Berjalan bersama Tuhan
- Beriringan, mengikuti, bersama-sama
- Hubungan
- Gaya hidup
- Firman Tuhan mengatakan Henokh hidup bergaul dengan Allah. Ini berarti yang namanya bergaul dengan Allah itu terus-menerus.
- Semakin kita bergaul dengan seseorang kita akan semakin dalam mengenal orang itu. Tidak mungkin kita mengaku bergaul dengan seseorang tapi kita tidak tahu apa-apa tentangnya.
- Secara eksplisit Nuh juga dikatakan hidup bergaul dengan Allah: in habitual felowship.
- Suatu hubungan tidak terbangun secara otomatis tetapi butuh proses, butuh dibangun misalnya melalui komunikasi.
- BERDOA
- Berbicara.
- Berseru (Yer 29 : 12-15)
- Mengalahkan musuh
- Membuka jalan (Kol 4 : 2-4)
- Mengalirkan kuasa (Yak 5 : 14-16)
- Dalam doa ada penyembahan, pengucapan syukur, pengakuan, dan permohonan (Mat 6 : 5-15)
- Firman mengandung perintah dan janji
- Firman adalah makanan (Mat 4 : 4)
- Firman memisahkan kedagingan dan yang ilahi (Ibr 4 : 12)
- Firman berfungsi sebagai senjata dalam peperangan rohani (Ef 6 : 17)
- Diawali dengan melakukan dan mengalami Firman Allah. Tanpa mengalami Tuhan, kesaksian kita akan kosong.
- Dalam ilmu hukum, seorang saksi adalah yang melihat, mendengar dan mengalami langsung suatu kejadian. Murid-murid Yesus mengalami kuasa Allah melalui kehadiran Yesus. MEREKA mengalami, melihat, menyaksikan Yesus. Kesaksian-kesaksian mereka menjadi luar biasa, 5000 orang bertobat, orang sakit disembuhkan.
- Adalah aneh bila seseorang mengaku murid Yesus tapi tidak pernah mengalami hal-hal yang luar biasa. Kalau hidup kita gitu-gitu aja dari dulu sampai sekarang – ada yang salah dengan kita!
- Rindukanlah bukan hanya menikmati cerita/pengalaman orang lain bersama dengan Tuhan tapi mari mengalami sendiri.
- Murid Yesus bersaksi melalui perkataan dan perbuatan. Waktu kita melakukan firman, kita sedang bersaksi melalui perbuatan kita. Ingat bahwa anak-anak Tuhan diperhatikan oleh sekelilingnya. Kita menjadi benchmark bagi orang-orang di sekitar kita, jadi jaga hidup kita. Jangan takut, Roh Kudus akan mengajarkan kita segala sesuatu sehingga hidup kita boleh menjadi berkat bagi orang lain.
- Bersaksi agar orang lain diteguhkan dan diperoleh teguran (Yeh 3 : 18-21)
- Church/ gereja adalah orangnya
- Gereja adalah tubuh Kristus (1 Kor 12 : 27) dan berbicara mengenai persekutuan.
- Dalam persekutuan, gathering atau togetherness, ada hubungan yang karib. Kekhasan gereja yaitu tidak memikirkan kepentingan sendiri tapi juga orang lain
-
Fungsi:
- Dengan rendah hati menolong (Fil 2 : 4)
- Meneguhkan
- Melengkapi ( 1 Kor 12)
- Kekuatan dalam kesepakatan (Mat 18 : 19-20)
- Dalam pergaulan cari orang yang tepat (1 Kor 15 : 33)
- Doa yang penuh kuasa
- Melakukan perintah Allah dan menggenapi janji
- Damai sejahtera Allah melampaui akal pikiran manusia
- Kesatuan dengan Allah, hidup dalam terang (1 Yoh 1 :3-7)
- Published in Catatan Khotbah
Salib
Sejauh ini kita memahami salib sebagai penderitaan. Tetapi semakin dalam kita mengenal Tuhan, maka kita akan menemukan cara pandang-cara pandang baru. Dalam pengenalan yang lebih dalam, kita akan menemukan bahwa Salib menyimpan makna yang jauh lebih dalam dari pemahaman kita selama ini.
Galatians 3:13-14 (The Message)
Christ redeemed us from that self-defeating, cursed life by absorbing it completely into himself. Do you remember the Scripture that says, “Cursed is everyone who hangs on a tree” That is what happened when Jesus was nailed to the cross: He became a curse, and at the same time dissolved the curse. And now, because of that, the air is cleared and we can see that Abraham’s blessing is present and available for non-Jews, too. We are all able to receive God’s life, his Spirit, in and with us by believing—just the way Abraham received it.
Menurut ayat ini, salib bicara mengenai 3 hal:
- Janji Tuhan
- Warisan atau berkat Abraham
- Kutuk/dosa yang ditaklukkan
Christ redeemed us from that self-defeating, cursed life by absorbing it completely into himself.
- Hidup kita sebelum dibebaskan oleh Tuhan adalah hidup yang terkutuk (cursed life) dan menghancurkan diri kita sendiri (self-defeating/self-destruction). Hidup yang tertekan, tanpa tujuan, penuh kekuatiran dan keraguan adalah hidup yang terkutuk. Seringkali intimidasi datang dari diri kita sendiri dan karenanya iman tidak bisa bertumbuh dalam hidup kita—ini karena natur manusia berdosa adalah menghancurkan dirinya sendiri (self-defeating, self-destruction)
- Melalui salib, Yesus memerdekakan kita dari hidup yang demikian dengan “menyerapnya” dengan sempurna (absorb it completely) ke dalam diri-Nya sendiri dengan cara menanggungnya di atas kayu salib. Karena itulah ketika kita terus tinggal di dalam Tuhan, saat kita menyembah Tuhan, setiap intimidasi, kekuatiran, tekanan, kekuatiran—yang akarnya adalah hidup kita yang terkutuk dan penghancuran diri sendiri—akan sirna.
That is what happened when Jesus was nailed to the cross: He became a curse, and at the same time dissolved the curse
- Karena itulah di atas kayu salib, Yesus berkata “Sudah selesai”, karena memang melalui salib, setiap kutuk telah dihancurkan.
- Hal yang sama terjadi ketika kita juga memikul salib. Saat kita pikul salib, banyak hal akan “selesai” karena kita menyadari bahwa ternyata hal-hal itu sudah dipikul oleh Yesus di kayu salib.
- Selama ini misalnya kita mengatakan bahwa bangun pagi untuk saat teduh, berdoa, berpuasa, memberi, adalah pikul salib. Tetapi tidakkah saat kita memikul salib itu (melakukannya), berkat Tuhan turun, Tuhan berbicara, dan ada banyak persoalan “selesai”? Berarti pikul salib di titik ini bukan lagi penderitaan, tetapi justru berkat? Mari melihat dengan kacamata yang berbeda!
And now, because of that, the air is cleared and we can see…
- Salib juga membuat the air is cleared. Salib akan menyingkirkan setiap ketidakjelasan dan bayang-bayang yang menutupi mata kita. Kita akan dapat melihat Tuhan dan setiap rencana-Nya dengan jelas di hidup kita.
- Dalam kisah pertobatan Paulus, Paulus melihat cahaya putih dari langit saat di tengah perjalanan menuju Damsyik. Ia lalu menjadi buta selama tiga hari dan baru dapat melihat dan menerima Kristus. Perlu tiga hari di mana tubuh-jiwa-dan roh nya melihat Tuhan, di mana Tuhan membawanya tidak hanya melihat “cahaya putih” tetapi sampai “the air is cleared”. Sejak saat itu hidupnya berubah!
- Setiap orang yang memikul salib pasti berubah karena salib membawa kita berjumpa dengan Tuhan dan mengalami-Nya lebih lagi. Jika seseorang mengaku dia memikul salib tapi hidupnya tidak berubah maka dia pasti berdusta!
… that Abraham’s blessing is present and available for non-Jews, too. We are all able to receive God’s life, his Spirit, in and with us by believing—just the way Abraham received it.
Ada 5 berkat Abraham yang dapat kita terima:
- Abraham mempersembahkan yang sulung
- Abraham mempersembahkan anaknya yang sulung Ishak tanpa keraguan. Bagi kita, yang sulung pertama-tama adalah diri kita sendiri.
- Saat Abraham mempersembahkan Ishak, Tuhan menyediakan penggantinya di atas gunung-Nya. Saat kita mempersembahkan hidup kita sendiri, maka Tuhan menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan. (Matius 6:33)
- Karena itu, bagi kita seharusnya masalah persembahan (masalah uang) tidak lagi menjadi sesuatu yang sensitif. Kita tidak menjadi orang yang hitung-hitungan dalam memberi. Kita tidak merasa kuatir atau takut kekurangan ketika memberi– miliki sikap yang benar dalam memberi!
- Mari kita belajar menghitung berkat Tuhan, bukan berapa banyak yang sudah kita beri. Mulai hari ini, STOP menghitung pemberian kita kepada Tuhan.
- Iman
- Abraham meneladankan iman yang luar biasa. Kita pun dapat memiliki iman yang demikian.
- Seseorang yang memikul salib pasti memiliki iman, bahkan imannya semakin kuat saat ia terus memikul salib. Salib dan iman berjalan bersama-sama.
- Bangsa-bangsa (Kej 17:4, Mzm 2:8)
- Bangsa-bangsa berbicara mengenai visi.
- Tuhan akan memberikan kepada kita visi. Dan visi bukanlah salib. Visi adalah berkat! Tuhan akan membawa kita memberkati bangsa-bangsa!
- Keturunan perjanjian (Kej 17:6)
- Keturunan perjanjian berarti keturunan yang ilahi. Ini bukan cuma sekedar keturunan jasmani. Memiliki keturunan ilahi adalah berkat perjanjian! Ayat ini mengatakan keturunanmu akan sangat banyak. Ya, satu orang akan mengejar seribu, dua orang akan mengejar berlaksa-laksa!
- Warning: jika kita masih belum punya murid (padahal sudah waktunya memuridkan), ini berarti kita tidak pikul salib.
- Raja-raja akan muncul darimu (Kej 17:6)
- Melalui kita semua kaum dari muka bumi akan mendapat berkat (Kej 12:1-3)
- Dari hidup kita akan lahir raja-raja dan pemimpin-pemimpin yang memberkati bumi ini.
Setiap orang akan memiliki salibnya masing-masing, karena itu tidak perlu membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Salib setiap kita pasti tersedia, hanya apakah kita mau memikulnya atau tidak, tergantung pada keputusan kita.
Lukas 9:23 (The Message)
Then he told them what they could expect for themselves: “Anyone who intends to come with me has to let me lead. You’re not in the driver’s seat—I am. Don’t run from suffering; embrace it. Follow me and I’ll show you how.
- Di ayat 22, Yesus membahas mengenai bagian yang harus Ia tanggung. Di ayat 23, Yesus mengatakan bahwa ada bagian yang seharusnya dapat kita harapkan bagi diri kita sendiri (expect for themselves) – dan berikutnya Ia membahas mengenai pikul salib. Salib seharusnya adalah sesuatu yang kita harapkan!
- Kuncinya adalah:
- biarkan Yesus memimpin, dialah yang duduk di kursi pengendara, bukan kita. Coba cek, siapakah yang menjadi pemimpin di hidup kita hari-hari ini?
- Jangan lari dari penderitaan tetapi terima, peluk, dan ikuti prosesnya saja.
- Ikuti Tuhan, Dia berjanji akan membimbing kita. Ini juga merupakan janji bahwa salib kita tidak akan melebihi kemampuan kita.
Salib dibutuhkan untuk membentuk kapasitas kita menampung berkat Abraham. Dan sejauh mana kita memikul salib, itu pasti akan nampak dari hidup kita.
Selamat memikul Salib ☺.
Persekutuan J4U Jabodetabek
Sabtu, 25 Februari 2017
Pembicara : Ester Irene
Tema : Salib
Venue: Bougenville Room, Cipta Hotel Wahid Hasyim
- Published in Catatan Khotbah
Persembahan Sulung
Memuliakan Tuhan dengan karakter kita, itu sudah tentu. Tuhan ingatkan juga untuk memuliakan Tuhan dengan hasil sulung kita. Kita harus bangga bahwa kita bisa memberikan persembahan sebagai rasa syukur kita kepada Tuhan. Bukan dengan terpaksa, itu merupakan kekejian bagi Tuhan, lebih baik tidak usah sekalian.
Persembahan sulung ini ditujukan buat kita yang sudah bekerja. Ada 638 perintah Allah pada bangsa Israel di perjanjian lama, yang jika tidak dilakukan menimbulkan kutuk. Di perjanjian baru, Kristus telah menebus kita dan telah menjadi kutuk bagi kita. Jika kita tidak melakukannya kita tidak terkutuk, tapi ada hal yang masih berlaku hingga sekarang. Perintah yang manakah?
Dalam Keluaran 23:14-19, tercatat pada bulan Abib, Tuhan memerintahkan janganlah orang datang ke hadirat Tuhan dengan tangan hampa. Ini menjadi tanggung jawab para pemimpin untuk berdoa kepada jemaat yang belum bekerja. Anak Tuhan jangan diam saja, tidak mungkin anak yang sungguh-sungguh malah mengganggur. Dalam ayat di atas, tercatat pula ada hari raya buah bungaran. Nehemia 10:35, mencatat, “Dan lagi dari pada setahun datang kepada setahun kami akan membawa segala hasil tanah kami dan buah bungaran dan segala pokokpun ke dalam rumah Tuhan.”
Persembahan sulung tidak hanya diberikan pada waktu gaji pertama bekerja seumur hidup, tapi setiap tahun. Berbeda dengan perpuluhan yang bersifat wajib, jika tidak dilakukan kita sedang merampok Tuhan. Persembahan sulung tidak wajib. Tapi ketika kita melakukannya, ada janji Tuhan bagi kita. Tuhan mengutus Malaikat-Nya. Malaikat tersebut maksudnya adalah Tuhan sendiri yang memimpin kita kepada visi kita. Mungkin kita sudah melihat visi kita, hanya ragu-ragu saja. Ingatlah bahwa Tuhan yang memimpin kita. Masuk saja! Maka tidak aneh akan bahwa ada pintu-pintu yang dibukakan. Jalan-jalan yang misteri, orang lain tidak tahu, kita justru mengetahuinya.
Pengertian Buah Sulung
Buah sulung adalah Buah pertama pada musim panen; Hasil pertama dari apa pun.
Mula / awal רֵאשִׁית – RESYIT Ibrani :
berasal dari kata dasar: רֹאשׁ – ROSY/ ROSH, artinya: “kepala” digunakan dalam arti: bagian pertama, saat keberangkatan, “awal“, atau “mula”
(Ulangan 11:12; Kejadian 1:1; 10:10.
“RESYIT” ini juga bermakna yang “terbaik” (Keluaran 23:19);
dan “buah sulung“: Imamat 2:12: “Tetapi sebagai persembahan dari hasil pertama (RESYIT) boleh kamu mempersembahkannya kepada TUHAN, hanya janganlah dibawa ke atas mezbah menjadi bau yang menyenangkan”.
Bahasa Ibrani untuk “buah sulung/ buah bungaran“yaitu בִּכּוּר – BIKUR (singular)/בִּכּוּרִים – BIKURIM (plural), yang khusus digunakan untuk biji-bijian dan buah-buahan:
Keluaran 23:16, “Kaupeliharalah juga hari raya menuai, yakni menuai buah bungaran (BIKURIM) dari hasil usahamu menabur di ladang; demikian juga hari raya pengumpulan hasil pada akhir tahun, apabila engkau mengumpulkan hasil usahamu dari ladang.”
Nehemia 10:35, “Lagipula setiap tahun kami akan membawa ke rumah TUHAN hasil yang pertama (BIKURIM) dari tanah kami dan buah sulung segala pohon.”
Kata Yunani untuk “buah sulung” adalah: ἀπαρχή – APARKHÊ berasal dari kata – ARKHOMAI yang memiliki arti dasar “yang terutama, keunggulan“.
Bilangan 15:20-21,”Tepung jelaimu yang mula-mula haruslah kamu persembahkan sebagai persembahan khusus berupa roti bundar; sama seperti persembahan khusus dari hasil tempat pengirikanmu, demikianlah harus kamu mempersembahkannya”.
Allah memerintahkan bangsa Israel untuk mempersembahkan kepada-Nya buah sulung dari manusia, binatang, atau hasil bumi (Keluaran 22:29, 30; 23:19; Amsal 3:9). Mempersembahkan buah sulung kepada Allah merupakan bukti bahwa orang Israel menghargai berkat Allah, negeri mereka serta panenannya.
Contoh persembahan sulung di Alkitab:
Kejadian 4:4 Habel memberikan anak sulung dombanya yakni lemak-lemaknya. Jadi mengertilah kita bahwa persembahan yang diindahkan Tuhan adalah persembahan yang mengandung darah. Ingat pada waktu Adam Hawa jatuh dalam dosa, sebenarnya Tuhan sudah memberi tahu pada kita persembahan yang benar, yaitu Allah memberikan jubah kulit binatang, bukan kulit pohon. Kulit binatang mengandung darah. Darah di sini bicara tentang penebusan dosa melalui Yesus.
Kejadian 22, Abraham mempersembahkan anak sulung dan satu-satunya, yaitu Ishak. Zaman bangsa Israel, anak sulung adalah milik Allah. Maka harus ditebus dengan membayar persembahan sulung ganti anak tersebut. Jika tidak ditebus, anak tersebut diserahkan pada Allah, seperti Samuel, menjadi hamba Tuhan. Anak sulung punya hak kesulungan dalam keluarga, ini yang menjadikan anak sulung berbeda dengan anak yang lain. Secara rohani, anak yang bertobat pertama dalam keluarga tersebut adalah yang sulung.
1 Samuel 1:1-28 Hana mempersembahkan Samuel.
1 Raja-Raja 17:7-24 Janda Sarfat mempersembahkan buah sulung yakni segenggam tepung dan sedikit minyak untuk Elisa.
Persembahan sulung diberikan kepada
- Tuhan (Keluaran 34:26; Ulangan 26:10)
Janganlah memasak anak kambing pada susu induknya (dikorbankan anak beserta induknya) karena ini merupakan kekejian di hadapan Tuhan. Sama dengan janganlah memberangus mulut lembu yang sedang mengirik. Sama dengan ketika seorang pengusaha tidak menggaji karyawannya atau telat menggaji bawahannya, ini kekejian di hadapan Tuhan.
- Untuk memuliakanNya (Amsal 3:9)
Memuliakan Tuhan dengan karakter kita, itu sudah tentu. Tuhan ingatkan juga untuk memuliakan Tuhan dengan hasil sulung kita. Miliki iman ini. Kita harus bangga kita bisa memberikan persembahan sebagai rasa syukur kita kepada Tuhan. Bukan dengan terpaksa, itu merupakan kekejian bagi Tuhan, lebih baik tidak usah sekalian. Bagi murid-murid yang belum bisa memberi persembahan sulung, para pembimbing sebaiknya berdoa supaya murid-murid memiliki iman agar dapat memberi di tahun depan. Karena kita menyadari dan mengerti bahwa ada berkat khusus bagi yang melakukan persembahan sulung.
- Rumah Tuhan (Nehemia 10:35)
- Tidak boleh dibawa ke atas mezbah (Imamat 2:12)
Yang di atas mezbah menjadi milik Tuhan, yaitu berupa lemak yang terbaik. Persembahan sulung diunjukkan kepada Tuhan, kemudian diberikan kepada imam-imam.
- Diletakkan di depan mezbah Tuhan (Ulangan 26:4)
- Para imam (Yehezkiel 44:30)
Tercatat bahwa ada janji dari persembahan sulung yaitu supaya rumah kita diberkati. Di tempat ibadah tertentu, semua perpuluhan diberikan ke gembala. Di sini, Imam harus meminta hikmat untuk mengelolanya. Jika tidak bisa mengelola, akan berbahaya, muncul efek samping yang tidak perlu.
Dampak persembahan sulung:
- Penyertaan Tuhan sepanjang tahun, Tuhan akan berjalan di depan kita. Tuhan tidak akan membiarkan kita sendiri.
- Diberkati berlimpah-limpah di lumbungnya dan bejana anggurnya (Am 3:9-10). Lumbung bicara tentang kebutuhan dasar, sehari-hari. Anggur bicara tentang pesta, perjamuan, sukacita, damai sejahtera atau anggur itu sendiri.
- Tuhan memberkati rumah-rumah dan berkatNya yang kekal (Yeh 44:30). Mengandung kata Bayith (Ibrani) yang berarti keluarga dan keturunan kita. Berkat yang kekal adalah Yesus. Jadi seisi keluarga menerima Yesus.
Kesmpulannya, persembahan sulung adalah seberkas. Di alkitab memang tidak disebut jumlah tertentu. Biasanya kita memberikan satu bulan gaji penuh (bagi karyawan) atau seluruh laba bulan tersebut (bagi pengusaha). Pengertian seberkas adalah sejumlah yang hati kita mau berikan pada Tuhan. Seberkas ini berasal dari gaji paling tinggi atau laba paling tinggi di tahun sebelumnya. Apakah jika sudah memberi persembahan sulung perlu memberi perpuluhan juga? Karena hal inilah kita perlu mempersiapkan jauh-jauh hari. Kita bisa menabung terlebih dahulu, sehingga kita bisa memberikan persembahan sulung beserta perpuluhan.
Persembahan sulung diberikan pada tanggal 1-31 Maret.
Mari berani bertindak, jangan biasa berlama-lama atau menunda-nunda.
Mari menjadi pelaku Firman dan mengalami Firman itu sendiri.
Persekutuan gabungan
Sabtu, 18 Febuari 2017
Pembicara: Yorga Parnadi
Tema: Persembahan Sulung
Venue: Rg. Azalea 1, Lt. P1, BTC
- Published in Catatan Khotbah
2017-Tahun Kesempurnaan
Bagi orang–orang yang durhaka akan berduka, tapi orang–orang benar akan bersukacita. Dan terjadi pemisahan, kita tidak bisa lagi duduk bersama orang-orang bebal. Justru kehadiran kita membawa damai sejahtera.
Selamat tahun baru menurut kalender Gregorian, yaitu tahun 2017. Jika kita ingat tahun 2016, tergenapi semua apa yang disampaikan mengenai perekonomian melambat dan PHK di mana-mana. Tapi 2017 menjadi tahun yang berbeda. Mari kita lihat dalam tahun ini, apa yang Tuhan mau sampaikan.
Mazmur 90:12, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana”.
Musa dikenal sebagai nabi Tuhan. Dia tidak hanya merupakan orang yang peka dan presisi, tapi juga memiliki hubungan yang karib dengan Tuhan. Dia jelas bukan pemimpin yang biasa saja. Tuhan mengangkatnya secara khusus. Orang yang dipilih dan diangkat Tuhan akan memiliki hikmat dan marifat. Dia punya dua saudara, Miryam dan Harun. Miryam adalah seorang nabiah. Sewaktu Miryam menari dengan rebana, itu bukan sekedar menari, tapi sambil bernubuat. Makanya pelayanan pujian penyembahan identik dengan pelayanan profetik. Musa, Miryam dan Harun peka dengar suara Tuhan. Tapi kepada Musa, Tuhan bertemu muka dengan muka.
Kembali dalam Mazmur 90:12, Musa mengingatkan kita untuk menghitung hari. Dalam kalender Yahudi, tahun ini adalah 5777. 5 adalah angka kekudusan, 7 artinya sempurna. Kalender Gregorian dan Yahudi berbeda perhitungan, baik penempatan hari dan bulan. Pegertiannya juga berbeda. Mari kita baca dalam Mazmur 138:8, tercatat bahwa Tuhan akan menyelesaikan dengan sempurna. Cek dan evaluasi diri kita, mana yang belum tergenapi.
Kalender Yahudi berisi dengan masa-masa yang presisi. Mereka sudah bersiap dalam menghadapi tiap musim. Sebelum musim kering, bangsa Yahudi menanam dengan pampers sebagai penahan air hujan. Mereka juga membuat penyulingan air laut. Mau berbuat apapun, selalu dihitung. Dalam perjanjian lama juga dicatat ada musim raja-raja berperang. Ada efek dari musim. Daud jatuh dalam dosa ketika musim berperang dia tidak berperang. Terlalu lambat terlewat, terlalu cepat juga salah. Di kala menuai malah tidak menuai. Anak Tuhan jangan sampai berantakan agendanya. Amsal mengatakan belajarlah dari semut.
Mau ada pembimbing atau tidak, tetaplah bangun diri. Ada pemimpin atau tidak ada, tetap bekerja. Hidup tuh harus dibajak. Ketika kita mengikuti agenda Tuhan, maka apa yang Tuhan katakan pada kita terjadi. Apa yang Tuhan agendakan pada tiap kita unik dan berbeda.
Tahun 5777 dimulai 3 Oktober 2016 dan berakhir 21 September 2017. Dari sekarang sampai 6 tahun kemudian (5784 atau 2023), akan terjadi sesuatu yang besar secara global, nasional, dan pribadi. Global adalah pasti, nasional sudah ditetapkan, pribadi kalau kita percaya. Jadi hati-hati. Tuhan tidak main-main. Dalam perkataan juga mesti kita perhatikan. Khususnya ketika emosi, jangan sembarangan bernazar, berjanji , berkomitmen, apalagi bercanda. Masa kita bercanda bawa bom ketika naik pesawat, bisa dipenjara loh. Hati-hati bersungut-sungut, mungkin sakit yang kita alami, tapi mengucap syukur. Akan ada kejelasan yang dari Tuhan. Ketika kita ragu-ragu, tetap cari Tuhan, bukan diteruskan, nanti tersesat.
Tahun 5777 disebut tahun Ayin Zayin. Ada orang bilang bahwa Zayin adalah mahkota dan ada yang bilang pedang. Baik mahkota dan pedang punya arti sendiri.
- Mahkota
Daniel 2:34-35, “Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk.
Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung yang besar yang memenuhi seluruh bumi.”
“Patung” di sini bicara tentang berhala, kesia-siaan, keduniawian. Jaman Musa pernah ada patung lembu emas yang dibuat Harun. Ini terjadi karena bangsa Israel lama menunggu dan tidak tahu apa yang terjadi karena Musa naik gunung Horeb. Jika takut yang bukan berasal dari Tuhan maka dampaknya adalah kedagingan dan penyembahan berhala. Takut pada setan, maka dibuat sesajen. Jika lewat tempat tertentu harus klakson atau lampu dim, itu bukanlah dari Tuhan, LAWAN!
Daniel melihat ada batu yang terungkit, ini berasal dari Tuhan. Yang dihantam “kaki”-nya, yaitu basic/dasarnya dihancurkan. Bukan kepalanya, karena akan bersisa bagian bawahnya, tapi ketika kaki yang dihantam, akan roboh. Maka hancur pula besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas, ini melambangkan apa yang selama ini mulia bagi manusia akan dihancurkan. Apa yang selama ini manusia anggap mustahil hancur/berubah akan terjadi.
Semuanya berubah menjadi “sekam”. Semuanya yang dianggap mulia menjadi sampah. Sama seperti kata Paulus setelah mengenal Kristus, semua yang dulu dia anggap keuntungan sekarang menjadi sampah. Menaburlah pada musim yang tepat, kita akan menuai. Bukan waktunya lagi untuk berdoktrin ria. Tidak ada lagi pilih-pilih kebenaran yang menarik dan bagus buat kita. Telan saja. Lakukan saja. Makan setiap kebenaran. Sewaktu baca Firman, ada ayat yang seolah-olah melompat ke hati kita, itu buat kita. Seperti berat, tapi pasti bisa. LAKUKANLAH!
“lalu angin mengembuskannya”. Bukan hanya masa lalu, juga nilai-nilainya. Orang yang tidak pernah bisa meninggalkan masa lalunya tidak akan pernah maju. Apakah kejayaan di masa lalu, apakah kesedihan masa lalu. Move on. Anak Tuhan mencari Tuhan, bukan lihat horoskop, peganglah kebenaran. Masih lihat horoskop, hati-hati terkutuk.
“sehingga tidak ada bekas-bekasnya”. Ini butuh waktu, tapi tetap berserah pada Tuhan. Biarlah kita memberi untuk Tuhan selidiki dan bedah. Diambil semua yang busuk dari hidup kita. Nilai-nilai yang bukan dari Tuhan, BUANG! Ampuni masa lalu. Tinggalkan masa lalu yang busuk dan pengecut.
“batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi bumi” Inilah kemuliaan Tuhan yang memenuhi bumi. Yesuslah gunung batu. Kena PHK, bukan masalah. PHK= Pastikan Hidup dalam Kristus. Bukan karena manusia, tapi Tuhan sendiri yang punya ide untuk memenuhi bumi. Lakukan saja yang terbaik, lakukan yang kita bisa, maka Tuhan yang menyempurnakan.
“bumi” bicara kita manusia, tidak peduli siapapun. Singa dari Yehuda akan bangkit memenuhi bangsa ini, memenuhi hidup kita. Maka segala sesuatu akan ditambahkan pada kita.
- Pedang
Matius 10:34, “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang”.
Hal ini sudah Yesus alami dahulu. Ketika Yesus umur 12 tahun, dia diajak ke bait Allah. Ketika pulang dan orang tuanya menyadari bahwa Yesus tertinggal, maka mereka mendapati Yesus sedang berada di bait Allah, berdiskusi dengan para imam. Sejak saat ini, mulailah ada banyak yang Maria tidak mengerti dan disimpan dalam hatinya. Mulai terjadi pemisahan. Hal-hal ajaib mulai terjadi, yang membuat Maria menyadari bahwa Yesus lahir karena karya Roh Kudus. Pengajaran Yesus benar dan menunggang balikkan dunia, sampai saudaranya sendiri mengganggap Dia gila. Inilah pemisahan.
Jika tahun ini berarti pedang, maka pedang bicara tentang penghakiman, keadilan, pengudusan, hukum Tuhan ditegakkan. Bagi orang–orang yang durhaka akan berduka, tapi orang–orang benar akan bersukacita. Dan terjadi pemisahan, kita tidak bisa lagi duduk bersama orang-orang bebal. Justru kehadiran kita membawa damai sejahtera.
Ada pesan-pesan untuk murid-murid:
- Pisahkan diri kita dari dosa. Dalam 2 minggu ini, akan terjadi. Orang yang secara terang-terangan berbuat dosa, pisahkan diri kita dari mereka.
- Tuhan akan memutuskan persekutuan-persekutuan dan hubungan-hubungan yang bukan dari Tuhan. Abraham dan Lot, sekalipun saudara, terpisah. Lot memilih lembah yang subur, Abraham melihat sejauh dia memandang dan padang gurun berubah menjadi tanah yang subur. Jangan merasa sayang. Tinggalkan saja. Pasangan yang bukan dari Tuhan.
- Tuhan akan dengan sangat jelas menuntun kita pada jalan-jalanNya. Waktu Dia menuntun kita, seringkali iman kita kurang. Kita ragu, apakah sanggup atau tidak melakukan hal tersebut. Dibutuhkan keberanian untuk melangkah.
- Konsistenlah untuk terus melakukan panggilan di dalam Tuhan. Kereta api tetap berjalan di relnya, tidak peduli panas dan hujan. Kereta api berbobot, dapat menghancurkan es yang ada di rel. Jangan terlalu perhatikan badai, perhatikanlah tujuanmu. Badai pasti berlalu, tujuan tetap ada bagi kita.
- Kobarkanlah api dalam Tuhan. Juga semangat dan karunia yang ada pada kita. Harapkanlah yang berbeda. Naik dan terbanglah. Tahun ini kita harus terbang, maka Tuhan akan mengajari kita terbang. Rajawali bersorak ketika ada badai, dia terbang melintasi gunung. Jangan terlalu dekat dengan masalah, naiklah mendekat kepada Tuhan. Bagaimana kita menyelesaikannya? Pola pikir kita atau dengan Tuhan.
Bersiaplah dibilang gila. Kita akan melakukan hal-hal yang mustahil bagi orang lain. Kita dipisahkan. Kita menjadi terang bagi keluarga kita. Ketika Tuhan di pihak kita siapakah lawan kita?
Persekutuan J4U Bandung
Sabtu, 21 Januari 2017
Pembicara: Yorga Parnadi
Tema: Tahun Kesempurnaan
Venue: Rg. Azalea 2, Lt. P1, BTC
- Published in Catatan Khotbah
Kebenaran tentang Natal
Sudah lama menjadi tradisi tahunan. Dirayakan dengan megah dan meriah. Betulkah Tuhan perintahkan untuk merayakan Natal? Sedangkan 25 Desember, ada dewa-dewa yang berulangtahun juga. Dalam uraian berikut, ternyata tidak main-main akibatnya jika terus merayakan Natal. Ada apa dengan Natal?





- Published in Catatan Khotbah
Bayar Harga di Ladang Pelayanan
Ladang bicara tentang organisme, bukan organisasi. Jika kita memandang organisasinya terus, kita akan kelelahan, bahkan kecewa. Mari pikirkan dan berbeban buat jiwa-jiwa(organisme) yang ada di dalamnya.
- Published in Catatan Khotbah
Membuka Dimensi Roh
Ternyata dengan terus mengaktifkan roh kita, maka karunia-karunia lain yang telah Tuhan berikan juga akan turut diaktifkan. Dan jika kita pelajari lebih lanjut, karunia justru membantu kita dalam menjalankan visi.
Manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Esensi seorang manusia adalah rohnya sendiri. Tanpa roh, kita mati secara fisik. Bicara tentang ide, akal budi, rasa suka, cinta, mengidolakan sesuatu itu di ada di jiwa. Sedangkan tubuh adalah bagian yang dapat kontak dengan alam, merasakan panas/dingin, lapar/haus, sakit/sehat. Tapi hari-hari ini kita sulit membedakan roh dan jiwa.
Orang sering salah dalam usaha membangun roh. Di luar sana giat sekali mengadakan kelas yoga/meditasi/refleksi diri/semedi. Tapi hal-hal ini TIDAK DAPAT membangun roh kita. Pertanyaannya, bagaimana kita seharusnya membangun roh kita?
Sewaktu orang mengalami lahir baru, rohnya aktif/terbangun. Dari yang tadinya tidak mampu meresponi Tuhan sekarang mampu berhubungan dan berkomunikasi dengan Bapa (Yohanes 1:12). Indra-indra rohaninya mulai aktif (mata rohani, telinga rohani bahkan penciuman rohani). Manusia yang roh nya aktif memiliki respon yang berbeda. Dia akan senantiasa bertanya kepada Tuhan. Dia tidak menilai dengan apa yang terlihat oleh mata fisik.
Tapi lahir baru saja tidak cukup. Ada teknologi yang Tuhan sediakan bagi kita yaitu bahasa roh.
Apa itu bahasa roh? (more…)
- Published in Catatan Khotbah
Generasi Rajawali
Sekedar keluar dari comfort zone tidak cukup. Api dapat mengubah struktur yang dibakarnya. Misalnya, kertas dibakar menjadi arang. Sama dengan hidup kita, berubah TOTAL. Karena Tuhan telah memberikan struktur tubuh rajawali, kita perlu mengalami proses terbang untuk memunculkan potensinya. Seorang rajawali dapat melihat apa yang tidak terlihat.
Persekutuan J4u Bandung
Sabtu, 24 September 2016
Pembicara: Yorga Parnadi
Tema:Generasi Rajawali
Venue: R. Azalea 2, Lt. P1, BTC
Pada kesempatan ini, mari kita sama-sama belajar tentang generasi rajawali. Apa yang Alkitab katakan tentang rajawali adalah level atau kualitas hidup seseorang yang bisa dibilang cukup tinggi. Secara fisik, burung rajawali dikenal berumur panjang, yaitu hingga 40 tahun. Di umur 40, rajawali harus memilih apakah mau lanjut hidup atau mati karena paruh semakin panjang, bulu semakin berat. Ketika dia memilih untuk terus hidup, maka prosesnya sangat menyakitan. Dia harus mencabuti bulu-bulunya sendiri. Dia harus mematahkan paruhnya sendiri. Kemudian dia hibernasi selama 6 bulan di gunung batu. Jika dia berhasil, maka dia sanggup hidup 30 tahun lagi. Beberapa ahli mengatakan, rajawali tahu sampai kapan umurnya.
Demikian pula dengan cara mendapatkan pasangan. Rajawali betina akan menguji calon pasangannya. Si jantan harus mengikuti betina selama 15 hari. Jika si jantan terus mengikuti, ujian selanjutnya adalah menangkap ranting kecil yang dijatuhkan si betina. Selanjutnya, si jantan harus menangkap dahan seberat dirinya yang dijatuhkan si betina ketika terbang rendah. Jika berhasil, diuji lagi 10 hari, apakah si jantan masih mengikutinya. Maka, si jantan itulah yang menjadi pasangan si betina.
Ketika melatih anaknya terbang juga unik. Sarang rajawali adalah sangkar yang dibuat dengan teliti supaya tidak ada pemangsa bisa menyusup. Sarang yang terdiri dari 3 lapis ini, onak duri, dedaunan dan bulunya sendiri, sangat kokoh. Waktu anaknya mulai mengebas-ngebaskan sarangnya, itulah waktunya belajar terbang. Sarang akan mulai dihancurkan. Anaknya sengaja ditendang keluar, ingat sarang rajawali selalu di atas gunung batu yang tinggi. Ketika hampir jatuh ke bawah, induknya menangkap dan dibawa kembali ke atas. Demikian terjadi berulang-ulang sampai anaknya bisa terbang sendiri.
Kecepatan terbang rajawali di atas rata-rata burung lain, yaitu mencapai 180 km/jam. Dibutuhkan teknik pernafasan yang berbeda. Ketika ada badai, dia berteriak kegirangan. Karena rajawali cukup merentangkan sayap di atas badai, di situlah dia istirahat tanpa mengepakkan sayap dan terbang di atas badai. Uniknya, kisah-kisah hidup yang dialami burung ini mirip dengan hidup anak Tuhan.
Bagaimana dengan kita?
Yesaya 40:31, dari ayat ini kita tahu bahwa seorang dengan level rajawali adalah seorang yang selalu menanti-nantikan Tuhan. Dia memastikan bahwa dia melihat blue print Tuhan dalam hidupnya. Dia memastikan bahwa Tuhan bersama dengannya.
Seorang dengan kualitas rajawali tidak pernah berjalan, tapi berlari. Cukup sekali mendengar dan melakukan. Cepat merespon. Tidak perlu banyak bertanya. Misalnya, sewaktu ada disiplin baca Firman, maka langsung dilakukan.
Tidak pernah lesu artinya tidak pernah undur. Sekarang kita on fire, tapi 5 tahun atau 10 tahun lagi bagaimana? Hati-hati, ketika banyak beralasan akan terlihat sampai pada fisik. Kita akan lihat, seorang rajawali akan mengusir kelemahan keluar lalu dia memutuskan bertindak.
Orang-orang suci rajawali.
1. Orang-orang yang dipanggil dalam panggilan Allah yang tinggi di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Sudah pasti lulus dalam hal mendengar suara Tuhan. Di antara kita harus dipastikan bisa mendengar suara Tuhan dan mengerti panggilannya. Tidak bisa sebentar panas sebentar dingin.
2. Rajawali adalah lambang dalam tingkatan tertentu dari orang percaya.
Suka tidak suka, tiap orang punya level yang berbeda dalam Tuhan. Kenapa ada pelataran, ruang kudus, ruang maha kudus? Kenapa ada imam, kenapa ada orang lewi? Tuhan sangat menghargai level. Semakin karib kita dengan Tuhan, orang-orang rohani akan tahu level kita di mana. Milikilah hubungan rajawali yang seperti ini.
3. PROSES naik terbang adalah penting dan perlu bagi putra-putra Allah dan memerintah dengan Dia selamanya.
Tidak semua orang yang telah percaya dalam Yesus Kristus untuk keselamatan jiwa mereka AKAN MENGHANCURKAN BERHALA-BERHALA DUNIAWI dan MAU MEMBAYAR HARGA UNTUK PERGI BERSAMA TUHAN KE TEMPAT-TEPAT SURGAWI.
Sekedar keluar dari comfort zone, itu baru 1% saja. Api dapat mengubah struktur yang dibakarnya. Misalnya, kertas dibakar menjadi arang. Sama dengan hidup kita, berubah total. Bukan turun kejahatannya, atau dikurangi. Karena Tuhan telah memberikan struktur tubuh rajawali, kita perlu mengalami proses terbang untuk memunculkan potensinya.
Tidak ada rajawali masih dendam dengan masa lalu. Rajawali tidak pusing dengan hal remeh temeh.
AYAM ataukah RAJAWALI?
AYAM
-Tidak mendengar Firmannya
-Tidak menaggapi panggilanNya
-Berkerumun berdesak-desakan
-Bersifat keduaniawian
-Menggaruk-garuk keadaan yang kosong
-Tidak pernah mengangkat kepala mereka untuk melihat Dia yang di atas
-Memakan benda-benda mati dan kotoran
-Terikat oleh pagar dan keadaan mereka
-Mereka terlelap.
RAJAWALI
-Mewarisi sifat yang alamiahnya yang tidak memungkinkannya untuk hidup terus di dalam kandang yang terbatas dan yang menawannya di sana. Rajawali tahu apa yang dilakukannya.
-Supaya ia bahagia dan dapat mencapai tujuan hidupnya ia harus bebas terbang tinggi di tempat-tempat yang luas di antara awan-awan surgawi. Awan di sini adalah tempat di mana Tuhan tunjukkan. Rajawali tidak akan bahagia jika tidak terbang.
-Ia akan sendirian di sana, karena memang tidak banyak yang berani untuk naik kepada hal-hal yang demikian. Bukan berarti rajawali egois, tapi karena tidak semua mau bayar harga sama dengannya.
-Rajawali tidak bergerombol
-Rajawali tidak makan bangkai (Lukas 17:32-37). Karena rajawali yang memakan bangkai tidak bertumbuh normal, Yesus sedang bicara bahwa ada rajawali-rajawali yang gagal.
Karakter-karakter orang suci rajawali.
Ulangan 32:11
1. Tuhan mengerjakan sesuatu dengan keras di dalam hidup.
2. Berharap dalam iman untuk pekerjaan besar berikutnya dari Tuhan.
3. Mau terjun ke dalam jalan menuju hal-hal surgawi/ilahi.
4. Ke mana Tuhan menuntun, ia pun pergi ke sana. Karena ketika kita bilang ya maka ada penyertaan Tuhan. Hasilnya urusan Tuhan, bagian kita hanya TAAT.
5. Ia belajar terbang di dalam ketaatan mutlak kepada Bapa. Maukah kita melakukannya sekalipun kita belum pernah melakukan? Itulah latihan iman.
“Tetapi jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetap anak-anak gampang.”
Jerat-jerat rajawali adalah stagnasi. Selain itu cemoohan dari sekitar. Tapi rajawali melihat apa yang tak terlihat.
Rajawali gagal: Pemberontakan
1. Dipanggil untuk menjadi rajawali, tapi menolak bergerak dalam proses ini.
2. Mereka menyesal ditempatkan dalam dapur api.
3. Mereka mencintai sarang di ketinggian, keamanan dalam dukungan sayapNya.
4. Memandang rendah penyucian, pendisiplinan, keharusan berlatih untuk diri sendiridi tempat-tempat surgawi. Tempat surgawi adalah kamar pribadi, inilah api yang sesungguhnya.
5. Menjual karunia Allah untuk ketenaran dan keuntungan pribadi.
Seekor ayam jatuh dari tempatnya bertengger, rajawali jatuh dari tempat ketinggian, begitu dalam dan parah bahkan bisa mati. Tahu dari mana? Ketika orang tersebut tidak ada pengurapannya. Ketika dinasihati malah menolak atau merasa sudah tahu.
Seseorang yang terhubung dengan Roh Kudus maka dia adalah orang paling up to date di muka bumi.
Mata rajawali
Ayub 39:32, “dari sana ia mengintai mencari mangsa, dari jauh matanya mengamat-amati;”
Salah satu kekuatan rajawali adalah penglihatan yang tajam. Bahkan dibilang memiliki 8-10 penglihatan. Kelinci di balik semak pun dapat terlihat.
1. Rajawali-rajawali suci mempercayai hal-hal di mana orang lain tidak dapat melihatnya.
2. Mereka menjadi perintis jalan iman Amsal 29:18
3. Nuh, Henokh, Elia, Musa dan nabi-nabi lainnya memiliki penglihatan rajawali. Yesus mempunyai penglihatan terbesar dari setiap rajawali suci.
4. Yesus adalah pola utuk menunjukkan pada kita CARA RAJAWALI.
Yang paling tajam dari rajawali adalah bisa menangkap dan membedakan maksud pikiran dan hati. Rajawali bisa membedakan orang yang bertobat sungguh-sungguh atau sekedar menguji. Rajawali akan mampu mengenali topeng-topeng. Rajawali mampu mengenali cara-cara iblis. Rajawali tidak hanya melihat, dia juga punya power. Dampaknya adalah kota. Rajawali adalah juga lambang kenabian.
Rajawali tidak mengenal kata undur.
Ada mata sebelah dalam dan mata sebelah luar. Yehezkiel 1:18, Wahyu 4:6-8
1. Tuhan menyelidiki hati dan menguji batin (Yeremia 17:9-10)
2. Dosa terburuk Ayub adalah membenarkan diri sendiri (Ayub 30 pasal)
3. Mata dalam bekerja, baru mata luar dapat melihat (Yesaya 6:5)
Buat rajawali muda, hati-hati dengan apa yang dilihat apakah untuk diri sendiri atau buat orang lain, perlu disampaikan atau tidak.
Jika kita sudah pulih, hati kita beres, tidak ada satu hal pun di dunia ini yang mampu menghancurkan kita.
Penjaga di atas tembok.
1. Rajawali memiliki penglihatan 4-8x dari manusia.
2. Tidak seorangpun munafik dapat terus hidup di bawah pandanganNya
3. Pikiran terdalam dan maksud hati akan dinyatakan oleh pandangan pemimpin dari rajawali suci. 1 Korintus 14:25
4. Bapa memakai rajawali-rajawaliNya yang cepat mendengar, cepat percaya, cepat taat. Ulangan 28:49, 2 Samuel 1:23, Ayub 9:26.
Hilangkan setiap penghalang dari bumi ini dan buanglah segala beban, dan bangkitlah dengan sayap burung rajawali ke tempat-tempat surgawi yang saudara miiki!!
Kemuliaan bagi Tuhan, Haleluyah!!
- Published in Catatan Khotbah
Hati bagi Bangsa
- Published in Catatan Khotbah
Berbuah bagi Kristus
- Published in Catatan Khotbah











