hati. Rajawali bisa membedakan orang yang bertobat sungguh-sungguh atau sekedar menguji. Rajawali akan mampu mengenali topeng-topeng. Rajawali mampu mengenali cara-cara iblis. Rajawali tidak hanya melihat, dia juga punya power. Dampaknya adalah kota. Rajawali adalah juga lambang kenabian.
Rajawali tidak mengenal kata undur.
Ada mata sebelah dalam dan mata sebelah luar. Yehezkiel 1:18, Wahyu 4:6-8
1. Tuhan menyelidiki hati dan menguji batin (Yeremia 17:9-10)
2. Dosa terburuk Ayub adalah membenarkan diri sendiri (Ayub 30 pasal)
3. Mata dalam bekerja, baru mata luar dapat melihat (Yesaya 6:5)
Buat rajawali muda, hati-hati dengan apa yang dilihat apakah untuk diri sendiri atau buat orang lain, perlu disampaikan atau tidak.
Jika kita sudah pulih, hati kita beres, tidak ada satu hal pun di dunia ini yang mampu menghancurkan kita.
Penjaga di atas tembok.
1. Rajawali memiliki penglihatan 4-8x dari manusia.
2. Tidak seorangpun munafik dapat terus hidup di bawah pandanganNya
3. Pikiran terdalam dan maksud hati akan dinyatakan oleh pandangan pemimpin dari rajawali suci. 1 Korintus 14:25
4. Bapa memakai rajawali-rajawaliNya yang cepat mendengar, cepat percaya, cepat taat. Ulangan 28:49, 2 Samuel 1:23, Ayub 9:26.
Hilangkan setiap penghalang dari bumi ini dan buanglah segala beban, dan bangkitlah dengan sayap burung rajawali ke tempat-tempat surgawi yang saudara miiki!!
Kemuliaan bagi Tuhan, Haleluyah!!
- Published in Catatan Khotbah
Hati bagi Bangsa
- Published in Catatan Khotbah
Retreat Mahasiswa 2015
Kegatan yang diikuti lebih dari 100 orang peserta ini dilaksanakan di Wisma Elshadai Lembang, Bandung. Dengan berbagai latar belakang kampus dan golongan, semua peserta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi. Retreat tahun 2015 ini dikemas berbeda dari retreat yang sebelumnya. Mengingat jumlah peserta yang banyak, panitia acara memberlakukan sistem peluit untuk membangunkan dan memberitahu pergantian acara. Kelompok yang terlambat datang tentunya mendapat konsekuensi pada akhir acara. Ada pula hadiah bagi kelompok yang paling disiplin, kompak dan tertib. Semuanya dapat hadiah! Tapi tidak sampai di situ, masih ada hal-hal lain yang patut digarisbawahi dari retreat ini.
Sesi-sesi yang disajikan dikemas dengan apik yang mana tidak sekedar bagi bahan tapi peserta diajak untuk melakukan beberapa simulasi, sehingga sesi berjalan interaktif. Sesi-sesi tersebut diantaranya adalah lahir baru, pemulihan gambar diri, pemulihan hati Bapa, kelepasan, baptisan Roh Kudus dan pemuridan. Diharapkan setelah pulang dari retreat ini, para peserta mendapatkan dasar yang benar tentang hidup di dalam Tuhan dan mengalami pemulihan yang terus menerus dalam hidupnya. Tentunya, peserta diarahkan untuk menggenapi amanat agung dalam Matius 28:19-20, yaitu tergabung dalam pemuridan. Peserta juga diajar untuk menjadi berkat dimanapun mereka berada, baik keluarga, kampus, kantor maupun tempat ibadah asal. Nantikan terus pengumuman dari kami untuk info retreat selanjutnya.
- Published in Berita
TAHURA Color Fun 2015
Kehangatan sinar matahari dan keceriaan terasa di sepanjang pendakian Taman Hutan Raya (TaHuRa) Dago di bulan Oktober 2015 lalu. J4u Ministry memprakarsai acara bertajuk TaHuRa Color Fun dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda.
Acara ini diikuti oleh pelajar, mahasiswa, dan profesi dari berbagai institusi di kota Bandung. Untuk memeriahkan acara ini, panitia menyiapkan permainan yang dibagi kedalam tiga pos di sepanjang jalur pendakian.
Di masing-masing pos, setiap kelompok mengumandangkan yel-yel yang mereka buat di awal acara. Setelahnya, mereka mendapatkan kepingan petunjuk untuk menebak satu tokoh nasional yang telah ditentukan panitia untuk masing-masing kelompok. Di akhir pos, mereka mendapat cap tangan panitia berwarna merah, kuning, dan ungu di kaus putih mereka.
Setelah melalui ketiga pos, seluruh peserta berkumpul dan masing-masing kelompok melakukan pementasan singkat mengenai tokoh nasional yang mereka tebak dari petunjuk-petunjuk yang didapatkan di setiap pos. Sekalipun jawaban beberapa kelompok meleset, namun kreatifitas para peserta dalam mementaskan karakter pahlawan nasional seperti Sutomo, RA. Kartini, dan lainnya membuat penonton berdecak kagum.
Setelah seluruh kelompok selesai unjuk kebolehan, Ka Viona Wijaya, seorang murid Kristus di J4u ministry dan abdi negara di bidang hukum tatanegara, membagikan perenungannya tentang Bangsa Indonesia. Terlalu banyak orang yang sekedar menjadi penonton atas masa depan bangsa ini. Padahal kita membutuhkan pemain, bukan penonton, untuk membuat perubahan. Nehemia dan Yusuf adalah contoh Alkitab yang membayar harga untuk mengubah dan memperjuangkan nasib bangsanya.
Untuk menjadi pemain yang mendapatkan piala, kita perlu mempersiapkan diri dan membayar harga. Sepuluh tahun yang lalu, Jokowi dan Ahok bukanlah siapa-siapa. Sepuluh tahun sebelum 1945, Bung Karno bukan siapa-siapa. Sekarang, kita belum tahu sepuluh tahun lagi kita menjadi seperti apa. Namun miliki Indonesia di hati kita. Kita sedang dipersiapkan di pos-pos kita : di sekolah, kampus, tempat kerja.
Indonesia memiliki kekayaan alam yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Kita memiliki gunung, laut, minyak bumi, panas bumi, tambang, dsb. Namun adakah orang-orang yang siap mengelola kekayaan bangsa ini dengan hikmat? Ayo, ini giliran kita! Mari kita pilih untuk memiliki visi dan kesetiaan menjadi pemain yang dapat membuat perubahan bagi negeri ini, bukan jadi sekedar penonton.
Ajakan itu “diaminkan” dengan deklarasi Sumpah Pemuda bersama-sama secara lantang. Rangkaian acara TaHuRa Color Fun 2015 pun diakhiri dengan serentaknya peserta menghamburkan serbuk warna-warni ke udara. Sejenak, langit menjadi berwarna-warni seakan menegaskan masa depan Indonesia yang cerah dan penuh harapan!
- Published in Berita
Berbuah bagi Kristus
- Published in Catatan Khotbah
Hadirat Tuhan
- Published in Catatan Khotbah
Disiplin Rohani
Pilih-pilih makanan sering terjadi pada bayi-bayi rohani yang sedang dalam pelatihan. Banyak yang terperangkap sebagai bayi rohani karena tidak memiliki ketekunan.
“Kami bukan hebat tapi terlatih.” Ini adalah semboyan dari Kopassus (Komando Pasukan Khusus), pasukan elit Indonesia. Tidak mudah menjadi Kopassus, anggota Kopassus hanya prajurit pilihan dari angkatan laut dan darat. Bahkan dari sedikit yang terpilih, banyak yang tidak berhasil melalui ujian Kopassus dan dikembalikan ke angkatannya. Murid-murid Tuhan di J4u sedang dipersiapkan untuk misi sekaliber “Kopassus” karenanya perlu kedisiplinan untuk beralih dari “bayi rohani yang minum air susu” menjadi “orang dewasa yang dapat mengunyah makanan keras”.
Sebelum disapih bayi memang sebaiknya diberi air susu ibu dulu selama setidaknya 6 bulan. Namun, seiring bertambah usia dan perkembangan kebutuhan gizi, makanannya harus mulai beragam. Kadang-kadang anak tidak suka dengan makanan bergizi yang diberikan orang tuanya, misalnya sayuran. Orang tua yang baik akan memaksa anaknya untuk makan, karena jika tidak anaknya akan kekurangan gizi yang sebenarnya penting sekali untuk pertumbuhan ideal. Pilih-pilih makanan (tidak disiplin dalam makan makanan bergizi) ini pun sering terjadi pada bayi-bayi rohani yang sedang dalam pelatihan menjadi murid-murid “Kopassus” nya Tuhan. Banyak yang terperangkap sebagai bayi rohani karena tidak memiliki ketekunan.
Yakobus 1:4 “Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Ketekunan dalam berdisiplin rohani memiliki makna bahwa kita berdisiplin dalam pertandingan hidup kita dengan mengarahkan mata pada Tuhan, tidak berfokus pada “si aku” lagi. Pertandingan terberat adalah melawan diri sendiri, “si aku”. Contohnya perkara saat teduh. Di pagi hari, bukan iblis yang membuat kita tidak saat teduh, melainkan diri kita sendiri. Syukurnya, Firman Tuhan berkata kalau tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan menguasai diri dalam segala hal (1 Korintus 9:25). Kita juga perlu mengevaluasi prioritas dalam hidup kita, apakah masih komik, film, jejaring sosial, makanan tertentu, atau kebiasaan-kebiasaan lainnya? Kita harus dapat menang melawan semua itu.
Ketekunan menghasilkan buah matang yang akan terlihat dalam perubahan karakter kita. Ketika kita fokus mengikuti Tuhan, kita akan menjadi lemah lembut dan rendah hati (Matius 11:29). Lemah lembut juga berarti dapat ditegur, mau berubah, dan bersedia dibentuk. Selain itu dengan ketekunan, kita akan memiliki stamina roh yang bermanfaat untuk memampukan kita menepati semua agenda yang telah Tuhan tetapkan bagi kita : keluarga, pekerjaan, pemuridan ke bawah dan ke atas, persekutuan, dsb. Sementara itu, kekuatan roh kita pun akan meningkat sehingga kita memiliki kepekaan dan kuasa dalam meresponi perkara-perkara yang suka terjadi secara tiba-tiba. Semua hal ini membantu kita untuk menempati jawatan kita dalam tubuh Kristus, baik sebagai pengajar, nabi, rasul, penginjil, maupun gembala.
Buah yang matang tersebut supaya kita sempurna, utuh, dan tak kekurangan suatu apa pun. Kita menjadi sadar bahwa yang kita perlukan sebenarnya adalah Tuhan saja, segala hal lainnya adalah tambahan. Paulus, sekalipun memiliki posisi yang terpandang namun setelah berjumpa dengan Tuhan dan tekun membangun hubungan dengan Tuhan, mengatakan bahwa segala pengetahuan, kehormatan, dan hal-hal lain yang dunia pandang mulia seperti sampah.
Sama seperti seleksi pada calon anggota Kopassus, hanya orang yang berdisiplin rohani yang dapat bertahan sebagai murid Kristus sampai akhir. Tidak heran, Firman Tuhan mengatakan banyak yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan sebagainya. Namun seperti semboyan Kopassus, mari kita menjadi murid Tuhan yang dewasa rohaninya (sempurna, utuh, dan tidak kekurangan suatu apa pun) bukan karena kehebatan kita, namun karena terlatih.
J4u Jabodetabek
Sabtu, 28 Mei 2016
Pembicara : John Ronaldo
Lokasi : Wisma PGI, Ruang Meeting 2
- Published in Catatan Khotbah









